Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MELALUI METODE BERBASIS MASALAH (PBL) DI KELAS V SN PLALANGAN Jayana, Siti; Bramantha, Heldie; Pratiwi, Vidya
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 15 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v15i2.5667

Abstract

Pembelajaran ipada idasarnya imerupakan iaktivitas imengaktifkan, imenyentuhkan, imempertautkan, imenumbuhkan, imengembangkan, idan imembentuk ipemahaman imelalui ipenciptaan ikegiatan, ipembangkitan ipenghayatan, iinternalisasi, iproses ipenemuan ijawaban ipertanyaan, idan irekonstruksi ipemahaman imelalui irefleksi iyang iberlangsung isecara idinamis. iDengan ikata ilain ipembelajaran imerupakan ikegiatan iuntuk imembelajarkan isiswa iagar idapat ibelajar idengan ibaik isehingga imereka idapat imengembangkan ikemampuan iyang idimiliki. iSDN i1 iPlalangan imerupakan isekolah iyang isudah ilama iberdiri. iPeneliti ijuga imengetahui iproses ipembelajaran idi iSDN i1 iPlalangan imenggunakan iyaitu imetode iceramah isehingga idalam ipenyampaian imateri iyang isering iterjadi iadalah ipenyampaiannya ihanya isecara igaris ibesarnya isaja isedangkan ikelemahan isiswa isulit imenghafal imateri. isehingga ipenyerapan imateri i isiswa ikurang ioptimal. iPermasalahan iyang idiangkat idalam ipenelitian iini iadalah ibagaimana imeningkatkan ihasil ibelajar iIPAS i imelalui imetode iberbasis imasalah i(PBL). iKesimpulan ipenelitian iini, iyaitu i(1) iBagi iGuru idapat imenambah ipengetahuan idan istrategi i ilangkah-langkah imetode ipembelajaran iberbasis imsalah i(PBL) iterhadap isiswa i(2) iBagi iSiswa iuntuk imembangkitkan idan imeningkatkan ihasil ibelajar isiswa ipada imata ipelajaran iIPAS
PEMBENTUKAN DUTA ANTI BULLYING SEBAGAI PEER GROUB EDUCATOR UNTUK PENGEMBANGAN PERILAKU SALING MENGHARGAI Bramantha, Heldie; Rosanda, Debby Maulidiansyah
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5728

Abstract

Perilaku bullying punya kecenderungan untuk meningkat secara nasional di sekolah-sekolah. Data yang diperoleh dari KPAI, saat ini perilaku bullying menempati peringkat teratas pengaduan masyarakat atau sekitar 25% dari total pengaduan dalam bidang pendidikan sebanyak 1.480 kasus (www.kpai.go.id). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, secara nasional kasus kekerasan dan bullying di sekolah, terutama anak menjadi pelaku justru meningkat. Secara umum, tindak kekerasan terhadap anak 2015 menurun sebesar 25 persen (3.820 kasus) dibanding 2021 (5.066 kasus). Tetapi kasus pelanggaran anak di bidang pendidikan justru naik 4 persen dari 461 kasus di 2014 menjadi 478 di 2021. Bahkan, anak yang jadi pelaku bullying di sekolah meningkat drastis menjadi 39 persen di 2022. Solusi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu Melakukan sosialisasi tentang perilaku bullying tingkat Sekolah Dasar meliputi: bentuk dan jenis bullying, faktor, dampak, dan arti dari bullying itu sendiri, faktor penyebab dan upaya mengatasi tindakan bullying. Dalam pembentukan karakter untuk siswa, diperkenalkan program. Memilih dan melatih duta anti bullying yang telah ditunjuk sekolah, Memonitor dan mengevaluasi kontribusi duta anti bullying dalam pergaulan di sekolah. Melibatkan siswa berprestasi untuk menjadi duta anti bullying agar menjadi role model bagi teman-teman di sekolahnya. Hasil pengabdian ini adalah terbentuknya duta anti bullying yang dipilih langsung oleh masing-masing sekolah mitra. Melalui sosialisasi tentang bullying, para duta yang telah dipilih diberi pemahaman tentang bentuk perilaku bullying, dampaknya bagi korban, dan bagaimana pencegahannya. Duta anti bullying berperan dalam membantu teman-temannya untuk memahami perilaku bullying dan dampaknya. Hal ini ditunjukkan dengan laporan guru pendamping kepada pelaksana kegiatan tentang peran duta anti bullying.
ANALISIS PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SD NEGERI 3 PATOKAN SITUBONDO Zam Zami, Syifana Qolbun; Rofek, Aenor; Bramantha, Heldie; Zamili, Moh
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 3 No 4 (2024): Edisi November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v3i4.5520

