Articles
PERSEPSI GURU PAUD TENTANG KECERDASAN KINESTETIK
Lungit Wicaksono;
Renti Oktaria;
Ulwan Syafrudin
Jurnal Golden Age Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/goldenage.v6i2.7128
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru PAUD terhadap kecerdasan kinestetik, sehingga dapat dilanjutkan pada penelitian berikutnya untuk mengembangkan keterampilan mengajar guru dalam pengembangan kecerdasan kinestetik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei cross-sectional, dengan pengumpulan data kuantitatif. Lokasi penelitian di Kota Bandar Lampung. Teknik pemilihan lokasi menggunakan purposive sampling, sedangkan teknik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel 100 orang guru dengan cara pengambilan data melalui kuesioner. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil Penelitian ratarata tingkat persepsi guru PAUD tentang kecerdasan kinestetik di Kota Bandarlampung bernilai 58,05 dan berada pada kategori sedang. Sebanyak 10% dari 100 orang responden masih berada di kategori rendah dalam persepsi tentang kecerdasan kinestetik. Kondisi lainnya yang menunjukkan prestasi adalah ditemukan bahwa cukup banyak responden yang memenuhi nilai tingkat persepsi tentang kecerdasan kinestetik pada kategori tinggi yakni sebesar 41%.
Analisis kecerdasan interpersonal anak usia dini di tk istiqlal bandar lampung
Rani Nibras Idham;
Ulwan Syafrudin;
Rizky Drupadi
Jurnal Pendidikan Anak Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v12i1.59786
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan interpersonal anak usia dini di TK Istiqlal Bandar Lampung. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, dengan sampel penelitian berjumlah 31 anak. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi dan dokumentasi. Observasi yang dilakukan oleh peneliti menggunakan 3 dimensi kecerdasan interpersonal anak dan 20 item pertanyaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sensitivitas sosial anak kelompok A kategori Sangat Baik (40%) dan anak kelompok B kategori Cukup Baik (40%). Wawasan sosial anak kelompok A kategori Kurang (40%) dan anak kelompok B kategori Sangat Baik (40%). Komunikasi sosial anak kelompok A kategori Cukup Baik (40%) dan anak kelompok B kategori Baik (60%). Tindak lanjut perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anak yang masih berada pada kategori Cukup Baik dan Kurang.Guru perlu mengupayakan berbagai kegiatan untuk lebih menstimulasi agar perkembangan kecerdasan interpersonal anak semakin optimal. Untuk mewujudkan harapan tersebut, guru perlu bersinergi dengan orang tua agar pembiasaan juga dilakukan selama anak berada di rumah.
Identifikasi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Reva Kids Kabupaten Bandar Lampung
Putri Nova Liani;
Ulwan Syafrudin;
Nopiana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61104/ihsan.v2i1.98
Perkembangan sosial emosional anak usia dini (5-6 tahun) memiliki peranan yang sangat penting untuk diperhatikan agar berjalan dengan optimal, karena ini menjadi salah satu faktor kesuksesannya dimasa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK REVA KIDS, menggunakan pendekatakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitiannya adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel berjumlah 20 orang/anak yang diambil dari anak-anak berusia 5-6 tahun di TK REVA KIDS, Kecamatan Kemiling, Kabupaten Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi, dan instrumennya menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil dari pengisian kuesioner, kemudian dilakukan Uji normalitas Kolmogorov Smirnov dan Uji Homogenitas. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa anak usia 5-6 tahun di TK REVA KIDS memiliki perkembangan sosial emosional yang baik, yang sesuai dengan perkembangan seusianya, namun guru atau orang tua perlu meningkatkan lagi gaya pengasuhan dan pendidikan yang diberikan lebih tepat agar lebih optimal.
