Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Improving Islamic Religious Education Learning Activities Through The Talking Stick Learning Model Mochammad Syafiuddin Shobirin; Nisa' Atus Salamah
SCHOOLAR: Social and Literature Study in Education Vol 2 No 1 (2022): June
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/schoolar.v2i1.1479

Abstract

The implementation of the Talking stick learning model in Islamic Religious Education learning itself can make students more active in speaking. The purposes of this research are 1) Implementing the Talking Stick learning model at MA Al-Bairuny Jombang 2) How is the activity of students in class X at MA Al-Bairuny Jombang when the Talking Stick learning model is applied, and 3) how is the student response to one of the class X at MA Al Bairuny on moral learning with the Talking Stick model. This research is a qualitative research. And the object used in this research is one of class X students at MA Al-Bairuny. The data collection method used is the observation method, the interview method, and the documentation method. The finding was that at MA Al-Bairuny the Talking stick learning method had not been applied to Islamic Religious Education education, and after it was applied to one of the X grades at MA Al Bairuny, the activity increased although not significantly.
Development of Fiqan as a Media for Fiqh Learning for Class X MA Mambaul Ulum Megaluh Students Zainul Qowim; Rohmat Hidayat; Mochammad Syafiuddin Shobirin
APPLICATION: Applied science in Learning Research Vol. 2 No. 1 (2022): June
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/application.v2i1.2307

Abstract

This study aims to develop an animated video-based learning media in the subject of Fiqh class X MA Mambaul Ulum Megaluh. Products can be used as interesting teaching materials according to the needs of students. This research is a development research (R&D) using the ADDIE development procedure. This development model is divided into five stages, namely: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data obtained through observation, interviews and questionnaires. Product validation was carried out by media expert lecturers and material experts who stated that the media was suitable for use in field trials with revisions according to suggestions, and questionnaire responses from students with the conclusion that the researchers took that the criteria for learning media were interesting, so that the learning media that had been developed by the researchers were feasible. to be used as a support for the learning process.
DEWASAREJO (Desa Wisata Salak Jatirejo): Peningkatan Potensi Tanaman Salak Sebagai Peluang Usaha Baru di Jatirejo Diwek Jombang Umi Kulsum Nur Qomariah; Moh Faridl Darmawan; Mochammad Syafiuddin Shobirin; Nanda Risky Ardiana
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.796 KB) | DOI: 10.32503/cendekia.v1i2.609

Abstract

Desa Jatirejo Diwek Jombang memiliki kelimpahan tanaman salak (Salacca zalacca) yang tersebar di hampir setiap rumah penduduk terutama di dusun Jatirejo. Produktivitas tanaman salak kini semakin menurun karena dibiarkan tumbuh begitu saja di alam tanpa perawatan yang baik. Lahan produktif salak mulai berkurang, beralih fungsi menjadi pemukiman seiring dengan pertumbuhan penduduk. Tanaman salak yang sudah dibudidayakan masyarakat Jatirejo, sesungguhnya dapat dioptimalkan manfaatnya agar bernilai ekonomi lebih. Kelimpahan tanaman salak di Jatirejo berpotensi untuk dijadikan sebagai objek Agrowisata Salak atau Desa Wisata Salak di Desa Jatirejo. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi pembentukan Desa Wisata salak Jatirejo (Dewasarejo). Metode pelaksanaan meliputi, observasi, identifikasi, pembuatan kebun salak, festival salak, promosi dan pengoperasian Pasar Jajan Ngisor Wit Salak. Hasil pengabdian kemitraan masyarakat ini menunjukkan bahwa keberadaan Dewasarejo telah meningkatkan potensi tanaman salak sebagai peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat Jatirejo terutama di setiap akhir pekan melalui aktivitas Pasar Jajan Ngisor Wit Salak di dalam Dewasarejo.
Peningkatan Wawasan Keagamaan Santri Taman Pendidikan Al Qur’an Desa Dukuharum melalui Kajian Kitab Aqidatul Awam Akhmad Taqiyuddin; Khotim Fadhli; Mochammad Syafiuddin Shobirin; Bela Rachmadania Nabilla; Amalia Mega Puspita; Shifa Maulana; Laila Rohmatun Nazilah
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v4i1.3263

