cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pendampingan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas menggunakan instalasi biodigester biogas dengan inovasi absorber di Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen Suhartono Suhartono; Joko Riyanto; Dimas Rahadian Aji Muhammad; Muji Rahayu; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Ari Prasetyo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27706

Abstract

Abstrak Desa Kebakalan, Kecamata Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu desa yang banyak memiliki peternak sapi. Permasalahan yang dihadapi masyarakat peternak adalah minimnya pemahaman dan keterampilan peternak dalam pengelolaan limbah kotoran sapi. Tujuan pengabdian ini adalah mewujudkan Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen sebagai desa mandiri bioenergi biogas sehingga kesejahteraan masyarakatnya meningkat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kebakalan Kabupaten Kebumen dengan peserta adalah peternak sapi yang berjumlah 78 peternak. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan yaitu bulan Januari sampai Juni 2024. Pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan yiatu persiapan, pelaksaan, dan evaluasi. Pelaksanaan memfokuskan kepada penggunaan IPTEK dalam melakukan pengelolaan limbah kotoran sapi.  Selain itu dilakukan pula (1) instruksional dan dialog melalui kegiatan program penyuluhan menggunakan teknik FGD (Focus Group Disscusion) disertai dengan evaluasi kemajuan tingkat pengetahuan dan pemahaman materi, (2) pelatihan dengan peragaan pembuatan digester biogas skala rumah tangga dan produksi biogas, (3) metode percontohan pembuatan dan penerapan penggunaan biogas skala rumah tangga, (4) monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peternak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan dan pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi energi biogas. Kata kunci: absorber; biodigester; biogas; limbah kotoran sapi Abstract The village of Kebakalan, located in the Karanggayam Subdistrict, Kebumen Regency, Central Java Province, is one of the villages with a significant number of cattle farmers .The issue faced by livestock farmers is their limited understanding and skills in managing cow manure waste. The purpose of this community service program is to make Kebakalan Village in Kebumen Regency an independent bioenergy biogas village, thereby improving the welfare of its community. The program is carried out in Kebakalan Village, Kebumen Regency, with participants being cattle farmers there are 78 cattle farmers. The activities will be conducted over six months, from January to June 2024. The implementation includes three stages: preparation, execution, and evaluation. The focus is on utilizing science and technology in managing cow manure waste. In addition, the program includes (1) instructional and dialog sessions through extension programs using Focus Group Discussion (FGD) techniques, accompanied by evaluations of participants' knowledge and understanding progress, (2) training on household-scale biogas digester construction and biogas production, (3) demonstration of household-scale biogas production and application, and (4) ongoing monitoring and evaluation. The results indicate that farmers gained knowledge and skills in utilizing and managing cow manure waste into biogas energy. Keywords: absorber; biodigester; biogas; cow manure waste
Pendampingan penyusunan instrumen asesmen diagnostik dalam implementasi kurikulum merdeka Tyas Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26837

