cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Penguatan kapasitas digital UMKM melalui marketplace, media sosial, dan QRIS untuk ekonomi berkelanjutan Auliyah, Aqilla Diyaul; Umar, Aisya Fadila Firdaus; Yanti, Dyah Putri Yudha; Elly, Dinda Masyithoh; Hidayati L., Sri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33791

Abstract

Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Kelompok KKN 99 UIN Sunan Ampel di Desa Kalen Kabupaten Lamongan memiliki tujuan memperkuat kapasitas digital UMKM melalui pemanfaatan marketplace, media sosial, dan sistem pembayaran QRIS. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya literasi digital pelaku UMKM di pedesaan yang membatasi jangkauan pemasaran dan daya saing usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, diawali dengan survei kebutuhan UMKM untuk mengidentifikasi kendala utama, dilanjutkan dengan pendampingan teknis, pelatihan desain promosi menggunakan Canva dan CapCut, serta seminar digital dengan fokus pada pemanfaatan Shopee sebagai marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan pelaku UMKM, dalam pengelolaan sosial media, penerapan QRIS untuk pembayaran nontunai, keterampilan desain promosi digital, serta meningkatnya para pelaku UMKM untuk memasarkan produk secara online memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat branding digital. Program ini berkontribusi pada penguatan daya saing dan keberlanjutan ekonomi lokal melalui transformasi digital UMKM. Kata kunci: UMKM; digitalisasi; QRIS; marketplace; media sosial; promosi digital. Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the national economy. However, they still face challenges in utilizing digital technology to enhance competitiveness. The community service program implemented by the 99th KKN Group of UIN Sunan Ampel in Kalen Village, Lamongan Regency, aimed to strengthen the digital capacity of MSMEs through the use of marketplaces, social media, and the QRIS payment system. The background of this activity is the low level of digital literacy MSMEs in rural areas, which limits their marketing reach and business competitiveness. The implementation method used a qualitative descriptive approach, beginning with a needs assessment survey to identify the main obstacles, followed by technical assistance, training in promotional design using Canva and CapCut, and a digital seminar focusing on the use of Shopee as a marketplace platform. The results of the program indicated significant improvements in the abilities of MSME actors, particularly in media social management, the adoption of QRIS for cashless payments, digital promotional design skill, as well as an increased capacity to market products online, expand market reach, and strengthen digital branding. This program contributes to enhancing competitiveness and ensuring the sustainability of the local economy through the digital transformation of MSMEs. Keywords: MSMEs; digitalization; QRIS; marketplace; social media; digital promotion.
Pelatihan penggunaan artificial intelligence dalam penyusunan modul pembelajaran bagi guru sekolah dasar Astini, Baiq Ida; Hayati, Mardiyah; Hasanah, Niswatun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.31603

