Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peran Kinerja Guru Bersertifikasi dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SD Negeri Lopang Domba Kota Serang umi hanifah; Andriani Sariwardani; Mutoharoh Mutoharoh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.658

Abstract

This study aims to explore the role of certified teachers' performance in improving the quality of learning at SD Negeri Lopang Domba. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The research subjects consisted of certified teachers, principals, and students at one of the public elementary schools in Serang City, Banten. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The results showed that certified teachers have a significant role in improving lesson planning, applying more varied methods, and evaluating learning outcomes that are more structured. In addition, certification also increases teachers' motivation and professional responsibility. However, some challenges were also found, such as limitations in the application of technology and administrative burdens. The findings provide implications for the development of education policies and teacher professional development programs.
Peran Kepemimpinan dan Visi Misi Institusi dalam Meningkatkan Prestasi Akademik melalui Kepuasan Siswa sebagai Variabel Perantara khaerul ikhwan; Andriani Sariwardani; Mutoharoh Mutoharoh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan visi misi institusi terhadap prestasi akademik siswa dengan kepuasan siswa sebagai variabel perantara (mediasi). Studi ini dilaksanakan di MIS Ashhabul Maimanah Sidayu, sebuah madrasah ibtidaiyah swasta yang berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan dasar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 91 siswa, yang terdiri dari 38 siswa kelas V dan 53 siswa kelas VI. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang dibagikan kepada seluruh responden. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) sederhana untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif dan perumusan visi misi yang jelas memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan siswa. Selanjutnya, kepuasan siswa berperan sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam meningkatkan prestasi akademik. Temuan ini menekankan pentingnya peran kepemimpinan dan arah institusional yang terstruktur dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keberhasilan akademik siswa.
Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Iklim Sekolah yang Kondusif Terhadap Kinerja Guru di Sekolah Islam Terpadu Bina Bangsa Serang Islahiyah Islahiyah; Ramdan Ramdan; Atikah Atikah; Mutoharoh Mutoharoh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan iklim sekolah yang kondusif terhadap kinerja guru di Sekolah Islam Terpadu Bina Bangsa Serang. Dalam abad ke-21, tuntutan terhadap dunia pendidikan semakin tinggi, oleh karena itu kinerja guru menjadi komponen yang penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Kepemimpinan transformasional ditandai dengan kemampuan pemimpin untuk menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan bawahan. Sementara itu, iklim sekolah yang kondusif menciptakan lingkungan yang mendukung, adil, dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling terhadap 60 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis secara statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah guru yang bekerja di Sekolah Islam Terpadu Bina Bangsa Serang, yakni berjumlah 60 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan iklim sekolah dengan kinerja guru. Kepemimpinan yang efektif dan lingkungan kerja yang positif terbukti mampu meningkatkan motivasi, kolaborasi, inovasi, dan efektivitas guru dalam proses pembelajaran. Secara parsial, kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 21,4%. Pengaruh iklim kerja guru terhadap kinerja guru juga positif dan signifikan sebesar 39%. Secara simultan, kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan iklim kerja guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru.
Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Iklim Sekolahh Yang Kondusif Terhadap Kinerja Guru di Sekolah Terpadu Bina Bangsa Serang Islahiyah Islahiyah; Ramdan Ramdan; Atikah Atikah; Mutoharoh Mutoharoh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.870

Abstract

This study aims to determine transformational leadership role of the principal and a conducive school climate on teacher performance at the Bina Bangsa Serang Integrated Islamic School. In the 21st century, demands on the world of education are increasing, therefore teacher performance is an important component in achieving educational goals. Transformational leadership is characterized by the leader's ability to inspire, motivate, and empower subordinates. Meanwhile, a conducive school climate creates a supportive, fair, and collaborative environment. This study uses a quantitative correlational approach with a purposive sampling technique for 80 teachers. Data were collected through online questionnaires and analyzed statistically. The population in this study was 60 teachers working at Bina Bangsa Serang Integrated Islamic School. The results showed that there was a significant positive relationship between transformational leadership and school climate with teacher performance. Effective leadership and a positive work environment have been shown to increase teacher motivation, collaboration, innovation, and effectiveness in the learning process. Partially, the transformational leadership of the principal has a positive and significant effect on teacher performance by 21.4%. The influence of the teacher's work climate on teacher performance is also positive and significant at 39%. Simultaneously, the transformational leadership of the principal and the teacher's work climate have a positive and significant influence on teacher performance.
Kemitraan Wali Santri Dan Pesantren: Telaah Pemikiran Al-Jarnuzi Dalam Menyikapi Abrasi Nilai Era Kontemporer Mutoharoh Mutoharoh; Nurhasanah Nurhasanah; Baehaki Baehaki; Vina Sudistiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.905

