Claim Missing Document
Check
Articles

URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Bramantha, Heldie; Afira, Afira
PARADIGMA PENGABDIAN Vol 2 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/paradigma.v2i1.6760

Abstract

bullying merupakan perilaku negtif yang sengaja dilakukan untuk meyakiti atau membuat individu merasa kesulitan dan tidak nyaman. Perilaku ini berulang kali terjadi dari waktu ke waktu dan terjadi dalam hubungan dimana tidak ada keseimbangan kekuatan dan kekuasaan. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk memberikan wawasan yang mendalam kepada siswa terkait pentingnya Pendidikan karakter dalam mengatasi perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar. Hasil pengabdian dalam kegiatan ini yaitu siswa semakin peka dan memiliki kesadaran pentingnya Pendidikan karakter dalam menghadapi dan mencegah perilaku bullying. Secara keseluruhan dari kegiatan pengabdian ini tentunya memberikan dampak terhadap siswa tentang pemahaman pentingnya Pendidikan karakter dalam mengatasi perilaku bullying
PEMBELAJARAN BERBANTUAN PERMAINAN FORMULA 1 (RUN, JUMP, THROW) DALAM AKTIVITAS GERAK LOKOMOTOR DAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN PJOK Heldie Bramantha; Dodik Eko Yulianto
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.019 KB) | DOI: 10.36526/kejaora.v5i2.992

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pengembangan model permainan formula 1 (Run, Jump, Throw), untuk mengetahui kemenarikan respon siswa terhadap pengembangan model permainan formula 1 (Run, Jump, Throw). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan menggunakan prosedur pengembangan Borg & Gall. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar angket validasi. Isntrumen yang digunakan berupa lembar angket validasi untuk mengetahui kelayakan model permainan formula 1 (Run, Jump, Throw) dan angket respon siswa untuk mengetahui kemenarikan siswa terhadap model permainan formula 1(Run, Jump, Throw).Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah menggunakan teknik deskriptif berbentuk persentase. Berdasarkan hasil validasi terhadap pengembangan model permainan formula 1 diperoleh skor rata-rata kelayakan pengembangan model permainan formula 1 hasil validasi dari ahli penjas 1 diperoleh rata-rata4,2, pada ahli penjas 2 diperoleh rata-rata 4,3, dan pada ahli pembelajaran diperoleh rata-rata 4,4. Dapat disimpulkan hasil validasi adalah termasuk dalam kriteria layak digunakan. Kemenarikan pengembangan model pembelajaran permainan formula 1(Run, Jump, Throw) diperoleh rata-rata pada uji coba skala kecil diperoleh prosentase 89,75%, sedangkan pada uji coba skala besar diperoleh prosentasi 91%. Dari hasil tersebut model permainan formula 1(Run, Jump, Throw) termasuk dalam kriteria “sangat menarik”.
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA SEDERHANA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA KELAS V SD ISLAM AL-ABROR SITUBONDO Safitri Ulandari, Ayu; Rofek, Aenor; Bramantha, Heldie
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v3i3.5170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model discovery learning berbantuan media kreatif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada kompetensi IPA kelas V SD Islam Al-Abror Situbondo. Jenis Penelitian yang digunakan pada Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian eksperimen semu dilakukan untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan terhadap karakteristik subjek yang diteliti. Berdasarkan pelaksanaan tindakan penelitian yang dilakukan dalam dua siklus maka peneliti menemukan beberapa penemuan penelitian yaitu: Pada penelitian eksperimen semu tidak memungkinkan untuk mengontrol semua variabel yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi efektivitas pembelajaran model pembelajaran discovery learning berbantuan media kreatif dan pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan di SD Islam Al-Abror Situbondo. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh model discovery learning berbantuan media kreatif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada kompetensi pengetahuan IPA kelas V SD Islam Al-Abror Situbondo. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimen semu dimana terdapat dua kelas yang diberikan perlakuan yang berbeda, yaitu kelas yang diberikan perlakuan khusus disebut kelas eksperimen dan yang tidak diberikan perlakuan khusus disebut kelas kontrol. Pada penelitian yang dilakukan ini kelas eksperimen diberikan materi pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning berbantuan media kreatif dan kelas kontrol diberikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional (tanya jawab dan ceramah). Dari kedua tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa lebih baik pada siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning berbantuan media kreatif. Kenyataan ini membuktikn bahwa menggunakan model discovery learning berbantuan media kreatif lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa daripada mengggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian mengajarkan IPA akan lebih baik dengan menggunakan model discovery learning berbantuan media kreatif dibandingkan dengan menggukan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran discovery learning ialah model pembelajaran yang dapat dicirikan dengan berfokus pada keaktifan siswa dan pemberian pengalaman secara langsung untuk mengembangkan kemampuan beripikir kritis siswa.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD NEGERI 1 ALASMALANG KEC. PANARUKAN KAB. SITUBONDO Meliandani, Ristin; Bramantha, Heldie
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v3i3.5204

