cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora
ISSN : 25485067     EISSN : 25986236     DOI : -
Jurnal Ilmiah Muqoddimah merupakan kumpulan penelitian ilmiah tentang Ilmu Sosial, khususnya yang berhubungan dengan disiplin Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Humaniora, diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tujuan pengembangan jurnal ini adalah sebagai wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis terhadap konsep-konsep baru dalam ilmu-ilmu sosial. Jurnal Ilmiah Muqoddimah menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (non penelitian) dari penulis umum.Dalam setiap penerbitannya, satu tahun dua kali (periode Maret – Agustus dan September – Februari).
Arjuna Subject : -
Articles 1,694 Documents
Koperasi Desa Merah Putih dalam Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Sustainable Livelihood Approach Iman Irawansyah; Atem Atem
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1606-1617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitar Koperasi Merah Putih serta menganalisis peran koperasi dalam mendukung pembangunan lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi perekonomian pedesaan di Indonesia yang masih bergantung pada sektor pertanian dan sumber daya alam, sehingga membatasi mobilitas ekonomi serta akses masyarakat terhadap layanan dasar. Permasalahan penelitian berfokus pada terbatasnya akses masyarakat terhadap permodalan, kesempatan kerja formal, dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sebelum berdirinya koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas ekonomi melalui berbagai unit usaha yang menyediakan kebutuhan pokok, pupuk, layanan simpan pinjam, serta fasilitas pembayaran digital. Layanan tersebut mampu mengatasi kendala struktural yang selama ini terkait dengan jaringan distribusi dan akses keuangan. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan partisipasi sosial, termasuk keterlibatan perempuan dan generasi muda, yang mencerminkan meningkatnya inklusivitas dalam aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, koperasi turut mendukung keberlanjutan lingkungan melalui penyediaan sarana produksi pertanian serta pengembangan tanaman herbal dan pupuk organik. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih berfungsi sebagai institusi ekonomi yang inklusif dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, memperluas akses yang adil terhadap sumber-sumber penghidupan, serta mendorong transformasi menuju pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Koperasi Merah Putih memiliki peran strategis sebagai model ekonomi berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan, memberdayakan masyarakat, dan mendukung keberlanjutan jangka panjang. Temuan ini menegaskan potensi koperasi sebagai model yang dapat direplikasi dalam transformasi ekonomi pedesaan.
Etika Pelayanan Publik Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Kantor Desa Leppangeng Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang Nurlina Nurlina; Hardianti Hardianti; Hariyanti Hamid
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1615-1624

Abstract

Kualitas pelayanan publik merupakan indikator utama dalam menilai efektivitas kinerja pemerintah dalam memenuhi hak dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etika pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat di Kantor Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, melibatkan 95 responden yang merupakan penduduk desa setempat. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan program SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, serta analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel etika pelayanan publik (X) berada dalam kategori baik dengan nilai persentase 66% hingga 74,7%. Sementara itu, variabel kepuasan masyarakat (Y) juga dikategorikan baik dengan nilai persentase sebesar 68% hingga 86%. Analisis regresi dan uji hipotesis (Uji F) menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara etika pelayanan publik terhadap kepuasan masyarakat. Semakin baik etika pelayanan yang diterapkan oleh aparat desa—seperti keramahan, kesopanan, dan tanggung jawab—maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan oleh masyarakat. Meski demikian, masih diperlukan peningkatan pada aspek konsistensi dan ketepatan waktu pelayanan untuk mencapai standar pelayanan prima. 
Explaining Dowry Violence in India: Patriarchy, Structural Inequality and Legal Failure Januari Pratama Nurratri Trisnaningtyas; Gita Kayla Yasmin Otomevia; Salsabila Hayu Adiqoh; Reyvana Noer Oktaviani; Adeline Raj Aura
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1842-1855

Abstract

Within a family, patriarchal norms place women in an unequal position. At the same time, socio-economic factors such as the caste system and differences in access to education and income reinforce these inequalities. These conditions increase the pressure for domestic violence and control of women, which puts them at risk of death. In addition, at the institutional level, when law enforcement is weak and regulatory implementation is inconsistent, the tendency toward harmful dowry practices will persist. This study examines the tradition of dowry in India as a social practice that encourages gender-based violence in the institution of marriage. Referring to the perspective of radical feminism, this study emphasizes that violence related to the dowry tradition is the result of the interaction between cultural norms, economic conditions, and institutional failure. To identify the structural factors that shape the practice of dowry and its impact, this study uses a literature review method through analysis of academic studies, official crime data, policy documents, and reports on violence against women. The results show that dowries are not only used as a symbol of marriage but also as a mechanism that reproduces economic obligations, gender expectations, and social hierarchies in domestic relationships.
Konstruksi Pengetahuan Nelayan Lokal Terhadap Sistem Patronase Di Aceh Singkil Mariah Mariah; Ligar Abdillah; Sopar Sopar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1521-1530

