Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Kepulauan Riau Tahun 2024 Fifin Oktaviani; Aldhehita Ari Kusumawati; Nasya Efrilianda Putri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.32498

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang menjadi kontributor utama morbiditas dan mortalitas global. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak rasional berpotensi menurunkan efektivitas terapi dan memperburuk luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan antihipertensi dan mengevaluasi rasionalitasnya pada pasien rawat jalan di rumah sakit X Kepulauan Riau berdasarkan empat kriteria: tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Studi observasional non-eksperimental dengan desain retrospektif dilaksanakan pada periode Juli-September 2024. Sebanyak 220 rekam medis dipilih melalui systematic random sampling dan dievaluasi menggunakan JNC 8, AHA/ACC 2017, ISH 2020, dan Pharmacotherapy Handbook DiPiro edisi ke-10. Hasil menunjukkan regimen dominan adalah kombinasi dua obat Amlodipin–Candesartan (24,55%), diikuti kombinasi tiga obat Amlodipin-Candesartan-Bisoprolol (16,36%). Evaluasi rasionalitas memperoleh tepat indikasi 100%, tepat pasien 97,50%, tepat obat 78,64%, dan tepat dosis 99,09%. Temuan ini menegaskan perlunya audit farmakoterapi berkelanjutan dan penguatan kolaborasi klinisi apoteker untuk mengoptimalkan terapi antihipertensi.
Edukasi Pembuatan Jamu Herbal untuk Peningkatan Kesehatan Keluarga di Belakang Padang, Batam Fifin Oktaviani; Hilda Muliana; Heldi Candra; Nisa Andryani Nadapdap
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mv1vma58

Abstract

Pergeseran gaya hidup modern yang ditandai dengan pola makan tidak sehat dan tingkat stres yang tinggi meningkatkan risiko penyakit degeneratif serta menurunkan daya tahan tubuh. Jamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia yang secara ilmiah terbukti mengandung senyawa bioaktif bermanfaat bagi kesehatan. Ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Belakang Padang, Kota Batam, masih memiliki pengetahuan terbatas dalam mengolah rimpang menjadi jamu yang higienis dan berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam membuat jamu kesehatan berbahan dasar serai, temulawak, kunyit, jahe, dengan pemanis gula merah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung, disertai evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dihadiri oleh 45 orang ibu rumah tangga pada tanggal 31 Mei 2025. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta dari rata-rata 58% menjadi 89% setelah kegiatan, serta kemampuan peserta dalam membuat jamu secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan industri rumah tangga berbasis keluarga dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Kepulauan Riau Tahun 2024 Fifin Oktaviani; Aldhehita Ari Kusumawati; Nasya Efrilianda Putri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.32498

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang menjadi kontributor utama morbiditas dan mortalitas global. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak rasional berpotensi menurunkan efektivitas terapi dan memperburuk luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan antihipertensi dan mengevaluasi rasionalitasnya pada pasien rawat jalan di rumah sakit X Kepulauan Riau berdasarkan empat kriteria: tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Studi observasional non-eksperimental dengan desain retrospektif dilaksanakan pada periode Juli-September 2024. Sebanyak 220 rekam medis dipilih melalui systematic random sampling dan dievaluasi menggunakan JNC 8, AHA/ACC 2017, ISH 2020, dan Pharmacotherapy Handbook DiPiro edisi ke-10. Hasil menunjukkan regimen dominan adalah kombinasi dua obat Amlodipin–Candesartan (24,55%), diikuti kombinasi tiga obat Amlodipin-Candesartan-Bisoprolol (16,36%). Evaluasi rasionalitas memperoleh tepat indikasi 100%, tepat pasien 97,50%, tepat obat 78,64%, dan tepat dosis 99,09%. Temuan ini menegaskan perlunya audit farmakoterapi berkelanjutan dan penguatan kolaborasi klinisi apoteker untuk mengoptimalkan terapi antihipertensi.