Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Introduksi Rancangan Rantai Pasok Daging Domba Sebagai Upaya Peningkatan Konsumsi Protein Hewani dalam Rangka Penurunan Stunting Yuniarti, Endah; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Nurhamsyah, Donny; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i3.902

Abstract

Stunting merupakan permasalahan yang berkaitan dengan tumbuh kembang balita yang masih mengintai di Indosesia. Stunting mengancam Kesehatan balita tidak hanya pada tumbuh kembangnya saja, melainkan juga Kesehatan di masa depan. Beragam penyakit degeratif dapat mengancam kesehatan orang dewasa dengan Riwayat stunting yang tidak tertangani. Kejadian stunting di Indonesia masih termasuk tinggi. Penurunan angka stunting memerlukan peran dari berbagai stakeholder, salah satunya peran peternak dalam meningkatkan produktivitas ternak. Produktivitas ternak ini harus diikuti dengan penerapan manajemen rantai pasok daging domba yang efektif dan efisien. Harapannya rantai pasok tersebut dapat mempermudah akses konsumen untuk mendapatkan bahan pangan sumber protein hewani. Program pengabdian masyarakat ini merupakan program introduksi rancangan rantai pasok daging domba di kelompok peternak Desa Cibanten, Cijulang, Pangandaran. Program ini diharapkan mampu membuka wawasan para anggota kelompok peternak dan menjadi mediasi peningkatan stok serta konsumsi daging domba di level konsumen akhir. Stunting is a problem related to the growth and development of toddlers that still lurks in Indonesia. Stunting threatens the health of toddlers not only in terms of their growth and development but also their health in the future. Various degenerative diseases can threaten the health of adults with a history of untreated stunting. The incidence of stunting in Indonesia is still high. Reducing stunting rates requires the role of various stakeholders, one of which is the role of breeders in increasing livestock productivity. This livestock productivity must be followed by the implementation of effective and efficient sheep meat supply chain management. The hope is that this supply chain can facilitate consumer access to obtain food sources of animal protein. This community service program is an introduction program for the lamb meat supply chain design in the farmer group of Cibanten Village, Cijulang, Pangandaran. It is hoped that this program will be able to broaden the insight of members of livestock groups and mediate an increase in stock and consumption of sheep meat at the final consumer level.
Illness cognition and depression among patients with coronary heart disease Nuraeni, Aan; Anna, Anastasia; Praptiwi, Atlastieka; Nurhamsyah, Donny
Belitung Nursing Journal Vol. 7 No. 4 (2021): July - August
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.1540

Abstract

Background: Depression is a significant predictor of the quality of life among patients with coronary heart disease. Therefore, it is essential to explore the factors associated with depression. Illness cognition is considered one of the factors affecting depression. However, the relationship between illness cognition and the incidence of depression among Indonesian patients have not been widely investigated.Objective: This study aimed to investigate the correlation between illness cognition, consisting of the acceptance, perceived benefits, and helplessness variables, and depression in patients with coronary heart disease. Methods: This study employed a correlational research design with a total of 106 patients undergoing treatment at a hospital in West Java, Indonesia, selected using convenience sampling. Data were collected using a demographic questionnaire, Beck-Depression Inventory-II (BDI-II), and ICQ (Illness-Cognition Questionnaire). Data were analyzed using mean (SD), median, frequency distribution, and Spearman-rank. Results: 72% of respondents had no depression. Nevertheless, mild, moderate, and major depression suffered by 15%, 9%, and 4% of respondents, respectively. In terms of illness cognition, patients scored higher within the perceived benefits dimension (mean 20.13, SD 3.05), followed by acceptance (mean 18.22, SD 3.33) and helplessness (mean 13.20, SD 4.77), respectively. Furthermore, helplessness was significantly associated with depression (p <.01) with a positive correlation coefficient (r). Also, all items on the helplessness dimension had a significant correlation (p <.01) with depression accompanied by a positive r-value. Conclusion: Helplessness had a significant relationship with depression. So, cardiovascular nurses can anticipate depression in patients by making nursing interventions that can decrease the patients’ feelings of helplessness. Thus, factors that reduce helplessness need to be explored and taken into accounts in the treatment of patients with coronary heart disease.
Penyuluhan Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Hasil Sampingan Ikan untuk Penanganan Stunting di Desa Batukaras Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Nurhamsyah, Donny; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2024): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i2.60351

