p-Index From 2021 - 2026
7.507
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Majalah Kesehatan FKUB Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jambura Journal of Health Sciences and Research Faletehan Health Journal Journal of Nursing Care Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SMIPT) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Gema Keperawatan Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer (JPKK) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat INDOGENIUS Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Jurnal Keperawatan Bunda Delima Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Jurnal Penelitian Keperawatan NERS Jurnal Keperawatan NurseLine Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Literatur: POTRET ARAH KAJIAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Sejati, Amanda Puspanditaning; Lindasari, Sri Wulan; Dedah Ningrum
Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2026): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2026.013.01.10

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang krusial dalam pemberian layanan kesehatan karena dapat memengaruhi efektivitas intervensi medis dan kepuasan pasien. Hal ini berlaku pula pada konteks pemberian layanan kesehatan di wilayah yang masyarakatnya beragam seperti Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren arah kajian komunikasi terapeutik di Indonesia dalam satu dekade. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan sumber data base Google Scholar dalam rentang waktu 2013-2023, dengan menggunakan kata kunci “komunikasi terapeutik” dan “Indonesia”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tren kajian komunikasi terapeutik kerap dihubungkan dengan hal berupa kecemasan dan kepuasan pasien, gambaran pengimplementasian komunikasi terapeutik juga banyak disoroti pada profesi perawat, dan popularitas kajian komunikasi terapeutik semakin meningkat sejak dimulainya pandemi COVID-19. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam penerapan, pengoptimalan, dan pembelajaran komunikasi terapeutik dalam bidang pelayanan kesehatan.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Perilaku Caring pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang: The Correlation between Family Social Support and Caring Behavior among Nursing Profession Students at the Indonesia University of Education, Sumedang Campus Miladhiyah, Anindha Nur; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.239

Abstract

Pendahuluan: Perilaku caring merupakan salah satu kompetensi utama dalam keperawatan karena berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Perilaku caring perlu ditumbuhkan sejak mahasiswa menjalani pendidikan profesi. Salah satu faktor yang diduga turut berhubungan dengan perilaku caring adalah dukungan sosial keluarga, yang dapat memberikan kenyamanan emosional, motivasi, serta ketahanan psikologis bagi mahasiswa profesi ners. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring pada mahasiswa profesi ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan teknik total sampling pada 96 mahasiswa profesi ners. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSS-Fa untuk mengukur dukungan sosial keluarga dan CBI-24 untuk mengukur perilaku caring. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial keluarga yang tinggi 92 orang (95,8%) dan perilaku caring kategori baik 87 orang (90,6%). Analisis korelasi Spearman’s rho menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan perilaku caring dengan koefisien korelasi (r) 0,257 dan p-value 0,011. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku caring, sehingga semakin baik dukungan sosial keluarga yang diterima mahasiswa, semakin baik pula perilaku caring yang ditampilkan dalam praktik keperawatan.
Penerapan Murotal Al-Qur’an pada Pasien dengan Risiko Perilaku Kekerasan: Case Report Topik, Muhamad Agung Abdul; Nuryani, Reni; Lindasari, Sri Wulan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20823

