Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Etnofarmakologi Etnis Madura: Kajian Obat Herbal Tradisional untuk Pengobatan Gejala Tuberkulosis Kristianto, Sonny; Putri, Rury Eryna; Widodo, Wimbuh Tri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p4

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan menyebar melalui udara. Selain relatif mahal dan akses terbatas, fenomena resistensi TBC terhadap obat menjadi hal umum di negara berkembang termasuk Indonesia. Di sisi lain, obat herbal tradisional Indonesia yang dikenal sebagai jamu telah digunakan sejak lama untuk mengobati gejala penyakit TBC. Suku Madura merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih menggunakan tanaman herbal sebagai jamu tradisional. Penelitian ini mengeksplor jenis tanaman obat yang digunakan oleh etnis Madura untuk meramu jamu dan menduga kandungan senyawa aktif dalam jamu yang terlibat dalam pengobatan TBC. Pendekatan deskriptif-kualitatif berupa wawancara mendalam pada masyarakat lokal dilakukan untuk menemukan potensi obat dari etnis Madura serta prediksi aktivitas senyawa aktif untuk penanganan gejala penyakit kronis populer berupa TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemanfaatan tanaman obat sebagai jamu tradisional oleh etnis Madura masih mempertahankan budaya warisan leluhur dengan menggunakan peralatan tradisional yang terbuat dari tanah. Selain itu, sebagian besar tanaman obat yang dimanfaatkan oleh etnis Madura tergolong dalam famili Zingiberaceae yang memiliki beragam senyawa aktif dengan aktivitas antioksidan, antimikrob, antiinflamasi bahkan antitusif yang baik untuk mengurangi gejala TBC berupa demam dan batuk. Temuan etnofarmakologi ini menjembatani pengetahuan herbal lokal etnis Madura dengan kajian ilmiah modern, serta menunjukkan potensi jamu tradisional sebagai sumber kandidat terapi pendukung untuk penanganan gejala Tuberkulosis (TBC). Kata kunci: antimikroba, etnis Madura, jamu, senyawa aktif, TBC
Zat Antibakteri pada Bagian Akar, Batang, Daun, Bunga, dan Buah Tanaman Kecombrang (Etlingera etalior) terhadap Staphylococcus aureus Larasati, Ndaru Trisni; Kristianto, Sonny
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1625

Abstract

Kecombrang merupakan tanaman asli Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan steroid/triterpenoid. Senyawa-senyawa ini telah menunjukkan potensi sebagai agen antibakteri alami, pengawet makanan, dan bahan dalam formulasi kosmetik. Penelitian sebelumnya telah melaporkan efektivitas ekstrak E. elatior terhadap bakteri patogen termasuk Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Propionibacterium acnes, dan Salmonella typhi. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan potensi pengawet ekstrak E. elatior berdasarkan bagian tanaman, konsentrasi ekstrak, target bakteri, dan aplikasinya dalam produk farmasi, kosmetik, dan makanan. Pencarian literatur yang dipandu PRISMA dilakukan menggunakan jurnal nasional dan internasional yang melaporkan aktivitas antibakteri E. elatior. Data diekstraksi mengenai bagian tanaman, metode ekstraksi, konsentrasi ekstrak, spesies bakteri yang diuji, dan zona hambat. Pelarut polar seperti etanol dan etil asetat umumnya digunakan untuk ekstraksi. Aktivitas antibakteri dinilai melalui metode difusi cakram atau cakram kertas, dengan antibiotik standar sebagai kontrol positif. Analisis menunjukkan bahwa ekstrak bunga secara konsisten menunjukkan aktivitas antibakteri terkuat, menghasilkan zona hambat hingga 22,5 mm pada konsentrasi tinggi. Ekstrak daun lebih efektif melawan S. aureus, sementara batang dan buah menunjukkan aktivitas terbatas. Efikasi antibakteri meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dan fraksi polar menunjukkan daya hambat yang lebih tinggi daripada fraksi non-polar. Selain aplikasi farmasi, ekstrak E. elatior menunjukkan potensi sebagai pengawet alami dalam daging ikan nila dan sebagai bahan aktif dalam formulasi kosmetik seperti sabun cuci muka dan deodoran semprot. Ekstrak Etlingera elatior menunjukkan aktivitas antibakteri yang konsisten di berbagai bagian tanaman dan konsentrasi. Senyawa bioaktif ini mendukung potensinya untuk aplikasi dalam pengobatan, pengawetan makanan, dan kosmetik, yang menyoroti perannya sebagai agen alami dan multifungsi.
Evaluasi Toksisitas Letal dari Kombinasi Antidepresan Fluoxetine dan Antihistamin Diphenhydramine: Sebuah Studi Kasus Maharani, Norika Aurelia; Aini, Anggun Qurrota; Putri, Rury Eryna; Kristianto, Sonny
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4699

