Gunawan, M. Ricko
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan pengetahuan kader dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Kemiling Bandar Lampung Rahmatika, Ida; Gunawan, M. Ricko; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1396

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), caused by the Flavivirus and transmitted by Aedes aegypti and Aedes aegypti, has increased rapidly in tropical and subtropical regions, including Indonesia, which recorded 149,866 cases in 2024. Lampung recorded 9,096 cases, peaking in February, and Bandar Lampung City recorded 202 cases, with Kemiling District recording the highest number of cases with 27 cases. Environmental health workers play a crucial role in prevention through education, monitoring mosquito breeding sites, and 3M Plus interventions. However, the effectiveness of preventive measures still needs to be systematically evaluated. Purpose: To improve the knowledge of environmental health workers in optimizing dengue fever prevention measures. Method: This activity was conducted on July 2–4, 2025, in Kemiling District, Bandar Lampung, involving 20 health cadres who handle Dengue Fever as respondents. The health education activity used a lecture method and instructions in the form of informative leaflets on Dengue Fever prevention management, which included presentations, material presentations, and interactive discussions. Questionnaire scores, consisting of Pre-test and Post-test data, were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test to determine changes in the cadres' level of knowledge after the education activity. Accumulated data were presented descriptively quantitatively. Results: The average age of respondents was 38.5 years with a standard deviation of 7.06 years, ranging from 29 to 57 years. The majority of respondents were between 36 and 45 years old, with 9 (45.0%) having a high school education, and 16 (80.0%). Meanwhile, based on the analysis, the data obtained on the respondents' knowledge level scores in the Pre-test obtained a Mean value of 20.5 in the range of 15-22, while in the Post-test, the Mean value was 24.5 in the range of 23-25, with a negative rank value = 0 and p-Value = 0.001. Conclusion: Education on Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) prevention management delivered through lectures, discussions, and leaflets significantly increased knowledge of environmental health and demonstrated the effectiveness of structured educational interventions tailored to the characteristics of respondents. Sugesstion: The educational program should be expanded and scheduled regularly with an integrated module that combines lectures, discussions, and interactive visual materials. The Health Office and community health centers (CHC) should increase leaflet distribution to all sub-districts prone to DHF, train local facilitators to support the sustainability of the intervention, and conduct tiered evaluations through Pre-tests and Post-tests to adapt the material to demographic needs and ensure continued knowledge improvement. Keywords: Cadres; Dengue hemorrhagic fever (DHF) prevention; Education Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disebabkan oleh virus Flavivirus dan ditularkan oleh Aedes aegypti serta Aedes aegypti, telah meningkat pesat di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia yang mencatat 149,866 kasus pada 2024. Di Lampung tercatat 9,096 kasus dengan puncak insiden pada Februari dan di Kota Bandar Lampung 202 kasus, di mana Kecamatan Kemiling memegang rekor tertinggi dengan 27 kasus. Kader kesehatan lingkungan memegang peran krusial dalam pencegahan melalui edukasi, pemantauan sarang nyamuk, serta intervensi 3M Plus, namun efektivitas tatalaksana pencegahan masih perlu dievaluasi secara sistematis. Tujuan: Memberikan peningkatan pengetahuan kader kesehatan lingkungan dalam mengoptimalkan tatalaksana pencegahan Demam Berdarah Dengue. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada 2–4 Juli 2025 di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, dengan melibatkan 20 kader kesehatan yang menangani Demam Berdarah Dengue menjadi responden. Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan petunjuk berupa leaflet informatif mengenai tatalaksana pencegahan Demam Berdarah Dengue yang meliputi kegiatan presentasi, pemaparan materi dan diskusi interaktif. Data skor kuesioner berupa data Pre-test dan Post-test dianalisis dengan Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan kader setelah kegiatan penyuluhan. Akumulasi data disampaikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil: Menunjukkan usia rata-rata responden adalah 38.5 tahun dengan standar deviasi 7.06 tahun dalam rentang usia antara 29-57 tahun, mayoritas usia responden berada dalam rentang usia 36-45 tahun sebanyak 9 (45.0%) dan sebagian besar tingkat pendidikan responden adalah SMA sebanyak 16 orang (80.0%). Sedangkan berdasarkan analisa mendapatkan data skor tingkat pengetahuan responden pada pre-test mendapatkan nilai mean 20.5 dalam rentang nilai 15 – 22 sedangkan pada post-test mendapatkan nilai mean 24.5 dalam rentang nilai 23 – 25, dengan nilai negatif rank=0 dan p-Value=0.001. Simpulan: Edukasi tatalaksana pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disampaikan melalui ceramah, diskusi, dan media leaflet secara signifikan meningkatkan pengetahuan terhadap kesehatan lingkungan dan menunjukkan adanya efektivitas intervensi edukatif yang terstruktur dan sesuai karakteristik responden.  Saran: Program edukasi sebaiknya diperluas dan dijadwalkan secara berkala dengan modul terpadu yang memadukan metode ceramah, diskusi, dan materi visual interaktif. Dinas Kesehatan dan puskesmas perlu meningkatkan distribusi leaflet ke seluruh kecamatan rawan Demam Berdarah Dengue, melatih fasilitator lokal untuk mendukung keberlanjutan intervensi, serta melakukan evaluasi berjenjang melalui pre-test/ post-test untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan demografis dan memastikan peningkatan pengetahuan yang berkelanjutan.
Hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 benar pemberian obat dengan penerapan Pemberian obat di rsud a. Dadi tjokrodipo Ibrahim, Idris; Gunawan, Muhammad Ricko; Kusumaningsih, Dewi
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i1.220

