Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar E-Modul Berbantuan Flip PDF Professional Pada Mata Kuliah Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Dwi Lyna Sari; Dwi Ismawati; Meli Afrodita; Lina Eka Retnaningsih; Lazfihma Lazfihma
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 7 No 2 (2023): JCE (Journal of Childhood Education) September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v7i2.1833

Abstract

Berdasarkan temuan awal yang dilakukan oleh peneliti, terungkap bahwa belum ada bahan ajar yang secara khusus difokuskan pada mata kuliah pengembangan kemampuan motorik halus anak usia dini. Pembelajaran saat ini masih terbatas pada metode konvensional, yang menyebabkan kurangnya motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan serta menilai kevalidan e-modul berbantuan Flip PDF Professional pada mata kuliah Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Dissemination). Tingkat validitas modul ini sangat tinggi, dengan persentase validitas dari ahli materi mencapai 92%, ahli media mencapai 90% dan ahli bahasa mencapai 87%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbantuan Flip Pdf Professional pada mata kuliah Pengembangan Kemampuan Motorik Halus anak usia dini yang dikembangkan menggunakan model 4D tersebut dapat dianggap layak digunakan, sebagaimana terkonfirmasi melalui uji validitas yang melibatkan ahli materi, ahli media dan ahli bahasa.
Strategi Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi Anak Usia Dini melalui Kegiatan Sehari-hari Dwi Ismawati; Yenda Puspita; Lenni Mantili Hutahuruk; Lazfihma Lazfihma; Meli Afrodita; Dwi Lyna Sari
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 8 No 2 (2024): JCE (Journal of Childhood Education)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v8i2.2246

Abstract

litian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan kemampuan literasi anak usia dini melalui kegiatan sehari-hari. Literasi pada anak usia dini merupakan fondasi penting yang mendukung kemampuan berbahasa, berpikir kritis, dan keterampilan sosial. Strategi berbasis kegiatan sehari-hari, seperti membaca cerita, bernyanyi, permainan berbasis bahasa, serta penggunaan media digital secara bijak, terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan keterampilan literasi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru-guru TK Se Kecamatan Tuah Medani Pekanbaru sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam kegiatan literasi sehari-hari lebih antusias dan aktif, serta mengalami perkembangan signifikan dalam kosakata dan pemahaman bahasa. Dukungan orang tua juga memegang peran penting dalam memperkuat pengalaman literasi anak di rumah. Kesimpulannya, sinergi antara guru dan orang tua dalam menciptakan pengalaman literasi yang menyenangkan dan bermakna menjadi kunci untuk membangun kemampuan literasi yang kuat pada anak usia dini, sehingga mempersiapkan mereka untuk jenjang pendidikan berikutnya
Peningkatan HOTS Mahasiswa dengan Pendekatan Etnopedagogi pada Mata Kuliah Pembelajaran Sastra Meli Afrodita; Catur Wulandari; Emi Agustina
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 25 No. 1 (2026): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 25 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.251.01

Abstract

This study aims to improve students' Higher Order Thinking Skills (HOTS) in the Literature Learning course through the application of an ethnopedagogical approach. This study uses a classroom action research (CAR) design implemented in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. Data were obtained through tests, observations, interviews, and documentation. The results showed a significant increase in students' HOTS skills after the application of ethnopedagogy. The average score in cycle I was 76.26 (B+) with a completion rate of 32.35%, increasing in cycle II to 81.57 (A-) with a completion rate of 85.29%. Students were better able to analyze cultural values, conduct reflective evaluations, and produce more original, local culture-based creative works. This study concludes that the ethnopedagogical approach is effective in strengthening higher order thinking skills through contextual and culture-based literature learning.  Keywords: ethnopedagogy; HOTS; literature learning
Pengembangan Buku Cerita Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Dwi Lyna Sari; Dwi Ismawati; Lazfihma; Meli Afrodita
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2026): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v4i1.323

