p-Index From 2021 - 2026
5.483
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Majalah Kesehatan FKUB INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Komunitas International Journal of Research in Counseling and Education Ensiklopedia of Journal Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Menara Ilmu Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup AVICENNA PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Science Midwifery Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Abdidas Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Media Kesmas (Public Health Media) Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Jurnal Salingka Abdimas Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Journal of Innovative and Creativity Jurnal Medika: Medika Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Gaya Hidup, Dukungan Keluarga dan Peran Petugas Kesehatan Serta Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Anti Hipertensi pada Pasien Prolanis Hiperetensi dengan Tekanan Darah Terkontrol di Puskesmas Tembiahan Kota Tahun 2023 Mulkiya, Annisa Usraina; Harahap, Heryudarini; Mitra, Mitra; Marlina, Hastuti; Devis, Yessica
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4572

Abstract

The prevalence of high blood pressure in the population aged 18 years and above increased from 25.8% to 34.1%. The significant increase in cases of non-communicable diseases is expected to increase the burden on society and government, because handling it requires large costs and requires high technology. The purpose of this study was to determine the relationship between lifestyle, family support and the role of health workers and compliance with taking medication with controlled blood pressure at the Tembilahan City Health Center in 2023. The research method uses quantitative methods with a Cross Sectionl design approach. The number of samples in this study amounted to 160 hypertension prolanis patients. The sample technique used was Proposional stratified Random Sampling. Data collection through primary data by distributing questionnaires with independent variables (diet, smoking habits, physical activity, stress conditions, family support, the role of health workers and compliance with drug consumption) and the dependent variable is controlled blood pressure. The results of this study indicate that there is a significant relationship between adherence to taking anti-hypertensive drugs (p value = 0.000 and OR 14.744), smoking habits (p value = 0.000 and OR 7.082), diet (p value = 0.000 and OR 4.899), family support (p value = 0.012 and OR 2.977), with controlled blood pressure in hypertension prolanis patients. The variable of adherence to taking anti-hypertensive drugs is the dominant factor that most influences controlled blood pressure in hypertension prolanis patients with an OR value of 14.744.
Development of work based learning models in education of vocational midwifery: part of need analysis Marlina, Hastuti; Jalinus, Nizwardi; Rizal, Fahmi
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 3 No 2 (2020): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v3i2.9523

Abstract

Skills in the world of work become demands that must be fulfilled by every education practitioner. Vocational education graduates produced by tertiary institutions do not have maximum competencies that are ready to be used for work, so there is often a gap between the competencies desired by graduates and the competencies produced by the education world. Educational literacy is needed to overcome this gap, one of them is by developing work-based learning models in midwifery vocational education. This study aims to analyze the needs of midwifery graduates, midwifery graduates 'recognition and midwifery lecturers' views on the general competency aspects of midwife graduates and work skills. This study involved five obstetricians from various institutions, five graduates working in various health institutions and five lecturers from various midwifery institutions. The results of the needs analysis showed that the low evaluation of midwifery users regarding the aspects of general competence and work skills of midwives in one year of work, so that the development of work-based learning models in midwifery education is very necessary to equate the desires of graduate users with the graduates produced. Furthermore, the resulting model will be tested effectively, valid and practical so that graduates can compete in the world of work.
EFEKTIVITAS PENERAPAN SENAM NIFAS DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS DI PMB ROSITA KOTA PEKANBARU Yuliana, Fitri; Febrianti, Riza; Israyati, Nur; Ristica, Octa Dwienda; Marlina, Hastuti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas menjadi fase kritis bagi ibu pascamelahirkan, dengan data nasional menunjukkan sekitar 60% kematian ibu terjadi pada periode ini. Di Provinsi Riau, tercatat 42% kematian ibu terjadi pada masa nifas. Salah satu faktor risiko utama adalah kegagalan involusi uterus yang dapat memicu perdarahan. Senam nifas menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk mempercepat proses involusi uterus, khususnya bila disertai media edukatif seperti video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam nifas berbasis video terhadap involusi uterus pada ibu nifas di PMB Rosita Kota Pekanbaru tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pre-test control group. Sebanyak 24 responden dibagi secara merata menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi melakukan senam nifas dengan panduan video selama tujuh hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) dilakukan setiap hari sejak hari pertama hingga ketujuh. Hasil menunjukkan rata-rata TFU akhir pada kelompok intervensi sebesar 4,42 cm, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 6,17 cm, dengan rata-rata penurunan TFU sebesar 1,75 cm dan nilai p = 0,000. Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulannya, senam nifas menggunakan media video terbukti lebih efektif dalam mempercepat penurunan tinggi fundus uteri. Media video dapat menjadi sarana edukasi yang potensial dalam perawatan ibu pada masa nifas.
Akselerasi Penurunan Stunting Melalui Observasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Oper Emak) di RA Al Ikhlas Bambu Kuning Kabupaten Rokan Hilir Warlenda, Sherly Vermita; Marlina, Hastuti; Gumayesty, Yeyen
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f9n2tx96

