Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Matematika Berbantuan Spreadsheet pada Materi Grafik Fungsi Silfanus Jelatu; Ricardus Jundu; Kanisius Mandur; Fulgensius Efrem Men
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2020): September 2020 - Februari 2021
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/jmpm.v5i2.2104

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, perangkat komputer berupa spreadsheet dapat berperan sebagai alat bantu belajar siswa serta sumber belajar bagi guru agar pembelajaran menjadi lebih optimal. Spreadsheet telah meluncurkan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan sebagai media dinamis yang dapat mensimulasikan konsep matematika selain operasi aljabar, yakni visualisasi grafik fungsi kuadrat. Melalui penelitian pengembangan, peneliti terdorong untuk mengimplementasikan pembelajaran matematika yang terintegrasi media spreadsheet demi tercapainya pemahaman tentang grafik fungsi secara optimal. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan/Research and Development (R&D). Pembuatan media pembelajaran mengacu pada model pengembangan Plomp. Subjek penelitian ini siswa kelas X SMA. Selain itu, terdapat dua subjek lain yaitu validator dan guru. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran matematika berbantuan spreadsheet memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP PADA MATEMATIKA DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP DI KECAMATAN LANGKE REMBONG Valeria Suryani Kurnila; Yohana Susanti Sunarti Danto; Ricardus Jundu; Silfanus Jelatu
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.5898

Abstract

Abstrak: Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap pada matematika dengan pemahaman konsep matematika Siswa SMP di Kecamatan Langke Rembong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 4 Langke Rembong yang berjumlah 196 siswa. Kemudian sampel dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 66 siswa.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan tes. Angket digunakan untuk memperoleh data sikap siswa terhadap pembelajaran matematika. Tes digunakan untuk memperoleh data pemahaman konsep matematika siswa. Sebelum data dianalisis secara iferensial, dilakukan uji prasyarat analisis terlebih dahulu, yang meliputi uji normalitas dan uji linearitas. Hasil pengujian menunjukkan data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan berpola linear. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan korelasi Product Moment. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap pada matematika dengan pemahaman konsep matematika siswa SMP di Kecamatan Langke Rembong Besarnya sumbangan sikap siswa pada matematika terhadap pemahaman konsep  matematika siswa adalah  sebesar  20,25% dan sisanya 79,75% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.                                                                                                     Kata Kunci: sikap pada matematika, pemahaman konsep matematikaAbstract: The research aimed to determine the correlation between attitudes toward mathematics and students’ understanding of mathematical concepts in Langke Rembong District, NTT, Indonesia. This study was correlational research. The population in this study was196 eight grade students of SMPN 4 Langke Rembong. Then, the sample was selected by using the Simple Random Sampling technique and obtained a total sample of 66 students. Data collection techniques were carried out by questionnaire and test. The questionnaire was used to obtain data on student’s attitudes toward mathematics learning. Tests were used to obtain data on students’ understanding of mathematical concepts. Before the data was analyzed by using inferential statistic, the prerequisite analysis test was performed which includes the normality test and linearity test. The test results showed that the data was normally distributed and had linear patterns. After that, Product Moment correlation was used in hypothesis testing.  The results of this study showed that there was a positive and significant correlation between attitudes toward mathematics and the understanding of the mathematical concept of junior high school students in Langke Rembong District. The magnitude of the contribution of students' attitudes toward mathematics to students' understanding of mathematical concepts is 20.25%, and the remaining 79.75% is determined by other factors that did not include in the research.Keywords: attitudes in mathematics, understanding of mathematical concepts
Konstruksi Tes High Order Thinking Skills (HOTS) bagi Guru-Guru Matematika SMP di Manggarai Timur Silfanus Jelatu; Kanisius Mandur; Alberta Parinters Makur; Fransiskus Nendi; Bedilius Gunur
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 2 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v10i2.3070

