Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PANTI ASUHAN AL-HUSNA BANDAR LAMPUNG : PENGABDIAN MASYARAKAT KERJASAMA DENGAN UNIVERSITY PUTERA MALAYSIA Vera Yulyani; Nurul Aryastuti; Dina Dwi Nuryani; Lolita Sary; Shaharuddin Shaharuddin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1211

Abstract

ABSTRAKPanti asuhan merupakan lembaga usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anak dalam pengentasan ketelantaran anak. Kondisi lingkungan dan kesehatan anak di panti asuhan perlu diperhatikan, mengingat anak-anak memiliki hak yang sama untuk pemenuhan kesehatan dan kesejahteraannya. Selain itu, anak-anak  juga merupakan investasi untuk membangun bangsa yang baik. Panti Asuhan Al-Husna Way Halim merupakan salah satu panti asuhan yang terdapat di Provinsi Lampung. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus panti asuhan didapatkan bahwa terdapat masalah kebersihan lingkungan seperti belum adanya kotak sampah  sehingga sampah berserakan , tidak ada tempat cuci tangan , dalam satu ruangan terdapat 6 tempat tidur yang tidak ada kelambu dan kurangnya pengetahuan anak panti dan staff tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Oleh sebab itu, program ini berfokus untuk diterapkannya PHBS di panti asuhan tersebut melalui penyuluhan dan games tentang sampah dan cuci tangan menggunakan sabun. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan anak di panti asuhan untuk menerapkan PHBS. Kata Kunci : PHBS, Panti Asuhan, Pengabdian Bersama  ABSTRACTOrphanages are business institutions to improve children's welfare in alleviating neglect of children. The environmental conditions and health of children in orphanages need to be considered, considering that children have the same rights to fulfill their health and well-being. Children are also an investment to build a good nation. Al-Husna Way Halim Orphanage is one of the orphanages in Lampung Province. The results of the preliminary survey conducted through observation and interviews with orphanage administrators found that there were environmental hygiene problems such as the absence of trash boxes so that garbage was scattered. There was no hand washing place, in one room there were six beds that had no mosquito nets and lack of orphanage knowledge and staff about the importance of Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). Therefore, this program aimed to implementation of PHBS at the orphanage through counseling and games about garbage and hand washing using soap. This activity succeeded in increasing the knowledge of children in orphanages to implement PHBS. Keywords : clean and healthy lifestyle, orphanage, community health services
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 di Desa Lebak Peniangan Lampung Dwi Wulandari; Nia Triswanti; Vera Yulyani
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2 No 2 (2021): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v2i2.154

Abstract

Relationship COVID-19 knowledge level with COVID-19 prevention behavior in Lebak Peniangan Village, Rebang Tangkas Way Kanan District, Lampung, 2021. Corona Virus (CoV) is an ongoing global talk of all circles in the world from December 2019 to April 2021, which is still a problematic topic. The novel coronavirus (2019-nCoV) is a new type of coronavirus that has never been previously identified in humans. It can cause illnesses ranging from the common cold to serious illnesses such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). COVID-19 can spread from person to person especially when an infected person is in close contact with another person. The knowledge gained can encourage people to take actions such as complying with health protocols recommended by the government and taking basic protection, namely implementing 3M and 3T during the COVID-19 pandemic. This study aimed to analyze the relationship between COVID-19 knowledge level and COVID-19 prevention behavior in Lebak Peniangan Village, Rebang Tangkas Way Kanan District, Lampung. This research was a quantitative study with a crosssectional design. The population was determined based on family cards of 1500 households. The sample was obtained using a random sampling technique of 306 respondents. The researcher collected knowledge and behavior data using a questionnaire and analyzed using the Chi Square test. The result of Chi Square test on the respondent's knowledge and behavior showed p value = 0.000 (p<0.05) which means that there is a significant relationship between the level of knowledge and COVID-19 prevention behavior in Lebak Peniangan Village, Rebang Tangkas Way Kanan District, Lampung, 2021.The results showed that most of the respondents' knowledge about COVID-19 was in a good category with 258 respondents (84.3%). The behavior of respondents in efforts to prevent COVID-19 was mostly in the moderate category with 218 respondents (71.2%). From the research results, it can be concluded that there is a relationship between respondents' COVID-19 knowledge and COVID-19 prevention behavior in the community. The public needs to know more about COVID-19 to improve prevention behavior.
Puding Bayam sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) dalam Upaya Pencegahan Stunting Robby Candra Purnama; Vera Yulyani; Atina Atina; Aurelya Rizki Ananda Oktavio; Devin Anggraeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7527

