Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Keamanan Pangan: Deteksi Boraks dalam Jajanan Sekolah di SDIT Al Islah Gorontalo Taupik, Muhammad; Nurrohwinta Djuwarno, Endah; Adam Mustapa, Mohamad; Aprianto Paneo, Mohamad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.30678

Abstract

Food safety is an important issue that must be considered, especially in children's food consumption. The use of borax in food is still found in various snacks sold in school environments, even though this substance can cause serious health disorders. This community service activity aims to increase awareness among students, teachers, and parents at SDIT Al Islah Kota Gorontalo regarding the dangers of borax in food. The method used is lectures and practical borax detection using turmeric as an indicator. If the food contains borax, the color of the turmeric-stained stick changes from yellow to purple. The results of the activity show an increase in participants' understanding of the dangers of borax, as well as higher awareness in choosing safer food. This education is expected to be an initial step in monitoring children's snacks and reducing the use of borax in food.
Cholesterol-Lowering Effects of Turmeric Effervescent Dosage in Preventing Atherosclerosis Pomalango, Zulkifli B.; Paneo, Mohamad Aprianto; Pakaya, Nasrun; Aman, La Ode; Hutuba, Ariani H.
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.2.482-492

Abstract

This study aims to evaluate the cholesterol-lowering effects of turmeric (Curcuma domestica) in an effervescent powder drink formulation to prevent atherosclerosis. The effervescent preparation was produced using standard effervescent techniques, with organoleptic tests revealing an orange color, the characteristic aroma of turmeric, and a slightly sweet taste. The formulation’s pH was approximately 5.9, with a flowability test result of 14 seconds, a powder angle of repose of 30°, and a dissolution time of  4 minutes and 20 seconds. Curcumin shows potential as an anticholesterol as a preventive measure of atherosclerosis disease  through molecular docking testing using autodock-vina. Qualitative test on turmeric effervescent with Sprektrofotometer UV-VIS, Scanning Electon Microscopy (SEM) and Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Cholesterol testing was conducted on mice induced with cholesterol using margarine over a one-week period, resulting in increased cholesterol levels of maximum 290 mg/dL. Following administration of the converted turmeric dosage, cholesterol levels significantly maximum decreased in the first week to  165 mg/dL. By the second week, further reductions were observed, with cholesterol levels maximum dropping to 143 mg/dL. These results suggest that turmeric effervescent formulation exhibits promising cholesterol-lowering properties and may contribute to the prevention of atherosclerosis
Formulasi dan Karakterisasi Fisik Sediaan Emulgel Facial wash dengan Menggunakan Kombinasi Minyak Almond (Prunus amygdalus dulcis) dan Surfaktan Sodium Lauryl Sulfate Paneo, Mohamad Aprianto; Thomas , Nur Ain; Latif, Multiani S; Tuloli, Teti Sutriyati; Nurkamiden, Sri Devi Maharani
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.640

Abstract

Background: Prunus amygdalus dulcis (almond) is a plant whose seeds produce oil with significant benefits for skin health. Almond oil contains essential compounds, such as oleic acid and other bioactive substances, which possess anti-inflammatory and moisturizing properties, making it a potential ingredient in cosmetic pharmaceutical formulations. Objective: This study aimed to formulate a facial wash containing almond oil and to evaluate its physical and organoleptic characteristics in combination with Sodium Lauryl Sulfate (SLS) as a surfactant. Methods: Three emulgel formulations were developed with varying concentrations of almond oil (10%, 15%, 20%) and SLS (1%, 1.5%, 2%). Evaluations included organoleptic tests, pH, viscosity, spreadability, foam height, irritation, and hedonic tests. Results: All formulations exhibited a white color, emulgel texture, and were odorless. Formula F1 had a pH of 7.3, F2 had 8.2, and F3 had 8.6. The highest viscosity was observed in F3 (4,200 cP), optimal spreadability in F2 and F3 (5.9 cm), and the highest foam height in F3 (4.6 cm). Only F1 approached the ideal skin pH range (4.5–6.5), although all formulations passed stability and organoleptic evaluations. Conclusion: Almond oil shows potential as an active ingredient in facial wash formulations. Formula F1 is considered the most suitable based on pH compatibility, while F3 excels in viscosity and foaming properties.
Pengaruh SLM_2026 Terhadap Stabilitas Fisik dan Laju Pelepasan Krim Niosom Antosianin Secara In Vitro Tungadi, Robert; Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita; Paneo, Mohamad Aprianto; Ayu Maloho, Sity Nur Rahayu Maloho
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i2.65