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh  minimnya para santri TPQ dalam menguasai keterampilan dalam membaca kitab bernadzhom. hal ini dikarenakan guru hanya mengembangkan potensi dalam mempelajari ayat-ayat Al Qur’an  sedangkan pembelajaran kitab-kitab dasar yang seharusnya dipelajari juga untuk sedikit pembekalan bagi anak ketika akan masuk ke pondok pesantren  atau sekolah di bawah yayasan pendidikan agama belum ada. Oleh karena itu, adanya pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan tentang kitab Aqidatul Awam di desa Dukuharum. Metode yang digunakan  dalam pengabdian ini adalah  Asset Based Community Development (ABCD), yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki masyarakat untuk kemudian digunakan sebagai bahan yang memperdayakanadapun jenis data analisis mengahsilkan  diantaranya:  (1)  telah dikembangkan buku saku Aqidatul Awam untuk memudah santri TPQ dalam mempelajari Kitab Aqidatul Awam (2) Kegiatan yang mempelajari cara pelafalan nadhom Aqidatul Awam sebagai sarana belajar ilmu tauhid melalui nadhom (3) Kitab yang disusun juga menampung ringkasan materi dari Kitab Aqidatul awam. Sehingga, memudahkan bagi santri yang ingin mempelajari kitab Aqidatul Awam namun tidak mengerti dengan bahasanya. (4) Kegiatan tidak hanya dilakukan sekali saja, namun dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga santri tidak sekilas mengerti namun apa yang dipelajari bisa merasuk dan melekat pada ingatan mereka.
Festival Anak Sholeh Indonesia untuk Menciptakan Generasi Muda yang Religius dan Berakhlakul Karimah Septian Ragil Anandita; Alfina Saidah; Muhammad Allam Alyamani; Esy Clever Insani Wijianti; Afif Kholisun Nashoih; Mochammad Syafiuddin Shobirin
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v4i1.3281

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk peningkatan pemahaman anak-anak dalam makhorijul huruf ketika membaca alqur’an memperluas wawasan ilmu mereka tentang ilmu tajwid. Dari permasalahan yang kami lihat di lingkungan sekitar desa Sumbersari, maka dari itu kami ingin meningkatkan kemampuan membaca al-quran anak-anak di TPQ Desa Sumbersari melalui pendampingan berupa pelatihan dan pendampingan membaca Al-Qur’an. Tujuannya agar mengetahui potensi anak-anak dan akan disalurkan melalui program Festival Anak Sholeh Indonesia. Metode pelaksanaan yang diterapkan dalam Festival Anak Sholeh di mulai dengan metode pembekalan, pelatihan, dan praktek. Metode pembekalan disini bermaksud untuk memberikan pembekalan, berupa materi kepada anak-anak yang berkaitan dengan tata cara pelaksanaan dan aturan dalam program Festival Anak Sholeh, metode pelatihan dilaksanakan pada saat anak-anak mengikuti TPQ. Metode pelatihan disini bermaksud untuk mengetahui seberapa besar kemampuan daya tangkap anak-anak Desa Sumbersari setelah diberikan pembekalan, selain itu metode pelatihan ini juga dilakukan untuk mempersiapkan kesiapan anak- anak Desa Sumbersari dalam mengikuti serangkaian kegiatan Festival Anak Sholeh, metode ini dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar di TPQ di Desa Sumbersari. Metode praktek disini dilakukan pada saat kegiatan Festival Anak Sholeh berlangsung, dimana anak-anak yang sebelumnya sudah diberikan pembekalan dan pelatihan nantinya akan menunjukkan kemampuannya dengan cara mengikuti lomba-lomba dalam kegiatan Festival Anak Sholeh tersebut. Dapat disimpulkan bahwa respon anak-anak memberikan respon positif terhadap kegiatan festival anak sholeh ini namun ada juga yang tidak mengikuti kegiatan festival anak sholeh ini walaupun sudah diberi pembekalan dan pelatihan. Untuk lebih meningkatkan pemahaman siswa dalam membaca al-qur’an serta paham hukum tajwidnya maka dibutuhkan tenaga pengajar yang lebih banyak lagi
Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus pada Kelas VII A di MTsN 3 Jombang) Habil Syahril Haj; Mochammad Syafiuddin Shobirin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi tentang penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences di MTsN 3 Jombang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subyek penelitian atau informan yang digunakan adalah Kepala Kurikulum, Guru Bahasa Indonesia, Olahraga, Ipa. Matematika, Agama, dan Seni dan siswa MTsN 3 Jombang hal itu dimaksudkan agar peneliti mendapatkan informasi yang tepat dan relevan. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tringulasi, pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa menurut informan bahwa: 1) Penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences sudah di lakukan di MTsN 3 Jombang melalui progam kelas yang disebut dengan CIBI (cerdas istimewa dan bakat istimewa); 2) Melalui program kelas tersebut penerapan multiple intelligences menjadi efektif karena sudah terkondisi dengan siswa yang mempunyai kecerdasan intelligensi; 3) Penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligensi memberkan pengaruh yang baik terhadap hasil belajar siswa. Dalam penerapan strategi berbasis multiple intelligences ditemukan kendala diantaranya: 1) Waktu pembelajaran yang masih terbatas; 2) Perizinan untuk eksplorasi di luar madrasah masih belum di perkenankan 3) Media pembelajaran yang masih jarang di manfaatkan oleh guru.
The Impact of Creative Industries on Economic Growth: Case Studies in Developing Countries in Malaysia and Indonesia Muhammad Syafri; Mochammad Syafiuddin Shobirin; Dhiana Ekowati; Nuril Maghfirah
West Science Journal Economic and Entrepreneurship Vol. 1 No. 10 (2023): West Science Journal Economic and Entrepreneurship
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsjee.v1i10.295

