cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER AISYIYAH TENTANG PENYAKIT KRONIS SERTA KESEHATAN MENTAL Purwanti, Okti Sri; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Hertinjung, Wisnu Sri; Herawati, Isnaini; Widiyaningsih, Endang Nur; Kamilatunnuha, Fathya Rahma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33795

Abstract

Abstrak: Gangguan mental sering kali menyertai penyakit kronis, meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Kader ‘Aisyiyah sebagai ujung tombak promosi kesehatan memiliki peran strategis, tetapi pemahaman mereka tentang kesehatan mental dan penyakit kronis masih perlu ditingkatkan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader ‘Aisyiyah dalam skrining dan manajemen kesehatan mental pada penyakit kronis melalui pelatihan intensif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: persiapan (koordinasi dengan Puskesmas Kartasura dan penyusunan materi), pelaksanaan (edukasi, pelatihan DASS-21, teknik relaksasi, dan brain gym), serta evaluasi (pre-test dan post-test). Peserta terdiri dari 47 kader ‘Aisyiyah dengan variasi usia dan latar belakang pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 55,3% (kategori baik) pada pre-test menjadi 61,7% pada post-test. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan efektif meningkatkan pemahaman kader tentang kesehatan mental dan penyakit kronis. Untuk keberlanjutan, diperlukan pelatihan berkala serta pendampingan lebih intensif. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah memperbaiki manajemen waktu untuk meningkatkan efektivitas intervensi.Abstract: Mental health disorders often accompany chronic diseases, increasing the risk of morbidity and mortality. Aisyiyah cadres, as the spearheads of health promotion, play a strategic role, but their understanding of mental health and chronic diseases still needs to be improved. The objective of this community service is to improve the knowledge and skills of Aisyiyah cadres in mental health screening and management for chronic diseases through intensive training. The implementation method includes three stages: preparation (coordination with the Kartasura Community Health Center and preparation of materials), implementation (education, DASS-21 training, relaxation techniques, and brain gym), and evaluation (pre-test and post-test). Participants consisted of 47 Aisyiyah cadres with varying ages and educational backgrounds. The results showed an increase in knowledge from 55.3% (good category) in the pre-test to 61.7% in the post-test. The conclusion of this activity is that the training is effective in increasing cadres' understanding of mental health and chronic diseases. For sustainability, regular training and more intensive mentoring are needed. Suggestions for future research include improving time management to increase the intervention's effectiveness.
PENINGKATAN LITERASI BIG DATA MELALUI PELATIHAN TERAPAN BAGI SISWA SMK TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN Afitriansyah, Heri; Fathan, Fikri Nur; Muhammad, Roby Nur; Utomo, Hadi Prasetyo; Firmansyah, Hendra Sandhi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33330

Abstract

Abstrak: Rendahnya pemahaman siswa SMK terhadap konsep Big Data menjadi tantangan dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi industri digital. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi Big Data dan keterampilan pengolahan data siswa kelas XI TKJ. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan, dan workshop praktikum menggunakan Microsoft Excel dengan melibatkan 20 siswa. Materi mencakup pengenalan konsep 5V Big Data dan praktik analisis data sederhana. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, pengamatan langsung saat praktik, serta kuesioner umpan balik. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konsep sebesar 41,6%, serta peningkatan hardskill pengolahan data melalui proyek mini dan visualisasi data. Siswa juga menunjukkan kemajuan softskill seperti kolaborasi dan presentasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa literasi data dapat ditingkatkan secara signifikan melalui pendekatan pelatihan terapan yang kontekstual dan tepat sasaran di lingkungan pendidikan vokasi.Abstract: The low understanding of Big Data concepts among vocational high school students poses a challenge in preparing graduates for the digital industry. This community service aimed to enhance Big Data literacy and basic data processing skills for 36 students of grade XI TKJ. The program was implemented through counseling, training, and hands-on workshops using Microsoft Excel. The materials covered the introduction of the 5Vs of Big Data and practical data analysis tasks. Evaluation methods included pre-tests and post-tests, direct observation during practice, and feedback questionnaires. The results showed a 41.6% increase in conceptual understanding and significant improvement in data processing hardskills through mini-projects and data visualization. Students also demonstrated enhanced soft skills such as teamwork and presentation. This activity proves that data literacy can be significantly improved through applied and contextual training approaches in vocational education settings.
MEMAKSIMALKAN POTENSI DESA WISATA HALAL KUNJIR LAMPUNG MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Widiani, Nurhaida; Winandari, Ovi Prasetya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34258