Abstract

Abstrak Pembelajaran dalam pelaksanaannya dilakukan  secara berkelanjutan dari materi satu ke materi selanjutnya, dari kelas sebelumnya ke kelas yang akan ditempuh. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat mengembangkan kompetensinya secara utuh, holistic, dan berkelanjutan.  Dalam merancang suatu pembelajaran yang berkelanjutan, maka perlu dilakukan asessmen diagnostic di awal, untuk memetakan kemampuan peserta didik. Posisi Asessmen Diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dan mengetahui kondisi awal siswa, serta menganalisis kesulitan peserta didik. Asessmen Diagnostik dilaksanakan dengan memperhatikan capaian kelas selanjutnya dan capaian kelas baru, sehingga diperlukan komunikasi antara guru di kelas sebelumnya dengan guru di kelas baru. Asessmen Diagnostik merupakan asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Peserta Didik yang perkembangan atau hasil belajarnya paling tertinggal berdasarkan hasil Asesmen Diagnostik, diberikan pendampingan belajar secara afirmatif. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan oleh tim pengusul yaitu guru sasaran mampu memahami konsep perencanaan dan pelaksanaan Asessmen Diagnostik pada peserta didik kelas yang diampu, sehingga guru sasaran dapat melakukan uji coba Asessmen Diagnostik yang sesuai. Sedangkan tujuan khusus yang dicapai guru sasaran yaitu sebagai berikut: 1) Mampu mengidentifikasi masalah atau kesulitan belajar yang dialami peserta didik; 2) Membantu guru sasaran dalam merencanakan pembelajaran yang efisien; 3) Memperoleh informasi yang lengkap tentang peserta didik (kelebihan, kesulitan belajar); serta 4) membantu merancang baseline untuk asesmen belajar lebih lanjut. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dimulai dari workshop, pendampingan, implementasi, monitoring dan evaluasi dan diakhiri dengan pelaporan hasil pengabdian terkait kegiatan pendampingan penyusunan asesmen diagnostik dalam implementasi kurikulum merdeka. Hasil dari pengabdian yang dilakukan secara umum guru mampu menyusun instrumen asesmen diagnostik yang sesuai. Selanjutnya guru juga sudah mengimplementasikan instrumen diagnostik dan hasilnya digunakan sebagai dasar untuk merencanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik. Kata kunci: asesmen; diagnostik; kurikulum; merdeka Abstract Learning in its implementation is carried out continuously from one material to the next, from the previous class to the class that will be taken. This aims to ensure that students can develop their competencies in a complete, holistic and sustainable manner. In designing sustainable learning, it is necessary to carry out a diagnostic assessment at the beginning, to map students' abilities. The Diagnostic Assessment position aims to diagnose abilities and determine students' initial conditions, as well as analyze students' difficulties. Diagnostic assessments are carried out by paying attention to the achievements of the next class and the achievements of the new class, so communication is needed between teachers in the previous class and teachers in the new class. Diagnostic Assessment is an assessment carried out specifically to identify students' competencies, strengths and weaknesses, so that learning can be designed according to students' competencies and conditions. Students whose development or learning outcomes are most lagging behind based on the results of the Diagnostic Assessment, are given affirmative learning assistance. The aim of the service carried out by the proposing team is that the target teacher is able to understand the concept of planning and implementing Diagnostic Assessments for students in the classes they teach, so that the target teachers can carry out Diagnostic Assessment trials well. Meanwhile, the specific objectives achieved by the target teacher are as follows: 1) Able to identify learning problems or difficulties experienced by students; 2) Helping target teachers in planning efficient learning; 3) Obtain complete information about students (strengths, learning difficulties); and 4) help design a baseline for further learning assessment. The method used in this activity starts from workshops, mentoring, implementation, monitoring and evaluation and ends with reporting the results of the service related to assistance in preparing diagnostic assessments in implementing the independent curriculum. The results of the service carried out in general teachers are able to compile appropriate diagnostic assessment instruments. Furthermore, teachers have also implemented diagnostic instruments and the results are used as a basis for planning learning tailored to the learning needs of students. Keywords: assessment; diagnostics; curriculum; merdeka
Penerapan kearifan lokal bali tri hita karana di lingkungan sekolah sebagai upaya pelestarian wisata budaya Bali I Made Swariga; Gede Hendra Rahita; Desak Putu Ernawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.27077

