Claim Missing Document
Check
Articles

KIE REPRODUKSI DAN SEKSUAL BERBASIS ANDROID BAGI CALON PENGANTIN Nita Evrianasari; Wahid Tri Wahyudi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2057

Abstract

Calon pengantin (Catin) wanita merupakan  individu yang dapat dipastikan akan menjadi calon ibu hamil, maka catin merupakan individu yang penting untuk mendapat konseling, informasi dan edukasi kesehatan reproduksi dan seksual. Telepon seluler saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi seperti penyampai pesan suara dan teks saja, namun telah dilengkapi fitur-fitur tambahan dan perangkat-perangkat tambahan terintegras (smartphone). Melalui keunggulan smartphone ini juga dapat memasukkan program berupa media penyulihan kedalam sistem, sehingga media penyuluhan menjadi media yang sangat dekat dengan masyarakat. Tujuan setelah dilakukan kegiatan diharapkan para catin terpapar materi Kesehatan Reproduksi dan Seksual Bagi Catin. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan Penetapan daerah sasaran Penyusunan   materi   KIE Kesehatan Reproduksi dan Seksual, penanaman aplikasi pada playstore, Sosialisasi Program kepada pihak KUA, Sosialisasi program kepada Dinas dan Instansi terkait, Pelaksanaan Program serta Pengontrolan Program berupa kegiatan evaluasi penggunaan aplikasi KIE Kesehatan Reproduksi berbasis Android oleh KUA Tanjung Karang Pusat. Adapun saran dari penyelenggara kegiatan PKM adalah Kegiatan ini diharapkan tidak berakhir pada kegiatan pengabdian, tetapi dengan keberadaan aplikasi android ini dapat dijadikan kebijakan bagi dinas terkait untuk menjadikan aplikasi ini sebagai metode kursus bagi catin di bidang kesehatan sehingga KUA lain di Provinsi lampung khususnya Kota Bandar Lampung   dapat memanfaatan aplikasi ini dalam pelaksanaan kursus bagi catin terutama dalam bidang kesehatan.
PEMBERIAN MADU TERHADAP NYERI POST SECTIO CAESAREA Nita Evrianasari; Yuni Eliza
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i3.1461

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia berdasarkan survei sederhana yang dilakukan oleh Guraldi dan Basalmah, terhadap 64 rumah sakit di Jakarta pada tahun 1993 hasilnya tercatat 17.665 kelahiran sebanyak 35,7-55,3% melahirkan dengan operasi sectio caesarea. Berdasarkan hasil prasurvey yang telah peneliti lakukan pada Bulan Februari tahun 2018 di RSUD May Jen HM Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara didapatkan dalam satu bulan terdapat 163 ibu bersalin, dimana 61 (37,4 %) diantaranya memilih section caesarea dan 102 (62,5%) memilih bersalin normal. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Pada Ibu Bersalin di RSUD May Jen HM Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2018.Jenis Penelitian Kuantitatif, rancangan penelitian metode quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi sebanyak 33 orang. Sampel sebanyak 33 orang. Dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dengan uji T-test.Hasil penelitian menunjukan rata-rata nyeri sebelum intervensi sebesar 6,39, ratarata nyeri setelah intervensi sebesar 1,0. Diketahui Ada pengaruh pemberian madu terhadap nyeri post sectio caesarea pada ibu bersalin di RSUD May Jen HM Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2018. Hasil uji t didapat p value 0 ,000 < α (0,05).Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar menganjurkan kepada ibu post SC mengkonsumsi madu sebagai salah satu alternative pengurangan nyeri post SC. Kata Kunci             : Madu, nyeri post sectio caesarea Referensi : 19 (2004-2016)
PENGARUH ALPUKAT TERHADAP GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWA KEBIDANAN TINGKAT I DI PRODI KEBIDANAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Nita Evrianasari; Stefanie Vlorensya Tuasela
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i2.654

