Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Efektivitas Buek dalam Pengelolaan Kawasan Pujasera Waterfront City Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu Aulia, Diva; Ikhsan, Masrul
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v6i2.316

Abstract

Efektivitas BUEK Dalam Pengelolaan Kawasan Pujasera Waterfront City Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu, yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan kawasan wisata di tepi Sungai Batang Lubuh. Penelitian kualitatif deskriptif ini menempatkan peneliti sebagai instrumen kunci, menggunakan data primer dan sekunder. Badan Usaha Ekonomi Kelurahan (BUEK) Pasir Pengaraian berperan dalam menata keuangan dan mengelola Waterfront City, namun terdapat keterbatasan anggaran sebagai faktor penghambat. Pengembangan pariwisata Waterfront City diharapkan memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas. Dinas Perumahan dan Permukiman memiliki tugas dan fungsi terkait penyelenggaraan perumahan dan permukiman, sementara BUEK bertujuan mendorong perkembangan perekonomian masyarakat kelurahan. Waterfront City diharapkan menjadi pusat kuliner, hiburan, dan promosi daerah. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas dari Duncann, yang mencakup pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Waterfront City belum sepenuhnya efektif karena kurangnya koordinasi antara pemerintah daerah dan BUEK, serta kondisi fasilitas dan sarana prasarana yang kurang terpelihara.
Empowerment of Coastal Communities in the Utilization ofMangrove Non-Timber Forest Products: Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Mangrove Dadang Mashur; Rusli, Zaili; Ikhsan, Masrul
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/krkeaj46

Abstract

Mangrove ecosystem has large natural resource potential and utilized improve welfare. However, utilization without equipped with good knowledge and environmental awareness will have an impact on damage to mangrove ecosystem. In general, use of mangrove wood is main choice for community, because it high economic value. Meanwhile, use of mangrove non-timber forest products (NTFPs) such as fruit and leaves is still rare. Aim service is to empower coastal communities to utilize mangrove NTFPs into products that have high economic value. The methods used are counseling, training, mentoring, field demonstrations, partnerships and campaigns or social movements carried out by the service team together with real work college students. The results of the service showed changes in behavior, increased knowledge, skills, attitudes, participation and environmental awareness of coastal communities regarding the use of mangrove NTFPs such as leaves made into waru sticks and jeruju sticks. Furthermore, community empowerment is carried out not only to improve community welfare, but also to support environmental sustainability.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DESA KUAPAN KECAMATAN TAMBANG Siska Adetia; Masrul Ikhsan
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1288

Abstract

Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuapan adalah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat desa dengan mengelola sumber daya lokal. BUMDes Kuapan didirikan untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam hal ini, tujuan kebijakan BUMDes Kuapan adalah untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi beberapa masalah. Ini termasuk keterbatasan sumber daya, kegagalan manajemen, dan partisipasi masyarakat yang belum optimal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan BUMDes Kuapan dan menemukan komponen yang memengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi. Pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan pada teknik analisis data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori George Edward III dengan empat indikator, yakni komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kuapan Kecamatan Tambang belum terlaksana dengan baik. Faktor yang menjadi penghambat dalam Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)Desa Kuapan ialah keterbatasan sumber daya manusia,kurangnya sosialisasi dan komunikasi serta persaingan usaha yang ketat.
TRANSFORMASI KEBIJAKAN UNTUK AKSELERASI SWASEMBADA PANGAN BERKELANJUTAN DI KOTA DUMAI Masrul Ikhsan; Mimin Sundari Nasution; Arya Arismaya Metananda; Eki Susanto; Rahmanul Rahmanul
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jipags.v10i1.36894

Abstract

Transformasi kebijakan untuk akselerasi swasembada pangan berkelanjutan di Kota Dumai sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mengatasi tantangan yang dihadapi sektor pertanian dan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan yang ada dan merumuskan prioritas intervensi untuk meningkatkan keberhasilan kebijakan swasembada pangan di Dumai. Dengan meningkatnya permintaan pangan perkotaan dan terbatasnya sumber daya alam, penting bagi Dumai untuk memiliki kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan guna menjamin ketersediaan pangan yang stabil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT untuk memetakan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kebijakan pangan di Dumai. Hasil analisis menunjukkan kekuatan Dumai, seperti posisi logistik strategis dan basis agro-maritim, namun juga mengidentifikasi kelemahan seperti fragmentasi lahan, infrastruktur pascapanen yang kurang, dan rendahnya adopsi teknologi. Selain itu, peluang besar seperti inovasi digital (e-logistics dan e-market) dan skema pembiayaan nasional dapat dimanfaatkan untuk mempercepat swasembada pangan. Rekomendasi kebijakan mencakup penguatan infrastruktur distribusi pangan, pemberdayaan petani dan nelayan melalui pelatihan teknologi, serta peningkatan akses pembiayaan melalui skema KUR, asuransi, dan pembiayaan hijau. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan sistem pangan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berkontribusi pada ketahanan pangan yang stabil di Dumai dalam jangka panjang.
PENERAPAN MODEL DELIBERATIF DALAM PERUMUSAN PERATURAN DESA DI KAMPUNG SUNGAI TENGAH, KECAMATAN SABAK AUH, KABUPATEN SIAK Hasim As’ari; Sujianto Sujianto; Febri Yuliani; Hafzana Bedasari; Masrul Ikhsan; Ahmad Hadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38190

