Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Internalisasi Nilai Moral dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan: Upaya Kostruktif Resiliensi Pemikiran Mahasiswa Menghadapi Radikalisme Sri Wahyuni Tanshzil; Gina Lestari
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12027

Abstract

Pendidikan Tinggi di Indonesia menghadapi tantangan serius terkait infiltrasi paham radikalisme yang menyasar lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh internalisasi nilai moral dalam pembelajaran PKn terhadap konstruksi resiliensi pemikiran mahasiswa sebagai strategi kontra-radikalisme, serta memotret keterpaparan mereka terhadap paham radikalisme. Metode kuantitatif digunakan dengan melibatkan 400 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang mengikuti MKWK PKn tahun akademik 2024/2025. Indikator penelitian disusun berdasarkan pendekata implementasi Teori Reasoned Action (TRA) yang memungkinkan peneliti memahami pemetaan potret internalisasi nilai moral pada pembelajaan PKn terhadap mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa 45% mahasiswa memiliki internalisasi nilai moral tinggi, 53% sedang, dan 2% rendah. Uji korelasi dan regresi membuktikan pengaruh signifikan antara internalisasi nilai moral dan resiliensi pemikiran mahasiswa. Namun, 70% mahasiswa tergolong waspada hingga rawan terpapar paham radikalisme. Oleh karena itu, studi ini mengisi celah kajian pendidikan kewarganegaraan yang berkontribusi terhadap pengembangan integrasi moral-civic education dengan TRA dalam memperkuat resiliensi pemikiran mahasiswa sebagai kontra-radikalisme.
Pelaksanaan Service Learning pada Program We Do Care Dalam Memperkuat Sikap Empati Siswa Susan Nurlaelasari; Leni Anggraeni; Sri Wahyuni Tanshzil
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan service learning pada program we do care serta menganalisis strategi penerapannya dalam memperkuat sikap empati siswa di SMP Mutiara Bunda Bandung. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kepedulian dan empati siswa yang ditunjukan melalui sikap acuh terhadap permasalahan sosial di lingkungan sekolah. Service learning dipandang sebagai pendekatan pembelajaran yang relevan karena mengintegrasikan kegiatan pelayanan sosial dengan tujuan pembelajaran melalui refleksi terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SMP Mutiara Bunda Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan service learning pada program we do care dilaksanakan melalui 3 tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan tahap refleksi serta evaluasi yang menjadi unsur kunci dalam memperkuat sikap empati siswa karena mengaitkan pengalaman siswa dengan nilai-nilai kewarganegaraan seperti tanggung jawab sosial, empati, solidaritas, dan partisipasi sosial.
Studi Evaluasi Satuan Kurikulum Pendidikan Non Formal Di PKBM Yayasan Quantum Indonesia Junaidi Junaidi; Rahmat Rahmat; Sri Wahyuni Tanshzil
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol. 11 No. 1 (2026): SAP
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sap.v11i1.1875

Abstract

Non-formal education plays a strategic role in expanding access to education, but its curriculum implementation in PKBM still faces challenges related to suitability with students' needs and adaptation to the Merdeka Curriculum policy. This study aims to evaluate the non-formal education curriculum unit at the PKBM Yayasan Lingkaran Quantum Indonesia in Denai Lama Village to assess the alignment of curriculum planning, implementation, and evaluation with the local context and national education policy. The research method uses a qualitative method with a descriptive approach with data collection through interviews, observation, and documentation with a research period of 1 month from November to December 2025. As well as data analysis using data reduction, data display, and data verification. The results of the study indicate that the non-formal education curriculum unit at the PKBM Yayasan Lingkaran Quantum Indonesia in Denai Lama Village has been designed and implemented adaptively, contextually, and in line with the principles of non-formal education and the Merdeka Curriculum policy. The curriculum structure that integrates intracurricular, co-curricular, and extracurricular activities has been proven to support the strengthening of academic competencies, life skills, and the values ​​of the Pancasila Student Profile. The implementation of deep learning through a mindful, meaningful, and joyful learning approach, supported by various active learning models, increases student engagement and the quality of the learning experience. Furthermore, a holistic assessment system based on assessment for learning, assessment as learning, and assessment of learning allows for comprehensive and continuous monitoring of student progress.
POLITAINMENT SEBAGAI KOMUNIKASI POLITIK: ANALISIS BIBLIOMETRIK BERBASIS DATA SCOPUS (2014-2025) Dodoh Siti Saadah; Karim Suryadi; Sri Wahyuni Tanshzil
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 8 (2026): 2026 Agustus
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i8.1092