Abstract

Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan soal HOTS dalam seiap proses evaluasi pembelajaran. Pengembangan tentang HOTS saat ini menjadi pusat perhatian pendidikan dan pada bagian tertentu, kurikulum untuk matematika sekolah menengah telah bergeser pada pengembangan berpikir HOTS. Kegiatan ini dilakukan kepada guru-guru matematika SMP di kabupaten Manggarai Timur. Tujuannya adalah agar mereka dapat memahami apa itu HOTS serta bagaimana menyusun soal HOTS. Metode pelaksanaan program adalah melakukan pelatihan berupa pengenalan HOTS, cara menyusun soal HOTS, dan menelaah soal-soal yang dihasilkan oleh para guru. Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan lima dosen yang berasal dari program studi pendidikan matematika STKIP Santu Paulus. Hasil dari penelaan soal menunjukkan bahwa semua peserta memahami apa itu HOTS dan berhasil menyusun soal HOTS sesuai dengan prosesur penyusunan soal HOTS. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara semua peserta menyatakan menyukai kegiatan pelatihan yang dibawakan oleh tim. Salah satu rekomendasi dan komitmen bersama dari kepala sekolah dan para guru setelah kegiatan ini adalah mewajibkan menyusun soal HOTS pada setiap proses evaluasi pembelajaran.
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN ASSESMEN BERBASIS KELAS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Eufrasia Jeramat; Fransiskus Nendi; Silfanus Jelatu; Alberta Parinters Makur; Yohanes Kumiawan
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4 No. 1 November 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.535 KB) | DOI: 10.17977/um025v4i12019p022

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the implementation of class-based assessments in Langke Rembong Secondary School viewed from the context, input, process, and product (CIPP) variables. This research includes quantitative evaluative analysis. The sample in this study was the principal: Deputy headmaster, teachers of Mathematics, and Natural Sciences courses. Data was collected using interviews, observation, and documentation. Data analyzed by descriptive analysis. Determine the effects of implementing a class-based assessment, the raw score is transformed into a T-score then verified into the Glickman prototype. Results of the reviews that the performed of class-based assessments in SMP Negeri II Langke are relatively active seen from the variables of context, input, process, and input with the results in quadrant III (+ - + +). There is because the CIPP evaluation used refers to the assessment standard. The researcher suggested that in the future, the teacher of Langke Rembong Junior High School II should always improve their competencies and resources through training activities. Keywords: Class-Based Evaluation;  Implementation; Assessment Study Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan penilaian berbasis kelas di Sekolah Menengah Langke Rembong dilihat dari variabel konteks, input, proses, dan produk (CIPP). Penelitian ini termasuk analisis evaluatif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala sekolah: Wakil kepala sekolah, guru Matematika, dan kursus Ilmu Pengetahuan Alam. Data dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis deskriptif. Menentukan efek dari penerapan penilaian berbasis kelas, skor mentah diubah menjadi skor-T kemudian diverifikasi ke dalam prototipe Glickman. Hasil review yang dilakukan penilaian berbasis kelas di SMP Negeri II Langke relatif aktif dilihat dari variabel konteks, input, proses, dan input dengan hasil di kuadran III (+ - + +). Ada karena evaluasi CIPP yang digunakan mengacu pada standar penilaian. Peneliti menyarankan bahwa di masa depan, guru SMP II Langke Rembong harus selalu meningkatkan kompetensi dan sumber daya mereka melalui kegiatan pelatihan.
Respon Mahasiswa Terhadap Penyelesaian Soal Koneksi Matematis Melalui Taksonomi Fink Kanisius Mandur; Fransiskus Nendi; Fulgensius Efrem Men; Silfanus Jelatu
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v7i1.8973

Abstract

Student response is an important aspect of learning because it helps educators understand student development. One of the frameworks used to analyze student responses to cognitive, affective, and metacognitive aspects is the Fink taxonomy. This study aims to find patterns of student response rates in solving mathematical connection through Fink's taxonomy. This research method is qualitative. The data collected were data on the ability of mathematical connections to measure student responses to cognitive and metacognitive aspects taken using test instruments as well as data on social and caring dimensions to measure student responses to affective aspects that were taken using questionnaires. The results of this study are student responses at the basic knowledge level of 18.42%, application of 12.79%, integration of 12.22%, social dimensions 23.28%, caring aspects of 22.34%, and metacognitive 10.95. % and student response results at the level of basic knowledge of 18.94%, application of 13.16%, integration of 11.23%, social dimensions 23.87%, caring aspects of 22.78%, and metacognitive of 10.02%. Student responses to cognitive, affective, and metacognitive aspects provide an overview for educators to pay attention to students' abilities and attitudes in building knowledge independently on a subject matter.
Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Adrianus Akuila Jeheman; Bedilius Gunur; Silfanus Jelatu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.454