Abstract

Abstrak                                                                                 Pariwisata budaya Bali yang kaya dengan kearifan lokal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas, sebagaimana tercermin dalam konsep Tri Hita Karana. Artikel ini membahas upaya pelestarian pariwisata budaya di Bali melalui penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam gerakan bersih lingkungan. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesama, gerakan ini berfungsi sebagai sarana untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan identitas budaya Bali. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan Tri Hita Karana. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi dengan melalui 4 tahapan yang diantaranya tahap identifikasi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap implementasi. Adapun hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah diantaranya 1). Siswa bersama-sama guru melakukan kegiatan kebersihan di lingkungan sekolah setiap hari sebelum memulai aktivitas pembelajaran. 2). Siswa dapat melakukan salam,sapa pada semua orang dan dapat membantu sesama teman. 3). Siswa dapat menjaga lingkungannya dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan sekolahnya setiap hari. Kata kunci: tri hita karana;wisata budaya; Bali AbstractBalinese cultural tourism, which is rich in local wisdom, has an important role in maintaining the balance between humans, nature and spirituality, as reflected in the Tri Hita Karana concept. This article discusses efforts to preserve cultural tourism in Bali through the application of Tri Hita Karana values in the environmental clean movement. By integrating the principles of harmony between humans and God, humans and nature, and humans and each other, this movement functions as a means of preserving the environment while maintaining Balinese cultural identity. This activity was carried out with the aim of increasing understanding and implementation of Tri Hita Karana. This activity was carried out using the socialization method through 4 stages, including the identification stage, preparation stage, implementation stage and implementation stage. The results obtained from this activity include 1). Students and teachers carry out cleaning activities in the school environment every day before starting learning activities. 2). Students can greet everyone and help fellow friends. 3). Students can protect their environment by throwing rubbish in the right place, cleaning the school environment every day. Keywords: tri hita karana; cultural tourism; Bali
Pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas sebagai sumber energi alternatif Ben V. Tarigan; Rima Nindia Selan; Matheus M. Dwinanto; Yeremias M. Pell; Napsiyana Asti Weo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26745

Abstract

Abstrak Pemeliharaan ternak babi oleh sebagian masyarakat Kota Kupang adalah kegiatan usaha petemakan yang merupakan bentuk kegiatan komplementer dalam rumah tangga. Banyak warga yang memilih memelihara ternak, khususnya ternak babi ditengah pemukiman masyarakat, yang membuat warga sekitar mengeluh soal bau kotoran ternak. Kotoran ternak babi yang tidak ditangani merupakan masalah yang mengganggu  masyarakat karena pencemaran lingkungan yang ditimbulkannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, kotoran ternak babi yang ada bisa diolah dalam sebuah unit digester untuk menghasilkan biogas. Selain itu, kotoran ternak babi yang telah diolah tidak akan menimbulkan bau yang mengganggu, dan menjadi pupuk dengan kualitas tinggi. Program pengabdian kali ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi mitra yaitu penanganan kotoran ternak babi. Disisi lain dengan membuat biogas dari kotoran ternak, juga dapat membantu perekonomian masyarakat. Gas yang dihasilkan dapat dijadikan bahan bakar pengganti minyak tanah maupun gas elpiji yang semakin langka dan mahal di pasaran, sehingga masyarakat akan lebih berhemat. Kata kunci: kotoran ternak; biogas; energialternatif. Abstract The rearing of pigs by some residents of Kupang City is a livestock business activity which is a form of complementary activity in the household. Many residents choose to keep livestock, especially pigs in the middle of residential areas, which causes local residents to complain about the smell of livestock manure. Untreated pig waste is a problem that disrupts people's lives because of the environmental pollution. The solution of this problem, existing pig manure can be processed in a digester unit to produce biogas. Apart from that, processed pig manure will not cause odorspolution and becomes high quality fertilizer. This service program is expected to be able to solve the problems faced by partners, namely handling pig manure. On the other hand, making biogas from livestock manure can also help the community's economy. The gas produced can be used as fuel to replace kerosene or LPG gas which are increasingly rare and expensive on the market, so that people will save more. Keywords: animal manure; biogas; alternative energy.
Strategi media promosi untuk meningkatkan daya beli konsumen pada produk UKM Kerajinan Ratna Tengku Putri Lindung Bulan; Muslimah Muslimah; Yusnawati Yusnawati; Hana Nur'ainun Nisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26955

