cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pendampingan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) di PAUD Cempaka Desa Pantai Labu Pekan Siti Khodijah Lubis; Elya Siska Anggraini; Aman Simaremare; Sariana Marbun; Wan Nova Listia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34097

Abstract

Abstrak Alat Permainan Edukatif (APE) menjadi salah satu sarana penting dalam media pembelajaran anak usia dini, namun masih banyak guru PAUD yang menghadapi keterbatasan dalam kreativitas mengembangkan dan memanfaatkannya secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan sikap guru PAUD Cempaka Desa Pantai Labu Pekan melalui kegiatan pendampingan pembuatan APE. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Mitra sasaran terdiri atas 11 guru PAUD Cempaka Desa Pantai Labu Pekan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata post-test dibandingkan pre-test, serta uji Wilcoxon mengonfirmasi terdapat perbedaan signifikan. Perihal ini menunjukkan bahwa pendampingan pembuatan APE efektif meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan sikap guru PAUD. Pendekatan berbasis praktik dan kolaborasi terbukti memperkuat kompetensi guru serta mendukung pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai kebutuhan anak usia dini. Kata kunci: pendampingan; pembuatan; alat permainan edukatif; anak usia dini. Abstract Educational Toys (APE) are an important tool in early childhood education, but many early childhood teachers still face limitations in their creativity in developing and utilizing them optimally. This community service activity aims to enhance the knowledge, experience, skills, and attitudes of early childhood education teachers at Cempaka PAUD, Pantai Labu Pekan, through a mentoring program for the creation of APE. The implementation method comprises three stages: preparation, activity execution, and evaluation. The target participants consist of 11 early childhood education teachers at Cempaka PAUD, Pantai Labu Pekan. The results showed an increase in the average post-test score compared to the pre-test, and the Wilcoxon test confirmed a significant difference. This indicates that the APE creation mentoring program effectively improved the knowledge, experience, skills, and attitudes of early childhood education teachers. The practice-based and collaborative approach proved to strengthen teachers' competencies and support more creative and child-centered learning. Keywords: mentoring; creation; educational toys; early childhood.
Pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi pakan dan pupuk organik di Desa Banyuanyar Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali Dimas Ilham Nur Rois; Riana Rachmawati Dewi; Putri Awaliya Dughita; Aprilia Dwi Kumala Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34072

Abstract

Abstrak Tujuan pengabdian ini adalah upaya menafaatkan limbah kulit kopi yang sudah terbuang menjadi pupuk dan pakan ternak sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat di desa Banyuanyar kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan adalah pelatihan bagi kelompok tani Berkah Kopi untuk pembuatan pupuk dan pakan ternak dengan cara yang sederhana dan mampu dilakukan dengan memanfaatkan bakteri dan teknologi mesin untuk mempermudah prosesnya. Hasil yang ada adalah pakan ternak organik dan pupuk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri. Rekomendasi yang disampaikan tim PKM adalah pakan ternak sudah mempunyai protein yang tinggi terutama dengan memanfaatkan kulit kopi sehingga aman untuk dipergunakan sebagai pakan binatang ternak dan pupuk yang dibuat juga aman karena semuanya dari limbah ternak dan pertanian sehingga aman digunakan sebagai pupuk untuk perkebunan  kopi. Kata kunci: limbah kulit kopi; pupuk; pakan. AbstractThe purpose of this community service is to utilize discarded coffee husk waste into fertilizer and animal feed so that it can be reused by the community in Banyuanyar Village, Ampel District, Boyolali Regency. The method used is training for the Berkah Kopi farmer group to make fertilizer and animal feed in a simple and feasible way by utilizing bacteria and machine technology to simplify the process. The results are organic animal feed and fertilizer that can be used by the community themselves. The recommendation submitted by the PKM team is that animal feed already has high protein especially by utilizing coffee husk so it is safe to use as livestock feed and the fertilizer made is also safe because it is all from livestock and agricultural waste so it is safe to use as fertilizer for coffee plantations. Keywords : coffee waste; agriculture; farm.
Membangun kemandirian wirausaha difabel di Kota Kupang pada era revolusi investasi 5.0 dan era digital Hardo Aprilio; I Komang Arthana; Donal Anry Jaya Sinurat; Sergius Fribontius Bon; I Nyoman Arya Wiguna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33577