Abstract

AbstrakPemahaman konsep matematika masih rendah di kalangan pelajar baik pada tingkat dasar maupun menengah. Penggunaan pendekatan pembelajaran harus menjadi perhatian utama untuk memperoleh pemahaman konsep yang baik. Pendekatan Matematika Realistik (PMR) dapat dijadikan sebagai solusi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan PMR lebih baik dibandingkan dengan pemahaman konsep matematika yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Posttest-Only Group Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Widya Bhakti Ruteng yang berjumlah 95 orang. Pengambilan sampel kelas dilakukan menggunakan teknik random sampling yang diawali dengan pengujian kesetaraan kelas. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang berbentuk uraian dan menggunakan teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan matematika realistik lebih baik dari siswa yang menggunakan pendekatan konvensional. Penggunaan pendekatan matematika realistik pada pembelajaran matematika berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa. Effect of Realistic Mathematical Approaches on Understanding Students' Mathematical ConceptsAbstractUnderstanding the concept of mathematics is still low among students both at the elementary and secondary levels. The use of a learning approach must be a major concern to obtain a good understanding of concepts. Realistic Mathematics Approach (PMR) can be used as a solution to teaching mathematics. This study is to find out whether understanding the mathematical concepts of students taught by using PMR is better than understanding mathematical concepts taught using the conventional approach. This research is a quasi-experimental study with research design Posttest-Only group Control Design. The population in this study were all eighth-grade students of Widya Bhakti Ruteng Middle School, totaling 95 people. Class sampling is done using a random sampling technique that begins with class equality testing. Data was collected using instruments in the form of descriptions and using test techniques. The results of the study indicate that understanding students' mathematical concepts taught using realistic mathematical approaches is better than students who use conventional approaches. The use of realistic mathematical approaches to learning mathematics influences the understanding of students' concepts.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Silfanus Jelatu; Maria Irmayati Amul; Eufrasia Jeramat; Ricardus Jundu
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Number 1 March 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.26737/jpmi.v4i1.869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan penalaran  matematis siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) lebih baik dibandingkan dengan kemampuan penalaran matematis siswa yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran langsung pada siswa kelas XI SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimen design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Bahasa SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri atas dua kelas dengan jumlah 64 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan random kelas. Jumlah sampel penelitian adalah 64 orang. Data kemampuan penalaran matematis dikumpulkan dengan tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan uji . Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa hasil perhitungan thitung = 6,003  dan  ttabel=1,999pada taraf signifikan 5% dengan dk = 62. karena thitung > ttabel  maka ditolak dan diterima, yang artinya kemampuan penalaran matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) lebih baik dibandingkan dengan kemampuan penalaran matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN SPASIAL SISWA Silfanus Jelatu; Sariyasa; I Made Ardana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.478 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v10i2.167

Abstract

Pengaruh Integrasi Media GeoGebra terhadap Pemahaman Konsep Geometri Ditinjau dari Kemampuan Spasial Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi media GeoGebra terhadap pemahaman konsep geometri ditinjau dari kemampuan spasial siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP SANTU Stanislaus Borong sebanyak 113 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiemn semu dengan desain penelitian menggunakan factorial design dengan desain treatment by level yang melibatkan sampel sebanyak 60 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Dalam penelitian ini data yang diperlukan adalah data tentang kemampuan spasial dan pemahaman konsep geometri siswa. Data kemampuan spasial siswa diperoleh melalaui tes kemampuan spasial dan data pemahaman konsep matematika diperoleh melalui tes pemahaman konsep geometry siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan untuk pegujian hipotesis digunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa: 1) Pemahaman konsep geometri siswa yang mengikuti pembelajaran berbantuan media GeoGebralebih lebih baik dari pemahaman konsep geometri siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. 2) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran berbantuan media GeoGebra dan kemampuan spasial siswa terhadap pemahaman konsep geometri siswa.
Pemahaman Konsep Matematika Siswa Ditinjau dari Kecerdasan Emosional dan Spasial Maria Asti; Bedilius Gunur; Silfanus Jelatu; Apolonia Hendrice Ramda
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v14i1.937

