p-Index From 2021 - 2026
5.483
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Majalah Kesehatan FKUB INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Komunitas International Journal of Research in Counseling and Education Ensiklopedia of Journal Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Menara Ilmu Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup AVICENNA PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Science Midwifery Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Abdidas Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Media Kesmas (Public Health Media) Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Jurnal Salingka Abdimas Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Journal of Innovative and Creativity Jurnal Medika: Medika Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

KESEHATAN REPRODUKSI PADA KOMUNITAS ANAK PUNK KOTA PEKANBARU Hastuti Marlina; Elmia Kursani; Hayana Hayana
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Punk berasal dari bahasa Inggris yang lahir di London pada pertengahan tahun 1970. Punk adalah singkatan dari “Public United Not Kingdom”. Secara kasat mata penampilan anak PUNK sangat bertentangan dengan nilai sosial pada umumnya serta saat ini banyak anak PUNK yang telah melakukan seks pranikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang kesehatan reproduksi pada komunitas anak PUNK Kota Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan metode wawancara dan observasional. Pengambilan sampel dengan teknik snowball. Jumlah sampel 6 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Rentang usia 11-19 tahun. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan informan tentang konsep kesehatan reproduksi masih rendah, cara informan menjaga/merawat organ reproduksi belum sesuai ketentuan, sebagian besar informan tidak mengetahui mengenai hak-hak reproduksi dan anak PUNK hampir kehilangan semua hak reproduksi mereka, 2 laki-laki dan 2 perempuan dari informan telah melakukan seks pranikah, 1 informan laki-laki dan 1 informan perempuan pernah terkena Penyakit Menular Seksual. Diharapkan bagi pihak terkait khususnya dinas sosial agar dapat meningkatkan konseling kesehatan reproduksi terhadap anak PUNK.
ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUANG INSTALASI REHABILITASI MEDIK RSUD ARIFIN ACHMAD PROPINSI RIAU TAHUN 2015 Hastuti Marlina; Sucy Nurkadrina Hamzah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke iskemik terjadi bila pembuluh darah yang memasok darah ke otak tersumbat. Pasien yang terkena stroke membutuhkan kemandirian melakukan aktivitas sehari-hari (activity daily living) dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan activity daily living pada pasien stroke iskemik. Di Ruang Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau, penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2015. Jenis penelitian adalah analitik kuantitatif, dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu 74 orang pasien yang mengalami stroke iskemik. Data diperoleh dari Rekam Medik dan dikumpulkan langsung oleh peneliti dengan tekhnik observasi. Hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan activity daily living (ADL) secara berturut-turut sebagai berikut; kondisi fisik (p value 0,012) dan nilai POR 5,217 (CI 95%: 1,531-17,782), stress (p value 0.020) dan nilai POR 3,402 (CI 95%: 1,310-8,840), dukungan keluarga (p value 0.019) dan nilai POR 3,601 (CI 95%: 1,333-9,728), nilai kekuatan otot (p value 0,016) dan nilai POR 5,720 (CI 95%: 1,470-22,257), usia (p value 0,018) dan nilai POR 4,048 (CI 95%: 1,368-11,978), jenis kelamin (p value 0,002) dan nilai POR 5,063 (CI 95%: 1,855-13,821), pekerjaan (p value 0,019) dan nilai POR 6,926 (CI 95%: 1,414-33,932). Diharapkan kepada keluarga agar turut serta membantu pasien dalam melakukan terapi dan kepada petugas kesehatan agar mengoptimalkan pelayanan yang diberikan untuk kesembuhan pasien.
ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUANG INSTALASI REHABILITASI MEDIK RSUD ARIFIN ACHMAD PROPINSI RIAU TAHUN 2015 Hastuti Marlina; Sucy Nurkadrina Hamzah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke iskemik terjadi bila pembuluh darah yang memasok darah ke otak tersumbat. Pasien yang terkena stroke membutuhkan kemandirian melakukan aktivitas sehari-hari (activity daily living) dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan activity daily living pada pasien stroke iskemik. Di Ruang Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau, penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2015. Jenis penelitian adalah analitik kuantitatif, dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu 74 orang pasien yang mengalami stroke iskemik. Data diperoleh dari Rekam Medik dan dikumpulkan langsung oleh peneliti dengan tekhnik observasi. Hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan activity daily living (ADL) secara berturut-turut sebagai berikut; kondisi fisik (p value 0,012) dan nilai POR 5,217 (CI 95%: 1,531-17,782), stress (p value 0.020) dan nilai POR 3,402 (CI 95%: 1,310-8,840), dukungan keluarga (p value 0.019) dan nilai POR 3,601 (CI 95%: 1,333-9,728), nilai kekuatan otot (p value 0,016) dan nilai POR 5,720 (CI 95%: 1,470-22,257), usia (p value 0,018) dan nilai POR 4,048 (CI 95%: 1,368-11,978), jenis kelamin (p value 0,002) dan nilai POR 5,063 (CI 95%: 1,855-13,821), pekerjaan (p value 0,019) dan nilai POR 6,926 (CI 95%: 1,414-33,932). Diharapkan kepada keluarga agar turut serta membantu pasien dalam melakukan terapi dan kepada petugas kesehatan agar mengoptimalkan pelayanan yang diberikan untuk kesembuhan pasien.