Abstract

Abstrak Di era digital abad ke-21, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan menjadi sangat penting, khususnya dalam mendukung guru sekolah dasar (SD) menyusun modul pembelajaran yang efektif dan inovatif. Namun, rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam penerapan AI di lingkungan SD. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru SD Aisyiyah 1 Mataram dalam menggunakan platform AI seperti ChatGPT, Canva AI, dan Grammarly secara praktis untuk penyusunan modul pembelajaran. Pelatihan intensif selama dua hari mengadopsi pendekatan partisipatif dan praktik langsung yang melibatkan 12 guru SD sebagai peserta aktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi digital guru, termasuk kemampuan merancang tujuan pembelajaran berbasis HOTS, pembuatan konten tematik, dan evaluasi interaktif. Observasi aktivitas guru menunjukkan skor rata-rata ≥3,5 pada aspek partisipasi aktif, eksplorasi AI, kerja sama kelompok, dan kemandirian menyusun modul. Produk modul pasca pelatihan mencapai standar kualitas yang baik, membuktikan keberhasilan transfer ilmu ke praktik nyata. Meski dihadapkan pada tantangan seperti akses internet yang tidak stabil dan variasi literasi digital, pendampingan daring dan materi digital pasca pelatihan memberikan solusi efektif. Pengabdian ini berkontribusi pada penguatan kompetensi guru dalam transformasi digital pendidikan dasar serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut inovasi pedagogis. Kata kunci: artificial intelligence; modul pembelajaran; guru sekolah dasar; literasi digital; kurikulum merdeka. Abstract In the digital era of the 21st century, the utilization of Artificial Intelligence (AI) technology in education has become increasingly essential, particularly in supporting elementary school teachers in developing effective and innovative instructional modules. However, low digital literacy and limited access remain major obstacles to the implementation of AI in elementary school settings. This community service activity aimed to enhance the capacity of teachers at SD Aisyiyah 1 Mataram in practically using AI platforms such as ChatGPT, Canva AI, and Grammarly for instructional module development. The intensive two-day training adopted a participatory and hands-on approach involving 12 elementary school teachers as active participants. The training outcomes demonstrated significant improvements in teachers’ digital competencies, including their ability to design learning objectives based on Higher Order Thinking Skills (HOTS), create thematic content, and develop interactive assessments. Observations of teacher activities showed average scores of ≥3.5 on aspects such as active participation, AI exploration, group collaboration, and independence in module preparation. The post-training module products met high-quality standards, confirming the successful transfer of knowledge into practical application. Despite challenges such as unstable internet access and varying levels of digital literacy, online mentoring and digital learning materials provided effective solutions. This community service contributes to strengthening teacher competencies amid the digital transformation of basic education and supports the implementation of the Independent Curriculum, which demands pedagogical innovation. Keywords: artificial intelligence; instructional modules; elementary school teachers; digital literacy; independent curriculum.
Optimalisasi potensi lokal daun kelor melalui produk inovatif 'Keloseji' untuk penguatan UMKM berkelanjutan di Klatak Banyuwangi Kasudarman, Mesu Reh; Sa’adah, Aliyatus; Nada, Roidatun; Bimantara, M. Ardy; Astria, Devina Ayu; Bramayudha, Airlangga
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34000

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tahun 2025 dilaksanakan di Kelurahan Klatak, Banyuwangi, dengan fokus pada pemanfaatan potensi lokal berupa daun kelor (Moringa oleifera) untuk pengembangan produk minuman herbal inovatif bernama “Keloseji” (Kelor Sereh Jahe Siap Saji). Tujuan kegiatan ini ialah untuk menaikkan nilai tambah potensi lokal melalui inovasi berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat secara berkelanjutan. Program ini melibatkan pelatihan dan pendampingan teknis kepada masyarakat, terutama kelompok ibu-ibu paguyuban, yang mencakup tahapan identifikasi bahan baku, proses pengolahan daun kelor menjadi minuman herbal kristal, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Metode yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif, demonstrasi interaktif, dan penyuluhan gizi. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan dari segi pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap pengolahan daun kelor serta munculnya minat untuk menjadikan produk Keloseji sebagai peluang usaha rumahan. Produk ini dinilai memiliki keunggulan karena bahan bakunya mudah diperoleh, proses produksinya sederhana, dan manfaat kesehatannya tinggi. Respon positif dari peserta juga terlihat dari antusiasme dalam praktik langsung dan diskusi pemasaran. Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkhusus pada tujuan ke-8: pertumbuhan ekonomi inklusif, dan tujuan ke-12: konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Sebagai tindak lanjut, perlu adanya dukungan kelembagaan dan fasilitasi dari pemerintah dalam hal legalitas usaha, pelatihan lanjutan, serta penguatan kapasitas kelembagaan komunitas agar pengembangan produk berbasis lokal dapat berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang. Kata kunci: daun kelor; inovasi produk; minuman herbal; pemberdayaan masyarakat; UMKM. Abstract The community service program by students of Sunan Ampel State Islamic University (UINSA) Surabaya in 2025 will be carried out in Klatak Village, Banyuwangi, with a focus on utilizing local potential in the form of moringa leaves (Moringa oleifera) for the development of an innovative herbal drink product called "Keloseji" (Ready-to-Eat Ginger Lemongrass Moringa). The purpose of this activity is to increase the added value of local potential through innovation based on local wisdom, while strengthening the community's Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in a sustainable manner. This program involves training and technical assistance to the community, especially the group of women of the association, which includes the stages of identifying raw materials, the process of processing moringa leaves into crystalline herbal drinks, packaging, and marketing strategies. The methods used include a participatory approach, interactive demonstrations, and nutrition counseling. The results of the activity show that there is an increase in community knowledge and skills in the processing of moringa leaves and the emergence of interest in making Keloseji products as a home business opportunity. This product is considered to have advantages because the raw materials are easy to obtain, the production process is simple, and the health benefits are high. The positive response from the participants was also evident from the enthusiasm in the hands-on practice and marketing discussions. This activity supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially goal 8 (inclusive economic growth) and goal 12 (responsible consumption and production). As a follow-up, there is a need for institutional support and facilitation from the government in terms of business legality, further training, and strengthening the institutional capacity of the community so that the development of locally-based products can be sustainable and have a long-term economic impact. Keywords: moringa leaves; product innovation; herbal drinks; community empowerment; MSME.
Pelatihan teknologi e.commerce limbah kertas bekas berbasis ekonomi sirkular kemitraan berdampak Al Qubro, Khodijah; Hertati, Lesi; Permatasari, Indah; Ramadhan, Rio; Saputra, Ariansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33803