Strategi Afektif Dalam Mengatasi Permasalahan Pemalu Pada AUD: Faktor Penyebab, Pendekatan, Dan Dampak Psikososial
Rizky Aprilia Pratiwi;
Ulwan Syafrudin;
Renti Oktaria
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53515/cej.v5i2.6346
The problem of shyness in early childhood cannot be left alone because it will affect their personality. This research aims to find out about effective strategies for overcoming shyness problems, namely including the causal factors, approaches used in overcoming shyness problems, and the psychosocial impact on AUD. This research uses a qualitative case study type approach. Data collection techniques use interviews, observation and documentation. The main subject of the research was an 8-year-old child in Tanjung Selamat subdistrict, Bandar Lampung city. Data analysis using Miles and Huberman. The results of this research found that the factors that cause shyness problems in children consist of internal factors and external factors. The approach used is a psychological intervention which focuses on developing social skills and increasing self-confidence, such as parents taking their children out of the house to interact with neighbours, introducing children to children their age, role-playing, and encouraging children to play with friends outside the home. , and limit children's use of cell phones so that children do not enjoy being alone. The psychosocial impacts of shy children that researchers found included the impact on social interactions and lack of managing emotions.
Pelatihan Perancangan Proposal Classroom Action Research bagi Guru PAUD di Bandar Lampung
Ari Sofia;
Asih Budi Kurniawati;
Ulwan Syafrudin;
Devi Nawangsasi
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55506/arch.v3i1.81
Masalah sering terjadi dalam proses pembelajaran untuk itu dalam proses penyelesaikan masalah tersebut guru perlu melakukan penelitian. Namun masih banyak guru yang jarang melakukan penelitian dengan berbagai macam alasan. Padahal dalam proses pembelajaran yang dilakukan sehari-hari di kelas guru dapat melakukan penelitian. Penelitian yang dapat dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Karena guru adalah orang yang paling mengetahui kondisi kelasnya. Sehingga saat masalah timbul guru dapat menggunakan berbagai metode dan strategi pembelajaran untuk menyelesaikan masalah peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Hasil dari penelitian ini menunjukkan secara umum pelatihan yang diselenggarakan dapat menimbulkan perbedaan dan peningkatan pemahaman peserta dalam merancang proposal penelitian tindakan kelas pada guru TK di Bandar Lampung, Lampung. Hal tersebut juga diperkuat dengan terjadinya kenaikan rata-rata/mean sebesar 7.00 poin dari sebelum dan sesudah dilakukannya pelatihan.
PLAYING ORIGAMI DAN ITS IMPACT ON FINE MOTOR SKILLS DEVELOPMENT OF CHILDREN AGED 4-5
Aghnia Nur Anisa;
Ulwan Syafrudin;
Rizky Drupadi
Journal of Early Childhood Education (JECE) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jece.v3i1.19059
This study aims to determine the effect of origami activities on the fine motor skills of children aged 4-5 years. This research is using an experimental design. This research was conducted in the CABI Tanggamus learning group, which was conducted on fifteen children using a one-group pre-test post-test design. Data collection techniques used in this study are observation and documentation. In this study, the pre-test results of children's motor skills were included in the Starting to Develop (MB) category, meaning the child obtained an average score of 26 from a maximum score of 72. After the treatment, fine motor skills were included in Developing as Expected (BSH). The results obtained after treatment showed a score of 58 from a maximum score of 72. The results of this study can be concluded that origami play activities can affect the fine motor skills of early childhood, which means that origami games provide changes in children's fine motor development. Based on the results of the study, the researcher recommends origami games to improve fine motor skills.
