Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE EDUTAINMENT ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PPKN DI MA NURUL HIDAYAH PADALARAN Hendar Hendrawan, Jajang; Shaleh, R. Komarudin; Ratnaningsih, Devi
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 2 (2022): Isu-Isu Kontemporer
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v4i2.59

Abstract

Dominannya penggunaan metode cearamah yang dilakukan guru membuat proses belajar yang dirasakan siswa ketika pembelajaran adalah mengantuk, bosan, jenuh serta tidak ada interaksi siswa dengan guru Cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebutadalah menggunakan metode edutainment ular tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara dengan narasumber yaitu Guru MA Nurul Hidayah Padalarang, peserta didik kelas X dan Kelas XI. Metode edutainment pada pembelajaran PPKn dimulai dengan guru merencanakan pembelajaran dengan menyiapkan perangkat pembelajaran baik berupa RPP maupun media. Dengan penerapan edutainment, siswa semakin aktif seperti mengajukan pertanyaan, berani untuk mengemukakan pendapat dan senang mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung. Evaluasi yang dilakukan guru kepada siswa yaitu dengan membantu siswa untuk mengingat, menghapal mengenai materi-materi ajar yang telah dibahas oleh guru mata pelajaran PPKn guru sering memberikan tugas-tugas atau sebuah pertanyaan yang diajukan guru kepada siswa atau siswa kepada guru.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN MELALUI BLENDED LEARNING Hendar Hendrawan, Jajang; Sofyan, Edy; Fadilla Suryana, Anisya
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2023): PPKn dan Pendidikan Karakter
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v5i1.98

Abstract

Pandemi Covid-19 yang merebak pada tahun 2020 menunjukkan bahwa peserta didik mengalami penurunanmotivasi dalam belajar termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga sekolahmencoba menerapkan blended learning yang memadukan pembelajaran daring dengan pembelajaranoff-network sebagai upaya meningkatkan keinginan siswa untuk belajar Penelitian ini untuk menemukanhubungan antara blended learning dengan motivasi belajar PPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat hubungan positif antara blended learning dengan motivasi belajar, hal ini dibuktikan berdasarkanhasil perhitungan nilai (r) korelasi momen produk sebesar 0. 710 yang artinya bahwa blended learningsangat berkaitan dengan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn, dan terdapat pengaruhyang signifikan antara blended learning terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.
Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila Syaadah, Ida; hendar hendrawan, jajang; trihastuti, meiwatizal
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 (2024): PPKN dan Masyarakat
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v6i2.134

Abstract

Penelitian ini membahas Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan inovatif yang menekankan pada pengembangan karakter dan keterampilan holistik dan pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dapat membentuk profil pelajar yang berkarakter, patriotik, dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penerapan kurikulum merdeka melalui Penguatan Profil Pelajar Pancasila Peserta Didik (2) mengetahui proses penerapan kurikulum merdeka terhadap mata pelajaran Pendidikan pancasila bagi peserta didik dan (3) mengetahui faktor penghambat dalam penerapan kurikulum merdeka melalui pembelajaran pendidikan pancasila bagi peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, metode ini didasari dengan konsep penyelidikan, yang melibatkan penelitian rinci dan berorientasi kasus, atau seri atau kasus individu. Peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat kualitatif dan hasil penelitian menekankan makna dari generalisasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Penerapan kurikulum merdeka disekolah ini masih dalam proses mengikuti alur sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka, dalam prinsip kurikulum merdeka ini sekolah bisa memerdeka pembelajaran, akan tetapi dalam proses belajar ada kendala yang dihadapi oleh guru-guru dalam memahami prinsip merdeka belajar tersebut.
Implementation of 21st Century Learning for MGMP Teachers in Subang Regency Halimah, Lili; Hendrawan, Jajang Hendar; Fajar, Arnie; Heryani, Heni
Komunikasi Vol 2 No 1 (2025): Volume 2 No 1 April 2025
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v2i1.22

