Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect Of Giving Boiled Water Of Red Betel Leaves On Fluor Albus Symptoms In Aged Women Fertile Kusuma, Nanda Dhiya; Yantina, Yuli; Isnaini, Nurul; Evrianasari, Nita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14288

Abstract

Pendahuluan: Keputihan masih menjadi masalah yang dialami sebagian besar wanita di Insonesia. Sebanyak 90% wanita di Indonesia mengalami keputihan dan sebanyak 60% dialami oleh wanita usia subur. Sedangkan berdasarkan dari Poli kebidanan RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro tahun 2015 terdapat 63 kasus keputihan, 65,1% kasus diantaranya terjadi pada wanita usia subur. Berdasarkan survey yang dilakukan, pada tahun 2021 terdapat 69 kasus keputihan di PMB wilayah Puskesmas Ganjar Agung, diantaranya 73,9% dialami oleh wanita usia subur. Sedangkan pada tahun 2022 terdapat peningkatan WUS yang mengalami keputihan yaitu sebanyak 73 kasus dan 89% keputihan dialami oleh wanita usia subur. Salah satu intervensi yang dapat diberikan oleh wanita yang mengalami keputihan adalah pemberian air rebusan daun sirih merah yang bermanfaat untuk mengurangi keputihan pada wanita usia subur.Tujuan: Mengetahui pengaruh air rebusan daun sirih merah terhadap penurunan keputihan pada wanita usia subur.Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif, mengunakan pendekatan one- group pra-post test design. Pelaksanaan pada bulan Februari sampai Juli 2023 di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Ganjar Agung. Penelitian ini mrnggunakan data primer dan sekunder dengan jumlah sampel 30 orang wanita usia subur. Teknik sampling mengunakan purposive sampling. Variabel independent yaitu daun sirih merah dan variabel dependent yaitu penurunan gejala keputihan. Instrumen penelitian mengunakan SOP, lembar observasi dan kertas lakmus. Analisis data secara univariat dan barivat uji-t (Wilcoxon).Hasil: Didapatkan rata-rata skor keputihan sebelum diberikan intervensi adalah 6,83 sedangkan rata-rata skor setelah diberikan intervensi adalah 3,80. Dimana 30 responden (100%) mengalami penurunan gejala keputihan. Hasil uji statistik p value = 0,000 dimana p value < 0,05 berati H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada pengaruh air rebusan daun sirih merah terhadap penurunan keputihan.Kesimpulan: Air rebusan daun sirih merah terbukti menurunkan keputihan yang dialami oleh wanita usia subur. Penelitian ini dapat diberikan air rebusan daun sirih merah pada pasien yang mengalami keputihan. Kata Kunci : Daun Sirih Merah, Keputihan, Wanita Usia Subur ABSTRACT Background :Fluor albus is still a problem experienced by most women in Indonesia. As many as 90% of women in Indonesia experience fluor albus and as much as 60% are experienced by women of childbearing age. Whereas based on the General Hospital Jend Obstetric Poly. Ahmad Yani Metro City in 2015 there were 63 cases of vaginal discharge, 65.1% of cases which occurred in women of childbearing age. Based on a survey conducted, in 2021 there were 69 cases of fluor albus in the PMB of the Great Health Center region, of which 73.9% were experienced by women of childbearing age. Whereas in 2022 there was an increase in WUS that experienced fluor albus, which was as many as 73 cases and 89% of vaginal discharge was experienced by women of childbearing age..Purpose: To determine the effect ofof red betel leaf stew water on decreased fluor albus symptoms in women of childbearing age.Methods:This type of research is quantitative, leaving a one-group pre-post test design approach. Implementation in February to July 2023 in the PMB of the Great Ganjar Agung Puskesmas Work Area. This study uses primary and secondary data with a sample of 30 women of childbearing age. Sampling technique leaves purposive sampling. The independent variable is the red betel leaf and the dependent variable is a decrease in fluor albus symptoms. Research instruments turn on SOP, observation sheets and litmus papers. Univariate data analysis and t-test barivates (Wilcoxon).Results:Getting an average of fluor albus scores before being intervened was 6.83 while the average score after being intervened was 3.80. Where 30 respondents (100%) experienced a decrease in fluor albus symptoms. Statistical test results p value = 0.000 where p value < 0.05 with H0 is rejected and H1 is accepted, which means that red betel leaf has an effect in fluor albus.Conclusion: red betel leaves have an effect in fluor albus. It is hoped that they can use non-pharmacological therapies such as red betel leaves to treat fluor albus as a complement to pharmacological therapy. Keywords: Red Betel Leaf, Fluor Albus, Female Age Fertile
Factors Affecting Anxiety Levels In Pregnant Women During The Onset Of Labor Kholifah, Siti; Yuviska, Ike Ate; Evrianasari, Nita; Febriyantina, Febriyantina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.11507

