Gunawan, M. Ricko
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Malahayati

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan motivasi ekstrinsik dan intrinsik perawat terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan Nugroho Cahyo Kusumantoro; Dewi Kusuma Ningsih; Muhammad Ricko Gunawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.2323

Abstract

Background: Documentation of nursing care is a professional requirement that must be accounted for, both in ethical and legal aspects. Motivation is something that encourages someone to behave in achieving a goal. The size of motivation depends on each person. Based on average data from 2016 to 2017 at the West Lampung District Health Center, it is known that of 36 nursing care actions that are in accordance with the SOP, an average of 22.2% documenting nursing care from assessment to evaluation was 58.56%.Purpose: To identify extrinsic and intrinsic in nursing motivation factors toward documenting nursing careMethod: A quantitative research with cross sectional design. This research was conducted from 25 June to 25 July 2019 at Health Center, West Lampung Regency. The population in this study were all nurses in health centers in the West Lampung Regency, Lampung Province, amounting to 104 respondents, while the side technique taken with the purposive sampling method was 63 respondents. Data collection by questionnaire, data analysis by univariate and bivariate (chi square).Results: There was a relationship between intrinsic motivation to document nursing care, p = 0.005 means that p <α (0.05), there was a relationship of extrinsic motivation to document nursing care, p = 0.007, meaning p <α (0, 05).Conclusion: There is a relationship between extrinsic motivation and intrinsic motivation to document nursing care at Health Center Barat Lampung Regency in 2019Keywords : Documenting; Extrinsic; Intrinsic; Nursing motivationPendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan tuntutan profesi yang harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari aspek etik maupun aspek hukum. Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertingkah laku dalam mencapai suatu tujuan. Besar kecilnya motivasi tergantung pada masing-masing orang. Berdasarkan data rata-rata tahun 2016 sampai 2017 pada Puskesmas Kabupaten Lampung Barat, diketahui bahwa dari 36 tindakan asuhan keperawatan yang sesuai dengan SOP rata-rata 22,2% pendokumentasian asuhan keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi sebanyak 58,56%.Tujuan: Mengidentifikasi faktor ekstrinsik dan intrinsik dalam motivasi keperawatan terhadap pendokumentasian asuhan keperawatanMetode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini sudah dilaksanakan tanggal 25 Juni sampai 25 Juli 2019 di UPTD Puskesmas Kabupaten Lampung Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di puskesmas yang ada di Kabupaten Lampung Barat provinsi Lampung yaitu berjumlah 104 responden, sedangkan teknik samping yang diambil dengan metode purposive sampling yaitu 63 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariat (chi square).Hasil: Terdapat hubungan hubungan motivasi intrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, didapatkan p= 0,005 berarti p<α (0,05), Terdapat hubungan motivasi ekstrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, didapatkan  p= 0,007 berarti p < α (0,05).Simpulan: Adanya hubungan antara motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan di UPTD Puskesmas Kabupaten Lampung Barat tahun 2019.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMPSIA BERAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG 2013 Muhammad Ricko Gunawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.991 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.280

Abstract

Gangguan pola tidur adalah rasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari, sulit tidur pada waktu tidur yang diinginkan. Data seluruh pasien preoperasi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung tahun 2014 dengan jumlah 1570 orang. Berdasarkan data tahun 2014, jumlah pasien preoperasi di ruang Mawar sebanyak 311 dari 3.306 pasien dan jumlah pasien preoperasi di ruang Kutilang sebanyak 228 dari 2.509 pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan pola tidur pada pasien preoperasi di ruang mawar dan kutilang RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian kuantitatif, desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien preoperasi di ruang mawar dan kutilang, yaitu sebanyak 539 orang dan sampel 45 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisa bivariat menggunakan Chi Square.Hasil penelitian didapatkan ada hubungan penyakit dengan gangguan pola tidur pada pasien preoperasi dengan p-value = 0,002 dan OR = 11,375, ada hubungan lingkungan dengan gangguan pola tidur pada pasien preoperasi dengan p-value = 0,002 dan OR = 9,500. Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya perawat dapat mencegah terjadinya gangguan pola tidur pada pasien preoperasi dengan cara menyarankan pasien membaca buku, membatasi jumlah keluarga yang menunggu, apabila nyeri tidak teratasi perawat dapat memberikan obat nyeri kepada pasien.
Pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan protokol kesehatan 5 M di masa Pandemi Covid-19 Muhammad Ricko Gunawan; Rilyani Rilyani; Triyono Triyono
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.5407

