Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Internalisasi Nilai Moral dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan: Upaya Kostruktif Resiliensi Pemikiran Mahasiswa Menghadapi Radikalisme Sri Wahyuni Tanshzil; Gina Lestari
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12027

Abstract

Pendidikan Tinggi di Indonesia menghadapi tantangan serius terkait infiltrasi paham radikalisme yang menyasar lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh internalisasi nilai moral dalam pembelajaran PKn terhadap konstruksi resiliensi pemikiran mahasiswa sebagai strategi kontra-radikalisme, serta memotret keterpaparan mereka terhadap paham radikalisme. Metode kuantitatif digunakan dengan melibatkan 400 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang mengikuti MKWK PKn tahun akademik 2024/2025. Indikator penelitian disusun berdasarkan pendekata implementasi Teori Reasoned Action (TRA) yang memungkinkan peneliti memahami pemetaan potret internalisasi nilai moral pada pembelajaan PKn terhadap mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa 45% mahasiswa memiliki internalisasi nilai moral tinggi, 53% sedang, dan 2% rendah. Uji korelasi dan regresi membuktikan pengaruh signifikan antara internalisasi nilai moral dan resiliensi pemikiran mahasiswa. Namun, 70% mahasiswa tergolong waspada hingga rawan terpapar paham radikalisme. Oleh karena itu, studi ini mengisi celah kajian pendidikan kewarganegaraan yang berkontribusi terhadap pengembangan integrasi moral-civic education dengan TRA dalam memperkuat resiliensi pemikiran mahasiswa sebagai kontra-radikalisme.
Pelaksanaan Service Learning pada Program We Do Care Dalam Memperkuat Sikap Empati Siswa Susan Nurlaelasari; Leni Anggraeni; Sri Wahyuni Tanshzil
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan service learning pada program we do care serta menganalisis strategi penerapannya dalam memperkuat sikap empati siswa di SMP Mutiara Bunda Bandung. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kepedulian dan empati siswa yang ditunjukan melalui sikap acuh terhadap permasalahan sosial di lingkungan sekolah. Service learning dipandang sebagai pendekatan pembelajaran yang relevan karena mengintegrasikan kegiatan pelayanan sosial dengan tujuan pembelajaran melalui refleksi terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SMP Mutiara Bunda Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan service learning pada program we do care dilaksanakan melalui 3 tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan tahap refleksi serta evaluasi yang menjadi unsur kunci dalam memperkuat sikap empati siswa karena mengaitkan pengalaman siswa dengan nilai-nilai kewarganegaraan seperti tanggung jawab sosial, empati, solidaritas, dan partisipasi sosial.
Studi Evaluasi Satuan Kurikulum Pendidikan Non Formal Di PKBM Yayasan Quantum Indonesia Junaidi Junaidi; Rahmat Rahmat; Sri Wahyuni Tanshzil
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol. 11 No. 1 (2026): SAP
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sap.v11i1.1875

Abstract

Non-formal education plays a strategic role in expanding access to education, but its curriculum implementation in PKBM still faces challenges related to suitability with students' needs and adaptation to the Merdeka Curriculum policy. This study aims to evaluate the non-formal education curriculum unit at the PKBM Yayasan Lingkaran Quantum Indonesia in Denai Lama Village to assess the alignment of curriculum planning, implementation, and evaluation with the local context and national education policy. The research method uses a qualitative method with a descriptive approach with data collection through interviews, observation, and documentation with a research period of 1 month from November to December 2025. As well as data analysis using data reduction, data display, and data verification. The results of the study indicate that the non-formal education curriculum unit at the PKBM Yayasan Lingkaran Quantum Indonesia in Denai Lama Village has been designed and implemented adaptively, contextually, and in line with the principles of non-formal education and the Merdeka Curriculum policy. The curriculum structure that integrates intracurricular, co-curricular, and extracurricular activities has been proven to support the strengthening of academic competencies, life skills, and the values ​​of the Pancasila Student Profile. The implementation of deep learning through a mindful, meaningful, and joyful learning approach, supported by various active learning models, increases student engagement and the quality of the learning experience. Furthermore, a holistic assessment system based on assessment for learning, assessment as learning, and assessment of learning allows for comprehensive and continuous monitoring of student progress.