Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : civil engineering for community development

Konservasi vegetatif kendalikan aliran permukaan daerah resapan mata air Restu Wigati; Enden Mina; Woelandari Fathonah; Rama Indera Kusuma; Rifky Ujianto; Soelarso Soelarso; Bambang Adhi Priyambodho; Soedarsono Soedarsono; Heri Mulyono
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.17244

Abstract

Idealnya suatu daerah yang memiliki aset serta potensi sumber air bersih berasal dari mata air perlu adanya upaya perlindungan fungsi mata air untuk tetap berkelanjutan, salah satunya dengan melakukan kegiatan konservasi vegetatif. Kegiatan konservasi vegetatif dilakukan di sekitar mata air Cinyusu di Desa Tamansari Kabupaten Serang dengan menanam 120 bibit pohon. Bibit pohon yang ditanam adalah pohon jati bongsor (Anthocephalus cadamba); pohon mahoni (Swietenia mahagoni); pohon kayumanis (Cinnamomum verum); pohon kayu ulin (Eusideroxylon zwageri); dan pohon sengon (Albizia chinensis) yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten. Metode pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) diterapkan dengan mengikutsertakan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan serta memotivasi masyarakat luas untuk sama-sama bergerak mensosialisasikan manfaat penanaman pohon. Kegiatan konservasi vegetatif mampu menyelamatkan mata air Cinyusu dari zat berbahaya serta bakteri sehingga terpelihara kualitasnya. Memberikan dampak terhadap proses resapan air ke dalam tanah agar dapat memicu munculnya mata air baru sehingga keberadaannya selalu tersedia sepanjang waktu. Ideally, an area with assets and potential sources of clean water from springs needs to protect the function of the springs from remaining sustainable, one of which is by carrying out vegetative conservation activities. Vegetative conservation activities were carried out around the Cinyusu spring in Tamansari Village, Serang Regency, by planting 120 tree seedlings. Tree seeds planted are big teak trees (Anthocephalus cadamba); mahogany trees (Swietenia mahagoni); cinnamon trees (Cinnamomum verum); trees ironwood (Eusideroxylon zwageri); tree sengonAlbizia chinensis) obtained from the Forestry and Plantation Service of Banten Province. Approach method Asset-Based Community Development is applied by involving the community to care about the environment and motivating the wider community to move together to socialize the benefits of tree planting. Vegetative conservation activities can save Cinyusu springs from harmful substances and bacteria to maintain their quality. It impacts the process of water infiltration into the ground so that it can trigger the emergence of new springs so that their presence is always available.
Edukasi masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri melalui konsep pemasangan vertical garden bangunan hunian Dwi Esti Intari; Rifky Ujianto; Nuniek Hermita; Rindu Twidi Bethary; Ngakan Putu Purnaditya
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering for Community Development
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i1.16526