Abstract

Abstrak Permasalahan kemiskinan absolut yang masih membelenggu berbagai lapisan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah urban dan peri-urban, menuntut solusi inovatif yang berkelanjutan dan inklusif. PKM ini menawarkan pendekatan berbasis ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah kertas bekas sebagai bahan baku produk bernilai jual tinggi, seperti kerajinan tangan dan produk kreatif ramah lingkungan. Inovasi tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan limbah dan pelestarian lingkungan, namun membuka peluang ekonomi bagi kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini dirancang dalam bentuk kemitraan antara mahasiswa, pelaku UMKM daur ulang, dan komunitas lokal. Proses produksi akan didukung oleh pelatihan keterampilan daur ulang dan pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna. Untuk memperluas jangkauan pemasaran, program ini mengintegrasikan teknologi e-commerce sebagai alat distribusi digital yang efektif. Melalui platform daring, produk-produk hasil olahan limbah kertas dapat dipasarkan secara lebih luas dan efisien, meningkatkan pendapatan masyarakat mitra, diikutin lebih kurang 25 orang karyawan PT Mahameru serta tim dari universitas indo global mandiri dosen dan mahasiswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menurunkan angka kemiskinan absolut melalui pemberdayaan ekonomi lokal yang berdampak lingkungan dan sosial. Hasil pelatihan peningkatan keterampilan masyarakat, penguatan jejaring usaha berbasis sirkular, dan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tanpa Kemiskinan, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Manfaatan teknologi digital, serta prinsip ekonomi sirkular, menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik serupa. Kata kunci: limbah kertas bekas; teknologi e.commerce; angka kemiskinan obsolute; ekonomi sirkular; berkelanjutan. Abstract The problem of absolute poverty that still shackles various levels of Indonesian society, especially in urban and peri-urban areas, demands innovative, sustainable and inclusive solutions. This PKM offers a circular economy-based approach by utilizing used paper waste as raw material for high-value products, such as handicrafts and environmentally friendly creative products. Innovation not only contributes to waste reduction and environmental preservation, but also opens economic opportunities for vulnerable groups and low-income communities. This program is designed as a partnership between students, recycling MSMEs, and local communities. The production process will be supported by training in recycling skills and processing waste into useful products. To expand marketing reach, this program integrates e-commerce technology as an effective digital distribution tool. Through an online platform, products processed from paper waste can be marketed more widely and efficiently, increasing the income of partner communities. Approximately 25 employees of PT Mahameru and a team from Universitas Indo Global Mandiri, including lecturers and students, participated. The main objective of this activity is to reduce absolute poverty through local economic empowerment that has environmental and social impacts. The training results in improved community skills, strengthened circular-based business networks, and contributed to the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically No Poverty, Decent Work, Economic Growth, and Responsible Consumption and Production. The use of digital technology and circular economy principles provides a model for community empowerment that can be replicated in various regions with similar characteristics. Keywords: waste paper; e-commerce technology; absolute poverty rate; circular economy; sustainable.
Dampak gaya hidup sehat berbasis herbal usaha quick coffee ditunjang aplikasi e.commerce mesin penggerak bisnis digital kewirausahaan milenial berkelanjutan Lesi Hertati; Sumi Amariena Hamim; Indah Permatasari; Tami Pames Riwansah; Muhammad Irfan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33777