Abstract

Abstrak Mitra dari tim pengabdi adalah Kerajinan Ratna. Usaha ini memproduksi kerajinan tangan yang terbuat dari daun pandan dan bordir kain. Lokasi mitra berada di Desa Seuneubok Pidie, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Produk kerajinan dari daun pandan meliputi tikar, kotak tisu, sandal, sarung bantal, alas duduk, dan lainnya. Sementara itu, produk bordir dari kain mencakup mukena, jilbab, baju, dan sebagainya. Usaha kerajinan tersebut dikelola dalam skala rumah tangga dan diproduksi sesuai permintaan pelanggan. Permasalahan yang dihadapi yaitu rendahnya pengetahuan tentang promosi produk dan produk mitra belum dikenal oleh masyarakat luas. Metode kegiatan diawali dengan menentukan prioritas permasalahan, observasi dan wawancara serta pendampingan membuat brosur, katalog dan e-katalog sebagai media promosi. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan media promosi sehingga berkontribusi terhadap peningkatan penjualan mitra. Kata kunci: kerajinan ratna; promosi; brosur; katalog produk; e-katalog. Abstract The partner of the service team is Kerajinan Ratna. This business produces handicrafts made from pandan leaves and embroidered cloth. The partner location is in Seuneubok Pidie Village, Peureulak District, East Aceh Regency. Handicraft products from pandan leaves include mats, tissue boxes, sandals, pillowcases, sitting mats, and others. Meanwhile, embroidered fabric products include mukenas, headscarves, clothes, and so on. This craft business is managed on a household scale and produced according to customer requests. The problem faced is the lack of knowledge about product promotion and partner products that are not yet known to the wider community. The activity method begins with determining problem priorities, observations and interviews as well as assistance in making brochures, catalogs and e-catalogs as promotional media. The result of this PKM activity is increasing partners' knowledge and skills in implementing promotional media, thereby contributing to increasing partner sales. Keywords: kerajinan ratna; promotion; brochure; product catalog; e-catalog.
Inovasi berkelanjutan dalam pengolahan limbah menjadi eco-enzym dan produk kerajinan kerang di Desa Tambaksari Firda Ainun Nisah; Wahyudin Wahyudin; Wilma Nurrul Adzillah; Kania Ratnawati; Faris Diaztu Febrian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27075

Abstract

Abstrak Kehadiran limbah organik dari kegiatan domestik dan limbah cangkang kerang merupakan salah satu persoalan yang ada di masyarakat Desa Tambaksari yang berada di daerah pesisir. Persoalan ini menimbulkan dampak negatif pada masyarakat seperti timbulnya bau busuk dan lingkungan menjadi kurang bersih. Perlu dilakukan solusi yang tepat untuk mengurangi masalah tersebut dengan membuat eco-enzym dari limbah organik dan membuat kerajinan dari limbah cangkang kerang. Pelaksanaan terdiri dari 3 tahap dalam setiap kegiatan yaitu persiapan, sosialisasi, dan pelatihan. Persiapan dilakukan untuk mengetahui permasalahan desa, sosialisasi untuk memberikan dan meningkatkan pengetahuan, dan pelatihan untuk memberikan ketrampilan bagi warga desa. Pembuatan eco-enzym telah sukses meningkatkan pengetahuan masyarakat mencapai 91,66% dan keterampilan pelatihan mencapai 87,5%. Kegiatan pembuatan kerajinan limbah cangkang kerang peningkatan pengetahuan masyarakat mencapai 90,56% dan keterampilan pelatihan mencapai 85,71%. Warga desa telah berhasil secara mandiri membuat eco-enzym dan kerajinan kerang sebagai wujud pengolahan sampah secara berkelanjutan. Kata kunci:  eco-enzym; kerajinan kerang; pengolahan sampah. Abstract The presence of organic waste from domestic activities and shellfish shells is one of the issues faced by the community of Tambaksari Village, which is located in the coastal area. This issue has negative impacts on the community, such as the emergence of foul odors and a decrease in environmental cleanliness. It is necessary to implement the right solutions to reduce the problem by creating eco-enzymes from organic waste and making crafts from marine debris. The implementation consists of 3 stages in each activity, namely preparation, socialization, and training. Preparation to find out village problems, socialization to provide and improve knowledge, and training to provide skills for villagers. The production of eco-enzymes has successfully increased community knowledge to 91.66% and training skills to 87.5%. The activity of making crafts from shell waste has seen an average increase in community knowledge to 90.56% and training skills to 85.71%. The villagers have independently produced Ecoenzymes and shell crafts as a form of sustainable waste management. Keywords: eco-enzym; shell craft; waste management.
Pelatihan digital marketing bagi warga belajar Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kartika di Kabupaten Purbalingga Jeffri Prayitno Bangkit Saputra; Hanenda Putri Zamora; Putri Vidia Lestari; Rahayu Linda Kusuma; Tarwoto Tarwoto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27401

