Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Penyuluhan kesehatan tentang kesehatan jiwa pada remaja Teguh Pribadi; Rahma Elliya; Prima Dian Furqoni; Chelda Ernita; Cindy Desmonika; Eka Novita Sari; Febi Erlianti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.765 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i1.169

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan jiwa merupakan keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk lingkungannya (UU No. 18 Tahun 2014). Sedangkan menurut Stuart & Laraia (2010) menyatakan kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan yang meliputi keadaan sejahtera, seimbang, merasa puas, pencapain diri dan optimis. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang kesehatan jiwa pada remaja dan ke dua setelah diberikan penyuluhan kesehatan jiwa pada remaja, responden diberikan Tanya jawab tentang kesehatan jiwa pada remaja. Hasil: Responden memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja Simpulan: responden dapat menerapakan hidup sehat jiwa  pada diri sendiri
Penyuluhan kesehatan tentang kesehatan jiwa pada remaja Pribadi, Teguh; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian; Ernita, Chelda; Desmonika, Cindy; Sari, Eka Novita; Erlianti, Febi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.169

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan jiwa merupakan keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk lingkungannya (UU No. 18 Tahun 2014). Sedangkan menurut Stuart & Laraia (2010) menyatakan kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan yang meliputi keadaan sejahtera, seimbang, merasa puas, pencapain diri dan optimis. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang kesehatan jiwa pada remaja dan ke dua setelah diberikan penyuluhan kesehatan jiwa pada remaja, responden diberikan Tanya jawab tentang kesehatan jiwa pada remaja. Hasil: Responden memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja Simpulan: responden dapat menerapakan hidup sehat jiwa  pada diri sendiri
Edukasi penggunaan masker, ketika batuk/bersin dan cuci tangan pakai sabun untuk pencegahan penularan Covid-19 pada siswa/siswi Sekolah Dasar Elliya, Rahma; Setiawati, Setiawati; Wahyudi, Wahid Tri; Marlena; Nopriani; Budiarti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.252

Abstract

Background: Covid-19 cases increase, the government has also made various efforts by working, studying, and worshiping from home as an effort to stop the spread of the corona virus. Elementary school is the main target in implementing healthy living. Schools have an important role in educating students about health and hygiene behaviors. In addition, during the covid-19 pandemic, washing hands with soap at school, wearing masks is very important to prevent the transmission of covid-19. In addition, children spend a very long time (about 7 hours a day) at school and many objects in school become disease transmission because they are used together. Purpose: The purpose of this activity is to provide knowledge about preventing the transmission of covid-19 such as the use of masks, cough/sneeze etiquette and hand washing with soap. Methods: The method used in this activity is a lecture method and a simulation of health protocols in the form of washing hands, how to use and remove masks correctly and demonstrate good coughing and sneezing etiquette. Results: The results of the pre and post tests showed that 27 students could answer 6 (22 percent), how to prevent covid-19 3 (11 percent), how to use and remove masks 9 (33 percent), how to cough etiquette. and sneezing 3 (11 percent), how to wash hands with soap properly and correctly 4 (15 percent) while for the post test given to students after being given education, students who can answer as many questions as how to prevent covid-19 are 15 (56 percent), how to prevent covid-19 14 (52 percent), how to use and remove masks 27 (100 percent), how to cough and sneeze etiquette 27 (100 percent), how to wash hands with soap properly and correctly 25 (93 percent). Conclusion: It can be said that there was an increase in students knowledge regarding COVID-19, the use of masks, coughing/sneezing etiquette and washing hands with soap.   Pendahuluan: Sejalan dengan semakin meningkatnya kasus covid-19 maka pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan memberlakukan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah sebagai upaya memutus penyebaran virus corona. Sekolah dasar adalah sasaran utama dalam implementasi hidup sehat. Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik siswa mengenai perilaku kesehatan dan kebersihan. Selain itu selama masa pandemi covid-19, cuci tangan pakai sabun di sekolah, penggunaan masker menjadi sangat penting dilakukan guna mencegah penularan covid-19. Selain itu, anak-anak menghabiskan waktu yang sangat panjang (sekitar 7 jam sehari) di sekolah dan banyak benda-benda di sekolah yang menjadi penularan penyakit dikarenakan dipakai bersama-sama. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan berkaitan pencegahan penularan covid-19 seperti penggunaan masker, etika batuk/bersin dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Metode: Pada kegiatan ini di gunakan metode ceramah dan simulasi protokol kesehatan berupa cara cuci tangan, cara menggunakan serta melepas masker yang benar dan memperagakan etika batuk dan bersin yang baik. Hasil : Dari pre test menunjukan dari 27 siswa siswi dapat menjawab pertanyaan cara penularan covid-19 sebanyak 6 (22 persen), cara pencegahan covid-19 3 (11 persen), cara menggunakan dan melepas masker 9 (33 persen), cara etika batuk dan bersin 3 (11 persen), cara cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar 4 (15 persen). Sedangkan untuk post test yang diberikan kepada siswa siswi setelah diberikan edukasi, siswa siswi yang dapat menjawab pertanyaan cara penularan covid-19 sebanyak 15 (56 persen), cara pencegahan covid-19 14 (52 persen), cara menggunakan dan melepas masker 27 (100 persen), cara etika batuk dan bersin 27 (100 persen), cara cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar 25 (93 persen). Simpulan : Dari kegiatan ini dapat di ketahui  bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa-siswi berkaitan tentang covid-19,  penggunaan masker, etika batuk/ bersin dan cuci tangan pakai sabun.
Penyuluhan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat membuang sampah pada tempatnya Setiawati, Setiawati; Elliya, Rahma; Wahyudi, Wahid Tri; Erpiyana, Refsi; Saputra, Dian Angen; Dila, Ratu Ratna
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.311

