cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN SISTEM IRIGASI SEMI-OTOMATIS UNTUK PERKEBUNAN BERKELANJUTAN DI KELOMPOK TANI PEDULI API Tajalla, Gusti Umindya Nur; Hudayarizka, Riza; Ariani, Ismi Khairunnissa; Situmeang, Yosua Anjupaian; Lesmana, Bimo Surya; Utami, Yurischa Deify; Rahim, Muhammad Yazid Abyan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28825

Abstract

Abstrak: Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) adalah kelompok tani yang berlokasi di Balikpapan Utara dengan jumlah anggota terdiri dari 10 kepala keluarga. KTPA berfokus pada budidaya sayur-sayuran seperti bayam, tomat, cabai, dan kangkung. Dalam menjalani kegiatan perkebunan, KTPA masih memanfaatkan air sungai yang cukup jauh dari lahan perkebunan, sistem penyiraman manual, penggunaan pompa bahan bakar fosil, dan menggunakan pupuk kimia yang tidak tersubsidi oleh pemerintah. Permasalahan tersebut dapat diatasi menggunakan teknologi tepat guna berupa sistem irigasi semi-otomatis yang terdiri dari teknologi Rainwater Harvesting (RWH) yang terintegrasi dengan filter air, pompa PLTS, dan irigasi sprinkle, serta pembuatan pupuk organik cair (POC). Teknologi tepat guna yang hadir bisa meningkat efisiansi proses penyiraman sebesar 40%. Kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh 28 warga setempat menunjukkan tren peningkatan hasil post-test dibandingkan pre-test dengan tingkat pemahaman meningkat sebesar 13,46% setelah post-test. Hal tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta mengenai materi yang disampaikan.Abstract: The Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) in North Balikpapan comprises 10 houses engaged in the cultivation of vegetables, including spinach, tomatoes, chili peppers, and water spinach. They depend on remote river water, laborious irrigation, fossil fuel-operated pumps, and unsubsidized chemical fertilizers, presenting obstacles to efficiency and sustainability. A semi-automated irrigation system was implemented to resolve these challenges, incorporating Rainwater Harvesting (RWH), a filtration system, solar-powered pumps, spray watering, and the manufacture of liquid organic fertilizer (POC). This system could enhance irrigation efficiency by 40%. A community outreach initiative with 28 participants demonstrated a 13.46% enhancement in comprehension from pre-test to post-test, signifying increased knowledge and awareness. These findings illustrate the efficacy of implementing suitable technology in empowering farmers and advancing sustainable farming practices.
EDUKASI GIZI ANAK MELALUI PENGENALAN MANFAAT SUSU DI KAPELA STASI WATU ALO: UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN GIZI SEJAK DINI Jeramat, Aleksius Arwandi; Dalle, Nautus Stivano; Utama, Wigbertus Gaut; Gultom, Roslin; Sikone, Hilarius Yosef; Nugraha, Elisabeth Yulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35707