Abstract

ABSTRAK makanan yaitu sesuatu yang boleh dimakan, serta menunjukan arti semua jenis yang sering dikonsumsi oleh manusia. Makanan merupakan sumber protein yang berguna bagi manusia, yang berasal dari tumbuh-tumbuhan disebut protein nabati dan yang berasal dari hewan disebut protein hewani. Responden menegtahui dan memahami tentang Puding Bayam Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Dalam riset ini peneliti penggunakan metode Kualitatif Lapangan serta menggunakan data sekunder yang dapat membantu dalam mengembangkan karya ilmiah ini. Responden dapat menegtahui dan memahami tentang Puding Bayam Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Responden dapat mengetahui dan memahami tentang Puding Bayam Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Kata Kunci: Puding Bayam, Pendamping Asi, Pencegahan Stunting  ABSTRACT Food is something that can be eaten, and shows the meaning of all types that are often consumed by humans. Food is a source of protein that is useful for humans, which comes from plants called vegetable protein and which comes from animals is called animal protein. Respondents know and understand about Spinach Pudding as Complementary Food for Breastfeeding (MP-ASI) in Stunting Prevention Efforts. In this research, the researcher uses the Field Qualitative method and uses secondary data that can assist in developing this scientific work. Respondents can know and understand about Spinach Pudding as Complementary Food for Breastfeeding (MP-ASI) in Stunting Prevention Efforts.Respondents can know and understand about Spinach Pudding as Complementary Food for Breastfeeding (MP-ASI) in Stunting Prevention Efforts. Keywords: Spinach Pudding, Breastfeeding Companion, Stunting Prevention
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Sehat Di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Tahun 2021 Zelda Duwieka Restu; Vera Yulyani; Agung Aji Perdana
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i4.4104

Abstract

Masalah kepemilikan jamban sehat masih menjadi sorotan bagi sebagian besar masyarakat. Sekitar 4,5 miliar orang di dunia tidak memiliki toilet yang sehat. Pencapaian akses jamban sehat untuk Indonesia baru mencapai 81,04%, Provinsi Lampung 90,64%, Kota Bandar Lampung 96,01%, Kecamatan Teluk Betung Selatan 87,55% dan Kelurahan Pesawahan baru 87,82%. Wilayah yang berada di pesisir sungai memicu masyarakat tidak memiliki septic tank sebagai penampungan tinja (110 KK). Tujuan penelitian ini untuk diketahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 2521 KK, jumlah sampel 207 KK dari 3 RT dengan teknik pengambilan data menggunakan Purposive Sampling dan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan (p value = 0,004) status ekonomi (p value = 0,018) dengan kepemilikan jamban sehat. Tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepemilikan jamban sehat (p value = 0,648). Kesimpulan ada hubungan pengetahuan dan status ekonomi dengan kepemilikan jamban sehat dan tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepemilikan jamban sehat, oleh karna itu masyarakat, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan berkomitmen untuk menyelenggarakan arisan jamban sehat guna membangun jamban komunal.
ANALISIS KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN DI RSUD ALIMUDDIN UMAR KABUPATEN LAMPUNG BARAT 2021 Tan&#039;im Tan&#039;im; Samino Samino; Vera Yulyani; Torry Duet Irianto
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.8324