Abstract

Abstrak: Pariwisata halal merupakan salah satu sektor strategis yang berperan dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Desa Kunjir, Lampung Selatan, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata halal, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat dan pelaku UMKM terkait sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill (pemahaman pentingnya sertifikasi halal, kesadaran akan standar syariah dalam wisata halal) sekaligus hard skill (keterampilan teknis pendaftaran sertifikasi halal melalui aplikasi SiHalal) bagi pelaku UMKM Desa Kunjir. Metode kegiatan dilakukan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Pra-kegiatan (Discovery), tahapan pelaksanaan (Dream,Design, Delivery), Tahap evaluasi (Destiny). Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta dari 14 UMKM dengan produk unggulan lokal. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui wawancara dan analisis data capaian keterampilan mitra. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan peserta: pemahaman pentingnya sertifikasi halal meningkat dari 35% menjadi 90%, pengetahuan prosedur pendaftaran meningkat dari 25% menjadi 85%, keterampilan teknis penggunaan aplikasi SiHalal meningkat dari 10% menjadi 75%, dan sebanyak 14 UMKM berhasil mendaftarkan 15 produk untuk sertifikasi halal (100%). Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pengembangan desa wisata halal dapat dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas UMKM. Desa Kunjir berpotensi menjadi model replikasi bagi desa lain dalam pengembangan wisata halal berbasis pemberdayaan masyarakat.Abstract: Halal tourism is one of the strategic sectors that plays an important role in enhancing regional competitiveness while promoting community welfare. Kunjir Village, South Lampung, has great potential to be developed as a halal tourism village; however, it still faces challenges such as the low level of understanding among the community and MSME actors regarding halal certification. This community service program aims to improve both soft skills (understanding the importance of halal certification and awareness of sharia standards in halal tourism) and hard skills (technical skills in registering halal certification through the SiHalal application) of MSME actors in Kunjir Village. The program was implemented using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through three stages: the pre-activity stage (Discovery), the implementation stage (Dream, Design, Delivery), and the evaluation stage (Destiny). The program involved 48 participants from 14 MSMEs producing local superior products. Evaluation of the program’s effectiveness was conducted through interviews and analysis of partners’ skill achievement data. The results showed a significant increase in participants’ skills: understanding of the importance of halal certification improved from 35% to 90%, knowledge of the registration procedure increased from 25% to 85%, technical skills in using the SiHalal application improved from 10% to 75%, and 14 MSMEs successfully registered 15 products for halal certification (100%). These findings demonstrate that the development of halal tourism villages can be carried out inclusively and sustainably through strengthening the capacity of MSMEs. Kunjir Village has the potential to serve as a replication model for other villages in developing halal tourism based on community empowerment.
IMPLEMENTASI THE HOUSE MODEL UNTUK INOVASI OLAHAN SAGU: PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK PKK DESA MATOBE DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL Rahmi, Lailatur; Sulaksana, Aji; Siregar, Valefy; Tifana, Anissa; Vista, Amartasya; Harriyani, Dwieke
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32253