Abstract

Menurut data WHO Prevalensi PMS adalah 47,8%. Hingga kini belum ada data yang resmi mengena prevalensi PMS di Indonesia. Sindrom Premenstrual (PMS) merupakan gangguan siklussiklusyang umum terjadi pada wanita muda dan pertengahan, ditandai dengan gejala fisik danemosional yang konsisten. Alpukat dengan kandungan senyawa vitamin B6, Vitamin E, Magnesium,Kalsium dan Vitamin D. Vitamin B6 adalah faktor dalam sintesis triptofan asam amino dan tirosin,prekursor serotonin dan dopamin, masing-masing yang mempengaruhi suasana hati. Tujuan penelitianini diketahui apakah ada pengaruh alpukat terhadap gejala PMS (Premenstrual Syndrome) padamahasiswi Prodi Kebidanan Tingkat I Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian iniadalah eksperimen dengan pendekatan pre eksperimen one group pre test-post tes.Penelitian dilakukan di Prodi Kebidanan Universitas Malahayati  Bandar Lampung. pada bulanFebruari s.d. Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi kebidanan tingkat Iyang berjumlah 47 mahasiswi di Prodi Kebidanan Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun2017. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteriainklusi  Siklus menstruasi teratur (21-35 hari) dievaluasi berdasarkan 3 siklus sebelumnya. danKriteria Eksklusi Konsumsi alpukat tidak sesuai aturan pakai. Analisis data mengguanakan uji TDependent.Dari hasil  penelitian didapatkan  rata- rata skor PMS sebelum  pemberian alpukat  adalah 18,20dan  mean skor gejala PMS sesudahpemberian alpukat adalah 14,13, dengan nilai P-value = 0.000.Hasil ini menunjukan ada pengaruh alpukat terhadap penurunan gejala PMS pada mahasiswa TingkatI Prodi Kebidanan Tahun 2017. Saran, mahasiswa dapat menggunakan alpukat sebagai salah satualternatif dalam mengurangi gejala PMS.
HUBUNGAN TARAK (PANTANG) TERHADAP MAKANAN DENGAN PROSES PENYEMBUHAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA AGUNG KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2015 Yuli Yantina; Nita Evrianasari; Orienta Oktaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i3.558

Abstract

Salah satu penyebab kematian pada ibu pasca persalinan adalah ruptur perienum yang dapat menyebabkan infeksi, berdasarkan laporan SP2TPKota Agung tahun 2011 terdapat 5 kasuskematian ibu dengan 2 orang (66,7%) kematian ibu disebabkan infeksi robekan jalan lahir dan dari 2 orang kematian ibu akibat infeksi sebesar 1 orang (50%) disebabkan ruptur perineum. Hasil pre-survey pada 10 ibu nifas di Wilayah kerja Puskesmas Kota Agung Kabupaten Tanggamus terdapat 7 orang (70%) pantang terhadap makanan. Tujuan dalam penelitian adalah adakah hubungan antara tarak (pantang) terhadap makanan dengan proses penyembuhan ruptur perineum pada ibu post pa rtum di Wilayah kerja Puskesmas Kota Agung Kabupaten Tanggamus tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Populasi adalah ibu post partum bulan Juli 2015 di 5 BPS Kecamatan Kota Agung sebesar 35 orang, besar sampel total populasi, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan chi square.Hasil penelitian distribusi frekuensi tarak (pantang) terhadap makananrata-rata pada kategori lambat sebesar 22 orang (62,9%) dan proses penyembuhan ruptur perineumrata-rata pada kategori cepat sebesar 20 orang (57,1%). Hasil uji chi square didapat ada hubungan tarak (pantang) terhadap makanan dengan proses penyembuhan ruptur perineum pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Kota Agung Kabupaten Tanggamus (p value =0,004 < 0,05).Diharapkan bagi Petugas Kesehatandi Puskesmas Kota Agung Kecamatan Tanggamus untuk meningkatkan upaya sosialisasi informasi tentang tarak (pantang) terhadap makanan sejak masa kehamilan disertai demonstrasi jenis-jenis makanan yang perlu dikonsumsi ibu nifas. Kata kunci :Tarak makanan, proses penyembuhan ruptur perineum
BACK MASSAGE PADA KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER III Yuli Yantina; Nita Evrianasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i4.3281