Abstract

Tenaga kesehatan sebagai sumber daya manusia (SDM) organisasi tempat mereka bekerja merupakan aset yang harus diberdayakan oleh karyawan yang bersangkutan maupun pihak organisasi, Persepsi dari beberapa tenaga kesehatan RSUD Alimudin Umar Kabupaten Lampung Barat yang merasa bahwa belum terpenuhinya kepuasan kerja. Berdasarkan hasil Survey Kepuasan Karyawan tahun 2020 diperoleh data dari 131 orang karyawan, sebanyak 57 orang (43,5%) menyatakan tidak puas dan sebanyak 74 orang (56,5%) menyatakan puas bekerja di RSUD Alimudin Umar Kabupaten Lampung Barat.Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan  cross sectional. Populasi seluruh tenaga kesehatan di RSUD sebanyak 131 orang yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sampel  adalah total populasi data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner, Analisis data dilakukan dengan uji chi square dan regresi logistik.        Hasil penelitian diperoleh ada hubungan kejelasan jasa medis (p-value = <0,001 dan OR = 5,89), kesesuaian jasa medis (p-value = <0,001 dan OR = 3,98), kepemimpinan (<0,001 dan OR = 8,28), kenyamanan kerja (p-value = 0,006 dan OR = 3,02) serta kelengkapan sarana dan prasarana kerja (p-value = <0,001 dan OR = 6,34) dengan kepuasan tenaga kesehatan di RSUD. Variabel kejelasan jasa medis, kesesuaian jasa medis, kepemimpinan, kenyamanan kerja, serta kelengkapan sarana dan prasarana kerja, merupakan faktor kepuasan tenaga kesehatan di RSUD. Kepemimpinan merupakan variable yang paling berhubungan dengan kepuasan tenaga kesehatan. Disarankan pimpinan RSUD harus terus melakukan pembinaan terhadap tenaga kesehatan sehingga tenaga kesehatan, melakukan pertemuan secara rutin setiap bulan untuk menyampaikan keberhasilan maupun permasalahan kepada tenaga kesehatan, meningkatkan sarana dan prasana, meningkatan supervise dan memberikan kepercayaan dan wewenang kepada tenaga kesehatan. Kata kunci: Kepuasa kerja, tenaga kesehatan
Hubungan Indeks Risiko Sanitasi dengan Kejadian Penyakit Berbasis Lingkungan di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari; Dias Dumaika; Agung Aji Perdana; Vera Yulyani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 21, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.21.3.366-372

Abstract

Latar belakang: Penyakit berbasis lingkungan di Indonesia masih menjadi permasalahan penting yang harus segera diselesaikan. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kelurahan Pesawahan berada di tepi laut dengan kondisi sanitasi yang buruk dan memiliki penyakit berbasis lingkungan. Tujuan penelitian untuk diketahui hubungan indeks risiko sanitasi dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross  Sectional dan sampel sebanyak 135 responden. Teknik sampling yang digunakan dengan cara Pusrposive Sampling dengan uji analisis univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan variabel independent variable Indeks Risiko Sanitasi (IRS) sumber air, air limbah, persampahan, genangan dan Perilaku Hidup Bersih) dan variable dependen (kajian penyakit berbasis lingkungan) menggunakan Uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IRS sumber air (66,7%) dan genangan air (93,3%) dalam kategori tidak berisiko. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hamper seluruhnya (94,1%) memiliki IRS air limbah domestik, persampahan (93,3%), PHBS (94,8%) dengan kategori berisiko. Dalam 3 bulan terakhir sebagian besar responden pernah mengalami kejadian penyakit berbasis lingkungan (75,6%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara IRS air limbah domestic (p value = 0,021; OR=5,632), IRS persampahan (p value = 0,039 OR=4,181), dan IRS PHBS (p value = 0,003; OR=8,534) dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan.Simpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan indeks risiko sanitasi air limbah domestik, persampahan dan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan. Hasil penelitian ini menyarankan agar pemerintah, puskesmas dan masyarakat untuk lebih perhatian dan berkontribusi dalam peningkatan IRS. ABSTRACT Title: The Relationship between the Sanitation Risk Index and the Incidence of Environmental-Based Diseases in the Village of Pesawahan, Bandar Lampung City in 2022Background: Environmental-based diseases in Indonesia are still an important problem that must be resolved immediately. Most of the people living in the rice fields have environmental-based diseases, including Acute Nasopharyngitis (23.62%), Acute Pharyngitis (9.19%), Tuberculosis (6%), Dermatitis (4.33%) and Febris Observation (2 89. The aimed of this research to determine the relationship between the sanitation risk index and the incidence of environmental-based diseases in the Pesawahan Village, Bandar Lampung City.Methods: This research was a quantitative study with a cross sectional design and a sample of 135 respondents. The sampling technique used was Pusposive Sampling with univariate and bivariate analysis tests to determine the relationship between the independent variables (Sanitation Risk Index (IRS) for water sources, wastewater, solid waste, inundation and Clean Living Behavior) and the dependent variable (environment-based disease studies) using Chi Square test..Results: The results showed that most of the respondents had IRS water sources (66.7%) and standing water (93.3%) in the non-risk category. This study also shows that almost all (94.1%) have IRS for domestic wastewater, solid waste (93.3%), PHBS (94.8%) with risk categories. In the last 3 months, most of the respondents have experienced the incidence of environmental-based diseases (75.6%). The results of the bivariate test showed that there was a relationship between domestic wastewater IRS (p value = 0.021; OR = 5,632), sewage IRS (p value = 0.039 OR = 4.181), and IRS PHBS (p value = 0.003; OR = 8.534) with the incidence of environmental disease.Conclusion: The results of the study show that there is a relationship between the risk index of domestic wastewater sanitation, solid waste and clean and healthy living behavior with the incidence of environmental-based diseases. These finding suggested that the government, health centers and the community should pay more attention to and contribute to the improvement of the IRS.
Faktor Determinan Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada Era Pandemi Covid 19 Saradiah Mariana Natapradja; Khoidar Amirus; Vera Yulyani
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.523 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.55