ANALISIS ASPEK LINGKUNGAN DAN PERILAKU KELUARGA DENGAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN SIALANGMUNGGU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA PEKANBARU, RIAU Hastuti Marlina; Hayana Hayana; Mas Ulan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan merupakan salah satu faktor timbulnya suatu penyakit. Lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan, akan menimbulkan masalah terutama kejadian penyakit berbasis lingkungan salah satunya demam berdarah. Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru kasus demam berdarah mengalami peningkatan, dari 20 Puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru peningkatan kasus demam berdarah tertinggi terdapat di Puskesmas Sidomulyo dengan angka kematian akibat demam berdarah sebesar 10% pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek lingkungan yang berhubungan dengan kasus demam berdarah di Kelurahan Sialangmunggu wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo. Jenis penelitian yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Dengan jumlah responden 9 orang dengan kasus Demam berdarah dengue dan 2 orang tokoh masyarakat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dengan kasus demam berdarah dengue di Kelurahan Sialangmunggu masih memiliki kondisi lingkungan yang kurang bersih dan positif terhadap keberadaan breeding pleace dan resting pleace nyamuk Aedes agypti, masyarakat memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang baik terhadap demam berdarah, namun sikap dan perilaku yang ditemui dilapangan masih kurang baik terhadap keberadaan breeding pleace dan resting pleace dilingkungan rumah masyarakat.
ANALISA PERAN SUAMI TERHADAP PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DI RB TAMAN SARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA TAHUN 2013 Hastuti Marlina; Yessi Harnani
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan bayi baru lahir adalah perawatan yang dilakukan pada bayi baru lahir, meliputi perawatan tali pusat, memandikan bayi, dan mengganti popok. Perawatan bayi baru lahir setelah pulang kerumah menjadi tanggung jawab istri, suami dan keluarga lainnya. Peran suami sangat diperlukan, agar perawatan bayi baru lahir lebih optimal sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran suami terhadap perawatan bayi baru lahir di RB Taman Sari Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional yang dilaksanakan pada tanggal 10-25 Juni 2013, dengan jumlah sampel 56 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ( OR (95% CI) = 4,51 (1,46-13,92) dan sikap (OR (95% CI) = 6,52 (1,98 – 21,43)) berhubungan dengan peran suami dalam perawatan bayi baru lahir. Sedangkan variabel jumlah anak dan peran keluarga tidak berhubungan peran suami dalam perawatan bayi baru lahir. Diharapkan bagi RB Taman Sari agar lebih meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan pada suami tentang perawatan bayi baru lahir.
Manfaat Permen Jahe dan Permen Mint Dalam Mengatasi Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru hastuti marlina; Nurul Puji Astina
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil sehingga menyebabkan, tidak bisa makan, minum dan berat badan turun. Jahe dan daun mint dapat mengurangi mual dan muntah pada kehamilan karena didalam jahe dan daun mint tedapat minyak atsiri yang memblokir reflek muntah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan frekuensi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan saat diberikan permen jahe dan permen mint. Metode penelitian ini adalah Quasy Experimental dengan desain time series. Sampel Penelitian ini sebanyak 30 orang ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney, alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi dan pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai P value 0,008 artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata frekuensi hiperemesis gravidarum antara kelompok permen jahe dan permen mint dengan mean rank (19,57) pada kelompok permen jahe dan (11,43) pada permen mint. Dengan demikian, kelompok pemberian permen jahe lebih efektif dibandingkan dengan pemberian permen mint. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui berapa gram jumlah jahe atau mint dalam 1 permen.
POTRET DETERMINAN UNMET NEED KB MELALUI ECOLOGICAL APPROACH DI KABUPATEN ROKAN HILIR PROVINSI RIAU Hastuti Marlina; Ismainar, Hetty; Yunita, Jasrida; Bunyamin, Bubung
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.01.4