Abstract

Antosianin merupakan salah satu zat aktif yang dapat diformulasikan dalam sediaan krim. Namun antosianin memiliki kestabilan yang sering berubah ubah. Untuk itu antosianin diformulasikan ke dalam bentuk niosom untuk meningkatkan kestabilan antosianin di dalam stratum korneum serta dibuatlah dalam sediaan krim dengan penambahan skin lipid matriks_2026 yang digunakan sebagai basis krim serta memiliki aktivitas sebagai emulgator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Skin lipid matriks_2026 terhadap stabilitas fisik dan laju pelepasan krim niosom antosianin secara in vitro. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan niosom menggunakan metode injeksi pelarut etanol kemudian dilakukan karakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EP). Niosom Antosianin diformulasikan ke dalam bentuk krim dan dilakukan evaluasi fisik serta uji penetrasi menggunakan metode difusi franz. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 secara berturut-turut yaitu persen efisiensi penjerapan sebesar 67,16%, 93,66%, dan 100% dengan ukuran partikel sebesar 205,5 nm, 157 nm, 257 nm serta indeks polidispersitas sebesar 0,235, 0,195, dan 0,355. Ketiga formula krim memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan krim yang baik. Hasil uji penetrasi menunjukkan jumlah kumulatif antosianin yang terpenetrasi selama 24 jam untuk F1, F2, dan F3 secara berturut-turut adalah 199,835 μg/cm2, 306,0784 μg/cm2, dan 209,2437 μg/cm2. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variasi konsentrasi antosianin yang digunakan dalam formula terhadap penetrasi krim niosom antosianin.
Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Psien Hipertensi Di Puskesmas Botupingge Di Kabupaten Bone Bolango Madania; Endah N. Djuwarno; Dizky Ramadani Putri Papeo; Mohamad Aprianto Paneo; baruadi., siti_yustika.; Manno, Mohamad Reski
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Number 2, 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v2i2.183

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan pravalensi tertinggi. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah ketidak patuhan pasien dalam pengobatan. Faktor penyebab ketidakpatuhan minum obat yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Kepatuhan dalam pengobatan dapat diartikan sebagai perilaku pasien yang mentaati semua nasehat dan petunjuk yang dianjurkan oleh kalangan tenaga medis untuk mencapai tujuan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Botupingge Kabupaten Bone Bolango. Menggunakan kuesioner MMAS-8 terhadap 140 responden. Penelitian ini menggunakan metode observasional dan pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 51-70 tahun sebesar 71,4%, berjenis kelamin perempuan sebesar 51,4%, pendidikan SD 56,4%, pekerjaan IRT dan Wiraswasta 35,7%. Berdasarkan gambaran kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Botupingge dengan metode MMAS-8 termasuk dalam kategori patuh 63%.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Facial Scrub Sari Tebu (Saccharum officinarum Linn) Sebagai Exfoliate Cleanser Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Paneo, Mohamad Aprianto; Ishak, Siti Magfira; Mo'o, Faradila Ratu Cindana
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i2.181

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum Linn.) mengandung salah satu jenis AHA (Alpha Hydroxy Acids) yaitu glicoliyc acid yang berperan dalam membantu proses eksfoliasi dengan mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi sel kulit baru. Selain glicoliyc acid, biji kopi arabika (Coffe arabica Linn) sebagai scrub alami mengandung antioksidan yang bermanfaat mencegah kerusakan kulit dari paparan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang formulasi dan mengevaluasi sediaan facial scrub yang dibuat dari sari tebu (Saccharum officinarum Linn.). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan sari tebu (Saccharum officinarum Linn.) dan carbopol 940 sebagai basis dengan empat variasi konsentrasi yang berbeda yaitu FI 0,5%, FII 1%, FIII 1,5% dan FIV2%. Evaluasi sediaan facial scrub meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, hedonik, uji waktu mengering dan Freeze thaw cycling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan facial scrub sari tebu (Saccharum officinarum Linn.) dengan empat variasi konsentrasi (FI, FII, FIII dan FIV) berwarna coklat, bau khas kopi, bertekstur semi solid, tidak homogen karena adanya bahan scrub yang memang tidak dirancang larut, sediaan meiliki pH 5,5. Pada uji daya sebar FI dan FII memiliki daya sebar 5,5 cm. Sedangkan FIII dan FIV 5,6 cm. Hasil uji daya lekat adalah FI, FII dan FIII 8 detik, dan FIV 10 detik. Pada uji viskositas FI memikiki nilai 3360 cPs, FII 3372 cPs, FIII 3472 cPs dan FIV 3728 cPs. Hasil uji waktu mengering FI 14 menit, FII, FIII, dan FIV 15 menit. Uji stabilitas dengan metode Freeze thaw pada penyimpanan suhu 4oC dan 40oC selama 3 siklus menunjukkan bahwa sediaan dapat dikatakan cukup stabil. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa FIV memiliki hasil yang paling baik
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lip cream Kombinasi Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis) dan Madu Thomas, Nur Ain; Timo, Nur Kharisma Ekaputri; Suryadi, A. Mu’thi Andy; Paneo, Mohamad Aprianto; Puluhulawa, Lisa Efriani
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v16i2.42560