Abstract

Abstrak Permasalahan gaya hidup tidak sehat di kalangan milenial menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya konsumsi minuman instan tinggi gula dan bahan kimia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan usaha Quick Coffee melalui inovasi minuman kopi berbasis herbal sebagai alternatif sehat, serta mengintegrasikan aplikasi e-commerce sebagai mesin penggerak bisnis digital kewirausahaan milenial. Mitra sasaran adalah pemilik dan pengelola Quick Coffee, melibatkan 15 peserta yang terdiri dari pelaku usaha muda, mahasiswa, dan masyarakat umum di wilayah kota Palembang. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan formulasi produk kopi herbal, digital marketing, optimalisasi platform e-commerce, serta pendampingan manajemen usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep kewirausahaan digital sebesar 85% dan peningkatan keterampilan penggunaan e-commerce sebesar 78% berdasarkan pre-post test. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusias tinggi dalam mengembangkan produk berbasis gaya hidup sehat dan mampu menciptakan variasi minuman herbal yang diminati pasar. Usaha Quick Coffee mengalami peningkatan penjualan sebesar 30% dalam dua bulan pasca intervensi. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian pendidikan berkualitas berkelanjutan melalui penguatan literasi kewirausahaan dan teknologi digital di kalangan generasi muda. Kata kunci:  usaha quick coffee; upaya gaya hidup; aplikasi e.commerce; kewirausahaan milenial; pendidikan berkualitas                           Abstract The issue of unhealthy lifestyles among millennials is a serious concern amidst the increasing consumption of instant drinks high in sugar and chemicals. This community service activity aims to empower the Quick Coffee business through innovative herbal-based coffee drinks as a healthy alternative, while also integrating e-commerce applications as a driving force for millennial digital entrepreneurship. The target partners are Quick Coffee owners and managers, and 15 participants, consisting of young entrepreneurs, students, and the general public in City Palembang, participated. The implementation method included training in herbal coffee product formulation, digital marketing, e-commerce platform optimization, and business management mentoring. The results of the activity showed an 85% increase in participants' understanding of digital entrepreneurship concepts and a 78% increase in e-commerce skills based on a pre-post test. Qualitatively, participants demonstrated high enthusiasm for developing healthy lifestyle-based products and were able to create a variety of herbal drinks that were in demand in the market. The Quick Coffee business experienced a 30% increase in sales in the two months following the intervention. This activity contributes to the achievement of sustainable quality education by strengthening entrepreneurial literacy and digital technology among the younger generation. Keywords: quick coffee business; lifestyle efforts; e-commerce application; millennial entrepreneurship; quality educatio.
Pengenalan Core Tax Administration System (CTAS) sebagai upaya peningkatan literasi teknologi perpajakan pada mahasiswa akuntansi perpajakan Universitas Indo Global Mandiri Aliah Ghina; Reny Aziatul Pebriani; Nova Yanti Maleha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34167

