Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Mental Health Concerns

Hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan Andi Rahmadi; Rahma Elliya; Prima Dian Furqoni
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): Alternatif terapi untuk menurunkan gejala depresi pada lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.118

Abstract

Physical workload and chronic psychosocial stress among sugar cane plantation workers Background : The effect of work stress on workers has an influence on the professionalism of workers. Based on the results of the pre-survey research dated 1-15 August 2019 from 20 workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District, Tulang Bawang Regency, it is known that as many as 18 (90%) expressed insomnia, anxiety, irritability, out of 20 (100%) respondents revealed that they often worked beyond the hours specified at the start of planting or during harvest and things it is not adjusted for the compensation received. Objectives: The relationship between workload and work stress on field workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Research Methods: Type of quantitative research, cross sectional design. The population of this study was 250 respondents with a sample of 154, when the study was conducted in July 2019. Primary data collection, directly to respondents. Univariate data analysis using frequency distribution and bivariate using chi square analysis. Results: It is known that 97 (63.0%) respondents did not experience work stress, 98 (66.2%) respondents had light workloads. There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019 (p-value = 0.001 OR 3,434). Conclusion: There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Suggestions Provide activities / events such as religious spiritual splash, training seminars on emotional and spiritual intelligence and Provide activities such as recreation for employees and families. Keywords: Work Stress, Workload, Field Workers Latar Belakang: Pengaruh stress kerja pada pekerja memiliki pengaruh terhadap profesionalitas pekerja. Berdasarkan hasil pra survey penelitian tanggal 1-15 Agustus 2019 dari 20 pekerja di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang, diketahui bahwa sebanyak 18 (90%) mengungkapkan susah tidur, gelisah, mudah marah, dari 20 (100%) responden mengungkapkan bahwa sering bekerja melebihi jam yang di tentukan saat dimulai penanaman maupun saat panen dan hal tersebut tidak disesuaikan dengan imbalan yang diterima. Tujuan: Diketahui hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 250 responden dengan sampel 154, waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Pengumpulan data secara primer, langsung kepada responden. Analisis data  secara univariat  menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan analisi chi square. Hasil: Diketahui bahwa sebanyak 97 (63,0%) responden tidak mengalami stres kerja, sebanyak 98 (66,2%) responden memiliki beban kerja ringan. Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019 ( p-value = 0,001 OR 3,434) Simpulan: Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. saran Memberikan kegiatan / acara seperti  siraman rohani keagamaan, seminar pelatihan tentang kecerdasan emosi dan spiritual dan Memberikan kegiatan seperti rekreasi bagi karyawan dan keluarga
Hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pasien Imam Farid Farian Husada; Andoko Andoko; Rahma Elliya
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): Alternatif terapi untuk menurunkan gejala depresi pada lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.119

Abstract

Pendahuluan :Kecemasan dapat menimbulkan beberapa gangguan psikologis antara lain bibir terasa kering, merasa kesulitan bernafas, merasa dalam suasana yang tidak nyaman, berkeringat meskipun cuaca tidak panas, jantung bedebar-debar, merasa sulit menelan, gemetar dan ketakutan. Apabila gangguan yang terjadi tidak diatasi dapat berpengaruh dalam memberikan asuhan keperawatan yang tepat dari perawat kepada pasien, Berdasarkan hasil prasurvey di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Pada Bulan Maret 2019, dari 10 pasien pre operasi, 7 pasien mengatakan jantungnya berdebar-debar, merasa pusing, mengalami keringat dingin, dan tremor, sedangkan 3 pasien tidak mengalami gejala tersebut, hal ini menunjukan bahwa tingkat kecemasan pada pasien pre operasi masih relative tinggi. Tujuan : dalam penelitian ini adalah diketahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019. Metode :Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik, dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pre operasi RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019 dengan rata-rata 34 pasien perbulan, Sampel sejumlah 34 responden. Teknik sampling yang digunakan Accidental Sampling.Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil :Diketahui bahwa di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019, sebagian perawat mempuyai komunikasi terapeutik tidak baik berjumlah 19 responden (55,9%), dansebagian besar pasien pre operasi mengalami kecemasan yang berjumlah 23 responden (67,6%).Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,007 atau p-value < nilai α (0,05) yang artinya terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik terhadap kecemasan pasien pre operasi Di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019 dengan nilai OR : 2,168.Diharapkan kepada pihak RSUD Ahmad Yani Kota Metro untuk dapat meningkatkan dalam memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga keperawatan tentang komunikasi teraputik yang baik dan benar.
Pengaruh pijat punggung pada lansia dengan gangguan kualitas tidur Sastria Handayani; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2024): April Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i1.415