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan fisik di Kota Serang menimbulkan tantangan bagi pemerintah, salah satunya adalah pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Tujuan utama pengembangan RTH yaitu menyediakan udara yang bersih, menampung air hujan, serta menjadikan kota lebih estetik, asri, dan rapi sehingga masyarakat memiliki tempat terbuka yang nyaman dan sehat. Namun, lahan untuk pengembangan ruang-ruang terbuka hijau semakin sedikit. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menerapkan infrastruktur hijau adalah vertical garden. Selain itu, konsep infrastruktur hijau pada bangunan dapat dicapai dari berbagai aspek, diantaranya memanfaatkan sinar matahari, arah angin, dan vegetasi. Penggunaan vertical garden dapat menjadi solusi sebagai upaya menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi pemberian pemahaman dengan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan terkait tentang pembuatan vertical garden di bangunan hunian. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan asri. Kegiatan ini dilakukan di kawasan perumahan Persada Banten Kelurahan Teritih Kecamatan Walantaka. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai vertical garden pada bangunan hunian. The increase in population and physical development in Serang City poses challenges for the government, one of which is the development of green open spaces (RTH). The main objectives of developing green open spaces are to provide clean air, collect rainwater, and make the city more aesthetic, beautiful, and neat so that people have comfortable and healthy open spaces. However, there is less and less land for the development of green open spaces. Vertical gardens are one of the alternatives used to implement green infrastructure. In addition, the concept of green infrastructure in buildings requires various aspects, including sunlight, wind direction, and vegetation. The use of Vertical Gardens can be a solution to create a healthy and beautiful home environment. The method of implementing service activities includes providing an understanding through socialization, training, and related assistance about making vertical gardens in residential buildings. The primary purpose of this socialization is to create a healthy and beautiful home environment. This service activity was carried out with a socialization approach and was carried out in the housing area of Persada Banten, Teritih Village, Walantaka District. The results of this activity are expected to provide knowledge and understanding of the community about vertical gardens in residential buildings.
Implementasi kampung berwawasan lingkungan melalui penyebaran e-poster lingkungan hidup di Kelurahan Pajang Kota Tangerang Fathonah, Woelandari; Mina, Enden; Kusuma, Rama Indera; Wigati, Restu; Ujianto, Rifky; Budiman, Arief; Priyambodho, Bambang Adhi; Arum, Amalia Syarifah; Setiawati, Dwi Novi
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i2.22072

Abstract

Kampung berwawasan lingkungan merupakan bagian penting dari upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat desa adalah membagikan e-poster lingkungan hidup. Kegiatan ini bertujuan untuk menguraikan penerapan praktik kampung berwawasan lingkungan melalui penyebaran e-poster sehingga dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Kelurahan Pajang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Metode yang digunakan adalah metode observasi (pengamatan langsung) di lapangan kemudian mendesain e-poster berkaitan dengan lingkungan hidup untuk dibagikan kepada warga setempat. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah penyebaran e-poster cukup efektif terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Environmentally friendly villages are an important part of preserving the environment and sustainable development. One way to increase environmental awareness at the village level is to distribute environmental e-posters. This activity aims to explain the implementation of environmentally sound village practices through the distribution of e-posters to increase residents' awareness of the environment. This service activity occurred in Pajang Village, Tangerang City, Banten Province. The method used is the observation method (direct observation) in the field and then designing e-posters related to the environment to be distributed to residents. The result of the service activities is that the distribution of e-posters is quite effective in increasing community participation in environmental conservation efforts.
Rekomendasi Teknis Pemugaran Struktur dan Situs Heritage Makam Kapiten Cina Oey Kiat Tjin, Kota Tangerang Syahid, Mushab Abdu Asy; Subekti, Subekti; Darwis, Zulmahdi; Priyambodho, Bambang Adhi; Ujianto, Rifky; Baehaki, Baehaki
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v1i2.25033

Abstract

Pelindungan dan pengembangan struktur dan situs warisan budaya (heritage)  di Indonesia untuk kepentingan agama, pendidikan, dan pariwisata membutuhkan perhatian teknis demi mempertahankan keberlanjutan dan keberdirian wujud fisiknya. Artikel ini menjelaskan implementasi kepakaran disiplin ilmu rekayasa struktur-konstruksi dan arsitektur melalui pembantuan konsultasi praktik preservasi dan konservasi objek Cagar Budaya di Makam Kapiten Cina Oey Kiat Tjin di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi konseptual dan teknis sebagai landasan ilmiah sebelum pemugaran, meliputi penataan area makam, restorasi bangunan makam, dan rehabilitasi nisan. Metode observasi dan kunjungan lapangan melibatkan ekskavasi, dokumentasi, dan diskusi selaku narasumber kegiatan yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Kemendikbudristek. Program ini akan bermanfaat untuk pemerintah daerah dan masyarakat umum selaku agen pelestari warisan budaya komunitas Cina Benteng di Kota Tangerang.
Sosialisasi pengetahuan kasus perundungan (bullying) pada anak sekolah dasar di Desa Cibuah Kusuma, Rama Indera; Mina, Enden; Fathonah, Woelandari; Wigati, Restu; Ujianto, Rifky; Abdurrohim, Abdurrohim; Aditya, Zulfan
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i2.21822