Abstract

Abstrak Transformasi digital dalam sistem administrasi perpajakan menjadi kebutuhan mendesak di era ekonomi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan Core Tax Administration System (CTAS) sebagai inovasi Direktorat Jenderal Pajak kepada mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Indo Global Mandiri guna meningkatkan literasi teknologi perpajakan. Mitra sasaran adalah mahasiswa semester 5 dan 7 yang telah memiliki pemahaman dasar tentang perpajakan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada tanggal 16 Agustus 2025 melalui platform Zoom, diikuti oleh 50 peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan pemaparan materi, sesi tanya jawab, serta pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fitur-fitur utama CTAS, seperti proses login, penginputan faktur pajak masukan, dan pengelolaan faktur pajak keluaran. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif dalam diskusi. Secara kuantitatif, hasil post-test menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata sebesar 35% dibandingkan pre-test. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan digitalisasi perpajakan. Diharapkan materi CTAS dapat diintegrasikan dalam kurikulum agar literasi teknologi perpajakan semakin kuat di lingkungan akademik. Kata kunci: pengabdian; CTAS; literasi teknologi; mahasiswa; perpajakan digital. Abstract Digital transformation in tax administration is an urgent need in the digital economy era. This community service activity aimed to introduce the Core Tax Administration System (CTAS) as an innovation by the Directorate General of Taxes to students of the Tax Accounting Study Program at Universitas Indo Global Mandiri to enhance their tax technology literacy. The target partners were 5th and 7th semester students with basic tax knowledge. The activity was conducted online on August 16, 2025, via Zoom and involved 50 participants. A participatory approach was used, involving presentations, discussions, and pre- and post-tests. The results showed increased understanding of key CTAS features such as the login process, input tax invoice entry, and output tax management. Qualitatively, students were actively engaged; quantitatively, the average post-test scores increased by 35%. This program effectively enhanced students’ awareness and readiness for tax digitalization. It is recommended that CTAS be integrated into the academic curriculum. Keywords: devotion; CTAS; technology literacy; students; digital taxation
Sosialisasi keselamatan lalu lintas di Desa Lembar Selatan Kabupaten Lombok Barat Efendy, Anwar; Fitrayudha, Adryan; Zarkasi, Ahmad; Muttaqin, Aulia; Fariyadin, Adiman; Wahyuningsih, Titik; Isfanari, Isfanari; Hamdani, Hafiz; Pujiastuti, Heni; Yustissiani, Erni; Kurniawan, Muhammad Deni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.31836

Abstract

AbstrakPermasalahan lalu lintas merupakan salah satu konsekuensi dari rendahnya kesadaran pengguna jalan dalam menaati aturan yang berlaku. Untuk itu, pentingnya dilaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk pengendalian non-fisik, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas secara menyeluruh. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada Senin tanggal 26 Mei 2025 di Aula Kantor Desa Lembar Selatan dan dihadiri oleh 32 orang peserta, terdiri dari perangkat desa, kepala dusun dan perwakilan karang taruna yang ada di Desa Lembar Selatan yang juga bertindak sebagai mitra kegiatan ini. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari empat tahapan yaitu tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap diskusi, serta tahap evaluasi dan monitoring. Kegiatan sosialisasi ini telah terlaksana dengan baik dan mendapat tanggapan positif dari peserta. Materi yang disampaikan dinilai bermanfaat, informatif, dan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Kata kunci: lalu lintas; sosialisasi; keselamatan. AbstractTraffic problems are one of the consequences of low awareness of road users in obeying applicable regulations. For this reason, it is important to carry out socialization activities to the community as a form of non-physical control, with the aim of increasing public awareness and understanding of traffic safety as a whole. The implementation of this activity was carried out on Monday, May 26, 2025 at the Lembar Selatan Village Office Hall and was attended by 32 participants, consisting of village officials, hamlet heads and representatives of youth organizations in Lembar Selatan Village who also acted as partners in this activity. The method of implementing this activity consists of four stages, namely the preparation stage, the socialization stage, the discussion stage, and the evaluation and monitoring stage. This socialization activity has been carried out well and received a positive response from the participants. The material presented was considered useful, informative, and able to increase awareness of the importance of obeying traffic regulations for the safety of oneself and others. Keywords: traffic; socialization; safety.
Pemberdayaan kelompok dasawisma sebagai elemen utama dalam pengelolaan lingkungan untuk kepentingan keluarga dan masyarakat Mansyur, Nur Indah; Achyani, Ratno; Mubarak, Ahmad; Adiwena, Muh.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31048