Abstract

AbstrakPendidikan nasional memiliki subsistem pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan pendidikan informal. Pendidikan nasional memiliki subsistem pendidikan yaitu pendidikan nonformal salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan non-formal yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). PKBM Kartika merupakan salah satu penyelenggara PKBM di Kabupaten Purbalingga yang menyelenggarakan Program Pendidikan Kesetaraan, yang terdiri dari Paket B dan Paket C. Kendala pada mata pelajaran keterampilan berwirausaha di PKBM Kartika adalah materi pemasaran produk agar omset meningkat, sedangkan warga belajar PKBM Kartika belum memiliki keterampilan dalam memasarkan menggunakan teknologi (Digital Marketing) dan tutor PKBM belum terampil praktik pemasaran produk dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital (Digital Marketing). Upaya penggunaan digital marketing dapat dilakukan menggunakan media sosial yang terkemuka seperti Instagram, Facebook, X, Youtube dan berbagai macam platform media sosial lainnya. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Oktober 2024 dengan tujuan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan keterampilan warga belajar dan Tutor PKBM Kartika dalam pemasaran produk dan jasa dengan memanfaatkan teknologi (Digital Marketing). Setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan disimpulkan bahwa pemahaman warga belajar PKBM Kartika tentang digital marketing mengalami peningkatan. Kata kunci: PKBM; teknologi; digital marketing AbstractNational education has educational subsystems, namely formal education, non-formal education, and informal education. National education has a subsystems of education, one of which is non-formal education, and one form of organizing non-formal education is the Community Learning Center (PKBM). PKBM Kartika is one of the organizers of PKBM in Purbalingga Regency that conducts the Equal Education Program, which consists of Package B and Package C. The challenge in the entrepreneurship skills subject at PKBM Kartika is the marketing material to increase sales, while the learners at PKBM Kartika do not yet have the skills to market using technology (Digital Marketing), and the tutors at PKBM are not skilled in practicing product marketing by utilizing advancements in digital technology (Digital Marketing). Efforts to utilize digital marketing can be carried out using prominent social media platforms such as Instagram, Facebook, X, YouTube, and various other social media platforms. The purpose of this community service activity is to enhance the skills of learners and tutors at PKBM Kartika in marketing products and services by utilizing technology (Digital Marketing). After the training activities were conducted, it was concluded that the understanding of digital marketing among the PKBM Kartika learners had improved. Keywords: PKBM; technology; digital marketing
Pembekalan bahasa korea dasar bidang pariwisata guna meningkatkan keterampilan komunikasi siswa SMK Negeri 3 Denpasar, Bali Ashanti Widyana; Didin Samsudin; Asma Azizah; Jayanti Megasari; Teja Mustika; Ibrahim Ibrahim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28014