Abstract

Diversifikasi pangan lokal memiliki peran penting dalam upaya penanganan stunting di Indonesia. Beberapa masalah yang ditemukan adalah rendahnya variasi makanan yang tersedia dalam penanganan stunting. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader posyandu tentang pemanfaatan hasil sampingan produk perikanan sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode partisipatif diterapkan melalui diskusi interaktif dalam penyampaian materi. Materi yang diberikan mencakup pengertian dari stunting, manfaat diversifikasi pangan lokal terhadap penanganan stunting. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memberikan partisipasi yang aktif dan diiringi dengan peningkatan pemahaman yang signifikan. Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara nilai pre-test dan post-test dengan p-value sebesar 0.00071 (p < 0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pemahaman kader posyandu untuk memanfaatkan potensi pangan lokal dalam meningkatkan varian menu Pemberian PMT.
Persepsi Kader Posyandu dalam Pemanfaatan By-product Ayam sebagai Inovasi Nutrisi MP-ASI untuk Pencegahan Stunting di Pangandaran Wulansari, Asri; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Nurhamsyah, Donny
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2024): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i2.60370

Abstract

Pemanfaatan by-product ayam sebagai bahan tambahan dalam makanan pendamping ASI (MP-ASI) menjadi salah satu inovasi penting dalam upaya pencegahan stunting. Stunting merupakan bentuk malnutrisi kronis yang tidak hanya mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan imunitas anak. Kondisi ini diakibatkan kurangnya asupan gizi yang berkelanjutan saat MPASI, sehingga diperlukan intervensi gizi yang optimal, bernutrisi dan beragam. Sosialisasi melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi kader Posyandu terhadap pemanfaatan by-product ayam, meliputi kulit ayam, hati ayam, dan tulang ayam, sebagai salah satu sumber nutrisi MP-ASI. Sosialisasi dilaksanakan kepada 18 kader Posyandu di Desa Batukaras, Pangandaran. Kegiatan dimulai dengan pengisian pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi yang mencakup kandungan nutrisi dari by-product ayam dan manfaatnya jika dikonsumsi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan by-product ayam seperti pembuatan minyak dari kulit ayam, abon hati ayam, dan kaldu tulang ayam. Sesi diakhiri dengan diskusi interaktif dan pengisian post-test untuk mengukur perubahan persepsi kader setelah kegiatan sosialisasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan penerimaan kader terhadap pemanfaatan by-product ayam dalam MP-ASI. Rata-rata skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test, terutama dalam persepsi tentang manfaat kulit ayam, hati ayam, dan tulang ayam sebagai sumber gizi yang berpotensi mencegah stunting. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan kesadaran kader akan pentingnya diversifikasi sumber nutrisi lokal melalui pemanfaatan by-product ayam yang ekonomis dan bernutrisi tinggi. Edukasi lanjutan dan penyebarluasan informasi mengenai pemanfaatan by-product ayam diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat. 
Evaluasi Dampak Program Pendampingan Diversifikasi Diet Berbasis Produk Sampingan Ayam dalam Pencegahan Stunting di Desa Batukaras, Kab. Pangandaran Ismiraj, Muhammad Rifqi; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Nurhamsyah, Donny; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2024): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i2.59457

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak akibat malnutrisi kronis. Penanggulangan stunting memerlukan intervensi gizi yang inovatif, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini mengevaluasi program pendampingan masyarakat selama satu bulan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan komunitas dalam memanfaatkan produk sampingan ayam (seperti hati dan kulit ayam) sebagai bagian dari diversifikasi makanan untuk pencegahan stunting. Program ini dilaksanakan di Desa Batukaras, Kabupaten Pangandaran, dengan melibatkan 18 kader PKK sebagai peserta. Dampak program dinilai menggunakan survei pra- dan pasca- pelaksanaan pendampingan yang mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan intensi perilaku terkait penggunaan produk sampingan ayam. Analisis statistik dilakukan dengan t-test berpasangan. Peningkatan signifikan diamati dalam pengetahuan tentang manfaat gizi produk sampingan ayam. Terutama, kesadaran tentang nilai gizi minyak kulit ayam menunjukkan peningkatan yang signifikan (p < 0.05). Meskipun tidak signifikan, skor kekhawatiran terhadap keamanan produk sampingan ayam menurun pasca-intervensi, menunjukkan berkurangnya kekhawatiran responden dalam mengintegrasikan produk seperti hati dan kulit ayam ke dalam makanan anak dan bayi. Perubahan sikap terhadap penggunaan produk sampingan ayam secara moderat positif tetapi tidak berubah menjadi intensi perubahan perilaku yang substansial.
Enhancing Dental Health Awareness Among Santri Through the Role of Livestock Farming Families and Local Entrepreneurs in Supporting Sustainable Tourism in Pangandaran Nurhamsyah, Donny; Mutaqin, Bambang Kholiq; Maziyya, Nur; Supriat, Didin; Fitri, Siti Yuyun Rahayu
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.61124