Abstract

ABSTRACT  Background: During pregnancy, pregnant women will experience a variety of changes in reproduction that are physiological and sometimes pathological. Sleep difficulties are generally more common in early pregnancy. Then this sleepless complaint will reappear at the end of pregnancy. Persistent sleep disorders will interfere with the physical and psychological pregnant women.                Purpose of this study is to know the effect of back massage on sleep quality of trimester III pregnant women  Methods: Research type experimental research, design pre experiment designs with one group pretest posttest design. Population in this research is trimester mother III at BPM Tiara Iswantika Wonosari District of Pekalongan Regency of East Lampung year 2018, sample taken counted 29 people with purposive sampling technique. Analysis in this research use paired sample t test.Results of statistical tests showed that the mean maternal sleep quality score on the measurement result using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire before (pretest) the back massage intervention was 6,28±1,461 and after (posttest) the back massage intervention was 5, 03±1,349 with an mean difference of 1,241±0,739. In result of paired sample t test showed back massage proved to have an effect on to sleep quality of pregnant woman trimester III (p-value 0,000 <a0,05). Conclusion: With the results of this study is expected pregnant women can do back massage therapy to reduce tension, relax the body and improve sleep quality.Suggestion Currently there is still no counseling related to back massage, so health workers should be able to provide back massage counseling to pregnant women because back massage has become part of supporting therapy in the health sector to improve health status, especially in improving the quality of sleep for pregnant women. Keywords : Sleep quality, back massage ABSTRAK  Latar Belakang: Pada masa kehamilan, ibu hamil akan mengalami berbagai perubahan pada sistrem reproduksi yang bersifat fisiologis dan terkadang bersifat patologis. Kesulitan tidur umumnya lebih banyak dialami pada awal kehamilan. Kemudian keluhan sulit tidur ini akan kembali muncul pada akhir kehamilan. Gangguan tidur yang  terus menerus akan mengganggu fisik dan kejiwaan ibu hamil.Tujuan: diketahuinya pengaruh back massage terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III    Metodologi: Jenis penelitian experimental research, desain pre experiment designs dengan rancangan one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu trimester III di BPM Tiara Iswantika Wonosari Kec. Pekalongan Kab. Lampung Timur tahun 2018, sampel yang diambil sebanyak 29 orang dengan teknik purposive sampling. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji paired sample t test.Hasil: uji statistik menunjukkan bahwa Rata-rata skor kualitas tidur ibu hamil pada hasil pengukuran menggunakan kuesioner the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum (pretest) intervensi back massage adalah 6,28±1,461 dan setelah (posttest) intervensi back massage adalah 5,03±1,349 dengan selisih rata-rata 1,241±0,739. Pada hasil uji paired sample t test menunjukkan back massage terbukti berpengaruh terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III (p-value 0,000<a0,05). Kesimpulan: Dengan hasil penelitian ini diharapkan ibu hamil dapat melakukan terapi back massage untuk menurunkan ketegangan, merileksasi tubuh dan meningkatkan kualitas tidur.Saran Saat ini masih belum ada penyuluhan terkait back massage maka hendaknya bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan back massage kepada ibu hamil karena back massage telah menjadi bagian dari terapi penunjang dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan terutama dalam meningkatkan kualitas tidur ibu hamil. Kata Kunci : Kualitas tidur, back massage 
EKSTRAK DAUN KATUK MEMPENGARUHI PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Citra Erlanda; Nita Evrianasari; Susilawati Susilawati; Neneng Siti lathifah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.1765