Abstract

Selama pandemi COVID-19, kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular tidak dapat dilaksanakan sehingga mengakibatkan penurunan angka kunjungan. Penurunan angka kunjungan posbindu PTM tercatat di Kota Bandar Lampung pada tahun 2020 seperti pelayanan hipertensi hanya 7,5% dari target 8,3%, pelayanan penderita obesitas 6,05% dari target 15,4% dan skrining kesehatan usia produktif hanya 47,47% dari target 100%. Di Puskesmas Palapa cakupan pelayanan hipertensi dalam gedung hanya sebesar 8,88%, pelayanan diabetes melitus hanya sebesar 6.53% dan cakupan pelayanan usia produktif hanya sebesar 5,23%. Tujuan penelitian ini untuk diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posbindu PTM pada era COVID 19 di wilayah kerja Puskesmas Palapa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional dan sampel sebanyak 180 responden. Teknik sampling yang digunakan dengan cara Accidental Sampling dengan uji analisis univariat, bivariat untuk mengetahui hubungan variabel independen dan dependen menggunakan Chi Square dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sikap (p value=0,002), tingkat pengetahuan (p value=0,006), dukungan keluarga ( p value=0,031) dan situasi pandemi COVID-19 (p value=0,005) terhadap pemanfaatan posbindu PTM dan tidak ada pengaruh jarak tempuh (p value=0,525) dan dukungan tenaga kesehatan (p value=1,000) terhadap pemanfaatan posbindu PTM. Hasil analisis Multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap pemanfaatan posbindu PTM adalah sikap. Sikap termasuk ke dalam proses help seeking behaviour sebagai bentuk mencari bantuan artinya dalam membentuk perilaku dalam memanfaatkan posbindu, seseorang harus memiliki sikap positif yang mendorong sehingga responden memiliki kemampuan komunikasi dalam mencari bantuan untuk mengobat dirinya dan memeriksakan kondisi kesehatannya ke posbindu terdekat. Diharapkan kepada petugas Posbindu perlu melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat mengikuti kegiatan posbindu penyakit tidak menular sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat posbindu.
Hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan keluarga pasien di poli jiwa rawat jalan Kasiyo, Kasiyo; Triyoso, Triyoso; Yulyani, Vera
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 1 (2021): Edisi Manajemen rumah sakit
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i1.134

