cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan pembuatan dan uji preferensi roti manis berbahan dasar mocaf pada siswa SMA Muhammadiyah 3 Kota Batu Husna, Afifa; Fahmi, Ilmam Zul; Damat, Damat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26908

Abstract

Abstrak Roti manis merupakan makanan yang sering dikonsumsi dan disukai oleh masyarakat Indonesia. Pada umumnya bahan dasar pembuatan roti yaitu menggunakan tepung terigu, akan tetapi penggunaan tepung terigu menyebabkan beberapa permasalahan pada pencernaan maupun dari segi ekonomi. Salah satu bahan substitusi yang dapat digunakan yaitu tepung singkong termodifikasi (modified cassava flour/Mocaf). Namun, cara pembuatan roti dari Mocaf belum banyak diketahui masyarakat. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan mocaf sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan roti manis, khususnya siswa SMA. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan hardskill siswa untuk memproduksi roti. Pelatihan ini dilakukan kepada siswa SMA Muhammadiyah 3 kota Batu dengan peserta sebanyak 24 siswa dan 4 orang guru. Tahapan pelatihan pembuatan roti antara lain (1) Pemberian materi di sekolah, (2) tanya jawab serta diskusi, dan (3) praktik membuat roti di UMM Bakery. Praktik pembuatan roti manis dimulai dari penyiapan bahan, mixing, fermentasi awal, pembagian adonan, penimbangan, fermentasi kedua, rounding, degassing, penopingan, final proofing, pemanggangan, dan pengemasan. Uji preferensi dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap roti berbahan mocaf dengan parameter kenampakan, warna, aroma, tekstur dan rasa. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan Uji T pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil pengabdian pembuatan roti dari mocaf dapat meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan tepung mocaf dan proses pembuatan roti manis. Hasil uji preferensi menunjukkan bahwa responden cenderung memiliki kesukaan pada roti yang berbahan terigu 100% dibandingkan dengan roti dari terigu : mocaf (85:15%) pada tekstur dan rasa (p-value <0.05), sedangkan kenampakan, warna, dan aroma tidak berbeda berdasarkan uji T.  Kata kunci: pengabdian; pelatihan; pembuatan roti; mocaf; uji preferensi. AbstractBread is often consumed by Indonesians. The ingredients for bread is flour, but its use causes several problems in the digestive system and economy. Flour in bread making can be substituted by modified cassava flour (Mocaf). However, the bread-making procedure from Mocaf is not widely known. The aim is to increase knowledge about mocaf as a substitute in bread-making to improve students' hard skills producing bread. This training was conducted for SMA Muhammadiyah 3 Batu students. The training was carried out by (1) lectures at school, (2) discussions, and (3) practice at UMM Bakery. The practice of making sweet bread starts from preparing ingredients, mixing, initial fermentation, dividing dough, weighing, second fermentation, rounding, degassing, topping, final proofing, baking, and packaging. The data were analyzed using the T-Test at a confidence level of 95%. The result of this program was the students’ knowledge about the use of mocaf and the process of making bread is increased. The results of the preference test showed that respondents tended to prefer bread made from 100% wheat flour compared to bread made from wheat: mocaf (85:15%) in texture and taste (p-value <0.05), while appearance, color, and aroma did not differ based on the T test.Keywords: devotion; training; bread making; mocaf; preference test.
Edukasi peningkatan pendapatan masyarakat melalui ecobricks menjadi produk komersial di RT 07 dusun Mavilla Rengganis desa Bujur kec. Labuapi kab. Lombok Barat Mas&#039;ad Mas&#039;ad; Anas Munandar; Nurin Rochayati; Soalihin Soalihin; Izzul Islam
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24601

