Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Karakterisasi Tingkat Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) Terhadap Larva Udang Renik Air Asin (Artemia salina) Berdasarkan Metode BSLT Haryanto; Nafila Buna; Nurul Hafifah; Muftiha Arrahmah; Febi Febrianti; Muh Aidil Pitrah
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva udang (Artemia salina) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap senyawa toksik dan sering digunakan sebagai indikator awal aktivitas bioaktif. Ekstrak diuji pada berbagai konsentrasi bertingkat untuk mengamati persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Nilai LC₅₀ yang diperoleh dengan metode Reed-Muench adalah sebesar 567,02 ppm, sedangkan dengan analisis probit diperoleh nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm. Perbedaan nilai ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan analisis, di mana metode probit dinilai lebih akurat karena melibatkan transformasi statistik yang lebih kompleks. Berdasarkan klasifikasi toksisitas BSLT, nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm termasuk dalam kategori sangat toksik (LC₅₀ < 30 ppm). Tingginya tingkat toksisitas ekstrak diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sitotoksik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki potensi bioaktivitas yang tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif dalam bidang farmasi maupun bioteknologi.
Penilaian Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) terhadap Artemia salina Evaluasi Berbasis Metode BSLT Haryanto; A. Alya Passalowongi; Hadira; Salsabila Ramadhani; Adelia Rois; Arini Arianti; A. Mutiara Annisa Idris Tana
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 60% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode Reed-Muench diperoleh sebesar 351,07 ppm, sedangkan analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 468,05 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik (30–1000 ppm). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 60% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.
Penentuan Kategori dan Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Prasman (Euphatorium triplinerve Vahl): Klasifikasi Risiko Berbasis Nilai LC50 pada Metode BSLT Haryanto; A. Audia Yunasti; Novi Ulfaidah; Besse Ramadhani; Sri Ratna Dewi Angraeni; Fitri Adindasari; Nur Isra Fadilla; Suci Ramadhani; Syifa Azzahra
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3795

Abstract

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.
Penentuan Nilai LC₅₀ dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) Menggunakan Metode Analisis Probit Haryanto; Fitrah Amalia; Ahmad Ramadhan; Maretta Kartika Ayu Ridwan; Husnul Hatima; Hilda Kadir; Sisma Efendi; Nurul Nisai
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode 823 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik moderat / sedang. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.
Penentuan Nilai LC₅₀ dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Batang Prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) Menggunakan Metode BSLT Haryanto; Salsabila Febrianti Sahar; Norita; Nur Rizky Aulia Fitri; Nabila Ayu Pratiwi; Nur Aqila Novi Dwiyanti; Rarah Maulidya Putri; Salsabila Ramadhani; Nayla Musdalifah Rabbani
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3797

Abstract

Batang prasman (Eupatorium triplinerve. Vahl) merupakan salah satu tanaman yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas biologis, sehingga perlu dilakukan pengujian toksisitas sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan kategori toksisitas ekstrak etanol batang prasman terhadap larva udang (Artemia salina Leach) menggunakan metode analisis probit. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol batang prasman diuji pada konsentrasi 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Data mortalitas dihitung dalam bentuk persentase kematian, kemudian dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 25%, 35%, 50%, 75%, dan 85%. Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC₅₀ ekstrak etanol batang prasman sebesar 846 mg/L. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, nilai tersebut termasuk dalam kategori moderat atau racun sedang. Dengan demikian, ekstrak etanol batang prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan termasuk dalam kategori toksisitas sedang
Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Batang Prasman (Peperomia pellucida) Terhadap Mortalitas Larva Udang (Artemia salina L.) Haryanto; Ahmad Fauzan Pratama; Arisya Roudhina; Andi Nur Athifah; Niska Helendika Al Asyahra; Nur Aulia A; Nur Salsabila; Zahra Hairana Rori
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3800