Abstract

Background: PHBS is all health behaviors that are carried out on the awareness of an individual so that families and family members can help themselves in the health sector, and play an active role in the community in daily activities. Clean and Healthy Living Behavior is one way to share experiences regarding pattern or behavior of healthy living in the wider community, groups or individuals by providing information or conducting counseling to the community, this is done as one of the information or knowledge. There is some knowledge that can be shared such as educational materials, it can increase knowledge and insight so that people can understand responsiveness and care more about clean and healthy lifestyle behaviors. Purpose: Respondents can know and understand about disposing of waste in its place. Method: The implementation of the method used in this counseling is carried out in 2 stages, namely the first to explain about disposing of waste in its place and secondly after the counseling is to dispose of waste in its place using leaflets, respondents are given questions and answers about disposing of waste in its place. Result: Respondents understand about disposing of garbage in its place. Conclusion: There is a significant influence between counseling on Clean and Healthy Behaviour on the cleanliness of students in disposing of garbage in its place to school children at Public Elementary School 1 Panjang Utara Bandar Lampung. Keywords: Application of PHBS; Counseling; Throw Garbage in its Place Pendahuluan: PHBS ialah segala perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran seorang individu hingga keluarga dan anggota keluarganya dapat membantu diri sendiri dalam bidang kesehatan, dan berperan aktif terhadap masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu cara untuk menyalurkan pengalaman mengenai pola atau perilaku hidup sehat dalam masyarakat luas kelompok ataupun individu dengan cara memberikan informasi atau melakukan penyuluhan kepada masyarakat, hal ini dilakukan sebagai salah satu informasi atau pengetahuan. Ada beberapa pengetahuan yang dapat dibagikan seperti materi edukasi, hal tersebut dapat menambah pengetahuan serta wawasan sehingga masyarakat dapat memahami tanggap serta lebih perduli terhadap  perilaku cara hidup yang bersih dan sehat. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang membuang sampah pada tempatnya. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama menjelaskan tentang membuang sampah pada tempatnya dan kedua setelah dilakukan penyuluhan membuang sampah pada tempatnya menggunakan leaflet, responden diberikan tanya jawab tentang membuang sampah pada tempatnya. Hasil: Responden memahami tentang membuang sampah pada tempatnya Simpulan: Adanya pengaruh yang signifikan antara penyuluhan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap kebersihan siwa/siswi dalam membuang sampah pada tempatnya pada anak sekolah di SDN1 Panjang Utara, Bandar Lampung.
Terapi dengan aroma lavender pada gangguan pola tidur lansia di Desa Sukajaya Lempasing Pesawaran Sumo, Ni Luh; Furqoni, Prima Dian; Elliya, Rahma
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1439