Abstract

Abstrak Kota-kota besar di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan sebagian besar akhirnya diolah melalui pengurugan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kabupaten Lombok Barat juga mengalami masalah serupa, yang mengakibatkan kerugian lingkungan yang signifikan. Sampah plastik, dengan komponen zat-zat petrokimia yang berpotensi beracun, menimbulkan dampak negatif yang luas terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Dalam konteks ini, pendekatan pengelolaan sampah berbasis 4R (reduce, reuse, recycle, replace) menjadi penting untuk diterapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat di RT 07 Dusun Mavilla Rengganis Desa Bujur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat tentang penggunaan Ecobricks sebagai solusi pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui workshop yang melibatkan peserta, khususnya ibu rumah tangga, untuk mempelajari dan mempraktikkan pembuatan Ecobricks dari botol plastik bekas dan sampah plastik lainnya. Hasil kegiatanya menunjukkan tingginya antusiasme dan keterlibatan peserta dalam memahami dan menerapkan teknik Ecobricks. Ecobricks yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk seperti kursi taman, meja, dan pot bunga, memberikan nilai tambah ekonomis dan ekologis bagi masyarakat setempat. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan dalam pengelolaan sampah. Kesimpulannya, penggunaan Ecobricks sebagai pendekatan lokal dalam mengelola sampah plastik menunjukkan potensi besar dalam mengatasi masalah lingkungan di Kabupaten Lombok Barat. Dengan edukasi yang tepat dan keterlibatan aktif masyarakat, program ini dapat menjadi model inspiratif bagi daerah lain dalam mengurangi dampak negatif dari sampah plastik dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Kata kunci: edukasi; pendapatan masyarakat; ecobricks; produk komersial Abstract Large cities in Indonesia face serious challenges in waste management, with much of it ultimately processed through landfilling at Final Disposal Sites (TPA). West Lombok Regency also experiences similar issues, resulting in significant environmental damage. Plastic waste, containing potentially toxic petrochemical components, poses broad negative impacts on the environment and human health. In this context, a waste management approach based on the 4R principles (reduce, reuse, recycle, replace) becomes crucial for implementation. This study aims to introduce and educate the community in RT 07, Mavilla Rengganis Hamlet, Bujur Village, Labuapi Subdistrict, West Lombok Regency about the use of Ecobricks as a sustainable solution for plastic waste management. The community engagement method involves workshops engaging participants, especially housewives, to learn and practice making Ecobricks from used plastic bottles and other plastic waste. The results show high enthusiasm and participation among participants in understanding and applying Ecobricks techniques. The Ecobricks produced are then utilized to create various products such as garden chairs, tables, and flower pots, providing economic and ecological value to the local community. Implementation of this program is expected to reduce plastic waste pollution while increasing awareness of the importance of sustainable waste management practices. In conclusion, the use of Ecobricks as a local approach to managing plastic waste demonstrates significant potential in addressing environmental issues in West Lombok Regency. With appropriate education and active community involvement, this program can serve as an inspirational model for other regions to reduce the negative impacts of plastic waste and support environmental sustainability. Keywords: education; community income; ecobricks; commercial products.
Pelatihan pemutakhiran akun Sinta dan akun Bima bagi dosen tetap STIE Ganesha, Jakarta Hendra Candra; Ahmad Fadli; Aep Saefullah; Ramadani Pardian; Putri Noor Ramayanti; Haria Saputri; Sutariyono Sutariyono; Yandi Asmana; Ujang Kusnaedi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22858