Abstract

Abstrak: Program Inovasi Olahan Sagu Matobe bertujuan meningkatkan keterampilan Kelompok PKK dalam pengolahan sagu melalui pelatihan, sosialisasi, edukasi, dan praktik langsung berbasis The House Model dan metode PRA. Mitra berjumlah 15 orang ibu rumah tangga di Desa Matobe, Kepulauan Mentawai. Kegiatan mencakup pengolahan makanan dari sagu, pengemasan, pemasaran, serta pemanfaatan limbah menjadi briket dan pupuk. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan indikator AKIS (EIP-AGRI). Hasilnya, keterampilan produksi dan pemasaran meningkat 75%, pengolahan sagu 100%, pemahaman ekonomi sirkular 200%, partisipasi kelembagaan 85,7%, dan minat wirausaha 83,3%. Program juga menghasilkan legalitas usaha (NIB, PIRT, sertifikasi halal) dan diakui sebagai pilot project agribisnis desa percontohan. Program ini efektif memberdayakan mitra, memperkuat ketahanan pangan, serta mengembangkan ekonomi lokal berbasis potensi desa.Abstract: The Sago Product Innovation Program in Matobe aims to enhance the skills of the PKK women’s group through training, socialization, education, and hands-on practice based on The House Model and the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The program involved 15 housewives in Matobe Village, Mentawai Islands. Activities included food processing from sago, product packaging, marketing strategies, and utilizing sago waste into briquettes and organic fertilizer. Evaluation was conducted using pre- and post-tests based on AKIS indicators (EIP-AGRI). Results showed improvements in production and marketing skills by 75%, sago processing skills by 100%, circular economy understanding by 200%, organizational participation by 85.7%, and entrepreneurial interest by 83.3%. The program also facilitated business legality (NIB, PIRT, halal certification) and was recognized as a pilot agribusiness and model village project. This program proved effective in empowering the community, strengthening food security, and developing a local economy based on village potential.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN MELALUI INOVASI BUDIDAYA DAN DIGITALISASI PEMASARAN MADU KLANCENG Astrida, Deuis Nur; Amin, M. Syaiful; Nida, Faridatun; Alfarizi, Azmi; Cahyani, Evril Fadrekha; Khasanah, Nurul Afifatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34878

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Pring Sedapur Kabupaten Banyumas, yang memiliki potensi besar dalam budidaya lebah madu klanceng namun menghadapi keterbatasan produksi, legalitas usaha, serta strategi pemasaran. Memperkuat kapasitas teknis budidaya, meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi kemasan dan branding, serta mendorong transformasi pemasaran digital dan legalitas usaha. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill mitra, khususnya dalam kemampuan produksi serta pemasaran (branding dan digital marketing) agar lebih kompeten dan berdaya saing. Kegiatan dilaksanakan dengan metode gabungan yang meliputi pelatihan, ceramah, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Wanita (KWT) Cipto Roso beranggotakan 10 orang. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan kuesioner pra–pasca kegiatan untuk menilai peningkatan kemampuan produksi dan pemasaran digital. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra sebesar 95% dalam aspek produksi dan pemasaran (branding dan digital marketing). Program ini memberikan dampak positif berupa penguatan ekonomi lokal, kemandirian usaha, serta terciptanya model pemberdayaan berbasis potensi desa yang berkelanjutan.Abstract: This community service activity was carried out with the Pring Sedapur Forest Farmers Group (KTH) in Banyumas Regency, which has great potential in stingless bee cultivation but faces limitations in production, business legality, and marketing strategies. Strengthening the technical capacity of cultivation, increasing product added value through packaging and branding innovation, and encouraging digital marketing transformation and business legality. In addition, this activity also aims to improve the hard and soft skills of partners, especially in production and marketing capabilities (branding and digital marketing) to be more competent and competitive. The activity was carried out using a combined method that included training, lectures, direct practice, mentoring, and evaluation. The partner for this activity was the Cipto Roso Women's Farmers Group (KWT) with 10 members. Evaluation was carried out through observations and pre-post activity questionnaires to assess improvements in production and digital marketing capabilities. The results showed a 90% increase in partner skills in production and marketing aspects (branding and digital marketing). This program has a positive impact in the form of strengthening the local economy, business independence, and the creation of a sustainable village potential-based empowerment model.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI HYBRID PADA ALAT PEMBAKARAN IKAN ASAP UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS UKM Said, Muhammad Amin; Rahmania, Rahmania; Indriana, Indriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35017