Abstract

The knowledge, attitude, and compliance: Implementation of health protocol policy in Covid-19 prevention Background: The World Health Organization as Public Health Emergency of International Concern, PHEIC) has designated coronavirus Disease–19. The ways to transmit Covid-19 is through hand contact and hand hygiene, the most effective way to prevent nosocomial infections by attitude and knowledge of nurses play an important role in implementing the implementation of hand hygiene in a health facility environment. Since the pandemic the behavior of nurses has changed significantly, nurses' knowledge of the chain of transmission of the Covid-19 disease has increased, one of which is through hand contact.Purpose: To identify the relationship of knowledge, attitude, and compliance: Implementation of health protocol policy in Covid-19 preventionMethod: A quantitative with observation and questioners and uses a Cross-Sectional approach. The design of this study uses a survey and the population in this study were all visitors and employees as many as 120 respondents at the Kemiling Health Center, with total sampling.Results: Based on the results, the average age of the respondents was 41 years with a value (mean) of 34.9±6.28 with 78 (65%) female gender and high school education (58 (48.3%) patient and family respondents 42 (35%). Civil service respondents' occupations 44 (36.7%) information got from television 61 (50.8%) the length of information got by respondents was 15 months with a value (mean) of 13.82±2.52. Respondents' knowledge was poor 73 (60.8%) attitude of respondents did not support 78 (65.0% It concluded that there is a relationship between demographic data and Implementation of health protocol policy in Covid-19 prevention with the Chi-Square statistical test with a p-value = 0.000≤ 0.05. The attitude of respondents at risk is 10,681 times greater for compliance with the 5M Health protocol at Kemiling Health Center Bandar Lampung.Conclusion: There is a significant relationship of knowledge, attitude, and compliance: Implementation of health protocol policy in Covid-19 prevention. Recommendation for Health Center management to do health promotion and straightly health protocols.Keywords: The knowledge; Attitude; Compliance; Implementation; Health protocol policy; Covid-19 prevention.Pendahuluan: Corona Virus Disease – 19  telah ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) atau Badan Kesehatan Dunia sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KMMD).  Penularan Covid-19 salah satunya adalah melalui kontak tangan dan hand hygiene merupakan cara yang paling efektif dalammencegah terjadinya infeksi nosokomial,namun pelaksanaan handhygienebelum mendapatkan respon yang maksimal dari petugas kesehatan. Sikap dan pengetahuan perawat menjadi peran penting dalam menerapkan pelaksanaan hand hygiene di lingkungan fasilitas kesehatan. Sejak pandemi perilaku perawat mengalami perubahan dengan signifikan,  meningkatnya pengetahuan perawat akan rantai penularan penyakit Covid-19 yang salah satunya melalui kontak tangan.Tujuan : Mengetahui adanya hubungan yang mempengaruhi sikap dan pengetahuan terhadap kepatuhan protokol Kesehatan 5M  selama masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Rawat Inap tahun 2021.Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Rancangan penelitian ini menggunakan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung dan pegawai sebanyak 120 responden di Puskesmas Kemiling menggunakan total sampel.Hasil : Didapatkan bahwa rata-rata usia  responden 41 tahun dengan nilai (mean) 34.9±6.28 dengan jenis kelamin perempuan sebanyak  78 (65%) dan Pendidikan SMA (58 (48.3%) responden pasien dan keluarga 42 (35%). Pekerjaan responden PNS 44 (36.7%) informasi yang didapat dari televisi 61(50.8%) lama informasi yang didapat responden 15 bulan dengan nilai (mean) 13.82±2.52. Pengetahuan responden buruk 73 (60.8%) sikap responden tidak mendukung 78 (65.0%). Dapat disimpulkan ada hubungan antara data demografi dengan kepatuhan protocol Kesehatan 5M dengan uji statistik Chi-Square dengan nilai p-value = 0,000≤ α 0,05  sikap responden beresiko 10.681 kali lebih besar terhadap kepatuhan protocol Kesehatan 5M di Puskesmas Kemiling Bandar Lampung.Simpulan :Ada hubungan yang bermakna antara sikap dan pengetahuan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Tahun  2021. Disarankan bagi Puskesmas Rawat Inap Kemiling mengutamakan  program In House Training atau Pelatihan PPI Dasar bagi petugas Kesehatan dan memperketat protocol kesehatan. 
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PERSENTASE PENCAPAIAN LAPORAN KESEHATAN IBU DI KABUPATAN TULANG BAWANG TAHUN 2012 Ibnu Hasyim; Umi Romayati Keswara; Ricko Gunawan; Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.725 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i2.186

