Gunawan, M. Ricko
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati

Published : 48 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan pengetahuan kader dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Kemiling Bandar Lampung Rahmatika, Ida; Gunawan, M. Ricko; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1396

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), caused by the Flavivirus and transmitted by Aedes aegypti and Aedes aegypti, has increased rapidly in tropical and subtropical regions, including Indonesia, which recorded 149,866 cases in 2024. Lampung recorded 9,096 cases, peaking in February, and Bandar Lampung City recorded 202 cases, with Kemiling District recording the highest number of cases with 27 cases. Environmental health workers play a crucial role in prevention through education, monitoring mosquito breeding sites, and 3M Plus interventions. However, the effectiveness of preventive measures still needs to be systematically evaluated. Purpose: To improve the knowledge of environmental health workers in optimizing dengue fever prevention measures. Method: This activity was conducted on July 2–4, 2025, in Kemiling District, Bandar Lampung, involving 20 health cadres who handle Dengue Fever as respondents. The health education activity used a lecture method and instructions in the form of informative leaflets on Dengue Fever prevention management, which included presentations, material presentations, and interactive discussions. Questionnaire scores, consisting of Pre-test and Post-test data, were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test to determine changes in the cadres' level of knowledge after the education activity. Accumulated data were presented descriptively quantitatively. Results: The average age of respondents was 38.5 years with a standard deviation of 7.06 years, ranging from 29 to 57 years. The majority of respondents were between 36 and 45 years old, with 9 (45.0%) having a high school education, and 16 (80.0%). Meanwhile, based on the analysis, the data obtained on the respondents' knowledge level scores in the Pre-test obtained a Mean value of 20.5 in the range of 15-22, while in the Post-test, the Mean value was 24.5 in the range of 23-25, with a negative rank value = 0 and p-Value = 0.001. Conclusion: Education on Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) prevention management delivered through lectures, discussions, and leaflets significantly increased knowledge of environmental health and demonstrated the effectiveness of structured educational interventions tailored to the characteristics of respondents. Sugesstion: The educational program should be expanded and scheduled regularly with an integrated module that combines lectures, discussions, and interactive visual materials. The Health Office and community health centers (CHC) should increase leaflet distribution to all sub-districts prone to DHF, train local facilitators to support the sustainability of the intervention, and conduct tiered evaluations through Pre-tests and Post-tests to adapt the material to demographic needs and ensure continued knowledge improvement. Keywords: Cadres; Dengue hemorrhagic fever (DHF) prevention; Education Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disebabkan oleh virus Flavivirus dan ditularkan oleh Aedes aegypti serta Aedes aegypti, telah meningkat pesat di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia yang mencatat 149,866 kasus pada 2024. Di Lampung tercatat 9,096 kasus dengan puncak insiden pada Februari dan di Kota Bandar Lampung 202 kasus, di mana Kecamatan Kemiling memegang rekor tertinggi dengan 27 kasus. Kader kesehatan lingkungan memegang peran krusial dalam pencegahan melalui edukasi, pemantauan sarang nyamuk, serta intervensi 3M Plus, namun efektivitas tatalaksana pencegahan masih perlu dievaluasi secara sistematis. Tujuan: Memberikan peningkatan pengetahuan kader kesehatan lingkungan dalam mengoptimalkan tatalaksana pencegahan Demam Berdarah Dengue. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada 2–4 Juli 2025 di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, dengan melibatkan 20 kader kesehatan yang menangani Demam Berdarah Dengue menjadi responden. Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan petunjuk berupa leaflet informatif mengenai tatalaksana pencegahan Demam Berdarah Dengue yang meliputi kegiatan presentasi, pemaparan materi dan diskusi interaktif. Data skor kuesioner berupa data Pre-test dan Post-test dianalisis dengan Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan kader setelah kegiatan penyuluhan. Akumulasi data disampaikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil: Menunjukkan usia rata-rata responden adalah 38.5 tahun dengan standar deviasi 7.06 tahun dalam rentang usia antara 29-57 tahun, mayoritas usia responden berada dalam rentang usia 36-45 tahun sebanyak 9 (45.0%) dan sebagian besar tingkat pendidikan responden adalah SMA sebanyak 16 orang (80.0%). Sedangkan berdasarkan analisa mendapatkan data skor tingkat pengetahuan responden pada pre-test mendapatkan nilai mean 20.5 dalam rentang nilai 15 – 22 sedangkan pada post-test mendapatkan nilai mean 24.5 dalam rentang nilai 23 – 25, dengan nilai negatif rank=0 dan p-Value=0.001. Simpulan: Edukasi tatalaksana pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disampaikan melalui ceramah, diskusi, dan media leaflet secara signifikan meningkatkan pengetahuan terhadap kesehatan lingkungan dan menunjukkan adanya efektivitas intervensi edukatif yang terstruktur dan sesuai karakteristik responden.  Saran: Program edukasi sebaiknya diperluas dan dijadwalkan secara berkala dengan modul terpadu yang memadukan metode ceramah, diskusi, dan materi visual interaktif. Dinas Kesehatan dan puskesmas perlu meningkatkan distribusi leaflet ke seluruh kecamatan rawan Demam Berdarah Dengue, melatih fasilitator lokal untuk mendukung keberlanjutan intervensi, serta melakukan evaluasi berjenjang melalui pre-test/ post-test untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan demografis dan memastikan peningkatan pengetahuan yang berkelanjutan.
Hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 benar pemberian obat dengan penerapan Pemberian obat di rsud a. Dadi tjokrodipo Ibrahim, Idris; Gunawan, Muhammad Ricko; Kusumaningsih, Dewi
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i1.220