Abstract

Desa Cibuah berada di Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Mata pencaharian penduduknya sebagian besar bergerak dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Kegiatan Pendidikan yang ada di Desa Cibuah yaitu kelompok bermain (playgroup), TK, SD, SMP, dan SMA. Salah satu fenomena interaksi antar siswa di sekolah yang kadang dianggap lumrah oleh hampir seluruh manajemen sekolah ataupun masyarakat yaitu perundungan. Padahal, perundungan merupakan tindakan destruktif. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi mengenai kategori tindakan-tindakan perundungan kepada masyarakat khususnya manajemen sekolah yang ada di Desa Cibuah. Sosialisasi ini dilaksanakan di SDN 1 Cibuah, dengan narasumber dari pihak BKKN Kabupaten Lebak. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan perhatian masyarakat dan manajemen sekolah terhadap kegiatan perundungan sehingga dapat dicegah agar dapat menciptakan aktivitas kegiatan pendidikan yang kondusif. Cibuah Village is in Warunggunung District, Lebak Regency, Banten Province. Most of the population's livelihoods are in the agricultural, fishing, and livestock sectors. Educational activities in Cibuah Village are playgroups, kindergarten, elementary school, middle school, and high school. One phenomenon of interaction between students at school, which is sometimes considered normal by almost all school management and society, is bullying. Bullying is a destructive act. Therefore, it is necessary to disseminate information about the categories of bullying actions to the community, especially school management in Cibuah Village. This socialization was done at SDN 1 Cibuah with resource persons from the Lebak Regency BKKN. It is hoped that this socialization activity can raise the attention of the community and school management towards bullying activities so that they can be prevented to create conducive educational activities.
Pemanfaatan Bambu pada Hand Railing di Akses Wisata Curug Leuwi Jatatan Suzanti, Wiwien; Maddeppungeng, Andi; Ujianto, Rifky; Damanik, Mariana Feronica; Nabila, Firyaal; Nofiana, Tiara; Kurniawan, Feri
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v3i2.29048

Abstract

Desa Bantarwangi merupakan desa disemenanjung Kabupaten Serang. Desa Bantarwangi memiliki luas wilayah sebesar 3099 ha desa di semenanjung Kabupaten Serang letaknya yang berdekatan dengan laut menjadi daya ikat masyarakat luas untuk melakukan kegiatan berlibur maupun rekreasi. Curug Leuwi Jatatan yang berada di Desa Bantarwangi tepatnya di Kampung Calung yang juga merupakan sumber kegiatan cuci kakus bagi warga Desa Bantarwangi. Potensi Desa yang kaya akan kawasan wisata sudah seharusnya diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat terutama pada akses jalan dan fasilitasnya. Penting diperhatikan dalam hal ini adalah akses menuju Kawasan Curug Leuwi Jatatan dimana akses jalan yang terjal dan curam menjadi perhatian bagi civitas akademik. Berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Bina Bangsa berkontrubusi untuk masyarakat Desa Bantarwangi dengan membangun Hand Railing atau pagar tangan yang berbahan dasar bambu sebagai penunjang keselamatan pengunjung Curug Leuwi Jatatan menjadi tujuan pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggunakan metode Plugin/ Bolt Connection yang merupakan sambungan batang yang saling bersilangan diharap pemanfaatan bambu ini dapat dirasakan oleh masyarakat maupun pengunjung. Semoga dengan adanya karya dari civitas akademik ini dapat bermanfaat dan menjadi bentuk karya yang alami dari alam untuk alam serta dirasakan oleh masyarakat maupun pengunjung Curug Leuwi Jatatan.
REVITALISASI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH KHUSUS DI KABUPATEN LEBAK Rindu Twidi Bethary; Dwi Esti Intari; Rifky Ujianto; Woelandari Fathonah; Mush'ab 'Abdu Asy Syahid; Subekti Subekti; Bayu Krisna Wisnulingga; Iqbal Syaichurrozi
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 5, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/cecd.v5i1.41315