Abstract

Background: A pre-survey conducted by researchers at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital (RSUD A. Dadi Tjokrodipo) using questionnaires distributed to 10 nurses revealed that 10 nurses (33.33%) had good knowledge and 20 nurses (66.67%) still had poor knowledge regarding hospital service compliance with patient safety. When administering medication, nurses failed to verify patient identity and the routes of administration of solid medication. Purpose: To determine the relationship between nurses' knowledge of the 6 rights of medication administration and the implementation of medication administration at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital. Method: This study was a quantitative, observational, and cross-sectional analytic study. The population was all 270 nurses at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital, with a sample size of 177. The Chi-Square test was used for analysis. Results: Most nurses' knowledge level regarding the 6 (six) correct principles of drug administration at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital was poor, namely 117 people (66.1%), with the implementation of drug administration at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital being included in the poor category, namely 113 people (63.8%). And there was a relationship between the level of nurses' knowledge regarding the 6 (six) correct principles of drug administration and the implementation of drug administration at A. Dadi Regional Hospital with a p-value = 0.025 and OR = 5.250. Conclusion: There was a relationship between the level of nurses' knowledge regarding the 6 (six) correct principles of drug administration and the implementation of drug administration at A. Dadi Tjokrodipo Regional Hospital.   Keywords: Application Of Drug; Nurse Knowledge; Principle 6 (Six) Correct Administration Of Drugs.   Pendahuluan: Hasil pra survey yang dilakukan peneliti di RSUD A. Dadi Tjokrodipo melalui penyebaran kuesioner kepada 10 orang perawat, didapatkan data pengetahuan perawat baik sebanyak 10 perawat (33.33%) dan 20 perawat (66.67%) masih kurang baik dalam kepatuhan kepatuhan pelayanan rumah sakit yang memperhatikan keamanan pasien, pada saat melakukan pemberian obat, perawat belum memeriksa identitas pasien terlebih dahulu dan apa saja rute pemberian obat dalam bentuk padat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 benar pemberian obat dengan penerapan pemberian obat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo. Metode: Penelitian ini adalah jenis peneltian kuantitatif dengan observasional analitik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo sebanyak 270 orang dengan jumlah sampel diambil sebanyak 177 orang. Analisis yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: Sebagian besar tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 (enam) benar pemberian obat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo kurang baik yaitu sebanyak 117 orang (66.1%) dengan penerapan pemberian obat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo termasuk dalam kategori kurang baik yaitu sebanyak 113 orang (63.8%). Dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 (enam) benar pemberian obat dengan penerapan pemberian obat di RSUD A. Dadi dengan p-value = 0.025 dan OR = 5.250. Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang prinsip 6 (enam) benar pemberian obat dengan penerapan pemberian obat di RSUD A. Dadi Tjokrodipo.   Kata Kunci: Pengetahuan Perawat; Penerapan Pemberian Obat; Prinsip 6 (Enam) Benar Pemberian Obat.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA LANSIA DI MASA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJANG BANDAR LAMPUNG Dewi, Ruspa; Romayati, Umi; Gunawan, Ricko
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.56328

