Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Management Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukawati I Antari, Luh Putu Juni; Kamaryati, Ni Putu; Krisnandari D, Anak Agung Istri Wulan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15658

Abstract

ABSTRACT Implementing self care management for patient with hypertension is one way to prevent uncontrolled hypertension. Successful implementation of self care management requires support from family. Good family support will influence the implementation of self care management in hypertensive patients. This stdu aims to determine the correlation between family support and self care management in hypertensive patients in UPTD Puskesmas Sukawati I. This study employed correlation analytical design with cross sectional approach. There were 166 respondents recruited as the sample through convenience sampling technique. Data was collected using questionnaires of family support and Self Care Management and analyzed by using Spearman's Rho in the SPSS version 20. The findings showed there were 67 respondents (40.4%) stated that the family support provided was in sufficient category and 126 respondents (75.9%) were in the category of good self care management. Moreover, there was a significantly associated between family support and self care management (r = 0,804, p-value = < 0,001). Based on the result of the study, it can be concluded that the better family support, the better the application of self care management in hypertensive patients. It is hoped that nurses and community officers can include the families in the hypertension control program. Keywords: Hypertension, Family Support, Self Care Management  ABSTRAK Penerapan self care management pada penderita hipertensi salah satu cara mencegah hipertensi yang tidak terkontrol. Dalam keberhasilan penerapan self care management diperlukan dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang baik akan berpengaruh terhadap penerapan self care management pada penderita hipertensi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care management pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukawati I. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 166 responden dengan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Self Care Management serrta analisis yang digunakan adalah Spearman’s Rho menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 67 (40.4%) responden menyatakan dukungan keluarga yang diberikan cukup. Sebanyak 126 (75.9%) responden sudah dalam kategori self care management baik. Terdapat hubungan natara dukungan keluarga dengan self care management (r = 0,804, p-value = < 0,001).  Semakin baik dukungan keluarga maka semakin baik pula penerapan self care management pada penderita hipertensi. Diharapkan perawat dan petugas ditatanan komunitas dapat mengikutsertakan keluarga dalam program pengendalian hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Dukungan Keluarga, Self Care Management
Edukasi Pengenalan Menopause Pada Wanita Usia Subur di Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat; Kamaryati, Ni Putu; Raswati Teja, Ni Made Ayu Yulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13228

Abstract

ABSTRAK  Menopause merupakan masa yang penting bagi kehidupan wanita. Seiring memasuki menopause disertai pula dengan kemunculan gejala-gejala menopause atau menopausal symptoms. Masa menopause dan menopausal symptoms yang muncul seringkali menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada wanita usia subur yang belum memahami mengenai menopause. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penetahuan wanita usia subur di desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi Badung terkait menopause dan menopausal symptoms. Kegiatan diawali dengan memberikan pre-test bagi peserta kemudian edukasi melalui penyuluhan mengenai menopause dan menopausal symptoms dan diakhiri dengan diskusi serta post-test. Hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan pada wanita usia subur mengenai menopause dan menopausal symptoms. Dari 30 peserta sebanyak 26 (86.67%) peserta memiliki pengetahuan yang baik terkait menopause dan menopausal symptoms dan hanya 4 (13.33%) peserta saja yang pengetahuannya masih kurang setelah diberikan edukasi. Semakin baik pemahaman wanitau usia subur mengenai menopause maka akan semakin baik penerimaan mereka terhadap perubahan yang dialami ketika memasuki masa menopause sehingga akan lebih bijak serta siap menghadapi masa menopause. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan yang diperlukan oleh wanita usia subur ketika memasuki masa menopause dan rutin memberikan edukasi terkait menopause sehingga kecemasan dan ketakutan wanita usia subur ketika memasuki masa menopause dapat teratasi. Kata Kunci: Menopause, Gejala-Gejala Menopause, Edukasi, Pengetahuan  ABSTRACT  Menopause is an important time in a woman's life. Women who are menopause it is accompanied by the onset of menopausal symptoms. Menopause and menopausal symptoms that appear often cause fear and anxiety in women who have not yet understood about menopause. The aim of this study was to increase knowledge of women in the Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Badung related menopause and menopausal symptoms. The activity begins with pre-testing the participants, then educating them about menopause and menopausal symptoms and ends with discussions also post-tests. As a result of this study was there has been an increase in knowledge among women about menopause and menopausal symptoms. Of the 30 participants, 26 (86.67%) had good knowledge of menopause and menopausal symptoms, and only 4 (13.33%) had insufficient knowledge after being educated. The better women understand menopause, the better their acceptance of the changes they experience when they enter the menopausal period, the wiser and more prepared they will be to cope with it. Health professional plays an important role in identifying the knowledge needs of women when entering menopause and regularly providing menopausal-related education so that the anxiety and fears of women e as they enter menopauses can be overcome. Keywords: Menopause, Menopausal Symptoms, Education, Knowledge
Implementasi Interpersonal Edukasi dan Kolaborasi Dalam Rangka Peningkatan Kesehatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Club Diamed RS Balimed Denpasar Megayanti, Sri Dewi; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Yusniawati, Yustina Ni Putu; Kamaryati, Ni Putu; Arka, I Gede Widhi; Juliani, Made; Trisna, Made Oktaviani Bulan; Halimah, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.18571

