p-Index From 2021 - 2026
5.483
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Majalah Kesehatan FKUB INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Komunitas International Journal of Research in Counseling and Education Ensiklopedia of Journal Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Menara Ilmu Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup AVICENNA PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Science Midwifery Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Abdidas Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Media Kesmas (Public Health Media) Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Jurnal Salingka Abdimas Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Journal of Innovative and Creativity Jurnal Medika: Medika Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Manfaat Permen Jahe dan Permen Mint Dalam Mengatasi Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru hastuti marlina; Nurul Puji Astina
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil sehingga menyebabkan, tidak bisa makan, minum dan berat badan turun. Jahe dan daun mint dapat mengurangi mual dan muntah pada kehamilan karena didalam jahe dan daun mint tedapat minyak atsiri yang memblokir reflek muntah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan frekuensi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan saat diberikan permen jahe dan permen mint. Metode penelitian ini adalah Quasy Experimental dengan desain time series. Sampel Penelitian ini sebanyak 30 orang ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney, alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi dan pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai P value 0,008 artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata frekuensi hiperemesis gravidarum antara kelompok permen jahe dan permen mint dengan mean rank (19,57) pada kelompok permen jahe dan (11,43) pada permen mint. Dengan demikian, kelompok pemberian permen jahe lebih efektif dibandingkan dengan pemberian permen mint. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui berapa gram jumlah jahe atau mint dalam 1 permen.
EFEKTIVITAS PIJAT TUINA TERHADAP PICKY EATER PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU Elmia Kursani; Christine Vita Gloria Purba; Hastuti Marlina
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 5 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Picky eater merupakan kondisi sulit makan yang terjadi pada anak dengan rentang usia 6-59 bulan. Di Amerika Serikat kejadian picky eater dialami oleh hampir 50% anak, di Inggris sebanyak 20% nya mengalami picky eater. Di Indonesia kejadian picky eater dialami oleh 45,5% balita tahun 2014. Salah satu upaya non farmakologi dalam mengatasi kejadian picky eater adalah dengan terapi pijat Tuina. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pijat Tuina terhadap picky eater pada balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan desain two group pre test postest. Teknik sampling consecutive sampling dengan jumlah 50:50 balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru. Picky eater diukur menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji T Paired Test dan T Independent Test. Dari hasil analisis data diperoleh rata-rata picky eater sebelum pijat Tuina adalah 21,30 sedangkan rata-rata picky eater sesudah pijat Tuina adalah 12,92. Berdasarkan analisis statistik menggunakan t paired test diperoleh nilai P sebesar 0,000 kurang dari samadengan 0,05 artinya ada perbedaan picky eater sebelum dan sesudah pijat Tuina. Rata-rata picky eater sebelum pemberian multivitamin adalah 22,96 sedangkan rata-rata picky eater sesudah pemberian multivitamin adalah 12,74. Berdasarkan analisis statistik menggunakan t paired test diperoleh nilai P sebesar 0,000 kurang dari samadengan 0,05 artinya ada perbedaan picky eater sebelum dan sesudah pemberian multivitamin. Selanjutnya berdasarkan analisis menggunakan T Independent test diperoleh nilai P sebesar 0,840 lebih dari 0,05 artinya tidak ada perbedaan picky eater sesudah pijat Tuina dan pemberian multivitamin pada Balita Usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru. Disarankan kepada ibu yang memiliki balita dengan keluhan picky eater sebaiknya menerapkan pijat Tuina untuk menurunkan picky eater sebagai upaya non farmakologi bagi balita dan dapat meningkatkan kedekatan emosional ibu dengan balita.
Coaching Nenek ASI Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Nenek tentang Asi Eksklusif di Kota Pekanbaru Hetty Ismainar; Hayana Hayana; Hastuti Marlina
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.968