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian ispa pada lansia dimasa pandemi covid di wilayah kerja puskesmas panjang bandar lampung tahun 2022. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Panjang sejumlah 279 orang. Sampel 164 responden. Dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis sampling insidental. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan  menggunakan quesioner dan data rekam medis puskesmas. Analisa data yang digunakan adalah Uji Chi Square. Berdasarkan data frekuensi dari 164 responden didapatkan 101 responden (61.6%) terkena ISPA dan 63 responden (38.4%) tidak terkena ISPA. 12 responden (7.3%) berperilaku merokok ringan, 103 responden (62.8%) berperilaku merokok sedang, dan 49 responden (29.9%) berperilaku merokok berat. hasil uji Chi Square didapatkan nilai p value .001 (<0.05). Kesimpulannya dalaha ada hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian ISPA pada lansia ( p value 0.001) di wilayah kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung.
Pengembangan alat sterilisasi mikroorganisme dan pelaksanaan disinfeksi berkala sebagai upaya untuk memutus rantai penularan covid-19 Fadlika, Irham; Aripriharta, Aripriharta; Dwiwahyono, Irawan; Andriansyah, Muhammad Rizal; Gunawan, M. Ricko; Mistakim, Eka; Fakhri, Ach. Syahrudin
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v4i3.11007

Abstract

Covid-19 is a malignant virus that has spread throughout the world, including Indonesia. In Indonesia alone, Covid-19 has proliferated to 502 districts and cities in 34 provinces, including Harjokuncaran Village, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency. Two main issues, community economy problem and inadequacy of health facilities to fight Covid-19, are addressed and mitigated in this work. We offer some solutions, including the production of a disinfectant sprayer and a call to carry out sterilization activities in public places together. The realization of this community service program uses the Dignan method which includes five stages. The initial implementation of this activity, which was carried out on October 5, 2020 has gone smoothly with the help of the community, while the tools that have been fully provided to the residents are used to carry out sterilization activities on a regular basis. Six months after the activity, we evaluated the success of this endeavor. There are three indicators of success in this activity, namely a recapitulation of monthly spraying activities from October 2020 - March 2021, the addition of positive cases of Covid-19, and how much knowledge of residents about the importance of spraying disinfectant activities
Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Trimester III dengan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri Punggung Bawah melalui Metode Pelvic Rocking di Klinik Balai Krakatau Kemiling Bandar Lampung Gustiani, Dwi; Gunawan, M. Ricko; Keswara, Umi Rohmayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.15436

