cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan pembuatan struktur kimia menggunakan software chemdraw bagi siswa SMA Daar El-Qolam 2 kabupaten Tangerang Roza Ruspita; Ade Irmadiki Agipa; Siti Ilsa Nurhaliza; Selly Intansya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22885

Abstract

AbstrakPelatihan pembuatan struktur kimia dengan menggunakan aplikasi ChemDraw telah dilaksanakan di SMA Daar El Qolam 2 Kabupaten Tangerang. ChemDraw merupakan suatu aplikasi dalam ChemOffice yang digunakan untuk membuat struktur Kimia. Pemanfaatan media pembelajaran ChemDraw dapat memudahkan dalam membuat dan memahami struktur kimia 2D maupun 3D. Kegiatan pelatihan pembuatan struktur kimia dengan ChemDraw ini diikuti oleh 24 peserta didik Kelas XI MIPA SMA Daar El Qolam 2 Kabupaten Tangerang. Pelatihan ini dilaksanakan dengan tahapan persiapan dan sosialisasi, pelaksanaan, serta evaluasi dan pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 24 peserta mengikuti dan pelatihan dan sebanyak 24 peserta atau 100% peserta mengisi kuesioner yang diberikan. Setelah dilakukan pelatihan, para peserta yang terdiri dari peserta didik dapat mengoperasikan ChemDraw, membuat struktur kimia dengan ChemDraw dan Chem3D, serta memodelkanya dengan media molymod. Setelah mengikuti pelatihan, sebanyak 37,50% peserta sangat setuju dengan materi pelatihan yang diberikan, dan 62,50% menyatakan setuju dengan materi yang diberikan. Peserta pelatihan menilai bahwa kegiatan ini bermanfaat dan diharapkan dapat diadakan secara berkelanjutan agar semakin memahami langkah-langkah pembuatan struktur kimia dengan ChemDraw. Kata kunci: chemdraw; pelatihan; sekolah; struktur kimia. AbstractTraining on making chemical structures using ChemDraw application has been carried out at Daar El Qolam 2 High School, Tangerang Regency. ChemDraw is an application in ChemOffice that is used to create chemical structures. Utilizing the ChemDraw learning media makes it easier to create and understand 2D and 3D chemical structures compared to manually. The training activity for making chemical structures using ChemDraw was attended by 24 students from Class XI MIPA SMA Daar El Qolam 2, Tangerang Regency. This training was carried out in stages of preparation and socialization, implementation, as well as evaluation and reporting. The results of the activity showed that as many as 24 participants took part in the training and as many as 24 participants or 100% of participants filled in the questionnaires given. After training, the participants, consisting of students, were able to operate ChemDraw, create chemical structures with ChemDraw and Chem3D, and model them using molymod media. After attending the training, 37.50% of participants strongly agreed with the training material provided, and 62.50% agreed. The training participants considered that this activity was useful and hoped that it could be held on an ongoing basis to better understand the steps for making chemical structures with ChemDraw. Keywords: chemdraw; training; school; chemical structure
Edukasi ketahanan mental generasi muda: program pengabdian untuk pencegahan bunuh diri Indra Saputra; Rahmiati Rahmiati; Hayatunnufus Hayatunnufus; Febri Silvia; Rahmi Oktarina; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23593