Abstract

AbstrakMasalah yang menjadi perhatian di Rukun Tetangga (RT) 18, Rukun Warga (RW) 02, Kelurahan Kampung Satu, Kota Tarakan adalah masyarakat yang masih memandang bahwa kebersihan lingkungan sekitar adalah tanggung jawab pemerintah dan masyarakat belum mampu memanfaatkan limbah rumah tangga. Selain itu, masyarakat juga memiliki lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan peran serta dasawisma dan keterampilan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih sehat dan lestari melalui pendidikan pengelolaan lingkungan. Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dlakukan yakni sosialisasi, penyuluhan, pelatihan pengolahan sampah dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan anggota dasawisma dalam pengelolaan lingkungan, kelompok dasawisma mampu membuat kreasi keterampilan yang unik, indah dan menarik dari berbagai bahan serta mampu memasarkan hasil melalui LSM Nibung dan memberikan peningkatan terhadap pendapatan keluarga anggota dasawisma. Kata kunci: dasawisma; pengelolaan lingkungan; sampah anorganik; sampah organik AbstractThe issue of concern in Neighborhood Association (RT) 18, Community Association (RW) 02, Kampung Satu Subdistrict, Tarakan City is that the community still views environmental cleanliness as the sole responsibility of the government and has not yet been able to utilize household waste effectively. Additionally, residents have yard space that has not been optimally used. Based on these issues, this community service activity aims to enhance the role of the dasawisma group and improve community skills in creating a healthier and more sustainable environment through environmental management education. The series of community service activities carried out included socialization, counseling, waste processing training, and assistance. The results of these activities include increased knowledge among dasawisma members regarding environmental management, the ability of the group to create unique, beautiful, and attractive handicrafts from various materials, the ability to market their products through the Nibung NGO, and an increase in family income for dasawisma members. Keywords: dasawisma; environmental management; inorganic waste; organic waste
Optimalisasi sampah domestik sebagai pupuk organik melalui pemanfaatan biopori ramah lingkungan berbahan plastik bekas (studi kasus: Perumahan Taman Safira Lestari) Zulharnah, Zulharnah; Mastutie, Faizah; Yunus, Andi Ibrahim; Fatimah, Andi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31701

Abstract

AbstrakMasyarakat sebagai konsumen selalu menghasilkan sampah. Pemerintah bersama seluruh masyarakat mengolah sampah agar tidak berdampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penggunaan material berbahan dasar dari plastik secara berlerbihan, mengakibatkan jumlah sampah semakin bertambah banyak. Tumpukan sampah tersebut tentu mengganggu keindahan lingkungan. Bahan plastik banyak digunakan sebagai wadah kemasan minuman mineral. Sampah plastik merupakan sampah an-organik berupa botol plastik bekas kemasan minuman mineral dan sampah yang berasal dari makhluk hidup merupakan sampah organik berupa sisa makanan, daun, kulit buah, dan lainnya, yang berbentuk padat. Salah satu upaya untuk menganggulangi sampah an-organik dan sampah organik dengan membuat kerajinan tangan, berupa biopori ramah lingkungan dan pupuk organik. Perumahan Taman Safira Lestari berada di Kelurahan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa merupakan lokasi kegiatan PKM, dalam pengelolaan sampah organik dan an-organik. Biopori ramah lingkungan adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah, biasanya diisi dengan bahan organik seperti daun kering, sisa sayuran, atau sampah organik lainnya. Kegiatan ini dilakukan menggunakan metode andragogi menekankan pada partisipasi aktif, relevansi dengan kehidupan sehari-hari, dan pemecahan masalah nyata. Materi dalam kegiatan PKM ini, yaitu pengenalan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan metode dan tata cara pembuatan biopori ramah lingkungan ramah lingkungan dan pupuk organik. Hasil kegiatan PKM diperoleh hasil warga umumnya telah mempunyai pengetahuan tentang aspek kesehatan lingkungan terkait kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga, terutama sampah organik dan warga mulai sadar akan pentingnya metode yang dapat dilakukan dalam kegiatan pengelolaan sampah organik agar tidak merusak lingkungan, dengan biopori ramah lingkungan yang juga dapat menghasilkan pupuk organik. Kata kunci: sampah; sampah; biopori; pupuk; plastik. Abstract Society as consumers always produces waste. The government together with the entire community processes waste so that it does not have a negative impact on the surrounding environment. Excessive use of plastic-based materials has resulted in an increasing amount of waste. The piles of waste certainly disrupt the beauty of the environment. Plastic materials are widely used as containers for mineral drink packaging. Plastic waste is inorganic waste in the form of used plastic bottles for mineral drink packaging and waste originating from living things is organic waste in the form of food scraps, leaves, fruit peels, and others, which are solid. One effort to overcome inorganic waste and organic waste is by making handicrafts, in the form of environmentally friendly biopores and organic fertilizers. Taman Safira Lestari Housing is located in Romang Polong Village, Somba Opu District, Gowa Regency, which is the location of PKM activities, in managing organic and inorganic waste. Environmentally friendly biopores are cylindrical holes made vertically into the ground, usually filled with organic materials such as dry leaves, vegetable scraps, or other organic waste. This activity is carried out using the andragogy method emphasizing active participation, relevance to everyday life, and solving real problems. The material in this PKM activity is the introduction and problem solving related to the method and procedure for making environmentally friendly biopores and organic fertilizers. The results of the PKM activity obtained the results that residents generally have knowledge about environmental health aspects related to household waste management activities, especially organic waste and residents are beginning to realize the importance of methods that can be carried out in organic waste management activities so as not to damage the environment, with environmentally friendly biopores that can also produce organic fertilizers. Keywords: waste; garbage; biopores; fertilizer; plastic.
Pendampingan pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi briket dan pemasaran berbasis digital pada kelompok wanita tani Dewi, Novi Yanti Sandra; Nurlaili, Nurlaili; Muanah, Muanah; Hidayatulah, Andre
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30360

