Claim Missing Document
Check
Articles

Psychological well being of families of people living with HIV/AIDS (PLWHA) Anugrah, Mita Majdina; Nuryani, Reni; Lindasari, Sri Wulan
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(4).471-484

Abstract

Background: HIV/AIDS is a terminal disease that remains the leading cause of death worldwide, including in Indonesia. This disease has a wide impact, not only for sufferers but also for their social environment. Caregivers of people living with HIV/AIDS (PLWHA) often experience psychological distress, especially when they are not prepared to care for sick family members. Their ability to fulfill the five family duties in health is greatly influenced by their psychological well being. Objectives: This study aims to describe the psychological well-being of caregivers of people living with HIV/AIDS (PLWHA) in Sumedang regency.Methods: The method used in this research is descriptive quantitative. The sample in this study amounted to 196 respondents selected by simple random sampling technique. The instrument used was the Ryff Psychological Well-Being Scale, which has a validity range of 0.279 to 0.660 and a reliability score (Cronbach's Alpha) of 0.885.Results: The results of the study showed that most caregivers (52.1%) were in the moderate psychological well-being category, while 47.9% were in the high category. Among the six dimensions of psychological well-being that were studied in this study,  only purpose in life and personal growth were predominantly in the high category (50-60%). The demographic analysis revealed that most respondents were aged 20–55 years (M = 36.3, SD = 10.9), the majority were female (56.1%), and most worked as housewives (44.8%). The duration of caregiving was predominantly 1–5 years (61.7%; M = 2.7, SD = 2.5).Conclusions: It can be concluded that most caregivers of People Living with HIV/AIDS (PLWHA) exhibit moderate levels of psychological well-being. This indicates that caregivers can generally accept their strengths and weaknesses, build positive relationships, adapt to their environment, set clear life goals, demonstrate independence, and engage in personal growth. Therefore, it is necessary to enhance family counseling programs within supportive care and treatment services, as well as strengthen family psychoeducation initiatives in nursing and healthcare institutions
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDESAAN: INTERVENSI BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN JIWA Nurhuda, Puspa Madya; Dameyanti, Amelia; Fitriya, Neng Inggri; Kania, Deayu Dwi; Anggraini, Puspa Dewi; Nuryani, Reni; Lindasari, Sri Wulan
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 1 (2026): Periode Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i1.6421

Abstract

Mental health has become an important aspect in the strategic efforts to develop public health in Indonesia, particularly in rural areas. The physical, socio-economic, cultural, and societal structural conditions contribute to the emergence of various psychological issues within the community. The main mental health problems may stem from a lack of public understanding about mental health issues, the presence of negative stigma surrounding mental disorders, and the unequal distribution of mental health services. This indicates the need for community knowledge-based programs to enhance public participation in mental health initiatives. Therefore, this activity aimed to improve the knowledge of the residents of Cijambe Village to foster a better understanding of mental health, as well as the prevention and management of mental health problems. The community service activity was conducted in the form of health education using a lecture method supported by PowerPoint media. The health education activity was attended by 37 residents of Cijambe Village, Paseh Sub-district, Sumedang Regency, West Java. The results of the knowledge level assessment showed an increase in participants’ average knowledge scores before and after the health education, from the "less" category (43%) to the "sufficient" category (57%), based on Arikunto’s knowledge level measurement scale. This health education activity achieved an outcome in the form of increased community knowledge regarding mental health as a result of the education provided. Thus, increasing public knowledge through mental health education can strengthen community participation in the prevention and handling of mental health issues at the community level.
POTRET ARAH KAJIAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Sejati, Amanda Puspanditaning; Lindasari, Sri Wulan; Dedah Ningrum
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/femqfr46

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang krusial dalam pemberian layanan kesehatan karena dapat memengaruhi efektivitas intervensi medis dan kepuasan pasien. Hal ini berlaku pula pada konteks pemberian layanan kesehatan di wilayah yang masyarakatnya beragam seperti Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren arah kajian komunikasi terapeutik di Indonesia dalam satu dekade. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan sumber data base Google Scholar dalam rentang waktu 2013-2023, dengan menggunakan kata kunci “komunikasi terapeutik” dan “Indonesia”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tren kajian komunikasi terapeutik kerap dihubungkan dengan hal berupa kecemasan dan kepuasan pasien, gambaran pengimplementasian komunikasi terapeutik juga banyak disoroti pada profesi perawat, dan popularitas kajian komunikasi terapeutik semakin meningkat sejak dimulainya pandemi COVID-19. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam penerapan, pengoptimalan, dan pembelajaran komunikasi terapeutik dalam bidang pelayanan kesehatan.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Perilaku Caring pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang: The Correlation between Family Social Support and Caring Behavior among Nursing Profession Students at the Indonesia University of Education, Sumedang Campus Miladhiyah, Anindha Nur; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.239

