Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR MELALUI DESAIN KESEMPATAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA Nasrullah, Nasrullah; Khadijah, Khadijah; Liani, Ahyani Mirah; T., Mar Athul Wazithah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir aljabar mahasiswa jurusan matematika melalui desain kesempatan belajar pada mata kuliah Aljabar Linear Elementer. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek tiga orang mahasiswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui analisis hasil tugas dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan indikator kemampuan berpikir aljabar menurut Kieran (2004), yaitu generalisasi aritmetika, representasi simbolik, dan penalaran struktur matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pertama dan kedua memiliki kemampuan berpikir aljabar pada kategori sedang, sedangkan subjek ketiga menunjukkan kemampuan tinggi dengan eksplorasi konseptual yang lebih mendalam. Secara umum, mahasiswa lebih menguasai aspek generalisasi aritmetika dan representasi simbolik dibanding penalaran struktur matematis yang masih menjadi tantangan utama. Implementasi desain pembelajaran berbasis kesempatan belajar terbukti memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan kemampuan berpikir aljabar mahasiswa melalui penciptaan lintasan konseptual yang bermakna, fleksibilitas pembelajaran, integrasi teknologi spreadsheet, serta pengembangan refleksi dan metakognisi. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang responsif dan adaptif untuk mengoptimalkan perkembangan kemampuan berpikir aljabar mahasiswa di perguruan tinggi.
Keefektifan Pembelajaran Missouri Mathematics Project dengan Pendekatan Problem Solving terhadap Kemandirian Belajar Baharuddin, Baharuddin; Khadijah, Khadijah; Masni, Masni
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1196

Abstract

Penyelidikan tentang pembelajaran Missouri Mathematics Project yang diintegrasikan dengan pendekatan Problem Solving belum menjadi fokus perhatian dari penelitian sebelumnya dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran Missouri Mathematics Project dengan menggunakan pendekatan Problem Solving pada kemandirian belajar siswa sehingga dapat diketahui tingkat keefektifan model tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dengan melibatkan seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Marioriawa sebagai populasi. Kami memilih dua kelas dengan teknik cluster random sampling dan didasarkan pada pertimbangan kemampuan siswa diasumsikan homogen. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Missouri Mathematics Project dengan pendekatan Problem Solving efektif terhadap kemandirian belajar. Akan tetapi, untuk kemandirian, pembelajaran Missouri Mathematics Project kurang memberikan dampak tanpa menggunakan pendekatan Problem Solving.
Cluster Analysis of New Students at STKIP Pembangunan Indonesia during the COVID-19 Pandemic Based on Regional Origin Sutamrin; Khadijah; Isma Muthahharah
ARRUS Journal of Mathematics and Applied Science Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/mathscience1740

Abstract

This study aims to determine the distribution of origins of prospective new STKIP Pembangunan Indonesia students during the COVID-19 pandemic based on the student's name, religion adopted, chosen study program, and sources of information on new student admissions. The method used is clustering with a total sample of 27 regions in Indonesia. In this study, 3 clusters were formed, namely cluster 1 which had the most students with members namely East Jakarta, East Kalimantan, Gowa, Maros, Takalar, Bantaeng, Manggarai, West Manggarai, East Flores, West Sumba. Cluster 2 has not too many (moderate) prospective students with members namely Makassar, Barru, SInjai, Bulukumba, Soppeng, Enrekang, Jeneponto, Selayar, Polewali Mandar, East Maggarai. Cluster 3 has the fewest prospective students with members namely Makassar, Barru, Sinjai, Bulukumba, Soppeng, Enrekang, Jeneponto, Selayar, Polewali Mandar, East Maggarai
Model Generalized Space Time Autoregressive with Variable Exogenous (GSTARX) Dalam Meramalkan Data Inflasi di Sulawesi Selatan Khadijah, Khadijah; Hikmah, Hikmah; Fardinah, Fardinah; Apriyanto, Apriyanto; Nurhidayah, Nurhidayah; Lestari, Sri Dian
Journal of Mathematics: Theory and Applications Vol 6 No 1 (2024): Volume 6, Nomor 1, 2024
Publisher : Program Studi Matematika Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jomta.v6i1.2999

