p-Index From 2021 - 2026
12.855
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Jurnal Kajian Komunikasi ProTVF Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi PAX HUMANA Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan COMMED: Jurnal Komunikasi dan Media Jurnal Common Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi) Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI Communication Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Nivedana : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sadharananikarana: Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Digital Media dan Relationship Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah CITIZEN: Jurnal Ilmiah Mulitidisiplin Indonesia Jurnal Social Library Jurnal Ilmu Komunikasi Scriptura: Jurnal Ilmiah Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts Jurnal Nusantara Mengabdi Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Mediator: Jurnal Komunikasi Sinergi International Journal of Communication Sciences Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnal Spektrum Komunikasi Comdent: Communication Student Journal Communica : Journal of Communication Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Brand Communication Dalam Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru Zikri Fachrul Nurhadi; Resty Mustika Pratiwi; Moh. Jafas Febrianto
Sadharananikarana: Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister S2 Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/sadharananikarana.v5i1.904

Abstract

This research is motivated by the existence of competition between universities in attracting students' interest has begun to get tougher. This is coupled with private universities in Indonesia which are currently increasingly advanced and developing so that with these conditions, higher education institutions that have just been established and are not yet well known in the community feel the great impact of competition in attracting students. This will motivate every university in Indonesia to make more efforts to improve the quality and quality of the institution through the various advantages they have. The purpose of this study is to explain the brand communication strategy of FKOMINFO Garut University, seen from the four stages used, namely understanding the message, compiling persuasive messages, selecting methods and selecting media. The method used in this study uses a qualitative approach using the theory of Communication Strategy in which there are 4 aspects studied, namely understanding the message, compiling persuasive messages, choosing methods and choosing media. Data analysis techniques from this research are data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. Data collection techniques used are participant observation, in-depth interviews, literature study and documentation. The results of this study indicate that the communication strategy used by FKOMINFO Garut University in the aspect of understanding the message is to form a team that has been provided with information and tasks that must be carried out. Then in the aspect of compiling persuasive messages, it contains relevant information for prospective new students. Furthermore, in the aspect of method selection, namely by applying interactive and persuasive ways in delivering messages when the activity takes place. Finally, in the aspect of media selection by using various media, both conventional media and utilizing new media.
Pembinaan Etika Komunikasi Melalui Media Sosial Yang Sesuai Dengan Hukum Yang Berlaku Pada Remaja Masjid Muhtarul Arifin Kota Batam Kundori Kundori; Angel Purwanti; Irene Svinarky; Zikri Fachrul Nurhadi; Ummu Salamah
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.07 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v3i1.47

Abstract

pemSocial media is one part of new media that is used to inform anything to the public, whether used in business or interacting with others. Social media is one of the electronic media to communicate and do business by using internet media. Social media is most widely used by teenagers. Adolescents are individuals who have entered the stages of mental, emotional, social maturity and physical form. Although adolescents are said to be mature, but in relation to the use of social media, adolescents are often caught up in matters of privacy violations both as perpetrators and as victims. Therefore, understanding is needed in communicating properly and correctly in accordance with the ethics that apply to social media. The purpose of this community service is to help mosque teenagers use social media wisely and understand the limitations of conveying information on social media. As well as conducting training on how to write messages with communication ethics and not contrary to the law. The methods used are lectures, presentations, and direct practice. The teenagers were given the material then given the opportunity to practice. This service is carried out for 5 times according to the schedule that has been prepared. The results of this community service activity have implications for changing attitudes and increasing knowledge for mosque teenagers, who are expected to be much wiser in conveying, or disseminating information through social media. /emem/em/p
Pelatihan Jurnalistik bagi Organisasi Masyarakat Satria Sunda Sakti Olih Solihin; Zikri Fachrul Nurhadi; Yuni Mogot
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.517 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v1i2.15