Abstract

ABSTRACT KATUK LEAF EXTRACT AFFECTS BREAST MILK PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS  Background Milk production which is not quite the most common factors that lead to the cessation of the practice of exclusive breastfeeding type in an attempt to increase the rate of secretion and milk production is through the use of traditional herb medicine such as leaf extract katuk S leaves katuk been shown to have a wide variety of non-pharmacological activity. And katuk contains a number of important nutrients such as protein, vitamin C, vitamin D, calcium to folic acid.The purpose of this research is  to determine the effect of giving Katuk leaf extract on breast milk production of breastfeeding mothers at Kemiling Inpatient Health Center Bandar Lampung 2021. Method research design using pre-experimental method with two group pretest – posttest approach. sampling technique with purposive sampling as many as 30 breastfeeding mothers, the results of the study were analyzed by independent t-test. This data was taken using an observation sheet in the form of a checklist for the consumption of katuk leaves extract that was consumed by the mother. This research was conducted in March-July 2021. The results of statistical tests using independent obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaf extract and not giving katuk leaf extract.Conclusion The results of statistical test using independent  t-test obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaves extract and not giving katuk leaves extract.Suggestion Future researchers are expected to use this research source as an additional reference. Further research on the effect of katuk leaf extract on breast milk production by adding other herbal ingredients in accordance with the prescribed dose Keywords: Katuk Leaves Extract, ASI ABSTRAK Latar Belakang Produksi ASI yang tidak cukup merupakan faktor penghambat yang paling umum menyebabkan berhentinya praktik pemberian ASI eksklusif ketik salah satu upaya meningkatkan laju sekresi dan produksi ASI adalah melalui penggunaan obat ramuan tradisional seperti ekstrak daun katuk S daun katuk telah terbukti memiliki berbagai macam aktivitas nonfarmakologi. Dan katuk mengandung sejumlah nutrisi penting seperti protein, vitamin C, vitamin D, kalsium hingga asam folat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun  Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas RawatInap Kemiling Bandar Lampung 2021Metode penelitian Desain penelitian menggunakan metode Pra Eksperimental dengan pendekatan two grouppretest – posttest. teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 orang ibu menyusui, hasil penelitian dianalisa dengan uji independent t- test. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maretjuli 2021. Hasil uji statistik menggunakan independen didapat nilai p-value  0, 001< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan  yang  signifik  antara pemberian ektrak daun katuk dan yang tidak diberikan ektrak daun katukKesimpulan Hasil uji statistik didapatkan nilai p< 0,05 sehingga dapat disimpulkan Ha dierima yang artinya ada pengaruh pemberian ektrak daun katuk terhadap ibu menyusui menyusui Di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung 2021. Saran untuk Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sumber penelitian ini sebagai referensi tambahan. Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh ekstrak daun katuk terhadapproduksi ASI dengan menambahan bahan herbal lainnya sesuai dengan dosis yang ditentukan Kata Kunci : Ekstrak Daun Katuk,ASI 
PENGARUH MEDIA KIE “AKU BANGGA AKU TAHU” TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV&AIDS DI SMA “P” BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Nita Evrianasari; Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i3.619

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang dimana pendidikan kesehatan reproduksibelum banyak diterapkan di Sekolah Menengah Pertama, sehingga kasus kesehatan reproduksi diIndonesia masih tinggi. Pada tahun 2014 Kota Bandar Lampung kasus HIV/AIDS mencapai 238 kasusdan pada tahun 2015 mencapai 371 kasus. Tujuan kampanye ABAT adalah meratakan pengetahuanyang benar dan komprehensif tentang HIV dan AIDS diantara kaum muda – populasi umum usia 15-24 tahun Khalayak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Media KIE “Aku Bangga AkuTahu” terhadap pengetahuan remaja tentang HIV & AIDS di SMA “P” Bandar Lampung Tahun 2017.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen denganpendekatan one group pre-post test design. populasi adalah sekumpulan obyek penelitian atau obyekyang diteliti. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 20 siswa yang diambilmenggunakan Lottery sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan analisa datayang digunakan adalah uji T Dependen.Hasil penelitian yang menunjukkan rata-rata pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS sebelumpemberian Media KIE “Aku Bangga Aku Tahu” di SMA “P” Bandar Lampung Tahun 2017 adalah58,5, sesudah adalah 76.3. Hasil p value diperoleh 0,000 maka dapat disimpulkan ada pengaruh MediaKIE “Aku Bangga Aku Tahu” terhadap pengetahuan remaja tentang HIV & AIDS di SMA “P” BandarLampung Tahun 2017. Saran dalam penelitian ini bagi Dinas Kesehatan agar lebih meningkatkanpemantauan, sosialisasi dan pemberian informasi secara berkala baik kepada masyarakat maupunremaja di sekolah-sekolah terkait bagaimana cara pencegahan HIV/AIDS
KUNYIT ASAM MENGURANGI NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI Cut Nur Baiti; Astriana Astriana; Nita Evrianasari; Dewi Yuliasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.1785