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi partisipasi kelompok disabilitas dalam aktivitas ekonomi, khususnya penyandang disabilitas sensorik. Namun, keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan kewirausahaan, dan literasi keuangan menjadi tantangan utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi bagi kelompok ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan penyandang disabilitas sensorik melalui pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan berbasis teknologi digital di Kota Kupang. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dalam bentuk seminar, pelatihan interaktif, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan di Gedung KOPDIT Solidaritas Kupang dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta difabel sensorik. Materi utama disampaikan oleh OJK Provinsi NTT dan PT Bursa Efek Indonesia Wilayah NTT, mencakup pengelolaan keuangan pribadi, perlindungan konsumen, investasi legal, serta potensi kewirausahaan digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap lembaga jasa keuangan, kewaspadaan terhadap keuangan ilegal, dan munculnya minat untuk memulai usaha secara mandiri. Kegiatan ini juga memperkuat rasa percaya diri dan keterlibatan sosial peserta dalam pembangunan ekonomi inklusif. Diperlukan keberlanjutan program dalam bentuk pelatihan lanjutan dan akses pembiayaan yang inklusif agar dampak pemberdayaan lebih optimal. Kata kunci: disabilitas; literasi keuangan; kewirausahaan digital; pemberdayaan; inklusi ekonomi.  AbstractThe advancement of digital technology has opened up significant opportunities for persons with disabilities, particularly those with sensory impairments, to participate in economic activities. However, limited access to information, entrepreneurial training, and financial literacy remains a major challenge in achieving economic independence for this group. This community service activity aimed to empower individuals with sensory disabilities through financial literacy training and digital-based entrepreneurship in Kupang City. The method used a participatory approach in the form of seminars, interactive training sessions, and mentoring. The activity was held at the KOPDIT Solidaritas building and involved more than 100 participants with sensory disabilities. Key materials were delivered by representatives from the Financial Services Authority (OJK) of East Nusa Tenggara Province and the Indonesia Stock Exchange (IDX) Regional Office, covering topics such as personal financial management, consumer protection, legal investment options, and digital entrepreneurship opportunities. The results showed increased participants' understanding of financial institutions, improved awareness of illegal financial practices, and a growing interest in starting their own businesses. The activity also fostered participants' self-confidence and social inclusion in inclusive economic development. Continuation of the program in the form of advanced training and inclusive access to financing is needed to optimize the impact of empowerment. Keywords: disability; financial literacy; digital entrepreneurship; empowerment; economic inclusion. 
Edukasi dan pengolahan diet hipertensi pada masyarakat Desa Lambada Lhok Syukriadi Syukriadi; Muhammad Rizki; Maidayani Maidayani; Mansuriza Mansuriza; Urip Pratama; Tanisya Ayudya; Widya Asmaliza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34080

Abstract

Abstrak Hipertensi  merupakan  suatu  penyakit  kronis  yang  disebut silent  killer, Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2019, hipertensi merupakan penyebab utama dari kematian dini di seluruh dunia, diperkirakan 1,13 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi, sebagian besar (dua pertiga) tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah dan salah satu target global untuk menurunkan hipertensi sebesar 25% pada tahun 2025. Dari hasil observasi dan wawancara bahwa masyarakat kurang memahami dampak jangka Panjang hipertensi seperti stroke dan belum mampu mengolah makanan diet untuk hipertensi. Tujuan dalam pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan pengolahan diet. Mitra dalam pengabdian ini adalah Puskesmas Kaju dan Desa Lambada Lhok. Peserta dalam kegiatan ini adalah masyarakat penderita hipertensi 20 orang. Metode dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan pengolahan diet hipertensi seperti pembuatan jus. Keberhasilan tampak dari semangat dan antusiasnya Masyarakat Lambada Lhok. Masyarakat berperan aktif dalam menjawab evaluasi tentang materi yang telah disampaikan dan dapat mendemonstrasikan kembali pengolahan bahan makananan dan minuman untuk diet hipertensi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian terlaksana dengan lancar, pengetahuan lansia dalam memahami diet hipertensi bertambah serta berkomitmen dalam melaksanakan semua anjuran dari tim pengabdian untuk mencegah komplikasi hipertensi. Kata kunci: edukasi; hipertensi; pengolahan diet. Abstract Hypertension is a chronic disease called a silent killer, According to the World Health Organization (WHO) in 2019, hypertension is the leading cause of premature death worldwide, an estimated 1.13 billion people worldwide suffer from hypertension, most (two-thirds) live in low- and middle-income countries and one of the global targets to reduce hypertension by 25% by 2025. From the results of observations and interviews that the community does not understand the long-term impacts of hypertension such as stroke and have not been able to manage diet food for hypertension. The purpose of this community service is to increase public knowledge about hypertension and diet processing. Partners in this service are the Kaju Community Health Center and Lambada Lhok Village. Participants in this activity are 20 people with hypertension. The method in this activity is counseling and processing of hypertension diets such as making juice. Success is seen from the enthusiasm and enthusiasm of the Lambada Lhok Community. The community plays an active role in answering evaluations of the material that has been delivered and can demonstrate again the processing of food and drink ingredients for a hypertension diet. The implementation of community service activities was carried out smoothly, the elderly's knowledge in understanding hypertension diets increased and they were committed to carrying out all recommendations from the community service team to prevent hypertension complications. Keywords: education; hypertension; diet management.
Pelatihan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) memanfaatkan pakan mandiri Hasnidar Hasnidar; Andi Tamsil; Syahrul Syahrul; Andi Muhammad Akram; Muhammad Ishak Zidiq; Imam Taufiq Aprimanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33769