Abstract

Background: A pre-survey conducted by researchers at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital (RSUD A. Dadi Tjokrodipo) using questionnaires distributed to 10 nurses revealed that 10 nurses (33.33%) had good knowledge and 20 nurses (66.67%) still had poor knowledge regarding hospital service compliance with patient safety. When administering medication, nurses failed to verify patient identity and the routes of administration of solid medication. Purpose: To determine the relationship between nurses' knowledge of the 6 rights of medication administration and the implementation of medication administration at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital. Method: This study was a quantitative, observational, and cross-sectional analytic study. The population was all 270 nurses at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital, with a sample size of 177. The Chi-Square test was used for analysis. Results: Most nurses' knowledge level regarding the 6 (six) correct principles of drug administration at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital was poor, namely 117 people (66.1%), with the implementation of drug administration at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital being included in the poor category, namely 113 people (63.8%). And there was a relationship between the level of nurses' knowledge regarding the 6 (six) correct principles of drug administration and the implementation of drug administration at A. Dadi Regional Hospital with a p-value = 0.025 and OR = 5.250. Conclusion: There was a relationship between the level of nurses' knowledge regarding the 6 (six) correct principles of drug administration and the implementation of drug administration at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital.   Keywords: Application Of Drug; Nurse Knowledge; Principle 6 (Six) Correct Administration Of Drugs.   Pendahuluan: Hasil pra survey yang dilakukan peneliti di RSUD A. Dadi Tjokrodipo melalui penyebaran kuesioner kepada 10 orang perawat, didapatkan data pengetahuan perawat baik sebanyak 10 perawat (33.33%) dan 20 perawat (66.67%) masih kurang baik dalam kepatuhan kepatuhan pelayanan rumah sakit yang memperhatikan keamanan pasien, pada saat melakukan pemberian obat, perawat belum memeriksa identitas pasien terlebih dahulu dan apa saja rute pemberian obat dalam bentuk padat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 benar pemberian obat dengan penerapan pemberian obat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo. Metode: Penelitian ini adalah jenis peneltian kuantitatif dengan observasional analitik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo sebanyak 270 orang dengan jumlah sampel diambil sebanyak 177 orang. Analisis yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: Sebagian besar tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 (enam) benar pemberian obat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo kurang baik yaitu sebanyak 117 orang (66.1%) dengan penerapan pemberian obat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo termasuk dalam kategori kurang baik yaitu sebanyak 113 orang (63.8%). Dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 (enam) benar pemberian obat dengan penerapan pemberian obat di RSUD A. Dadi dengan p-value = 0.025 dan OR = 5.250. Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 (enam) benar pemberian obat dengan penerapan pemberian obat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo.   Kata Kunci: Pengetahuan Perawat; Penerapan Pemberian Obat; Prinsip 6 (Enam) Benar Pemberian Obat.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA LANSIA DI MASA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJANG BANDAR LAMPUNG Dewi, Ruspa; Romayati, Umi; Gunawan, Ricko
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.56328