Abstract

AbstrakLatarbelakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya fenomena bunuh diri di kalangan generasi muda menjadi isu global dan juga menjadi isu yang terus meningkat di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh masalah kesehatan mental remaja yang disebabkan tekanan akademis, masalah keluarga, kesulitan hubungan sosial, serta pengaruh negatif media sosial. Masalah selanjutnya juga terkait dengan kurangnya dukungan psikososial dan ketidakmampuan mengelola stres bagi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental remaja untuk mencegah terjadinya bunuh diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan praktik. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang dengan latar belakang profil dan daerah asal yang beragam. Kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang mencakup antara lain penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, pendampingan dalam penyusunan rencana strategis pencegahan bunuh diri dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan mendeskripsikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat memahami substansi kegiatan dengan baik. Hasil berikutnya adalah peserta dapat menyusun rencana strategis pencegahan bunuh diri yang dapat diimplementasikan dalam konteks individu maupun masyarakat. Rencana strategis pencegahan tersebut antara lain program pelatihan ketahanan mental di sekolah, sistem pendukung peer counselor (konselor sebaya), kampanye kesadaran kesehatan mental, workshop orang tua dan guru, layanan konseling terintegrasi, program edukasi dan latihan mindfulness, pusat informasi dan dukungan kesehatan mental, program ekstrakurikuler yang menunjang kesehatan mental. Secara keseluruhan, tujuan kegiatan edukasi ini dapat dicapai dengan maksimal. Terakhir, saran yang dapat diberikan adalah agar program pendampingan yang sejalan dapat diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; ketahanan mental; generasi muda; bunuh diri. Abstract The background of this community service activity is the increasing phenomenon of suicide among young people, which has become a global issue and is also rising in Indonesia. This phenomenon is caused by mental health problems among teenagers due to academic pressure, family issues, social relationship difficulties, and the negative influence of social media. Additionally, there is a lack of psychosocial support and an inability to manage stress among teenagers. This community service activity aims to provide education related to teenage mental health to prevent suicide. The methods used in this activity include delivering educational materials, discussions and Q&A sessions, assistance in formulating strategic suicide prevention plans, and activity evaluation. The results of the activity indicate that all participants could follow the activity well and understand its substance. Furthermore, the participants were able to develop strategic suicide prevention plans that can be implemented on both individual and community levels. These strategic prevention plans include mental resilience training programs in schools, peer counselor support systems, mental health awareness campaigns, workshops for parents and teachers, integrated counseling services, education and mindfulness training programs, mental health information and support centers, and extracurricular programs that support mental health. Overall, the educational objectives of this activity were successfully achieved. Finally, it is recommended that similar supportive programs be provided regularly and continuously. Keywords: education; mental resilience; young generation; suicide.
Penguatan budidaya kopi organik dan pengendalian hama berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Pace, Jember Kurnianto, Agung S.; Dewi, Nilasari; Haryadi, Nanang Tri; Sari, Sasmita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26684

Abstract

Abstrak Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, merupakan salah satu wilayah penghasil kopi utama di Indonesia. Namun, pada tahun 2023 terjadi penurunan signifikan dalam produktivitas kopi akibat serangan hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dan tingginya harga pupuk subsidi. Untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan program pengabdian masyarakat berbasis mahasiswa yang berfokus pada pengenalan metode pertanian organik. Program ini mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan bagi kelompok tani "Abadi" dan "Taman Tirto" untuk menerapkan budidaya kopi organik yang terintegrasi. Pelatihan meliputi pembuatan bibit kopi organik, pupuk organik dari bahan lokal, serta pengendalian hama secara hayati menggunakan Beauveria bassiana dan sarang semut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produktivitas dari 5,47 kuintal per hektar menjadi 6,0 kuintal per hektar pada kelompok "Abadi" dan 6,1 kuintal per hektar pada kelompok "Taman Tirto." Selain itu, serangan PBKo berhasil dikendalikan dengan penurunan kerusakan dari 60% menjadi 36% dan 34%. Program ini juga meningkatkan manajemen kelompok tani melalui pembentukan badan pengelola input organik dan sertifikasi pertanian organik, yang berkontribusi pada peningkatan keberlanjutan dan nilai ekonomi petani kopi di Desa Pace. Kata Kunci :  kopi organik;  penggerek buah kopi;  beauveria bassiana; pupuk organik;  manajemen kelompok tani AbstractPace Village, Silo District, Jember Regency, is one of the main coffee producing areas in Indonesia. However, in 2023 there was a significant decline in coffee productivity due to attacks by the Coffee Berry Borer (PBKo) pest and the high price of subsidized fertilizers. To overcome this challenge, a student-based community service program was carried out that focused on introducing organic farming methods. This program includes socialization, training, and mentoring for the "Abadi" and "Taman Tirto" farmer groups to implement integrated organic coffee cultivation. The training includes making organic coffee seeds, organic fertilizers from local materials, and biological pest control using Beauveria bassiana and ant nests. The results of the activity showed an increase in productivity from 5.47 quintals per hectare to 6.0 quintals per hectare in the "Abadi" group and 6.1 quintals per hectare in the "Taman Tirto" group. In addition, the PBKo attack was successfully controlled with a decrease in damage from 60% to 36% and 34%. This program also improves the management of farmer groups through the establishment of an organic input management body and organic farming certification, which contributes to increasing the sustainability and economic value of coffee farmers in Pace Village. Keywords: organic coffee; coffee berry borer; beauveria bassiana; organic fertilizer; farmer group management
Pelatihan menulis kreatif dan ilmiah sebagai wahana berlatih berpikir kritis di SMA Sains Cahaya Al-Qur’an Kota Pekalongan Mukhlis, Abdul; Izzah, Baqyiyatul; Puspitaningrum, Diah; Shofiani, Rissa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27282