Abstract

Background. Basic Health Research data on the achievement of exclusive breastfeeding programs in Indonesia in 2018 was only 38% (the government's target of >80%). One of the efforts to increase the coverage of exclusive breastfeeding is the support of the closest family, especially grandmothers. The Objective of the activity is to provide grandmothers coaching to increase knowledge and understanding of exclusive breastfeeding. The breastfeeding grandmother’s coaching Method used lectures and online media demonstrations using the Google Meet application. The coaching media included running videos about exclusive breastfeeding, leaflets, and brochures. Participants were grandmothers who have grandchildren living with them. The total participants were 55 grandmothers who live in the Gading Marpoyan Housing Pekanbaru. Measurement of participants' understanding was seen by giving pre-test and post-test about exclusive breastfeeding. All respondents filled out the google form given before and after the activity. The coaching materials were health education information about the explanation of exclusive breastfeeding, the benefits of exclusive breastfeeding for mothers and families, myths and fact about exclusive breastfeeding, and the role of grandmothers in exclusive breastfeeding. The result of the pre-test showed that the average knowledge was low (42.54%), moderate (37.46%), and high (19.98%). There was a significant increase in the post-test scores by 63,3%. Knowledge was low (6.54%), medium (10.16%), and high (83.28%). Conclusions. The breastfeeding grandmother coaching program is considered effective in increasing the knowledge and role of grandmothers in exclusive breastfeeding. ABSTRAK Latar Belakang Data Riset Kesehatan Dasar tentang capaian program ASI Eksklusif di Indonesia tahun 2018 hanya 38% (target capaian pemerintah >80%). Salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif adalah dukungan keluarga terdekat terutama nenek. Tujuan kegiatan untuk memberikan coaching (pelatihan) pada nenek untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang ASI Eksklusif. Metode coaching nenek asi menggunakan ceramah dan demonstrasi media online aplikasi google meet. Media pelatihan berupa pemutaran video tentang ASI ekslusif, leaflet dan brosur. Peserta adalah nenek yang memiliki cucu yang tinggal bersamanya. Total peserta 55 orang nenek yang berdomisili di komplek perumahan Gading Marpoyan Kota Pekanbaru. Pengukuran pemahaman peserta dilihat dengan memberikan pre- test dan post-test tentang ASI Eksklusif. Seluruh responden mengisi google form yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan. Materi coaching adalah informasi edukasi kesehatan tentang definisi ASI ekslusif, manfaat ASI ekslusif bagi ibu dan keluarga, mitos dan fakta tentang ASI ekslusif dan peran nenek dalam pemberian ASI eksklusif. Hasil nilai pre-test menunjukkan rata-rata pengetahuan rendah (42.54%), sedang (37.46%) dan tinggi (19.98%). Nilai post-test terjadi peningkatan yang siginifikan yaitu 63,3%. Pengetahuan rendah (6.54%), sedang (10,16%) dan tinggi (83.28%). Kesimpulan Program coaching nenek ASI ini dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan peran nenek dalam ASI eksklusif.
Gerakan Mengurangi Sampah Plastik dan Resiko Membakar Sampah Dengan Pemberian Edukasi Kesehatan Melalui Penyuluhan Hetty Ismainar; Hastuti Marlina; Beni Afriza; Windi Atika
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1031

Abstract

Plastic waste in Indonesia is in the second highest position. This produce a total of 5.4 million tons/year or 14% of the total amount of waste. One of the causes is the lack of public knowledge about the impact of plastic waste. It is to increase public knowledge to reduce plastic waste and the risk of burning waste. Methods is to provide health education with the lecture method on reducing the use of single-use plastics and the risk of burning waste. Indicators of knowledge measurement used pre and post-test. Subsequently, an intervention was carried out by giving leaflets and putting up a “Love Earth, Reduce Plastic Waste” poster. The total participants were 30 head of the household who live in RT 01 RT 02 RW 06, Binawidya Village, Tampan District. Results. The pre-test score of low knowledge was 60% (18 families) and good knowledge was 40% (12 families). After counseling, the post-test scores increased, namely 66.7% (20 families) with good knowledge and 33.3% (10 families) with low knowledge. There was an increase in knowledge score as much as 26.7%. This activity is considered effective in increasing the knowledge and awareness of citizens to reduce the use of plastic and the impact of burning waste.  ABSTRAK Sampah plastik di Indonesia berada pada posisi tertinggi kedua. Sebanyak 5,4 juta ton/tahun atau 14% dari jumlah total sampah yang dihasilkan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang dampak sampah plastik tersebut. Meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dan resiko membakar sampah. Pemberian penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tentang mengurangi pengunaan plastik sekali pakai dan resiko membakar sampah dekat dengan tempat tinggal. Indikator pengukuran pengetahuan menggunakan pre dan post-test. Selanjutnya dilakukan intervensi dengan memberikan leaflet dan memasang poster “Cintai Bumi, Kurangi Sampah Plastik”. Total peserta 30 Kepala Keluarga yang berdomisili di RT 01 RT 02 RW 06 Kelurahan Binawidya Kecamatan Tampan.Nilai pre-test pengetahuan kurang baik 60% (18 KK) dan berpengetahuan baik 40% (12 KK). Setelah dilakukan penyuluhan, nilai post-test, terjadi peningkatan yaitu 66,7% (20 KK) berpengetahuan baik dan 33,3% (10 KK) pengetahuan kurang baik. Ada peningkatan score pengetahuan sebanyak 26,7%. Kegiatan penyuluhan ini dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga untuk mengurangi penggunaan plastik serta dampak pembakaran sampah
PEMBERIAN TABLET Fe DAN JUS JAMBU BIJI PADA REMAJA PUTRI YANG ANEMIA DEFISIENSI BESI Hastuti Marlina; Winda Putriyana
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v3i1.67