Pengaruh Penggunaan Media Kartu Angka Terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun
Widi Astuti, Ayu;
Syafrudin, Ulwan;
Oktaria, Renti
Generasi Emas Vol. 6 No. 1 (2023): GENERASI EMAS: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : UIR PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/ge.2023.vol6(1).10854
The purpose of this study was to determine the effect of using number card media on the initial numeracy skills of children aged 5-6 years at Nur Ikhsan Kindergarten, Fajar Baru Village, Jati Agung, South Lampung. This type of research is quantitative with an experimental method with a one group pretest-posttest design. The sampling technique uses total sampling. The instruments used are observation and documentation sheets. The statistical analysis used was the Wilcoxon Signed Ranks Test. Of the 26 children who were studied in learning activities before using number card media, 0% were children in the high category and 42.30% were in the medium category, the remaining 57.7% were in the low category. Whereas in learning activities after using number card media, 42.30% of children were in the high category and 57.7% were in the medium category, the remaining 0% were in the low category. The results of the analysis show that there is a positive effect on the use of number card media on the initial numeracy skills of children aged 5-6 years, with an Asymp.Sign value of 0.000 <0.05. The significance value is less than 0.05, so the hypothesis is accepted. It is hoped that using media that is carried out routinely can improve the ability to recognize children's initial numeracy for the next.
KEPERCAYAAN ORANG TUA TERHADAP GURU LAKI-LAKI DI TK KARTIKA II-26 KECAMATAN TANJUNG KARANG
Rizka, Rosidah;
Syafrudin, Ulwan;
Nopiana, Nopiana
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2023): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31932/jpaud.v6i2.3097
Male teachers in kindergarten are role models for students, especially male students. The purpose of this study was to determine how much parents trust male teachers in Kartika II-26 Kindergarten, Tanjung Karang District. The approach used in this research is a quantitative approach with a survey method. Data collection techniques with questionnaires and documentation, questionnaires distributed to parents as many as 35 respondents with the specification of parents whose children are taught by male teachers. The data analysis technique uses descriptive analysis. The results showed that parents still have trust in male teachers who teach at Kartika II-26 Kindergarten with a percentage of trust in the integrity dimension of 84%, the ability dimension of 78.8% and the Benevolence dimension of 84.7% in the average of each dimension of parental trust in male teachers at Kartika II-26 Kindergarten of 82.5%. This proves that male teachers are still trusted by parents.
Pemerolehan Bahasa Inggris Anak Usia Dini
Risarani, Syadita Tria;
Syafrudin, Ulwan;
Oktarina, Renti
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 01 (2023): Artikel Riset Edisi April 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/educendikia.v3i01.2435
Penguasaan bahasa bahasa pertama seorang anak, yaitu bahasa ibunya. Pertama kali seorang anak lahir dia bertemu ibunya. Anak juga paling dekat dengan ibunya, mulai dari mempelajari hal-hal yang bersifat umum hingga hal-hal yang khusus/spesifik. Bahasa kedua anak diperoleh melalui lingkungan sekitar, seperti sekolah dan lingkungan rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemerolehan kedua anak (Bahasa Inggris) pada anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media pembelajaran kartu bergambar agar pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan. Dengan maksud agar pendidikan di tingkat PAUD atau PAUD diharapkan penguasaan bahasa Inggris menjadi lebih baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan perlakuan (treatment) langsung terhadap objek penelitian. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa penguasaan bahasa Inggris pada anak usia dini dengan memberikan materi yang berkaitan dengan kosa kata bahasa Inggris merupakan kelemahan anak. Dengan adanya perlakuan pemberian materi kosakata bahasa Inggris dan tes yang diberikan, baik pre-test maupun post-test, diketahui bahwa penguasaan kosakata anak mengalami peningkatan sehingga hal ini berdampak pada peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris anak.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak 5-6 Tahun
Syafrudin, Ulwan;
Nur Anisa, Aghnia
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 5 No 1 (2023): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37411/jecej.v5i1.1643
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis anak sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran inkuiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan desain One Groups Pretest Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas B2 TK Muslimat NU Kebumen yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan bahwa asymp.sig sebesar 0,001 Karena 0,001<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Artinya ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Hal ini berarti penggunaan model pembelajaran inkuiri dapat membantu menstimulus kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.