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan model deliberatif dalam proses perumusan peraturan desa di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak. Model deliberatif adalah pendekatan dalam pengambilan keputusan yang menekankan partisipasi aktif masyarakat melalui musyawarah dan dialog. Proses ini dianggap dapat menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan transparan serta sesuai dengan kebutuhan lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup observasi, wawancara mendalam, serta diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah desa. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses perumusan peraturan desa, menciptakan peraturan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal, serta memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. Saran yang diberikan meliputi perlunya pelatihan berkelanjutan untuk masyarakat, serta dukungan teknis dari pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan proses deliberatif.
ESKALASI AGRICULTURAL COOPERATIVES: PEMBERDAYAAN USAHATANI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BAGI PETANI SWADAYA Meyzi Heriyanto; Masrul Ikhsan; Ahmad Rifai; Muhammad Iwan Fermi; Resa Vio Vani; Rahmanul Rahmanul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39668

Abstract

Artikel ini mengkaji peran koperasi pertanian dalam pemberdayaan petani swadaya kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan, Riau. Tujuan utama pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas petani swadaya dalam memenuhi persyaratan administrasi dan keberlanjutan, seperti STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya) dan SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup). Program ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara petani dan aktor terkait melalui model Penta Helix untuk mendukung keberlanjutan perkebunan. Metode yang digunakan termasuk pelatihan partisipatif, pendidikan, dan fasilitasi akses informasi serta teknologi, melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan LSM dengan menggunakan pendekatan Agricultural Cooperatives Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan partisipasi petani swadaya, serta kolaborasi yang memperkuat keberlanjutan usaha perkebunan. Saran meliputi pengembangan pendampingan teknis dan akses teknologi, serta dukungan kebijakan pemerintah untuk mempermudah proses administrasi dan sertifikasi.
PEMANFAATAN LAHAN TIDAK PRODUKTIF MENJADI PEKARANGAN PANGAN LESTARI SEBAGAI UPAYA KETAHANAN PANGAN RW. 11 KELURAHAN BAMBUKUNING Masrul Ikhsan; Doni Pranata; Yusika Salsabilla Ramadhani; Syaidina Maha Rani; Lydya Marsha Rickastari; Zaki Maulana Ramadhani; Nafisa Marchelia Bhakti; Budiman Jaya Laoly; Putri Azizil Syahrani; Muhammad Ilham Kencana; Septya Dwi Cantika; Firda Susanti; Syifa Syahira
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49685

Abstract

Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia untuk hidup dan untuk dapat menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Sedangkan Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi warga negara baik secara jumlah dan mutu. Di Kota Pekanbaru masih terdapat beberapa wilayah yang keadaan pangannya belum merata, yaitu Kecamatan Rumbai, Rumbai Pesisir, Lima Puluh dan Tenayan Raya yang menjadi daerah rawan pangan. Untuk mengatasi permasalahan belum meratanya Ketahanan Pangan di Kota Pekanbaru, maka dari itu dibuat suatu program yang mendukung Ketahanan Pangan di Kota Pekanbaru tepatnya Kelurahan Bambukuning, Kecamatan Tenayan Raya yaitu merelokasikan sebuah lahan timbunan sampah yang tidak produktif menjadi sebuah pekarangan produktif yang dapat menanam berbagai komoditas sayur-sayuran yang diberi nama Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Metode Kualitatif bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi dan studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa dengan dilaksanakannya program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini menjadi sebuah upaya yang dapat meningkatkan Ketahanan Pangan di RW 11 Kelurahan Bambukuning, serta dengan adanya program ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang kebermanfaatan lahan kosong dan terbengkalai
PENERAPAN DIGITALISASI KRITIK DAN SARAN DALAM UPAYA PENGUATAN KOMUNIKASI DAN PELAYANAN DI KANTOR LURAH BENCAH LESUNG Masrul Ikhsan; Muhammad Kevin Mahashura; Frizi Ripaldi; Elva Sari; Nadienda Putri; Rahmalia Putri; Inri Simanullang; Windi Sudita Putri; Didhan Okdeyandi; Nabilla Hayati; Reva Khairunnisa; Vedro Hariansyah Putra; Dini Tia Anggriani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49689

