p-Index From 2021 - 2026
8.025
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Majalah Kesehatan FKUB Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Faletehan Health Journal Journal of Nursing Care Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SMIPT) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Jurnal Gema Keperawatan Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat INDOGENIUS Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Jurnal Keperawatan Bunda Delima Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Medika: Medika Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Jurnal Penelitian Keperawatan NERS Jurnal Keperawatan NurseLine Journal Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Claim Missing Document
Check
Articles

THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON HEALTH LITERACY, EMOTIONS, AND COPING OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: PRE-EXPERIMENTAL DESIGN Sukaesih, Nunung Siti; Sopiah, Popi; Lindayani, Emi; Pramajati, Hikmat; Hudaya, Ahmad Purnama; Lindasari, Sri Wulan; Faozi, Akhmad
NurseLine Journal Vol. 11 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v11i1.60017

Abstract

ABSTRACT Background: Deaths from non-communicable diseases are increasing in low and middle income countries. Developing school-based health education interventions and programs is one way to improve health literacy skills and abilities from an early age. This program is important for children because increasing literacy skills and abilities in children can predict increasing physical and mental health status and plays an important role in forming healthy habits in children Objectives: The aim of this study was to determine the effect of structured health education on children's health literacy, cognitive, emotional and behavioral, as well as mood and coping. Method: This study was conducted using a pre-experimental design (group intact comparison) with repeated measurements (pre-test and post-test) involving the intervention group and the control group. Elementary school students in grades 4-5 as many as 80 students in the intervention group and 88 students in the control group using several research instruments, namely Health Literacy for Adolescent Tools (HLAT-8), Pediatric Symptom Checklist- 17 (PSC-17), Mood and Feelings Questionnaire -Self report (MFQ-Self). Results: The interaction of health literacy (F(1,166) = 108.3, p < .001, emotional state (F(1,166) = 51.22, p < 0.001), and coping (F(1,166) = 68.71, p < .001). between time and group was significant. This indicates that changes in health literacy, emotioanal state, and coping mechanism scores from pre-test to post-test differet between the intervention and control groups, thus concluding that the intervention was effective in improving health literacy compared to the control group. Conclusion: So it can be concluded that health education using audiovisual media can improve literacy skills in children, improve emotional conditions and reduce the risk of depression in children with good coping. Keywords: Coping; Emotion; Health education; Health literation; Student; Children
The Relationship Between Knowledge and Perceptions of the Disease and Medication Adherence Among Elderly Patients with PRB Hypertension in the Service Area of the Cimalaka Community Health Center Mutiara Sari Nur Hasanah; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1025

Abstract

Background & Objective: Hypertension is a common chronic non-infectious disease, or noncommunicable disease (NCD), among the elderly and is often referred to as a “silent killer” because its symptoms are rarely apparent. Although the Referral-Back Program (PRB) is available, adherence to antihypertensive medication among the elderly remains a challenge. This study aims to analyze the relationship between knowledge and disease perception and medication adherence among elderly hypertensive patients in the Referral Back Program within the Cimalaka Community Health Center (Puskesmas) service area. Method: This study employed a quantitative correlational method with a cross-sectional design, involving 46 respondents selected through accidental sampling. Data collection in this study was conducted using the Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) questionnaire to assess knowledge levels, the Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) to evaluate illness perception, and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) to assess medication adherence. Subsequently, the data were analyzed using the Spearman’s rho correlation test to determine the relationship between variables Result: The results of the Spearman’s rho test showed no significant association between knowledge and medication adherence (r = 0.176; p = 0.241) or between illness perception and medication adherence (r = 0.259; p = 0.082). Conclusion: It can be concluded that no significant association was found between knowledge levels and perceptions of the disease and medication adherence among elderly patients with hypertension participating in the Referral-Back Program in the service area of the Cimalaka Community Health Center.
OPTIMALISASI PERAN PERAWAT PUSKESMAS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI PROGRAM PELATIHAN COMMUNITY MENTAL HEALTH NURSING (CMHN) Reni Nuryani; Dewi Dolifah; Ayu Prameswari Kusuma Astuti; Popi Sopiah; Sri Wulan Lindasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1276-1285