Abstract

ABSTRAK Data yang diperoleh dari Riskesdas pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan K4 sebanyak 82,1 % di Lampung dan proporsi fasilitas kesehatan tempat rujukan pertama saat mengalami komplikasi kehamilan 6,9 % di Puskesmas. Berdasarkan data register Klinik Balai Krakatau pada 3 bulan terakhir (Januari-Maret) 2022 pada data ibu hamil trimester III tahun 2022 terdapat 120 orang dengan jumlah ibu hamil trimester I sebanyak 60 orang, trimester II sebanyak 30 orang, dan trimester III sebanyak 30 orang. Dari 30 orang ibu hamil trimester III sebanyak 20 orang (66,7%) yang mengeluh nyeri punggung baik bagian atas ataupun bawah, dan 10 orang (33,3%) mengeluhkan nyeri dibagian pinggul, bokong dan menyebar ke area tungkai kaki (Data Registrasi Bidan, 2022). Diketahui asuhan keperawatan ibu hamil trimester  III dengan gangguan rasa nyaman nyeri punggung bawah melalui metode pelvic rocking di Klinik Balai Krakatau Kemiling Bandar Lampung Tahun 2022. Pendekatan pada penulisan laporan tugas akhir berfokus pada Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Trimester III Dengan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri Punggung Bawah Melalui Metode Pelvic Rocking. Hasil pengkajian pada Ny. D Ny. A, Dan Ny. W didapatkan keluhan utama pasien mengatakan nyeri punggung bawah selama kehamilan Trimester III. Diagnosa keperawatan yang didapat adalah gpangguan rasa nayam nyeri bd perubahan berat badan dan beban muskuloskeltas ibu hamil TM III. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan pemberian pelvic rocking selama 3 hari dengan durasi 30 menit selama 1 kali perlakuan. Kajian implementasi selama 3 hari didapat hasil sebagian msalah teratasi, yang ditandai dengan menurunnya skala nyeri punggung bawah pada ibu hamil Trimester III. Hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan semua masalah dapat teratasi. Dapat diaplikasikan sebagai pertimbangan secara rasional untuk pendekatan pada ibu hamil Trimester III yang mengalami nyeri pinggang dengan memberikan edukasi latihan pelvic rocking saat kelas hamil. Kata Kunci: Pelvic Rocking, Nyeri Punggung Bawah, Kehamilan TM III  ABSTRACT Data obtained from Riskesdas in 2021 showed that pregnant women who did K4 were 82.1% in Lampung and the proportion of health facilities at the first referral place when experiencing pregnancy complications was 6.9% at the Puskesmas. Based on data from the Balai Krakatau Clinic register in the last 3 months (January-March) 2022, in the third trimester of 2022, there were 120 pregnant women with 60 people in the first trimester, 30 in the second trimester, and 30 in the third trimester. Of the 30 third trimester pregnant women, 20 (66.7%) complained of back pain in both the upper and lower parts, and 10 (33.3%) complained of pain in the hips, buttocks and spread to the leg area (Registration Data). Midwife, 2022). It is known that nursing care for pregnant women in the third trimester with low back pain comfort through the pelvic rocking method at the Balai Krakatau Kemiling Clinic, Bandar Lampung in 2022. The approach to writing a final project report focuses on Nursing Care for Third Trimester Pregnant Women With Disturbed Low Back Pain Comfort Through Pelvic Rocking Method. The results of the study on Ny. D Mrs. A, Dan Mrs. W found that the patient's chief complaint was low back pain during the third trimester of pregnancy. The nursing diagnosis obtained was a sense of discomfort related to changes in body weight and musculoskeletal load for pregnant women with TM III. The intervention was carried out for 3 days by giving pelvic rocking for 3 days with a duration of 30 minutes for 1 treatment. The implementation study for 3 days showed that some of the problems were resolved, which was marked by a decrease in the scale of low back pain in third trimester pregnant women. The results of the evaluation carried out for three days showed that all problems could be resolved. It can be applied as a rational consideration for the approach to third trimester pregnant women who experience low back pain by providing education on pelvic rocking exercises during pregnancy class. Keywords: Pelvic Rocking, Lower Back Pain, Pregnancy TM III
Asuhan Keperawatan untuk masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif Pasien Tuberculosis Paru dengan menggunakan Penerapan Posisi Orthopnea di Rs Pertamina Bintang Amin Nopriani, Nopriani; Gunawan, M. Ricko; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15524