Abstract

Penelitian ini merespons fenomena abrasi nilai dalam kemitraan wali santri-pesantren di era kontemporer yang ditandai menurunnya keterlibatan orang tua. Mengangkat pemikiran Syekh Al-Jarnuzi tentang pendidikan integratif sebagai solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan memperkuat landasan teoritis strategis kemitraan berbasis warisan intelektual Islam klasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, data primer diambil dari karya Al-Jarnuzi dan data sekunder dari literatur tentang pesantren. Analisis dilakukan melalui: (1) identifikasi pemikiran, (2) interpretasi kontekstual, (3) sintesis dengan manajemen strategis, dan (4) verifikasi melalui triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan empat strategi utama kemitraan, yaitu peningkatan komunikasi digital/tatap muka; pembagian peran jelas (orangtua-nilai keluarga, pesantren-akademik); program keterlibatan orang tua (terbatas dana dan waktu); dan pendidikan holistik yang berpotensi membebani. Manfaat penelitian secara teoritis memperkaya literatur manajemen pendidikan Islam melalui integrasi pemikiran klasik-modern. Secara praktis, strategi utama kemitraan ini dapat diadopsi pesantren dengan penyesuaian. Keterbatasan meliputi: (1) temuan berbasis teks belum diuji empiris, (2) analisis terbatas pada peran digital, dan (3) faktor ekonomi-budaya lokal yang belum terakomodasi penuh. Direkomendasikan penelitian lanjutan untuk uji lapangan dan pengembangan model adaptif teknologi.
Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Perumusan Visi Misi terhadap Capaian Akademik dengan Kepuasan Siswa sebagai Mediator Samsul Bahri; Mutoharoh Mutoharoh; Andriani Sariwardani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1048

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi kepemimpinan kepala sekolah dan perumusan visi misi terhadap capaian akademik siswa, dengan kepuasan siswa sebagai variabel mediator. Menggunakan metode kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 77 siswa kelas V dan VI di SD Negeri Kelapian 2, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten, melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi nilai akademik. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah (koefisien jalur = 0,45; p < 0,01) dan perumusan visi misi (koefisien jalur = 0,40; p < 0,01) secara positif dan signifikan memengaruhi kepuasan siswa. Selain itu, kepemimpinan kepala sekolah (koefisien jalur = 0,30; p < 0,05) dan visi misi (koefisien jalur = 0,25; p < 0,05) juga berpengaruh langsung terhadap capaian akademik. Pentingnya, kepuasan siswa terbukti memediasi hubungan tersebut, di mana pengaruh tidak langsung kepemimpinan kepala sekolah (koefisien mediasi = 0,18; p < 0,05) dan perumusan visi misi (koefisien mediasi = 0,16; p < 0,05) terhadap capaian akademik melalui kepuasan siswa adalah signifikan. Kesimpulan menunjukkan bahwa sinergi antara kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, visi misi yang jelas, dan kepuasan siswa merupakan kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi akademik.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengelola Konflik Antara Guru Di Sekolah Dasar Rosi Novelia Cahyani; Minarti Agustina; Eno Astriyani; Mutoharoh Mutoharoh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1158