Abstract

Abstrak: Pengolahan ikan asap oleh usaha kecil menengah (UKM) di pesisir Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk efisiensi rendah dan risiko kontaminasi. UKM Poklahsar BatuRaga di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, masih menggunakan metode tradisional yang menghasilkan produk kurang seragam dan membutuhkan waktu lama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi ikan asap melalui penerapan teknologi hybrid, yaitu perpaduan pemanas biomassa dan listrik dengan sistem pengasapan tertutup dan kontrol suhu digital. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan teknis, serta evaluasi berkelanjutan. Sebanyak 25 pelaku UKM terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegitan. Evaluasi difokuskan pada waktu proses, kapasitas produksi, biaya operasional, dan mutu produk akhir. Hasil menunjukkan bahwa waktu pengasapan berkurang signifikan dari 6–8 jam menjadi 30–60 menit per siklus. Kapasitas produksi meningkat dari 20–25 kg menjadi 35–45 kg per hari, serta terjadi pengurangan biaya operasional sebesar 30–40%. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih seragam, higienis, dan memenuhi standar keamanan pangan. Pelatihan juga meningkatkan pemahaman pelaku UKM terhadap teknik pengolahan yang efisien dan pemasaran digital. Kesimpulannya, penerapan teknologi hybrid pada alat pembakaran ikan asap terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi, menurunkan biaya operasional, serta meningkatkan daya saing kualitas produk di pasar.Abstract: Smoked fish processing by small and medium enterprises (SMEs) in coastal areas of Indonesia continues to face various challenges, including low efficiency and contamination risks. Poklahsar BatuRaga SME, located in Kajang District, Bulukumba Regency, still employs traditional methods that result in inconsistent product quality and require prolonged processing times. This community engagement initiative aimed to improve the efficiency and quality of smoked fish production through the implementation of hybrid technology combining biomass and electric heating with a closed smoking system and digital temperature control. The implementation method consisted of socialization, training, technology application, technical assistance, and continuous evaluation. A total of 25 SME participants were actively involved in all stages of the program. Evaluation focused on processing time, production capacity, operational costs, and final product quality. The results demonstrated a significant reduction in smoking time, from 6–8 hours to just 30–60 minutes per cycle. Production capacity increased from 20–25 kg to 35–45 kg per day, and operational costs decreased by 30–40%. The resulting products exhibited more uniform quality, improved hygiene, and compliance with food safety standards. In addition, the training activities enhanced the SMEs' understanding of efficient processing techniques and digital marketing strategies. In conclusion, the application of hybrid technology in the smoked fish heating system proved effective in increasing production efficiency, reducing operational costs, and enhancing the competitiveness and quality consistency of the final products in the market.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PELATIHAN USAHA AYAM PETELUR UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN Sabat, Diana Meliani; Ruliati, Luh Putu; Sol’uf, Morin Mediviani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34738