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak usia 4-12 tahun sebanyak 45 orang mengenai pentingnya konsumsi susu bagi pertumbuhan dan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Kapela Stasi Watu Alo dengan mengusung tema “Kenali Kebaikan Susu: Gizi Terpenuhi Prestasi Tercapai.” Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu survei dan persiapan, pelaksanaan kegiatan edukatif, serta evaluasi hasil kegiatan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan edukasi interaktif yang mencakup pemberian materi, permainan edukatif, kegiatan minum susu bersama, serta pengisian pre-test dan post-test sederhana untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak-anak secara signifikan; sekitar 90% peserta mampu menjawab benar pertanyaan post-test terkait manfaat susu setelah kegiatan berlangsung. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif selama kegiatan. Temuan ini membuktikan bahwa metode edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan literasi gizi anak, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas keagamaan dalam mendukung penyebaran informasi gizi yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi model kegiatan pengabdian yang dapat dikembangkan di wilayah lain untuk menanamkan kebiasaan minum susu sejak dini.Abstract: This community service activity aimed to increase the knowledge and awareness of children aged 4-12 years about the importance of milk consumption for growth and health. The activity was carried out at Kapela Stasi Watu Alo under the theme “Knowing the Goodness of Milk: Nutrition Fulfilled, Achievement Achieved.” The implementation consisted of three main stages: location survey and preparation, educational activities, and evaluation. The educational stage included interactive learning through presentations, educational games, a milk-drinking session, and simple pre- and post-tests to measure the participants’ improvement in understanding. The results showed a significant increase in children’s knowledge, with about 90% of participants correctly answering post-test questions about the benefits of milk. Children were highly enthusiastic and actively involved throughout the activity. These findings indicate that interactive educational methods are effective in improving nutrition literacy among children, particularly in rural areas. The program also highlights the effectiveness of faith-based community approaches in disseminating nutrition information more broadly and sustainably. Therefore, this activity can serve as a model for future community engagement programs aimed at fostering healthy milk-drinking habits from an early age.
PELATIHAN PENGOLAHAN PAKAN KONSENTRAT SAPI PADA KELOMPOK TANI TUNGGA SANGGA Menoh, Yori Raimona; Deko, Maria Karolina; Nuban, Sri Rahayu; Zebua, Cipta Kasih N.; Telnoni, Sipora Petronela; Mbeong, Yustus Serani No
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34174

Abstract

Abstrak: Pelatihan tentang pengolahan pakan konsentrat sangat penting karena belum ada pemahaman dan ketrampilan tentang pengoalahn dan pemanfaatan pakan konsentrat sehingga menyebabkan rendahnya produktivitas ternak sapi, dan bahan baku lokal untuk pengolahan pakan konsentrat tersedia cukup. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kemampuan soft skill mencakup kemampuan memahami, dan kemampuan problem solving dalam mengatasi tantangan selama proses pengolahan pakan konsentrat serta kemampuan hard skill meliputi pengetahuan teknis tentang metode pengolahan pakan konsentrat, penggunaan bahan baku lokal, serta teknik pengolahan pakan yang efektif. Sebanyak 30 orang peserta yang hadir, terdiri dari laki-laki 14 orang dan perempuan 16 orang, jenjang pendidikan SD - SMP (9 orang), SMA (16 orang), dan Sarjana (5 orang). Usia remaja (7 orang) dan dewasa (23 orang). Menggunakan metode ceramah/diskusi dan demonstrasi dan pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta melalui pengisian kuesioner sebanyak 48 pertanyaan. Kegiatan ini sangat berdampak baik terhadap anggota kelompok tani tungga sangga, peserta pelatihan sangat antusias dan menunjukkan hasil yang sangat signifikan dari segi pemahaman dan ketrampilan pembuatan bokashi. Hasil akhir menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta mencapai 80%.Abstract: Training on concentrate feed processing is very important because there is no understanding and skills about the processing and utilization of concentrate feed, resulting in low cattle productivity, and local raw materials for concentrate feed processing are available sufficiently. This training aims to provide soft skills including the ability to understand, and problem-solving skills in overcoming challenges during the concentrate feed processing process as well as hard skills including technical knowledge about concentrate feed processing methods, the use of local raw materials, and effective feed processing techniques. A total of 30 participants attended, consisting of 14 men and 16 women, educational levels of elementary school - junior high school (9 people), high school (16 people), and undergraduate (5 people). Teenagers (7 people) and adults (23 people). Using lecture/discussion and demonstration methods and at the end of the activity an evaluation was conducted to determine the level of participant understanding by filling out a questionnaire. This activity had a very positive impact on members of the Tungga Sangga farmer group, the training participants were very enthusiastic and showed very significant results in terms of understanding and skills in making bokashi. The final results showed that the level of participant understanding reached 80%.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI INOVASI TEKNOLOGI HIDROPONIK IOT UNTUK KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN Purwati, Nani; Hasan, Noor; Sulistyo, Gunawan Budi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34443