Abstract

Kecamatan Tenayan Raya yang terletak di Kota Pekanbaru terdiri dari sepuluh kelurahan, salah satunya ialah Kelurahan Bencah Lesung. Di tengah perubahan pemerintahan yang cepat, penggunaan teknologi digital dalam layanan publik menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, serta partisipasi warga. Pemerintah kelurahan, yang berfungsi sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan, memiliki wewenang dalam menentukan arah pembangunan sesuai dengan tujuan otonomi daerah. Namun, terdapat masih adanya kekurangan pemahaman mengenai pentingnya saluran komunikasi yang baik untuk menampung masukan serta kritik masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada ketidakefisienan layanan publik. Inovasi dalam digitalisasi masukan dan kritik muncul sebagai suatu solusi untuk mengembalikan nilai partisipasi dan meningkatkan respons pemerintah kelurahan. Program ini dirancang agar teknologi digital dapat diintegrasikan secara terstruktur, sehingga mampu menghasilkan perangkat kelurahan yang lebih terampil, adaptif, dan berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
EMPOWERING COASTAL COMMUNITIES THROUGH THE ELEVATION OF BIENE HONEY PRODUCTS: STRENGTHENING BRANDING, PACKAGING, AND MARKET ACCESS Mimin Sundari Nasution; Dadang Mashur; Zulkarnaini Zulkarnaini; Taryono Taryono; Harapan Tua; Masrul Ikhsan; Arya Arismaya Metananda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51564

Abstract

This community service program aims to enhance the competitiveness of local products through the empowerment of coastal communities in Bengkalis Regency, particularly the Biene honey business group. The main problems faced by the partners are weak branding, simple packaging design, and limited market access, which hinder the honey products from competing broadly. The method used is Participatory Action Research (PAR) through training, mentoring, and joint evaluation stages. The interventions carried out include strengthening brand identity, redesigning packaging to meet food safety standards, and facilitating digital marketing through marketplaces and social media. The results of the program indicate an increase in partners’ capacity in business management, marketing, and product handling. The new Biene Honey brand identity has been registered as intellectual property, product packaging has become more attractive and hygienic, and market access has expanded through online sales channels and promotion via local media. Overall, this program has successfully fostered the economic independence of coastal communities by strengthening branding, packaging, and market access, while also contributing to the achievement of sustainable development goals, particularly in the areas of decent work, economic growth, and partnerships.
TRANSFORMASI SOSIAL PETANI LEBAH MADU DI LAHAN GAMBUT Dadang Mashur; Arya Arismaya Metananda; Mimin Sundari Nasution; Masrul Ikhsan; Zulfarina Zulfarina; Iswandi Iswandi; Vera Darasni Putri; Leonardo Manullang; Asri Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51957

Abstract

Transformasi sosial petani lebah madu di lahan gambut menjadi isu penting karena selama ini sebagian besar petani lebah madu di Desa Tanjung Leban masih menggantungkan pendapatan dari pengambilan madu liar yang bersifat musiman, berisiko tinggi, dan tidak ramah lingkungan. Aktivitas tersebut sering kali menyebabkan kerusakan habitat lebah serta menurunkan keberlanjutan ekosistem gambut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengabdian yang mampu mengalihkan praktik tradisional menuju sistem budidaya lebah madu yang berkelanjutan. Pengembangan budidaya lebah madu di lahan gambut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendukung konservasi ekosistem dan ketahanan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam hayati. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan teknis pembuatan stup dan pemeliharaan koloni lebah madu, dan praktik pemanenan ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku petani lebah, yang semula hanya mengandalkan madu hutan menjadi mampu mengelola budidaya lebah secara mandiri dan berorientasi pasar. Petani mulai memahami pentingnya keberlanjutan ekologi, manajemen koloni, serta pengolahan produk bernilai tambah. Pengabdian ini membuktikan bahwa transformasi sosial melalui pendekatan pemberdayaan dan transfer teknologi sederhana dapat memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat gambut sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Program ini menjadi model praktik baik dalam pengembangan ekonomi hijau berbasis lebah madu di lahan gambut yang dapat direplikasi di wilayah lain.