Abstract

Kecemasan merupakan suatu keadaan emosi yang membuat individu merasa lemah sehingga menyebabkan individu menjadi ragu-ragu dan tidak mampu untuk bertindak dan berperilaku secara rasional sebagaimana mestinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Paduan Rajawali tahun 2023. Sebanyak 8 ibu hamil (14,3%) mengalami kecemasan dan 48 ibu hamil (85,7%) tidak mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Paduan Rajawali tahun 2023Metode penelitian yang digunakan adalah Survey Analytics dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang akan melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Paduan Rajawali, dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat dengan statistik Chi-Square. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang membahas variabel-variabel yang diukur dan dihitung secara numerik (Hastono, 2018).Terdapat hubungan antara usia ibu hamil dengan kecemasan menghadapi persalinan dengan nilai P sebesar 0,005. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu hamil dengan kecemasan menghadapi persalinan dengan nilai P sebesar 0,063. Selanjutnya, terdapat hubungan antara paritas ibu hamil dengan kecemasan menghadapi persalinan dengan nilai P sebesar 0,035. Untuk mendukung usia reproduksi sehat pada rentang 20-35 tahun dan paritas atau jumlah anak yang ideal, maka perlu dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dan konseling tentang persiapan persalinan. Hal ini akan mengurangi kekhawatiran dan kecemasan ibu. Kata Kunci: Pengetahuan, Kecemasan, Persalinan ABSTRACT Anxiety is a state of emotion in which individuals feel weakened, causing them to be hesitant and unable to act and behave rationally as they should. The purpose of this study is to identify the factors affecting the anxiety of pregnant mothers in facing labor in the working area of Paduan Rajawali Primary Health Care in 2023. There were 8 pregnant mothers (14.3%) who experienced anxiety and 48 pregnant mothers (85.7%) who did not experience anxiety in facing labor in the working area of Paduan Rajawali Primary Health Care in 2023.The research method employed is Survey Analytics with a Cross-Sectional approach. The population of this study consists of third-trimester pregnant mothers who are going to face labor within the working area of Paduan Rajawali Primary Health Care, with a sample size of 56 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire, and the collected data was analyzed using univariate and bivariate analyses with Chi-Square statistics. This research is quantitative which deals with variables that are measured and calculated numerically (Hastono, 2018).There is a relationship between the age of pregnant mothers and their anxiety in facing labor, with a P-value of 0.005. However, there is no significant relationship between the level of education of pregnant mothers and their anxiety in facing labor, with a P-value of 0.063. Furthermore, there is a relationship between the parity of pregnant mothers and their anxiety in facing labor, with a P-value of 0.035. To promote healthy reproductive age in the range of 20-35 years and ideal parity or the number of children, it is essential to enhance public awareness through education and counseling on childbirth preparedness. This will alleviate maternal worries and anxieties. Keywords: Knowledge, Anxiety, Labor
The Effect Of Effleurage Massage On Reducing 1st Stage Labor Pain Mariyah, Nur; Rachmawati, Fijri; Sunarsih, Sunarsih; Evrianasari, Nita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.11852