Abstract

ABSTRAK Menurut Groenewald (2014), tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan serius yang menyerang masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lebih dari 99% populasi dunia dan kasus TBC dilaporkan di 202 negara dan wilayah, menurut data WHO. Indonesia merupakan salah satu dari lima negara di dunia yang mempunyai kasus tuberkulosis aspirasi (TB) terbanyak. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia, terdapat lebih dari 724.000 kasus baru tuberkulosis paru pada tahun 2022 dan 809.000 kasus pada tahun 2023. Untuk RS Pertamina Binang Amin Lampung pada tahun 2023 terdapat 127 pasien yang dirawat di ruang paru yang mengalami kendala kebutuhan oksigen, khususnya TBC, dengan keluhan sesak nafas. Melaksanakan asuhan keperawatan pada penderita TBC paru di RS Pertamina Bintang Amin dengan menerapkan posisi orthopnea. Data program pengendalian TBC tahun 2015 yang diberitahukan sebanyak 330.812 kasus TBC baru, Pemeriksaan ini merupakan bentuk ekspresif eksplorasi dengan pendekatan investigasi kontekstual. Subjek dalam pemeriksaan ini adalah dua orang responden penderita tuberkulosis paru yang berada di ruang aspirasi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Pada pasien TBC, penerapan posisi ortopnea memberikan efek mengurangi sesak napas. Penerapan tindakan keperawatan pada posisi ortopnea yang penulis lakukan selama tiga hari kurang efektif dalam mengatur pola pernafasan. Klien Bapak membuktikan bahwa masalah pola pernafasan tidak efektif pada pasien TBC, dimana permasalahan kedua klien teratasi. Ny. K dan Klien bekerja sama selama prosedur kedua dan memiliki laju pernapasan normal. Kata Kunci: Lansia, TB Paru, Orthopniea  ABSTRACT  According to Groenewald. (2014), tuberculosis is still a serious health issue that affects people all over the world, including Indonesia. More than 99% of the world's population and TB cases are reported in 202 countries and territories, according to WHO data. Indonesia is one of the five nations on the planet that has the most instances of aspiratory tuberculosis (TB). According to Indonesia's Health Profile, there were more than 724,000 new cases of pulmonary tuberculosis in 2022 and 809,000 cases in 2023. For Pertamina Binang Amin Lampung Hospital in 2023, 127 patients were treated in the lung room who experienced problems with their oxygen needs, specifically tuberculosis, with complaints of shortness of breath.Carry out nursing care for pulmonary tuberculosis sufferers at Pertamina Bintang Amin Hospital by applying the orthopnea position.The 2015 Tuberculosis control program data that was notified was 330,812 new TB cases, This examination is a kind of expressive exploration with a contextual investigation approach. The subjects in this examination were two respondents experiencing pneumonic tuberculosis who were in the aspiratory ongoing room at Pertamina Bintang Amin Medical clinic.. In TB patients, applying the orthopnea position had the effect of reducing shortness of breath. Implementing nursing actions in the orthopnea position, which the author carried out for three days, was ineffective in managing breathing patterns. The client Mr. proved that the problem of breathing patterns was ineffective in TB patients, where both clients' issues were resolved. Mrs. K and The client cooperates during the second procedure and has a normal respiratory rate. Keywords: Elderly, Pulmonary TB, Orthopnea
Hubungan Fasilitas dengan Tingkat Kepuasan Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Mualifah, Ria; Wardiyah, Aryanti; Gunawan, M. Ricko
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11840

