Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECTIVENESS OF REPRODUCTIVE AND SEXUAL HEALTH PROGRAMS FOR PROSPECTIVE BRIDGES (CATIN) IN IMPROVING CATIN'S KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF CATIN IN GUNUNGSARI PUBLIC HEALTH CENTER IN 2018 (Effectivity of Premarital Counseling on Health Reproduction Knowle Kusniyati Utami; Agus Supinganto; Irni Setyawati; Irwan Budiana
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 2 No. 4 (2021): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijemss.v2i4.811

Abstract

Reproductive and sexual health program for prospective brides is one of programs implemented by government where these activities are aimed at women from adolescence before pregnancy prepare women to become healthy pregnant women and ensure health of mothers so that they can give birth to a healthy and quality generation. Purpose: This study aims to determine effectiveness of the implementation of IEC program on sexual and reproductive health of bride and groom at Gunungsari Public Health Center in 2018. Methods: This study was conducted with a cross-sectional design with a case-control approach, sampling technique used was proportional random sampling. Data collection was carried out on 38 primigravida pregnant women who visited the public health center with a history of participating in IEC catin program as observation group and 38 respondents from primigravida mothers with a history of not participating in KIE catin program as control group. Then data were analyzed by using chi-square. Results: Results showed that knowledge of sexual and reproductive health in two groups did not have a difference (p = 1,000), as did catin's attitudes towards sexual and reproductive health in two groups (p = 0.487). IEC and sexual health are less effective in increasing knowledge and attitudes. Discussion: The need for more specific program evaluation to increase outcomes by program objectives. Multiple workflows, standard procedures, and program performance should be reviewed by program objectives to increase success. Also, cooperation with several related parties is necessary as an effort to increase public awareness to actively participate in program.
The Effect Of Chronic Energy Deficiency Education Through Booklets On Knowledge In Pregnant Women In The Thirty-Trimester Ariendha, Dian Soekmawaty Riezqy; Hardaniyati, Hardaniyati; Setyawati, Irni; Utami, Kusniyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.23891

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan keadaan dimana ibu menderita kurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu hamil. Kondisi ini ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) 23,5 cm. Berdasarkan data jumlah ibu hamil yang mengalami KEK di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 12,9%. KEK pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi anemia menggunakan booklet terhadap pengetahuan pada ibu hamil di Puskesmas Gunung Sari. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengalami anemia di Puskesmas Gunungsari Lombok Barat yang berjumlah 64 orang dan sebanyak 30 orang sebagai sampel yang ditarik menggunakan purposive sampling kemudian di uji statistik McNemar. Hasil: Hasil penelitian ini menggunakan uji McNemar yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi KEK melalui booklet terhadap pengetahuan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gunungsari memiliki p value 0.05. Kesimpulan: Didapatkan sebelum diberikan penyuluhan sebagian ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang baik 60% dan terdapat 40.0% ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang buruk. Setelah diberikan penyuluhan pengetahuan ibu mengalami peningkatan menjadi 93.3% sedangkan presentase pengetahuan yang buruk sebanyak 6.7%. Didapatkan nilai p value = 0,002 atau p0,05 yang berarti terdapat pengaruh edukasi KEK melalui Booklet terhadap pengetahuan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gunungsari Tahun 2024. Diperlukan edukasi intervensi terkait pola makan dan kepatuhan mengkonsumsi makanan bergizi, terutama bagi ibu hamil yang berusia 20 tahun dan 35 tahun dan ibu yang tidak bekerja. .Saran : Diharapkan dapat menambah pengetahuin dengan menambah literasi tentang keurangan energi kronik agar dapat mempersiapkan kehamilan dengan baik agar terhindar dari KEK. Kata kunci:  Booklet; ibu hamil; KEK; Pengetahuan; trimester III ABSTRACT Background: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition in which the mother suffers from chronic nutritional deficiencies, leading to health problems. This condition is characterized by a Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) 23.5 cm. Data shows that 12.9% of pregnant women in West Nusa Tenggara (NTB) experience CED. CED in pregnant women requires special attention because it can lead to maternal and infant mortality.Objective: This study aimed to determine the effect of anemia education using booklets on the knowledge of pregnant women at the Gunung Sari Community Health Center. Method: This study used a quantitative quasi-experimental design with a pretest-posttest group design. The population in this study was all 64 pregnant women with anemia at the Gunung Sari Community Health Center, West Lombok, and a sample of 30 people was drawn using purposive sampling and then subjected to the McNemar statistical test. Results: The results of this study using the McNemar test showed that there was an effect of CED education through booklets on knowledge among pregnant women in the third trimester at the Gunungsari Community Health Center with a p-value 0.05. Conclusion: It was found that before the counseling was given, some pregnant women had a good level of knowledge (60%), and there were 40.0% of pregnant women with a poor level of knowledge. After the counseling was given, the mothers' knowledge increased to 93.3%, while the percentage of poor knowledge was 6.7%. The obtained p-value = 0.002 or p 0.05, which means there was an effect of CED education through booklets on knowledge among pregnant women in the third trimester at the Gunungsari Community Health Center in 2024. Educational interventions related to dietary patterns and adherence to consuming nutritious foods are needed, especially for pregnant women aged 20 years and 35 years and unemployed mothers. .Suggestion: It is hoped that this can increase knowledge by increasing literacy about chronic energy deficiency so that they can prepare for pregnancy properly and avoid KEK. Keywords: Booklet; pregnant mother; third trimester; CED; knowledge 
Kunjungan Ibu dengan Status Gizi Balita di Desa Ketapang Raya Lombok Timur Muklis, Muklis; Wasliah, Indah; Utami, Kusniyati
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 2 No 1 (2018): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v2i1.27

