Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Etnofarmakologi Etnis Madura: Kajian Obat Herbal Tradisional untuk Pengobatan Gejala Tuberkulosis Sonny Kristianto; Rury Eryna Putri; Wimbuh Tri Widodo
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p4

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan menyebar melalui udara. Selain relatif mahal dan akses terbatas, fenomena resistensi TBC terhadap obat menjadi hal umum di negara berkembang termasuk Indonesia. Di sisi lain, obat herbal tradisional Indonesia yang dikenal sebagai jamu telah digunakan sejak lama untuk mengobati gejala penyakit TBC. Suku Madura merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih menggunakan tanaman herbal sebagai jamu tradisional. Penelitian ini mengeksplor jenis tanaman obat yang digunakan oleh etnis Madura untuk meramu jamu dan menduga kandungan senyawa aktif dalam jamu yang terlibat dalam pengobatan TBC. Pendekatan deskriptif-kualitatif berupa wawancara mendalam pada masyarakat lokal dilakukan untuk menemukan potensi obat dari etnis Madura serta prediksi aktivitas senyawa aktif untuk penanganan gejala penyakit kronis populer berupa TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemanfaatan tanaman obat sebagai jamu tradisional oleh etnis Madura masih mempertahankan budaya warisan leluhur dengan menggunakan peralatan tradisional yang terbuat dari tanah. Selain itu, sebagian besar tanaman obat yang dimanfaatkan oleh etnis Madura tergolong dalam famili Zingiberaceae yang memiliki beragam senyawa aktif dengan aktivitas antioksidan, antimikrob, antiinflamasi bahkan antitusif yang baik untuk mengurangi gejala TBC berupa demam dan batuk. Temuan etnofarmakologi ini menjembatani pengetahuan herbal lokal etnis Madura dengan kajian ilmiah modern, serta menunjukkan potensi jamu tradisional sebagai sumber kandidat terapi pendukung untuk penanganan gejala Tuberkulosis (TBC). Kata kunci: antimikroba, etnis Madura, jamu, senyawa aktif, TBC
Etnofarmakologi Etnis Madura: Kajian Obat Herbal Tradisional untuk Pengobatan Gejala Tuberkulosis Sonny Kristianto; Rury Eryna Putri; Wimbuh Tri Widodo
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p4

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan menyebar melalui udara. Selain relatif mahal dan akses terbatas, fenomena resistensi TBC terhadap obat menjadi hal umum di negara berkembang termasuk Indonesia. Di sisi lain, obat herbal tradisional Indonesia yang dikenal sebagai jamu telah digunakan sejak lama untuk mengobati gejala penyakit TBC. Suku Madura merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih menggunakan tanaman herbal sebagai jamu tradisional. Penelitian ini mengeksplor jenis tanaman obat yang digunakan oleh etnis Madura untuk meramu jamu dan menduga kandungan senyawa aktif dalam jamu yang terlibat dalam pengobatan TBC. Pendekatan deskriptif-kualitatif berupa wawancara mendalam pada masyarakat lokal dilakukan untuk menemukan potensi obat dari etnis Madura serta prediksi aktivitas senyawa aktif untuk penanganan gejala penyakit kronis populer berupa TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemanfaatan tanaman obat sebagai jamu tradisional oleh etnis Madura masih mempertahankan budaya warisan leluhur dengan menggunakan peralatan tradisional yang terbuat dari tanah. Selain itu, sebagian besar tanaman obat yang dimanfaatkan oleh etnis Madura tergolong dalam famili Zingiberaceae yang memiliki beragam senyawa aktif dengan aktivitas antioksidan, antimikrob, antiinflamasi bahkan antitusif yang baik untuk mengurangi gejala TBC berupa demam dan batuk. Temuan etnofarmakologi ini menjembatani pengetahuan herbal lokal etnis Madura dengan kajian ilmiah modern, serta menunjukkan potensi jamu tradisional sebagai sumber kandidat terapi pendukung untuk penanganan gejala Tuberkulosis (TBC). Kata kunci: antimikroba, etnis Madura, jamu, senyawa aktif, TBC
Evaluasi Toksisitas Letal dari Kombinasi Antidepresan Fluoxetine dan Antihistamin Diphenhydramine: Sebuah Studi Kasus Norika Aurelia Maharani; Anggun Qurrota Aini; Rury Eryna Putri; Sonny Kristianto
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4699