Abstract

This study aims to develop a local wisdom–based children’s storybook entitled Bujang Awang Tabuang to enhance the creativity of Group B early childhood learners. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects involved 18 children in Group B. The validation results indicated that the storybook was categorized as highly feasible, with material expert validation reaching 85%, media expert validation 90%, and teacher evaluation 87%. The results of the limited field trial demonstrated an effectiveness rate of 89%. The novelty of this study lies in the systematic integration of Bengkulu local wisdom into the narrative structure, illustrations, and creativity-based pedagogical activities of the children’s storybook, which was empirically tested using early childhood creativity indicators. The findings confirm that local wisdom–based storybooks function not only as cultural literacy media but also as an effective strategy for creating contextual learning and stimulating creativity in early childhood education.
PEMANFAATAN ATRIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PENINGKATAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU SMA N 8 KOTA BENGKULU Lazfihma Lazfihma; Meli Afrodita; Fina Hiasa; Muhammad Abdullah Nur Amar; Chendrina Fujimayu; Bintang Fachris Tio
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5581

Abstract

Abstrak Canva menyediakan fitur-fitur atau kegunaannya untuk pendidikan, menjelaskan bahwa Canva ialah alat bantu kreativitas dan kolaborasi untuk semua kelas. Satu-satunya platform desain yang dibutuhkan dalam kelas. Ada beberapa kelebihan aplikasi Canva yakni memudahkan seseorang dalam membuat desain yang diinginkan atau diperlukan, seperti; pembuatan poster, sertifikat, infografis, template video, presentasi, dan lain sebagainya yang disediakan dalam aplikasi Canva. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebagian besar guru SMAN 8 kota Bengkulu belum seluruhnya menggunakan apilikasi Canva untuk membuat video pembelajaran di kelas. Literasi digital hadir untuk mengatasi problematika guru dalam pembuatan video pembelajaran di kelas serta siswa diharapkan menjadi mudah memahami materi yang diberikan oleh guru di semua mata pelajaran. Hasil pengabdian ini diharapkan semua guru mengetahui cara membuat video pembelajaran dengan aplikasi Canva. Kata Kunci: Canva, Literasi digital, Guru Abstract Canva provides features or uses for education, explaining that Canva is a creativity and collaboration tool for all classes. The only design platform required in the classroom. There are several advantages of the Canva application, namely that it makes it easier for someone to create the design they want or need, such as; creating posters, certificates, infographics, video templates, presentations, and so on provided in the Canva application. Based on the results of observations made, most of the teachers at SMAN 8 in Bengkulu City have not all used the Canva application to create learning videos in class. Digital literacy is here to overcome teachers' problems in making learning videos in class and students are expected to easily understand the material provided by teachers in all subjects. As a result of this service, it is hoped that all teachers will know how to make learning videos using the Canva application.Keywords: Written in 1 line, maximum 5 words, separated by commas using TNR font, Sentence case, 12 pt, justified. Keywords: Canva, Digital literacy, Teacher
Reinterpretasi Cerita Rakyat menjadi Cerita Anak untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Kreatif Mahasiswa Meli Afrodita; Fina Hiasa; Lazfihma; Dwi Ismawati; Dwi Lyna Sari; Nafri Yanti; Yayah Chanafiah
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 24 No. 2 (2025): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 24 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.242.01

Abstract

This study aims to develop literary learning to improve students' creative writing skills in internalizing local cultural values through the reinterpretation of folk tales into children's stories. This study uses a Classroom Action Research approach with two cycles. Each cycle involves planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study indicate that the application of a learning model based on the reinterpretation of folk tales into children's stories is effective in improving children's literary writing skills rooted in local cultural values. This is evidenced by the improvement in students' work from the pre-cycle, cycle I, to cycle II, with average scores of 68.3, 76.4, and 85.2, respectively. A total of 28 children's stories were produced, each containing local cultural values in a relevant and easily understandable form for children. Students not only improved technically in terms of writing structure, language, and characters but also demonstrated the ability to creatively and contextually incorporate local cultural values. This learning process encouraged them to reflect on their regional cultural heritage and channel it through educational and engaging children's literature