Abstract

Masa balita periode dua tahun pertama kehidupan merupakan periode emas (golden age) sekaligus kritis bagi seorang balita karena mengalami tugas pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan gizi di masa tersebut dapat bersifat permanen dan tidak dapat pulih kembali walaupun kebutuhan gizi di masa selanjutnya terpenuhi. Masalah gizi kurang pada balita dibedakan menjadi dua, faktor langsung dan faktor tidak langsung. Tujuan penelitian untuk menganalisis Hubungan Antara Kunjungan Ibu Peserta Posyandu Terhadap Status Gizi Balita di Desa Ketapang Raya, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian bersifat deskriptif analitik, studi korelasional ini menggunakan pendekatan crosssectional. Jumlah populasi 110 dengan besar sampel 86 orang tua dan balita. Teknik sampling adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistic dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 didapatkan hasil p – value 0,838, didapatkan p>α sehingga disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kunjungan ibu ke posyandu dengan status gizi balita. Kesimpulan, tidak ada hubungan antara kunjungan ibu ke posyandu dengan status gizi balita dengan tingkat korelasi p=0,022 atau lebih besar dari tingkat kesalahan 0,05. Ibu diharapkan lebih memahami dan mengerti tujuan dan manfaat posyandu sehingga ibu aktif dan rajin mengunjungi posyandu demi kesehatan bayi dan balita mereka.
Pembinaan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Balita Islami Di Lingkungan Dasan Kolo Kota Mataram Irni Setyawati; Agus Supinganto; Kusniyati Utami
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.50

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) Pendampingan stimulasi perkembangan balita melalui buku KIA (2) Pembinaan tata ruang Islami (3) Pembinaan sikap dan tingkah laku Islami. Mitra kerjasama kegiatan ini adalah kelompok ibu yang mempunyai Balita di Lingkungan Dasan Kolo Kecamatan Pagutan Kota Mataram. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada Tahap persiapan, tim pengabdian melakukan pra kunjungan ke tempat Mitra. Tahap Pelaksanaan terdiri dari kegiatan pre test dan penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok ibu Balita tentang perkembangan tumbuh kembang Balita dan pembinaan tata ruang Islami. Tahap Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menilai tingkat keberhasilan penyuluhan dan pembinaan yang telah dilakukan. Hasil pengabdian membuktikan bahwa ibu balita sudah mampu memahami tumbuh kembang balita melalui buku KIA dan mampu memodifikasi ruangan secara Islami.