Abstract

Unmet Need Keluarga Berencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang masih usia produktif (15-49 tahun) dan mereka tidak memakai kontrasepsi modern. Masih tingginya unmet need KB di Provinsi Riau tahun 2021 yaitu sebesar 25,6% (target nasional 5%) dan masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Hal ini memicu peneliti untuk menelaah faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan unmet need KB melalui Ecological Approach, seperti: faktor intrapersonal (pengetahuan, kepercayaan budaya), faktor interpersonal (dukungan suami, keluarga, teman dan tokoh masyarakat (TOMA)), faktor institusi (tenaga kesehatan dan fasilitas), faktor komunitas (media sosial, e-media) dan kebijakan publik. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Riset dilakukan selama empat bulan (Mei-Agustus 2022). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Responden berjumlah 103 orang Wanita Usia Subur (WUS) yang dipilih dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisis statistik yang digunakan yaitu: analisis univariat, bivariat (Confident Interval; 95%) dan multivariat (uji regresi logistik berganda). Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat tujuh variabel dalam ecological approach yang berhubungan dengan unmet need KB (p < 0,05), yaitu: pengetahuan, dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan teman, faktor institusi, faktor komunitas dan kebijakan publik. Sedangkan dua faktor lainnya tidak berhubungan yaitu kepercayaan dan dukungan TOMA. Terdapat empat faktor yang menunjukkan faktor dominan penyebab unmet need KB, yaitu: faktor intrapersonal (pengetahuan), faktor interpersonal (dukungan teman), faktor komunitas (media sosial dan e-media) dan kebijakan publik dengan nilai R2=0,246. Terbukti bahwa 24,6% proporsi ecological approach berkontribusi terhadap potret penyebab tingginya unmet need KB di Kabupaten Rokan Hilir.
Integrasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dalam Manajemen Puskesmas di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru Riau Tahun 2023 Anna, Deddy; Harnani, Yessi; Marlina, Hastuti; Dewi, Oktavia; Ennimay, Ennimay
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.1795