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan Karang Taruna Lais Manekat dalam meningkatkan keterampilan budidaya ayam petelur, mengingat masih terbatasnya pengetahuan dan praktik manajemen pemeliharaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta melalui penyuluhan, demonstrasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi.Tujuan kegiatan ini adalah secara khusus untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam aspek hardskill yaitu kemampuan teknis pemeliharaan ayam petelur sekaligus softskill berupa kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang anggota Karang Taruna yang mengikuti seluruh rangkaian PKM.. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, ceramah interaktif, demonstrasi lapangan, pendampingan langsung, serta monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan hasil.… Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 25 butir serta rubrik penilaian keterampilan dengan enam indikator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, dari rata-rata 46% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan. Keterampilan praktik peserta juga meningkat dari kategori rendah (skor 6–10) menjadi kategori tinggi (skor 14–18). Selain itu, peserta mulai mandiri dalam menakar pakan, melakukan pencatatan produksi, dan memanfaatkan limbah kotoran ayam sebagai pupuk organik. Pada minggu kedua, produksi telur meningkat dari 12 butir di hari pertama menjadi 19 butir pada hari kelima. Dampak nyata kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan hasil produksi, sekaligus terciptanya praktik pertanian terpadu berbasis pemanfaatan limbah. Program ini dapat menjadi dasar pengembangan usaha kecil berbasis ayam petelur serta peluang keberlanjutan bagi ketahanan pangan keluarga dan masyarakat desa.Abstract: This Community Service Program (PKM) was implemented to address the needs of Karang Taruna Lais Manekat in improving their skills in laying hen farming, given their limited knowledge and practice of management and maintenance. The specific objective of this activity was to improve the capacity of partners in terms of hard skills, namely technical skills in laying hen maintenance, as well as soft skills such as independence, discipline, and responsibility. There were 20 Karang Taruna members who participated in the entire PKM series. The activity was carried out using a participatory approach through counseling, interactive lectures, field demonstrations, direct assistance, and periodic monitoring and evaluation to ensure the sustainability of the results. The evaluation was conducted using a 25-item pre-test and post-test questionnaire and a skill assessment rubric with six indicators. The results of the activity showed a significant increase in knowledge, from an average of 46% before the activity to 84% after the activity. The participants' practical skills also increased from the low category (score 6–10) to the high category (score 14–18). In addition, participants began to independently measure feed, record production, and utilize chicken manure as organic fertilizer. In the second week, egg production increased from 12 eggs on the first day to 19 eggs on the fifth day. The tangible impact of this activity was an increase in knowledge, skills, and production, as well as the creation of integrated agricultural practices based on waste utilization. This program can serve as a basis for the development of small businesses based on laying hens and opportunities for sustainability for family and village food security.
EDUKASI KESEHATAN KEHAMILAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESELAMATAN IBU HAMIL DI KOTA DEPOK Hanifah, Laily; Herawati, Netti; Ismail, Rita; Arini, Firlia Ayu; Oktarina, Mona
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33920

Abstract

Abstrak: Pengetahuan tentang kesehatan kehamilan memiliki peranan yang penting untuk mendukung keselamatan ibu, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), dan pengoptimalan seribu hari pertama kehidupan bagi anak. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik mampu mengenali tanda bahaya secara dini, mengambil keputusan tepat, menjalani pemeriksaan rutin, serta merencanakan persalinan dan kehamilan berikutnya dengan lebih matang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill berupa pengetahuan kesehatan kehamilan melalui edukasi. Metode kegiatan mencakup pengerjaan pre-test, pemaparan materi, praktik dan tanya jawab, serta pengerjaan post-test. Soal pre-test dan post-test berjumlah 10 soal. Kegiatan berlangsung di posyandu yang menjadi wilayah kerja dari Puskesmas Kecamatan Limo, Kota Depok, terdiri dari Kelurahan Grogol, Limo, Meruyung, dan Krukut pada bulan Mei sampai Juli 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 38 ibu hamil. Hasil yang dicapai yaitu peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah edukasi berdasarkan nilai rata-rata sebesar 69,27%. Pemberian edukasi bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan sehingga program ini perlu dilaksanakan secara berkala serta mengembangkan media edukasi agar informasi semakin mudah diterima dan diingat oleh ibu hamil.Abstract: Knowledge about antenatal care plays an important role in supporting maternal health, reducing the maternal mortality ratio (MMR), and optimizing the first thousand days of life for children. Pregnant women with good knowledge can conduct early detection of dangerous signs, make informed decisions, complete antenatal care, carefully plan for childbirth and further pregnancies. This activity aims to improve knowledge of pregnancy health through education. The activitiesy includes a pre-testing, a presentation of material presentation, practice, a question-and-answer session, and a post-testing. The pre-test and post-test each contain 10 questions. The activity took place in the working area of Limo Health Center in Depok City, consisted of 4 sub-districts: Grogol, Limo, Meruyung, and Krukut. A total of 38 pregnant women participated in the activity from May to July 2025. The results showed a significant improve in knowledge, with an average increase of 69.27% from before to after the educational intervention. These educational programs should be implemented regularly to improve pregnant women's knowledge of antenatal care, and educational media should be developed to make information more easily received and memorized.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT INTERNASIONAL MELALUI PEMBELAJARAN “DESIGN THINKING FOR INNOVATION WITH AI TOOLS” Surbakti, Feliks Prasepta Sejahtera
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35647

