JURNAL DIVERSITA
Journal Diversita is an open access, interdisciplinary journal for the rapid publication of original articles and reviews that focus on basic research in all areas of Biomarkers. The journal is broad scoped and considers topics from all related subjects of perception, cognition, attention, emotion, intelligence, phenomenology, motivation, brain functioning, psychological resilience, family resilience, natural sciences, medicine, humanities,mental disorders, psychophysics, psychiatry, applied psychology, parapsychology, physiological psychologists, Neuroscience, Molecular neuroscience, Cellular neuroscience, neuronal migration, circadian rhythms, Cognitive neuroscience, Systems neuroscience, Neurology, psychiatry, neurosurgery, psychosurgery, anesthesiology, neuropathology, neuroradiology, ophthalmology, otolaryngology, clinical neurophysiology, addiction medicine.
Articles
376 Documents
Peran Big Five Personality dalam Memediasi Hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan Nomophobia pada Mahasiswa Kota Ternate dan Kota Tidore
Samad, Firmansyah A;
Kahar, Amalia S. J.
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15443
Perkembangan penggunaan smartphone yang semakin masif di kalangan mahasiswa berpotensi menimbulkan dampak psikologis seperti Fear of Missing Out (FoMO) dan Nomophobia. Riset ini bertujuan guna mengetahui hubungan antara FoMO, Big five personality, dan Nomophobia, serta menguji peran mediasi Big five personality dalam hubungan tersebut. Riset dilakukan pada 193 mahasiswa di Kota Ternate dan Kota Tidore yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan FoMO Scale, Nomophobia questionnaire (NMP-Q), dan Big Five Inventory (BFI). Analisis data meliputi uji asumsi normalitas, homogenitas, multikolinearitas, uji korelasi Pearson, serta analisis mediasi menggunakan PROCESS Macro Model 4 dengan 5000 bootstrap samples. Hasil riset menunjukkan bahwasanya FoMO berhubungan secara signifikan dan positif dengan Nomophobia. Dimensi Neuroticism berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan tersebut, sementara dimensi Agreeableness, Openness, Conscientiousness, dan Extraversion tidak menunjukkan efek mediasi yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwasanya kecenderungan neurotisisme berkontribusi memperkuat pengaruh FoMO terhadap Nomophobia pada mahasiswa.
Peran Moderasi Budaya Hirarki pada Hubungan Komitmen Afektif dan Kepuasan Kerja di Institusi Pemerintahan Indonesia
Madhani, Alya Aqilah;
Etikariena, Arum;
Maeshade, Sheila
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15460
Sumber daya manusia dalam sebuah organisasi salah satunya pada institusi pemerintahan, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) penting guna diperhatikan karena pada tingkat nasional karena termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan. Riset ini bertujuan guna mengetahui peran moderasi budaya hierarki pada hubungan komitmen afektif dan kepuasan kerja pada institusi pemerintahan. Partisipan pada riset ini ialah Aparatur Sipil Negara dengan jumlah 203 partisipan. Riset dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pengambilan data dilakukan self-report. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik PROCESS Macro Model 1 yang dikembangkan oleh Hayes. Hasil riset menunjukkan bahwasanya komitmen afektif memiliki hubungan positif dengan kepuasan kerja karyawan. Budaya Hirarki pada organisasi juga berperan signifikan sebagai moderator dalam hubungan antara komitmen afektif dan kepuasan kerja. Hasil riset menunjukkan bahwasanya budaya hirarki melemahkan hubungan positif tersebut. Hasil riset ini dapat memberi manfaat bagi praktisi psikologi dan institusi pemerintah di Indonesia mengenai budaya hierarki yang ada pada institusi tersebut dengan memberikan sumber daya lain yang dapat meningkatkan kepuasan kerja pada ASN di Indonesia.