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya kenaikan gula darah disebabkan oleh terganggunya hormon insulin yang memiliki fungsi untuk menjaga homeostasis tubuh dengan cara menurunkan kadar gula dalam darah. Tujuan dilakukannya pengabdiam masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan memandirikan masyarakat terkait upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus tipe II. Adapun metode yang digunakan yaitu melakukan kerja sama IPE dan IPC oleh beberapa prodi di ITEKES Bali yaitu prodi anestesiologi, prodi farmasi, prodi kebidanan, prodi keperawatan dan prodi akupuntur. Hasil pengabdian masyarakat adanya peningkatakan pengetahuan dengan nilai rata-rata nilai pre test sebesar 64 dan rata-rata nilai post test sebesar 90. Artinya dengan adanya pelaksanaan kolaborasi IPE dan IPC adanya peningkatan pengetahuan terkait upaya pencegahan diabetes mellitus pada pasien dengan diabetes mellitus tipe II. Sehingga kedepannya diharapkan menjadi kegiatan rutin dalam proses pemberian edukasi khususnya pasien dengan diabetes mellitus. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe II, Kolaborasi IPE dan IPC, Tatalaksana DM  ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by an increase in blood sugar caused by disruption of the hormone insulin which has a function to maintain the body's homeostasis by lowering blood sugar levels. The purpose of this community service is to increase public knowledge and awareness and make the community independent related to efforts to prevent type II diabetes mellitus. The method used is to collaborate on IPE and IPC by several study programs at ITEKES Bali, namely the anesthesiology study program, pharmacy study program, midwifery study program, nursing study program and acupuncture study program. The results of community service are an increase in knowledge with an average pre-test score of 64 and an average post test score of 90. This means that with the implementation of IPE and IPC collaboration, there is an increase in knowledge related to efforts to prevent diabetes mellitus in patients with type II diabetes mellitus. So that in the future it is expected to become a routine activity in the process of providing education, especially for patients with diabetes mellitus. Keywords: Type II Diabetes Mellitus, IPE and IPC Collaboration, DM Management
Gambaran Kualitas Tidur Pada Wanita dengan Kanker Payudara dan Kanker Servik yang Menjalani Kemoterapi Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat; Kamaryati, Ni Putu; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Yudari, Ni Made Adi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12708