Abstract

AbstrakSetelah pandemi melanda, Indonesia mulai bangkit untuk memulihkan roda perekonomian yang sempat terhenti. Salah satu sektor yang kembali menggeliat pasca pandemi adalah pariwisata, terutama di Bali. Bali memiliki daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara, terutama wisatawan dari Korea Selatan yang pada tahun 2023 menyumbang sebanyak 226.789 orang wisatawan atau sekitar 4,3 % dari total wisatawan mancanegara yang berwisata ke Bali. Industri pariwisata Bali yang semakin pulih meningkatkan kebutuhan tenaga profesional yang mampu berbahasa Korea, khususnya yang mendukung layanan pariwisata. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu elemen penting untuk menyiapkan generasi muda untuk memenuhi kebutuhan ini. Sebagai bentuk dukungan untuk mempersiapkan lulusan yang berkompeten dalam bahasa Korea bidang pariwisata, dilaksanakanlah program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar bahasa Korea. Program ini menggunakan metode pembelajaran bauran (blended learning), menggabungkan sesi daring melalui Zoom dan tatap muka di SMKN 3 Denpasar. Sebanyak 20 siswa dari SMKN 3 Denpasar menjadi peserta pelatihan, yang difokuskan pada penguasaan bahasa Korea dasar untuk pariwisata. Pelatihan ini dirancang dengan bahan ajar khusus, silabus terstruktur, dan panduan praktis. Hasil program ini mencakup lima luaran utama: panduan bahasa Korea untuk pariwisata, hak kekayaan intelektual (HKI), publikasi di jurnal nasional, liputan media massa, dan video dokumentasi kegiatan. Diharapkan, kegiatan ini mampu membekali siswa dengan keterampilan bahasa Korea yang relevan dan mendukung peningkatan kompetensi mereka di industri pariwisata. Kata kunci: bahasa korea dasar; Bali, blanded learning; pariwisata; pembekalan; pengabdian kepada masyarakat; sekolah menengah kejuruan  AbstractAfter the pandemic, Indonesia began to recover its economy, with tourism being one of the sectors that thrived again, particularly in Bali. Known for its unique charm, Bali remains a favorite destination for domestic and international tourists. In 2023, South Korean tourists made up 4.3% of international visitors to Bali, totaling 226,789 arrivals. This recovery has created a growing need for professionals proficient in Korean to support tourism services. Vocational High Schools (SMK) are pivotal in preparing students to meet this demand. To enhance their skills, a community service program was conducted at SMKN 3 Denpasar, focusing on basic Korean language proficiency for tourism purposes. The program used a blended learning approach, combining online sessions via Zoom with face-to-face classes. Twenty students participated in the training, which included specialized teaching materials, a structured syllabus, and practical exercises. Key outcomes included a Korean language guide for tourism, intellectual property rights registration, publication in a national journal, media coverage, and a video documentation of the activities. This initiative aims to equip students with essential Korean language skills, enabling them to thrive in Bali’s recovering tourism sector and meet its professional demands effectively. Keywords: Bali; basic korean language; blended learning; community service; facilitating; tourism; vocational high school
Edukasi pembuatan worksheet berbasis aplikasi canva untuk meningkatkan kompetensi guru di era revolusi industri 4.0 Nina Puspitaloka; Evi Karlina Ambarwati; Een Nurhasanah; Yana Cahyana; Reva Azzahra; Kartika Dewi Nurjanah; Azizatun Nisa; Mery Ardiyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27020