Abstract

Latar Belakang: Anemia defisiensi zat besi adalah menurunnya kadar hemoglobin (<12 gr/dL) Karena berkurang- nya penyedian zat besi sehingga pembentukan sel darah merah (eritrosit) terganggu. Remaja putri memiliki resiko paling tinggi menderita anemia usia 13-18 tahun dengan prevalensi 22,7%.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pada remaja putri yang mengalami anemia defisiensi zat besi dengan pemberian tablet Fe dan jus jambu biji di SMP Negeri 2 Rengat tahun 2015.Metode: Jenis penelitian adalah Analitik dengan desain Quasy Eksperimen menggunakan Randomized Pretest- Posttest Kontrol Group Design. Analisis yang digunakan adalah analisi univariat dan bivariat dengan uji T-dependendan uji T-independen. Populasi adalah seluruh siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 2 Rengat dengan sampel se- banyak 34 siswi yang mengalami anemia defisiensi zat besi (17 siswi untuk kontrol dan 17 siswi untuk perlakuan). Kelompok kontrol diberikan tablet Fe dan kelompok perlakuan diberikan tablet Fe dan jus jambu biji yang diberikan selama 7 hari.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Hb pada kelompok kontrol sebelum dilakukan intervensi 10,506 dan setelah 10,612 sedangkan rata-rata kadar Hb pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan intervensi 10,576 dan setelah 10,918 dengan selisih rata-rata 0,10 dan 0,34. P value 0,811 dan 0,317>0,05Kesimpulan: tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar Hb antara kelompok kontrol dan perlakuan Namun, dilihat dari selisih rata-rata antara kelompok kontrol dan perlakuan terjadi kecendrungan peningkatan rata-rata kadar Hb yaitu 0,24.ABSTRACTBackground: Iron deficiency anemia is a decrease in hemoglobin concentration (<12 g / dL) Due to the reduced provision of iron resulting in the formation of red blood cells (erythrocytes) is disturbed. Young women have the highest risk of suffering from anemia aged 13-18 years with a prevalence of 22.7%Objective: This study attempts to knowing the difference in levels of hb adolescent girls who had iron deficiency by the provision of a tablet fe and the juice of guava in public junior high schools 2 rengat 2015.Method: The kind of research is analytic with the design quasy experiment using pretest-posttest randomized con- trol group design. The analysis used is analysis of univariat bivariat and with test and test t-dependen t-independen. The population is the students of all class VII and VIII public junior high schools 2 rengat with samples from the students of 34 who had iron deficiency anemia who is in bundle up in the control group and 17 the students of the treatment group the students of 17. The control group given tablets fe and the treatment group given tablets fe and the juice of guava provided for 7 days.Result: The results showed an average of Hb levels in the control group before the intervention and after 10.612 10.506 while average Hb levels in treatment group before and after the intervention 10.576 10.918 with an average difference of 0.10 and 0.34. P value of 0.811 and 0.317> 0.05Conclusion: there was no significant difference in mean hemoglobin levels between the control and treatment groups, however, judging from the average difference between the control group and the treatment occurs trend increase in the average hemoglobin concentration is 0.24.
PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS BALITA USIA 3-4 TAHUN DI PAUD SE- KECAMATAN RENGAT BARAT sherly vermita warlenda; Hastuti Marlina; Reno Renaldi
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i02.406