Abstract

ABSTRACT The risk of violent behavior is a potential condition that indicates an individual's vulnerability to committing aggressive acts that can threaten the physical safety or psychological well-being of others. The task of a nurse in handling cases of risk of violent behavior includes all stages of nursing care. In addition, interventions to control the risk of violent behavior are religious or spiritual therapy in the form of murotal Al-Qur'an. The purpose of this study was to determine the description of the implementation of generalist therapeutic nursing care according to nursing care standards equipped with murotal therapy of Surah Ar-Rahman to reduce signs and symptoms of the risk of violent behavior in clients with mental disorders at the West Java Provincial Hospital. This type of research is descriptive with a case report design that describes the implementation of generalist therapeutic nursing care according to nursing care standards and murotal therapy of Al-Qur'an Surah Ar-Rahman. The participants used were one client with a problem of risk of violent behavior. The results of the study after the implementation of murotal therapy of Surah Ar-Rahman for 15 minutes within 5 days showed a decrease in signs and symptoms of the risk of violent behavior from 6 signs to 1 sign. The risk score of violent behavior becomes 2 with an interpretation of no risk, previously the risk score of violent behavior was 7 with an interpretation of moderate risk. There is a change in the risk of violent behavior before and after murotal therapy is carried out on clients with problems of risk of violent behavior. Providing murottal therapy of Surah Ar-Rahman can be recommended and has been proven effective for clients with problems at risk of violent behavior. Keywords: Risk of Violent Behavior, Al-Quran Recitation Therapy, Surah Ar-Rahman.  ABSTRAK Risiko perilaku kekerasan adalah suatu kondisi potensial yang menunjukkan adanya kerentanan pada individu untuk melakukan tindakan agresif yang dapat mengancam keselamatan fisik maupun kesejahteraan psikologis orang lain. Tugas seorang perawat dalam menangani kasus risiko perilaku kekerasan mencakup seluruh tahapan asuhan keperawatan. Selain itu, intervensi untuk mengendalikan risiko perilaku kekerasan adalah terapi religius atau spiritual berupa murotal Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penerapan asuhan keperawatan terapi generalis sesuai standar asuhan keperawatan yang dilengkapi dengan terapi murotal Surah Ar-Rahman untuk menurunkan tanda gejala risiko perilaku kekerasan pada klien gangguan jiwa di Rumah Sakit Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain case report yang menguraikan penerapan asuhan keperawatan terapi generalis sesuai standar asuhan keperawatan dan terapi murotal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman. Partisipan yang digunakan yaitu satu orang klien dengan masalah risiko perilaku kekerasan. Hasil penelitian setelah dilakukan penerapan terapi murotal Surah Ar-Rahman selama 15 menit dalam waktu 5 hari terjadi perubahan penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan 6 tanda gejala menjadi 1 tanda gejala. Skor risiko perilaku kekerasan menjadi 2 dengan interpretasi tidak berisiko, sebelumnya skor risiko perilaku kekerasan adalah 7 dengan interpretasi risiko sedang. Terdapat perubahan risiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah dilakukan terapi murotal pada klien dengan masalah risiko perilaku kekerasan. Pemberian terapi murotal surah Ar-Rahman bisa direkomendasikan dan terbukti efektif dilakukan pada klien dengan masalah risiko perilaku kekerasan. Kata Kunci: Risiko Perilaku Kekerasan, Terapi Murotal Al-Qur’an, Surah Ar-Rahman.
Hubungan Peran Teman Sebaya dan Paparan Media Sosial dengan Perilaku Meroko Elektrik Pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Siti Nursadiyah; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1245

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 menunjukkan prevalensi pengguna rokok elektrik pada usia ≥15 tahun meningkat dari 0,3% pada tahun 2011 menjadi 3,0% pada tahun 2021. Rokok elektrik berpotensi menyebabkan gangguan paru hingga penyakit kronis. Faktor sosial seperti peran teman sebaya dan paparan media sosial diduga berpengaruh terhadap perilaku merokok elektrik pada mahasiswa.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran teman sebaya dan paparan media sosial dengan perilaku merokok elektrik pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 63 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis Google Form, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan program SPSS versi 24. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran teman sebaya dengan perilaku merokok elektrik (p = 0,003; r = 0,372). Sementara itu, paparan media sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku merokok elektrik (p = 0,448). Kesimpulan: Peran teman sebaya memiliki hubungan signifikan dan menjadi faktor dominan terhadap perilaku merokok elektrik pada mahasiswa, sedangkan paparan media sosial tidak berhubungan secara langsung. Background: The use of electronic cigarettes in Indonesia has increased significantly. Data from the Global Adult Tobacco Survey (GATS) in 2021 indicate that the prevalence of e-cigarette use among individuals aged ≥15 years increased from 0.3% in 2011 to 3.0% in 2021. Electronic cigarettes may cause pulmonary disorders and chronic diseases. Social factors such as peer influence and social media exposure are suspected to affect e-cigarette smoking behavior among university students.Aim: This study aimed to analyze the relationship between peer influence and social media exposure with e-cigarette smoking behavior among students at Universitas Pendidikan Indonesia, Sumedang Campus. Method: This study employed an analytical correlational design with a cross-sectional approach. A total of 63 respondents were selected using total sampling. Data were collected using a Google Form-based questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with SPSS version 24..Results: The results showed a significant relationship between peer influence and e-cigarette smoking behavior (p = 0.003; r = 0.372). In contrast, social media exposure was not significantly associated with e-cigarette smoking behavior (p = 0.448).Conclusion:Peer influence is significantly associated and represents the dominant factor in e-cigarette smoking behavior among university students, whereas social media exposure is not directly associated
Edukasi Kesehatan pada Siswa Sekolah Dasar “Katakan Tidak pada Bullying: Bersama Kita Bisa” Febby Anggraeni Rochmah; Julliyana, Ressa; Oktaviany, Veny; Nuryani, Reni; Sri Wulan Lindasari
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.4165