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran berdiferensiasi diterapkan di Kelas IV SD Negeri 3 Patokan Situbondo. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan selama proses pembelajaran. Penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV yang berjumlah 25 siswa , terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan setiap hari selasa selama empat kali pertemuan, yaitu pada tanggal 7, 14, 21, dan 28 Mei 2024, dari pukul 10.00-12.00 WIB. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Program Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan untuk memberikan peserta didik kebebasan dan kemandirian untuk memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan mereka. Transformasi ini menunjukkan bahwa kesejahteraan adalah bagian penting dari proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran berdiferensiasi adalah komponen yang ditambahkan ke dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Ini memungkinkan guru memenuhi kebutuhan belajar siswa dengan tingkat kemampuan, minat, dan kebutuhan yang berbeda. Dengan menggunakan berbagai metode, media, dan sumber belajar, guru dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik, termasuk gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Berdasarkan data yang dikumpulkan, ini memungkinkan guru untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik. The aim of this study is to find out how differential learning is applied in Class four State SD 3 Patokan Situbondo. This descriptive qualitative research is carried out during the learning process. The study involved the head of the school, fourth grade teachers, and fourth-grade students of a total of 25 students, consisting of 14 male students and 11 female students. The research was conducted every Tuesday for four meetings, namely on 7, 14, 21 and 28 May 2024, from 10 a.m. to 12 p.m., data obtained through observations, interviews, and documentation. The Free Learning curriculum aims to give students the freedom and independence to choose educational paths that suit their interests, talents, and needs. This transformation shows that well-being is an important part of the learning process at school. Differential learning is a component that is added to the Free Learning Curriculum. It allows teachers to meet the learning needs of learners with different levels of ability, interests, and needs. Using a variety of learning methods, media, and resources, teachers can accommodate a wide range of student learning styles, including visual, auditorium, and kinesthetic. Based on the data collected, this enables teachers to accommodate different student study styles.
ANALISIS PEMANFAATAN MEDIA REALIA MASA PEMBELAJARAN DARING (DALAM JARINGAN) PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV DI SDN 1 AWAR-AWAR KECAMATAN ASEMBAGUS KABUPATEN SITUBONDO Firdaus Sofia, Ra’odatul; Bramantha, Heldie; Pratiwi, Vidya
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 3 No 4 (2024): Edisi November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v3i4.5529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan ingin lebih tahu apakah guru benar-benar menerapkan media realia pada pembelajaran daring (dalam jaringan) dan penerapannya sesuai dengan teori yang ada atau tidak. Selain itu, peneliti juga ingin lebih tahu tentang perencanaan/persiapan, pelaksanaan dan penilaian guru serta juga ingin mengetahui bagaimana respon dan keterlibatan siswa tentang pemanfaatan media realia pada mata pelajaran IPA melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data yaitu melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu wali kelas IV SDN 1 Awar-awar telah menerapkan media realia dengan memanfaatkan benda-benda nyata berupa tumbuhan dan hewan yang ada di lingkungan sekitar dan langkah-langkah penerapannya sesuai dengan teori yang ada yaitu terdiri dari enam langkah pemanfaatan media realia menurut Arief Sadiman, dkk. dalam (Jariatun, 2017: 21-22) yang sudah mencakup perencanaan/persiapan, pelaksanaan dan evaluasi atau penilaian pembelajaran. Serta respon dan keterlibatan siswa yang baik terhadap pemanfaatan media realia melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) di grup WhatsApp kelas IV dapat dilihat dari hasil evaluasi atau penilaian siswa.
Analisis Situasi Didaktis pada Modul Ajar Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Kelas 2 Sekolah Dasar Syarifah, Mufarrahatus; Bramantha, Heldie
Jurnal Axioma : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/axi.v10i1.3551

Abstract

This research aims to describe how students’ understanding of adding and subtracting whole numbers is formed. This research is a qualitative descriptive study with teaching modules as the main data source. After surveying didactic situation theory in mathematics through various sources, the paradigm in this theory is then used as a basis for describing learning activities contained in the teaching module. Learning activities in the teaching module are classified based on the theory of mathematical didactic situations. The result shows that in these learning activities, the didactical situation was not developed sequentially. Apart from that, the action situation that is constructed does not show the existence of a dialectical situation between individual students and the milieu. Knowledge construction tends to come from teacher explanations, not from the process of solving problems that involve students' mental activity. This condition can potentially cause knowledge not to be constructed properly, making it possible for students not to be able to use it when facing new mathematical problems and allowing learning obstacles to occur. Keywords: didactical situations, teaching module
Pendekatan STEM: Analisis Guru di Kabupaten Situbondo dan Implikasinya Bramantha, Heldie; Suarmika, Putu Eka; Hidayat, Nuris; Dewi, Ratih Kusuma; Fasica, Nani Farah; Puspitaningtyas, Amalia Risqi; Hidayat, Alfien
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i2.6872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan STEM terkait pengetahuan dan penerapan guru beserta implikasinya. Desain penelitian menggunkan eksperimen dan studi deskriptif. Responden pada penelitian ini sebanyak 49 guru yang tersebar di Kabupaten Situbondo. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan menggunaka uji korelasi yang berbantuan SPSS 26.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan penerapan pendekatan STEM (nilai signifikansi 0,00<0,005) dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,976 sehingga menunjukkan adanya arah hubungan yang positif dan kuat. Hal ini juga memiliki implikasi terhadap peningkatan pedagogik guru, kurikulum serta model pengajaran yang lebih partisipatif.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROSES PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI SDN 1 ALASMALANG Rofek, Aenor; Nur Holiza, Sitti; Bramantha, Heldie; Zamili, Moh
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2025): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v4i2.6417