Abstract

Bibir memiliki peran penting dalam estetika wajah, namun lapisan kulitnya yang tipis menyebabkan bibir rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas, seperti paparan sinar ultraviolet, polusi dan kontak bahan kimia. Salah satu upaya perlindungan dari kerusakan tersebut adalah penggunaan produk kosmetik yang mengandung antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dari sediaan lip cream kombinasi ekstrak daun jati dan madu serta bagaimana aktivitas antioksidan sediaan lip cream kombinasi ekstrak daun jati dan madu. Metode penelitian diawali dengan proses ekstraksi daun jati dengan etanol 96%, selanjutnya dibuat formulasi lip cream menjadi 3 formula dengan variasi konsentrasi ekstrak daun jati F1 10%, F2 15% dan F3 20% masing-masing formula ditambahkan madu 4%. Selanjutnya dilakukan uji stabilitas fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas, selain itu juga dilakukan uji iritasi dan uji hedonik pada panelis dan juga dilakukan uji aktivitas antioksidan sediaan lip cream  dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan lip cream  kombinasi ekstrak daun jati dan madu ini memenuhi syarat uji daya lekat dan uji viskositas sedangkan untuk uji homogenitas dan uji daya sebar tidak memenuhi syarat, pada uji iritasi diperoleh hasil bahwa sediaan ini aman karena tidak mengiritasi. Sementara uji hedonik menunjukan bahwa formula 2 sebagai formula yang paling disukai baik dari tekstur, warna maupun aroma. Hasil uji antioksidan juga menunjukan terjadinya peningkatan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun jati setelah diformulasikan dalam bentuk sediaan dengan penambahan madu 4% dengan aktivitas antioksidan terkuat di tunjukan oleh formula 3.
Characteristics Of Therapeutic Drug Classes In Patients With Mental Illness At The Kota Timur Public Health Center, Gorontalo In 2024 Sabrina, Putri; Tuloli, Teti Sutriyati Tuloli Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Rasdiana, Nur; Manno, Mohammad Reski
Jambura Nursing Journal Vol 7, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v7i2.30933

Abstract

Mental illness is a pressing global health issue due to its extensive impact on individuals, families, and society. Mental disorders such as depression, anxiety, and schizophrenia not only affect a person's psychological condition but also their quality of life, productivity, and socio-economic well-being. The urgency of addressing mental illness continues to increase with its high prevalence and the persistent stigma in society. Limited understanding and restricted access to mental health services remain major challenges in managing mental disorders. Therefore, studying the characteristics of therapeutic drug classes in patients with mental illness is crucial for understanding drug usage patterns and therapy effectiveness. This study aims to identify the characteristics of therapeutic drug classes used in patients with mental illness at the Kota Timur Public Health Center, Gorontalo. This study employs a descriptive observational design with a retrospective data collection method. The data are obtained from secondary sources, specifically the medical records of 35 patients with mental illness. The data are processed using Excel and analyzed with SPSS version 26. The findings indicate that mental illness patients are predominantly male (57%), with the highest incidence occurring in the age range of 34-46 years (43%). The area with the highest incidence of mental illness is Padebuolo (23%), and the majority of patients are in the maintenance phase of treatment (88%). Schizophrenia is the most common mental illness, accounting for 71% of cases. The most frequently used antipsychotic drugs are risperidone 2 mg 2x1 (28rwalozapine 25 mg 2x½ (25%), chlorpromazine 100 mg 2x (6%), and hamo anticholinergic drugs, trihexyphenidyl is the mostru diazepam 2 mg 1×1 accounted for 3%.
Major Sesquiterpenes of Patchouli Leaf Essential Oil (Pogostemon cablin Benth.): A GC-MS Study Taupik, Muhammad; Adam Mustapa, Mohamad; Radjak, Fahmi As; Andy Suryadi, A. Mu'thi; Aprianto Paneo, Mohamad
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i2.224