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian ispa pada lansia dimasa pandemi covid di wilayah kerja puskesmas panjang bandar lampung tahun 2022. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Panjang sejumlah 279 orang. Sampel 164 responden. Dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis sampling insidental. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan  menggunakan quesioner dan data rekam medis puskesmas. Analisa data yang digunakan adalah Uji Chi Square. Berdasarkan data frekuensi dari 164 responden didapatkan 101 responden (61.6%) terkena ISPA dan 63 responden (38.4%) tidak terkena ISPA. 12 responden (7.3%) berperilaku merokok ringan, 103 responden (62.8%) berperilaku merokok sedang, dan 49 responden (29.9%) berperilaku merokok berat. hasil uji Chi Square didapatkan nilai p value .001 (<0.05). Kesimpulannya dalaha ada hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian ISPA pada lansia ( p value 0.001) di wilayah kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung.
Pengembangan alat sterilisasi mikroorganisme dan pelaksanaan disinfeksi berkala sebagai upaya untuk memutus rantai penularan covid-19 Fadlika, Irham; Aripriharta, Aripriharta; Dwiwahyono, Irawan; Andriansyah, Muhammad Rizal; Gunawan, M. Ricko; Mistakim, Eka; Fakhri, Ach. Syahrudin
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v4i3.11007

Abstract

Covid-19 is a malignant virus that has spread throughout the world, including Indonesia. In Indonesia alone, Covid-19 has proliferated to 502 districts and cities in 34 provinces, including Harjokuncaran Village, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency. Two main issues, community economy problem and inadequacy of health facilities to fight Covid-19, are addressed and mitigated in this work. We offer some solutions, including the production of a disinfectant sprayer and a call to carry out sterilization activities in public places together. The realization of this community service program uses the Dignan method which includes five stages. The initial implementation of this activity, which was carried out on October 5, 2020 has gone smoothly with the help of the community, while the tools that have been fully provided to the residents are used to carry out sterilization activities on a regular basis. Six months after the activity, we evaluated the success of this endeavor. There are three indicators of success in this activity, namely a recapitulation of monthly spraying activities from October 2020 - March 2021, the addition of positive cases of Covid-19, and how much knowledge of residents about the importance of spraying disinfectant activities
Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Trimester III dengan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri Punggung Bawah melalui Metode Pelvic Rocking di Klinik Balai Krakatau Kemiling Bandar Lampung Gustiani, Dwi; Gunawan, M. Ricko; Keswara, Umi Rohmayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.15436