Abstract

Organisasi Kemasyarakatan Satria Sunda Sakti mempunyai portal media online yang berfungsi sebagai salah satu media sosialisasi organisasi, sekaligus juga sebagai saluran media berita umum. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat pada organisasi ini adalah memberikan pelatihan penulisan berita di media online. Metode pelatihan dilaksanakan melalui Zoom Meeting, dihadiri oleh 20 peserta. Pelaksanaan pelatihan dimulai dengan pemberian materi, praktek penulisan berita, dan diskusi hasil pelatihan menulis, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah pemetari memberikan pemahaman tentang sejarah singkat internet, sejarah media online, jurnalisme online, penulisan berita stright news dan dan berita feature. Simpulan, para peserta mendapatkan pemahaman tentang materi serta kemampuan membuat tulisan pada media online. Kata Kunci: Media Online, Satria Sunda Sakti 
PENGALAMAN KOMUNIKASI INNER BEAUTY BAGI MAHASISWA Zikri Fachrul Nurhadi; Haryadi Mujianto; Mohammad Firmansyah Bratadiredja; Salwa Salbina Gustiandi
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v5i1.1178

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh standar kecantikan yang terkonstruksi dalam masyarakat yang hanya menilai kecantikan dari luar melupakan kecantikan dari dalam. Hal ini, menyebabkan banyak wanita, khususnya mahasiswi untuk berlomba-lomba menjadi cantik menurut standar yang dikonstruksi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menjelaskan motif, pengalaman dan makna dalam penerapan kecantikan dalam sebagai standar untuk melanggar standar kecantikan fisik mahasiswa Universitas Garut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipan, studi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima mahasiswi Universitas Garut dan tiga narasumber yang telah dipilih oleh peneliti. Pengambilan informan dilakukan melalui purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif penerapan inner beauty sebagai standar melanggar standar kecantikan fisik mahasiswi terbagi menjadi dua yaitu motif karena dan motif karena. Motif ini menitikberatkan pada tujuan untuk mencapai sesuatu sedangkan motif karena menitikberatkan pada alasan dan penyebab orang tersebut melakukan sesuatu agar percaya diri, bisa hidup tenang, aman, mendapatkan keadilan bagi semua perempuan, lebih menarik, menyenangkan. Pengalaman mahasiswa yang mengaplikasikan inner beauty memiliki pengalaman membanggakan diri, dapat menjadi lebih percaya diri dan dapat membuat orang tertarik. Sedangkan mahasiswa memaknai inner beauty sebagai kecantikan yang tampak dalam diri, sebagai kebaikan yang muncul dari hati dan dimaknai sebagai sifat baik dan kepribadian yang baik.
Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Dalam Mensosialisasikan Moderasi Beragama Zikri Fachrul Nurhadi; Ummu Salamah; Olih Solihin; Sahra Berlianti
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v22i1.8845

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyak terjadi penyimpangan keagamaan di dalam agama Islam yang dilakukan oleh oknum mengatasnamakan agama. Apalagi didukung dengan emosional yang menyangkut keagamaan sehingga menyebabkan pelanggaran moderasi beragama. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan tentang penyuluh agama sebagai agen moderasi beragama dalam mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan metoda, dan penggunaan media. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peyuluh agama sejalan dengan 4 tahap strategi komunikasi yaitu 1) mengenal khalayak pada aspek kondisi pengetahuan melalui pendekatan dengan tokoh masyarakat dan karakteristik masyarakat; 2) menyusun pesan pada aspek attention menjabarkan pentingnya moderasi beragama, memperhatikan penampilan menarik, kisah hidup Rasul, pada aspek desire menjadi masyarakat moderat, pada aspek action mencari titik permasalahan, diskusi, peta dakwah, sosialisasi, monitoring, dan bekerjasama dengan kepolisian; 3) Menetapkan metoda pada aspek redundancy Al-Qur’an, meniru K.H Ahmad Dahlan, improvisasi, dan penguatan materi, pada aspek canalizing pencucian otak, mengasingkan diri, masyarakat moderat, pada aspek informatif melakukan dialog, pada aspek persuasif mengajak dan mempengaruhi pola piker; 4) seleksi dan penggunaan media pada aspek kebutuhan khalayak pada aspek kebiasaan khalayak dengan menggunakan  media sosial serta Bulletin Khutbah Jum’at sebagai fungsi atau bagian dari strategi komunikasi.
Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Dalam Mensosialisasikan Moderasi Beragama Zikri Fachrul Nurhadi; Ummu Salamah; Olih Solihin; Sahra Berlianti
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v22i1.8845