Abstract

Keberhasilan tugas para kader posyandu, sering didasarkan pada motivasi individual tanpa memulai  sistem  pendidikan  yang  tersistem  dan  berkelanjutan. Berdasarkan studi pendahuluan di 6 buah Posyandu diwilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan adalah kader yang tidak aktif sebagai kader posyandu sebanyak 13 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja Kader Posyandu di Wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua kader Posyandu di Wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan yaitu sebanyak 325 orang dari 65 Posyandu. Sampel sejumlah 180 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan (p value 0,016), pelatihan (p value 0,009), insentif  (p value 0,000) dengan Kinerja Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2014. Saran bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan memberikan penghargaan atau mengalokasikan dana untuk memberikan insentif kepada petugas Posyandu. Mengadakan pelatihan kepada kader posyandu minimal satu kali dalam setahun.
PENYULUHAN PENYAKIT ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS RAWAT INAP KEMILING BANDAR LAMPUNG Rilyani Rilyani; Rahma Elliya; Triyoso Triyoso; Muhammad Ricko Gunawan
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1080

Abstract

ABSTRAKAnemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia reproduksi (WUS). Menurut WHO secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41, 8 %. Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Kasus anemia yang paling sering terjadi adalah anemia defisiensi besi. Dalam Konvensi Anemia Sedunia tahun 2017 lalu, dinyatakan bahwa  sekitar 41,8% ibu hamil di dunia mengalami kondisi anemia. Dan 60% kasus anemia pada ibu hamil ini dikarenakan kekurangan zat besi. Anemia pada ibu hamil memang umum terjadi. Kondisi ini disebabkan meningkatnya volume darah selama kehamilan. Namun, kasus anemia yang parah bisa menempatkan ibu dan bayi dalam bahaya. Risiko anemia pada ibu hamil tidak main-main, ibu hamil yang mengalami anemia menghadapi risiko kematian dalam masa kehamilan. Setiap tahunnya, terjadi 500 ribu kematian ibu pasca melahirkan  di seluruh dunia, sebanyak 20-40% penyebab utama kematian tersebut adalah anemia. Kata kunci : Anemia, Ibu Hamil, Penyuluhan ABSTRACTAnemia is the biggest public health problem in the world, especially for women of reproductive age (WUS). According to WHO globally the prevalence of anemia in pregnant women worldwide is 41, 8%. Anemia occurs when the body lacks red blood cells which function to spread oxygen throughout the body. The most common case of anemia is iron deficiency anemia. In the World Convention on Anemia in 2017, it was stated that around 41.8% of pregnant women in the world had anemia. And 60% of cases of anemia in pregnant women are due to iron deficiency. Anemia in pregnant women is common. This condition is caused by increased blood volume during pregnancy. However, severe cases of anemia can put the mother and baby in danger. The risk of anemia in pregnant women is not playful, pregnant women who experience anemia face the risk of death during pregnancy. Every year, there are 500 thousand deaths of postpartum mothers throughout the world, as many as 20-40% the main cause of death is anemia.Keywords: Anemia, Pregnant Women, Counseling
PENDIDIKAN KESEHATAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI POSYANDU ANGGREK 7 Gg. MAWAR KEMILING BANDAR LAMPUNG M. Ricko Gunawan; Setiawati Setiawati; Djunizar Djamaludin; Teguh Pribadi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2565

Abstract

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) adalah infeksi yang disebabkan mikroorganisme di struktur saluran nafas atas yang tidak berfungsi untuk pertukaran gas, termasuk ronga hidung, faring, dan laring, dengan gejala yaitu pilek, faringitis atau radang tenggorokan, laringitis, dan influenza. Menurut profil kesehatan Indonesia (2016), infeksi saluran pernafasan akut (pneumonia) menjadi 15%  penyebab kematian pada balita. Angka kejadian tertinggi berada di bangka belitung sebesar 6,05 % dan diprovinsi lampung angka kejadian sebesar 2,23%. Tujuan kegiatan ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap infeksi saluran pernafasan akut/ ISPA dikalangan masyarakat. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggaL 23 November 2019 di Posyandu Anggrek Kecamatan Kemiling, dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang yang memiliki anak usia bayi maupun balita. Sebelum dimulai penyuluhan, terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan pelaksana penyuluhan, dibuka dengan pretest, dilanjutkan dengan penyampaian materi juga diskusi yang terarah berupa edukasi dan penyuluhan. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan ibu yang memiliki anak balita tentang cara mengatasi ISPA. Hasil penyuluhan ini didapatkan bahwa adanya perubahan peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta penyuluhan bahkan peserta akan berupaya mengatasi gangguan saluran nafas dengan teknik inhalasi sederhana yang telah diajarkan dengan tujuan dapat mengurangi gangguan saluran nafas. 
Pemberian Massage Punggung Terhadap Klien Hipertensi Di Kota Bandar Lampung Muhammad Ricko Gunawan; Evi Marta; Rahma Elliya
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.2860