Abstract

ABSTRAK Data yang diperoleh dari Riskesdas pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan K4 sebanyak 82,1 % di Lampung dan proporsi fasilitas kesehatan tempat rujukan pertama saat mengalami komplikasi kehamilan 6,9 % di Puskesmas. Berdasarkan data register Klinik Balai Krakatau pada 3 bulan terakhir (Januari-Maret) 2022 pada data ibu hamil trimester III tahun 2022 terdapat 120 orang dengan jumlah ibu hamil trimester I sebanyak 60 orang, trimester II sebanyak 30 orang, dan trimester III sebanyak 30 orang. Dari 30 orang ibu hamil trimester III sebanyak 20 orang (66,7%) yang mengeluh nyeri punggung baik bagian atas ataupun bawah, dan 10 orang (33,3%) mengeluhkan nyeri dibagian pinggul, bokong dan menyebar ke area tungkai kaki (Data Registrasi Bidan, 2022). Diketahui asuhan keperawatan ibu hamil trimester  III dengan gangguan rasa nyaman nyeri punggung bawah melalui metode pelvic rocking di Klinik Balai Krakatau Kemiling Bandar Lampung Tahun 2022. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Trimester III Dengan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri Punggung Bawah Melalui Metode Pelvic Rocking. Hasil pengkajian pada Ny. D Ny. A, Dan Ny. W didapatkan keluhan utama pasien mengatakan nyeri punggung bawah selama kehamilan Trimester III. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gpangguan rasa nayam nyeri bd perubahan berat badan dan beban muskuloskeltas ibu hamil TM III. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan pemberian pelvic rocking selama 3 hari dengan durasi 30 menit selama 1 kali perlakuan. Kajian implementasi selama 3 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan menurunnya skala nyeri punggung bawah pada ibu hamil Trimester III. Hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan semua masalah dapat teratasi. Dapat diaplikasikan sebagai pertimbangan secara rasional untuk pendekatan pada ibu hamil Trimester III yang mengalami nyeri pinggang dengan memberikan edukasi latihan pelvic rocking saat kelas hamil. Kata Kunci: Pelvic Rocking, Nyeri Punggung Bawah, Kehamilan TM III  ABSTRACT Data obtained from Riskesdas in 2021 showed that pregnant women who did K4 were 82.1% in Lampung and the proportion of health facilities at the first referral place when experiencing pregnancy complications was 6.9% at the Puskesmas. Based on data from the Balai Krakatau Clinic register in the last 3 months (January-March) 2022, in the third trimester of 2022, there were 120 pregnant women with 60 people in the first trimester, 30 in the second trimester, and 30 in the third trimester. Of the 30 third trimester pregnant women, 20 (66.7%) complained of back pain in both the upper and lower parts, and 10 (33.3%) complained of pain in the hips, buttocks and spread to the leg area (Registration Data). Midwife, 2022). It is known that nursing care for pregnant women in the third trimester with low back pain comfort through the pelvic rocking method at the Balai Krakatau Kemiling Clinic, Bandar Lampung in 2022. The approach to writing a final project report focuses on Nursing Care for Third Trimester Pregnant Women With Disturbed Low Back Pain Comfort Through Pelvic Rocking Method. The results of the study on Ny. D Mrs. A, Dan Mrs. W found that the patient's chief complaint was low back pain during the third trimester of pregnancy. The nursing diagnosis obtained was a sense of discomfort related to changes in body weight and musculoskeletal load for pregnant women with TM III. The intervention was carried out for 3 days by giving pelvic rocking for 3 days with a duration of 30 minutes for 1 treatment. The implementation study for 3 days showed that some of the problems were resolved, which was marked by a decrease in the scale of low back pain in third trimester pregnant women. The results of the evaluation carried out for three days showed that all problems could be resolved. It can be applied as a rational consideration for the approach to third trimester pregnant women who experience low back pain by providing education on pelvic rocking exercises during pregnancy class. Keywords: Pelvic Rocking, Lower Back Pain, Pregnancy TM III
Asuhan Keperawatan untuk masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif Pasien Tuberculosis Paru dengan menggunakan Penerapan Posisi Orthopnea di Rs Pertamina Bintang Amin Nopriani, Nopriani; Gunawan, M. Ricko; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15524