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan nila dalam menerapkan teknik budidaya berkelanjutan melalui pemanfaatan pakan mandiri. Mitra sasaran adalah kelompok pembudidaya yang selama ini bergantung pada pakan komersial dengan biaya tinggi, memiliki akses terbatas terhadap teknologi budidaya efisien, dan belum memanfaatkan bahan baku lokal seperti ikan sapu-sapu atau ikan molly sebagai sumber protein alternatif. Jumlah peserta yang terlibat sebanyak 10 orang pembudidaya aktif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan partisipatif yang terdiri atas penyampaian materi teori budidaya dan formulasi pakan, praktik pembuatan pakan berbahan lokal, serta simulasi penggunaannya dalam budidaya ikan nila. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap efisiensi biaya pakan (meningkat sebesar 65% berdasarkan hasil pre-post test), serta keterampilan dalam memproduksi dan mengaplikasikan pakan mandiri. Sebanyak 85% peserta mampu membuat pakan secara mandiri dan 70% menyatakan akan menerapkannya dalam kegiatan budidaya. Mitra juga melaporkan adanya penurunan biaya operasional sebesar 20–30% dan peningkatan pertumbuhan ikan yang lebih stabil. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa penguatan kemandirian ekonomi pembudidaya, pengurangan ketergantungan pada pakan pabrikan, dan peningkatan kesadaran akan praktik budidaya yang ramah lingkungan. Kata kunci: pakan mandiri; ikan nila; pelatihan; budidaya berkelanjutan; pemberdayaan masyarakat. AbstractThis Community Service activity was conducted in Purnakarya Village, Tanralili Subdistrict, Maros Regency, with the aim of improving the knowledge and skills of Nile tilapia farmers in implementing sustainable aquaculture techniques through the utilization of self-made feed. The target partners were fish farmer groups who have been relying on high-cost commercial feed, have limited access to efficient aquaculture technologies, and have not yet utilized local raw materials such as Suckermouth catfish (Pterygoplichthys pardalis) or molly fish (Poecilia latipinna) an alternative protein source. A total of 10 active fish farmers participated in the activity. The implementation methods included participatory training, consisting of theoretical sessions on aquaculture and feed formulation, hands-on practice in producing feed using local ingredients, and simulation of its application in Nile tilapia farming. The results of the activity showed an increase in participants’ understanding of feed cost efficiency (improved by 65% based on pre- and post-tests), as well as skills in producing and applying self-made feed. Approximately 85% of the participants were able to produce their own feed, and 70% expressed willingness to implement it in their farming practices. Partners also reported a 20–30% reduction in operational costs and more stable fish growth. This activity had a positive impact by strengthening the economic independence of the farmers, reducing dependence on commercial feed, and increasing awareness of environmentally friendly farming practices. Keywords: self-formulated feed; nile tilapia; training; sustainable aquaculture; community service.
Workshop ecoprint sebagai edukasi pengurangan sampah kantong plastik di kelas IV SD Negeri 1 Ampenan Hikmah Ramdhani Putri; Ilham Kharisma Ramadhani; Radiatul Adawiah; Rita Septiana; Monica Tiara Dewi; Laili Mutmainnah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.32593