Abstract

Kasus kematian yang disebabkan oleh penyalahgunaan dan overdosis obat, semakin marak terjadi. Beberapa di antara obat yang sering ditemukan pada TKP berasal dari golongan antihistamin OTC dan antidepresan. Seseorang yang berkemungkinan mengonsumsi kedua golongan obat tersebut, memiliki peningkatan risiko toksisitas letal yang disebabkan oleh interaksi antara kedua obat. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang risiko kombinasi toksisitas yang disebabkan oleh interaksi antara kedua golongan obat tersebut dan untuk membahas risiko terjadinya kasus yang serupa di Indonesia. Metode penulisan artikel ini didasarkan pada studi dari kasus kematian akibat kombinasi toksisitas. Dari kasus yang dibahas, dapat diketahui bahwa interaksi antara antihistamin OTC diphenhydramine dan antidepresan fluoxetine menyebabkan peningkatan toksisitas obat secara fatal di dalam darah korban, yang mengarah pada kematian korban. Komplikasi lain yang dapat disebabkan oleh interaksi antara kedua obat tersebut adalah sindrom serotonin. Studi lebih lanjut mengenai komplikasi lain yang disebabkan oleh interaksi yang dapat berakibat fatal antara kedua obat yang telah dibahas dan obat lain yang memiliki kemiripan dengan kedua obat tersebut masih diperlukan.
Ekspansi Kelapa Sawit terhadap Ekologi Orangutan: Perubahan Perilaku, Penggunaan Habitat, dan Konflik Manusia–Orangutan Himmatul Husna; Setyadi Ari Murtopo; Sonny Kristianto
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekspansi perkebunan kelapa sawit telah menjadi salah satu pendorong utama perubahan lanskap hutan tropis, yang berdampak langsung pada kelangsungan hidup orangutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana deforestasi dan fragmentasi habitat memengaruhi kualitas habitat, adaptasi perilaku, serta interaksi antara manusia dan orangutan. Melalui tinjauan literatur terhadap berbagai studi ilmiah, ditemukan bahwa konversi hutan menjadi perkebunan menyebabkan penurunan ketersediaan pakan dan ruang jelajah, sehingga memaksa orangutan beradaptasi pada habitat terdegradasi. Adaptasi ini meningkatkan frekuensi perjumpaan dengan manusia, yang sering kali berujung pada konflik, kerugian ekonomi, hingga ancaman terhadap keselamatan kedua pihak. Meskipun beberapa individu menunjukkan kemampuan bertahan di lanskap yang terfragmentasi, kondisi tersebut tidak menjamin keberlanjutan populasi dalam jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan lanskap yang berkelanjutan dan strategi konservasi yang mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan perlindungan satwa liar.
Strengthening the Regional Innovation Ecosystem as the Foundation for the Development of Jatim Innovation Connect in East Java Province Prawitra Thalib; Sonny Kristianto; Fitri Dianitasari; Firda Rahmania; Vindha Tyas Restianingati; Andriyanto Andriyanto
Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan dan Ekonomi Islam Vol. 18 No. 2 (2026): Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jurisprudensi.v18i2.14016

Abstract

Ideally, a regional innovation ecosystem should be systemically integrated to encourage downstream research, economic growth, and public welfare. However, in reality, East Java Province faces an innovation paradox, where the high quantity of innovation is not accompanied by connectivity between actors (Triple/Quadruple Helix), resulting in innovation tending to be fragmented, seasonal, and with minimal economic impact. This study aims to analyze the condition of the regional innovation ecosystem and formulate strategies for strengthening it as a foundation for the development of the Jatim Innovation Connect (JIC) platform. The method used is descriptive qualitative, with data collected through in-depth interviews with key informants (BRIDA, academics, industry, and innovators) selected through purposive sampling, field observations, and literature review. The results indicate that the East Java innovation ecosystem is in a phase of active but immature growth (growing but fragmented). Strengthening the ecosystem requires BRIDA as an orchestrator and JIC as a digital innovation intermediary to match research potential (supply) with industry needs (demand). The success of this strategy depends on strengthening regional regulations, sustainable funding schemes, facilitating intellectual property rights (IPR), and establishing a culture of collaboration between actors.
Co-Authors Abid, Istiana Firqah Abidin, Mohamad Hamdi Zainal Adi Purnama Aditya Prana Iswara Afdhila, Zakia Agustini, Putu Ajeng Ahmad Yudianto Aidil Candri, Dining Andriyanto Andriyanto ANGGITA SHAFIRA RIZKY Anggun Qurrota Aini Anis Rosalita Annisa Rahmawati Aprilia, Chatrina Aprilia, Maya Apriliani, Herlina Atta Ullah Khan Aulia Istiqomah, Dian Budiarti Utami Putri, Luckita Chairunnisa, Nadda Khalila Chamidah, Dina Chatarina Eka Berliyanti Putri Danar, Danar DANI FIRMANSYAH Deni Wahyudiarto Difa Putri Miarta Elpira, Ririn Fatiqin, Awalul Firda Rahmania Fitri Dianitasari Halimatus sa'diyah Hargono , Arief Hendro Pramono Himmatul Husna Himmatul Husna Huda, Qurrota A’yunil Imoliana, Wilhelmina Tania Indah Nuraini Masjkur Kumalasari, Nurul Chamidah Kurniasari, Paramita Tri Marmi Marmi Marmi Marmi Marmi, Marmi Masruroh, Heni Minan Zuhri, Fu’ad Moh. Awaludin Adam Ndaru Trisni Larasati Ni Luh Ayu Megasari NI'MATUR ROHMA Norika Aurelia Maharani Oedjijono Oedjijono, Oedjijono Pramita Laksitarahmi Isrianto Prawitra Thalib Prayogo, Wisnu PRESTIANI PRESTIANI Putri, Rury Erina Qalbani Putri, Ardhanita Rahma Diyan Martha Rahmadani, Anindita Mutiara Rayditya Milanio, Roderikus Ripki, Nadia Rivai, Sitty Nurqomariah Rury Eryna Putri Sandhi, Dyan Vicky Selly Tria Amanda Setianingsih, Indri Setiawardani, Alvina Setyadi Ari Murtopo Setyadi Ari Murtopo Shella Ramadhanty, Erlinda Shofi Talbia, Husna SITI AINUNA ROHMA Sukian Wilujeng Sukian Wilujeng Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Theresia Indah Budhy Sulisetyawati Tsaqifah, Fauziyyah Hanin Tuti Mutia Uktutias, Sendy Ayu Mitra ul Haq, Ihtisham Unsunnidhal, Lalu ur Rahman, Anees Ur Rahman, Ateeq Vindha Tyas Restianingati Wilujeng, Sukian Wimbuh Tri Widodo Wimbuh Tri Widodo Yuliani, Gandul Atik Zulqaida, Salma