Abstract

Penelitian terkait politainment mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan di era digital sekaligus menjadi bagian dari isu politik kotemporer saat ini, sehingga banyak penelitian yang mengkaji tentang politainment. Pendekatan kuantitatif dengan metode analisis bibliometrik deskriptif dalam riset ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan, dampak dan tren global yang muncul pada penelitian politainment, dengan menggunakan kata kunci “politainment” in AND “political” AND “communication”. Penelitian ini meliputi tahap identification, screening, eligibility dan included dengan basis data final 36 publikasi terindeks Scopus dalam kurun waktu 12 tahun, 2014-2025 per tanggal 8 Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riset politainment sebagai komunikasi politik didominasi oleh Spanyol dengan puncak publikasi pada tahun 2023, yang berfokus pada konteks elektoral dan representasi tokoh politik, serta banyak dipublikasikan di Media and Communication (Cogitatio Press). Tema-tema utama meliputi digital persuasion, discourse analysis, electoral campaigns, engagement, Instagram, pop politics dan TikTok, dengan electoral campaigns muncul sebagai sebuah novelty yang dihasilkan. Selain itu, penelitian ini juga menekankan urgensi perluasan tema discourse analysis bagi peneliti selanjutnya untuk memahami apakah politainment memperkuat demokrasi melalui partisipasi organik atau justru memperlemah substansi politik demi kepentingan estetika dan hiburan semata.
Pancasila in the Global Context: A Bibliometric Analysis of Research Trends and Emerging Themes (2017–2026) Sri Wahyuni Tanshzil; Syaifullah Syaifullah; Leni Anggraeni; Marshelayanti Binti Mohammad Razali; Junaidi Junaidi; Ifan Kiki Kurniawan
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 3 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i3.312

Abstract

Pancasila scholarship has expanded into debates on education, law, human rights, digitalization, and sustainability, yet its international structure remains fragmented and strongly centered on Indonesia. This study mapped research trends, collaboration patterns, and emerging themes in Pancasila scholarship from 2017 to 2026 through a bibliometric analysis of 60 English-language journal articles retrieved from Scopus. The corpus was examined through publication and citation analysis, country and author collaboration mapping, and title, keyword, and abstract term analysis using VOSviewer. Publication output increased markedly after 2023 and reached its highest level in 2025. Indonesia dominated the corpus, while participation from other countries remained comparatively limited. The thematic structure was concentrated around Pancasila, education, curriculum, the Pancasila Student Profile, local wisdom, human rights, law, globalization, and global diversity, with newer links to digital citizenship and sustainable development. These patterns suggest an expanding research agenda, but they should be interpreted within the limits of the search query, English-language restriction, and the incomplete 2026 publication year. The study identifies a need for more comparative, cross-national, and methodologically integrated research that positions Pancasila within wider scholarship on citizenship, diversity, human rights, digital transformation, and sustainability.
A New Conceptual Framework of Civic Settlement: Bridging Citizenship, Civilization, and Sustainable Human Habitat Haryo Budi Rahmadi; Cecep Darmawan; Syaifullah Syaifullah; Leni Anggraeni; Sri Wahyuni Tanshzil; Junaidi Junaidi; Mulia Sari
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 3 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i3.314

Abstract

Settlement scholarship has increasingly addressed sustainability, resilience, governance, and socio-ecological change, yet it still tends to treat settlement primarily as a spatial or functional system. Citizenship research, by contrast, examines participation, belonging, responsibility, institutions, and public life, but rarely theorizes permanent settlement as the enduring socio-spatial setting in which these civic relations are produced. This article develops Civic Settlement as an integrative conceptual framework linking these literatures. Using a Narrative Literature Review, the study compares and synthesizes interdisciplinary scholarship on human settlements, citizenship, civic culture, governance, sustainability, community development, and civilization. The synthesis identifies five interrelated dimensions: human; cultural and spiritual; governance and political; spatial-ecological; and economic and knowledge. Together, these dimensions explain how permanent communities organize belonging, shared values, institutions, environmental relations, productive activity, learning, and intergenerational continuity. Civic Settlement is therefore conceptualized as a permanent human living system in which people collectively transform inhabited space into an organized civic environment. The framework contributes a relational account of settlement that connects everyday community life with sustainable human habitat and longer-term processes of civilizational continuity, while remaining a conceptual proposition that requires empirical validation across diverse contexts.