Abstract

AbstrakKekhawatiran mengenai ketidakmampuan peserta didik dalam mewujudkan keterampilan berpikir kritis dan ketiadaan kegiatan ekstrakurikuler berbasis menulis di SMA Sains Cahaya Al-Qur’an Kota Pekalongan, mendorong tim pengabdi dari Tadris Bahasa Indonesia UIN Gus Dur Pekalongan melakukan pelatihan menulis kreatif dan ilmiah yang dikemas melalui kegiatan pengabdian kolaboratif. Pengabdian ini bertujuan agar peserta didik mampu membuat sebuah karya tulis, baik populer maupun ilmiah, yang berdasar dari aktivitas berpikir kritis siswa. SMA Sains Cahaya Al-Qur’an Kota Pekalongan merupakan sekolah yang mempunyai potensi besar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa karena pembelajaran yang dilakukan diwujudkan dengan mengintegrasikan ilmu agama dan sains. Dalam praktiknya, potensi ini belum mampu dioptimalkan oleh sekolah karena siswa tidak memiliki wadah untuk mengekspresikan keterampilan berpikir kritis tersebut. Sebanyak 25 siswa dalam kegiatan ini, diberikan pelatihan tentang cara menulis kreatif dan ilmiah sebagai salah satu langkah untuk melatih keterampilan berpikir kritis. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini memanfaatkan pendekatan service learning. Melalui metode tersebut, keterampilan berpikir kritis siswa dapat terlatih dan terwadahi dengan baik. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa siswa-siswi SMA Sains Cahaya Al-Qur’an mampu menggali ide hingga mengembangkan kerangka dan menyunting tulisan melalui teknik menulis berantai, teknik menulis Amati, Bayangkan, Tuliskan, dan Kembangkan (ABTK), dan gali ide, buat kerangka, kembangkan, dan sunting dalam kegiatan pelatihan yang diberikan tim pengabdi. Saran yang dapat diberikan yaitu adanya pengabdian berkelanjutan, baik oleh tim pengabdi maupun tim lainnya, yang sama-sama berfokus untuk memupuk kemampuan berpikir kritis siswa melalui keterampilan menulis. Kata kunci: pelatihan; menulis; menulis kreatif; menulis ilmiah; berpikir kritis. AbstractConcerns about the inability of students to develop critical thinking skills and the absence of writing-based extracurricular activities at SMA Sains Cahaya Al-Qur’an in Pekalongan prompted a team from the Indonesian Language Education Department at UIN Gus Dur Pekalongan to conduct training in creative and scientific writing as part of a collaborative community service initiative. This program aims to equip students with the skills to produce written works, both popular and scientific, rooted in critical thinking activities. SMA Sains Cahaya Al-Qur’an in Pekalongan has great potential to develop students' critical thinking skills, as the learning process there integrates religious and scientific knowledge. However, this potential has not been fully realized, as the school lacks a platform for students to express their critical thinking skills. In this program, 25 students were given training on creative and scientific writing techniques as a step to hone their critical thinking skills. The training employed a service-learning approach, which effectively nurtures and channels students' critical thinking abilities. The results of this program show that students at SMA Sains Cahaya Al-Qur’an can explore ideas, develop frameworks, and edit their writing using techniques such as chain writing, the Observe, Imagine, Write, and Develop (ABTK) technique, and methods to brainstorm ideas, outline, expand, and edit. It is recommended that there be ongoing community service initiatives, either by this team or other teams, to consistently focus on fostering students' critical thinking skills through writing. Keywords: training; writing; creative writing; scientific writing; critical thinking.
Membangun keyakinan dan peningkatan wawasan entrepreneurship untuk generasi muda Albab, Farah Nisa Ul; Legowati, Diah Ayu; Milenia, Fitria Fajar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.27976