Abstract

ABSTRAKPerkembangan motorik halus adalah berkembangnya unsur kematangan dan keterampilan yang menggunakan otot-otot halus pada anak balita (usia 3-4 tahun) yang membutuhkan kecermatan dan koordinasi mata tangan secara progresif. Penelitian ini bertujuan untuk perkembangan  motorik halus balita usia 3-4 tahun di PAUD se- Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017. Metode yang digunakan adalah analitik kuantitatif yang bersifat cross sectional. Sampel berjumlah 76 orang anak usia 3-4 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional sampling. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi-square, status gizi berdasarkan BB/TB serta perkembangan motorik halus digunakan Denver Development Screening Test II. Hasil penelitian diketahui enam variabel independen yang mempunyai hubungan bermakna dengan perkembangan motorik halus balita usia 3-4 tahun yaitu status gizi, berat badan lahir, riwayat ASI eksklusif, lama di PAUD, pola asuh orang tua di rumah dan jenis permainan yang dimiliki di rumah dengan nilai p value < α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik halus balita usia 3-4 tahun di PAUD se- Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017 telah sesuai dengan usia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS (JERAWAT) PADA REMAJA DI SMK TARUNA PEKANBARU TAHUN 2014 HASTUTI MARLINA; HETTY ISMAINAR
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 4 No 1 (2015): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v4i1.28

Abstract

Acne vulgaris is a chronic inflammatory disease of the follicles pilosebaseous, characterized by comedones, papules, pustules, and nodules.The main causes of acne as yet known with certainty, but there is strong suspicion is a multifactorial disease, including heredity, hormonal balance, diet, skin condition and hygiene. Acne is a skin disease that is often found in adolescents by (85%).. Based on the results of the survey in 5 SMK Pekanbaru on class X , obtained the highest number of cases of acne that is in SMK Taruna Pekanbaru many as 113people. This study aims to determine the factors associated with the incidence of acne vulgaris in adolescents in SMK Taruna Pekanbaru 2014. The research is quantitative cross-sectional study research design that was held on 5-9 May 2014, in SMK Taruna Pekanbaru. The population this is the entire student SMK Taruna Pekanbaru class X at 302 people, and obtained a large sample of 117people, with rendom systematic sampling technique using a questionnaire measuring instruments. Data analiysis of univariate and bivariate using chi square test.The results showed that there is a relationship of knowledge obtainable, (p value = 0,006 dan POR = 3,06, 95%CI : 1,43-6,75), foods that can emergence the onset of acne obtainable (p value = 0,009 and POR = 2,88, 95%CI : 1,35-6,14, the frequency of facial wash (cleaning) obtainable (p value = 0,009 and POR = 2,88, 95%CI : 1,35-6,14) and the condition of facial skin obtainable (p value = 0,005, POR = 3,12 , 95%CI : 1,46-6,68) with incidence of acne vulgaris. It is recommended for adolescents to avoid foods that can emergence the onset of acne, skin treatment to reduce excess oil production by applying frequency facial wash (cleaning) on a regular basis.
Strategi Peningkatan Penerimaan Vaksin Covid 19 melalui Health Education di Masyarakat Kota Pekanbaru Hastuti Marlina; Hetty Ismainar; Hayana Hayana
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.426