Abstract

AbstrakPada lingkungan akademisi khususnya dosen pasti sudah sangat familiar dengan yang namanya website SINTA dan website BIMA. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk filtering dosen-dosen yang belum memiliki akun SINTA dan BIMA di lingkungan STIE GANESHA kemudian dilakukan pemutakhiran dengan cara updating, upgrading dan syncronzing pada akun-akun tersebut. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini adalah metode ceramah dan praktek langsung. Adapun hasil dari kegiatan PKM ini adalah seluruh dosen telah di buatkan akun BIMA yang nantinya dapat digunakan ketika ingin mengajukan proposal dana hibah penelitian dari KEMENBUDRISTEK, sedangkan untuk akun SINTA, jumlah dosen yang telah memiliki akun adalah sebanyak 34 Dosen dan setelah terselenggarakan kegiatan ini jumlahnya menjadi 44 Dosen yang berarti bertambah 10 Dosen dan juga seluruh dosen yang hadir diberikan workshop tentang bagaimana cara input dan sinkronisasi karya tulis yang telah mereka terbitkan di jurnal nasional maupun internasional kedalam akun SINTA mereka dengan tujuan untuk mendapatkan score SINTA.Kata kunci: pelatihan; akun sinta; akun bima; STIE Ganesha AbstractIn the academic environment, especially lecturers, they must be very familiar with the name SINTA website and BIMA website. The purpose of this activity is to filter lecturers who do not yet have SINTA and BIMA accounts within STIE GANESHA with the steps updating, upgrading and syncronzing these accounts. The methods used in this PKM activity are lecture methods and direct practice. The result of this PKM activity is that all lecturers are created a BIMA account which can later be used when they want to submit a research grant proposal from the Ministry of Culture and Technology, while for the SINTA account, the number of lecturers who already have an account is 34 lecturers and after this activity is held the number becomes 44 lecturers which means an increase of 10 lecturers and also all lecturers who attend are given workshops on how to input and synchronization of papers they have published in national and international journals into their SINTA accounts with the aim of obtaining SINTA scores. Keywords: training; sinta account; bima account; STIE Ganesha
Pendampingan pengembangan life skills siswa melalui kreasi mading di MTs NWDI Terara Waluyan, Robi Mandalika; Astari, Wiya Mela; Alfatah, Alfatah; Soge, Jumrah M.; Julfiyati, Julfiyati; Anggraini, Meli; Wati, Siti Rahma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27050

Abstract

Abstrak Seiring dengan percepatan globalisasi, kebutuhan terhadap kurikulum yang mengintegrasikan keterampilan ini semakin urgen dalam mengatasi tantangan seperti pengangguran dan ketidaksetaraan sosial. Pendidikan keterampilan hidup tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif, tetapi juga menekankan dimensi afektif dan psikomotorik, yang meliputi pengembangan kecerdasan emosional dan kemampuan beradaptasi. Kreasi mading di MTs NWDI Terara dapat menjadi media yang efektif dalam pengembangan keterampilan hidup siswa. Aktivitas ini tidak hanya mendorong kreativitas, tetapi juga melatih keterampilan komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, dan manajemen waktu siswa. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 15 september 2024 yang di awali dengan proses koordinasi bersama pihak sekolah, observasi lingkungan, penyusunan jadwal kegiatan, pelaksanaan program, pemantauan, penilaian indikator keberhasilan, hingga evaluasi dan refleksi yang melibatkan pengamatan warga sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh 8–10 peserta dari kelas VIII dan IX yang berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan efektif. Keterlibatan aktif guru, mahasiswa, dan siswa menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif, mengembangkan keterampilan komunikasi, kerjasama, manajemen waktu, dan pemecahan masalah pada siswa. Kata kunci: kreasi mading; pengembangan life skills. Abstract In response to the accelerating pace of globalization, the need for curricula that integrate life skillss has become increasingly critical in addressing issues such as unemployment and social inequality. Life skillss education not only enhances cognitive abilities but also emphasizes the affective and psychomotor dimensions, including emotional intelligence and adaptability. The "Mading" (wall magazine) project at MTs NWDI Terara serves as an effective medium for developing students' life skillss by fostering creativity and enhancing communication, teamwork, critical thinking, and time management skills. The program, initiated on September 15, 2024, commenced with coordination with school staff, environmental observation, activity planning, implementation, monitoring, success indicator assessment, evaluation, and reflection involving school stakeholders. The activity involved 8–10 participants from grades VIII and IX, who actively engaged in every phase of the program.The results indicate that the program was conducted in an organized and efficient manner. The active involvement of teachers, student interns, and students created a collaborative learning environment that successfully enhanced students' communication, teamwork, time management, and problem-solving skills. Keywords: life skills davelopment; magazine creation.
Pelatihan pembuatan media pembelajaran digital untuk mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 17 Bintan Siregar, Nur Asma Riani; Hanifah, Hanifah; Fitriani, Rita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27316