Abstract

Increasing awareness of oral health among students at Pondok Pesantren Asy-Syujaa’iyyah in Cintaratu Village, Pangandaran, is essential for supporting sustainable tourism development. Children from farming families and local business owners often have limited access to dental services, leading to common issues such as cavities and gum problems. This community service initiative aims to enhance students' understanding of the importance of oral health through education and free dental check-ups. The program involved 111 students, 63.1% of whom were female, and 72% were under the age of 15. Interactive education was delivered through group discussions, which effectively increased participants’ knowledge of proper dental hygiene and the importance of a healthy diet. The results of the dental check-ups revealed that 41% of students had cavities, with some reporting pain. These findings underscore the need for ongoing education and regular check-ups to prevent more serious dental health issues. This program not only raises awareness of proper dental care but also fosters a generation that is more conscious of their oral health. This, in turn, supports sustainable tourism in Pangandaran, where improved public health can enhance the region’s appeal and create a more welcoming environment for both tourists and local communities.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Pembuatan Mie Berbahan Dasar Tepung Ikan Sebagai Menu Pangan Bergizi di Desa Batukaras Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Nurhamsyah, Donny; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.61288

Abstract

Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan berbasis protein hewani yang mudah diakses oleh masyarakat. Pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan bernilai gizi tinggi memiliki potensi besar dalam mendukung program Pemberian Makanan Tambahan, salah satunya melalui inovasi mie berbahan dasar tepung ikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader posyandu dalam pengolahan tepung ikan serta pembuatan mie ikan sebagai alternatif pangan bergizi. Pelatihan dilaksanakan di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dengan pendekatan partisipatif dan demonstratif. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test berbasis skala Likert serta dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta, terutama dalam aspek manfaat gizi, keamanan penggunaan tepung ikan, serta teknik pembuatan mie ikan. Dengan meningkatnya keterampilan kader posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal, program ini diharapkan dapat mendukung diversifikasi pangan berbasis ikan serta memberikan solusi bagi peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Peningkatan Kesadaran Risiko Hipertensi pada Keluarga Petani dan Peternak di Pangandaran melalui Edukasi dan Pemeriksaan Tekanan Darah Rutin Maziyya, Nur; Wulansari, Asri; Nurhamsyah, Donny; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.61081

Abstract

Hipertensi yang dikenal sebagai "silent killer," menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi mencapai 34,1%. Di Kecamatan Cijulang, Pangandaran, dengan karakteristik wilayah pesisir dan non-pesisir, masalah hipertensi terutama pada perempuan menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran istri petani dan peternak di Cijulang mengenai hipertensi melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah secara langsung.Kegiatan ini dilaksanakan pada Februari 2023 dengan melibatkan 33 peserta. Penyuluhan mencakup informasi mengenai penyebab, dampak, gejala, serta pencegahan hipertensi, dengan fokus pada pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab interaktif dan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan 87,9% peserta memiliki hipertensi, dengan beberapa di antaranya mengalami hipertensi berat (200/120 mmHg).Antusiasme peserta terlihat melalui keaktifan dalam sesi diskusi, dengan pertanyaan seputar pengelolaan hipertensi, pola makan, serta pentingnya pengobatan yang teratur. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hipertensi melalui perubahan gaya hidup, seperti pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik.Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hipertensi, tetapi juga menyoroti kebutuhan akan intervensi berkelanjutan, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan edukasi dan pemeriksaan langsung memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan yang signifikan dalam masyarakat.
Peran Keperawatan dalam Mewujudkan Pesantren Sehat: Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Santri di Pesantren Asy Syujaa'iyyah Kabupaten Pangandaran Maziyya, Nur; Nurhamsyah, Donny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19257