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH PIJAT EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN TAHAP 1 Pendahuluan: Nyeri persalinan merupakan kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan, apabila tidak diatasi dengan baik akan menimbulkan masalah lain yaitu meningkatkan kecemasan. Data di Indonesia didapatkan 21% menyatakan bahwa persalinan yang dialami merupakan persalinan yang menyakitkan karena merasakan nyeri. Salah satu pijatan dalam proses persalinan dengan menerapkan teknik effleurage. Stimulasi kulit dengan effleurage ini menghasilkan pesan yang dikirim lewat serabut A-δ, serabut yang menghantarkan nyeri cepat, yang mengakibatkan gerbang tertutup sehingga korteks serebri tidak menerima sinyal nyeri dan intensitas nyeri berubah/berkurang.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh tahun 2023.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan rancangan pre experiment dan desain one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu  bersalin kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh jumlah Juni-Juli dengan sampel yang berjumlah 30 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrumen pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala NRS (Numeric Rating Scale). Analisis data yang digunakan adalah wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nyeri persalinan kala 1 sebelum dilakukan pijat effleurage adalah 5,30 dan sesudah dilakukan pijat effleurage menurun menjadi 2,5. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh tahun 2023.Kesimpulan: Ada pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh tahun 2023.Saran: Dapat menerapkan asuhan dalam penatalaksanaan nyari kontraksi berupa pijat effleurage. Kata kunci: Nyeri Persalinan, Effleurage, Postpartum ABSTRACT Introduction: Labor pain is a condition characterized by unpleasant sensations. If not properly managed, it can lead to other issues, such as increased anxiety. The data from Indonesia indicates that 21% of women consider painful labor due to experiencing pain. One of the massage techniques used during labor is effleurage, which involves stimulating the skin. Effleurage stimulates the A-fibers, which transmit pain signals quickly, leading to a closed gate mechanism that prevents the cortex from receiving pain signals, ultimately altering or reducing the pain intensity.purpose: To determine the effect of effleurage massage on the reduction of pain during the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023.method: This research was a quantitative study with a pre-experimental design and a one-group pretest and posttest design. The population of this study included all mothers experiencing the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care during June and July, with a sample size of 30 participants. A purposeful sampling technique was used for sample selection. The data collection instrument in this study was the Numeric Rating Scale (NRS), and the data analysis employed the Wilcoxon test.Results: The results of this study revealed that the average pain score during the first stage of labor before undergoing effleurage massage was 5.30, and after the massage, it decreased to 2.5. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 <0.05, indicating a significant effect of effleurage massage on the reduction of pain during the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023.Conclusion: An effect of effleurage massage on the reduction of pain during the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023.Suggestion Can apply care in the management of painful contractions in the form of effleurage massage.  Keywords: Labor Pain, Effleurage, Postpartum
The Effect Of Red Ginger Water On Reduce Pain Of Primary Dysmenorrhea In Adolescent Sundari, Sundari; Evrianasari, Nita; Isnaini, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11712

Abstract

Latar Bealakang Dismenorea primer adalah nyeri menstruasi yang dirasakan tanpa adanya kelainan pada alat reproduksi. Dengan kata lain adalah rasa nyeri yang biasa diarasakan oleh perempuan saat mengalami haid, bahkan sebagian perempuan yang selalu merasakan nyeri setiap menstruasi datang. Rasa nyeri ini biasanya terjadi disebabkan oleh zat Prostaglandin yang akan merangsang otot otot halus dinding rahim berkontraksi, makin tinggi kadar prostaglandin kontraksi akan makin kuat, sehingga rasa nyeri yang dirasakan juga makin hebat (Laila Najmi, N 2021). Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dari pemberian Air Jahe Merah dan Tablet Ibuprofen terhadap penurunan nyeri dismenorea primer pada siswi yang mengalami dismenorea.Metode penelitian ini dengan design pra- eksperimental dan pendekatan rancangan two-group pretest-posttest, alat uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dengan p value α = 0,05 dan alat uji pengaruh menggunakan statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann Withney. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Juli 2023 dengan 60 responden yang di pilih secara Purposive Sampling, pengukuran skala nyeri menggunakan metode NRS sebelum dan sesudah diberikan intervensi.Hasil penelitian adanya pengaruh perubahan yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea primer dengan pemberian air jahe merah dan tablet ibuprofen dengan nilai p sebesar 0,000 (a < 0,05). Penurunan nyeri yaitu 30,68 untuk air jahe dan 30,32 untuk ibupropen dengan begitu perbedaan pengaruh nya hanya berselisih 0,36. Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian air jahe merah dan tablet ibuprofen terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea primer. Diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan secara non farmakologi dan kepada tenaga kesehatan dapat mengedukasi lebih banyak pada wanita yang mengalami disminorea. Kata Kunci : Air Jahe Merah, Tablet Ibu Profen, Dismenorea Primer, Nyeri ABSTRACT Back Ground Primary dysmenorrhea is menstrual pain that is felt without any abnormalities in the reproductive organs. In other words, it is a pain that is usually felt by women when experiencing menstruation, even some women who always feel pain every time menstruation comes. This pain usually occurs due to Prostaglandin substances that will stimulate the smooth muscle muscles of the uterine wall to contract, the higher the prostaglandin levels the contraction will be stronger, so the pain felt is also more intense (Laila Najmi, N 2021). The purpose of the study was to determine the effect of giving Red Ginger Water and Ibuprofen Tablets on reducing primary dysmenorrhea pain in female students experiencing dysmenorrhea.This research method uses a pre-experimental design and a two-group pretest-posttest design approach, a normality test tool using Shapiro-Wilk with a p value of α = 0.05 and an influence test tool using non-parametric statistics Wilcoxon Signed Ranks Test and Mann Withney. The research was conducted in March - July 2023 with 60 respondents selected by purposive sampling, measuring the pain scale using the NRS method before and after the intervention.The results of the study showed a significant effect of change on reducing the intensity of primary dysmenorrhea pain by giving red ginger water and ibuprofen tablets with a p value of 0.000 (a <0.05). The decrease in pain is 30.68 for ginger water and 30.32 for ibupropen so the difference in influence is only 0.36. In conclusion, there is an effect of giving red ginger water and ibuprofen tablets on reducing the intensity of primary dysmenorrhea pain. It is expected to be used as an alternative to non-pharmacological treatment and to health workers can educate more women who experience dysminorrhea.Keywords: Red Ginger Water, Ibu Profen Tablet, Primary Dysmenorrhea
The Effect of Mung Bean Extract on The Increase of Hemoglobin Levels in Pregnant Women in Trimesters II and III Ratnaningsih, Tri Astuti; Mariza, Ana; Suharman, Suharman; Evrianasari, Nita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.11702