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak terhadap kesehatan jiwa masyarakat seperti mengalami perubahan reaksi emosional berupa ketakutan akan penularan, perasaan stigmatisasi, kesepian, kebosanan, kemarahan, kegelisahan, kecemasan dan rasa ketidakpastian. Semakin seseorang merasa cemas yang berlebihan maka kekebalan tubuh  menurun dan bila tidak segera diatasi akan berdampak terjadinya masalah kesehatan jiwa yang lebih berat sehingga diperlukan upaya promosi, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi secara menyeluruh untuk mempertahankan kesehatan jiwa melalui pelayanan kesehatan jiwa masyarakat oleh perawat puskesmas sebagai pemberi pelayanan primer. Kualitas pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menjalankan peran perawat pemegang program kesehatan jiwa dapat menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan jiwa di masayrakat sehingga perlu dilakukan pelatihan tentang peran perawat dalam pelayanan keperawatan kesehatan jiwa yang berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat puskesmas dalam memberikan pelayanan keperawatan kesehatan jiwa berbasis komunitas yang meliputi: kemampuan manajemen pelayanan keperawatan kesehatan jiwa komunitas dan pemberian asuhan keperawatan kesehatan jiwa komunitas pada masa pandemik Covid 19. Metodelogi yang digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan dengan pendekatan model Community Mental Health Nursing (CMHN), dilakukan dengan cara daring selama 2 hari dan 1 hari pendampingan praktek lapangan dengan luring kepada 36 perawat pemegang program kesehatan jiwa Se-Kabupaten Sumedang serta dilakukan 3 kali monitoring dan evaluasi. Hasil yang ditemukan dalam kegiatan ini terlaksananya kegiatan pelatihan dan pendampingan CMHN pada perawat puskesmas, adanya peningkatan pengetahuan dengan rata-rata skor 20 dan kemampuan perawat puskesmas dalam melakukan manajemen pelayanan kesehatan jiwa sebesar 25. Perawat dapat menerapkan program CMHN.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Perilaku Caring pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang: The Correlation between Family Social Support and Caring Behavior among Nursing Profession Students at the Indonesia University of Education, Sumedang Campus Anindha Nur Miladhiyah; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.239

Abstract

Pendahuluan: Perilaku caring merupakan salah satu kompetensi utama dalam keperawatan karena berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Perilaku caring perlu ditumbuhkan sejak mahasiswa menjalani pendidikan profesi. Salah satu faktor yang diduga turut berhubungan dengan perilaku caring adalah dukungan sosial keluarga, yang dapat memberikan kenyamanan emosional, motivasi, serta ketahanan psikologis bagi mahasiswa profesi ners. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring pada mahasiswa profesi ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan teknik total sampling pada 96 mahasiswa profesi ners. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSS-Fa untuk mengukur dukungan sosial keluarga dan CBI-24 untuk mengukur perilaku caring. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial keluarga yang tinggi 92 orang (95,8%) dan perilaku caring kategori baik 87 orang (90,6%). Analisis korelasi Spearman’s rho menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan perilaku caring dengan koefisien korelasi (r) 0,257 dan p-value 0,011. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring, sehingga semakin baik dukungan sosial keluarga yang diterima mahasiswa, semakin baik pula perilaku caring yang ditampilkan dalam praktik keperawatan.
Strengthening Mental Health Literacy and Emotional Regulation among Elementary School Children through the SEHATI Program Sri Wulan Lindasari; Reni Nuryani; Nunung Siti Sukaesih; Ria Inriyana; Heri Ridwan; Putri Kamilah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7ks6rq34

Abstract

Mental health is a crucial aspect of a child’s development. It directly impacts academic progress, social relationships, and the ability to manage emotions in a healthy way throughout life. During elementary school, children begin to face academic demands, complex social interactions, and significant emotional changes. Low mental health literacy limits their ability to recognize, express, and manage emotions in an adaptive manner. Children tend to express stress through external behaviors (easily angered, withdrawing, difficulty concentrating) that are often not recognized as early indicators of mental health issues. Approximately 10–20% of school-aged children experience emotional problems that impact learning and social functioning, with higher prevalence among migrant and diaspora children. This community service initiative aims to improve mental health literacy and emotional regulation through the SEHATI (Sekolah Hati Sehat) program. The method used is a participatory educational approach with stages of needs analysis, program implementation, and evaluation. The study subjects consisted of 27 elementary school students and 6 teachers. The instruments used were pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in the average mental health literacy score among students from 71.3 to 88.6, as well as an increase in the emotional regulation score from 67.6 to 78.4. This indicates that the SEHATI program is effective in improving mental health literacy and strengthening emotional regulation among elementary school students
Hubungan Trauma Masa Kecil dengan Perilaku Self-harm pada Remaja: The Link between Childhood Trauma and Self-harming Behaviors in Adolescents Vina Prihatini; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.257