Abstract

Prasman (Peperomia pellucida) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak metanol batang prasman terhadap mortalitas larva udang (Artemia salina L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memberikan ekstrak metanol batang prasman pada berbagai konsentrasi, yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10000 ppm serta kontrol. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Data dianalisis menggunakan metode interpolasi dan analisis probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva secara bertahap hingga mencapai 100% pada konsentrasi 10.000 ppm. Perhitungan LC₅₀ dengan metode interpolasi menghasilkan nilai 680,2 ppm pada pengujian pertama dan 529,66 ppm pada pengujian duplo. Analisis probit pada pengujian duplo menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 198,97 ppm. Nilai LC₅₀ yang berada di bawah 1000 ppm menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang prasman bersifat toksik terhadap larva Artemia salina dengan kategori moderat atau racun sedang. Aktivitas toksik tersebut diduga berasal dari kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam batang prasman seperti Flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsirinya. Dengan demikian, ekstrak metanol batang prasman berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi, khususnya sebagai kandidat antikanker, antimikroba, dan bioinsektisida alami.
Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Herba Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl) Pada Larva Udang (Artemia Salina) Haryanto Haryanto; Arsy Amalia Asri; Ramadani Ramadani; Elma Fanilam Putri; Risma Asmiranti; Sukma Saputri Dini; Hikmar Hairunnisa
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 3 (2026): Volume 5 Nomor 3 Juli 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v5i3.3564

Abstract

Herba prasman (Eupatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis, termasuk efek toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak metanol herba prasman terhadap larva udang (Artemia salina) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pengujian dilakukan dengan enam variasi konsentrasi ekstrak, Setiap konsentrasi diuji pada larva udang dan persentase kematian diamati setelah masa inkubasi. Data mortalitas dianalisis menggunakan analisis probit berdasarkan hubungan antara log konsentrasi dan respons kematian larva untuk memperkirakan nilai LC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Pada percobaan pertama mortalitas larva berkisar, sedangkan pada percobaan kedua berkisar antara. Konsentrasi sekitar ppm menghasilkan mortalitas mendekati, yang menunjukkan bahwa nilai LC ekstrak berada pada kisaran tersebut. Temuan ini membuktikan bahwa ekstrak metanol herba prasman memiliki aktivitas toksik terhadap Artemia salina dan berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian farmasi dan toksikologi.
Toxicity Evaluation of 98% Ethanol Extract of Shy Plant (Mimosa pudica L.) Herb Against Artemia salina Leach Larvae Using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Haryanto Haryanto; Ririn Arianti; Aidil Adhar; Ayuni Fitria Ramadhani; Wildanah Muthia; Ince Moh. Raffi Zaky; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40674

Abstract

Putri malu (Mimosa pudica L.) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Namun, informasi mengenai tingkat toksisitas ekstrak etanol 98% herba putri malu masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk mengevaluasi potensi toksisitasnya sebagai tahap awal pengembangan bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol 98% herba putri malu menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan beberapa variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 600 ppm, 800 ppm, 1000 ppm, 1200 ppm, dan 1400 ppm. Data mortalitas larva diamati setelah inkubasi selama 24 jam dan dianalisis menggunakan metode Reed-Muench serta analisis Probit untuk menentukan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva Artemia salina. Analisis menggunakan metode Reed-Muench menghasilkan nilai LC50 sebesar 927,89 ppm, sedangkan analisis Probit menghasilkan nilai LC50 sebesar 901,79 ppm. Kedua nilai tersebut berada di bawah 1000 ppm sehingga menunjukkan bahwa ekstrak etanol 98% herba putri malu tergolong aktif secara biologis dan memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina dan Masuk kategori moderat/ toksik sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa herba putri malu berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian fitokimia dan farmakologi.
Penentuan Nilai LC50 Ekstrak Etanol 98% Herba Rumput Teki (Cyperus Rotundus L.) melalui Pengujian terhadap Larva Artemia Salina L. Haryanto Haryanto; Sari Anggraini Amir; Nur Ahya Alsabianti; Ayu Ayu; Andi Farahdiba Aswat; Abdul Rohim Saputra; Nuralifah Fauziyyah Hasdi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40683