Abstract

Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) is a tropical plant widely recognised as the main source of patchouli oil, an essential oil with high economic and pharmaceutical value. This study aimed to identify the chemical constituents of patchouli leaf essential oil and determine its major compounds. Extraction was performed using solvents of different polarities, followed by analysis with Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). The results revealed five dominant compounds: Bicyclo[5.3.0]decane, 2-methylene-5-(1-methylvinyl)-8-methyl (19.99%), Aromandendrene (12.04%), Naphthalene, decahydro-4a-methyl-1-methylene-7 (9.20%), Caryophyllene (7.29%), and Valerena-4,7(11)-diene (6.87%). These compounds play an important role in both the aroma and biological activities of patchouli oil. Methanol, as a polar solvent, produced the highest yield (10%), while n-hexane yielded the lowest (2%). The findings confirm the potential of patchouli essential oil as a natural source for pharmaceutical, cosmetic, and aromatherapy applications.
Diversifikasi Olahan Ikan Tuna Menjadi Keripik Amplang Sebagai Upaya Intervensi Gizi dan Pencegahan Stunting di Desa Modelomo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Tuloli, Teti Sutriyati; Paneo, Mohamad Aprianto; Jumantrin, Nur Fitriah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.33813

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di wilayah pesisir dan pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terkait pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang dan pelatihan diversifikasi pangan lokal. Salah satu inovasi yang diusung adalah pemanfaatan ikan tuna lokal menjadi camilan fungsional berbentuk keripik amplang. Ikan tuna dipilih karena mengandung protein berkualitas tinggi dan asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan interprofesional (IPE) yang melibatkan tenaga dari bidang farmasi, kedokteran, keperawatan, dan kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tatap muka, praktik pembuatan produk, dan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap peserta terhadap konsumsi pangan bergizi dan pemanfaatan hasil laut lokal. Selain dampak gizi, kegiatan ini juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, melalui pengembangan keterampilan usaha berbasis rumah tangga. Kesimpulannya, intervensi edukatif berbasis pangan lokal melalui pendekatan kolaboratif lintas profesi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru. Program ini berpotensi menjadi model intervensi gizi berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Co-Authors A.Mu’thi Andy Suryadi Abdulkadir, Widi Susanti Aditya Naufal Maulana Aisyah Agustina Mokoginta Alfa B Handayani Anasiru, Rayhan Firman Andi Makkulawu Andi Makkulawu Andy Suryadi, A. Mu'thi Anggai, Rifka Anggraini Angreni Ayuhastuti ANWAR IBRAHIM, ANWAR Ariani H. Hutuba Arsyad, Rival Al-fazri Ayu Maloho, Sity Nur Rahayu Maloho Balikan, Virginia Banne, Pratiwi Zesika baruadi., siti_yustika. Basri, Rakhmadana Fitraeni Cristian Polamolo Djayadi Azis Djayadi Azis Dolih Gozali Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Dyah Mashita Nur Hanan Rahim Endah N. Djuwarno Endah Nurrohwinta Djuwarno Faradila Ratu Cindana Fauziah Rahmola Fika Nuzul Ramadhani Fira Irianti Umar Hari Restu Putra Martam Murad Hiola, Faramita Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Isha Isa Ishak Isa Ishak, Siti Magfira Jumantrin, Nur Fitriah Kadaria Toana Kahar, Oktaviani Karmila Lihawa La Ode Aman Larastiyas Pulukadang LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Lihawa, Karmila Lisa Efriani Puluhulawa Lutfia Nurfadila Arifin Madania Madania, Madania Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya Mahdalena Sy. Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Manno, Mohammad Reski Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Mohamad Tahir Palowa Moo, Faradila Ratu Cindana Muhammad Taupik Multiani S Latif Mumtazah, Naharil Munafri, Nur Alifia Karina Nabila Husnunnisa Ismail Najwa Athifah Tsamarah Umar Nani, Indriyati Nasrun Pakaya Nikmasari Pakaya Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurain Abdullah Nurkamiden, Firman Nurkamiden, Sri Devi Maharani Olii, Zihan Maura Putri Palowa, Mohamad Tahir Papeo, Dizky Ramadani Putri Pido, Nur Huda Pratiwi Abdullah Puluhulawa, Lisa Efriani Radjak, Fahmi As Raji, Andre Rani Orelia A. Unga Rasdiana, Nur Rauf, Shalwa Azahrah Rismayani, Nur Riyanti Djafar Robert Tungadi Sabrina, Putri Sabrina, Putri Febbiyanti Serly Daud Siti Ruqaiyah Lakoro Sitty Ainsyah Habibie Solang, Wicawati Van Suleman, Putri Rawe Suryadi, A Mu'thi Andy Suryadi, A. Mu'thi Andy Suryadi, A. Mu’thi Andy Suyadi, A. Mu’thi Andy Taofik Rusdiana Teti Sutriyati Tuloli Teti Tuloli Thamrin, Rahmulia Timo, Nur Kharisma Ekaputri Widi Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Wiwit Zuriati Uno Zulkifli B Pomalango