Abstract

Background: The aging process in older adults (60 years and older) reduces biological, psychological, and social functioning, increasing susceptibility to infection, cognitive impairment, and disrupted sleep patterns, which negatively impact quality of life. In Lampung Province, 70% of social care residents reported difficulty initiating and maintaining sleep. Although sleeping pills are effective in the short term, the risk of dependency and side effects encourage the use of non-pharmacological interventions. Lavender aromatherapy, with its antiseptic and relaxing properties, has been shown to be effective in reducing the severity of insomnia in older adults. A pre-survey in Sukajaya Lempasing Village confirmed that 70% of older adults experience sleep disorders, underscoring the need for integrated interventions to improve sleep quality and quantity. Purpose: To provide an overview of nursing care using lavender aromatherapy interventions for older adults experiencing sleep disorders. Method: The study was conducted from June 26 to July 3, 2025, in Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran, Lampung. Two elderly individuals were selected as respondents based on inclusion and exclusion criteria. The lavender aromatherapy intervention was administered for seven days, accompanied by family support, and face-to-face meetings on the first and eighth days. The study used a one-group pre-test and post-test design. Data were collected through assessments, interviews, and observations using observation sheets and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed descriptively to compare pre- and post-intervention scores. Results: The lavender aromatherapy intervention demonstrated improved sleep quality in both respondents, with a decrease in sleep disturbance scores from poor to good: Respondent 1 decreased from 17 to 7, and Respondent 2 decreased from 16 to 6. Conclusion: Seven days of lavender aromatherapy proved effective as a non-pharmacological independent nursing intervention, resulting in a decrease in sleep disturbance scores in the elderly from poor to good, an increase in sleep duration to 6–7 hours per day, and improvements in symptoms and relaxation. Suggestion: Lavender aromatherapy should be integrated into nursing practice for older adults with sleep disorders through relaxation education, sleep environment management, regular monitoring, and family involvement for long-term effectiveness. Keywords: Elderly; Lavender aromatherapy; Sleep pattern disorders Pendahuluan: Proses penuaan pada lansia (≥ 60 tahun) menurunkan fungsi biologis, psikologis, dan sosial, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, gangguan kognitif, dan gangguan pola tidur yang berdampak negatif pada kualitas hidup. Di Provinsi Lampung, 70% penghuni panti sosial melaporkan kesulitan memulai dan mempertahankan tidur. Meski obat tidur efektif jangka pendek, risiko ketergantungan dan efek samping mendorong penggunaan intervensi nonfarmakologis. Aromaterapi lavender, dengan sifat antiseptik dan relaksasi, terbukti efektif menurunkan keparahan insomnia lansia. Presurvei di Desa Sukajaya Lempasing mengonfirmasi bahwa 70% lansia mengalami gangguan tidur, menegaskan kebutuhan intervensi terpadu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur lansia. Tujuan: Memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan dengan intervensi aromaterapi lavender pada lansia yang mengalami gangguan pola tidur. Metode:  Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juni–3 Juli 2025 di Desa Sukajaya Lempasing, Pesawaran, Lampung. Dua lansia dipilih sebagai responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi aromaterapi lavender diberikan selama tujuh hari dengan pendampingan keluarga, serta pertemuan tatap muka pada hari pertama dan kedelapan. Penelitian menggunakan desain one-group pre-test & post-test, data dikumpulkan melalui pengkajian, wawancara, dan observasi menggunakan lembar observasi dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Menunjukkan peningkatan kualitas tidur pada kedua responden setelah intervensi aromaterapi lavender, dengan penurunan skor gangguan tidur dari kategori buruk menjadi baik: Responden 1 dari skor 17 menjadi 7, dan Responden 2 dari skor 16 menjadi 6. Simpulan: Aromaterapi lavender selama tujuh hari terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan mandiri nonfarmakologis, dengan hasil penurunan skor gangguan tidur lansia dari kategori buruk menjadi baik, peningkatan durasi tidur menjadi 6–7 jam per hari, serta perbaikan keluhan dan relaksasi. Saran: Aromaterapi lavender perlu diintegrasikan dalam praktik keperawatan lansia dengan gangguan tidur melalui edukasi relaksasi, pengelolaan lingkungan tidur, pemantauan berkala, dan keterlibatan keluarga untuk efektivitas jangka panjang.
Co-Authors Adelta, Yosi Adhani, Neisa Ainur Rahma Andi Rahmadi Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Anggun Istawala Anjani, Ni Wayan Oktavia Aprina Aprina Aryanti Aryanti Aryanti Wardiah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Ayu Martiana Budiarti Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Desi Risnarita Desmonika, Cindy Dewi Kusumaningsih Diah Wahyuni Dila, Ratu Ratna Djunizar Djamaludin Eka Novita Sari Eka Novita Sari, Eka Novita Eka Sartika, Eka Eka Trismiana Eka Trismiyana Endah Fajrianti Erlianti, Febi Ernita, Chelda Erpiyana, Refsi Evi Marta Fadhlie Ibrahim Febi Erlianti Febri Dwi Widyawati Febri Yogi Munanda Fradini Wandira Fransisca Melyana Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Helmawati Helmawati Heni Kartika Sari Hermawan, Dessy Hidayah, Alisah Rahmah Hilmiah Hilmiah Husada, Imam Farid Farian Ilham Agung Sakti Imam Farid Farian Husada Indra Maulana Ismi Mu'alifah Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Istawala, Anggun K, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati Kitry, Adelia Lisma Dana Leni Haryanti M. Arifki Zainaro Mahda Rizka F.R Mardani Mardani Mariyam, Siti Herlina Marlena Marliyana Marliyana Maya Maya Mega Haryanti Meliana Hidayati Mu'alifah, Ismi Muhammad Johan Bastomi Muhammad Rafli Mutiara Arini Ariska Najamuddin Dalimunthe Niluh Sumo Nopriani Novikasari, Linawati Prima Dian Furqoni Prima Dian Furqoni Prima Dian Furqoni Prima Dian Furqoni Rahmadi, Andi Rika Juana Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rizka, Mahda Saputra, Dian Angen Sari, Lisa Depita Sastria Handayani Satria Baharuddin Sekardhyta Ayuning Tias Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Silvia, Eka Sinurat, Siti Farida Siti Nursondang Slivia, Eka Sri Haryani Sumo, Ni Luh Susi Anisia Laila Teguh Pribadi Teguh Pribadi Trismiana, Eka Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Wahid Tri Wahyudi Widia Afira Wijayanti Wijayanti Winarno , Rudi Yanti Fitria Yopita Sari Yulendasari, Rika Yulianto Yulianto Yulina Yulina Yuniati Yuniati Yunidha Puspita Sari