Abstract

Abstrak: Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Asri menghadapi tantangan dalam budidaya pertanian lahan sempit akibat keterbatasan teknologi dan keterampilan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas anggota KWT melalui pelatihan sistem hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Metode yang digunakan mencakup FGD, penyuluhan, workshop, dan pelatihan praktik dengan 21 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta tentang hidroponik (dari 30% menjadi 95%) dan IoT (dari 15% menjadi 90%). Komitmen peserta untuk menerapkan teknologi meningkat dari 5% menjadi 80%. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan hardskill dan softskill peserta serta mendorong pemberdayaan perempuan dalam inovasi pertanian modern.Abstract: The Anggrek Asri Women Farmers Group (KWT) faces challenges in small-scale farming due to limited technology and skills. This community service aimed to enhance members' capacity through training in Internet of Things (IoT)-based hydroponic systems to support sustainable food security. The methods included FGD, education sessions, workshops, and hands-on training with 21 participants. Evaluation was conducted using pre- and post-tests. Results showed significant improvement in participants’ knowledge of hydroponics (from 30% to 95%) and IoT (from 15% to 90%). Commitment to applying the technology increased from 5% to 80%. This program effectively enhanced participants’ hard and soft skills while empowering rural women in modern agricultural innovation.
MODERN ENGLISH FOR DAILY NEEDS SEBAGAI PENINGKATAN LITERASI BAHASA INGGRIS KONTEKSTUAL UNTUK IBU MUDA DI ERA DIGITAL Permatasari, Ela Kristi; Ramdani, Aldin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33197

Abstract

Abstrak: Kemampuan berbahasa Inggris dalam lingkungan keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif secara global sejak usia dini. Namun, banyak ibu muda yang masih kurang percaya diri dan belum memiliki keterampilan memadai untuk membiasakan percakapan Berbahsa Inggris di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan mengevaluasi efektivitas program Pengabdian kepada Masyarakat "Modern English for Daily Needs – Ciptakan Rumah yang Bilingual" sebagai inovasi pemberdayaan ibu muda dalam menciptakan lingkungan dwibahasa di rumah. Studi ini melibatkan 16 ibu muda kader Nasyiatul Aisyiyah dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi sedangkan data dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi dan antusiasme peserta sangat tinggi, dengan 75% ibu muda aktif berdiskusi dan melakukan simulasi percakapan. Setelah pelatihan, sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berbicara, mampu mengucapkan kosakata baru dan mempraktikkan percakapan sederhana dalam situasi sehari-hari. Program ini juga mendorong motivasi belajar berkelanjutan peserta melalui materi yang relevan, suasana menyenangkan dan komitmen untuk membangun keluarga bilingual. Disimpulkan bahwa, program "Modern English for Daily Needs" terbukti efektif dan inovatif dalam meningkatkan literasi bahasa Inggris kontekstual ibu muda dan layak dikembangkan lebih lanjut dengan durasi pelatihan dan pengukuran kemampuan yang lebih terarah.Abstract: The ability to speak English within the family environment serves as an essential foundation for shaping a globally adaptive generation from an early age. However, many young mothers still lack confidence and do not yet have adequate skills to get used to speak English at home. This study aims to analyze the implementation and evaluate the effectiveness of the community service program “Modern English for Daily Needs – Create a Bilingual Home” as an innovation effort to empower young mothers who are members of Nasyiatul Aisyiyah using a descriptive qualitative approach. The instruments used included observation, semi structured interviews and documentation, while the data were analyzed thematically. The results of the study showed a high level of participant and enthusiasm among participants, with 75% of the young mothers actively engaging in discussion and conversation simulations. After the training, most participants showed improvement in their speaking skills, demonstrated the ability to pronounce new vocabulary and practiced simple conversations in everyday situations. This program also encouraged continuous learning motivation through relevant materials, an enjoyable atmosphere and commitment to build a bilingual family. It is concluded that the “Modern English for Daily Needs” program has proven to be effective and innovative in enhancing the contextual English literacy of young mothers, and it is worthy of further development with a more targeted duration and targeted skill assessment.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA PERHUTANAN SOSIAL (KUPS) MELALUI OPTIMALISASI MESIN VACUUM EVAPORATOR UNTUK MENGURANGI KADAR AIR MADU KELULUT Nafisah, Zahrotun; Kalalinggi, Septaria Yolan; Bancin, John Budiman; Arifin, Samsul; Aprilita, Aprilita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34837