Abstract

Pendahuluan: Perilaku caring merupakan salah satu kompetensi utama dalam keperawatan karena berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Perilaku caring perlu ditumbuhkan sejak mahasiswa menjalani pendidikan profesi. Salah satu faktor yang diduga turut berhubungan dengan perilaku caring adalah dukungan sosial keluarga, yang dapat memberikan kenyamanan emosional, motivasi, serta ketahanan psikologis bagi mahasiswa profesi ners. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring pada mahasiswa profesi ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan teknik total sampling pada 96 mahasiswa profesi ners. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSS-Fa untuk mengukur dukungan sosial keluarga dan CBI-24 untuk mengukur perilaku caring. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial keluarga yang tinggi 92 orang (95,8%) dan perilaku caring kategori baik 87 orang (90,6%). Analisis korelasi Spearman’s rho menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan perilaku caring dengan koefisien korelasi (r) 0,257 dan p-value 0,011. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring, sehingga semakin baik dukungan sosial keluarga yang diterima mahasiswa, semakin baik pula perilaku caring yang ditampilkan dalam praktik keperawatan.
Penerapan Murotal Al-Qur’an pada Pasien dengan Risiko Perilaku Kekerasan: Case Report Topik, Muhamad Agung Abdul; Nuryani, Reni; Lindasari, Sri Wulan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20823

Abstract

ABSTRACT The risk of violent behavior is a potential condition that indicates an individual's vulnerability to committing aggressive acts that can threaten the physical safety or psychological well-being of others. The task of a nurse in handling cases of risk of violent behavior includes all stages of nursing care. In addition, interventions to control the risk of violent behavior are religious or spiritual therapy in the form of murotal Al-Qur'an. The purpose of this study was to determine the description of the implementation of generalist therapeutic nursing care according to nursing care standards equipped with murotal therapy of Surah Ar-Rahman to reduce signs and symptoms of the risk of violent behavior in clients with mental disorders at the West Java Provincial Hospital. This type of research is descriptive with a case report design that describes the implementation of generalist therapeutic nursing care according to nursing care standards and murotal therapy of Al-Qur'an Surah Ar-Rahman. The participants used were one client with a problem of risk of violent behavior. The results of the study after the implementation of murotal therapy of Surah Ar-Rahman for 15 minutes within 5 days showed a decrease in signs and symptoms of the risk of violent behavior from 6 signs to 1 sign. The risk score of violent behavior becomes 2 with an interpretation of no risk, previously the risk score of violent behavior was 7 with an interpretation of moderate risk. There is a change in the risk of violent behavior before and after murotal therapy is carried out on clients with problems of risk of violent behavior. Providing murottal therapy of Surah Ar-Rahman can be recommended and has been proven effective for clients with problems at risk of violent behavior. Keywords: Risk of Violent Behavior, Al-Quran Recitation Therapy, Surah Ar-Rahman.  ABSTRAK Risiko perilaku kekerasan adalah suatu kondisi potensial yang menunjukkan adanya kerentanan pada individu untuk melakukan tindakan agresif yang dapat mengancam keselamatan fisik maupun kesejahteraan psikologis orang lain. Tugas seorang perawat dalam menangani kasus risiko perilaku kekerasan mencakup seluruh tahapan asuhan keperawatan. Selain itu, intervensi untuk mengendalikan risiko perilaku kekerasan adalah terapi religius atau spiritual berupa murotal Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penerapan asuhan keperawatan terapi generalis sesuai standar asuhan keperawatan yang dilengkapi dengan terapi murotal Surah Ar-Rahman untuk menurunkan tanda gejala risiko perilaku kekerasan pada klien gangguan jiwa di Rumah Sakit Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain case report yang menguraikan penerapan asuhan keperawatan terapi generalis sesuai standar asuhan keperawatan dan terapi murotal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman. Partisipan yang digunakan yaitu satu orang klien dengan masalah risiko perilaku kekerasan. Hasil penelitian setelah dilakukan penerapan terapi murotal Surah Ar-Rahman selama 15 menit dalam waktu 5 hari terjadi perubahan penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan 6 tanda gejala menjadi 1 tanda gejala. Skor risiko perilaku kekerasan menjadi 2 dengan interpretasi tidak berisiko, sebelumnya skor risiko perilaku kekerasan adalah 7 dengan interpretasi risiko sedang. Terdapat perubahan risiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah dilakukan terapi murotal pada klien dengan masalah risiko perilaku kekerasan. Pemberian terapi murotal surah Ar-Rahman bisa direkomendasikan dan terbukti efektif dilakukan pada klien dengan masalah risiko perilaku kekerasan. Kata Kunci: Risiko Perilaku Kekerasan, Terapi Murotal Al-Qur’an, Surah Ar-Rahman.