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh temuan permasalahan mitra berkaitan dengan implementasi pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka. Implementasi pembelajaran terdiferensiasi di SMP Negeri 17 Bintan belum didukung oleh bahan ajar yang menyesuaikan kebutuhan belajar peserta didik. Pada umumnya guru masih mengalami kesulitan merancang bahan ajar pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan kebutuhan peserta didik. Kendala utama guru ialah masih belum memiliki pemahaman yang baik terkait strategi merancang bahan ajar yang disesuaikan dengan hasil diagnostik kebutuhan belajar peserta didik. Alasan lain ialah kurangnya penguasaan teknologi dapat mengembangkan media pembelajaran digital. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung efektivitas pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Metode PKM ini terdiri dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan evaluasi media pembelajaran digital hasil karya guru. Hasil evaluasi PKM menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta dalam merancang bahan ajar terdiferensiasi, dan peningkatan keterampilan menggunakan teknologi Canva, Powtoon, dan Smart Apss Creator untuk mendesain media pembelajaran digital. Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan keterampilan guru mendesain media pembelajaran digital terdiferensiasi sesuai kebutuhan belajar peserta didik. Kata kunci: media pembelajaran digital; pembelajaran berdiferensiasi,;canva; powtoon; smart apps creator. Abstract The community service project is motivated by the findings of issues faced by partners regarding the implementation of learning in accordance with the Merdeka Curriculum. The differentiated learning implementation at SMP Negeri 17 Bintan has not been supported by teaching materials that align with the learning needs of students. Initial studies revealed that teachers generally still struggle to design differentiated learning materials that meet student needs. The main challenge for teachers is their lack of understanding regarding strategies for designing teaching materials tailored to diagnostic assessments of students' learning needs. Another reason is the insufficient mastery of technology to develop digital learning media. Therefore, this training aims to enhance teachers' understanding and skills in developing learning media that can be used to support the effectiveness of differentiated learning in the classroom. The methods used in this community service program include socialization, training activities, guided assignments, and evaluation of the digital learning media created by teachers. Evaluation results show a significant improvement in participants' understanding of designing differentiated teaching materials and an increase in skills using technology like Canva, Powtoon, and Smart Apps Creator for designing digital learning media. This activity is expected to positively impact the quality of learning at SMP Negeri 17 Bintan. Keywords: digital learning media; differenciated learning; canva; powtoon; smart apps creator.
Pelatihan pembuatan objek 3D bagi siswa SMA Negeri 1 Kedungwuni sebagai upaya meningkatkan keterampilan desain dan peminatan jurusan teknik mesin Bahatmaka, Aldias; Maulana, Sonika; Syafei, M. Hilman Gumelar; Setiadi, Rizki; Fahmi, Fiqri Fadillah; Hidayat, Indra Nurul; Buana, Lanang Puspa; Ghyferi, Andi Abdullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27361

Abstract

Abstrak Pelatihan pembuatan objek 3D Modelling menggunakan Blender telah selesai dilaksanakan pada hari selasa tanggal 6 agustus 2024 untuk siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan peserta pemahaman mendasar tentang cara menggunakan alat desain Blender untuk membuat dan mendesain animasi objek 3D yang dapat diekspresikan dalam bentuk visual realistis, termasuk ukuran, tekstur, dan bentuk item. Pendekatan pelatihan ini terdiri dari beberapa fase praktik yang berfokus pada pengenalan Blender 3D, ide-ide mendasar untuk animasi 3D, desain, dan pengukuran, serta kerangka kerja dan pemodelan, pemberian tekstur, dan visualisasi. Panduan belajar komprehensif tentang pemodelan 3D disediakan bagi siswa, yang bekerja dalam kelompok untuk membuat dan merancang animasi objek 3D dari awal hingga akhir. Ini membantu mereka menjadi lebih kreatif dan memahami apa yang membuat seni desain responsif menarik secara visual. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan siswa dalam kegiatan pelatihan pembuatan objek 3D. Sebelum dilakukan pelatihan, rata-rata pengetahuan siswa sebesar 35% dalam memahami desain 3D, kemudian mengalami peningkatan menjadi rata-rata sebesar 90% dalam memahami memuat objek 3D mengunakan software blender setelah diberi pelatihan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa para siswa mampu membuat desain pemodelan objek 3D sederhana dengan mudah. Namun tentunya perlu ditingkatkan durasi pelatihan dengan harapan memberikan dampak positif yang lebih banyak dalam meningkatkan softskill siswa SMA Negeri 1 Kedungwuni. Kata kunci: pelatihan; Objek 3D model; blender; pengabdian masyarakat Abstract Training in the field of 3D Modeling using Blender has been completed for students of Senior High School (SMA) Negeri 1 Kedungwuni, Pekalongan Regency. The purpose of this training is to provide participants with a basic understanding of how to use Blender design tools to create and design 3D object animations that can be expressed in realistic visual forms, including the size, texture, and shape of the item. This training approach consists of several practical phases that focus on the introduction of Blender 3D, fundamental ideas for 3D animation, design, and measurement, as well as frameworks and modeling, texturing, and visualization. A comprehensive study guide on 3D modeling is provided for students, who work in groups to create and design 3D object animations from start to finish. This helps them become more creative and understand what makes responsive design art visually appealing. The results of the questionnaire showed that there was an increase in student knowledge in the 3D object creation training activities. Before the training, the average student knowledge was 35% in understanding 3D design, then increased to an average of 90% in understanding loading 3D objects using blender software after being given training. It can be concluded that students are able to create simple 3D object modeling designs easily. However, of course, the duration of the training needs to be increased in the hope of providing more positive impacts in improving the soft skills of students of SMA Negeri 1 Kedungwuni. Keywords: training; 3D object model; blender; community service
Modernisasi administrasi santri melalui peningkatan literasi statistik pengurus pondok pesantren AL-Madinatul Islamiyah Rumeneng Yuniarti, Ratna; Rahman, Abdul Chalel; Iqbal, Muhammad Atha’; Maulida, Ismiati; Amri, Ahmad Syafiq
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27093