Abstract

Kebijakan strategis pemerintah dalam menyamaratakan dan meningkatkan kualitas sarana prasarana pada jenjang pendidikan dasar salah satunya diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada sekolah luar biasa (SLB). Pengabdian kepada masyarakat melalui revitalisasi dengan tujuan utama memastikan bahwa revitalisasi infrastruktur SLB dilaksanakan secara tepat mutu, waktu, dan sasaran, serta mampu meningkatkan kapasitas teknis satuan pendidikan dalam mengelola pembangunan secara mandiri dan akuntabel. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan partisipatif dan berbasis solusi yang dilaksanakan SkhN 03 Lebak selama 6 bulan dimulai dari bulan Juli 2025 sampai dengan Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah, survei kondisi fisik bangunan, pengukuran dimensi bangunan serta analisa kesesuaian jadwal dan anggaran biaya. Melalui kegiatan pengabdian ini perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan pendampingan yang profesional, akuntabel, dan tepat waktu kepada satuan pendidikan penerima bantuan. Sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak, sehingga berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Co-Authors Abdurrohim, Abdurrohim Aditya, Zulfan Ahmad Fauzan Ardiansyah Akbar, Bagus Istigosah Andi Maddeppungeng Annisa Rahman Tabrani Putri Arum, Amalia Syarifah Ashidiq, Alifian Taufiq Ashidiq, Alifian Taufiq Asy Syahid, Mush'ab 'Abdu Asyiah, Siti Asyiah, Siti Asyiah, Siti Asyiah, Siti Baehaki, Baehaki Bambang Adhi Priyambodho Bayu Krisna Wisnulingga Budiman, Arief Budiman, Arief Damanik, Mariana Feronica Damanik, Mariana Feronica Damanik, Mariana Feronica Damanik, Mariana Feronica Darwis, Zulmahdi Dharmawan, Yoga Dwi Esti Intari Dwi Novi Setiawati Dwi Novi Setiawati Enden Mina, Enden Enjelina, Ella Fahrus Sabri Fathonah, Woelandari Gibran, Achmad Graciela Febriyanti Zulfa Haryadi Haryadi Hendrian Budi Bagus Kuncoro Hendrian Budi Bagus Kuncoro Heri Kusharyanto Heri Mulyono Intari, Dwi Esti Intari, Dwi Esti Intari, Dwi Esti Intari, Dwi Esti Iqbal Syaichurrozi Irlana, Zidan Ivandhika Rizal Ardiansyah Kulsum Kulsum Kurniawan, Feri Maddeppungeng, Andi Maddeppungeng, Andi Maddeppungeng, Andi Maddepunggeng, Andi Mariana Feronica Damanik Marsa Fella Mina, Enden Mina, Enden Muhammad Abdullah Mush'ab 'Abdu Asy Syahid Mush'ab 'Abdu Asy Syahid Mushab Abdu Asy Syahid Nabila, Firyaal Ngakan Putu Purnaditya Ngakan Putu Purnaditya Nuniek Hermita Priyambodho, Bambang Adhi Priyambodho, Bambang Adhi Priyatno, Yusup Qurrotul Milania Rama Indera Kusuma Restu Wigati Restu Wigati Restu Wigati, Restu Rindu Twidi Bethary, Rindu Twidi Sarrobi Kamal Setiawati, Dwi Novi Setiawati, Dwi Novi Setiawati, Dwi Novi Setiawati, Dwi Novi Siti Asyiah Siti Asyiah Soedarsono Soedarsono Soelarso Soelarso, Soelarso Subekti Subekti Subekti, Subekti Suzanti, Wiwien Syahid, Mush'ab Abdu Asy Syahid, Mushab Abdu Asy Syahid, Mushab Abdu Asy Syarahbil, Syarahbil Tiara Nofiana Wigati, Restu Wigati, Restu