Abstract

ABSTRACT Anemia is a common blood disorder that occurs when the level of red blood cells in the body becomes too low. The incidence of anemia in pregnant women at Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2020 was 72 cases; it was 85 cases in 2021; and it was 87 cases in 2022. One way to help increase hemoglobin levels in pregnant women is by consuming mung bean extract. Mung bean extract contains iron, which can help with oxygen circulation and increase hemoglobin levels. To determine the effect of mung bean extract on the increase of hemoglobin levels in pregnant women in trimesters II and III in the working area of Bandar Negeri Suoh Community Primary Health Care in 2023. This research was a quantitative study using a pre-experimental design and a one-group pretest and posttest design. The population of this study consisted of pregnant women in trimesters II and III with anemia in the working area of Bandar Negeri Suoh Community Primary Health Care. The total was 38 people, with 30 people as the sample. The sampling technique used in this study was purposive sampling, and the data analysis involved the Wilcoxon test. The average hemoglobin level before consuming mung bean extract was 10.243 g/dL, and after consuming mung bean extract, it increased to 11.37 g/dL. The Wilcoxon test result yielded a p-value of 0.000 < 0.05, indicating that there was an effect of mung bean extract on the increase of hemoglobin levels in pregnant women in trimesters II and III in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023. There was an effect of mung bean extract on the increase of hemoglobin levels in pregnant women in trimesters II and III in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023. Keywords: Hemoglobin Level, Mung Bean Extract, Pregnant Women
Edukasi dan Implementasi Kompres Hangat Sebagai Intervensi Nonfarmakologi Dismenore Pada Mahasiswa Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati Bandar Lampung Ermasari, Anissa; Evrianasari, Nita
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23438

Abstract

Pendahuluan: Dismenore primer merupakan nyeri haid yang umum dialami wanita usia remaja dan dewasa muda tanpa kelainan anatomis pada organ reproduksi. Kondisi ini sering mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup, termasuk pada mahasiswa kebidanan. Meskipun memiliki pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, sebagian mahasiswa masih bergantung pada penggunaan analgesik untuk mengatasi nyeri haid. Salah satu intervensi penanganan yang efektif, aman, dan mudah dilakukan adalah kompres hangat, yang bekerja dengan meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot uterus. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati dalam melakukan kompres hangat sebagai intervensi nonfarmakologis terhadap dismenore primer. Hasil kegiatan Kegiatan dilaksanakan di Universitas Malahayati dengan melibatkan 40 mahasiswa. Peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep dismenore primer dan pelatihan praktik kompres hangat. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan (berdasarkan hasil pre-test dan post-test). Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan teknik kompres hangat dengan benar. Umpan balik kualitatif mengindikasikan bahwa kegiatan dianggap bermanfaat, aplikatif, dan relevan dengan bidang kebidanan. Kesimpulan: Kegiatan edukasi dan implementasi kompres hangat ini efektif meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa kebidanan dalam penanganan dismenore primer secara nonfarmakologis. Pelatihan ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa sebagai agen edukator kesehatan reproduksi yang mampu menerapkan intervensi sederhana dan aman dalam praktik kebidanan. Kata Kunci: Dismenore primer, kompres hangat, intervensi nonfarmakologis
The Relationship Between Maternal Knowledge And Husband’S Support With The Completeness Of Basic Immunization Among Toddler Aged 12–18 Months Lestari, Suci Ardianing; Evrianasari, Nita; Yuliasari, Dewi; Hermawan, Dessy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.17451