Abstract

AbstrakKurangnya kualitas sarana administrasi dan minimnya pemberdayaan pengurus pondok pesantren AL-Madinatul Islamiyah mengakibatkan kualitas pelayanan yang belim optimal. Semakin kompleksnya komponen administrasi di lingkungan pendidikan pondok pesantren membutuhkan metode yang lebih modern. Untuk mewujudkan modernisasi ini dibutuhkan SDM, sarana, dan prasarana pendudukung. Kegiatan administrasi ini meliputi pembayaran, data siswa data guru, bahkan data penerimaan siswa baru. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang statistic, dan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan administrasi berbasis website. Tim memberikan pembinaan melalui 2 pendekatan yaitu pendampingan perancangan web dan mengadakan workshop peningkatan pengetahuan dan keterampilaan kemampuan literasi statistic. Jumlah target peserta pada worksop ini adalah 32 orang. Workshop dilakukan selama 2 hari yang meliputi penjelasan tentang inovasi administrasi, literasi sttaitistik dan digitalisasi administrasi. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis hasil pretes dan postes. Sehigga didapatkan bahwa kemampuan literasi statistic peserta diklasifikasikan menjadi 3 keamampuan yaitu rendah, sedang dan tinggi dengan rincian 3 orang peserta kategori kemampuan rendah, 28 peserta kategori kemampuan sedang, dan 1 orang peseta kategori kemampuan tinggi dengan presentase peningkatan sebesar 72,20%. Kata kunci: modernisasi; administrasi; literasi statistik. AbstractAdministrative components in the Islamic boarding school is increasingly complex. These administrative activities include payments, student data, teacher data, and even new student admissions data.It require more modern methods. To realize this modernization methods need support sistem such as human resources, facilities and infrastructure. so that there are no errors in data collection team held this program. This program to increase participants' knowledge and skills about statistics, and to increase partners' knowledge and skills in managing website based administration. The team provides coaching through 2 approaches, namely web design assistance and holding workshops to increase knowledge and skills in statistical literacy abilities. The number of participants in this workshop was 32 people. The workshop was held for 2 days which included explanations about administrative innovation, statistical literacy and administrative digitalization. Evaluation is carried out by analyzing the results of the pretest and posttest. So it was found that the participants' statistical literacy abilities were 3 classified abilities, low, medium and high, with details of 3 participants in the low ability category, 28 participants in the medium ability category, and 1 participant in the high ability category. And increased 72,20% Keywords: modernization; administration; statistical literacy.
Pendampingan siswa dalam pembelajaran matematika dengan memanfaatkan media pembelajaran permainan ular tangga di SMP Negeri 42 Samarinda Raming, Indriasri; Syaripuddin, Syaripuddin; Amijaya, Fidia Deny Tisna; A’yun, Qonita Qurrota; Putri, Desi Febriani; Wigantono, Sri; Tumilaar, Rinancy; Fauzi, Andri Azmul; Wasono, Wasono; Asmaidi, Asmaidi; Sandariria, Hardina; Adawiyah, Rabbiatul; Rahman, Auliya; Elvita, Melati; Raditya, Dimas; Said, Said
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27224