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan kesehatan yang berkualitas yaitu pelayanan yang diberikan kepada pasien dapat memberikan rasa aman, nyaman, terpenuhinya kebutuhan fisik, emosi dan spiritual yang dapat mengurangi kecemasan sehingga mempercepat proses penyembuhan. Sedangkan dampak perawat terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang tidak berkualitas bagi pasien yaitu perasaan dipermalukan, takut, putus asa, ketidakberdayaan, keterasingan, kerentanan, kenangan buruk, kehilangan kendali diri dan memperlambat proses penyembuhan. Tujuan: Mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan keluarga pasien di Poli Jiwa rawat jalan RSJD Provinsi Lampung Tahun 2019 Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif . Desain dalam penelitian ini menggunakan analitik yang artinya penelitian yang menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pendamping pasien jiwa yang melakukan kontrol di Poli Jiwa RSJD Provinsi Lampung dengan rata-rata jumlah kunjungan perbulan adalah 2.580 pasien Sehingga di dapatkan sampel sejumlah 171 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,004 atau p-value < nilai α (0,05). Simpulan: Simpulan: Terdapat hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan keluarga pasien di Poli Jiwa rawat jalan RSJD Provinsi Lampung Tahun 2019.
Penyuluhan kesehatan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (stunting) Chrisanto, Eka Yudha; Wandini, Riska; Yulyani, Vera; Nirwanto, Nirwanto; Mardani, Mardani; Dewi Anggraini, Mega; Selvianti, Utari Aditia
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.247

Abstract

Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. From the results of the preliminary study at the Panjang Health Center in Bandar Lampung City, it was found that 39.95% of children experienced stunting problems. Children who experienced stunting problems in the Kelurahan Panjang Selatan neighborhood I and II can be caused by several factors such as environmental sanitation, food and beverage processing and mother’s knowledge of stunting. This needs further follow-up. Purpose: Respondents can find out about the influence of access to water and sanitation on health problems (Stunting). Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, firstly, students of the Nursing Science Study Program (PSIK) explain the effect of water clean and sanitation on health problems (Stunting) using leaflets and secondly, after being given counseling about the effect of water clean and sanitation to health problems (Stunting), respondents were given questions and answers about the affect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Results: Respondents understand about the effect of clean water and sanitation on health problems (Stunting). Conclusion: Respondents can do their own way to prevent and reduce the risk of stunting in children, one of which is by implementing clean water treatment and improving adequate and good sanitation facilities. Keywords: Health Education; Effect of Clean Water; Sanitation; Stunting. Pendahuluan: Stunting merupakan suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung di dapat data sebesar 39,95% anak mengalami masalah stunting.Anak yang mengalami masalah stunting di wilayah Kelurahan Panjang Selatan Lingkungan I dan II dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti sanitasi lingkungan, pengolahan makanan dan minuman serta pengetahuan ibu terhadap stunting. Hal tersebut tentunya perlu ditindak lanjut lagi. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami terkait pengaruh air bersih dan sanitasi terhdap masalah kesehatan (Stunting) pada anak. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu pertama mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjelaskan tentang pengaruh dari air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting) menggunakan lembar leaflet dan ke dua setelah diberikan penyuluhan tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting), responden diberikan Tanya jawab tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Hasil: Responden memahami tentang pengaruh air bersih dan sanitasi terhadap masalah kesehatan (Stunting). Simpulan: Responden dapat melakukan sendiri cara untuk mecegah dan mengurangi resiko terjadninya stunting pada anak salah satunya dengan pengolahan air bersih dan perbaikan fasilitas sanitasi yang memadai serta baik untuk diterapkan.
Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut di SDN 1 karang maritim Bandar Lampung Furqoni, Prima Dian; Yulyani, Vera; Novikasari, Linawati; Silvia, Andi Bunga; Neli, Dewa Ayu; Martiani, Dina; Hidayat, Asep Rahmad
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.260