Abstract

This study aims to examine the strategies of school principals in managing conflicts between teachers at SDN Sukajadi 2, Carita District, Pandeglang Regency. Using a qualitative approach with a case study design, this research focuses on gaining an in-depth understanding of the forms of conflict, the principal's role, and the effectiveness of the strategies implemented in creating a harmonious work environment. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman model. The research findings indicate that conflicts between teachers are generally in the form of task, communication, and personal conflicts, most of which are mild but have the potential to cause tension if not resolved promptly. The principal plays an active role as a mediator, counselor, and visionary leader by implementing collaborative and persuasive strategies, establishing clear work rules, and task rotation. These strategies have proven effective in reducing the number of recurring conflicts, increasing teacher participation, satisfaction, and morale, and maintaining the quality of the learning process. This finding emphasizes the importance of school principal leadership in conflict management to support the creation of a conducive work environment and improve the quality of education in elementary schools.
Analisis Keefektifan Pendekatan Pembelajaran Mendalam Pada Kurikulum Merdeka di SDN Serang 13 Riza Fauzia; Teti Sunarti; Rendi Kurniawan; Fuad Abdul Baqi; Mutoharoh Mutoharoh
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4471

Abstract

Kurikulum Merdeka menuntut transformasi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian kognitif, tetapi juga pada kedalaman pengalaman belajar siswa melalui pendekatan deep learning. Di tengah rendahnya skor PISA Indonesia, integrasi prinsip meaningful, mindful, dan joyful menjadi krusial untuk membangun kompetensi abad ke-21 di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa kelas V SDN Serang 13 terhadap implementasi ketiga aspek pembelajaran mendalam tersebut dalam konteks Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang melibatkan 30 siswa sebagai sampel yang dipilih secara acak dari total populasi 101 siswa pada November 2025. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek meaningful dan joyful mencapai tingkat kepuasan yang tinggi, masing-masing sebesar 85%, yang mengindikasikan bahwa siswa merasa materi sangat relevan dengan kehidupan nyata dan suasana belajar berlangsung sangat menyenangkan. Namun, aspek mindful menunjukkan hasil yang kontras dengan tingkat kepuasan hanya sebesar 45%. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan signifikan dalam kemampuan refleksi diri, kepercayaan diri untuk berpendapat, dan kemandirian siswa dalam pemecahan masalah. Secara keseluruhan, meskipun Kurikulum Merdeka di SDN Serang 13 telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang bermakna dan menggembirakan, penguatan pada strategi metakognisi dan aktivitas reflektif sangat diperlukan agar kesadaran diri siswa dapat berkembang secara optimal sejalan dengan kegembiraan belajar yang telah terbentuk.
Tinjauan Filosofis Implementasi Artificial Intelligence dalam Personalisasi Pembelajaran: Analisis Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Amsanah Amsanah; Mahdiyah Mahdiyah; Ryan Pratiwa Putra; Fuad Abdul Baqi; Mutoharoh Mutoharoh
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4472

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital saat ini ditandai dengan penetrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang masif melalui model personalisasi pembelajaran, namun perkembangan ini sering kali hanya menitikberatkan pada aspek teknis tanpa landasan filosofis yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk membedah implementasi AI dalam dunia pendidikan melalui tinjauan mendalam pada dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta mengaitkannya dengan regulasi pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, di mana data dikumpulkan dari berbagai literatur kebijakan dan teori filsafat untuk kemudian disintesis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, AI mengubah hakikat interaksi pedagogis menjadi hubungan termediasi data yang berisiko mereduksi eksistensi kemanusiaan. Secara epistemologis, terjadi pergeseran otoritas kebenaran dari guru ke algoritma yang menuntut penguatan literasi kritis peserta didik dalam memvalidasi informasi. Secara aksiologi, tantangan utama muncul pada degradasi integritas akademik dan nilai etis akibat prioritas efisiensi mekanistik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa personalisasi pembelajaran berbasis AI harus dikembalikan pada hakikatnya sebagai alat untuk memanusiakan manusia, selaras dengan semangat Merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila. Sinkronisasi antara kecanggihan teknologi dan nilai karakter bangsa menjadi syarat mutlak agar pendidikan tetap berfungsi sebagai proses pembentukan akhlak mulia, bukan sekadar pemrosesan data kognitif. Penekanan pada pedagogi hati dan etika digital direkomendasikan sebagai pilar utama dalam menghadapi disrupsi teknologi di masa depan.