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul “Membangun Keyakinan Dan Peningkatan Wawasan Entrepreneurship Untuk Generasi Muda” yang telah di laksanakan pada tanggal 14 Mei 2024 di MAN 2 Jakarta Timur. Kegiatan ini di lakukan secara offline. Dengan dibekali wawasan entrepreneurship diharapkan lulusan MAN 2 Jakarta siap dalam memasuki dunia perbisnisan. Oleh karena itu, kami mengajukan pengabdian Masyarakat kepada siswa MAN 2 Jakarta untuk mengatasi permasalah tersebut. Kegiatan pengabdian ini memberikan edukasi terhadap generasi Z untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada gen Z agar berani dan siap ketika ingin membuka usaha. Keyakinan dan wawasan entrepreneurship ini juga dapat membantu untuk pemula ketika ingin memulai membuka usaha. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil post test menunjukkan peningkatan dalam interpretasi data yang tinggi (nilai ≥ 80). Hasil pengolahan data pre test dan post test sebagai profil pengetahuan peserta pemahaman terkait wawasan tentang entrepreneurship. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tentang topik yang disampaikan dalam pelatihan. Kata kunci: pengabdian; kewirausahaan; pelatihan; wawasan; keyakinan. AbstractCommunity Service Activities titled "Building Confidence and Increasing Entrepreneurship Insights for the Young Generation" was carried out on May 14 2024 at MAN 2 East Jakarta. This activity is carried out offline. By being equipped with Entrepreneurship insight, it is hoped that MAN 2 Jakarta graduates will be ready to enter the world of business. Therefore, we propose community service to MAN 2 Jakarta students to overcome this problem. This service activity provides education for generation Z to foster an entrepreneurial spirit in gen Z so that they are brave and ready when they want to open a business. This entrepreneurial belief and insight can also help beginners when they want to start a business.  The stages of implementing community service activities consist of three stages, namely planning, implementation and evaluation. The post test results showed a high increase in data interpretation (score ≥ 80). The results of pre-test and post-test data processing as a knowledge profile of participants' understanding regarding insights about Entrepreneurship. This shows an increase in understanding of the topics presented in the training. Keywords: devotion; entrepreneurship; training; outlook; confidence.
Peningkatan pendapatan masyarakat dengan diversifikasi produk olahan cabai Sapriani Boru Tumanggor; Yuni Irfan; Yutresa Chaya Ningrum; Agil Ramadhani; Muhammad Fakhrurozi Abdurrahman Syah; Fiana Podesta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23464