Abstract

This research presents a comprehensive examination of the impact of the creative industry on economic growth in the developing nations of Malaysia and Indonesia. Utilizing a mixed-methods approach, combining quantitative analyses and qualitative insights, the study explores the intricate relationships between creative industry performance, government policies, and cultural dynamics. Quantitative results reveal a statistically significant positive correlation between the creative industry and economic growth in both countries, with variations observed in export earnings and innovation. Government policies were found to significantly influence the creative sector's contribution to GDP. Qualitative findings underscore the pivotal role of cultural dynamics in shaping creative outputs and highlight challenges and opportunities within the industry. The synthesis of these results offers valuable insights for policymakers, economists, and stakeholders seeking to harness the economic potential of the creative industry for sustainable development in diverse socio-cultural contexts.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KARANG TARUNA DALAM BIDANG AQUASCAPE MELALUI PROGRAM PELATIHAN Khotim Fadhli; Wisnu Mahendri; Mochammad Syafiuddin Shobirin; Afif Kholisun Nashoih; Supriono Supriono; Refisa Gehniarta
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19801

Abstract

Karang taruna kecamatan Kesamben adalah sebuah organisasi pemuda yang secara aktif terlibat dalam kegiatan positif. Pengelolaan sumber pendanaan organisasi ini bergantung pada kontribusi anggotanya, sejumlah donatur, serta bantuan keuangan dari pemerintah, meskipun ini belum stabil. Oleh karena itu, diperlukan ide-ide inovatif untuk menjaga kemandirian organisasi ini. Mengingat bahwa wilayah Kesamben berbatasan dengan kabupaten lain, ini memberikan peluang untuk memperluas pasar bagi usaha yang dijalankan oleh pemuda di kecamatan Kesamben. Dengan geografi Kesamben yang dilintasi oleh Sungai Brantas, ada potensi untuk menghasilkan produk komersial melalui pemanfaatan organisme air tawar. Pelatihan dalam bidang aquascape merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan usaha anggota karang taruna di kecamatan Kesamben. Pelatihan ini menggunakan pendekatan praktis dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan praktik langsung. Selain itu, peserta dikelompokkan dalam kelompok kecil untuk meningkatkan interaksi sosial dan kerjasama. Pendekatan ini juga melibatkan penggunaan teknologi dan alat interaktif seperti presentasi multimedia untuk mempermudah pemahaman. Evaluasi berkala dilakukan untuk mengukur kemajuan peserta. Hasil pelatihan aquascape bagi anggota karang taruna di kecamatan Kesamben menunjukkan peningkatan keterampilan praktis dan pemahaman konsep usaha dalam hal aquascape. Selain itu, terjadi peningkatan dalam kreativitas, tanggung jawab terhadap pengelolaan aquascape, dan pemahaman tentang potensi usaha dari sumber daya alam yang ada di kecamatan Kesamben. Peningkatan ini akan memberikan dampak positif pada partisipasi aktif anggota karang taruna dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat.
Peningkatan Kemandirian Santri Melalui Kepemimpinan Transformasional Kiai M. Amirul Mukhlasin Al Hariri; Mochammad Syafiuddin Shobirin
AKSI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1 No 3 (2023): JULI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri Bawean

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37348/aksi.v1i3.256

Abstract