Abstract

ABSTRACT Preliminary data from 15 patients found that 10 respondents (66.7%) were dissatisfied with the availability of service facilities at RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, the patient said that if the nurse performed the infusion change and release the infusion without carrying a tray, the nurse would only bring a bowl and a container of alcohol cotton. In addition, patients also complain of hard patient beds, uncomfortable linens/sheets. Then 5 other respondents (33.3%) were satisfied with the facilities provided by the Hospital, including the availability of clean bathrooms, the availability of litter boxes, good ventilation and lighting. To determine the relationship between the facility and the level of patient satisfaction in the inpatient room of RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. This type of research uses quantitative, the research design uses a survey with a cross sectional approach. P The population in this study were clients who were hospitalized in Room E4 RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung City in November as many as 320 respondents. The sampling technique uses purposive sampling. Univariate and bivariate data analysis The sample in this study used the slovin formula so that a sample of 178 respondents was obtained. This research was conducted in July 2023. Data analysis used the univariate and bivariate tests using the chi square test. Most of the respondents stated that the facilities were in the good category, 91 respondents (51.1%). Most of the respondents stated patient satisfaction in the satisfied category as many as 100 respondents (56.2%). The results of data analysis using the chi square test obtained a p-value = 0.000 (<α 0.05), which means that there is a relationship between facilities and the level of patient satisfaction in the inpatient room of RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. It is also hoped that medical personnel and paramedics need to provide appropriate services according to establi Keywords: Facilities, Satisfaction Level, Patients  ABSTRAK Data pendahuluan dari 15 pasien ditemukan 10 responden (66,7%) memiliki rasa kurang puas dengan ketersediaan fasilitas pelayanan di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, pasien menyebutkan jika perawat melakukan tindakan penggantian infus dan pelepasan infus tanpa membawa baki, perawat hanya membawa bengkok dan wadah kom kapas alkohol. Selain itu pasien juga mengeluhkan bed pasien yang keras, laken/ sprei yang tidak nyaman. Kemudian 5 responden lainnya (33,3%) memiliki rasa puas dengan fasilitas yang diberikan oleh Rumah Sakit, meliputi tersedianya kamar mandi yang bersih, tersedianya kotak sampah, ventilasi dan pencahayaan yang baik. Untuk mengetahui hubungan fasilitas dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian menggunakan survey dengan pendekatan cross sectional. P Populasi dalam penelitian ini adalah klien yang melakukan rawat inap di Ruang E4 RSUD DR. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung pada bulan November sebanyak 320 responden.  Teknik sampling menggunakan purposive sampling.  Analisa data univariat dan bivariat Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin sehingga didapat sampel 178 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2023. Analisa data menggunakan uji univariate dan bivariate menggunakan uji chi square. Sebagian besar responden menyatakan fasilitas dengan kategori baik sebanyak 91 responden (51,1%). Sebagian besar responden menyatakan kepuasan pasien dengan kategori puas sebanyak 100 responden (56,2%). Hasil analisa data menggunakan uji chi square didapat nilai p-value = 0.000 (< α 0,05) yang artinya ada hubungan fasilitas dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Diharapkan pula, bagi tenaga medis dan para medis perlu memberikan pelayanan yang tepat sesuai prosedur yang ditetapkan seperti memberikan perhatian kepada setiap pasiennya dan memberi informasi kesehatan yang jelas kepada pasien. Kata Kunci: Fasilitas, Tingkat Kepuasan, Pasien
Hubungan Kepemimpinan dengan Upaya Pencegahan Hais Pada Masa Pandemi Covid 19 di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan King, King; Kusumaningsih, Dewi; Gunawan, M. Ricko
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.12546

Abstract

ABSTRACT Healthcare Associated Infections (HAIs) are a major problem faced by hospitals. HAIs are infections that are acquired and develop during hospitalization. One of the management functions is organizing, where the head of the room should develop an objective nursing organization so as to facilitate nurses in carrying out nursing care, especially infection prevention and control efforts. The purpose of this research is to know the relationship between leadership and efforts to prevent menstruation during the Covid 19 pandemic at Zainal Abidin Hospital Pagar Alam Way Kanan in 2021. This research is a quantitative research with a cross sectional approach. The population in this study were all health workers at Zainal Abidin Hospital Pagar Alam Way Kanan in 2021 as many as 164 people with a sample of 87 respondents using purposive sampling technique. This research was conducted at Zainal Abidin Hospital Pagar Alam Way Kanan in February-March 2021. Data collection used a questionnaire. Data analysis was univariate and bivariate (chi square). it is known that respondents with negative leadership are 17 (19.5%) and respondents with positive leadership are 70 (80.5%) and respondents with good menstruation prevention efforts are 44 (50.6%) and respondents with less menstrual bleeding prevention efforts good as many as 43 (49.4%). There is a relationship between leadership and efforts to prevent menstruation during the covid 19 pandemic at Zainal Abidin Hospital Pagar Alam Way Kanan in 2021 with a value (p-value = 0.003). Suggestion: for the hospital to be able to make efforts to prevent Healthcare Associated Infection (Hais) in accordance with the existing SOPs in order to avoid an increase in the incidence of nosocomial infections in hospitals, such as removing watches or jewelry when taking action, always wearing a mask and wearing gloves, apply hand washing. Keywords: Leadership and Healthcare Associated Infection (Hais), Covid-19  ABSTRAK Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan masalah besar yang dihadapi rumah sakit. HAIs adalah infeksi yang didapatkan dan berkembang selama pasien dirawat di rumah sakit. Salah satu fungsi manajemen adalah pengorganisasian, dimana kepala ruang hendaknya mengembangkan organisasi keperawatan secara objektif sehingga memudahkan perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan khususnya upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan kepemimpinan dengan upaya pencegahan Hais Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh tenaga kesehatan di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan tahun 2021 sebanyak 164 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 87 responden menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan pada Februari-Maret 2021. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Diketahui responden dengan kepemimpinan negatif sebanyak 17 (19,5%) dan responden dengan kepemimpinan positif sebanyak 70 (80,5%) dan responden dengan upaya pencegahan hais baik sebanyak 44 (50,6%) dan responden dengan upaya pencegahan hais kurang baik sebanyak 43 (49,4%). Ada hubungan kepemimpinan dengan upaya pencegahan hais pada masa pandemi covid 19 di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan tahun 2021 dengan nilai (p-value = 0,003). Saran : bagi pihak rumah sakit agar dapat melakukan upaya pencegahan Healthcare Associated Infection (Hais) sesuai dengan SOP yang ada guna menghindari peningkatan angka kejadian infeksi nosocomial dirumah sakit, seperti melepaskan jam tangan atau perhiasan saat melakukan tindakan, selalu menggunakan masker dan menggunakan sarung tangan, menerapkan cuci tangan Kata Kunci: Kepemimpinan dan Healthcare Associated Infection (Hais), Covid-19 
Pengaruh edukasi pencegahan risiko jatuh pada lansia terhadap pengetahuan keluarga Aprilia Putri, Hanisa; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Gunawan, M. Ricko
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1853