Abstract

Abstrak Cabai merah adalah salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai harga jual yang tinggi dan juga komoditas sayuran yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, terutama di Provinsi Bengkulu merupakan daerah yang terkenal dengan produksi cabai karena memiliki iklim yang cocok untuk pertumbuhan cabai sehingga dimana tanaman cabai tumbuh subur di Provinsi Bengkulu. Harga jual cabai tanpa diolah saja sudah memiliki harga yang tinggi tetapi kendala dalam peroses masa simpan yang tidak bisa bertahan lama, sering menjadi kendala petani setelah panen dari permasalahan tersebut lah penulis memutuskan untuk membuat jurnal yang berjudul “Peningkatan Pendapatan Masyarakat Dengan Diversifikasi Produk Olahan Cabai“ untuk membantu masyarakat membuat olahan cabai menjadi produk sehingga menjadi nilai tambah dan salah satu alternatif untuk membantu permaslahan daya simpan cabai. Petani dan Masyarakat menerima pemahaman dalam hal inovasi pembuatan kreasi oalahan cabai. Selaian itu masyarakat dapat menambah pemasukan dan mengendalikan daya simpan. Artikel ini terbatas pada pelaksanana PKM-K ISS PKKM UM Bengkulu. Kata kunci: sambal cabai; olahan; makanan AbstractRed chili is one of the horticultural chicken crops which has a high selling price and is also a vegetable commodity that is mostly consumed by Indonesian people, especially in Bengkulu Province, which is an area famous for chili production because it has a suitable climate for the growth of chilies so that chili plants grow abundantly. in Bengkulu Province. The selling price of unprocessed chilies is already high, but the problem in the process is that the shelf life cannot last long, which often becomes an obstacle for farmers after harvest. Due to this problem, the author decided to create a journal entitled "Increasing Community Income by Diversifying Processed Chili Products." to help people make processed chilies into products so that they add value and are an alternative to help with the problem of chili storage capacity. Farmers and the community receive understanding regarding innovation in making processed chili creations. Apart from that, people can increase their income and control their savings. This article is limited to the implementation of PKM-K ISS PKKM UM Bengkulu. Keywords: green mussels; cultivation; processing; food
Pendampingan komunitas belajar pendidikan anak usia dini di daerah Ibu Kota Nusantara (IKN) Paser Penajam Utara Ayu Aprilia Pangestu Putri; Pareng Nuraini; Halida Halida; Chandra Fauzi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23041

Abstract

Abstrak Pembentukan komunitas belajar dalam penerapan kurikulum bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, akan tetapi data terkait pelaksanaan komunitas belajar yang diketahui masih belum maksimal. Pendampingan ini bertujuan sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan pada pendidikan anak usia dini di daerah Paser Penajam Utara yang berada di Ibu Kota Nusantara. Pendampingan dilaksanakan pada empat lembaga pendidikan anak usia dini dipilih karena minimnya penerapan komunitas belajar pada lembaga tersebut. Kegiatan dilakukan dengan diskusi awal terkait pemerolehan informasi hambatan dalam pelaksanaan komunitas belajar, dilanjutkan dengan pelatihan untuk pembentukan komunitas belajar, pemberian materi pendukung, evaluasi dan berbagi praktik baik pelaksanaan komunitas belajar. Dengan dilaksanakan pendampingan ini guru menjadi lebih kompeten dalam merancang kegiatan pembelajaran untuk anak usia ini. Lebih jauh, pendampingan ini membawa manfaat pada pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan serta dapat dijadikan upaya dalam memotivasi guru untuk menciptakan pembelajaran berkualitas sesuai dengan tujuan pelaksanaan komunitas belajar dalam Kurikulum merdeka. Kata kunci: pendampingan; komunitas belajar; paud. Abstract The formation of a learning community in implementing the curriculum aims to improve the quality of education; however, data related to the implementation of the learning community is known to have not been optimal. This assistance aims to improve the quality of education in early childhood education in the Paser Penajam Utara area in the archipelago's capital city. Mentoring is carried out at four early childhood education institutions chosen because of the minimal implementation of learning communities at these institutions. Activities were carried out with initial discussions related to obtaining information on obstacles in implementing learning communities, followed by training for forming learning communities, providing supporting materials, and evaluating and sharing good practices in implementing learning communities. By implementing this assistance, teachers become more competent in designing learning activities for children of this age. Furthermore, this assistance benefits the continuous development of teacher competency and can motivate teachers to create quality learning following the objectives of implementing learning communities in the independent curriculum. Keywords: accompaniment; learning community; early childhood education programs.
Pelatihan penggunaan aplikasi canva untuk mendesain media pembelajaran interaktif di MTS Birrul Walidan NWDI Rensing Isnaini, Isnaini; Maemunah, Maemunah; Setiawan, Ifan; Sajida, Hanna; Iswadin, Iswadin; Hidayaturrahman, Muhammad Dani; Ningsih, Wiwik Ayu Fitriah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27052