Abstract

Abstrak Matematika merupakan salah satu mata pelajaran penting pada kurikulum yang berlaku di Indonesia. Pada pembelajaran matematika dibutuhkan suatu alat yang dapat digunakan untuk memudahkan siswa memahami apa yang telah disampaikan oleh guru di kelas. Salah satu contoh media pembelajaran adalah menggunakan media permainan ular tangga edukasi yang telah teruji validitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. Pembelajaran matematika di SMPN 42 Samarinda masih menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hal ini mengakibatkan siswa kesulitan dalam memahami pelajaran terdata hanya 10,53% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal. Prodi Matematika FMIPA Universitas Mulawarman memberikan kontribusi untuk mengadakan kegiatan pengabdian terkait pendampingan siswa di SMPN 42 Samarinda dalam pembelajaran matematika dengan memanfaatkan media permainan ular tangga. Jenis kegiatan ini adalah pra-eksperimen dengan model one group po-test pos-test design. Subjek pengabdian ini adalah siswa kelas VII sebanyak 32 orang. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan kepada siswa dalam pembelajaran matematika dengan harapan adanya peningkatan hasil belajar dan siswa lebih terlatih dalam pembelajaran matematika. Hasil yang diperoleh menunjukan adanya peningkatan yang cukup signifikan dari rata-rata nilai pre-test (48,67) sampai post-test (73.33). Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Sesuai kaidah pengambilan keputusan dalam uji Wilcoxon, jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka hipotesis H0 ditolak yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Jadi dapat disimpulkan bahwa tim pengabdian kepada masyarakat berhasil meningkatan hasil belajar siswa SMPN 42 Samarinda. Kata kunci: pembelajaran matematika; media pembelajaran; permainan ular tangga. Abstract Mathematics is one of the important subjects in the curriculum in Indonesia. In learning mathematics, a tool is needed that can be used to make it easier for students to understand what has been conveyed by the teacher in class. One example of learning media is using educational snakes and ladders game media that has been tested for validity in improving students' understanding and learning outcomes. Mathematics learning at SMPN 42 Samarinda still uses conventional learning methods. This results in students' difficulties in understanding the lessons recorded, only 10.53% of students achieving the Minimum Completion Criteria. The Mathematics Study Program, FMIPA, Mulawarman University, contributed to holding community service activities related to mentoring students at SMPN 42 Samarinda in learning mathematics by utilizing snakes and ladders game media. This type of activity is a pre-experiment with a one group po-test post-test design model. The subjects of this community service were 32 grade VII students. The purpose of this activity is to provide mentoring to students in learning mathematics with the hope of improving learning outcomes and students practicing more in learning mathematics. The results obtained showed a significant increase from the average pre-test score (48.67) to post-test (73.33). Furthermore, the data was analyzed using the Wilcoxon test, obtaining a sig. (2-tailed) value of 0.000. According to the decision-making rules in the Wilcoxon test, if the sig. (2-tailed) value <0.05 then the H0 hypothesis is rejected, namely there is a significant difference between the pre-test and post-test results. So it can be concluded that the community service team has succeeded in improving the learning outcomes of SMPN 42 Samarinda students. Keywords: mathematics learning; learning media; snakes and ladders game.
Scale up komersialisasi UKM abon melalui teknologi dan digital marketing Meilan, Ria; Kinanti, Kartika Ayu; Ekmarinda, Een Yualika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27432