Abstract

ABSTRACT Breast cancer and cervical cancer are the most common cause for death in women. The prevalence of breast and cervical cancer are increasing every year. Chemoterapy is usual treatment for cancer which can affect sleep quality. Quality of sleep is important to identify where can impact patient’s quality of life. The purpose of this study was to determine prevalence of poor sleep quality and the domains that contribute to it. This study used quantitative descriptive approach with 80 breast and cervical cancer patients undergoing chemotherapy. Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI) was used to measured the quality of sleep, a score of >5 indicates poor sleep quality. The data was analyze using univariate analysis. Most of the respondent (70%) have poor sleep quality. In the sleep quality domain, the most complaining problem were sleep disturbance (51.2%) and sleep latency (46.2%). Poor sleep quality is a significant problem experienced by patient breast and cervical cancer undergoing chemotherapy. The quality of sleep must be regularly assesed in order to provide appropriate interventions and treatments.  Keywords: Breast Cancer, Cervical Cancer, Chemoteraphy,Sleep Quality, PSQI  ABSTRAK Kanker payudara dan kanker servik merupakan jenis kanker yang menjadi penyebab utama kematian dalam kasus kanker dengan jumlah penderita yang meningkat setiap tahunnya. Kemoterapi menjadi salah satu terapi bagi pasien kanker yang menimbulkan efek samping penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur penting untuk diidenfifikasi karena memilik peran penting dalam kualitas hidup pasien. Mengetahui prevalensi gangguan tidur dan domain yang berperan dalam penurunan kualitas tidur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif pada 80 pasien kanker payudara dan kanker servik yang menjalani kemoterapi. Kualitas tidur diukur dengan kuesioner Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan skor >5 menunjukan kualitas tidur yang buruk. Data dianalisis teknik analisa data univariate untuk variable yang diteliti. Sebanyak 70% responden melaporkan kualitas tidur yang buruk. Pada domain kualitas tidur responden melaporkan kualitas yang buruk pada gangguan tidur malam (51.2%) dan kesulitan memulai tidur atau latensi tidur (46.2%). Penurunan kualitas tidur merupakan permasalahan yang signifikan dialami oleh pasien kanker payudara dan kanker servik yang menjalani kemoterapi. Kesulitan tidur yang dialami sebaiknya dikaji secara rutin sehingga intervensi dan treatment yang sesuai dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas tidurnya Kata Kunci: Kanker Payudara, Kanker Servik, Kemoterapi, Kualitas Tidur, PSQI
Studi Epidemiologi: Determinan Faktor Perilaku Diet Hipertensi Pada Lansia di UPTD Puskesmas Sukawati II Sutini, Ni Kadek; Suyasa, I Gede Putu Darma; Kamaryati, Ni Putu; Cahyani, Kadek Indra
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/k87hvm84

Abstract

Hipertensi tidak dikontrol khususnya pada lansia berisiko menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal. Diet hipertensi dianjurkan bagi penderita untuk membantu mengontrol tekanan darah sebagai bagian dari perawatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan faktor yang berhubungan kuat dengan perilaku diet hipertensi pada lansia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 162 orang lansia menderita hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukawati II yang diambil dengan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner. Uji Chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan masing-masing variable penelitian dan regresi logistic dengan metode backward LR digunakan untuk menganalisis determinan faktor perilaku diet lansia. Data dianalisis mengunakan SPSS versi 20. Penelitian telah mendapatkan kelaikan etik dari Komisi Etik ITEKES Bali. Determinan faktor perilaku diet hipertensi lansia adalah pendidikan (p=0,002), berarti bahwa lansia yang memiliki riwayat pendidikan rendah berisiko 4,15 kali menunjukkan perilaku diet hipertensi yang buruk dibandingkan dengan lansia dengan riwayat pendidikan tinggi dan pengetahuan (p= <0,001), berarti bahwa lansia yang memiliki pengetahuan tinggi menurunkan risiko 0,18 kali melakukan perilaku diet yang buruk dibandingkan dengan lansia yang memiliki pengetahuan rendah. Riwayat pendidikan dan pengetahuan merupakan determinan faktor dari perilaku diet hipertensi lansia. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan penderita hipertensi melalui edukasi khususnya pada lansia dengan riwayat pendidikan rendah untuk merubah perilaku dietnya.
Bed Side Teaching and Case Study on Knowledge and Skill about Triage among Nursing Studentsin Emergency Unit: A Comparative Study Ni Putu Kamaryati; Yustina Ni Putu Yusniawati; Ida Ayu Ningrat Pangruating Diyu
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 9, No 2 (2024): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v19i2.604