Abstract

AbstrakPermasalahan sampah plastik yang sulit terurai menjadi tantangan lingkungan yang mendesak, termasuk di lingkungan sekolah dasar. Artikel ini membahas implementasi workshop ecoprint sebagai media edukatif dalam upaya mengurangi sampah plastik di SD Negeri 1 Ampenan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang melibatkan 60 siswa kelas IV, dibagi dalam 14 kelompok. Mereka diberi pelatihan teknik ecoprint menggunakan metode “pounding” untuk menghias tas kain sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti kantong plastik. Proyek ini terdiri dari dua tahap utama, yaitu sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga mengembangkan keterampilan motorik, kerja sama, dan kreativitas melalui aktivitas yang menyenangkan. Program ini terbukti efektif sebagai sarana edukasi lingkungan sekaligus penguatan karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Kata Kunci: ecoprint; sampah plastik; SDN 1 Ampenan. AbstractThe issue of non-degradable plastic waste poses an urgent environmental challenge, including in primary school environments. This article discusses the implementation of an ecoprint workshop as an educational tool to reduce plastic waste at SD Negeri 1 Ampenan. The activity employed a project-based learning approach involving 60 fourth-grade students divided into 14 groups. They were trained in the "pounding" ecoprint technique to decorate cloth bags as eco-friendly alternatives to plastic bags. The project consisted of two main stages: a socialization session and the main workshop. The results indicate that students not only gained awareness of environmental issues but also developed fine motor skills, collaboration, and creativity through engaging activities. This program proved effective in fostering environmental education and instilling environmental awareness from an early age. Keywords: ecoprint; plastic waste; SDN 1 Ampenan.
Pelatihan membuat cerita inspiratif melalui teknik story selling sebagai strategi pemasaran digital bagi UMKM Wonodri Semarang Ika Septiana; Ahmad Rifai; Muhajir Muhajir; Aris Tri Joko Harjanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34162

Abstract

Abstrak Kemajuan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat tentunya dapat dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan usaha yang dikembangkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Menawarkan produk atau jasa yang dimiliki pelaku usaha dapat dilakukan dengan menggunakan media sosial. Hal ini tentunya pelaku usaha diharapkan memiliki kemampuan marketing digital untuk memasarkan produk atau jasa ke khalayak umum secara langsung maupun tidak langsung. Story selling memberikan kebermanfaatan kepada manusia untuk mengenali informasi yang disampaikan kepada orang lain dengan cara penyampaian informasi yang dikemas atau dibungkus dalam sebuah cerita. Tujuan kegiatan pengebdian yang telah dilakukan adalah memberikan pelatihan story selling: menciptakan cerita yang menarik untuk peningkatan marketing digital pada UMKM Kelurahan Wonodri Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang. Metode yang digunakan selama pelatihan adalah menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif mencakup 4 tahapan pelaksanaan, yaitu Identifikasi awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mitra kegiatan dan sebagai peserta pengabdian adalah  UMKM Kelurahan Wonodri kota Semarang berjumlah 26 peserta yang hadir dalam kegiatan. Pelatihan story selling di kelurahan Wonodri semarang memberikan ketrampilan marketing dengan teknik bercerita. Peserta diharapkan dapat membangun emosi pelanggan untuk dapat dipengaruhi dengan cerita yang telah disusun dan dikembangkan dengan menarik. Keberhasilan teknik pemasaran dengan menggunakan story selling terletak pada kemampuan bercerita yang dapat menyentuh hati dan emosi masyarakat. Teknik story selling dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran yang efektif bagi UMKM untuk menarik perhatian konsumen. Kata kunci: pelatihan; membuat cerita inspiratif; teknik story selling; strategi pemasaran digital. Abstract The rapid advancement of technology and technology can certainly be utilized by MSMEs to improve their businesses. Offering products or services owned by business actors can be done through social media. This certainly requires business actors to have digital marketing skills to market products or services to the general public, directly or indirectly. Story selling provides benefits to humans to recognize information conveyed to others by conveying information packaged or wrapped in a story. The purpose of the community service activities that have been carried out is to provide story selling training: creating interesting stories to improve digital marketing in MSMEs in Wonodri Village, South Semarang District, Semarang City. The method used during the training is a participatory and collaborative approach covering 4 stages of implementation, namely initial identification, planning, implementation, and evaluation. The activity partners and community service participants were 26 MSMEs from Wonodri Village, Semarang City, who attended the activity. Story selling training in Wonodri Village, Semarang provides marketing skills through storytelling techniques. Participants are expected to build customer emotions to be influenced by stories that have been composed and developed in an interesting way. The success of marketing techniques using story selling lies in the ability to tell stories that can touch the hearts and emotions of the community. Story selling techniques can be used as an effective marketing strategy for MSMEs to attract consumer attention. Keywords: training; creating inspirational stories; storyselling techniques; digital marketing strategies.
Digitalisasi dan inovasi usaha sebagai strategi peningkatan kinerja keuangan BUMDes Bagjawaluya Ai Ilah Warnilah; Yanti Apriyani; Yani Sri Mulyani; Muhammad Dhafa Alfareza; Vincent Christian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34367