Abstract

Rendahnya minat masyarakat terhadap pelaksanan program vaksin Covid 19 terlihat dari angka cakupan penerima vaksin di Kota Pekanbaru yang belum mencapai target (<20%, target >70%). Berdasarkan temuan dilapangan masih banyak penolakan masyarakat terhadap program vaksinasi. Perlu strategi yang tepat untuk meluruskan persepsi tersebut. Tujuan kegiatan adalah memberikan health education sebagai salah satu strategi peningkatan penerimaan vaksin dimasyarakat. Pemberian health education dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi google meet. Total 50 peserta warga Desa Pandau Jaya Pekanbaru. Kegiatan berlangsung selama 120 menit. Media edukasi berupa pemutaran video penyataan dari Kemenkes dan epidemiolog melalui youtube dan dialog interaktif dengan dokter Puskesmas. Pengukuran peningkatan pemahaman penerimaan vaksin dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan dengan mengisi link google form. Hasil penerimaan vaksin sebelum kegiatan, bersedia 9 orang (18%) dan belum bersedia 41 orang (82%). Setelah kegiatan terjadi peningkatan 52%, peserta yang bersedia 35 orang (70%), belum bersedia 15 orang (30%). Nilai pre-test menunjukkan rata-rata pengetahuan rendah (63%), sedang (21,5%) dan tinggi (15,5%). Nilai post-test terjadi peningkatan yang siginifikan yaitu 58%. Pengetahuan rendah (12,5%), sedang (16,5%) dan tinggi (73,5%). Strategi kegiatan pengabdian masyarakat melalui health education dinilai efektif meningkatkan penerimaan vaksin. Perlu tindak lanjut dengan berkoordinasi dengan petugas layanan kesehatan setempat dengan memfasilitasi warga untuk mendapatkan vaksin.
Perilaku Seksual Remaja SMA Negeri Se-Kota Pekanbaru Tahun 2012 Hastuti Marlina; Buchari Lapau; Ezalina .
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.883 KB) | DOI: 10.25311/keskom.Vol2.Iss2.45

Abstract

Adolescent sexual behaviors are all types of behavior motivated by sexual desire to the opposite sex as well as to same sex. Types of adolescent sexual behavior is ranging from less to the most intimate level (sexual intercourse). 15-24 years old adolescent who had experienced sexual intercourse by 66.55% globally, 2.2% in Malaysia, 45% in Riau province and 44.23% in Pekanbaru. The study was conducted to determine the factors associated with sexual behavior of SMA adolescent in Pekanbaru in 2012. This study was a quantitative research by cross sectional design. The samples are 1000 SMA adolescents of Pekanbaru. The sampling procedure was by systematic random sampling, data collection was using questionnaires and data analysis was carried out by univariate, bivariate with chi-square test and multivariate logistic regression to test double. The results shows the proportion of adolescents who engaged in risky sexual behavior by 280 peoples (28%). Variables related to sexual behavior of adolescents were parental supervision (OR: 115, 95% CI: 13.24 to 999, 72), myths about sex (OR: 12, 95% CI :2,61-57, 32), lifestyle (OR: 8, 95% CI: 1.35 to 47.46) and gender (OR: 0.2, 95% CI : 0.06 to 0.61), variable not associated with adolescent sexual behavior was recidency during school year and other variables counfounding with the dependent variable and independent. It is expected a cooperation between health institution and Department of Education in terms of providing good education to parents, teachers and adolescents themselves about the risks of sexual behavior, sexually transmitted diseases, myths about sex and so on
Hubungan Mitos Pencegahan Infeksi Menular Seksual dengan Suspect Infeksi Menular Seksual pada Wanita Pekerja di Panti Pijat Kota Dumai Hastuti Marlina
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 2 No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.546 KB) | DOI: 10.25311/keskom.Vol2.Iss4.67

Abstract

Sexually transmitted infection ( STI ) is an infection spread by sexual contact and non sexual caused variety of bacteria, virus parasait, fungi and ticks. According to the World Health Organitation (WHO) each year there are approximately 350 million new STI sufferer in a country grown including Indonesia where 15.4% occur in women sex workers. The purpose of this research was to find out how the behavior of the myth of the prevention of STI incidence in women workers at a massage parlor Dumai city. This type of research quantitative analytic with cross sectional design research. Sampling using total sampling by the number of respondents 40 people. Data collection using the questionnaire. Analysis of data by test chi square. The results showed 67.5% of respondents suspect infected with STI. Statistical tests are obtained results there were relationship behavior myths with STI prevention in women workers in a massage parlor. Myth of the variable washing genitals with SOAP, alcohol, soda water, water decoction of betel leaf, ginger juice before or after having sex with the suspect sexually transmitted Infection in women Working in a massage parlor has a value of POR (95% CI) of the 6.08 (1,540 - 23,992) sexually transmitted in women workers at a massage parlor Dumai. Expected health workers and NGOs particularly Dumai further enhance cooperation in enhancing women's knowledge workers in a massage parlor in order not to wrong perceptions about the myth of the prevention of STI