Abstract

Abstrak: Masalah utama produksi madu kelulut oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Desa Bahu Palawa adalah kadar air tinggi sehingga menurunkan kualitas dan nilai jual madu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan KUPS Desa Bahu Palawa dalam pengelolaan madu kelulut melalui pengurangan kadar air menggunakan mesin vacuum evaporator untuk meningkatkan kualitas madu kelulut. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi SNI madu serta pelatihan penggunaan mesin vacuum evaporator, diikuti 10 anggota KUPS dan 14 kader PKK Bahu Palawa. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner yang terdiri atas pertanyaan . Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta terkait SNI madu dari 2,7% menjadi 83,62%, serta tingkat kepuasan peserta mencapai 85,8%. Setelah uji coba mesin vacuum evaporator, volume madu kelulut berhasil berkurang sekitar dari 11 liter menjadi 9,5 liter, mengindikasikan penurunan kadar air madu, sehingga berpotensi meningkatkan nilai ekonomis produk madu kelulut KUPS Bahu Palawa.Abstract: The primary issue faced by the Social Forestry Business Group (KUPS) of Bahu Palawa Village in kelulut honey production is its high water content, leading to decreased quality and market value. This activity aims to improve the ability of the KUPS of Bahu Palawa Village in managing the quality of kelulut honey by reducing the water content using a vacuum evaporator machine to improve the quality of kelulut honey. Methods included socialization of the Indonesian National Standard (SNI) for honey and training on vacuum evaporator use, attended by 10 KUPS members and 14 PKK cadres from Bahu Palawa Village. Evaluation was conducted through questionnaires and interviews. The results showed a significant increase in participants' knowledge regarding SNI for honey from 2.7% to 83.62%, with participant satisfaction reaching 85.8%. Following the vacuum evaporator trial, the honey volume decreased from 11 liters to 9.5 liters, indicating reduced water content and potentially increasing the economic value of kelulut honey produced by KUPS Bahu Palawa.
AGROFORESTRI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN SISWA SMK PERTANIAN Rusadi, Nusrah; Ersani, Erry; Sihombing, Dewi Elfrida; Kertiyasa, I Kadek Yoga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35189

Abstract

Abstrak: Isu degradasi lingkungan dan rendahnya kesadaran ekologis generasi muda menjadi tantangan penting di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan dan mengenalkan agroforestri berbasis pohon lokal kepada siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri Kupang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, dan praktik penanaman dengan melibatkan 40 siswa kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test masing-masing 10 pertanyaan, serta observasi partisipasi siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman signifikan, dengan rata-rata skor kelas X meningkat 13,2% dan kelas XI 11,5%. Partisipasi siswa aktif pada sesi diskusi dan praktik penanaman bibit kelor, jambu mete, lamtoro, merbau, dan kayu putih. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman (hands-on learning) efektif menumbuhkan literasi ekologi dan keterampilan praktis. Rekomendasi tindak lanjut mencakup pembentukan klub lingkungan dan pendampingan praktik penanaman agroforestri untuk mendukung kesadaran ekologis siswa berkelanjutan.Abstract: The issues of environmental degradation and low ecological awareness among the younger generation are important challenges in East Nusa Tenggara. This community service activity aims to improve environmental literacy and introduce agroforestry based on local trees to students at the Kupang State Agricultural Vocational School. The implementation methods include socialization, interactive discussions, and planting practices involving 40 students in grades X and XI. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests consisting of 10 questions each, as well as observation of student participation. The results showed a significant increase in understanding, with the average score for grade X increasing by 13.2% and grade XI by 11.5%. Students actively participated in discussion sessions and planting practices of moringa, cashew, lamtoro, merbau, and eucalyptus seedlings. These findings confirm that experiential contextual learning (hands-on learning) is effective in fostering ecological literacy and practical skills. Recommendations for follow-up include the formation of an environmental club and mentoring in agroforestry planting practices to support students' ongoing ecological awareness. 
EDUKASI VAKSINASI HPV UNTUK PENCEGAHAN KANKER SERVIKS Rahmah, Afiatun; Urnia, Ega Ersya; Waluyo, Setyo Teguh; Hidayat, Rahmat; Annisa, Annisa; Maharani, Yona Faura; Budiman, Budiman; Norhidayah, Norhidayah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34303