Abstract

Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri yang sering terjadi pada remaja dan berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi akibat pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak. Trauma masa kecil dapat memengaruhi perkembangan psikologis individu sehingga meningkatkan kerentanan terhadap perilaku self-harm pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara traum Pendahuluan: Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri yang sering terjadi pada remaja dan berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi akibat pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak. Trauma masa kecil dapat memengaruhi perkembangan psikologis individu sehingga meningkatkan kerentanan terhadap perilaku self-harm pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trauma masa kecil dengan perilaku self-harm pada remaja. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 494 remaja usia 12–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan instrumen Childhood Trauma Questionnaire-Short Form (CTQ-SF) dan Self-harm Inventory (SHI). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank Correlation Coeffient. Hasil: Analisis menunjukkan adanya hubungan antara trauma masa kecil dan perilaku self-harm (r = 0,570; p < 0,001).         Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat trauma masa kecil yang dialami, semakin besar kecenderungan remaja untuk melakukan self-harm. Trauma masa kecil merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku self-harm pada remaja, sehingga deteksi dini pengalaman traumatis perlu mendapat perhatian sebagai upaya pencegahan.
The Influence Of Mental Health Literacy On The Stigma Of Mental Disorders Among Nursing Students Sri Wulan Lindasari; Reni Nuryani; Nunung Siti Sukaesih; Rizka Salsabila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60066

Abstract

The number of people with mental disorders in Indonesia continues to increase significantly from year to year. This is exacerbated by the high stigma against people with mental disorders in society, including among students. This negative stigma attached to people with mental disorders requires education by promoting mental health literacy. Therefore, this study aims to determine the effect of mental health literacy on the stigma of people with mental disorders among students in the Nursing Study Program at UPI Sumedang Campus. The method used in this study is descriptive correlation. The population in this study was all nursing students, totaling 512 people. The sampling technique used was total sampling. Data collection tools used were the Mental Health Literacy Scale (MHLS) questionnaire to measure mental health literacy and the CAMI (Community Attitudes towards Mental Illness) questionnaire to measure stigma against people with mental disorders. The results of the study found that almost the majority (80.9%) of mental health literacy levels in nursing students were in the high category, almost the majority (85.5%) of nursing students experienced non-stigmatic behavior towards people with mental disorders and there was a relationship between mental health literacy and the stigma of people with mental disorders in nursing students with a P value = 0.02 and a correlation value of 0.763. So it is very important to carry out health promotion to prevent stigmatization in people with mental disorders
Differences in Trauma in Boys and Girls 12-13 Years of Age Mega Lestari; Nunung Siti Sukaesih; Sri Wulan Lindasari
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 21 No. 2 (2025): NJK Volume 21, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v21i2.287

Abstract

Elementary school-aged children are very vulnerable to experiencing unpleasant events and are often victims of violence. In Indonesia, West Java Province is ranked first in cases of violence against children, with a total of 1,695 victims. In Sumedang Regency, especially North Sumedang District, there is a high number of cases of violence against children. Children aged 12-13 are in the transition phase from children to adolescents. This study aims to analyze the differences in trauma in boys and girls aged 12-13 years. The method used in this study is a comparative quantitative method with a cross-sectional approach. The sampling technique in this study used Simple Random Sampling with a sample size using the calculation of the Krecji table with a significance level of 5%, namely 276 grade 6 elementary school children consisting of 133 boys and 143 girls. The instrument used in this study is the Childhood Trauma Questionnaire Short Form (CTQ-SF) questionnaire, which measures five dimensions of trauma, namely emotional abuse, physical abuse, sexual abuse, physical neglect, and emotional neglect. Data collected through questionnaires were analyzed using the Mann-Whitney U Test. The results of this study showed that there were significant differences in trauma between boys and girls aged 12-13 years in the dimensions of Emotional Abuse (p = 0.029), Physical Abuse (p < 0.001), and Physical Neglect (p < 0.001). There are differences in trauma in boys and girls. Boys are more vulnerable to physical trauma, and girls are more vulnerable to emotional or psychological trauma.
HUBUNGAN ANTARA CYBERLOAFING DENGAN SCHOOL ENGAGEMENT PADA SISWA SMA “X” Nurrita Catharina Rosadi; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.2932

Abstract

Perkembangan teknologi digital tidak hanya memberikan kemudahan akses informasi bagi siswa, tetapi juga memunculkan persoalan baru berupa meningkatnya kecenderungan siswa menggunakan perangkat digital untuk aktivitas non-akademik selama pembelajaran (cyberloafing). Pola penggunaan teknologi yang kurang terkontrol ini berpotensi mengganggu fokus belajar dan memengaruhi tingkat keterlibatan siswa di sekolah (school engagement), yang mencakup aspek perilaku, kognitif, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cyberloafing dengan school engagement pada siswa SMA “X”. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 307 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Cyberloafing (9 item) dan School Engagement Measure (15 item). Analisis hubungan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara cyberloafing dan school engagement dengan nilai p < 0,001 dan koefisien korelasi r = –0,274. Hal ini berarti semakin tinggi perilaku cyberloafing yang dilakukan siswa selama pembelajaran, maka semakin rendah school engagement. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cyberloafing berpengaruh terhadap penurunan school engagement siswa, sehingga diperlukan upaya pengelolaan penggunaan perangkat digital yang lebih adaptif selama kegiatan belajar.
PERBANDINGAN IDEASI BUNUH DIRI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN Sarah Sarah; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.2926