Abstract

AbstrakPelatihan penggunaan aplikasi Canva untuk mendesain media pembelajaran interaktif di MTs Birrul Walidain NWDI Rensing bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menciptakan materi ajar yang lebih menarik, kreatif, dan interaktif. Seiring dengan perkembangan teknologi, pemanfaatan alat desain digital seperti Canva menjadi penting dalam menunjang proses pembelajaran yang lebih visual dan efektif. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh guru-guru dari berbagai latar belakang, dengan metode penyampaian berupa pemberian materi dan praktik langsung. Pelatihan berlangsung selama satu hari, dimulai dengan pemberian materi dasar tentang antarmuka dan fitur utama Canva, diikuti dengan praktik pembuatan media pembelajaran seperti poster, infografis, dan presentasi interaktif. Para peserta diberikan bimbingan untuk mengeksplorasi fitur-fitur Canva, serta dilibatkan dalam sesi diskusi dan tanya jawab untuk mengatasi kendala teknis maupun pedagogis. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam mendesain media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar. Kendala yang dihadapi dalam pelatihan mencakup keterbatasan perangkat dan koneksi internet, serta variasi tingkat keterampilan teknologi peserta. Namun, solusi berupa pendampingan individual, penggunaan perangkat alternatif, serta pengayaan materi secara daring berhasil membantu mengatasi masalah tersebut. Dengan pelatihan ini, diharapkan guru-guru dapat lebih optimal dalam mengintegrasikan media visual berbasis Canva dalam pengajaran mereka, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Kata kunci: pelatihan; canva; media pembelajaran interaktif; teknologi pendidikan; desain grafis AbstractThe training on the use of the Canva application to design interactive learning media at MTs Birrul Walidain NWDI Rensing aims to improve teachers' skills in creating more interesting, creative, and interactive teaching materials. Along with the development of technology, the use of digital design tools such as Canva is important in supporting a more visual and effective learning process. This training activity was attended by teachers from various backgrounds, with delivery methods in the form of providing material and direct practice. The training lasted for one day, starting with basic material on Canva's interface and key features, followed by hands-on learning media creation such as posters, infographics, and interactive presentations. Participants were given guidance to explore Canva's features, and were involved in discussion and Q&A sessions to overcome technical and pedagogical obstacles. The results of the training showed an improvement in participants' skills in designing learning media that could increase student involvement in the teaching and learning process. The obstacles faced in the training include limited devices and internet connections, as well as variations in participants' technological skill levels. However, solutions in the form of individual mentoring, the use of alternative devices, and online enrichment have succeeded in overcoming these problems. With this training, it is hoped that teachers can be more optimal in integrating Canva-based visual media in their teaching, which in turn can improve the quality of learning in the classroom. Keywords: training; canva; interactive learning media; educational technology; graphic design.
Gastrodiplomasi olahan ikan: upaya penguatan UMKM Kota Semarang di pasar global Hapsoro, Bayu Bagas; Musyono, Ari Dwi Nur Indriawan; Rosidah, Rosidah; Rachmadi, Moch Faizal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27434