Abstract

 Background: The impact of falls on the elderly is very serious, and can lead to injuries such as bone fractures, head injuries, and even death. The risk of falling refers to the possibility of a person falling due to individual and environmental factors that can cause physical injury. An estimated 646.000 fall incidents occur every year. This research aims to examine the extent to which education can increase family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Purpose: To determine the effect of education on increasing family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Method: A quantitative analytic design with a quasi-experimental approach through a one group pretest-posttest design. The population in this study is families who have elderly members in Gedong Meneng Baru village, with a sample size of 30 families. Sampling was done using purposive sampling technique. Data analysis was conducted using a dependent (paired) t-test. Results: The average family knowledge score before education was 9.67, and after education, it increased to 15.27. The results of the paired t-test showed a significant value of 0.0001 or P < 0.005. Conclusion: Education on fall risk prevention influences the increase in knowledge of elderly families. Keywords: Education; Elderly; Fall Risk; Knowledge.   Pendahuluan: Dampak dari jatuh pada lansia sangat serius, dapat menyebabkan cedera seperti patah tulang, cedera kepala, bahkan kematian. Risiko jatuh merujuk pada kemungkinan seseorang mengalami jatuh akibat faktor individu maupun lingkungan yang dapat menyebabkan cedera fisik. Diperkirakan 646.000 insiden jatuh terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana edukasi dapat meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini penting sebagai dasar penyusunan intervensi yang tepat di tingkat komunitas untuk meningkatkan keselamatan lansia dan kualitas hidup keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia di Kelurahan Gedong Meneng Baru. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai lansia di kelurahan gedong meneng baru, dengan jumlah sampel 30 keluarga. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Rata-rata pengetahuan keluarga sebelum diberikan edukasi adalah 9.67, dan sesudah edukasi meningkat menjadi 15.27. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.0001 atau P < 0.005. Simpulan: Edukasi pencegahan risiko jatuh berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga lansia. Kata Kunci: Edukasi; Lansia; Pengetahuan; Risiko Jatuh.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Metode Simulasi terhadap Pengetahuan Siswa SMA N 1 Gading Rejo Ferisca, Fidela; Isnainy, Usastiawaty C.A.S; Zainaro, M. Arifki; Gunawan, M. Ricko
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21986