Abstract

ACID TURMERIC REDUCES MENSTRUAL PAIN IN TEENAGE GIRLS Background: Dysmenorrhea or painful menstruation is a common gynecological problem for women of all ages. The incidence of dysmenorrhea in the world is very large. On average, more than 50% of women experience it. Turmeric drink is a drink that is processed with the main ingredient of turmeric. Naturally, turmeric does not contain active ingredients that can function as analgesics, anti-pyretics, and anti-inflammatory properties. In addition, turmeric drinks as a pain reliever in primary dysmenorrhea. A preliminary study conducted at Tri Sukses High School, there were 7 young women who could not see if tamarind turmeric helped reduce pain, so so far, if they experience menstrual pain, they take pain relievers.Purpose: To determine the effect of tamarind turmeric on pain in adolescent girls at Tri Sukses High School, Natar District, South Lampung Regency 2019.Methods: Quantitative Research Type. The research design used was pre-experiment with one group pretest-postest design. The sample size is 30 female teenage respondents who experience pain. In this study, the treatment was given by consuming tamarind turmeric as much as 1 cup / day during menstruation, and measuring pain before and after consuming tamarind turmeric. Sampling using purposive sampling technique. Data analysis with T-test.Results: Based on the statistical test, it was found that the p value of 0,000,000 was rejected and Ha was accepted, which means that there was an effect of giving turmeric and sour stew on menstrual pain in young women at Tri Sukses High School, Natar District, South Lampung Regency. With the mean menstrual pain before being given tamarind turmeric decoction of 6.72, median 7.00, standard deviation of 0.752, pain scale of at least 6 and a maximum of 9. After being given treatment, the mean was 3.67, median 4.00, standard deviation of 0.767, scale pain at least 3 and a maximum of 6.Conclusion: there is the effect of giving tamarind turmeric decoction on menstrual pain in Teenage GirlsSuggestion : the results of this study can be applied for young women to reduce menstrual pain complaints for girls who are menstruating. Keywords: Turmeric Acid, Menstrual Pain,Teenage Girls ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore atau menstruasi yang menimbulkan nyeri merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia. Angka kejadian dismenore di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan mengalaminya. Minuman  kunyit  adalah suatu  minuman  yang  diolah  dengan  bahan utama  kunyit. Secara  alamiah  memang   kunyit   dipercaya   memiliki  kandungan  bahan  aktif  yang  dapat  berfungsi  sebagai  analgetika, antipiretika, dan  antiinflamasi. Selain  itu  dijelaskan  bahwa  minuman  kunyit  sebagai pengurang  rasa  nyeri  pada  dismenore  primer. Studi pendahuluan yang dilakukan di SMA Tri Sukses terdapat 7 orang remaja putri tersebut tidak mengetahui jika kunyit asam dapat membantu mengurangi nyeri haid, sehingga selama ini jika mengalami nyeri haid mereka mengkonsumsi obat pereda nyeri.Tujuan : Untuk mengetahui adanya  pengaruh kunyit asam dengan nyeri haid pada remaja putri di SMA Tri Sukses Kecamatan Natar Kabupaten Lampung selatan 2019.Metodologi  : Jenis Penelitian Kuantitatif, Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen dengan design one group pretest-postest. Jumlah sampel sebanyak 30 responden remaja putri yang mengalami nyeri haid. Pada penelitian ini sampel diberi perlakuan dengan mengkonsusmsi kunyit asam sebanyak 1 gelas/hari selama menstruasi, dan dilakukan pengukuran nyeri sebelum dan sesudah konsumsi kunyit asam. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling Analisa data dengan uji T-test.Hasil : Berdasarkan uji statistik didapat p value 0,000 artinya H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada Pengaruh Pemberian Rebusan Kunyit Asam Terhadap Nyeri Haid Pada Remaja Putri di SMA Tri Sukses Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.  Dengan Mean nyeri haid sebelum diberikan rebusan kunyit asam sebesar 6,72, median 7,00, standar deviasi 0,752, skala nyeri minimal 6 dan maximal 9. Sesudah diberikanperlakuan diperoleh  mean sebesar 3,67, median 4,00, standar deviasi 0,767, skala nyeri minimal 3 dan maximal 6.Kesimpulan: Ada Pengaruh Pemberian Rebusan Kunyit Asam Terhadap Nyeri Haid Pada Remaja PutriSaran : Diharapkan hasil penelitian ini dapat diaplikasikan oleh remaja putri untuk mengurangi keluhan  nyeri haid bagi remaja putri yang sedang menstruasi. Kata Kunci : Kunyit Asam, Nyeri Menstruasi,remaja
KADAR HB,LILA DAN BERAT BADAN IBU SAAT HAMIL BERISIKO TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN Ratna Dewi; Nita Evrianasari; Ike Ate Yuviska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.1769