Abstract

ABSTRAKBadan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah pada 2025 mendatang diperkirakan sekitar 29% warga dunia terkena hipertensi. Untuk membuat tubuh menjadi rileks dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti terapi musik klasik, yoga, tehnik nafas dalam, dan terapi massage untuk menurunan hipertensi. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian massage punggung dapat untuk tekanan darah pada klien hipertensi. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi massage punggung. Terdapat penurunan tekanan darah pada klien hipertensi setelah pemberian massage punggung selama 7 hari di bandar lampung. Dengan demikian, pemberian massage punggung pada klien hipertensi sangat efektif dalam menurunkan tekanan darah. Kata Kunci: massage punggung, hipertensi ABSTRACTThe World Health Organization (WHO) said the number of people with hypertension will continue to increase along with the population increasing in the next 2025 estimated that around 29% of world citizens affected by hypertension. To make the body relaxed can be done in several ways such as classical music therapy, yoga, deep breathing techniques, and massage therapy to reduce hypertension. The purpose after counseling and demonstration, it is hoped that a back massage can be used for blood pressure in hypertensive clients. The activities carried out in the form of counseling using leaflets and demonstrations of back massage. There was a decrease in blood pressure in hypertensive clients after giving back a massage for 7 days at Bandar Lampung. Thus, giving back massage to hypertensive clients is very effective in lowering blood pressure. Keywords: back massage, hypertension
Pendidikan Kesehatan Bayi Baru Lahir (BBL) Di Posyandu Kasturi Desa Way Sari Natar Lampung Selatan Annisa Ramadhanti; Dahlia Aprillia; Dika Amelia Putri; Aryanti Wardiyah; Andoko Andoko; M. Ricko Gunawan; Triyoso Triyoso
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3337

Abstract

Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), bukan bulan pertama setelah kelahiran. Angka kematian neonates tahun 2012 di seluruh dunia adalah 21 kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal tahun 2012 di Indonesia adalah 19 kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal tahun 2012 di Indonesia adalah 19 kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup. Kematian pada neonatal biasanya diawali dari penyakit yang diderita anak tersebut yang sebenarnya masih bisa ditanggulangi. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan perawat pada bayi baru lahir normal secara tepat, komprehensif dan mengetahui tanda – tanda bahaya bayi baru lahir. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan, dibuka dengan pretest, dilanjutkan dengan penyampaian materi juga diskusi yang terarah berupa edukasi dan penyuluhan. Adapun hasilnya menunjukan begitu besarnya antusias peserta untuk memahami tentang cara mengatasi tanda bahaya pada bayi baru lahir. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Bayi, Anak  ABSTRACT Most child deaths in Indonesia currently occur during the newborn period (neonatal), not the first month after birth. The neonatal mortality rate in 2012 worldwide was 21 neonatal deaths per 1000 live births, while the 2012 neonatal mortality rate in Indonesia was 19 neonatal deaths per 1000 live births, while the 2012 neonatal mortality rate in Indonesia was 19 neonatal deaths per 1000 live births. . Neonatal mortality usually begins with the child's illness, which is still manageable. The purpose of this community service is to provide proper, comprehensive care for normal newborns and to know the danger signs of a newborn. This activity is carried out by the extension method, opened with a pretest, followed by the delivery of material as well as focused discussion in the form of education and counseling. The results showed that the participants were very enthusiastic about how to deal with danger signs in newborns.  Keywords: health education, newborn, child
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PELAKSANAAN ADL (ACTIVITY OF DAILY LIVING) KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSJD PROVINSI LAMPUNG Teguh Pribadi; Djunizar Djamaludin; Andoko Andoko; M. Ricko Gunawan
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2076