Abstract

AbstrakIkan bandeng telah menjadi produk ciri khas dan identitas tersendiri bagi Kota Semarang. Ikan bandeng dapat diolah menjadi berbagai macam diversifikasi produk yang ada dengan tingkat nutisi tinggi, utamanya kandungan Omega 3. Suatu model pendekatan yang humanis berbasis kuliner tersebut dikenal dengan gastrodiplomasi. Model gastrodiplomasi ini sangatlah cocok sebagai upaya penguatan sektor UMKM Kota Semarang di pasar global salah satunya pada sentra bandeng di Kelurahan Tambakrejo, Gayamsari. Mitra pengabdian ini adalah Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR) Global Milkfish. Adapun permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah pada aspek pemasaran dan aspek produksi. Pada aspek pemasaran, mitra terkendala terbatasnya cakupan area pemasaran, perizinan usaha, desain kemasan kurang diminati konsumen dan belum ada legalitas usaha yang lengkap. Pada aspek produksi, permasalahannya adalah mitra belum menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang optimal. Disamping itu, diversifikasi produk bandeng yang masih terbatas dan minim. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mampu meningkatkan nilai tambah, nilai ekonomis dan keunggulan kompetitif dari potensi daerah yaitu ikan bandeng di Kota Semarang sehingga mampu memberikan multiplier effect optimal bagi semua pihak. Metode pengabdian adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan pengabdian adalah dengan diberikannya TTG berupa alat panci presto kapasitas 50kg, redesign paket kemasan produk, pelatihan diversifikasi produk dan pelatihan digital marketing. Kata kunci: diversifikasi produk; gastrodiplomasi; ikan bandeng; teknologi tepat guna; UMKM. AbstractMilkfish has become a signature product and identity for the city of Semarang. Milkfish can be processed into various diversified products with high nutritional content, especially Omega 3 content. A humanistic approach model based on culinary is known as gastrodiplomacy. This gastrodiplomacy model is very suitable as an effort to strengthen the MSME sector of Semarang City in the global market, one of which is in the milkfish center in Tambakrejo Village, Gayamsari. The partner for this service is the Global Milkfish Processing and Marketing Group (POKLAHSAR). The main problems faced by partners are in the marketing and production aspects. In the marketing aspect, partners are constrained by the limited scope of the marketing area, business licensing, packaging design is less popular with consumers and there is no complete business legality. In the production aspect, the problem is that partners have not used optimal Appropriate Technology (TTG). In addition, the diversification of milkfish products is still limited and minimal. The purpose of implementing this community service activity is to be able to increase the added value, economic value and competitive advantage of regional potential, namely milkfish in Semarang City so that it can provide an optimal multiplier effect for all parties. The community service method is socialization, training, application of technology, mentoring and evaluation and program sustainability. The results of the community service implementation are the provision of TTG in the form of a 50kg pressure cooker, redesign of product packaging packages, product diversification training and digital marketing training. Keywords: product diversification; gastrodiplomacy; milkfish; appropriate technology; MSMEs.
Pelatihan fotografi dan social media marketing untuk pengelolaan destinasi wisata Umbul Sidomulyo Kalasan Rr. Pramesthi Ratnaningtyas; Muhammad Yudha Pratama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23612

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat berangkat dari permasalahan mitra yang belum memaksimalkan sosial medianya dalam upaya untuk pengelolaan destinasi wisata Umbul Sidomulyo Kalasan. Selain itu, mitra tidak memiliki video yang menjadi media untuk memperkenalkan, mengidentifikasikan dan merepresentasikan Umbul Sidomulyo Kalasan sebagai objek wisata alam dan air. Karenanya, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan membagi tim dalam beberapa divisi. Tahapan pelaksanaan meliputi pra, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Kegiatan pelaksanaan berupa pelatihan fotografi dan social media marketing dengan narasumber yang memang menekuni bidang tersebut. Hasil kegiatan yakni mitra dapat lebih mengetahui peran dan pentingnya sosial media. Salah satunya sebagai media promosi atau marketing. Luaran dari kegiatan adalah tim memproduksi video profile mitra yang sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan terdaftar di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual. Tim juga turut membantu penataan unggahan postingan Instagram mitra dengan ambil bagian langsung pada sosial media mitra. Kata kunci: fotografi; social media marketing; umbul sidomulyo kalasan; destinasi wisata Abstract Community service stems from the problem of partners who have not maximized their social media in an effort to manage the Umbul Sidomulyo Kalasan tourist destination. Apart from that, partners do not have a video that can be used as a medium to introduce, identify and represent Umbul Sidomulyo Kalasan as a natural and water tourist attraction. Therefore, community service activities are carried out by dividing teams into several divisions. Implementation stages include pre, implementation and post implementation. Implementation activities include photography and social media marketing training with resource persons who are specialized in these fields. The result of the activity is that partners can better understand the role and importance of social media. One of them is as a promotional or marketing medium. The output of the activity is that the team produces video profiles of partners who already have Intellectual Property Rights (HKI) and are registered with the Directorate General of Intellectual Property. The team also helps organize partners' Instagram post uploads by taking part directly on partner social media. Keywords: photography; social media marketing; umbul sidomulyo kalasan; tourist destination