Abstract

Sistem patronase merupakan fenomena sosial yang kompleks di komunitas pesisir, khususnya dalam hubungan antara nelayan dan tengkulak di Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Meskipun sering dianggap pengeksploitasian, sistem ini tetap bertahan sebagai strategi adaptasi sosial ekonomi bagi nelayan yang menghadapi ketidakpastian hidup dari hasil laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pengetahuan nelayan lokal tentang sistem patronase dan menggali lebih dalam bagaimana pengetahuan tersebut membentuk praktik dan legitimasi sistem dalam kehidupan sehari-hari. Metode kualitatif diterapkan dengan melibatkan nelayan, keluarga nelayan, dan panglima laut sebagai informan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan tiga poin utama pembentukan pengetahuan nelayan, pertama nilai-nilai sosial dan norma yang membentuk kepatuhan terhadap aturan tak tertulis, kedua tradisi lisan sebagai mekanisme transfer pengetahuan antar generasi, dan ketiga ketergantungan ekonomi yang berubah menjadi ikatan sosial emosional. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem patronase bertahan tidak hanya karena kebutuhan ekonomi, tetapi karena telah tergabung atau menyatu ke dalam nilai-nilai budaya dan identitas kelompok komunitas nelayan. Praktik patronase membentuk realitas sosial yang terus dianut melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi sebagaimana dijelaskan dalam teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Penelitian ini perlu dilanjutkan dengan menerapkan metode campuran kualitatif dan kuantitatif untuk meningkatkan generalisasi dan eksplorasi yang lebih kompleks terkait sistem patronase yang dipraktikkan di berbagai wilayah pesisir
Strategi Komunikasi Politik Komisi Pemilihan Umum Melalui Media Sosial Dan Keterkaitannya Dengan Partisipasi Politik Generasi Muda Di Kota Manado Rejeane Wilda Kala'Tiku; Maria H Pratiknjo; Evelin J. R Kawung; Very. Y Londa; Grace Jane Waleleng; Welly Waworundeng
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1994-2006

Abstract

Perkembangan media sosial telah membuka peluang bagi penyelenggara pemilu untuk membangun komunikasi politik yang lebih efektif dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, tingginya penggunaan media sosial belum diikuti peningkatan partisipasi politik, sebagaimana terlihat pada penurunan partisipasi pemilih di Kota Manado pada Pilkada 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi politik Komisi Pemilihan Umum Kota Manado melalui media sosial serta keterkaitannya dengan partisipasi politik generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi akun media sosial resmi KPU, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi KPU telah menerapkan unsur-unsur model Lasswell, namun masih didominasi konten informatif yang berfokus pada prosedur kepemiluan sehingga belum mampu membangun keterlibatan emosional dan motivasi politik generasi muda. Media sosial lebih berfungsi sebagai sumber informasi dan penguat legitimasi pemilu daripada pendorong utama partisipasi politik. Partisipasi generasi muda lebih terkait pendidikan politik dalam keluarga, lingkungan sosial, pengalaman organisasi, dan kepercayaan terhadap demokrasi. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi komunikasi politik KPU melalui media sosial bagi partisipasi politik generasi muda bersifat nyata, tetapi tidak langsung, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih adaptif, interaktif, dan berbasis karakteristik audiens.
Strategi Pemerintah Daerah Dalam Menurungkan Angka Anak Tidak Sekolah Di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang Nurhaliza Ahmad; Muhammad Ikbal; Sundari Sundari
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1774-1779

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi pemerintah daerah dalam menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya kategori Belum Pernah Bersekolah (BPB), di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah diwujudkan melalui pendataan, verifikasi data, pembangunan Sekolah Rakyat, dan pelibatan stakeholder. Analisis memperlihatkan indikator penetapan tindakan strategis paling dominan (44%), diikuti alokasi sumber daya (22%), penetapan tujuan jangka panjang (18%), dan evaluasi strategi (14%). Faktor pendukung utama adalah komitmen pemerintah daerah dan dukungan kebijakan, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan anggaran, infrastruktur pendidikan, akurasi data, rendahnya motivasi anak, serta pengaruh budaya masyarakat. Kesimpulannya, meskipun pemerintah daerah memiliki komitmen tinggi, strategi yang dijalankan belum optimal, sehingga perlu penguatan sistem pendataan, peningkatan anggaran, pendekatan sosial-psikologis, serta evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan pendidikan anak
Strategi Pemasaran Digital Melalui Instagram Dalam Kolaborasi Brand Lokal: Studi Kasus Chambre De La Vain x 99clover Riyos Habillah Wijaya; Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1649-1662