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyak terjadi penyimpangan keagamaan di dalam agama Islam yang dilakukan oleh oknum mengatasnamakan agama. Apalagi didukung dengan emosional yang menyangkut keagamaan sehingga menyebabkan pelanggaran moderasi beragama. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan tentang penyuluh agama sebagai agen moderasi beragama dalam mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan metoda, dan penggunaan media. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peyuluh agama sejalan dengan 4 tahap strategi komunikasi yaitu 1) mengenal khalayak pada aspek kondisi pengetahuan melalui pendekatan dengan tokoh masyarakat dan karakteristik masyarakat; 2) menyusun pesan pada aspek attention menjabarkan pentingnya moderasi beragama, memperhatikan penampilan menarik, kisah hidup Rasul, pada aspek desire menjadi masyarakat moderat, pada aspek action mencari titik permasalahan, diskusi, peta dakwah, sosialisasi, monitoring, dan bekerjasama dengan kepolisian; 3) Menetapkan metoda pada aspek redundancy Al-Qur’an, meniru K.H Ahmad Dahlan, improvisasi, dan penguatan materi, pada aspek canalizing pencucian otak, mengasingkan diri, masyarakat moderat, pada aspek informatif melakukan dialog, pada aspek persuasif mengajak dan mempengaruhi pola piker; 4) seleksi dan penggunaan media pada aspek kebutuhan khalayak pada aspek kebiasaan khalayak dengan menggunakan  media sosial serta Bulletin Khutbah Jum’at sebagai fungsi atau bagian dari strategi komunikasi.
KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MENANGANI KECEMASAN ANAK DALAM MENGGUNAKAN SMARTPHONE Rifaa Hikmah Fauziyyah; Alya Falliska; Alan Suryadi; Zikri Fachrul Nurhadi
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v3i2.290

Abstract

Pemicu terjadinya kecemasan yang merusak pola komunikasi anak dengan lingkungan sosialnya bagaimana komunikasi anak yang sudah mengalami kecemasan bagaimana orang tua menangani anak yang mengalami kecemasan akibat smartphone, bagaimana orang tua berkomunikasi dengan anak yang kecanduan smartphone dengan maksud mencai jalan keluar agar anak dapat kembali berkomunikasi dengan jelas bersama orang tuanya penelitian kualitatif deskriptif untuk menjelaskan fenomena sejelas mungkin. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Masalah yang dipelajarinya adalah komunikasi orang tua untuk mengatasi kecemasan anak akibat penggunaan smartphoneterdapat 3 kategori yaitu, Pola komunikasi Permissive, Pola komunikasi authoritarian, Selanjutnya pola komunikasi authoritative. Pola komunikasi authoritative sejalan dengan informan yang peneliti wawancara, dimana mereka memberikan akses terbuka terhadap smartphone dengan ketentuan yang disepakati bersamaDalam pembahasan indikator struktur media, diketahui bahwa orang tua turut membantu memilih dan memilah konten yang di akses oleh anak di smartphone mereka. Pada aspek etika media, peneliti mendapatkan bahwa orang tua memberikan hukuman kepada anak mereka yang melanggar atau mengakses konten yang tidak pantas. Hambatan semantik terjadi akibat proses salah tafsir antara orang tua dan anak, adanya komunikasi nonverbal yang dikomunikasikan orang tua disalah pahami oleh anak.
ANALISIS SEMIOTIKA PESAN MORAL DALAM DRAMA KOREA "MOVE TO HEAVEN" Hasna, Alifah; Rahma , Aqsya; Nurdiyatnika, Rizal; Zikri Fachrul Nurhadi
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drama "Move To Heaven" merupakan drama korea yang di angkat dari buku karya Kim Sae Byul yang berjudul “Things Left Behind”, diproduksi oleh Netflix yang menceritakan tentang pekerja penghapus trauma atau pembersih TKP. Banyak sekali hal-hal baru yang didapat sehingga penonton penasaran dan mempelajari mengenai nilai-nilai kehidupan dari potongan adegan pada film tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna denotasi, konotasi, dan mitos dari drama korea “Move To Heaven”. Penelitian analisis semiotika dalam drama "Move To Heaven" dapat memberikan manfaat untuk memperluas pemahaman kita tentang pengaruh drama dan narasi dalam menyampaikan pesan moral yang dilihat pada makna denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah streaming melalui aplikasi Netflix. Peneliti bertindak sebagai sarana penelitian dengan memakai alat bantu smartphone dan catatan pengamatan (field note). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna denotasi dalam drama ini berkaitan dengan tanggung jawab sebuah pekerjaan dalam setiap kasus yang diambil. Makna konotasi dalam drama ini terkait dengan pengalaman emosional dan refleksi tentang kehidupan, kematian, dan hubungan manusia. Peneliti memperoleh beberapa pesan moral dalam drama ini yaitu bagaimana kita menghargai dan tidak menganggap rendah setiap pekerjaan yang dimiliki orang lain.
MAKNA SIMBOLIK SUNDA WIWITAN DALAM TRADISI MEUNGKEUT BUMI Yayang Dwi; Ranti Pebrianti Ranti; Dede Fatimah Deffa; Zikri Fachrul Nurhadi
Commed Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 7 No. 2 (2023): COMMED : Jurnal komunikasi dan media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by problems from culture in the beliefs of Sunda Wiwitan which require the existence of the "Meungkeut Bumi" tradition in the pre-marital process. The research method used in this research is descriptive research method with a qualitative approach and data collection is done through participant observation, in-depth interviews, literature studies and documentation. The theory used in this study is the ethnographic theory by Prof. Engkus Kusworno, communication ethnography is a theory that examines the role of language in communicative behavior in different societies. The theoretical assumptions include speech communities, communication activities, communication components, communication competencies and language varieties. The results of this study explain that "Sunda Wiwitan's Symbolic Meaning in the Mengkeut Bumi Tradition" is a procession which means uniting two women and men by tying a yellow and white shawl which also means that they have made promises to each other to step into marriage. The color on the yellow shawl means wind and the white shawl means water. Sunda Wiwitan is a sect adhered to by the indigenous Sundanese people or the original Sundanese religion. The Sunda Wiwitan community is spread across West Java, one of which is in Kampung Pasir, Cintakarya Village, Samarang District, Garut Regency.
Manajemen Komunikasi Special Event Gebyar Pesona Budaya Garut 2023 Sarah Anisa Askari; Muhammad Aditya Pratama; Zikri Fachrul Nurhadi
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2402