Abstract

Mahasiswa keperawatan merupakan kelompok yang berisiko mengalami berbagai gangguan psikologis karena tuntutan akademik yang tinggi, tekanan selama praktik klinik, serta faktor sosial dan emosional yang kompleks. Tekanan tersebut dapat memicu munculnya masalah kesehatan mental, salah satunya ideasi bunuh diri. Ideasi bunuh diri menjadi perhatian serius karena merupakan fase awal dari perilaku bunuh diri yang termasuk masalah kesehatan global dan berdampak fatal apabila tidak ditangani sejak dini. Berbagai faktor dapat memengaruhi munculnya ideasi bunuh diri, salah satunya adalah lingkungan tempat tinggal. Mahasiswa yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung lebih rentan mengalami stres, persaingan tinggi, serta isolasi sosial, sementara mahasiswa di wilayah perdesaan menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan ideasi bunuh diri pada mahasiswa keperawatan berdasarkan wilayah tempat tinggal. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif komparatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 62 mahasiswa yang diambil melalui teknik disproportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Suicidal Ideation Scale, kemudian data dianalisis menggunakan uji statistik non  parametrik Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (U = 346,5; p = 0,046) dengan mean rank mahasiswa perkotaan 35,82 lebih tinggi dibandingkan perdesaan 27,18 dengan ukuran efek 0,279 menunjukkan perbedaan berada dalam kategori sedang. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa latar wilayah tempat tinggal berkontribusi terhadap munculnya ideasi bunuh diri. Hasil penelitian ini mengharapkan bahwa  institusi pendidikan dapat meningkatkan program deteksi dini kesehatan mental yang dilakukan secara berkala dan dukungan kesehatan mental dengan menyediakan bimbingan konseling yang memperhatikan latar belakang wilayah tempat tinggal mahasiswa.
Co-Authors Akhmad Faozi AKHMAD FAOZI Alvia Maulida Firdaus Amelia Dameyanti Siallagan Andi Asrina Anggraini, Puspa Dewi Anindha Nur Miladhiyah Anissa Ayuningsih Anugrah, Mita Majdina Apriliany, Yeni Assyfa, Nurul Ayu Prameswari Kusuma Astuti Bunga Nur Indah Dewi Burdahyat, Burdahyat Damaiati, Winda Diktriadesta Dameyanti, Amelia Delli Yuliana Rahmat Dewi Fuji Fatmawati Dewi, Bunga Nur Indah Diding Kelana Setiadi Diding Kelana Setiadi Diding Kelana Setiadi Dolifah, Dewi Dwi Isneniah Een Kurnaesih Fahma Akbariska Febby Anggraeni Rochmah Firdaus, Alvia Maulida Fitri Dwi Triesnawati Fitriya, Neng Inggri Haryeti, Popon Helly Hanifah Hikmat Pramajati Hudaya, Ahmad Purnama Irawan Danismaya Iyos Sutresna Iyus Yosep Kania, Deayu Dwi Kasmanah Lindayani, Emi Lindayanti, Emi Maula, Atifatul Mega Lestari Mutiara Sari Nur Hasanah Nadia Fadila Surya Neneng Vinna Angelina ningrum, dedah - Nur Aidah, Dila Nurandini, Hesti Nurhuda, Puspa Madya Nurrita Catharina Rosadi Nuryani, Reni Puspa Madya Nurhuda Puspa Madya Nurhuda Puspa Madya Nurhuda Putri Kamilah Putri, Anggi Egliana Putri, Eznelda Julia Rahmat, Delli Yuliana Ressa Julliyana Ria Inriyana Ridwan, Heri Rivany Azzahra Hidayat Rizka Salsabila Sa'adah, Ismi Siti Salsabila, Rizka Sarah Sarah Satria Rifqi Farhan Sejati, Amanda Puspanditaning Setiadi, Diding Kelana Siti Nursadiyah Siti Sukaesih, Nunung Sopiah, Popi Sukaesih, Nunung Siti Titin Sutini Topik, Muhamad Agung Abdul Veny Oktaviany Viazensa Tiara Pratami Vina Prihatini Winda Diktriadesta Damaiati Yeni Apriliany