Abstract

The Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK) integrates program implementation through an approach of 6 main components in strengthening the health system (Six building blocks), namely health service efforts, availability of health workers, health information systems, access to the availability of essential medicines, financing and government leadership. Indonesia Health Program with Family Approach (PIS-PK) is a program that focuses on strengthening basic quality health through a family approach. However, its implementation is not easy because it requires strong motivation and adequate infrastructure. The purpose of the research was to determine the integration of the PIS-PK program in the management of Sidomulyo Community Health Center, Pekanbaru City. Method: The research used a qualitative research design with phenomenological approach. Participants consist of 7 people with interviews conducted since August 2023. Results of the research planned input stage P1 were limited because of a lack of human resources, inconsistent data input and entry and unclear sources of funding plans, difficult process for implementation of P2 intersectoral such as adjusting schedules with stakeholders and meeting target families because they were rarely at home and P3 monitoring, control and assessment was limited infrastructure and facilities such as a small number of computers, frequent interruptions of applications, and inadequate interventions. It is hoped that the health community centre to add human resources, and infrastructure and establish partnerships to complete the PIS-PK roadmap.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS) di SMPN 21 Pekanbaru Tahun 2025 Maharani, Chaira; Damayanti, Ika Putri; Marlina, Hastuti; Yulviana, Rina; Maita, Liva
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2350

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak luas, terutama pada kelompok remaja yang masih dalam tahap pencarian jati diri dan sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Pengetahuan dan sikap remaja terhadap PMS sangat penting untuk mencegah penyebaran dan dampak negatif dari penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap Penyakit Menular Seksual di SMPN 21 Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 222 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 151 responden (56,8%) memiliki pengetahuan yang kurang, dan dari jumlah tersebut, 113 orang (74,5%) mengalami gejala PMS. Sedangkan dari 71 responden (43,2%) yang memiliki pengetahuan baik, hanya 27 orang (38,0%) yang mengalami gejala PMS. Pada variabel sikap, 60,4% responden memiliki sikap yang kurang, dan 39,6% memiliki sikap baik. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000; OR = 4,8) dan sikap (p = 0,001; OR = 2,8) terhadap kejadian PMS. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap remaja berpengaruh terhadap kejadian PMS. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif sangat diperlukan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja, guna menurunkan risiko PMS dan menciptakan generasi muda yang sehat secara fisik dan mental.
Edukasi Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Sebagai Deteksi Dini Kanker Servik di Posyandu Tampuk Manggis Petak Wajik Rumbai Barat Gumayesty, Yeyen; Marlina, Hastuti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/711bm063

Abstract

Kanker serviks adalah keadaan keganasan yang terjadi pada leher Rahim. Penyakit ini menempati urutan keempat kanker terbanyak pada wanita di dunia. Menurut data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) tahun 2020 dengan perkiraan 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian (Sung et al., 2021). Penyebab kanker servik adalah human papilloma virus. Sekitar 90% kematian akibat kanker serviks terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (Haryati et al., 2023). Deteksi dini kanker serviks memiliki peran penting dalam mengurangi angka kematian. Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang IVA Test, maka perlu di sosialisasikan dalam pertemuan posyandu, pelatihan kader Posyandu, demonstrasi langsung, dan kampanye kesadaran. Kemitraan dengan pusat kesehatan setempat juga merupakan faktor penting dalam memberikan layanan IVA Test secara rutin. Metode Pengabdian masyarakat ini adalah Edukasi dan penyebaran leaflet serta tanya jawab. Media yang digunakan spanduk dan Leafleat. Kegiatan ini dilakukan di bulan Maret 2025. Peserta Pengabdian Masyarakat adalah wanita usia subur yang berkunjung ke posyandu Tampuk Manggis Petak Wajik RW 5 Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Bukit yang berjumlah  25 orang. Hasil kegiatan diperoleh hasil pretest bahwa dari 25 terdapat 80% tidak mengetahui IVA dan 20% yang mengetahui IVA. Untuk hasil posttest didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan menjadi 95%. Hal ini membuktikan adanya perubahan sesudah diberikan kuesioner dan edukasi dengan persentase pengetahuan sebesar 15%. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan peserta terhadap IVA maka peserta dapat memahami manfaat untuk menjaga kesehatan terutama kesehatan reproduksi serta cara mencegah dan menghadapi situasi tersebut.