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengetahui tahapan manajemen untuk menggagas sebuah event yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Fase-fase tersebut menjadi tolak ukur efektifitas Gebyar Pesona Budaya Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan analisis situasi, penyusunan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Theory Four-Step Process of Public Relations of Cutlip, Center & Boom (Empat Langkah Strategi PR). Teori ini menjelaskan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang Public Relations dalam melakukan setiap aktivitasnya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dilakukannya riset komprehensif untuk merencanakan event Gebyar Pesona Budaya Garut. Riset melibatkan pencarian data secara menyeluruh melalui observasi, wawancara mendalam, studi literatur dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis situasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut beberapa bulan sebelum acara berhasil memeriahkan Hari Jadi Garut dengan merancang strategi komunikasi yang baik, sedangkan penyusunan srategi yang dirancang berhasil menarik perhatian masyarakat Garut ataupun luar Garut, implementasi dari perencanaan strategi awal berhasil membuat acara Hari Jadi Garut ini semakin kental dengan adat dan budayanya dengan penyusunan acara yang terstruktur dan komunikasi yang efektif, terakhir evaluasi yang dilakukan dengan berbagai stakeholders menunjukkan bahwa acara Hari Jadi Garut ini meskipun terdapat hambatan tetapi acara ini tetap berhasil dan sesuai dengan rencana awal. Event ini berfungsi sebagai ajang promosi untuk Kabupaten Garut dan memperkenalkan seni budaya daerah tersebut. Peneliti merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk mendalami analisis dampak ekonomi, sosial, dan budaya dari event seperti Gebyar Pesona Budaya Garut, serta menggali strategi komunikasi yang lebih efektif untuk mencapai audiens yang lebih luas dan beragam.
Co-Authors Abde Rizky Supriadi Abdul Rofi Abdurazaq, Fauzan Achmad Wildan Achmad Wildan Kurniawan Achmad Wildan Kurniawan, Achmad Wildan Adnan, Adnan Suryana Putra Adrian, Yulia Agi Sugiana Agung Nugraha Ain Naya, Pramedistiyani Noer Al Febrian, Arreihan Alam, Hikmatul Alan Suryadi Alfariz, Rifki AlFath, Argiansyah Nurul Alifia, Nesa Nazwa Alim, Muliyati Mat Alya Falliska Angel Purwanti Anggraeni, Ine Annisa Husnusyifa Aris Munandar Arya Yusuf Alwafi Astri Rayna Ayies Devin Seftian Azni, Ensa Agnia Budiman, Tarisa Yuliantini Citta, Givania Diwiya Dalilah, Putri Aulia Dasrun Hidayat Dede Fatimah Deffa Desi Sapitri, Desi Desmardi, Azmaluna Beladien Desyya