Abstract

Gejala penyakit gangguan jiwa menyebabkan penderitanya tidak dapat menilai dan melihat kenyataan pada diri. Masalah umum yang dialami pada penderita akan tidak mempunyai kepedulian dan perawatan diri, seperti kegiatan melakukan pekerjaan rutin sehari-hari (ADL) khususnya perawatan kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan pendidikan kesehatan tentang pelaksanaan ADL (Activity of Daily Living) pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan ini dibantu mahasiswa ilmu keperawatan dari universitas Malahayati Bandar Lampung serta di fasilitasi oleh pihak rumah sakit jiwa dalam hal ini pihak Rumah Sakit Jiwa. Pembagian peran dan tugas telah ditetapkan mencakup penanggung jawab, moderator, notulen, observer, fasilitator dan dokumentasi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan pasien dalam merawat kebersihan dirinya. Saran pada pihak rumah sakit dan keluarga pasien  untuk segera membantu kebersihan diri pasien, setelah pasien dalam kondisi sudah dapat mengendalikan emosi dan perilakunya. Kata Kunci : Gangguan jiwa; Activity of Daily Living (ADL);  Gigi dan mulutABSTRACTSymptoms of mental illness cause sufferers inable to judge and look the reality in themselves. Common problems experienced by patients lack to care and self-care, such as activities of doing daily routine activity (ADL), especially in oral hygiene care. The purpose of counseling is to provide health education knowledge about the implementation of ADL (activity of daily living) for mental patients in Lampung Province Mental Hospital. This activity was assisted by nursing students from Malahayati  University and was facilitated by the Mental Hospital. The division of roles and tasks has been determined including the person in charge, moderator, note-taker, observer, facilitator and documentation. The results of this activity can increase the patient's knowledge in maintaining personal hygiene. Suggestions to the hospital and the patient's family to immediately help the patient's personal hygiene, after the patient able to control of his condition such as emotions and behavior.
Penggunaan Daun Salam Terhadap Klien Asam Urat Untuk Menurunkan Kadar Asam Urat Di Kelurahan Gunung Agung M. Arifki Zainaro; Dita Resi Andrianti; Teguh Pribadi; Djunizar Djamaludin; Andoko Andoko; M. Ricko Gunawan; Rika Yulendasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.2784

Abstract

Artritis gout (asam urat) adalah penyakit yang timbul akibat kadar asam urat darah yang berlebihan, yang menyebabkan kadar asam urat darah berlebihan adalah produksi asam urat di dalam tubuh lebih banyak dari pembuangannya, selain itu penyebab produksi asam urat di dalam tubuh berlebihan dapat terjadi karena faktor genetik (bawaan), faktor makanan dan faktor penyakit. Pengobatan tradisional untuk asam urat yaitu rebusan daun salam. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian daun salam pada klien asam urat untuk menurunkan kadar asam urat. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi pembuatan daun salam. Terdapat penurunan kadar asam urat setelah meminum air rebusan daun salam pada penderita asam urat di Kelurahan Gunung Agung. Dengan demikian, pemberian rebusan daun salam sangat efektif dalam menurunkan kadar asam urat.
Co-Authors A.N. Afandi Ach. Syahrudin Fakhri Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andriansyah, Muhammad Rizal Andriyani, Veni Annisa Ramadhanti Aprilia Ismi Aprilia Putri, Hanisa Aripriharta - Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Dahlia Aprillia Dayu Jaysendira Dewi Kusuma Ningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi, Ruspa Dika Amelia Putri Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Urip Puji Rahayu Dwiwahyono, Irawan Eka Mistakim Eka Novita Sari Elliya, Rahma Erna Oktalia Evi Marta Fakhri, Ach. Syahrudin Fakhri, Achmad Syahrudin Farich, Achmad Feri Febri Saputra Ferisca, Fidela Furqoni, Prima Dian Gustiani, Dwi Ibnu Hasyim Ibrahim, Idris Iit Imas Masitoh Irham Fadlika Ismi, Aprilia Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Iwal Iwal Keswara, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati King, King Kornelius Kamargo/Irawan Dwi Wahyono Kornelius Kamargo Langlang Gumilar M. Arifki Zainaro Mardani Mardani Marlena Marlena Mistakim, Eka Mualifah, Ria Muhammad Agustianda Muhammad Rizal Andriansyah Nirwanto Nirwanto Nirwanto Nirwanto, Nirwanto nopriani, nopriani Nugroho Cahyo Kusumantoro Nurlaini Nurlaini Nurliyani Nurliyani Nurul Nepiana Prima Dian Furqoni Rachmi Fitria Sari Rafika Anjarsari Rahma Eliya Rahmatika, Ida Raihan Saputra Rifaie, Mahda Rizka Faer Rike Saputra Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rohani Rohani Romayati, Umi Rudi Winarno Setiawati Setiawati Sofa, Taufik Sosya Mona Seprianti Suhartini Suhartini Susmarini, Neta Taufik Sofa Teguh Pribadi Teguh Pribadi Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Umi Rohmawati Keswara Veni Andriyani Wahid Tri Wahyudi Winarno, Rudi Yulendasari, Rika Yulina Yulina