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan literasi inovasi dan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari proses desain modern. Urgensi kegiatan terletak pada semakin pentingnya integrasi AI dalam pendidikan tinggi untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan industri berbasis digital. Program ini diikuti oleh mahasiswa program teknologi informasi dan desain, yang berpartisipasi dalam perkuliahan interaktif, diskusi kelompok, serta penugasan proyek berbasis design thinking dengan dukungan alat AI. Evaluasi dilakukan melalui pretest posttest pemahaman konsep serta survei kepuasan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 78% dan tingkat kepuasan mencapai 95%. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas mahasiswa dalam inovasi berbasis AI serta mendukung perluasan jejaring akademik dan kolaborasi internasional dalam pendidikan tinggi.Abstract: This international community engagement program was motivated by the need to enhance students’ innovation literacy and their ability to utilize artificial intelligence (AI) as part of modern design processes. The urgency of this initiative lies in the growing importance of integrating AI into higher education to prepare students for challenges in digitally driven industries. The program was attended by students from information technology and design disciplines, who participated in interactive lectures, group discussions, and project-based assignments grounded in design thinking supported by AI tools. Evaluation was conducted through pretest posttests of conceptual understanding and a participant satisfaction survey. The results showed an average improvement of 78% in understanding and a satisfaction rate of 95%. This activity contributed to strengthening students’ capacity for AI-driven innovation and supported the expansion of academic networks and international collaboration in higher education.
MEDIA AJAR KREATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CALISTUNG Hasdin, Hasdin; Imran, Imran; Nurhayadi, Nurhayadi; Sukmawati, Sukmawati; Alanur, Shofia Nurun; Risna, Risna; Rahmawati, Rahmawati; Sanita, Sanita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34742

Abstract

Abstrak: Kemampuan calistung (baca, tulis, hitung) merupakan fondasi penting dalam mendukung kesiapan anak mengikuti pendidikan formal. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar anak di TPA Kawatuna Palu belum mahir calistung karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan calistung anak melalui pemanfaatan media ajar kreatif berbahan sederhana. Metode pelaksanaan berupa pendampingan belajar dalam lima kali pertemuan dengan melibatkan 25 anak. Media yang digunakan meliputi puzzle Pancasila, sempoa, dan kincir angka. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan tes sederhana pada awal dan akhir kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam membaca (60%), menulis (70%), dan berhitung (65%). Kegiatan juga berhasil menumbuhkan kreativitas, kerja sama, serta kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan bahan bekasAbstract: Reading, writing, and arithmetic skills are an important foundation in supporting children's readiness to attend formal education. Observations show that most children at the Kawatuna Palu TPA are not yet proficient in reading, writing, and arithmetic due to family economic constraints. This community service activity aims to improve children's reading, writing, and arithmetic skills through the use of creative teaching media made from simple materials. The implementation method is a learning assistance in five meetings involving 25 children. The media used include Pancasila puzzles, an abacus, and a number wheel. Evaluation is carried out through observation and simple tests at the beginning and end of the activity. The results show an increase in children's abilities in reading (60% of children are fluent in reading simple words), writing (70% of children are able to copy sentences with capital and lowercase letters), and arithmetic (65% of children can sequence and count numbers correctly). In addition, the activity also fosters creativity, cooperation, and environmental awareness through the use of used materials.