Abstract

Abstrak: Masalah kanker serviks yang disebabkan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) masih menjadi beban besar, termasuk di Indonesia. Rendahnya kesadaran akan pentingnya vaksinasi HPV pada usia dini memperparah risiko tersebut. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswi sekolah dasar tentang vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui media audiovisual (video animasi) yang dilaksanakan pada bulan Maret 2024 di SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin dengan peserta 50 siswi kelas 3. Kegiatan diawali dengan pretest, dilanjutkan pemutaran video edukasi dan penjelasan, lalu dilakukan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 47,6 menjadi 81,2, dengan kategori baik naik dari 4 menjadi 35 siswa. Program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis audiovisual efektif meningkatkan pemahaman siswi tentang pentingnya vaksinasi HPV. Edukasi serupa perlu dilaksanakan berkelanjutan dengan melibatkan guru dan orang tua.Abstract: Cervical cancer, caused by Human Papillomavirus (HPV) infection, remains a significant burden, including in Indonesia. Low awareness of the importance of HPV vaccination at an early age exacerbates this risk. This community service program aims to improve elementary school students' understanding of HPV vaccination as a cervical cancer prevention measure. The method used was health education through audiovisual media (animated videos) and was conducted in May 2024 at SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin with 50 third-grade students participating. The activity began with a pretest, followed by the screening of educational and explanatory videos, and then a posttest to measure knowledge gains. The results showed a significant increase in the average knowledge score from 47.6 to 81.2, with the good category increasing from 4 to 21 students. This program demonstrates that audiovisual-based education is effective in improving students' understanding of the importance of HPV vaccination. Similar education needs to be implemented continuously, involving teachers and parents.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK MELALUI BUDIDAYA SERAI PENGUSIR NYAMUK DI WILAYAH HUTAN TROPIS LEMBAB Pangastiti, Aura Nurani; Putri, Salwa Az Zahra; Sholihah, Firda Mar Atus; Abigael, Marchya; Juniandra, Muhamad Rifandi; Sari, Puspita Wulan; Elvira, Vivi Filia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33850