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pemasaran digital melalui Instagram dalam kolaborasi brand lokal Chambre De La Vain dan 99Clover. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah terbatasnya kajian yang secara spesifik membahas penerapan strategi pemasaran digital dalam konteks kolaborasi antar brand lokal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan elemen Marketing Mix 4P (product, price, place, promotion) serta model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) pada kampanye kolaborasi yang dilaksanakan melalui platform Instagram. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi konten Instagram kedua brand, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini menerapkan strategi pemasaran yang terintegrasi, mencakup pengembangan lini produk eksklusif, penetapan harga berbasis nilai, distribusi melalui kanal digital ganda, serta promosi berbasis influencer yang organik. Strategi tersebut terbukti efektif dalam membangun respons psikologis konsumen secara bertahap hingga mendorong tindakan pembelian, yang tercermin dari terjualnya lebih dari 300 unit produk dalam lima menit pertama peluncuran
Implementasi Kebijakan Permasyarakatan Berbasis Gender: Analisis Pembinaan Narapidana Perempuan Di Lembaga Permasyarakatan Kelas II Baubau La Ode Eriman; Herman Lawelai; L.M. Azhar Sa'ban
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1565-1572

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan digunakan untuk rehabilitasi narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Baubau. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif  kualitatif untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuh prinsip pelayanan pemasyarakatan yang tercantum dalam Pasal 5 Undang-Undang Pelayanan Pemasyarakatan menjadi dasar analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kemandirian dan pengembangan kepribadian telah menerapkan kebijakan secara normatif. Namun secara substansial, masih terdapat beberapa kendala, termasuk kurangnya dukungan psikologis, strategi rehabilitasi yang belum responsif gender, dan kekurangan sumber daya manusia. Lebih lanjut, kebutuhan unik narapidana perempuan belum terpenuhi dengan baik, terutama di bidang psikologi dan reproduksi, yang sangat penting untuk kesejahteraan mereka secara keseluruhan dan reintegrasi yang sukses ke dalam masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi berbasis gender yang dikombinasikan dengan peningkatan perawatan psikologis, peningkatan kapasitas staf, dan dukungan kebijakan yang lebih fleksibel diperlukan untuk keberhasilan rehabilitasi narapidana perempuan. Hasil ini membantu dalam menciptakan paradigma pemasyarakatan yang inklusif dan adil gender.
Representasi Body Shaming Terhadap Perempuan dalam Film 200 Pounds Beauty: Analisis Semiotika Roland Barthes Vivi Maya Fauni; Iswahyudi Tejo Yuwono
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1819-1829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perilaku body shaming terhadap perempuan dalam film 200 Pounds Beauty menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini menampilkan bagaimana standar kecantikan yang dikonstruksi secara sosial memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap tubuh perempuan serta berdampak pada kondisi psikologis tokoh utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis untuk mengungkap makna tersembunyi di balik tanda-tanda berupa visual, dialog, dan narasi film. Data diperoleh melalui teknik observasi terhadap enam adegan utama yang merepresentasikan perilaku body shaming, didukung dengan studi pustaka dan dokumentasi berupa tangkapan layar adegan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film 200 Pounds Beauty merepresentasikan body shaming dalam bentuk verbal dan nonverbal yang dialami tokoh Juwita Lestari, baik di lingkungan kerja maupun dalam relasi sosial. Pada tingkat konotasi, adegan-adegan tersebut menggambarkan tekanan mental, ketidakpercayaan diri, dan perasaan tidak layak dicintai akibat dominasi standar kecantikan tertentu. Sementara itu, pada tingkat mitos, film ini mereproduksi konstruksi sosial yang menempatkan tubuh ideal sebagai syarat penerimaan dan nilai sosial perempuan
Customer Engagement Dalam Mobile Marketing Coffee Shop Titik Koma Medan Zarina Luthfia Salsabiela Hasibuan; Nursapia Harahap
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1500-1510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan customer engagement dalam mobile marketing berbasis WhatsApp Business pada Coffee Shop Titik Koma Medan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pesatnya perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan smartphone di Indonesia yang mendorong pergeseran strategi pemasaran ke arah mobile marketing. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa customer engagement terbentuk melalui beberapa tahapan, yaitu connection, interaction, satisfaction, retention, commitment, advocacy, dan engagement. WhatsApp Business berperan sebagai media komunikasi yang efektif dalam membangun interaksi dua arah yang bersifat personal dan responsif. Namun, praktik komunikasi yang terjadi masih didominasi oleh interaksi fungsional dan transaksional, seperti tanya jawab, pemesanan, dan penanganan keluhan, sehingga dimensi emosional dalam keterlibatan pelanggan belum optimal. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, belum adanya sistem auto-reply, serta keterlambatan respons pada kondisi tertentu. Meskipun demikian, terdapat indikasi bahwa customer engagement memberikan pengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan, yang ditandai dengan interaksi berulang, rekomendasi kepada orang lain, serta kebiasaan melakukan pemesanan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan yang lebih komprehensif melalui optimalisasi teknologi dan peningkatan kualitas interaksi agar keterlibatan pelanggan dapat berkembang secara lebih mendalam dan berkelanjutan