Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Keterampilan Mengajar Guru dalam Memanfaatkan Teknologi pada Pembelajaran IPAS Kelas IV SD Islam Muhammadiyah 1 Panji Tahun Ajaran 2024-2025 Siti Aisyah; Heldie Bramantha; Afif Amroellah
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8424

Abstract

Penelitian ini dilatar, belakangi oleh pesatnya perkembangan, teknologi menyebabkan perubahan, besar dalam dunia pendidikan, kunci kemajuan pendidikan adalah kemampuan, guru untuk mengembangkan dan menyempurnakan proses pembelajaran mereka melalui inovasi, terutama kemampuan guru dalam meningkatan keterampilan mereka pada konteks perkembangan teknologi, dalam kompetensi profesional, dinyatakan bahwa seorang guru harus memiliki. kemampuan serta keterampilan dalam menggunakan teknologi untuk ,mendukung proses pembelajaran. Pembelajaran IPAS memiliki banyak peluang untuk mengintegrasikan teknologi, seperti menggunakan perangkat lunak video pembelajaran, atau aplikasi ,interaktif untuk mempelajari fenomena alam. Hal ini membuat IPAS menjadi subjek yang relevan untuk mengetahui bagaimana teknologi dapat diintegrasikan secara, efektif dalam pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis keterampilan mengajar guru dalam memanfaatkan teknologi pada pembelajaran IPAS kelas IV di SD Islam Muhammadiyah 1 Panji . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang mana untuk menganalisis ,dan mendeskripsikan fokus, penelitian mengenai Keterampilan Mengajar Guru Dalam Memanfaatkan Teknologi Pada Pembelajaran IPAS. Berdasarkan penelitian ini dapat di simpulkan bahwa dari keterampilan mengajar guru yaitu keterampilan: bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, .membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil dan individual. akan ada beberapa teknologi yang dapat dimanfaatkan guru pada kegiatan mengajar pembelajaran IPAS.
Penguatan Pendidikan Karakter Sebagai Solusi Terhadap Perilaku Bullying di Sekolah Dasar: Kajian Literatur Sahira Eka; Heldie Bramantha; Bunga Adelia Pratidina
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 17 No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v17i1.8182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter dalam mengatasi perilaku bullying di sekolah dasar melalui pendekatan studi literatur. Fenomena bullying yang masih tinggi di lingkungan sekolah menunjukkan perlunya strategi preventif yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga menyentuh aspek pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis systematic literature review (SLR). Data dikumpulkan melalui penelusuran dokumen ilmiah dari database Google Scholar, Scopus, DOAJ, dan Garuda dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Sampel penelitian berupa artikel jurnal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria relevansi topik, kredibilitas sumber, dan ketersediaan teks lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat tema utama, yaitu nilai inti pendidikan karakter (empati, tanggung jawab, toleransi), faktor penyebab bullying (rendahnya empati dan pengaruh lingkungan), strategi implementasi (integrasi kurikulum dan budaya sekolah), serta efektivitas pendidikan karakter dalam menurunkan perilaku bullying. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan karakter memiliki peran signifikan dalam membentuk perilaku prososial siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan strategi preventif yang efektif dalam mengatasi bullying jika diimplementasikan secara konsisten dan terintegrasi dalam budaya sekolah. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan karakter dan praktik pendidikan dasar, serta menjadi dasar bagi kebijakan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji implementasi pendidikan karakter secara kontekstual dan longitudinal.
EDUKASI ANTI-BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR: STRATEGI PREVENTIF DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR KONDUSIF Heldie Bramantha; Sahira Eka Desima
PARADIGMA PENGABDIAN Vol 3 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/paradigma.v3i1.8149

Abstract

Perilaku bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik siswa. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan cara pencegahan bullying menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perilaku ini masih terjadi. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif melalui kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap perilaku bullying sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai perilaku bullying serta mendorong terbentuknya sikap anti-bullying. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, serta cara pencegahannya. Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan permainan edukatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap perilaku bullying. Sebagian besar siswa mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk bullying, memahami dampaknya, serta menunjukkan sikap yang lebih positif dalam menyikapi perilaku tersebut. Data evaluasi menunjukkan sebagian besar siswa berada pada kategori pemahaman tinggi, terutama pada aspek dampak bullying. Selain itu, siswa juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi anti-bullying efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap perilaku bullying. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kekerasan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.