Abstract

Abstrak: Kurikulum merdeka sudah diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia pada tahun akademik 2022/2023. Bagaimana proses pembelajaran kurikulum merdeka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran kurikulum merdeka dilaksanakan di SDN 1 Alasmalang, tantangan apa yang dihadapi, dan bagaimana sekolah mengatasi tantangan tersebut. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan kepala sekolah, wali kelas, dan siswa kelas IV di SDN 1 Alasmalang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sebagai metode pengumpulan data, penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis digunakan untuk menganalisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN 1 Alasmalang sudah menerapkan kurikulum merdeka. Proses pembelajaran di SDN 1 Alasmalang berjalan dengan cukup baik. Kurikulum merdeka bertujuan untuk membentuk siswa yang memiliki kepribadian dan kompetensi yang baik. dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi dan mengungkapkan minat mereka dalam pelajaran. Selain itu, kurikulum ini berdampak pada tingkat partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. dalam menerapkan kurikulum merdeka, yaitu dengan membuat bahan ajar dan Alur pembelajaran ini disusun sebagai kumpulan tujuan pembelajaran dari awal hingga akhir pada setiap fase capaian pembelajaran (CP). Alur ini mencakup modul ajar, penyusunan capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP), dan alur tujuan pembelajaran (ATP). Susunan ini dilakukan untuk membuat proses atau kegiatan pembelajaran lebih terstruktur dan lebih terarah sehingga memudahkan guru mencapai tujuan pembelajaran.
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TECHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS IV GUGUS 4 KECAMATAN PANJI Wachadania, Putri; Amroellah, Afif; Bramantha, Heldie
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2025): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v4i2.6418

Abstract

This research is based on the lack of variation in the learning process in schools, which has an impact on the low learning outcomes of students in science subjects. The aim of this research is to find out how the CTL model assisted by Wordwall media has an impact on learning outcomes for science subjects in class IV Gugus 4 Panji District. This research is a quasi-experimental research. The research population consisted of 24 students from class 4 of SD Negeri 4 Curah Jeru as the experimental class and 24 students from class 4 of SD Negeri 1 Tenggir as the control class. Samples were collected by means of research data obtained through student learning outcomes tests. The proposed hypothesis was tested using the t-test, with results of Tcount 39.1 and Ttable 2.013. Ho was rejected. Based on this data, it can be concluded that the learning outcomes of students taught using the CTL model assisted by wordwall media are not comparable to the learning outcomes of other students. who were taught without the CTL model assisted by language media.
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL MIND MAPPING DENGAN MODEL LANGSUNG (DIRECT INTRUCTION) PADA SISWA SEKOLAH DASAR Bramantha, Heldie; Rahmania, Siti
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 2 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i2.1409

Abstract

Berdasarkan simpulan dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok yang menggunakan model Mind Mapping dan kelompok yang menggunakan model Direct Instruction. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan perbedaan ini, karena kemampuan berpikir kritis siswa sulit untuk dirangsang secara efektif, dan kedua model ini dipilih untuk melihat mana yang lebih efektif dalam merangsang kemampuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment, yang melibatkan populasi siswa kelas IV di SDI Al-Abror sebanyak 80 siswa, dengan sampel sebanyak 52 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes tertulis berupa 13 soal essay, serta dokumentasi untuk mendapatkan data transkrip nilai siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen (yang menggunakan Mind Mapping) dan kelompok kontrol (yang menggunakan Direct Instruction) dalam kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 0,000 yang lebih kecil dari nilai t-tabel pada α = 0,05, menunjukkan bahwa perbedaan ini tidak mungkin terjadi akibat kebetulan belaka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Mind Mapping lebih efektif dalam merangsang kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan model Direct Instruction berdasarkan hasil penelitian ini.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MENGGUNAKAN MODEL MAKE A MATCH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SEKOLAH DASAR Pratiwi, Vidya; Bramantha, Heldie; Hamidiah, Nur
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 2 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i2.1410

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Sumber Kolak, Kabupaten Situbondo, dan sampel diambil secara Simple Random Sampling (SRS). Sampel terdiri dari siswa kelas V A SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo (kelas eksperimen) dan siswa kelas V SDN 3 Sumberkolak (kelas kontrol). Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara model pembelajaran Make a Match dan model Pembelajaran Langsung dalam mata pelajaran Matematika. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonrandomized Control Group Post Test Design. Hasil post-test menunjukkan bahwa model Make a Match menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan model Pembelajaran Langsung. Uji hipotesis menunjukkan t_hitung (2,66) lebih besar dari t_tabel (2,021), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah antara kedua model pembelajaran tersebut.