Abstract

Inflasi merupakan salah satu parameter untuk mengukur kestabilan perekonomian di Indonesia. Menjaga stabilitas perekonomian dapat dilakukan dengan mengendalikan laju inflasi. Pengendalian laju inflasi, selain melalui kebijakan yang ditetapkan pemerintah juga dapat dilakukan dengan meramalkan inflasi untuk periode selanjutnya. Peran serta setiap wilayah di Indonesia sangat diperlukan, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki 5 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Kota Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo. Inflasi merupakan data deret waktu bulanan yang diduga dipengaruhi oleh aspek antar lokasi dan variabel eksogen. Peramalan inflasi yang melibatkan efek waktu, lokasi dan variabel eksogen dapat menggunakan Generalized Space Time Autoregressive with Exogenous Variable (GSTARX). Penelitian ini, meramalkan inflasi 5 kota di Sulawesi Selatan menggunakan GSTARX dengan variabel eksogen yaitu IHK serta pembobot lokasi yang digunakan adalah bobot seragam dan invers jarak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model peramalan yang sesuai dan mengetahui hasil peramalan inflasi pada 5 kota di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GSTARX adalah model yang cocok dan hasil peramalan inflasi 5 kota di Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa pembobot invers jarak memiliki akurasi yang lebih baik karena nilai rata-rata RMSE bobot invers jarak lebih kecil dibanding bobot seragam. Akan tetapi, terdapat selisih yang cukup besar antara hasil peramalan dengan data out-sample (aktual). Efek spasial secara menyeluruh belum mampu dijelaskan oleh kedua bobot yang digunakan menjadi penyebabnya.
PKM Pembuatan LKPD Berbasis Geogebra untuk Guru Matematika di Kabupaten Jeneponto Nasrullah, Nasrullah; Khadijah, Khadijah; Liani, Ahyani Mirah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya strategi pembelajaran yang diterapkan dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai upaya untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran matematika. Salah satu alternatif yang diusulkan adalah penggunaan aplikasi Geogebra, sebuah perangkat lunak open source yang mendukung eksplorasi geometri dan aljabar. Dalam konteks pelatihan yang melibatkan guru-guru Matematika dari Kabupaten Jeneponto, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang LKPD interaktif dan dinamis menggunakan Geogebra. Para guru diajarkan cara memanfaatkan fitur-fitur Geogebra untuk mengembangkan aktivitas pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari dan dapat diterapkan di kelas, baik secara tatap muka maupun daring. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan Geogebra untuk mengembangkan pembelajaran matematika realistik dan berbasis teknologi. Penggunaan LKPD berbasis infografis juga didorong sebagai inovasi yang dapat membantu memperkaya metode pengajaran dan mengembangkan keterampilan siswa, khususnya di tingkat perguruan tinggi. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi guru dalam pembelajaran matematika di sekolah.
PENALARAN PADA PEMECAHAN AKAR NON-LINEAR: REVIEW INTEGRATIF LITERASI ALGORITMIK DAN BERPIKIR KRITIS Khadijah, Khadijah; Suradi, Suradi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7227

Abstract

Kemampuan menyelesaikan akar non-linear menuntut literasi algoritmik dan berpikir kritis. Pentingnya kebutuhan memahami bagaimana mahasiswa mengambil keputusan saat menyelesaikan akar non-linear, kajian ini memetakan profil literasi algoritmik dan kemampuan berpikir kritis berdasarkan kajian publikasi-publikasi Internasioal dan nasional. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ruang kebaruan bagi studi selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode PRISMA dengan literature review naratif–integratif atas 112 artikel menjadi 37 artikel (30 internasional dan 7 nasional) dengan penelusuran terbatas (Scopus, Web of Science, ERIC, DOAJ, Google Scholar), dan snowballing sitasi. Kriteria inklusi dalam kajian ini yaitu pendidikan matematika; komputasi (sekolah/perguruan tinggi); Critical thinking, Communication, Collaboration, Creativity (4C); berpikir kritis; Computational Thinking (CT); literasi algoritmik, peer-review, teks penuh. Seleksi dua tahap (screening judul dan abstrak kemudian membaca penuh) dengan deduplikasi dan analisis reliabilitas. Data diekstrak sesuai jenjang, fokus 4C, indikator algoritmik, domain akar non-linear, desain/asesmen, dan keterbatasan. Analisis sintesis deskriptif (frekuensi/proporsi) dan tematik. Hasil kajian diperoleh bahwa sebagian besar artikel membahas lebih dari satu komponen dalam 4C, sebagian kecil mengulas literasi algoritmik secara eksplisit, berfokus pada perguruan tinggi, dan belum ada yang menjadikan strategi akar non-linear sebagai konteks utama. Mayoritas menilai produk, bukan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa terdapat ruang kebaruan kuat untuk studi mendalam terkait proses literasi algoritmik dan berpikir kritis pada solusi akar non-linear. Implikasi bagi pengajaran berupa arahan adanya literasi algoritmik tertulis, menilai proses dan produk pembelajaran, dan menggunakan rubrik proses yang menautkan bukti produk pembelajaran.
Analysis of Errors in the Semiotic Representation of Fractions among Elementary School Students Khadijah, Khadijah
EduLine: Journal of Education and Learning Innovation Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.eduline4475