Abstract

Abstrak: Sampah anorganik merupakan limbah rumah tangga yang sulit terurai dan berkontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan. Tanaman yang dapat dibudidayakan dalam media tanam daur ulang adalah serai (Cymbopogon citratus), yang dikenal mengandung senyawa sitronelal berfungsi sebagai pengusir nyamuk secara alami, termasuk nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan berbasis tanaman. Dengan adanya kegiatan ini di harapkan menambah hardskill dan soft skill yang di miliki oleh masyarakat, hard skill yang dimiliki keterampilan mengolah tanaman serai agar bisa di manfaatkan sebagai alat pengusir nyamuk. Sedangkan soft skill yang dimiliki masyarakat yaitu memiliki pemahaman baru mengenai penanganan dan pengusiran nyamuk Aedes aegypti. Metode yang digunakan adalah metode edukasi berbasis pemberdayaan masyarakat yang melibatkan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan dan praktik langsung kepada mitra yaitu karang taruna desa dengan responden sebanyak 25 orang. Evaluasi pelaksanaan dilakukan melalui pre-post test kepada peserta untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta terhadap pengelolaan sampah dan upaya pengendalian penyakit tular vektor. Diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 14,28% terhadap materi yang diberikan, khususnya dalam hal pemahaman jenis sampah, dampaknya, serta metode pengelolaannya.Abstract: Inorganic waste is household waste that is difficult to decompose and contributes significantly to environmental pollution. Plants that can be cultivated in recycled planting media are lemongrass (Cymbopogon citratus), which is known to contain citronellal compounds that function as a natural mosquito repellent, including the Aedes aegypti mosquito as a vector of dengue fever. This activity aims to improve public health through plant-based environmental management. This activity is expected to increase the hard skills possessed by the community, namely the skill of processing lemongrass plants so that they can be used as a mosquito repellent. Meanwhile, the soft skills that the community has are having a new understanding regarding the handling and extermination of the Aedes aegypti mosquito. The method used is a community empowerment-based education method that involves a participatory approach through counseling and direct practice to partners, namely the village youth organization with 25 respondents. Evaluation of the implementation was carried out through a pre-posttest to participants to determine the level of knowledge of participants regarding waste management and efforts to control vector-borne diseases. The results showed that there was a 14.28% increase in participants' knowledge regarding the material provided, especially in terms of understanding the types of waste, their impacts, and management methods.
PEMBERDAYAAN EKONOMI IMIGRAN MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KOPERASI PENGGUNA PADA KOMUNITAS PALIKO DI MALAYSIA Karimi, Kasman; Fauziati, Popi; Sefnedi, Sefnedi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37010

Abstract

Abstrak: Komunitas PALIKO Serumpun Malaysia menghadapi keterbatasan akses ekonomi, lemahnya kelembagaan usaha, dan rendahnya literasi koperasi sehingga posisi tawar pelaku usaha mikro relatif lemah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membentuk koperasi pengguna serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dan manajerial anggota komunitas. Metode yang digunakan meliputi persiapan, sosialisasi pelatihan teknis dan evaluasi kegiatan. Persiapan kegiatan pada tanggal 9 April 2025 dan diskusi dihadiri oleh presiden, sekretaris dan tim PkM Universitas Bung Hatta di Padang. Untuk kegiatan sosialisasi, pelatihan teknis dan evaluasi dilakukan tanggal 15 Juni di Cheras, Malaysia yang dihadiri oleh 52 peserta yang terdiri dari anggota komunitas, calon pengurus dan tokoh masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok terarah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang koperasi dari skor rata-rata evaluasi dengan peningkatan sebesar 22,8 %. Kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomis anggota melalui mekanisme pembelian kolektif yang mampu menekan biaya pengadaan barang. Program ini efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi komunitas migran berbasis koperasi.Abstract: The PALIKO Serumpun Malaysia community faces limited economic access, weak business institutional capacity, and low cooperative literacy, which reduce the bargaining power of micro-entrepreneurs. This community service program aimed to establish a consumer cooperative and to strengthen the institutional and managerial capacities of community members. The program applied four stages: preparation, socialization, technical training, and evaluation. The preparation stage was conducted on 9 April 2025 through coordination meetings attended by the President and Secretary of PALIKO and the community service team from Universitas Bung Hatta in Padang. The socialization, technical training, and evaluation activities were carried out on 15 June 2025 in Cheras, Malaysia, involving 52 participants consisting of community members, prospective board members, and community leaders. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments, participatory observation, and focus group discussions. The results of the activity showed an increase in cooperative knowledge, as seen in the average evaluation score with an increase of 22.8%. This activity also has the potential to increase members' economic value through a collective purchasing mechanism that can reduce procurement costs. This program is effective in strengthening the economic independence of cooperative-based migrant communities.