Abstract

Abstract   Background: The elderly are a group of human ages that are in the final stages of life. The elderly experience a process called aging. These changes generally lead to a decline in physical and mental health. One of the deterioration of the elderly that can affect the physical and psychological aspects of the elderly is the quality of sleep. Massage therapy helps cure various physical ailments. The right massage can address a variety of health issues. Massage not only cures physical ailments, but it also calms the mind, reduces stress, and makes you feel more comfortable. It can also trigger the release of endorphins, brain chemicals that create feelings of comfort and improve sleep quality. Purpose: To carry out nursing care on the influence of back massage therapy to overcome quality disorders in elderly patients. pretest-posttest design without a control group, and the design of this study is included in the pre-experimental study. The nature of nursing research in this study is a pseudo-experiment or quasi-experiment and aims to reveal the influence of adaptive manipulation on respondents. Results: Based on the results of the case study that has been carried out, the results were obtained that both respondents had good sleep quality with a score of 5 after being given a back massage. After applying a back massage for 3 days before going to bed with a duration of 10 minutes, Mrs. M had good sleep quality with a sleep quality score of 5 and Mrs. N had good sleep quality with a sleep quality score of 5. Conclusion: Nursing care carried out for 5 days on both Mrs. M and Mrs. N clients there were results of a decrease in scores before and after the treatment of orthogonal massage therapy for 3 days where both respondents had good quality with a score of < 5 after being given a back massage for 3 days before going to bed with a duration of 10 minutes
Hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan Rahmadi, Andi; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): April Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.118

Abstract

Physical workload and chronic psychosocial stress among sugar cane plantation workers Background : The effect of work stress on workers has an influence on the professionalism of workers. Based on the results of the pre-survey research dated 1-15 August 2019 from 20 workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District, Tulang Bawang Regency, it is known that as many as 18 (90%) expressed insomnia, anxiety, irritability, out of 20 (100%) respondents revealed that they often worked beyond the hours specified at the start of planting or during harvest and things it is not adjusted for the compensation received. Objectives: The relationship between workload and work stress on field workers at PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Research Methods: Type of quantitative research, cross sectional design. The population of this study was 250 respondents with a sample of 154, when the study was conducted in July 2019. Primary data collection, directly to respondents. Univariate data analysis using frequency distribution and bivariate using chi square analysis. Results: It is known that 97 (63.0%) respondents did not experience work stress, 98 (66.2%) respondents had light workloads. There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019 (p-value = 0.001 OR 3,434). Conclusion: There is a relationship between workload and work stress events in field workers in Division III and IV of PT. Indolampung Perkasa Gedung Meneng District Tulang Bawang Regency in 2019. Suggestions Provide activities / events such as religious spiritual splash, training seminars on emotional and spiritual intelligence and Provide activities such as recreation for employees and families. Keywords: Work Stress, Workload, Field Workers Latar Belakang: Pengaruh stress kerja pada pekerja memiliki pengaruh terhadap profesionalitas pekerja. Berdasarkan hasil pra survey penelitian tanggal 1-15 Agustus 2019 dari 20 pekerja di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang, diketahui bahwa sebanyak 18 (90%) mengungkapkan susah tidur, gelisah, mudah marah, dari 20 (100%) responden mengungkapkan bahwa sering bekerja melebihi jam yang di tentukan saat dimulai penanaman maupun saat panen dan hal tersebut tidak disesuaikan dengan imbalan yang diterima. Tujuan: Diketahui hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja lapangan di PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 250 responden dengan sampel 154, waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Pengumpulan data secara primer, langsung kepada responden. Analisis data  secara univariat  menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan analisi chi square. Hasil: Diketahui bahwa sebanyak 97 (63,0%) responden tidak mengalami stres kerja, sebanyak 98 (66,2%) responden memiliki beban kerja ringan. Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019 ( p-value = 0,001 OR 3,434) Simpulan: Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres kerja pada pekerja lapangan di Divisi III dan IV PT. Indolampung Perkasa Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang tahun 2019. saran Memberikan kegiatan / acara seperti  siraman rohani keagamaan, seminar pelatihan tentang kecerdasan emosi dan spiritual dan Memberikan kegiatan seperti rekreasi bagi karyawan dan keluarga
Hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pasien Husada, Imam Farid Farian; Andoko, Andoko; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2022): April Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v1i1.119