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang Anak dengan status gizi stunting akan mengalami gangguan pertumbuhan hingga masa remaja sehingga pertumbuhan anak lebih rendah dibandingkan remaja normal. Berdasarkan data Dinkes Pesawaran, Puskesmas Kalirejo merupakan salah satu wilayah kerja Puskemas dengan kejadian stunting tertinggi, yaitu sebanyak 203 anak pada tahun 2018.  Tujuan penelitian diketahui Kadar HB,  LILA, dan BB ibu saat hamil beresiko terhadap kejadian Stunting pada Anak usia 1-3 Tahun  Metode Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 900 dan sampel sebanyak 60 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan (persentase) 10% dari jumlah populasi. Analisa data menggunakan analisa chi square. Hasil Dari 60 anak, 20 anak (33,3%) mengalami stunting, dari 60 ibu yang mengalami KE, 26 ibu (43,3%) mengalami anemia, 34 ibu (56,7%) tidak mengalami kenaikan BB, 27 anak (45,0%) dengan panjang badan tidak normal, 26 anak (43,3%) dengan berat badan tidak normal, nilai p-value <α 0,000, p-value <α 0,008, p-value <α 0.000, p-value <α 0.007, p-value <α 0.000 Kesimpulan  terdapat hubungan riwayar LILA ibu  saat hamil, riwayat hb ibu saat hamil, riwayat bb ibu saat hamil, panjang badan lahir,  berat badan lahir dengan kejadian stunting. Saran Diharapkan bagi ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun dapat meningkatkan mutu kesehatan anak, yang diawali dengan penyediaan konsumsi yang layak bagi anak, selanjutnya ibu juga diharapkan dapat ikut berperan aktif, jika diselenggarakan penyuluhna terkait kejadian stunting pada anak.  Kata Kunci  : KEK, Hemoglobin, BB Ibu, Panjang Badan Lahir, Berat Badan Lahir, Stunting  
PENGARUH BUKU SAKU KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL BAGI CATIN TERHADAP PENGETAHUAN CATIN TENTANG REPRODUKSI DAN SEKSUAL DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) TANJUNG KARANG PUSAT TAHUN 2017 Nita Evrianasari; Junita Dwijayanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i4.630

Abstract

Persiapan kehamilan yang rendah mengakibatkan kehamilan dengan komplikasi, kehamilan dengan komplikasi dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas bagi ibu dan janin. Kurangnyapersiapan kehamilan dapat menyebabkan terjadinya hiperemesis gravidarum, pre-eklampsia daneklamsi, kelainan dalam lamanya kehamilan, kehamilan ektopik, penyakit serta kelaianan plasenta danselaput janin, perdarahan antepartum, dan kehamilan kembar. Seluruh catin (100%) yang mendaftar diKUA Tanjungkarang Pusat belum pernah mendapatkan materi tentang kesehatan reproduksi danseksual. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengetahuan catin sebelum dan sesudah diberikanbuku saku kesehatan reproduksi dan seksual diketahui pengaruh buku saku kesehatan reproduksi danseksual terhadap pengetahuan catin tentang reproduksi dan seksual pada catin di KUA TanjungkarangPusat tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian ini adalah Eksperimen denganpendekatan Pra-Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Populasinya yaituberjumlah 16 responden. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling dengan kriteriabelum pernah menikah dan berusia reproduktif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yangdiberikan sebelum dan sesudah diberikan buku saku kesehatan reproduksi dan seksual. Analisis datamengguanakan uji T-Paired Samples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan diberikannya buku saku kesehatan reproduksidan seksual bagi catin kepada catin dapat meningkatkan rata-rata pengetahuan responden sebesar 7,25dari 15,00 menjadi 22,25. Hasil uji-T (Paired sample T-test) terhadap intensitas pengetahuan padasebelum dan sesudah diberi perlakuan pemberian buku saku kesehatan reproduksi dan seksualdiperoleh nilai signifikan p-value 0,000 <α (0.05). Berdasarkan hasil penelitian di atas penelitimenyarankan agar petugas KUA dapat bekerjasama dengan petugas kesehatan agar terlaksananyapenyampaian materi kespro terhadap catin yang mengikuti SUSCATIN di KUA