Abstract

ABSTRAK Menurut Groenewald (2014), tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan serius yang menyerang masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lebih dari 99% populasi dunia dan kasus TBC dilaporkan di 202 negara dan wilayah, menurut data WHO. Indonesia merupakan salah satu dari lima negara di dunia yang mempunyai kasus tuberkulosis aspirasi (TB) terbanyak. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia, terdapat lebih dari 724.000 kasus baru tuberkulosis paru pada tahun 2022 dan 809.000 kasus pada tahun 2023. Untuk RS Pertamina Binang Amin Lampung pada tahun 2023 terdapat 127 pasien yang dirawat di ruang paru yang mengalami kendala kebutuhan oksigen, khususnya TBC, dengan keluhan sesak nafas. Melaksanakan asuhan keperawatan pada penderita TBC paru di RS Pertamina Bintang Amin dengan menerapkan posisi orthopnea. Data program pengendalian TBC tahun 2015 yang diberitahukan sebanyak 330.812 kasus TBC baru, Pemeriksaan ini merupakan bentuk ekspresif eksplorasi dengan pendekatan investigasi kontekstual. Subjek dalam pemeriksaan ini adalah dua orang responden penderita tuberkulosis paru yang berada di ruang aspirasi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Pada pasien TBC, penerapan posisi ortopnea memberikan efek mengurangi sesak napas. Penerapan tindakan keperawatan pada posisi ortopnea yang penulis lakukan selama tiga hari kurang efektif dalam mengatur pola pernafasan. Klien Bapak membuktikan bahwa masalah pola pernafasan tidak efektif pada pasien TBC, dimana permasalahan kedua klien teratasi. Ny. K dan Klien bekerja sama selama prosedur kedua dan memiliki laju pernapasan normal. Kata Kunci: Lansia, TB Paru, Orthopniea  ABSTRACT  According to Groenewald. (2014), tuberculosis is still a serious health issue that affects people all over the world, including Indonesia. More than 99% of the world's population and TB cases are reported in 202 countries and territories, according to WHO data. Indonesia is one of the five nations on the planet that has the most instances of aspiratory tuberculosis (TB). According to Indonesia's Health Profile, there were more than 724,000 new cases of pulmonary tuberculosis in 2022 and 809,000 cases in 2023. For Pertamina Binang Amin Lampung Hospital in 2023, 127 patients were treated in the lung room who experienced problems with their oxygen needs, specifically tuberculosis, with complaints of shortness of breath.Carry out nursing care for pulmonary tuberculosis sufferers at Pertamina Bintang Amin Hospital by applying the orthopnea position.The 2015 Tuberculosis control program data that was notified was 330,812 new TB cases, This examination is a kind of expressive exploration with a contextual investigation approach. The subjects in this examination were two respondents experiencing pneumonic tuberculosis who were in the aspiratory ongoing room at Pertamina Bintang Amin Medical clinic.. In TB patients, applying the orthopnea position had the effect of reducing shortness of breath. Implementing nursing actions in the orthopnea position, which the author carried out for three days, was ineffective in managing breathing patterns. The client Mr. proved that the problem of breathing patterns was ineffective in TB patients, where both clients' issues were resolved. Mrs. K and The client cooperates during the second procedure and has a normal respiratory rate. Keywords: Elderly, Pulmonary TB, Orthopnea
Pengaruh edukasi pencegahan risiko jatuh pada lansia terhadap pengetahuan keluarga Aprilia Putri, Hanisa; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Gunawan, M. Ricko
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1853

Abstract

 Background: The impact of falls on the elderly is very serious, and can lead to injuries such as bone fractures, head injuries, and even death. The risk of falling refers to the possibility of a person falling due to individual and environmental factors that can cause physical injury. An estimated 646.000 fall incidents occur every year. This research aims to examine the extent to which education can increase family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Purpose: To determine the effect of education on increasing family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Method: A quantitative analytic design with a quasi-experimental approach through a one group pretest-posttest design. The population in this study is families who have elderly members in Gedong Meneng Baru village, with a sample size of 30 families. Sampling was done using purposive sampling technique. Data analysis was conducted using a dependent (paired) t-test. Results: The average family knowledge score before education was 9.67, and after education, it increased to 15.27. The results of the paired t-test showed a significant value of 0.0001 or P < 0.005. Conclusion: Education on fall risk prevention influences the increase in knowledge of elderly families. Keywords: Education; Elderly; Fall Risk; Knowledge.   Pendahuluan: Dampak dari jatuh pada lansia sangat serius, dapat menyebabkan cedera seperti patah tulang, cedera kepala, bahkan kematian. Risiko jatuh merujuk pada kemungkinan seseorang mengalami jatuh akibat faktor individu maupun lingkungan yang dapat menyebabkan cedera fisik. Diperkirakan 646.000 insiden jatuh terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana edukasi dapat meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini penting sebagai dasar penyusunan intervensi yang tepat di tingkat komunitas untuk meningkatkan keselamatan lansia dan kualitas hidup keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia di Kelurahan Gedong Meneng Baru. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai lansia di kelurahan gedong meneng baru, dengan jumlah sampel 30 keluarga. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Rata-rata pengetahuan keluarga sebelum diberikan edukasi adalah 9.67, dan sesudah edukasi meningkat menjadi 15.27. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.0001 atau P < 0.005. Simpulan: Edukasi pencegahan risiko jatuh berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga lansia. Kata Kunci: Edukasi; Lansia; Pengetahuan; Risiko Jatuh.
Edukasi Kesehatan Mengenai Pencegahan Penularan Tuberkulosis Dan Optimalisasi Peran Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Aryanti Wardiyah; Eka yudha chrisanto; Rudi winarno; Muhammad ricko gunawan
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25960