Abstract

Pendahuluan :Kecemasan dapat menimbulkan beberapa gangguan psikologis antara lain bibir terasa kering, merasa kesulitan bernafas, merasa dalam suasana yang tidak nyaman, berkeringat meskipun cuaca tidak panas, jantung bedebar-debar, merasa sulit menelan, gemetar dan ketakutan. Apabila gangguan yang terjadi tidak diatasi dapat berpengaruh dalam memberikan asuhan keperawatan yang tepat dari perawat kepada pasien, Berdasarkan hasil prasurvey di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Pada Bulan Maret 2019, dari 10 pasien pre operasi, 7 pasien mengatakan jantungnya berdebar-debar, merasa pusing, mengalami keringat dingin, dan tremor, sedangkan 3 pasien tidak mengalami gejala tersebut, hal ini menunjukan bahwa tingkat kecemasan pada pasien pre operasi masih relative tinggi. Tujuan : dalam penelitian ini adalah diketahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019. Metode :Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik, dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pre operasi RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019 dengan rata-rata 34 pasien perbulan, Sampel sejumlah 34 responden. Teknik sampling yang digunakan Accidental Sampling.Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil :Diketahui bahwa di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019, sebagian perawat mempuyai komunikasi terapeutik tidak baik berjumlah 19 responden (55,9%), dansebagian besar pasien pre operasi mengalami kecemasan yang berjumlah 23 responden (67,6%).Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,007 atau p-value < nilai α (0,05) yang artinya terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik terhadap kecemasan pasien pre operasi Di RSUD Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2019 dengan nilai OR : 2,168.Diharapkan kepada pihak RSUD Ahmad Yani Kota Metro untuk dapat meningkatkan dalam memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga keperawatan tentang komunikasi teraputik yang baik dan benar.
Konseling teman sebaya untuk meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home Mu'alifah, Ismi; Pribadi, Teguh; Elliya, Rahma
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2023): April Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i1.365