Abstract

AbstrakPengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bagjawaluya masih menghadapi tantangan dalam hal transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Sistem pencatatan manual yang digunakan rentan terhadap kesalahan dan kurang mendukung .Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan entitas ekonomi desa yang dibentuk oleh pemerintah desa bersama masyarakat untuk mengelola potensi lokal. BUMDes Bagjawaluya telah mengembangkan berbagai unit usaha seperti penyewaan lapangan mini soccer, bumi perkemahan, kios, air Weslik, dan internet desa. Namun, pengelolaan keuangan yang belum terintegrasi secara digital menjadi kendala utama dalam transparansi dan efisiensi administrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan BUMDes melalui penerapan strategi digital berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi mitra, perancangan sistem informasi keuangan untuk masing-masing unit usaha, pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi keuangan, serta monitoring dan evaluasi capaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman 80% Kata Kunci: BumDes; Bagjawaluya; transfarasi; perbedayaan; unit usaha. Abstract The financial management of the Bagjawaluya Village-Owned Enterprise (BUMDes) still faces challenges in terms of transparency, efficiency, and accountability. The manual recording system used is prone to errors and lacks support. Village-Owned Enterprises (BUMDes) are village economic entities formed by the village government together with the community to manage local potential. BUMDes Bagjawaluya has developed various business units such as mini soccer field rentals, campgrounds, kiosks, Weslik water, and village internet. However, financial management that is not yet digitally integrated is a major obstacle to transparency and administrative efficiency. This community service activity aims to optimize BUMDes financial management through the implementation of information technology-based digital strategies. The implementation methods include partner situation analysis, financial information system design for each business unit, training and assistance in using financial applications, as well as monitoring and evaluation of activity achievements. The results of the activity show a significant increase in understanding of 80%. Keywords: BumDes; Bagjawaluya; transfer; empowerment; business unit.
Membangun kesadaran finansial: integrasi literasi fintech dan pengendalian perilaku konsumtif Chievo Timothy Soegianto; Celvin Januar Kusuma; Nicholas Aloysius Ferdinand Wijaya; Njo Anastasia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.31669