Abstract

Bullying among elementary school students is a serious problem that significantly impacts various aspects of children’s lives, including mental health, emotional development, and academic achievement. This community service program, in the form of Health Education with the theme “Say No to Bullying: Together We Can!” and the development of the UKS Jiwa program as an extension of the existing UKS, aims to increase students’ knowledge and awareness about bullying and its prevention through a health education approach using a quantitative method with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The activity was conducted on November 29, 2024, at SDN Citepok, Paseh District, Sumedang Regency, involving 61 students from grades 4, 5, and 6 as the main participants, with teachers supporting the program’s sustainability. The educational materials were developed based on scientific sources and official handbooks from the Ministry of Education and Culture, covering the definition, types, impacts, and prevention strategies of bullying, and were delivered through lectures, animated videos, interactive discussions, simulations, and case analyses. The effectiveness of the intervention was measured using valid and reliable pre-test and post-test instruments. The results of the analysis showed a significant increase in students’ knowledge after the intervention, with all participants achieving a good level of knowledge in the post-test. This intervention not only improved students’ understanding of bullying but also fostered supportive attitudes and behaviors to create a safe and inclusive school environment. This health education program is recommended to be continuously integrated into the UKS program and the elementary school curriculum as an early effort to prevent bullying.
OPTIMALISASI PERAN PERAWAT PUSKESMAS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI PROGRAM PELATIHAN COMMUNITY MENTAL HEALTH NURSING (CMHN) Nuryani, Reni; Dolifah, Dewi; Prameswari Kusuma Astuti, Ayu; Sopiah, Popi; Wulan Lindasari, Sri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1276-1285

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak terhadap kesehatan jiwa masyarakat seperti mengalami perubahan reaksi emosional berupa ketakutan akan penularan, perasaan stigmatisasi, kesepian, kebosanan, kemarahan, kegelisahan, kecemasan dan rasa ketidakpastian. Semakin seseorang merasa cemas yang berlebihan maka kekebalan tubuh  menurun dan bila tidak segera diatasi akan berdampak terjadinya masalah kesehatan jiwa yang lebih berat sehingga diperlukan upaya promosi, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi secara menyeluruh untuk mempertahankan kesehatan jiwa melalui pelayanan kesehatan jiwa masyarakat oleh perawat puskesmas sebagai pemberi pelayanan primer. Kualitas pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menjalankan peran perawat pemegang program kesehatan jiwa dapat menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan jiwa di masayrakat sehingga perlu dilakukan pelatihan tentang peran perawat dalam pelayanan keperawatan kesehatan jiwa yang berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat puskesmas dalam memberikan pelayanan keperawatan kesehatan jiwa berbasis komunitas yang meliputi: kemampuan manajemen pelayanan keperawatan kesehatan jiwa komunitas dan pemberian asuhan keperawatan kesehatan jiwa komunitas pada masa pandemik Covid 19. Metodelogi yang digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan dengan pendekatan model Community Mental Health Nursing (CMHN), dilakukan dengan cara daring selama 2 hari dan 1 hari pendampingan praktek lapangan dengan luring kepada 36 perawat pemegang program kesehatan jiwa Se-Kabupaten Sumedang serta dilakukan 3 kali monitoring dan evaluasi. Hasil yang ditemukan dalam kegiatan ini terlaksananya kegiatan pelatihan dan pendampingan CMHN pada perawat puskesmas, adanya peningkatan pengetahuan dengan rata-rata skor 20 dan kemampuan perawat puskesmas dalam melakukan manajemen pelayanan kesehatan jiwa sebesar 25. Perawat dapat menerapkan program CMHN.
THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON HEALTH LITERACY, EMOTIONS, AND COPING OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: PRE-EXPERIMENTAL DESIGN Sukaesih, Nunung Siti; Sopiah, Popi; Lindayani, Emi; Pramajati, Hikmat; Hudaya, Ahmad Purnama; Lindasari, Sri Wulan; Faozi, Akhmad
NurseLine Journal Vol. 11 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v11i1.60017