Abstract

Stunting disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya karena pendidikan dan pengetahuan keluarga mengenai praktik pemberian makan untuk bayi dan balita masih rendah. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan komprehensif dari berbagai pihak dalam melakukan penanganan stunting salah satunya intervensi gizi sensitif melalui praktik baik dalam pengukuran status gizi anak balita salah satunya oleh guru PAUD. Tujuan memberikan informasi kepada Guru PAUD melalui pelatihan dan edukasi tentang observasi penilaian dan perkembangan anak sehingga guru PAUD tahu, mau dan mampu secara mandiri menilai perkembangan anak sesuai usia. Metode Pengabdian melakukan Pendampingan Guru dan edukasi kesehatan kepada wali murid. Hasil Pengabdian didapatkan bahwa ada kenaikan skor yang mencapai 93 (pengetahuan) dan 94 (keterampilan) pada Guru, serta peningkatan substansial pada Wali Murid. Hal ini menunjukkan program ini berhasil menciptakan agen perubahan yang kompeten untuk menyebarkan informasi dan praktik pola asuh yang benar. Kegiatan PKM ini penting dilakukan karena tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis (Pengetahuan) tetapi juga meningkatkan kemampuan praktis (Keterampilan) dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, upaya pencegahan stunting dan mengoptimalkan penggunaan media digital website Oper Emak. Saran Pada guru PAUD diharapkan melakukan pemantauan dini tumbuh kembang anak secara berkala, meningkatkan pemantauan terhadap menu makan anak dan melakukan koordinasi ke Puskesmas setempat bila terdapat anak yang dicurigai stunting.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS) di SMPN 21 Pekanbaru Tahun 2025 Chaira Maharani; Ika Putri Damayanti; Hastuti Marlina; Rina Yulviana; Liva Maita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2350

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak luas, terutama pada kelompok remaja yang masih dalam tahap pencarian jati diri dan sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Pengetahuan dan sikap remaja terhadap PMS sangat penting untuk mencegah penyebaran dan dampak negatif dari penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap Penyakit Menular Seksual di SMPN 21 Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 222 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 151 responden (56,8%) memiliki pengetahuan yang kurang, dan dari jumlah tersebut, 113 orang (74,5%) mengalami gejala PMS. Sedangkan dari 71 responden (43,2%) yang memiliki pengetahuan baik, hanya 27 orang (38,0%) yang mengalami gejala PMS. Pada variabel sikap, 60,4% responden memiliki sikap yang kurang, dan 39,6% memiliki sikap baik. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000; OR = 4,8) dan sikap (p = 0,001; OR = 2,8) terhadap kejadian PMS. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap remaja berpengaruh terhadap kejadian PMS. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif sangat diperlukan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja, guna menurunkan risiko PMS dan menciptakan generasi muda yang sehat secara fisik dan mental.
Edukasi Kesehatan: Hygiene Sanitasi Makanan Dan Minuman Pada Mahasiswa UIR Di Masa Pandemi Covid -19 Di Kelurahan Air Dingin, Pekanbaru Hayana, Hayana; Marlina, Hastuti; Subagio, Fajar Hari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i3.873

Abstract

Covid 19 (Corona Virus Disease) yang berasal dari virus. Yang menginfeksi saluran pernapasan melalui organ mulut, hidung dan mata. Inilah menjadi salah satu faktor penyebab tingginya penularan Covid-19. Berdasarkanpermasalahan tersebut, maka diperlukan adanya upaya penyuluhan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19 dengan menjelaskan kepada mahasiswa yang mana mahasiswa sebagaian besar anak kost yang aktivitas dan makanannya lebih banyak dari luar rumah sehingga untuk menjaga hygiene sanitasi makanan di masa pandemi sangat di perlukan agar tidak terjadinya penularan atau kontak dari makanan yang di makan dan dari penjamah makanannya. Dengan adanya penyuluhan ini akan memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang bagaimana pemilihan makanan yang bersih dan sehat serta terhindar dari kontaminasi virus Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan saat keluar rumah. Kegiatan di lakukan selama 2 bulan dengan melakukan penyuluhan secara langsung tatap muka menyesuaikan dengan Kegiatan Pengabdian ini dilakukan pada bulan Juni 2022 Hasil pengetahuan responden mengalami peningkatan dimana pengetahuan sebelum dilakukan health education hygiene sanitasi makanan dan minuman di masa pandemi covid -19 Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan health education sebanyak 30 orang peserta. dengan kategori rendah yaitu 25 orang (83%) dan setelah dilakukan penyuluhan health education hygiene sanitasi makanan dan minuman di masa pandemi covid -19, peningkatan pengetahuan dengan kategori tinggi yaitu 28 orang (82%)  Hal Tujuan kegiatan di pengabdian ini diharapkan mahasiswa dapat memilih makanan yang memenuhi syarat kesehatan dan makanan yang di beli serta penjamahnya harus mematuhi protokol kesehatan.