Abstract

Kasus kematian yang disebabkan oleh penyalahgunaan dan overdosis obat, semakin marak terjadi. Beberapa di antara obat yang sering ditemukan pada TKP berasal dari golongan antihistamin OTC dan antidepresan. Seseorang yang berkemungkinan mengonsumsi kedua golongan obat tersebut, memiliki peningkatan risiko toksisitas letal yang disebabkan oleh interaksi antara kedua obat. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang risiko kombinasi toksisitas yang disebabkan oleh interaksi antara kedua golongan obat tersebut dan untuk membahas risiko terjadinya kasus yang serupa di Indonesia. Metode penulisan artikel ini didasarkan pada studi dari kasus kematian akibat kombinasi toksisitas. Dari kasus yang dibahas, dapat diketahui bahwa interaksi antara antihistamin OTC diphenhydramine dan antidepresan fluoxetine menyebabkan peningkatan toksisitas obat secara fatal di dalam darah korban, yang mengarah pada kematian korban. Komplikasi lain yang dapat disebabkan oleh interaksi antara kedua obat tersebut adalah sindrom serotonin. Studi lebih lanjut mengenai komplikasi lain yang disebabkan oleh interaksi yang dapat berakibat fatal antara kedua obat yang telah dibahas dan obat lain yang memiliki kemiripan dengan kedua obat tersebut masih diperlukan.
Co-Authors Abid, Istiana Firqah Abidin, Mohamad Hamdi Zainal Adi Purnama Aditya Prana Iswara Afdhila, Zakia Agustini, Putu Ajeng Ahmad Yudianto Aidil Candri, Dining Aini, Anggun Qurrota ANGGITA SHAFIRA RIZKY Anis Rosalita Annisa Rahmawati Aprilia, Chatrina Aprilia, Maya Apriliani, Herlina Atta Ullah Khan Aulia Istiqomah, Dian Budiarti Utami Putri, Luckita Chairunnisa, Nadda Khalila Chamidah, Dina Chatarina Eka Berliyanti Putri Danar, Danar DANI FIRMANSYAH Deni Wahyudiarto Difa Putri Miarta Elpira, Ririn Fatiqin, Awalul Halimatus sa'diyah Hargono , Arief Hendro Pramono Huda, Qurrota A’yunil Imoliana, Wilhelmina Tania Indah Nuraini Masjkur Kumalasari, Nurul Chamidah Kurniasari, Paramita Tri Larasati, Ndaru Trisni Maharani, Norika Aurelia Marmi Marmi Marmi Marmi Marmi, Marmi Masruroh, Heni Minan Zuhri, Fu’ad Moh. Awaludin Adam Ni Luh Ayu Megasari NI'MATUR ROHMA Oedjijono Oedjijono, Oedjijono Pramita Laksitarahmi Isrianto Prayogo, Wisnu PRESTIANI PRESTIANI Putri, Rury Erina Qalbani Putri, Ardhanita Rahma Diyan Martha Rahmadani, Anindita Mutiara Rayditya Milanio, Roderikus Ripki, Nadia Rivai, Sitty Nurqomariah Rury Eryna Putri Sandhi, Dyan Vicky Selly Tria Amanda Setianingsih, Indri Setiawardani, Alvina Shella Ramadhanty, Erlinda Shofi Talbia, Husna SITI AINUNA ROHMA Sukian Wilujeng Sukian Wilujeng Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Theresia Indah Budhy Sulisetyawati Tsaqifah, Fauziyyah Hanin Tuti Mutia Uktutias, Sendy Ayu Mitra ul Haq, Ihtisham Unsunnidhal, Lalu ur Rahman, Anees Ur Rahman, Ateeq Wilujeng, Sukian Wimbuh Tri Widodo Yuliani, Gandul Atik Zulqaida, Salma