Abstract

Tuberkulosis (TBC) hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang paling utama dan menyebabkan tingginya angka morbiditas serta mortalitas, terutama di negara-negara berkembang. Keberhasilan dalam proses pengobatan penyakit TBC sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi pengobatan jangka panjang, serta sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial, khususnya dari pihak keluarga. Kurangnya pengetahuan di kalangan masyarakat mengenai cara penularan penyakit ini dan pentingnya kepatuhan dalam minum obat sering kali menjadi penyebab utama terjadinya kegagalan pengobatan serta meluasnya penularan. Di sisi lain, adaptasi terhadap penyakit kronis dapat memicu stres psikologis yang mengancam kesejahteraan pasien, sehingga intervensi edukatif dan dukungan sosial menjadi sangat vital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman yang komprehensif bagi pasien dan keluarganya mengenai penyakit TBC, cara pencegahan penularannya, serta secara khusus untuk memperkuat peran keluarga dalam melakukan perawatan pasien di rumah sebagai Pengawas Minum Obat (PMO). Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan interaktif meliputi ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab yang dilengkapi media visual (PPT, leaflet, dan X-Banner). Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi pada bulan Januari 2026 di Ruang Pesisir RS A. Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung, dengan sasaran 30 partisipan yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan mengenai definisi, gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC. Keluarga pasien juga menunjukkan komitmen yang kuat untuk berperan aktif sebagai PMO, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memberikan dukungan nutrisi dan perlindungan emosional bagi pasien. Edukasi kesehatan yang terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, yang merupakan faktor predisposisi utama dalam pembentukan perilaku kesehatan. Peran aktif keluarga sangat krusial dalam memutus mata rantai penularan TBC dan mencegah terjadinya resistensi obat (MDR-TB).  
Co-Authors A.N. Afandi Ach. Syahrudin Fakhri Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andriansyah, Muhammad Rizal Andriyani, Veni Annisa Ramadhanti Aprilia Ismi Aprilia Putri, Hanisa Aripriharta - Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Chrisanto, Eka Yudha Dahlia Aprillia Dayu Jaysendira Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi, Ruspa Dika Amelia Putri Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Urip Puji Rahayu Dwiwahyono, Irawan Eka Mistakim Eka Novita Sari Elliya, Rahma Erna Oktalia Evi Marta Fakhri, Ach. Syahrudin Fakhri, Achmad Syahrudin Farich, Achmad Feri Febri Saputra Furqoni, Prima Dian Gustiani, Dwi Ibnu Hasyim Ibrahim, Idris Iit Imas Masitoh Irham Fadlika Ismi, Aprilia Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Iwal Iwal Keswara, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati Kornelius Kamargo/Irawan Dwi Wahyono Kornelius Kamargo Langlang Gumilar M. Arifki Zainaro Mardani Mardani Marlena Marlena Mistakim, Eka Muhammad Agustianda Muhammad Rizal Andriansyah Nirwanto Nirwanto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto nopriani, nopriani Nugroho Cahyo Kusumantoro Nurlaini Nurlaini Nurliyani Nurliyani Nurul Nepiana Prima Dian Furqoni Rachmi Fitria Sari Rafika Anjarsari Rahma Eliya Rahmatika, Ida Raihan Saputra Rifaie, Mahda Rizka Faer Rika Yulendasari Rike Saputra Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rohani Rohani Romayati, Umi Rudi Winarno Rudi Winarno Setiawati Setiawati Sofa, Taufik Sosya Mona Seprianti Suhartini Suhartini Susmarini, Neta Taufik Sofa Teguh Pribadi Teguh Pribadi Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Umi Rohmawati Keswara Veni Andriyani Wahid Tri Wahyudi Winarno, Rudi Yulina Yulina