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber senyawa bioaktif terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan bahan alam yang berpotensi mendukung pengembangan produk farmasi. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk mengevaluasi potensi bioaktivitas suatu ekstrak adalah melalui pengujian sitotoksik menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Meskipun Carica papaya L. dan Premna oblongifolia Merr. diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi aktif secara biologis, informasi mengenai aktivitas sitotoksik kombinasi kedua ekstrak tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivitas sitotoksik kombinasi ekstrak etanol Carica papaya L. dan Premna oblongifolia Merr. terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode BSLT dengan variasi konsentrasi 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10000 ppm. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan dan penentuan nilai LC₅₀ sebagai indikator tingkat sitotoksisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu dari 10,71% pada konsentrasi 10 ppm hingga mencapai 100% pada konsentrasi 5000 ppm dan 10000 ppm. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 568,7 ppm, yang menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas sitotoksik terhadap larva Artemia salina Leach. Temuan ini mengindikasikan adanya senyawa bioaktif yang berpotensi untuk diteliti lebih lanjut melalui kajian fitokimia dan pengujian farmakologis yang lebih spesifik.
Penentuan Nilai LC50 dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Akar Trembesi (Albizia saman) Melalui Analisis Probit Haryanto; Rahma Atikah Ashara; Nurul Fazilawati Ode; Alya Syahrani; Nurul Ayuni Abni; Najwa Nur Sandrina; Andi Ulfah Magfirah Rasyid
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas akut dan nilai LC50 dari ekstrak etanol 96% akar trembesi (Albizia saman) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) sebagai dasar penapisan awal potensi sitotoksik bahan alam. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Organisme uji yang digunakan adalah larva udang (Artemia salina) yang dibagi ke dalam kelompok kontrol (0 ppm) dan kelompok perlakuan dengan variasi konsentrasi uji sebesar 10, 100, 500, 1.000, dan 5.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons yang linear, di mana peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan persentase mortalitas larva. Kematian larva berkisar antara 14,07% pada konsentrasi terendah (10 ppm) hingga mencapai 87,50% pada konsentrasi tertinggi (5.000 ppm). Berdasarkan analisis statistik menggunakan metode probit, diperoleh nilai LC50 ekstrak etanol 96% akar trembesi sebesar 236,55 ppm. Merujuk pada parameter klasifikasi toksisitas, nilai tersebut menempatkan ekstrak akar trembesi ke dalam kategori moderat atau toksik sedang (moderately toxic). Efek mematikan ini diduga dipicu oleh kandungan senyawa metabolit sekunder aktif di dalam akar yang mampu mengganggu sistem fisiologis larva. Kesimpulannya, ekstrak akar trembesi memiliki potensi sitotoksik yang kuat dan menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat agen terapeutik baru.