Fira Ayutria Detya Wiryany Devi Devi Prayoga Dwi Novianti Rusliani Dwiky Maulana Vellayati Dzikri Rachman Effendi Agus Waluyo Erfan, Muhamad Ermawati, Rida Ermawati Fadhilah, Muhammad Ilham Fajar Adi Fakhiri, Hamzah Nurrifqi Farida Hariyati Farida Hariyati Farras Raihan Nadhir Fatimah, Dede Fauzaan, Ryan Ardhiansyah Nur FEBRIANTI, Ranti Febrina, R. Ismira Fhuzy Nurul Fatmala Fitria, Nadia Salsa Ghassani, Fildzah Haidar Ali Hardan Adha Apriana Hardini Febrianti Hariyati, Farida Hasibuan, Hanis Syafikoh Hasna, Alifah Haulah, Raden Ajeng Fidia Hendrawan, Heri Hendrawan, Mahardika Raihan Hermawandi, Yandi Hilma Parentza Husnusyifa, Annisa Ibrahim, Wikal Fadlian Iis Zilfah Adnan, Iis Zilfah Ine Anggraini Irene Svinarky Jufri, Muhammad Taher Kenny Kharismawati Khoeroni, Ulfah Siti Khoerunisa, Dhina Kundori Kundori Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Latifah, Hanny Latifah, Hanny Lestari, Mutia Rahmi Astri Livia Ayu Safitri Mardiani, Melia Fitri Marviana, Dita Mawarni, Amelia Putri Melawati Melvina, Yayang Dwi Mogot, Yuni Dahlia Yosepha Moh. Jafas Febrianto Mohammad Firmansyah Bratadiredja Muhamad Rizaludin Muhammad Aditya Pratama Muhammad Alfian Gustira Mujianto, Haryadi Muslim . Muzaqi Hersandi, Revy Nabila, Vina Naya, Pramedistiyani N Ain Nofha Rina Novie Susanti Suseno Nur afrian P, Ganthira Nuraeni Nuraeni Nurasyfa, Eva Siti Nurdiyatnika, Rizal Nurfadilah, Fitri Nurwijayanti Olih Solihin Olih Solihin Olih Solihin Olih Solihin Olih Solihin Partiwi, Resty Mustika Permana, Adinda Ayisyahni Puri Haraz Alifia Puri Haraz Alifia Purnama, Feri Putri, Dinda Apriliani Rachmawati Widyaningrum Rahma , Aqsya Rahma Safitri Rahman, Sani Rahmanurwahidah, Rahmanurwahidah Ramdhani, Moch Juandi Ranita, Dian Ranti Pebrianti Ranti Ranti Rahmawati Raturahmi, Leadya Raudya Putri Damayanti Resty Mustika Pratiwi Reza Rizkina Taufik Ridian Gusdiana Rifaa Hikmah Fauziyyah Rina Sovianti Rindiani, Reza Noersyifa Rizka Aditriyana, Muhamad Rizki Munggaran Rusliani, Dwi Novianti Sahara, Hatri Sahharon, Hamizah Sahra Berlianti Salsa, Ghina Salsabila, Gina Salwa Salbina Gustiandi Sarah Anisa Askari Saraswati Sidiq Satia Rahmawati, Lusi Septiani, Amelia Zahwa Setianto, Arya Shahana, Raisha Siti, Rd Marjan Soraya, Adinda Sri Widya , Novia Suryana Putra, Adnan Suseno, Novie Susanti Syaidah Nurhalimah Syalsa Syabila Putri Tabitha Hemastuti Tajkiatunnufus, Taza Tarmidzi, Nur'aeni Tias, Dhea Ayuning Tommy Ismail R M Utami Dewi S.Y, Rosanti Winda Rahmawati Winda Wulandari, Winda Yasmin, Nada Kamelya Yayang Dian Muldan Yayang Dwi Yulia Adrian Yulia Yulistina Yuni Mogot Yuni Mogot Yuniar, Niva Citra Yunira, Tria