Abstract

Introduction: Clinical learning experiences in the emergency unit is needed to improve the knowledge and skill of nursing students. Bedside teaching and case study were suitable methods, however, there were inconsistent findings from previous studies. The study aimed to compare the effectiveness of the bed site teaching and case study on the knowledge and skills of nursing students in the emergency unit.Method: This study was a quasi-experimental design with two groups pretest and a posttest involving 80 respondents with 40 respondents in each group based on inclusion criteria in emergency units. The respondents were random sampling assigned into groups and received bedside teaching and case study methods per group. The knowledge about triage and clinical performances checklist were used as instruments. Data were analyzed using a descriptive statistic, Mann Whitney Test, and the Wilcoxon rank test by SPSS. Results: The findings found that there was a statistically significant difference in knowledge about triage and skill from baseline to Week 4 in the BST group and the Case study group (p< .001 and p< .001, respectively). Additionally, the study found a statistically significant difference in knowledge about triage and skill between groups at Week 4 (p< .001 and p< .001, respectively).Conclusion: The finding can utilize as one of the best learning methods in nursing practice to enhance student's knowledge and clinical performances in the hospital. It is needed to study in different units in a clinical setting for future study.   
Co-Authors A.A. Ayu Yuliati Darmini Adi Satriani Adiana, I Nengah Agustini, Ni Komang Tri Anak Agung Istri Wulan Krisnandari, Anak Agung Istri Wulan Antari, Luh Putu Juni Aries Susanti, Ni Putu Arka, I Gede Widhi Astawa, I Gede Satria Ayu Puja Astuti Dewi Bela, I Kade Miki Indra Cahyani, Kadek Indra Cintariasih, Putu Darmini, A.A. Ayu Yuliati Dewi, Ayu Puja Astuti Dewi, Puja Astuti Dina Susanti, NLP Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating Gede, Khrisna Eka Yudha Gst Ayu Dwina Mastryagung Gustiawan, Sastro Putre I Gede Edy Sagitha I Gede Edy Sagitha I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Ayu Rai Rahayuni I Kadek Nuryanto I Nyoman Purna Wijaya I Wayan Edi Sanjana Ida Ayu Ningrat Pangruating Diyu Ida Ayu Putri Wulandari Indrayani, Ni Luh Dwi Juliani, Made Krisnandari D, Anak Agung Istri Wulan Kusuma, Made Dian Santi Luh Gde Nita Sri Wahyuningsih Made Rismawan Nadya Treesna Wulansari Ni Kadek Sutini Ni Kadek Sutini Ni Luh Putu Dina Susanti Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Ari Widayani Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja Ni Made Candra Citra Sari Ni Made Sri Rahyanti Ni Putu Ayu Ratna Dewi Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Sri Wahyuni NLP Dina Susanti Nur Halimah Nusa Harta, I Putu Arika Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat Prataba, I Made Dwi Krisma Puja Astuti Dewi Purniawati, Wayan Puspariani, Ni Komang Sri Putra, I Nyoman Arya Maha Putra, Komang Ardidhana Nugraha Putu Inge Ruth Suantika Rahayuni, IGA Rai Ratih Comala Dewi, Ni Made Sagitha, I Gede Edy Sanjana, I Wayan Edi Sastro Putre Gustiawan Satriani, Adi Sri Dewi Megayanti Sriasih, Ni Kadek Sutini, Kadek Trisna, Made Oktaviani Bulan Wayan Purniawati Wicaksana, IGA Tresna Widiastuti, Ni Kadek Nefi Wijaya, I Nyoman Purna Wulandari, Sarah Kartika Yudari, Ni Made Adi Yudi Wahyu, I Made Yusniawati, Yustina Ni Putu Yustina Ni Putu Yusniawati