Abstract

Tujuan dari riset ini merupakan buat mengenali aspek yang pengaruhi kesusahan berlatih IPA pada anak didik kelas V di SD Negeri 1 Alasmalang. Tipe riset yang dipakai dalam riset ini merupakan tata cara kualitatif. Pengumpulan informasi yang dipakai ialah pemantauan, tanya jawab, pemilihan. Analisa yang dipakai terdapat 3 jenjang, ialah: pengurangan informasi, penyajian serta pencabutan kesimpulan. Hasil bisa dikenal kalau aspek dalam mencakup atensi anak didik yang kurang kepada penataran, dorongan berlatih anak didik yang kecil. Sedangkan itu aspek ekstern mencakup minimnya atensi orang berumur kepada aktivitas berlatih anak didik, akibat sahabat main, akibat alat massa, tata cara yang konstan serta alat atau perlengkapan penataran yang kurang menarik.
PENINGKATAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 8 CURAHTATAL Purnomo, Adi; Yulianto, Dodik Eko; Bramantha, Heldie
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 3 No 2 (2024): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v3i2.4500

Abstract

(STAD) merupakan salah satu model dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan model kooperatif dalam kelas. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) di harapkan mampu memotivasi untuk lebih aktif dalam pembelajaran serta meningkatkan interaksi dengan teman, guru, serta masyarakat yang ada disekitar. Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran cooperative tipe student teams achievement division (STAD) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. .Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 8 Curahtatal pada pokok bahasan panas dan perpindahannya. Pada siklus I hasil belajar siswa secara klasikal sebesar 50% dengan ketuntasannya sebesar 50% (tidak tuntas) dan pada siklus II hasil belajarnya sebesar 70% dengan ketuntasannya sebesar 70% (tuntas) sehingga mengalami peningkatan hasil belajar sebesar 25% dan ketuntasannya meningkat sebesar 25%
SOSIALISASI PENANAMAN KARAKTER SALING MENGHARGAI MELALUI DUTA ANTI BULLYING UNTUK SISWA DI SEKOLAH DASAR Bramantha, Heldie; Syarifa, Mufarrahatus
PARADIGMA PENGABDIAN Vol 1 No 1 (2024): Edisi : November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/paradigma.v1i1.5455

Abstract

This activity aims to provide a new understanding of social patterns that have been prevalent in the middle of elementary students. Through the elected and trained “duta anti bullying", it is hoped that they can help friends around them realize that scolding others, until they are angry and cry hysterically, and disturbing others, until they are in fight, is a bullying and will have a negative impact on the victims. After socializing bullying to ambassadors and companion teachers, it appears that the ambassadors began to introduce bullying to their friends. They make bullying as a topic of conversation during break times.
Perbedaan Hasil Belajar Antara Penggunaan Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) Dengan Metode Ceramah Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Heldie Bramantha; Ristin Meliandani
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.5