Individualisme dan Kolektivisme: Peran Budaya dalam Profil Pengambilan Keputusan Karir pada Mahasiswa di Indonesia
Hidayat, Noor Shabrina;
Kusumawardhani, Dianti Endang;
Karlina, Dea;
Azizah, Sharfina Nur;
Sadida, Aghnia Hasya;
Layyana, Eriastie;
Johannes, Judith Caroline
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15546
Keputusan karir tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh nilai budaya yang dianut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai budaya individualisme dan kolektivisme terhadap profil pengambilan keputusan karir pada mahasiswa di Indonesia. Sebanyak 123 partisipan (64,3% perempuan) dengan rentang usia 18–25 tahun (M = 20,78; SD = 2,47) dilibatkan dalam penelitian ini. Individualisme dan kolektivisme diukur menggunakan Individualism and Collectivism Scale, sedangkan pengambilan keputusan karir diukur menggunakan Career Decision Making Profile. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kolektivisme berkorelasi positif signifikan dengan locus of control (r = 0.313, p < 0.001), aspiration for an ideal occupation (r = 0.372, p < 0.001), dan using intuitive (r = 0.385, p < 0.001). Sementara itu, individualisme juga menunjukkan korelasi positif dengan aspiration for an ideal occupation (r = 0.349, p < 0.001) dan using intuitive (r = 0.325, p < 0.001). Hasil ini memperlihatkan bahwa nilai budaya berperan dalam membentuk gaya pengambilan keputusan karir mahasiswa dimana kolektivisme cenderung terkait dengan pertimbangan sosial dan perasaan dalam mengambil keputusan karir sementara individualisme lebih berkaitan dengan tujuan pribadi dan cara berpikir mandiri dalam menentukan pilihan karir.
Work-Life Balance sebagai Prediktor Work Engagement pada Prajurit TNI AD Batalyon 411
Pontororing, Angeline Diana Imanuelly;
Prapunoto, Susana
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15570
Keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi berperan penting dalam mendukung keterikatan kerja, termasuk pada prajurit TNI AD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi merupakan prediktor keterikatan kerja pada prajurit TNI AD di Batalyon 411. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data regresi linier sederhana (simple linear regression). Populasi dalam penelitian ini adalah 700 prajurit, dengan jumlah partisipan sebanyak 255 orang yang diperoleh melalui teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Instrumen pengumpulan data menggunakan skala keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi dan skala keterikatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterikatan kerja prajurit Batalyon 411. Temuan ini mengindikasikan bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi mampu memprediksi keterikatan kerja pada prajurit. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya upaya sistematis untuk meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi sebagai bagian dari strategi memperkuat keterikatan kerja prajurit.
Peran Trait Kepribadian sebagai Moderator dalam Hubungan Antara Workplace Ostracism dan Turnover Intention pada Karyawan Generasi Z Jakarta
Ayuanjani, Chyntia Dewi;
Zamralita;
Purwono, Urip
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15802
Tingginya angka turnover karyawan Generasi Z menjadi tantangan serius bagi organisasi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah trait kepribadian berperan sebagai moderator dalam hubungan antara workplace ostracism dan turnover intention pada karyawan Generasi Z di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei menggunakan kuesioner terhadap 408 partisipan yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan meliputi workplace ostracism scale, intention to leave scale, dan big five inventory. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS, PROCESS MACRO, dan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) workplace ostracism berhubungan positif secara signifikan dengan turnover intention; (b) trait kepribadian tidak memiliki hubungan signifikan dengan turnover intention secara langsung; (c) tidak terdapat peran moderasi dari kelima dimensi trait kepribadian (openness to experience, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism) terhadap hubungan antara workplace ostracism dan turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa trait kepribadian tidak berkaitan dengan turnover intention, dan tidak memengaruhi kekuatan hubungan antara workplace ostracism dan turnover intention. Oleh karena itu, organisasi perlu fokus pada upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif sebagai strategi utama untuk menekan turnover karyawan Generasi Z.
Kepuasan Pernikahan Pasangan yang Menjalani Long Distance Marriage Marital Satisfaction
Julistia, Rini;
Muna, Zurratul;
Anastasya, Yara Andita;
Maszura, Leni;
Astuti, Widi;
Fissilmi, Siti Rahiel;
Syahputra, Muhammad Fadillah
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.16012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pernikahan pada pasangan yang menjalani long distance marriage (LDM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling, melibatkan 385 responden yang sedang menjalani LDM. Instrumen yang digunakan adalah Skala Kepuasan Pernikahan berdasarkan teori Fowers dan Olson (1993). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi (N = 49,6%), dengan aspek aktivitas bersama sebagai faktor yang dominan (61,6%) dan aspek komunikasi yang memperoleh kategori rendah (26%). Analisis berdasarkan jenis kelamin menunjukkan tingkat kepuasan pernikahan perempuan yang lebih tinggi daripada laki-laki, hal ini perempuan lebih cenderung menyesuaikan diri secara emosional dan memiliki kemampuan coping yang lebih baik dalam menghadapi dinamika relasi jarak jauh. Selain itu, analisis berdasarkan lama LDM menunjukkan responden yang menjalani LDM lebih dari lima tahun memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi dibandingkan kelompok lainnya, hal ini didukung oleh komitmen yang kuat, kemampuan adaptif, serta kemampuan dalam menyelesaikan masalah bersama. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan dapat terjaga meskipun secara fisik terpisah.