Abstract

This study aims to analyze elementary students’ semiotic representation errors in fractions through tasks requiring the conversion of area diagrams into symbolic fraction forms. Using a qualitative case study design, two students were selected as participants. Data were collected through fraction worksheets consisting of five sets of circular area diagrams with shaded parts, supplemented by written documentation of students’ responses. Data analysis was conducted through four stages: (1) identifying students’ answers, (2) coding error types based on semiotic representation theory, (3) examining unit coherence and fraction structure, and (4) determining error patterns for each subject. The findings show that both students experienced difficulties in identifying the whole and in understanding the relationship between shaded parts and the total number of equal parts. The first subject (S1) correctly identified the numerator but assigned the denominator as the total number of small segments across the entire row of diagrams, resulting in fractions less than one although the context represented improper fractions. The second subject (S2) displayed more complex errors by using different units for the numerator and denominator, leading to fractions that lacked valid mathematical meaning. These errors stem from misconceptions of units, confusion in the roles of numerator and denominator, and challenges in converting visual representations into symbolic forms. The results highlight the need for instructional approaches that strengthen students’ understanding of units, fraction structures, and representational flexibility.
Intuitionism in Mathematics Education: A Bibliometric Analysis of Major Trends and Future Directions Over the Past Decade Abdul Rahman; Khadijah, Khadijah; AM. Hindi, Alfiah Nurfadhilah
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2972

Abstract

Mathematical intuition is widely acknowledged as a fundamental component of mathematical thinking, influencing conceptual understanding, reasoning, and learning processes. However, research on mathematical intuition in mathematics education has evolved across multiple disciplines and publication venues, resulting in a fragmented and heterogeneous body of literature. This study aims to systematically map research trends, thematic structures, and future research directions in the field through a bibliometric analysis of Scopus-indexed publications published between 2005 and 2025. Employing a descriptive-quantitative bibliometric approach, publication metadata were analyzed using the bibliometrics package in R and VOS-viewer, focusing on publication trends, document types, geographical distribution, international collaboration networks, keyword co-occurrence, and thematic evolution. The findings reveal a clear shift from early philosophical and epistemological inquiries, such as intuitionism, truth, and justification, toward more pedagogical, cognitive, and practice-oriented research themes, including mathematics education, diagrammatic reasoning, embodied cognition, and mathematical knowledge. Despite the global growth of publications, international research collaboration remains limited and unevenly distributed across regions. Thematic evolution analysis indicates that mathematical intuition consistently occupies a central position, functioning as a conceptual bridge between foundational philosophical perspectives and contemporary instructional concerns. Based on these findings, this study recommends several priority directions for future research, including research on visual, diagrammatic, and embodied approaches to fostering intuition.
Penguatan Praktik Pembelajaran Guru Matematika Kabupaten Gowa melalui Kegiatan Identifikasi Kesulitan Mengajar Nasir, Norma; Khadijah, Khadijah; Wazithah , Mar Athul; Rahayu, Ayu; Liani, Ahyani Mirah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i4.4765

Abstract

The low effectiveness of mathematics learning in secondary schools remains a significant challenge, particularly in relation to teachers’ difficulties in presenting abstract concepts, selecting appropriate instructional strategies, and responding to students’ diverse learning abilities. This condition indicates the need to strengthen teaching practices through reflective and participatory activities that are grounded in real classroom problems. This community service activity aimed to strengthen the teaching practices of mathematics teachers in Gowa Regency through the identification of teaching difficulties as a basis for formulating contextual and applicable learning solutions. The implementation method employed a participatory approach consisting of planning, implementation, and reflection stages. During the implementation stage, teachers were divided into several working groups based on teaching level and teaching experience. Each group conducted focused discussions to identify experienced teaching difficulties, analyze contributing factors, and formulate alternative instructional solutions. Activity data were obtained from group worksheets, discussion results, and group presentations. The activity involved thirty mathematics teachers who were divided into five groups, each consisting of six participants. The results indicated that the first and second groups predominantly identified difficulties in presenting abstract concepts and low student participation, the third group emphasized constraints in selecting instructional models, the fourth group revealed difficulties in learning assessment, and the fifth group highlighted limitations in instructional media. The benefits obtained included increased teachers’ reflective awareness, improved ability to systematically analyze instructional problems, and the development of alternative solutions that were relevant to classroom contexts. This activity confirms that active teacher involvement in identifying teaching difficulties represents an important and innovative approach to strengthening teaching practices based on authentic school needs.
Scaffolding Metakognitif dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Literasi Matematika Siswa Nasir, Norma; Khadijah
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i1.440

Abstract

Students’ mathematical literacy remains relatively low, particularly in understanding, modeling, and solving contextual problems. This study aims to examine the effectiveness of metacognitive scaffolding in mathematics instruction to improve students’ mathematical literacy. A quasi-experimental method with a nonequivalent control group design was employed, conducted at MA Arifah Gowa, involving two classes consisting of 30 students each. The experimental group received instruction integrated with metacognitive scaffolding, while the control group was taught using conventional methods. The instruments included a mathematical literacy test and an observation sheet of metacognitive activities. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results show that the mean pretest scores of the experimental and control groups were 41.27 and 40.85, respectively, indicating comparable initial abilities. After the treatment, the mean posttest score of the experimental group increased to 78.45 (high category), while the control group reached 61.32 (medium category). The difference in improvement between the two groups was 17.13 points. The independent t-test revealed that t = 4.276 > 1.67 with p = 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between the groups. These findings indicate that metacognitive scaffolding facilitates students’ ability to plan, monitor, and evaluate their thinking processes, leading to better problem-solving performance and more consistent learning outcomes. Metacognitive scaffolding is therefore an effective instructional approach for enhancing students’ mathematical literacy.