Abstract

Revolusi industri 4.0 telah menjadi fenomena penting di banyak bidang, termasuk pendidikan. Siswa harus menggunakan teknologi digital dan meningkatkan sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan perubahan saat ini. Untuk itu Guru Mata Pelajaran Pendidikan IPS harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. Untuk itu kami memberikan penyegaran bagi Guru di lingkungan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Mata Pelajaran IPS di Kabupaten Subang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman baru melalui teori dan praktek dalam proses pmbelajaran dalam menghadapi revolusi industri 5.0. Guru Pendidikan IPS dalam menghadapi perubahan zaman harus menjadi lebih dari hanya ide atau teori; harus menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, kepekaan sosial, kolaborasi tim, pemikiran kritis, dan kemampuan pemecahan masalah. Pentingnya Pendidikan IPS tidak hanya membuat peserta didik tidak hanya memiliki kecerdasan yang tinggi, tetapi mereka juga harus menjadi warga negara yang baik, sosial, berakhlak, dan berkarakter. Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan di era ini, sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era revolusi industri 4.0.
Menumbuhkan Kreativitas Peserta Didik Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Agustina Retnoasih; Jajang Hendar Hendrawan; Lili Halimah
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6858

Abstract

Kreativitas merupakan kompetensi esensial abad ke-21 yang penting dikembangkan sejak dini guna membentuk generasi yang adaptif, inovatif dan solutif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema Suara Demokrasi dapat menumbuhkan kreativitas peserta didik di SMP Negeri 4 Subang. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya partisipasi aktif dan hasil karya inovatif peserta didik dalam pembelajaran berbasis projek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan P5 telah dilaksanakan secara kolaboratif dan sistematis oleh kepala sekolah, guru dan koordinator, meskipun sebagian fasilitator masih membutuhkan penguatan pemahaman. (2) Pelaksanaan P5 mampu menumbuhkan kreativitas peserta didik melalui kegiatan yang aktif, kolaboratif dan relevan dengan kehidupan nyata. (3) Penilaian dilakukan berbasis rubrik dan portofolio yang menunjukkan peningkatan kreativitas, kepercayaan diri serta keterampilan abad ke-21. (4) Evaluasi dan tindak lanjut dilaksanakan menyeluruh, melibatkan seluruh elemen sekolah serta mitra. P5 berdampak positif pada perkembangan karakter dan kreativitas peserta didik, meskipun masih terdapat tantangan seperti pembagian waktu dan peran fasilitator.
Identity at Your Fingertips: The Erosion of Sundanese Culture in the Unstoppable Flow of Digitalization Gunawan Gunawan; Jajang Hendar Hendrawan; Feni Awati Darmana
Global Education Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.1318

Abstract

Digitalization has become a transformative force that has fundamentally changed the social, cultural, and educational patterns of modern society. In Indonesia, particularly among the Sundanese people, the massive wave of digitalization poses a serious challenge in the form of erosion of local cultural identity due to the dominance of a homogeneous and instant global culture. This phenomenon has a significant impact on the younger generation who grow up in a digital ecosystem and are potentially experiencing cultural identity disorientation. This study aims to analyze digitalization as an accelerating factor in the erosion of Sundanese cultural identity and to examine the strategic role of education in preserving and revitalizing this cultural identity in the digital age. The research method used is a qualitative approach with a library research study through the analysis of various scientific sources, educational policy documents, and statistical data related to digitalization and culture. The results of the study show that the high penetration of the internet and the dominance of global digital culture accelerate the erosion of the Sundanese language, values of collectivism, and local wisdom among the younger generation. Education has a central role as the last bastion in preserving cultural identity through the integration of local values into the curriculum, particularly through the Merdeka Curriculum and the Pancasila Student Profile Strengthening Project. The creative and ethical use of digital technology based on local wisdom has proven to be an important strategy for shaping a digitally literate generation that is also deeply rooted in culture, because a great nation is one that is able to preserve and nurture its culture amid changing times.
Strategi Inovatif Berbasis Digital dalam Kegiatan Kepramukaan Terhadap Pengembangan Karakter Murid Madrasah Aliyah Cikande Bandung Barat Siti Hodijah; Jajang Hendar Hendrawan; Neneng Tripuspita
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v7i2.6265