Abstract

ABSTRACT An emergency this situation requires appropriate support, including providing basic life support (BLS), not only to healthcare workers but also to students, as this is rarely addressed in emergencies regardless of age or location. This study aimed to determine the effectiveness of simulated BLS health education on students' knowledge at SMA Negeri 1 Gading Rejo. This research methodology was quantitative, using a quasi-experimental design, and a One Group Pre- and Post-Test Design. The study population was 1,179 students enrolled at SMA Negeri 1 Gading Rejo in 2025. The sample size was 30 respondents. The sampling technique used was probability sampling, i.e., random sampling. Sixty percent of students experienced an increase in knowledge, 30% experienced no change, and 10% experienced a decrease, indicating a significant difference between knowledge before and after the intervention. BHD health education using simulation methods is effective in improving student knowledge at SMA Negeri 1 Gading Rejo. This method provides hands-on learning experiences that significantly improve student understanding. Keywords: Basic Life Support, Simulation, Knowledge, Students.  ABSTRAK Gawat darurat hal ini memerlukan dukungan yang tepat untuk menghadapi keadaan ini yaitu pemberian pendidikanbantuan hidup dasar (BHD), bukan hanya kepada tenaga kesehatan pemberikan pendidikan kesehatan pada siswa perlu di berikan karena hal ini sangat jarang menjadi perhatian padahal keadaan kegawatdaruratan tidak mengenal usia dan tempat. Diketahui efektivitas pendidikan kesehatan BHD metode simulasi pada siswa SMA Negeri 1 Gading Rejo terhadap pengetahuannya. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, rancangan metode quasi-eksperiment dan rancangan One Group Pre And Post Test Design. Populasi penelitian yang terdaftar di SMA Negeri 1 Gading Rejo pada tahun 2025, yaitu sebanyak 1179 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 30 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling yaitu Teknik random sampling.Sebanyak 60% siswa mengalami peningkatan pengetahuan, 30% tidak mengalami perubahan, dan 10% mengalami penurunan.), yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Pendidikan kesehatan BHD dengan metode simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa di SMA Negeri 1 Gading Rejo. Metode ini memberikan pengalaman belajar langsung yang mampu meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Simulasi, Pengetahuan, Siswa
Co-Authors A.N. Afandi Ach. Syahrudin Fakhri Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andriansyah, Muhammad Rizal Andriyani, Veni Annisa Ramadhanti Aprilia Ismi Aprilia Putri, Hanisa Aripriharta - Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Dahlia Aprillia Dayu Jaysendira Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi, Ruspa Dika Amelia Putri Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Urip Puji Rahayu Dwiwahyono, Irawan Eka Mistakim Eka Novita Sari Elliya, Rahma Erna Oktalia Evi Marta Fakhri, Ach. Syahrudin Fakhri, Achmad Syahrudin Farich, Achmad Feri Febri Saputra Ferisca, Fidela Furqoni, Prima Dian Gustiani, Dwi Ibnu Hasyim Ibrahim, Idris Iit Imas Masitoh Irham Fadlika Ismi, Aprilia Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Iwal Iwal Keswara, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati King, King Kornelius Kamargo/Irawan Dwi Wahyono Kornelius Kamargo Langlang Gumilar M. Arifki Zainaro Mardani Mardani Marlena Marlena Mistakim, Eka Mualifah, Ria Muhammad Agustianda Muhammad Rizal Andriansyah Nirwanto Nirwanto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto nopriani, nopriani Nugroho Cahyo Kusumantoro Nurlaini Nurlaini Nurliyani Nurliyani Nurul Nepiana Prima Dian Furqoni Rachmi Fitria Sari Rafika Anjarsari Rahma Eliya Rahmatika, Ida Raihan Saputra Rifaie, Mahda Rizka Faer Rike Saputra Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rohani Rohani Romayati, Umi Rudi Winarno Setiawati Setiawati Sofa, Taufik Sosya Mona Seprianti Suhartini Suhartini Susmarini, Neta Taufik Sofa Teguh Pribadi Teguh Pribadi Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Umi Rohmawati Keswara Veni Andriyani Wahid Tri Wahyudi Winarno, Rudi Yulendasari, Rika Yulina Yulina