Abstract

Abstrak Dalam perkembangan pendidikan di era 4.0 saat ini menekankan pada pendekatan pembelajaran berbasis TPACK (Technological, Pedagogical, Content, Knowledge), sehingga guru harus memanfaatkan teknologi digital, fasilitas komunikasi dan jaringan yang sesuai agar mampu mengelola dan memfasilitasi proses pembelajaran berbasis TIK dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Edukasi pembuatan worksheet berbasis canva untuk guru-guru RA di era Revolusi Industri 4.0 menjadi upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Penggunaan Canva dapat meningkatkan motivasi guru-guru RA At-Taqwa, sejalan dengan teori pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan. Program ini meliputi tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru merasa puas dengan kegiatan pengabdian ini dan menganggapnya efektif dalam membantu mereka menggunakan media digital dalam pembelajaran. Dari hasil yang didapat menyatakan bahwa edukasi pembuatan worksheet berbantuan Canva berhasil memberikan manfaat bagi guru-guru RA At-Taqwa dalam pengembangan keterampilan dan pengetahuan mereka terkait pembuatan worksheet menggunakan aplikasi Canva. Kata kunci: canva; kompetensi guru; revolusi industri 4.0; worksheet Abstract In the current educational of the 4.0 era, there is an emphasis on a TPACK (Technological, Pedagogical, Content, Knowledge) approach to teaching, which requires teachers to utilize digital technology, communication tools, and appropriate networks to effectively manage and facilitate technology-enhanced learning processes to achieve educational goals. Canva-based worksheet-making education for kindergarten teachers in the era of the Industrial Revolution 4.0 is an effort to improve their knowledge and skills. The use of Canva can increase the motivation of At Taqwa kindergarten teachers, in line with the theory of utilising information technology in education. This program consists of three main stages: preparation, implementation, and evaluation. The activity implementation stage is carried out using lecture, demonstration, hands-on practice, and mentoring methods. Research results show that the majority of teachers are satisfied with this activity and consider it effective in assisting them with using digital media in their teaching. The findings indicate that the Canva-based worksheet creation training has successfully benefited RA At-Taqwa teachers by improving their skills and knowledge in creating worksheets using the Canva application. Keywords: canva; teacher competence; industrial revolution 4.0; worksheet
Edukasi dan pelatihan cara mengukur mental toughness atlet pada guru olahraga di Jayapura Miftah Fariz Prima Putra; Tri Setyo Guntoro; Agus Zainuri; Gerdha Kristina Ivony Numberi; Skolastika Jelita; Markus Wahyu Moat Natin Lewar; Ikhsan Ikhsan; Nanda Aprilia Gandinni; Rita Watiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27487

Abstract

Abstrak Mental atlet diyakini sebagai dimensi yang sangat menentukan prestasi atlet di lapangan. Namun sayangnya, belum banyak yang memahami bagaimana cara mengukur mental atlet. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan tentang cara mengukur mental toughness pada guru olahraga di Jayapura. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: edukasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 21 guru olahraga mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 90.5% menjawab tidak mengetahui instrumen terstandar dalam mengungkap mental atlet dan hanya 9.5% yang menjawab mengetahui. Melalui kegiatan ini, guru olahraga di kota Jayapura mengetahui beberapa instrumen terstandar dalam mengungkap mental toughness pada atlet. Selain itu, guru olahraga juga melakukan pengukuran aspek mental toughness pada atletnya dengan baik. Kata kunci: instrument mental atlet; mental toughness; guru olahraga. Abstract An athlete's mentality is believed to be a dimension that determines an athlete's performance on the field. But unfortunately, not many people understand how to measure an athlete's mentality. Therefore, this community service activity aims to provide education and training on how to measure mental toughness in physical education teachers in Jayapura. This service activity is carried out through four stages, namely: education, training, mentoring, and evaluation. A total of 21 physical education teachers participated in this activity. The results of the activity showed that as many as 90.5% answered that they did not know about standardized instruments for revealing athletes' mental health and only 9.5% answered that they knew. Through this activity, physical education teachers in the city of Jayapura learned about several standardized instruments for revealing mental toughness in athletes. Apart from that, the teachers also measured aspects of mental toughness in their athletes well. Keywords: athlete's mental instrument; mental toughness; physical education teacher.