Abstract

Abstrak Penerapan teknologi dan digital marketing tepat guna memaksimalkan produksi dan pendapatan UMKM Abon untuk mencapai stabilitas keuangan jangka panjang dan kinerja berkelanjutan. Strategi pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini meliputi pendekatan partisipatif dengan melibatkan pemilik UMKM Abon Bu Edy dalam setiap tahapan program. Pelatihan dan pendampingan yang intensif dengan menambah pengetahuan mendalam tentang manajemen teknologi dan analisis kinerja pemasaran digital serta penyusunan laporan laporan keuangan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas produk yang dihasilkan UMKM Abon Bu Edy melalui penerapan mesin spinner peniris minyak. Dalam hal pelatihan dan pendampingan digital marketing dan branding produk UMKM Abon Bu Edy telah memiliki akun media sosial dan e-commerce juga label kemasan produk sebagai media penjualan, promosi dan branding produk. Untuk pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan mitra telah menggunakan aplikasi yang tersedia umum untuk pencatatan transaksi. Melalui upaya tersebut, UMKM Abon Bu Edy mampu mengembangkan dan meningkatkan kualitas produknya, memanfaatkan teknologi secara lebih efektif, serta membangun jaringan pelanggan di ranah digital. Kata kunci: digital marketing; branding produk; laporan keuangan UMKM; pelatihan dan pendampingan; abon Abstract The application of technology and digital marketing is appropriate to maximize the production and income of Abon MSMEs to achieve long-term financial stability and sustainable performance. The strategy for implementing this community service program includes a participatory approach by involving Abon Bu Edy MSME owners in every stage of the program. Intensive training and mentoring by adding in-depth knowledge of technology management and digital marketing performance analysis and preparation of financial reports. The results of this activity show an increase in the quality of products produced by Abon Bu Edy MSMEs by applying oil spinner draining machines. Regarding training and mentoring for digital marketing and branding of Abon Bu Edy MSME products, they already have social media and e-commerce accounts and product packaging labels as a medium for sales, promotion, and product branding. For training and mentoring in preparing financial reports, partners have used publicly available applications for recording transactions. Through these efforts, Abon Bu Edy MSMEs can develop and improve the quality of their products, utilize technology more effectively, and build customer networks in the digital environment. Keywords: digital marketing; product branding; MSME’s financial reports; training and mentoring; abon
Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis canva pada guru SD Inpres Armopa IV Kabupaten Sarmi Papua Larung, Ermelinda Yersin Putri; Ledoh, Cantika Candra; Sirampun, Elsi; Noriwari, Yunita Christianti; Wagha, Ermelinda Fransiska; Maniagasi, Austin Bill Eduardo; Ramadhani, Yulia Citra; Jelita, Skolastika; Kapitaraw, Risal; Hidayat, Rodhi Rusdianto; CS, Ansar; Putra, Miftah Fariz Prima
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28589

Abstract

AbstrakPelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital guru di SD Inpres Armopa IV Kabupaten Sarmi melalui penggunaan Canva sebagai media pembelajaran. Pelatihan dilakukan dengan metode partisipatif, mencakup sesi intensif mengenai penggunaan fitur Canva untuk pembuatan media ajar yang interaktif dan visual. Tahapan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan intensif, pendampingan, serta evaluasi dampak di kelas. Pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan guru dalam desain digital, menghasilkan media pembelajaran yang menarik, dan meningkatkan partisipasi serta pemahaman siswa.  Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menunjukkan bahwa pelatihan teknologi digital dapat membantu mengurangi kesenjangan teknologi, khususnya di wilayah terpencil, dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui media digital. Kata kunci: literasi digital; media pembelajaran; canva; pendidikan digital. Abstract This training aims to enhance the digital literacy of teachers at SD Inpres Armopa IV in Sarmi Regency through the use of Canva as a learning medium. The training was conducted using a participatory approach, including intensive sessions on utilizing Canva features to create interactive and visually appealing teaching materials. The stages included needs analysis, intensive training, mentoring, and impact evaluation in the classroom. This training successfully improved teachers' digital design skills, resulting in engaging teaching materials and increasing student participation and comprehension. The results of service activities have demonstrated that digital technology training can help bridge the technology gap, especially in remote areas, and improve education quality through digital media. Keywords: digital literacy; learning media; canva; digital education.