Abstract

Dalam pembelajaran Matematika, guru masih selalu menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang berlangsung mempunyai kesan monoton dan didominasi oleh guru. Pembelajaran yang demikian akan membuat siswa  jenuh. Model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dapat dijadikan model alternatif dalam pembelajaran Matematika. Dengan penggunaan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dapat mendorong siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran Matemtika. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar Matematika antara penggunaan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dengan metode ceramah pada siswa kelas III SD kecamatan Besuki.. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experimen design. Analisis statistik yang digunakan yaitu korelasi biserial untuk uji validitas dan cronbach’s alpha untuk  ujireliabilitas  instrumen.  Metode  lilliefors  untuk  menguji  normalitas data, metode Fisher untuk uji homogenitas dan uji t untuk uji hipotesis. Semua  penghitungan  tersebut  diolah  dengan  menggunakan  program MS.  Office  Excel  2007.  Hasil  penelitian  menunjukkan  rata-rata  skor  hasil belajar siswa di kelas eksperimen sebesar 79,67 dan kelas kontrol sebesar 60,4. Ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai thitung = 6,127. Harga ttabel dengan dk = 53 dan α = 0,05 yaitu 2,0057. Hal ini berarti thitung > ttabel  (6,127 > 2,0067), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar  Matematika  antara penggunaan  model  pembelajaran  Course  Review Horay (CRH) dengan metode ceramah pada siswa kelas III SD di gugus 2 kecamatan Besuki.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di MI Jauharul Ulum Vidya Pratiwi; Heldie Bramantha
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.6

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan berpikir kritis siswa yang beragam. Berpikir kritis sangat diperlukan dalam matematika, terutama dalam mengerjakan soal. Pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari menjadikan matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh setiap siswa. Matematika memiliki peranan penting dalam membentuk dan mengembangkan keterampilan berpikir nalar, logis, sistematis dan kritis. berpikir kritis adalah proses berpikir untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut bisa didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman atau komunikasi. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menganalisis suatu permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Peningkatkan pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan karena berpikir kritis dan matematika merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Materi matematika dipahami melalui berpikir kritis dan berpikir kritis dilatih melalui serangkaian proses dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk mencoba meneliti, dengan mengambil judul ”Analisis Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V Di MI Jauharul Ulum” Permasalahan yang dikemukakan adalah : bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika di MI Jauharul Ulum?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dimana yang diteliti adalah bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil peelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir siswa paling rendah berada pada Tingkat Kemampuan Berpikir (TBK) 0 (tidak kritis) dan kemampuan berpikir paling tinggi berada pada Tingkat Kemampuan Berpikir (TBK) 1 (kurang kritis).
Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) pada Siswa Sekolah Dasar Nurul Maulidya; Heldie Bramantha
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 2 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i2.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa mengunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) pada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Misbahul Jadid. Jenis penelitian ini adalah Penilitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 4 langkah yaitu perencanaan,pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian sebenyak 16 siswa.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan tiap siklus dilakukan dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dalam pembelajaran matematika materi perbandingan pecahan. Pengumpulan data dalam penelitian yang dilakukan adalah berupa lembar soal dan lembar observasi guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa mengalami peningkatan. Sebelum adanya tindakan, siswa yang tuntas hanya 5 siswa atau sebesar 40,62%, pada siklus 1 jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 12 siswa dengan persentase 75 % dan pada siklus 2 menunjukkan bahwa terdapat 15 siswa yang tuntas dengan presentase 93,75 % sudah memenuhi KKM. 
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning pada Muatan Pelajaran IPA Kelas 6 terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Negeri 1 Besuki Verawati, Feni; Bramantha, Heldie; Puspitaningtyas, Amalia Risqi
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 3 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis merupakan keterampilan yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar. Hal ini dikarenakan keterampilan berpikir kritis dapat membantu siswa dalam memahami dan menganalisis informasi, memecahkan masalah, membuat keputusan yang tepat, berkomunikasi secara efektif, beradaptasi dengan perubahan, serta menjadi pembelajar yang mandiri. Pembelajaran di sekolah yang masih menggunakan model konvensional berupa penugasan dan metode ceramah tidak mampu meningkat kemampuan berpikir kritis siswa, hal ini didasarkan pada observasi awal yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa melalui pemanfaatan model pembelajaran Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang mengadopsi langkah-langkah dari Kemmis-McTaggart dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa meningkat melalui model ini. Hal ini terlihat dari hasil tes pada siklus I dan siklus II yang meningkat sebesar 41,75%. Hal ini menunjukkan bahwa model Project Besed Learning mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.