Abstract

Background: One of the problems in Indonesia that needs attention is the problem of dental and oral health. Improper clean and healthy living behavior in school-age children can cause various diseases, one of which is dental and oral hygiene problems. One of the triggering factors that are thought to be related to dental and oral hygiene is lack of knowledge. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between clean and healthy living with knowledge of dental and oral hygiene in school-age children. Methods: This type of research is a type of quantitative research using a descriptive correlation research design using a cross sectional approach. The population in this study were 3rd grade students of Elementary School 1 Karang Maritim. The sample in this study were members of the population taken by simple random sampling with a total of 27 respondents. Results: Based on the results of research conducted on August 12, 2022 regarding the relationship between Clean and Healthy Lifestyle Behavior with knowledge of brushing teeth in grade 3 students of Elementary School 1 Karang Maritim, Bandar Lampung City, the results of the study of respondents with knowledge of brushing their teeth with poor knowledge were 1 students (3.7 percent), with good knowledge as many as 26 students (96.3 percent). Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between clean and healthy living behavior with knowledge and dental and oral hygiene with a p-value of 0.000 <0.05.   Pendahuluan: Salah satu masalah di Indonesia yang perlu diperhatikan adalah masalah tentang kesehatan gigi dan mulut. Perilaku hidup bersih dan sehat yang tidak baik pada anak usia sekolah dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit salah satunya yaitu permasalahan kebersihan gigi dan mulut. Salah satu faktor pemicu yang diduga berhubungan dengan kebersihan gigi dan mulut yaitu kurangnya pengetahuan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia sekolah. Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SDN 1 Karang Maritim. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota populasi yang diambil secara simple random sampling dengan jumlah 27 responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2022 tentang hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan pengetahuan menggosok gigi pada siswa kelas 3 SDN 1 Karang Maritim Kota Bandar Lampung diperoleh hasil penelitian responden dengan pengetahuan menggosok gigi dengan pengetahuan buruk sebanyak 1 siswa (3,7 persen), dengan pengetahuan baik sebanyak 26 siswa (96,3 persen). Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut dengan nilai dilihat p-value 0,000 < 0,05.
Co-Authors Adib Priyogo Afriza, Zelda Nora Agung Aji Perdana Ambar Budi yanto Amelia Valentine Anita Annisa Roezwir Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Atina Atina Aurelya Rizki Ananda Oktavio Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Desna Damayanti Devin Anggraeni Dewi Anggraini, Mega Dewi Lutfianawati, Dewi Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Divia Oktari Khairunnisa Dwi Nuryani, Dina Dwi Wulandari Easter Yanti, Dhiny Evie Karmila Fadel Achmad Haikal Fadel Achmad Haikal Farich, Achmad Fatwa Sari Tetra Dewi Fauzurrahman Al Amin Febriani Putri, Devita Festy Ladyani Mustofa Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitrihanny, Leona Ferdha Fitroh Cahyaningtyas Furqoni, Prima Dian Gunawan, Vera Hasbie, Neno Fitriyani Hermawan, Dessy Hidayat, Asep Rahmad Imilia Safitri Indah Ismalia Indah Rinfilia iswanto Iswanto Iswanto Jhonet, Aswan Juwita Kasiyo, Kasiyo Khoidar Amirus Khoirona Khoirona Kurniati, Mala Lolita Sary Mardani Mardani Martiani, Dina MasrBABSi Mawardi, Kholiq Mirza Zainun Nisa MS, Shaharuddin Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Yusuf Ramadhan Muhani, Nova Neli, Dewa Ayu Nia Triswanti Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Novikasari, Linawati Novita Sari Nurfauzi, M. Rizal Oktari Khairunnisa, Divia Oktaviani, Herlina Putri Orita Sari Paranggai, Elhi Andi Prasetia, Toni Prima Dian Furqoni Priyogo, Adib Purnama, Robby Candra Reza Mahendra Ridwan Ridwan Riska Wandini, Riska Rossy Meliyana Samino Samino Samino Samino Samino Samino Saradiah Mariana Natapradja Selvianti, Utari Aditia Shaharuddin MS Shaharuddin Shaharuddin Silvia, Andi Bunga Tan&#039;im Tan&#039;im Tasyarani, Nazla Tenry Derma Pratama Tetra Dewi, Fatwa Sari Torry Duet Irianto Triyoso, Triyoso Tusy Triwahyuni Wahyudi, Rega Wulandari, Mardheni Yolandha, Vivi Yudha, Kurnia Rama Zelda Duwieka Restu