Abstract

This study is motivated by the importance of strengthening character education in the digital era, which requires innovation in extracurricular activities, particularly scouting. This research aims to analyze the effect of digital-based innovative strategies in scouting activities on students’ character development, including responsibility, discipline, and independence at Madrasah Aliyah Cikande Bandung Barat. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. Data were collected through questionnaires distributed to the research sample and analyzed using simple regression, hypothesis testing, and coefficient of determination. The results indicate that digital-based innovative strategies have a significant effect on students’ character development, both partially and simultaneously. The integration of technology in scouting activities enhances student engagement, motivation, and learning experiences, making them more interactive and relevant to current developments. Furthermore, this strategy contributes to improving students’ digital literacy and 21st-century skills. Therefore, the implementation of digital-based innovative strategies in scouting activities can serve as an effective alternative for strengthening character education in madrasah contexts.
The Role Of Social Media Use In Shaping Digital Literacy And Ipas Learning Achievement: A Mediation Model In Elementary Education Muhamad Andriansah Purba; Jajang Hendar Hendrawan; Neneng Tripuspita
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In press
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/grhxfe29

Abstract

This study examines the role of social media use in shaping digital literacy and its impact on IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning achievement among elementary school students. It also investigates the mediating role of digital literacy in the relationship between social media use and academic performance. A quantitative explanatory design was employed involving 30 fifth-grade students from SD Negeri Rawasirna, Cianjur, Indonesia. Data were collected using a validated Likert-scale questionnaire and students’ academic scores, and analyzed through simple and multiple regression, as well as mediation analysis using the Sobel test. The findings reveal that social media use significantly influences digital literacy (p < .001), but does not directly affect IPAS learning achievement (p > .05). In contrast, digital literacy has a significant positive effect on academic achievement (p < .05) and mediates the relationship between social media use and learning outcomes. These results indicate the presence of a digital-academic gap, where digital engagement enhances competencies but does not automatically translate into academic performance. This study highlights the importance of integrating digital literacy into structured pedagogical practices, particularly in IPAS learning contexts. The findings contribute to the limited empirical evidence on digital literacy mediation in elementary education in Indonesia.
CIVIC ENTREPRENEURSHIP DAN TRANSFORMASI LIMBAH ORGANIK MENJADI NILAI EKONOMI: STUDI PADA BENING SAGULING FOUNDATION Gina Rahmawati; Jajang Hendar Hendrawan; Ernandia Pandikar
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 1 (2026): Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v8i1.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh civic entreprenuership terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Bening Saguling Foundation, sebuah lembaga pembedayaan masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi seperti telur ayam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 68 responden yang terdiri dari pegawai yayasan, anggota binaan dan masyarakat terkait. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS Statistic 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Civic Entrepreneurship berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif. Program yang dijalankan oleh Bening Saguling Foundation terbukti tidak hanya meningkatkan pendapatan dan membuka peluang kerja, akan tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan non-organik, yang tersebar di 17 titik wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Cimahi. Temuan ini menegaskan bahwa Civic Entrepreneurship memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis komunitas secara berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun lingkungan.
THE INFLUENCE OF LOCAL WISDOM VALUES IN CIVIC EDUCATION LEARNING ON STUDENTS’ CIVIC RESPONSIBILITY IN THE PANCASILA AND CIVIC EDUCATION STUDY PROGRAM, FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION, PASUNDAN UNIVERSITY, BANDUNG Indah Khoirunnisa Tosin; Jajang Hendar Hendrawan; Neneng Tripuspita
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8095

Abstract

Higher education has a strategic role in forming a young generation that is not only intellectually smart but also has responsibility as citizens. However, a significant gap between civic knowledge and civic disposition exists, characterized by declining social participation and individualistic attitudes among students. This study aims to analyze the influence of Panca Waluya local wisdom values—comprising cageur (healthy), bageur (good), bener (true), pinter (smart), and singer (skilled)—integrated into Civic Education (PKn) learning on the civic responsibility of students at Universitas Pasundan. Employing a quantitative approach with an explanatory survey and associative method, data were collected from students in the Pancasila and Civic Education Study Program using a five-level Likert scale questionnaire. Analysis through simple linear regression via SPSS 27 indicates that the instrument is valid and reliable, and all parametric prerequisites, including normality, linearity, and multicollinearity, were satisfied. The results reveal a significant positive effect $p < 0.05. The coefficient of determination of 0.758 demonstrates that local wisdom values contribute 75.8% to strengthening student civic responsibility. The research concludes that the internalization of Sundanese cultural philosophies, such as Silih-Asih, Silih-Asah, and Silih-Asuh, effectively transforms abstract Pancasila values into tangible social actions. This culture-based pedagogical model provides a vital framework for higher education institutions to develop graduates who are academically competent, ethically grounded, and deeply committed to addressing public interests..