Co-Authors A. Alya Passalowongi A. Audia Yunasti A. Audia Yunasti A. Febi Aulia Mahrud A. Mutiara Annisa Idris Tana Abdul Rohim Saputra Adelia Rois Adinda Maharani Afandi Afandi Afni Nurul Aliyah Agung Nur Aqdi Ahmad Fauzan Pratama Ahmad Ramadhan Aidil Adhar Ainun Jariah Ainun Jariyah Alifiah Isnaeni Tahir Alya Nurul Pertiwi Alya Salsabila Alya Syahrani Amri Alwi Ana Munsir Ananda Miskiyah M Andi Alisa Alsa Andi Budirohmi Andi Farahdiba Aswat Andi Latifa Aulia Andi Nur Athifah Andi Tenriani Awaliyah Andi Ulfah Magefirah Rasyid Andi Ulfah Magfirah Rasyid Andri Anugrah Pratama Anggun Aldiansa Anindya Rizke Handayani Anshari Masri Aqila, Jihan Arini Arianti Arisya Roudhina Arisya Roudhina Arsy Amalia Asri Asrianti Asrianti Aulya Nurul Imama R Ayu Ayu Ayuni Fitria Ramadhani Azzahra Ramadani Besse Ramadhani Besse Ramadhani Desvita Maharani Dhini Andriani Dhiva Rabiatul Maulia Dian Fadillah Dian Indra Aulia Dinda Rahmadani Darwis Dzakiyyah Azizah Auliya Alja Elma Fanilam Putri Elma Fanilam Putri Fachria Ardila Baharuddin Febi Febrianti Febriyanti Aswinda felisa Fira Yulianti Fitrah Amalia Fitri Adindasari Fitri Ramadani Fitrinaya Fitrinaya Fityatun Usman Gita Rahayu Hadira Hanabila Putri Hardianti Hardianti HARIANTI Harianti Hasry Awlia Haryanto Gite Hastata Hastata Hikmar Hairunnisa Hikmar Hairunnisa Hilda Kadir Husnul Hatima Husnul Khaerani Husnul Khatimah Ilmi Nurashilah Ince Moh. Raffi Zaky Irul Fatika Izzah, Aqila Nurul Maretta Kartika Ayu Ridwan Masnaeni Thamrin Masyhuri Muhaimin Mawar Sahid Meilani Fanny Fadilah Muftiha Arrahmah Muh Aidil Pitrah Muh. Rizman Naim Muh. Yusuf Al-Habib Rachman Muhammad Chairul Anam Muhammad Guntur Muhammad Halim Ramadhan Muhammad Khairul Rasyid Aufa Nabil Muhammad Taufiq Duppa Murni Selviana Musfirah Musfirah Mychellianien Arkam Runa Bombing Nabila Ayu Pratiwi Nadia Azzahra Nadya Fachira Nafila Buna Nahla Aulia Azis Najwa Nur Sahdrina Najwa Nur Sandrina Nasifa kayla putri Nayla Musdalifah Rabbani Naylha Musdalifa Rabbani Naylha Salsabila Hs Nia Agustina Nia Ramadhani Nia Ramadhani Putri Syahyuti Niska Helendika Al Asyahra Nita Nurwahida Norita Norita Norita Noval Pratama Novi Ulfaidah Novi Ulfaidah Nur Ahya Alsabianti Nur Alam Rahayu Nur Amalinda Nur Annisa Ramadani Nur Antasasyah Putri Nur Aqila Novi Dwiyanti Nur Aulia A Nur Aulia A Nur Azizah Khairani Nur Fadila Rustam Nur Halisah Nur Isra Fadilla Nur Khadijah Anasyah Nur Rezky Amalia Nur Rizky Aulia Fitri Nur Sahra Nur Salsabila Nur Salsabila Nur Widya Lestari Nuralifah Fauziyyah Hasdi Nurfadilah Nurfadilah Nurfadillah Nurfadillah Nurica Nurul Amalia Nurul Ayuni Abni Nurul Azisa As Zahrah Nurul Fazilawati Ode Nurul Hafifah Nurul Izzatul Jannah Nurul Nisai Putri Indah Ramadhani Rahasia Rahasia Rahma Atikah Ashara Rahmadani Rahmadani Raihan Rusyidi Ramli Ramadani Ramadani Ramadhani Hajir Rana Muthia Najwa Rarah Maulidya Putri Rarah Maulidya Putri Ratri Pramudita Resky Aulifiyah Haswari.B Resti Resti Rifdah Rifdah Rini Ariyanti Ririn Arianti Risma Asmiranti Rismawati Kalean Risya Nida Kaffyiah Sereang Salsabila Febrianti Sahar Salsabila Ramadhani Sari Anggraini Amir Sisma Efendi Siti Nur Hadra Siti Suhrah Sri Ratna Angreni Sri Ratna Dewi Angraeni Sri Widyastuti Sry Rahmatia Rauf Suci Aulia Rahmadani Suci Ramadhani Sukma Saputri Dini Sukma Saputri Dini Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulfiana Sulfiana Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Syafruddin Syafruddin Syifa Az Zahra Syifa Azzahra Sysca Adzzariaat Zalza Ummu Aidah Wildanah Muthia Yuniarsyah Yuniarsyah Yuyun Sri Wahyuni Zahra Hairana Rori Zahra Hairana Rori Zakiah Thahir ZUL KIFLI, ZUL Zulkifli Halid