Abstract

Background: Self-acceptance can be interpreted as one of the efforts to accept a person's complete acceptance of himself with the advantages or disadvantages of himself to be able to achieve happiness. Counseling is a personal relationship that is carried out face to face between two people. Where counselors must have special abilities to lead learning situations and shape individuals to be able to understand themselves. Purpose: Carry out peer counseling to increase self-acceptance of broken home children in Sumur Kucing Village, East Lampung in 2023. Method: In writing case studies focusing on peer counseling nursing care to increase self-acceptance in broken home children. Results: The last day of counseling for 3 respondents, before peer counseling was carried out: An. V said he needed time to adapt to the circumstances he was experiencing. An. Z says himself but has a hard time believing his parents' divorce. An. R said he cared about himself but found it hard to believe his parents' divorce. after peer counseling: An. V said that after counseling he felt happy and was able to adjust to the circumstances he was experiencing. An. Z said that he had accepted, had confidence in his ability to face his life, there was an openness when communicating and accepting this situation. An. R seemed to care about himself increasing. Conclusion: In the process of implementing peer guidance there are several empowerment activities in the form of mental strengthening, providing emotional support, with the aim of increasing self-empowerment and improving psychological conditions in a more positive direction after peer counseling is known that peer counseling can increase self-acceptance in broken home children.   Keywords: Broken Home; Self Accepting; Peer Counseling   Pendahuluan: Penerimaan diri sendiri dapat diartikan sebagai salah satu upaya penerimaan seseorang secara utuh terhadap dirinya dengan adanya kelebihan ataupun kekurangan pada dirinya sendiri untuk dapat mencapai kebahagiaan. Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan dengan cara tatap muka antara dua orang. Dimana konselor harus memiliki kemampuan-kemampuan khusus untuk menggiring situasi belajar dan membentuk individu agar dapat memahami diri sendiri. Tujuan: Melaksanakan Konseling teman sebaya untuk meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home di Desa Sumur Kucing Lampung Timur tahun 2023. Metode: Pada penulisan studi kasus berfokus pada asuhan keperawatan konseling teman sebaya untuk meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home. Hasil: Hari terakhir dilakukannya konseling pada 3 responden, sebelum dilakukan konseling teman sebaya: An. V mengatakan dirinya  membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan keadaan yang dialami. An. Z mengatakan dirinya sendiri namun sulit percaya akan  perceraian orang tuannya. An. R mengatakan perduli akan  dirinya sendiri namun sulit percaya akan perceraian orang tuannya. setelah dilakukan konseling sebaya: An. V mengatakan setelah dilakukan konseling merasa senang dan dapat menyesuaikan keadaan yang dia alami. An. Z mengatakan sudah menerima, mempunyai keyakinan akan kemampuannya untuk menghadapi kehidupannya, tampak adanya keterbukaan saat berkomunikasi dan menerimaan keadaan tersebut. An. R tampak rasa peduli pada dirinya sendiri meningkat. Simpulan: Dalam proses pelaksanaan bimbingan teman sebaya terdapat beberapa kegiatan pemberdayaan berupa penguatan mental, memberikan dukungan secara emosional, dengan tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan diri dan meningkatkan kondisi psikologis ke arah yang lebih positif setelah dilkaukannya konseling teman sebaya diketahui bahwa konseling teman sebaya dapat meningkatkan penerimaan diri pada anak broken home.
Co-Authors Adelta, Yosi Adhani, Neisa Ainur Rahma Andi Rahmadi Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Anggun Istawala Anjani, Ni Wayan Oktavia Aprina Aprina Aryanti Aryanti Aryanti Wardiah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Ayu Martiana Budiarti Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Desi Risnarita Desmonika, Cindy Dewi Kusumaningsih Diah Wahyuni Dila, Ratu Ratna Djunizar Djamaludin Eka Novita Sari Eka Novita Sari, Eka Novita Eka Sartika, Eka Eka Trismiana Eka Trismiyana Endah Fajrianti Erlianti, Febi Ernita, Chelda Erpiyana, Refsi Evi Marta Fadhlie Ibrahim Febi Erlianti Febri Dwi Widyawati Febri Yogi Munanda Fradini Wandira Fransisca Melyana Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Helmawati Helmawati Heni Kartika Sari Hermawan, Dessy Hidayah, Alisah Rahmah Hilmiah Hilmiah Husada, Imam Farid Farian Ilham Agung Sakti Imam Farid Farian Husada Indra Maulana Ismi Mu&#039;alifah Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Istawala, Anggun K, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati Kitry, Adelia Lisma Dana Leni Haryanti M. Arifki Zainaro Mahda Rizka F.R Mardani Mardani Mariyam, Siti Herlina Marlena Marliyana Marliyana Maya Maya Mega Haryanti Meliana Hidayati Mu'alifah, Ismi Muhammad Johan Bastomi Muhammad Rafli Mutiara Arini Ariska Najamuddin Dalimunthe Niluh Sumo Nopriani Novikasari, Linawati Prima Dian Furqoni Prima Dian Furqoni Prima Dian Furqoni Prima Dian Furqoni Rahmadi, Andi Rika Juana Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rizka, Mahda Saputra, Dian Angen Sari, Lisa Depita Sastria Handayani Satria Baharuddin Sekardhyta Ayuning Tias Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Silvia, Eka Sinurat, Siti Farida Siti Nursondang Slivia, Eka Sri Haryani Sumo, Ni Luh Susi Anisia Laila Teguh Pribadi Teguh Pribadi Trismiana, Eka Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Wahid Tri Wahyudi Widia Afira Wijayanti Wijayanti Winarno , Rudi Yanti Fitria Yopita Sari Yulendasari, Rika Yulianto Yulianto Yulina Yulina Yuniati Yuniati Yunidha Puspita Sari