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti sangat hemat biaya dan berdampak positif pada peningkatan status kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Imunisasi mencegah dan mengurangi morbiditas, disabilitas, dan mortalitas. Data dari Puskesmas Gedung Sari menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar pada anak-anak telah menurun selama tiga tahun berturut-turut: dari 75,9% pada tahun 2021 menjadi 72,4% pada tahun 2022 dan 69,6% pada tahun 2023.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita usia 12-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gedung Sari pada tahun 2024.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari balita usia 12-18 bulan di Puskesmas Gedung Sari, dengan jumlah sampel sebanyak 58 balita. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gedung Sari dari Januari hingga Juli 2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat (Chi-Square).Hasil penelitian: Temuan menunjukkan bahwa 33 (56,9%) ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang imunisasi dasar, 32 (55,2%) memiliki dukungan suami, dan 35 (60,3%) telah menyelesaikan imunisasi dasar.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita usia 12-18 bulan di Puskesmas Gedung Sari tahun 2024 (nilai p = 0,001). Petugas kesehatan disarankan untuk memberikan edukasi bulanan tentang imunisasi dasar. Kata kunci: balita, dukungan suami, kelengkapan imunisasi, dan pengetahuan ABSTRACT Background: Immunization is a public health intervention proven to be highly cost-effective and has a positive impact on improving maternal and child health status in Indonesia. It prevents and reduces morbidity, disability, and mortality. Data from the Gedung Sari Community Health Center indicate that basic immunization coverage among children has declined over three consecutive years: from 75.9% in 2021 to 72.4% in 2022 and 69.6% in 2023.Research objective: To determine the relationship between mothers' knowledge and husbands' support with the completeness of basic immunization in toddler aged 12-18 months in the working area of the Gedung Sari Community Health Center in 2024.Method: This study used a quantitative cross-sectional design. The population in this study consisted of toddler aged 12-18 months in the Gedung Sari Community Health Center, with a total sample size of 58 toddler. This study was conducted in the Gedung Sari Community Health Center from January to July 2024. Data were collected using questionnaires and observation sheets and analyzed using univariate and bivariate (Chi-Square) analysis.Research results: The findings showed that 33 (56.9%) mothers had good knowledge about basic immunization, 32 (55.2%) had supportive husband’s, and 35 (60.3%) had completed basic immunization.Conclusion: There is a relationship between knowledge and husband’s support with the completeness of basic immunization in toddler aged 12-18 months in the Gedung Sari Community Health Center in 2024 (p-value = 0.001). Health workers are recommended to provide monthly education on basic immunization. Keywords: toddler, husband support, completeness of immunization, and knowledge    
The Relationship Between Knowlendge and Attitudes of Mothers of Toddlers to Posyandu Visit at Posyandu Sentosa 1 Labuhan Dalam Suwarniati, Gusti Ayu; Evrianasari, Nita; Isnaini, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.11637

Abstract

Background : In Indonesia, D/S coverage in 2020 is 61.3%, in Lampung province in 2021 it is 72.8% (Indonesian Ministry of Health, 2021). The coverage of toddlers who are weighed (D / S) in Bandar Lampung City is 66.55% while the coverage of toddlers who are weighed and up (N / D) in 2021 Lampung province is 91% with the city of Bandar Lampung as much as 93% (Lampung Provincial Health Office, 2021).Preliminary study data conducted at the posyandu in the port village recorded a D / S target of 88% in 2022.  Objective: to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers of toddlers to the Sentosa 1 Labuhan Dalam posyandu visit.  Methods: Observational analytic research design and cross sectional approach. The research was conducted at Posyandu Sentosa I, Labuhan Dalam village in February-July 2023. The population is all mothers of toddlers who are in Posyandu Sentosa 1 Labuhan Dalam during 2022 with a total of 80 respondents. The research instrument used a questionnaire. Data analysis with univariate analysis, namely with distribution tables and bivariate analysis using the Chi Square test.Results: the relationship between knowledge and maternal activeness with a p value of 0.006 (p 0.05) and the relationship between the attitude of mothers of toddlers with a p value of 0.008 (p 0.05). Conclusion: there is a relationship between knowledge and the activeness of mothers in visiting the posyandu and the relationship between the attitude of mothers of toddlers in visiting the posyandu.Suggestion: as a reference in further / similar research and can be an input or description to conduct an evaluation in improving posyandu activities.Keywords: Knowledge, Attitude, Posyandu Visits, Mother of Toddlers