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan pada masyarakat dalam mengakses dan menggunakan layanan keuangan. Kemudahan bertransaksi serta pengelolaan keuangan dapat dilakukan melalui perangkat digital yaitu financial technology (fintech). Di sisi lain, juga membawa tantangan tersendiri yaitu perilaku konsumtif khususnya kalangan remaja. Kegiatan service learning ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan melalui edukasi terkait perilaku konsumtif pada siswa SMA Mawar Sharon. Metode pelaksanaan berupa kegiatan penyuluhan dan diskusi interaktif yang melibatkan siswa secara aktif, dengan materi meliputi pemahaman dasar tentang fintech, jenis-jenis layanan keuangan digital (seperti e-wallet, paylater, dan investasi online), serta strategi dalam mengatur pengeluaran agar tidak terjadi pemborosan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya pengelolaan keuangan pribadi dan potensi risiko dari penggunaan fintech yang tidak bijak. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kesadaran finansial sejak dini pada siswa SMA serta mendorong perilaku yang bijaksana dalam keuangan agar menjadi generasi muda yang cerdas dan berwawasan luas dalam pengambilan keputusan finansial di era digital. Kata kunci: financial technology; literasi keuangan; perilaku konsumtif; teknologi digital. Abstract The development of digital technology has brought significant changes in various aspects of life, including in the way people access and use financial services. Financial technology (fintech) offers convenience in transactions and financial management, but also brings its own challenges, especially in encouraging consumptive behavior, especially among teenagers who are still in the stage of forming character and financial mindset. This study aims to improve financial literacy and educate about controlling consumptive behavior through a direct educational approach to Mawar Sharon High School students. The implementation method is in the form of counseling activities and interactive discussions that actively involve students, with materials covering basic understanding of fintech, types of digital financial services (such as e-wallets, paylater, and online investments), and strategies in managing expenses and avoiding waste. The results of the activities showed an increase in students' understanding of the importance of personal financial management and the potential risks of using fintech unwisely. This education is expected to form financial awareness from an early age and encourage the creation of a young generation that is smart and responsible in making financial decisions in the digital era. Keywords: financial technology; financial literacy; consumptive behaviour; digital technology.
Penerapan manajemen usaha budidaya ikan dan sayuran secara terintegrasi pada kelompok tani poktan Moncongloe untuk peningkatan efisiensi usaha Abdul Rahman Rahim; Syamsia Syamsia; Zulkifli Sultan; Wahyuddin Wahyuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33907

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi rendahnya efisiensi usahatani dan ketiadaan integrasi budidaya ikan–sayuran pada Kelompok Tani (Poktan) Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas manajerial, merancang perencanaan produksi, serta memperluas akses pasar melalui penerapan sistem pertanian terpadu dan pelatihan manajemen usaha. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif melalui tahapan: (1) identifikasi kebutuhan; (2) pelatihan teknis integrasi budidaya ikan (lele/nila) dan sayuran (model akuaponik/hidroponik) serta manajemen air–pakan; (3) pelatihan pencatatan keuangan, perhitungan biaya, penetapan harga, dan titik impas; (4) pendampingan lapangan mingguan; dan (5) evaluasi melalui observasi, wawancara, pre–post test, serta telaah dokumen usaha. Kegiatan pengabdian bersama Kelompok Tani Moncongloe menghasilkan peningkatan signifikan pada manajemen usaha, perencanaan produksi, dan pemasaran. Selama dua bulan pelatihan dan satu bulan pendampingan, mitra mampu menerapkan pencatatan keuangan mingguan, menyusun rencana rotasi tanam dan pemeliharaan ikan, serta memanfaatkan media sosial untuk promosi. Evaluasi melalui observasi, wawancara, pre–post test, dan dokumen usaha menunjukkan perubahan perilaku usaha yang terukur. Hasil ini membuktikan bahwa pendekatan terintegrasi dan pendampingan langsung efektif membentuk pola pikir agribisnis rumah tangga, sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi lokal berbasis pertanian terpadu. Kata kunci: manajemen usaha; efesiensi usaha; poktan; pertanian terintegrasi. Abstract This community service program was initiated in response to the low efficiency of farming practices and the absence of integrated fish–vegetable cultivation within the Moncongloe Farmers’ Group (Poktan Moncongloe), located in Moncongloe District, Maros Regency, South Sulawesi, Indonesia. The program aimed to enhance managerial capacity, develop structured production planning, and expand market access through the application of integrated farming systems and agribusiness management training. Implementation followed a participatory approach comprising: (1) needs assessment; (2) technical training on integrating fish (catfish/tilapia) and vegetable cultivation using aquaponic/hydroponic models, as well as water–feed management; (3) training on financial record-keeping, cost calculation, pricing, and break-even analysis; (4) weekly field mentoring; and (5) evaluation through observation, interviews, pre–post testing, and review of business documents. The program yielded significant improvements in business management, production planning, and marketing. Over a two-month training period followed by one month of mentoring, participants successfully adopted weekly financial record-keeping, developed rotational planting schedules and fish maintenance plans, and utilized social media platforms for product promotion. Evaluation results demonstrated measurable changes in entrepreneurial behavior. These findings indicate that an integrated approach, coupled with direct mentoring, is effective in fostering household agribusiness mindsets while strengthening the local economy through integrated agriculture. Keywords: business management; business efficiency; farmer group; integrated farming.