Abstract

ABSTRACT Background: Deaths from non-communicable diseases are increasing in low and middle income countries. Developing school-based health education interventions and programs is one way to improve health literacy skills and abilities from an early age. This program is important for children because increasing literacy skills and abilities in children can predict increasing physical and mental health status and plays an important role in forming healthy habits in children Objectives: The aim of this study was to determine the effect of structured health education on children's health literacy, cognitive, emotional and behavioral, as well as mood and coping. Method: This study was conducted using a pre-experimental design (group intact comparison) with repeated measurements (pre-test and post-test) involving the intervention group and the control group. Elementary school students in grades 4-5 as many as 80 students in the intervention group and 88 students in the control group using several research instruments, namely Health Literacy for Adolescent Tools (HLAT-8), Pediatric Symptom Checklist- 17 (PSC-17), Mood and Feelings Questionnaire -Self report (MFQ-Self). Results: The interaction of health literacy (F(1,166) = 108.3, p < .001, emotional state (F(1,166) = 51.22, p < 0.001), and coping (F(1,166) = 68.71, p < .001). between time and group was significant. This indicates that changes in health literacy, emotioanal state, and coping mechanism scores from pre-test to post-test differet between the intervention and control groups, thus concluding that the intervention was effective in improving health literacy compared to the control group. Conclusion: So it can be concluded that health education using audiovisual media can improve literacy skills in children, improve emotional conditions and reduce the risk of depression in children with good coping. Keywords: Coping; Emotion; Health education; Health literation; Student; Children
The Relationship Between Knowledge and Perceptions of the Disease and Medication Adherence Among Elderly Patients with PRB Hypertension in the Service Area of the Cimalaka Community Health Center Mutiara Sari Nur Hasanah; Diding Kelana Setiadi; Sri Wulan Lindasari
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1025

Abstract

Background & Objective: Hypertension is a common chronic non-infectious disease, or noncommunicable disease (NCD), among the elderly and is often referred to as a “silent killer” because its symptoms are rarely apparent. Although the Referral-Back Program (PRB) is available, adherence to antihypertensive medication among the elderly remains a challenge. This study aims to analyze the relationship between knowledge and disease perception and medication adherence among elderly hypertensive patients in the Referral Back Program within the Cimalaka Community Health Center (Puskesmas) service area. Method: This study employed a quantitative correlational method with a cross-sectional design, involving 46 respondents selected through accidental sampling. Data collection in this study was conducted using the Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) questionnaire to assess knowledge levels, the Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) to evaluate illness perception, and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) to assess medication adherence. Subsequently, the data were analyzed using the Spearman’s rho correlation test to determine the relationship between variables Result: The results of the Spearman’s rho test showed no significant association between knowledge and medication adherence (r = 0.176; p = 0.241) or between illness perception and medication adherence (r = 0.259; p = 0.082). Conclusion: It can be concluded that no significant association was found between knowledge levels and perceptions of the disease and medication adherence among elderly patients with hypertension participating in the Referral-Back Program in the service area of the Cimalaka Community Health Center.