This article seeks to explain how the transformational leadership of the kiai at the Al Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Islamic boarding school can increase the independence of the students. In addition, this study also aims to identify the factors that support and hinder the increase in the independence of the students through the transformational leadership of the kiai in the Islamic boarding school. This research uses a case study approach and qualitative research methods. The research location was carried out at the Al Ikhlas Bahrul Ulum Tambakberas Islamic boarding school, Jombang. Data collection techniques include participant observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using data reduction techniques, data presentation, and data verification. The validity of the data is tested through credibility, transferability, dependability, and confirmability. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and data verification, as well as testing the validity of the data through credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results of the study show that the Kiai at the Islamic Boarding School has made efforts to increase the independence of the students through transformational leadership that implements leadership functions such as ideal influence, intellectual stimulation, individual consideration, and inspiring motivation. Supporting factors for increasing the independence of students include a conducive environment, character education, skills education, participation of students in Islamic boarding schools activities, and family support. While the inhibiting factors include the lack of motivation and interest in learning from students, the lack of support and guidance from the family, and the lack of understanding of how to learn independently.
Pelatihan dan Praktek Ilmu Tadwid Tingkat Dasar di SDN I Johowinong Mojoagung Jombang Miftachul Chusnah; Mochammad Syafiuddin Shobirin; Fani Ardiansyah; Elyfia Qurrotu Ayunina; Intan Nur Roin Wijayanti
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimaspen.v4i3.4132

Abstract

Johowinong Village is located in the Mojoagung sub-district, Jombang Regency, most of the elementary school students in grades V and VI still do not know and understand the science of recitation and are not yet able to read the Al-Quran properly and correctly, that is why there needs to be a community service program carried out in Johowinong Village, Mojoagung. Jombang Regency to introduce and provide an understanding of basic level recitation knowledge to students at SDN I Johowinong, so that they are expected to be able to apply and be able to read the Qur'an well and correctly. This activity was held on September 6 2023 for class V and VI students at SDN I Johowinong. The method used in this community service activity is the Participatory Action Research (PAR) approach, which is a method of raising public awareness regarding potential and existing problems and encouraging community participation in the change activities that will be implemented. The stages of implementing the activities include: looking for existing problems in schools, compiling a pocket book on the science of tajwid which is applied in training and practicing the science of tajwid at the basic level. The next step was to distribute student understanding questionnaires regarding the science of recitation before carrying out training and practice of the science of recitation which was carried out in the hall of SDN Johowinong 1 and the final activity was distributing questionnaires after the training and practice of the science of recitation. Of the 70 students who filled out the questionnaire, it showed that 28% of students already knew and knew the science of recitation, while 72% of students did not master it. After this activity, it showed that the average score of "yes" had a percentage of 96% compared to the score of "no" which was only 4%. So it can be concluded that the training activities and practice of basic tajwid science can run smoothly and are well received. Keywords: Training, Practice, basic Tajwid knowledge