Abstract

Conceptual understanding is one of the core standards in mathematics or as a key component of mathematical skills. Understanding mathematical concepts is knowledge that involves a thorough understanding of the underlying concepts and the basis behind the algorithms performed in mathematics. A student must have this understanding if he wants to understand mathematics in depth. The problem may not be because it is solely related to the learning process, but rather the internal intelligence of students. This study examines how the relationship between spatial and emotional intelligence with students' understanding of mathematical concepts. This research is a correlational research with multiple correlation research design. This research involved 66 students of SMP class VIII in Kab. East Manggarau, NTT as a sample. Data collection is done by using questionnaires and tests. Before the data were analyzed correlatively, both simple and multiple, the analysis prerequisite tests were carried out, namely normality, linearity, and multicollinearity. The results of data analysis show that these three test requirements are met and the results of hypothesis testing indicate that there is a positive and significant relationship between emotional and spatial intelligence and students' understanding of mathematical concepts (either partially or simultaneously). Simultaneously, these two intelligences contribute 16.08% to increasing students' understanding of mathematical concepts. The study provides a recommendation that in improving students' understanding of mathematical concepts, consideration of students' basic intelligence factors needs to be considered before being treated or designing a mathematics learning environment
Pengenalan Bentuk Geometri bagi Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar Kelas Rendah Melalui Origami Silfanus Jelatu; Maria Lim; Maria Yasinta Ngoe
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.616 KB) | DOI: 10.30653/002.201942.134

Abstract

INTRODUCTION TO THE GEOMETRY FORM OF EARLY AGE CHILDREN AND LOW-CLASS SCHOOL THROUGH ORIGAMI. Geometry is one of the subjects of mathematics taught from elementary school to the upper secondary level and continued in college. Geometry is also a mathematical subject that has a relationship with the real world or the world that is close to students. Introducing geometry to children is not necessary when children are in formal education, but they can get closer to geometry early. Limitation of geometry that can be given to early childhood is only on form recognition. The process is different, namely by entering the world of children or the world of the play. One that is relevant to accommodating this process is origami. Therefore, the purpose of this community service activity is to introduce geometric forms to early childhood through the game of origami. This activity was carried out in the village of Urang, Kec. Melak Kab. Manggarai NTT. The method used in this PKM activity is training that begins with a presentation. The results obtained from this activity indicate a change in choosing a game, as well as the existence of basic geometric abilities that can recognize geometric shape objects.
Co-Authors A E De M Pratama, Mario A.K Prodjosantoso A.K Prodjosantoso Adi, Defiyanto Djami Adi, Nugroho Prasetya Adrianus Akuila Jeheman Adun, Godensius Alberta P. Makur Alberta Parinters Makur Aleksander Ecan Gayus Ali, Ferdinandus Ardian Ali, Ferdinandus Ardian Apolonia H. Ramda Apolonia Hendrice Ramda Ariefin, Muhammad Noor Bedilius Gunur Choirunnisa, Jessyca Putri Dewi Rofita Efrem Men, Fulgensius Emilianus Jehadus Emilianus Jehadus Ermelinda, Rosantri Eufrasia Jeramat Fedi, Sebastianus Ferdinandus Adrian Ali Ferdinandus Ardian Ali Fransiskus Nendi Fulgensius Efrem Men Gabariela Purnama Ningsi Gabariela Purnama Ningsi Habun, Yohana Tania Harjo, Yakobus Frediki Hilda Bahagia, Rosalia I Made Ardana Jeheman, Adrianus A Jundu, Ricardus Jundu, Ricardus Jundu, Ricardus KANISIUS MANDUR . Knaofmone, Elfrida Koleta, Vridolina Kristianus Viktor Pantaleon Kristina Kurniati Kurniawan, Yohanes Kurnila, Valeria S. Lana Sugiarti Lana Sugiarti Liana, Devi Maria Andung, Pricilia Maria Asti Maria Asti Maria Irmayati Amul Maria Lim Maria Yasinta Ngoe Mayona Emenensia Mon Muhammad Noor Ariefin Mulu, Marlinda Murni, Viviana Nabut, Sandrianus S. Ningsi, Gabariela Purnama Nugroho Prasetya Adi Panduasi Saron, Bonifasius Panjaitan, Fany Juliarti Polikarpus Raga Polikarpus Raga Purba, Dumaris Priskila Putra, Yanuarius A. Putri, Yohana Enda Raga, Polikarpus Ramda, Apolonia Hendrice Ricardus Jundu Ricardus Jundu Ricardus Jundu Rizki Adiputra Taopan Rosantri Ermelinda Rully Charitas Indra Prahmana San, Selvianus Sariyasa . Sebastianus Fedi Stanislaus Sepi Defrino Sugiarti, Lana Tamur, Maximus Tanul, Theodosia Tesiani Tri Astuti Valeria Suryani Kurnila Valeria Suryani Kurnila Wahyu, Yuliana Yohana Susanti Sunarti Danto Yohana Verawati Dangus Yohanes Kumiawan Yohanes Kurniawan Yohanes Kurniawan