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesehatan individu dan komunitas, terutama di pesantren yang memiliki interaksi tinggi antar santri. Pesantren Asy Syujaa’iyyah di Kabupaten Pangandaran menghadapi tantangan sanitasi, seperti kurangnya fasilitas cuci tangan dan pengelolaan sampah. Kondisi ini berisiko mengganggu kesehatan santri dan lingkungan. Oleh karena itu, penerapan PHBS berbasis pendekatan keperawatan komunitas diperlukan untuk menciptakan lingkungan sehat yang mendukung pembentukan karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan PHBS melalui edukasi berbasis keperawatan komunitas. Pengabdian masyarakat dilakukan pada 14 September 2024 dengan melibatkan 111 santri. Pendekatan keperawatan diterapkan melalui penyuluhan berbasis indikator PHBS dari Kementerian Kesehatan dan pengisian kuesioner pre-post. Penyuluhan dilakukan dalam kelompok kecil untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan pemberdayaan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman dan penerapan PHBS. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman santri mengenai PHBS, terutama pada cuci tangan, sanitasi lingkungan, dan pengelolaan sampah. Sebelum kegiatan, sebagian besar santri hanya memahami kebersihan pribadi, namun setelahnya, mereka menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi kolektif. Tantangan utama meliputi keterbatasan fasilitas sanitasi. Pendekatan keperawatan komunitas terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan penerapan PHBS. Penyuluhan berbasis keperawatan mengutamakan edukasi, pemberdayaan, dan advokasi. Hal ini selaras dengan model promosi kesehatan berbasis komunitas yang melibatkan partisipasi aktif santri dan pengasuh pesantren. Untuk keberlanjutan, kolaborasi lintas sektor diperlukan, seperti dengan tenaga kesehatan dan pemerintah, guna menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai.  Penerapan PHBS di Pesantren Asy Syujaa’iyyah dengan pendekatan keperawatan komunitas berhasil meningkatkan kesadaran santri terkait pentingnya pola hidup sehat. Diperlukan dukungan fasilitas dan kolaborasi lintas sektor serta evaluasi rutin untuk menjamin keberlanjutan program serta memastikan efektivitasnya.  Kata Kunci: Keperawatan Komunitas, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), Pesantren Sehat   ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a critical step in improving individual and community health, particularly in Islamic boarding schools (pesantren), which involve high levels of interaction among students (santri). Pesantren Asy Syujaa’iyyah in Pangandaran Regency faces sanitation challenges, such as a lack of handwashing facilities and waste management systems. These conditions pose risks to the health of students and the environment. Therefore, the implementation of PHBS based on a community nursing approach is essential to creating a healthy environment that supports character development among students. This study aims to enhance the understanding and application of PHBS through community nursing-based education. This community service activity was conducted on September 14, 2024, involving 111 students. A nursing approach was implemented through counseling based on PHBS indicators from the Ministry of Health and pre-post questionnaires. Counseling was carried out in small groups to improve communication effectiveness and empowerment. Data were analyzed descriptively to evaluate the improvement in understanding and application of PHBS. Post-counseling, there was a significant increase in students’ understanding of PHBS, particularly in handwashing, environmental sanitation, and waste management. Prior to the activity, most students only understood personal hygiene, but afterward, they recognized the importance of maintaining environmental cleanliness and collective sanitation. The main challenges included limited sanitation facilities. The community nursing approach proved effective in improving the understanding and application of PHBS. Nursing-based counseling prioritized education, empowerment, and advocacy. This aligns with community-based health promotion models involving active participation from students and pesantren caregivers. For sustainability, cross-sector collaboration is necessary, such as with healthcare workers and government agencies, to provide adequate sanitation facilities. The implementation of PHBS in Pesantren Asy Syujaa’iyyah with a community nursing approach has succeeded in increasing students’ awareness of the importance of a healthy lifestyle. Support from facilities and cross-sector collaboration as well as regular evaluation are needed to ensure the sustainability of the program and ensure its effectiveness. Keywords: Community Nursing, Clean and Healthy Life Behavior, Healthy Islamic Boarding School
PEMBERIAN NUTRISI INTTERMITTENT FEEDING PADA PASIEN KRITIS DENGAN STESS ULCER : CASE REPORT Gustari, Gian Cipta; Nurhamsyah, Donny
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2563

Abstract

Hipomotilitas lambung merupakan salah satu masalah yang sering di jumpai pada pasien kritis. Adanya gangguan pemenuhan nutrisi akan mempengaruhi proses penyembuhan serta lama hari pasien di rawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan mengenai penerapan penatalaksanaan masalah defisit nutrisi pada pasien kritis dengan melakukan pemberian nutrisi menggunakan metode Intermittent Feeding. Penelitian menggunakan metode case report dengan proses asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam. Dengan subjek penelitian yaitu Ny. R berusia 38 tahun dirawat di ruang perawatan intensif care unit dengan diagnosa medis HIV stadium II, Sepsis e.c Community Assosiated Pheunomonia dengan MODS Respiratory Failure, AKI superimposed CKD dengan asidosis metabolik, Ensepalopathy, Stress Ulcer, Post Tracheostomy dan Malnutrision. Pasien mengalami penurunan kesadaran, mengalami hipomotilitas usus dan lambung ditandai dengan bising usus melemah, peningkatan volume residu lambung, mual serta muntah. Hasil dari intervensi yang telah dilakukan yaitu pemberian nutrisi enteral menggunakan metode Intermittent Feeding, jumlah volume residu lambung menurun, mual dan muntah berkurang, serta peristaltik usus meningkat. Berdasarkan penatalaksanaan tersebut pemenuhan nutrisi klien mengalami peningkatan yang dilihat dari jumlah volume residu lambung klien mengalami penurunan dan perbaikan. Penatalaksanaan pemenuhan nutrisi enteral dengan metode Intermittent Feeding dapat direkomendasikan sebagai penatalaksanaan pada pasien kritis dengan masalah gangguan nutrisi