Abstract

Abstrak Kelompok Wanitan Tani Flora Barokan dengan produk utama minyak kelapa perlu berbenah dengan melirik pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, memperluas jaringan pemasaran, dan menggunakan pencatatan keuangan berbasis aplikasi. Namun sampai saat ini pengetahuan dan keterampilan akan hal tersebut belum dimiliki oleh KWT Flora Barokah sehingga tujuan pendampingan adalah meningkatkan skill KWT dalam pengolahan limnah dan pemasaran berbasis digital serta pencatatan keuangan menggunakan aplikasi resmi yaitu si APIK. Metode pendampingan ada 3 tahapan yaitu diawali dengan sosialisasi, pelatihan dan evaluasi kegiatan. Sedangkan untuk evaluasi dilakukan diawal dan akhir setelah kegiatan selsai dilaksanakan. Hasil pendampingan yang dihadiri oleh 15 orang peserta sudah dilaksanakan pada Februari 2025 berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan limbah sebesar 85%, pemasaran berbasis digital 80% sudah mampu memasarkan produk berbasis digital pada platform facebook dan shoope, serta 78% sudah mampu mencatat pengeluaran dan hasil penjualan keuangan menggunakan SIAPIK.                                                                                                                             Kata kunci: limbah kelapa; briket; pemasaran digital; SIAPIK Abstract The Flora Barokan Women's Farmers Group with its main product coconut oil needs to improve by looking at waste processing into products with economic value, expanding marketing networks, and using application-based financial records. However, until now, the Flora Barokah Women's Farmers Group does not yet have the knowledge and skills to do this, so the purpose of the mentoring is to improve the Women's Farmers Group's skills in waste processing and digital-based marketing as well as financial records using the official application, namely si APIK. There are 3 stages of mentoring methods, namely starting with socialization, training and evaluation of activities. Each stage is carried out at a different time, namely waste processing and digital-based marketing as well as financial records. Meanwhile, the evaluation is carried out at the beginning and end after the activity is completed. The activity, which was attended by 15 participants, was carried out in February 2025 and succeeded in increasing knowledge and skills in waste processing by 85%, digital-based marketing, 80% were able to market digital-based products on the Facebook and Shopee platforms, and 78% were able to record expenses and financial sales results using SIAPIK. Keywords: coconut waste; briquettes; digital marketing; SIAPIK