Gambaran Psychological Well-Being pada Perempuan Dewasa Akhir yang Tidak Menikah
Clalorin, Fransiska;
Kusumiati, Ratriana Yuliastuti Endang
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.16017
Penelitian ini mengkaji kesejahteraan psikologis perempuan lansia yang tidak menikah (berusia 60-70 tahun) di Indonesia, yang menghadapi tantangan unik dalam masyarakat yang sangat menghargai pernikahan. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap partisipan yang dipilih dengan teknik snowball sampling. Penelitian ini mengeksplorasi enam dimensi psychological well-being model Ryff: penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan memiliki profil kesejahteraan psikologis yang bervariasi, dengan kekuatan khusus pada domain otonomi dan pertumbuhan pribadi dibandingkan dengan rekan yang menikah. Spiritualitas dan dukungan sosial muncul sebagai faktor kunci penguat, dengan partisipan yang mandiri secara finansial menunjukkan penerimaan diri yang lebih positif. Mereka menemukan makna melalui aktivitas sosial dan keagamaan serta mengembangkan strategi koping berbasis spiritualitas. Temuan ini memberikan perspektif baru bahwa pengalaman merawat anggota keluarga dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan psikologis. Implikasinya, program kesejahteraan lansia perlu menekankan aspek spiritualitas dan jaringan dukungan sosial, terutama bagi perempuan lanjut usia yang hidup sendiri.
Hubungan Kebersyukuran dan Harga Diri dengan Kebahagiaan Anggota PGRI Aceh Barat
Maulinda, Chiatul;
Darmayanti, Nevi;
Patisina
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.16055
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel kebersyukuran dan harga diri dengan kebahagiaan anggota PGRI Aceh Barat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1000 responden. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik purposive sampling berjumlah 100 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket kebersyukuran, harga diri dengan kebahagian yang telah valid dan reliabel. Penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Analisis Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan yang positif dari kebersyukuran dengan kebahagiaan. Hal ini ditunjukkan Rx1-y = 0,317 dengan thitung = 3,568 > ttabel = 1,660 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. (2) Ada hubungan yang positif dari harga diri dengan kebahagiaan anggota PGRI Aceh Barat. Hal ini ditunjukkan Rx2-y = 0,215 dengan thitung = 2,405 > ttabel = 1,660 dan nilai signifikansi sebesar 0,012 < 0,18. (3) Ada hubungan yang positif dari kebersyukuran dan harga diri dengan kebahagiaan anggota PGRI Aceh Barat. Dengan hasil Rx1.x2-y = 0,0389. Dan dari output diperoleh koefisien determinan (R2) sebesar 0,133 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
Burnout Ditinjau dari Psychological Capital pada Guru
Susanti, Yulisa
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.16213
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh psychological capital terhadap burnout pada guru disalah satu sekolah yang ada di Bekasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan sensus dengan jumlah sampel 130 guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi sederhana untuk meguji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menemukan bahwa terdapat pengaruh psychological capital terhadap burnout pada guru dengan nilai p>0,05, yaitu sebesar 0,380; r = 0,078; R2=0,006. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa psychological capital tidak terbukti menjadi prediktor dari burnout, dengan kata lain H0 diterima.
Peran Self-Compassion sebagai Mediator Dukungan Keluarga dan Kesejahteraan Psikologis pada Guru Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa
Kaffah, Kaisa Syahida Nursilmi;
Hidayah, Nurul
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v11i2.16218
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-compassion sebagai mediator dukungan keluarga dan kesejahteraan psikologis pada guru anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa. Partisipan pada penelitian ini adalah 111 guru anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa dengan masa kerja minimal 5 tahun. Penelitian ini merupakan model penelitian kuantitatif dengan Structural Equation Modeling (SEM). Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala dukungan keluarga, kesejahteraan psikologis, dan self-compassion. Pengujian validitas dan reliabilitas konstruk menggunakan outer model dan analisis data penelitian dengan inner model melalui program SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga berpengaruh positif dan juga signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada guru ABK di SLB, dukungan keluarga berpengaruh positif dan juga signifikan terhadap self compassion pada guru ABK di SLB, self-compassion berpengaruh positif dan juga signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada guru ABK di SLB, self-compassion berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara dukungan keluarga dan kesejahteraan psikologis dan pengaruh langsung antara dukungan keluarga terhadap kesejahteraan psikologis juga terbukti signifikan. Dengan demikian, mediasi yang terjadi dapat dikategorikan sebagai mediasi parsial (partial mediation).