cover
Contact Name
Zulfah
Contact Email
zulfahasni670@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zulfahasni670@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 26143038     EISSN : 25799258     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published twice a year in May and November. JC receives 40 articles per year The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 1,552 Documents
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Materi Peluang Melalui Model Problem Based Learning Berbasis Pembelajaran Mendalam Pada Siswa Kelas VI Nasywa Anindita Putrimelati; Arifin Muslim; Tri Tura Dyah Anggraeni
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5262

Abstract

Kurikulum Merdeka mengarahkan pembelajaran di Indonesia menjadi berpusat pada peserta didik, fleksibel, dan kreatif untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21 (Salim, 2023). Penelitian ini menanggapi rendahnya prestasi dan keaktifan siswa kelas VI B SD Negeri 1 Sapuran dengan mengimplementasikan PTK dua siklus yang mengintegrasikan Problem-Based Learning (PBL) berlandaskan prinsip pembelajaran mendalam, menggunakan media konkret dan percobaan sederhana pada materi peluang. Subjek sebanyak 28 siswa; data dikumpulkan melalui tes serta instrumen non-tes; ketuntasan ditetapkan bila ≥75% siswa mencapai KKTP ≥75. Intervensi mengikuti siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi; instrumen divalidasi dan data ditriangulasi untuk keandalan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata kelas naik dari 36,96 (pre-test) menjadi 81,71 (akhir Siklus II), dan ketuntasan klasikal meningkat dari 0% menjadi 79% pada Siklus II. Observasi menunjukkan aktivitas peserta didik tinggi (85% Siklus I; 83% Siklus II) dan aktivitas guru dalam kategori baik (76% Siklus I; 78% Siklus II). Peningkatan ini terkait fase PBL didukung media konkret yang mengaitkan konsep abstrak peluang dengan konteks nyata serta strategi pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan. Penelitian ini mengisi kekosongan dengan menggabungkan PBL dan pembelajaran mendalam pada materi peluang di tingkat SD dan menunjukkan model ini mampu meningkatkan prestasi belajar dan keterlibatan secara simultan. Temuan mengindikasikan model ini efektif untuk meningkatkan hasil dan partisipasi belajar matematika di sekolah dasar.
Representasi Matematis Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah SPLDV Berdasarkan Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent Rofi’atun Nikmah; Manuharawati Manuharawati; Budi Rahadjeng
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5291

Abstract

Representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa mengungkapkan dan mengembangkan ide matematis dalam bentuk verbal, simbolik, dan visual. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam merepresentasikan informasi dari soal cerita ke dalam model matematika, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Perbedaan gaya kognitif juga dapat memengaruhi cara siswa merepresentasikan dan menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa SMP dalam memecahkan masalah SPLDV berdasarkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas empat siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kediri, yaitu dua siswa FI dan dua siswa FD yang dipilih berdasarkan hasil tes GEFT, tes kemampuan matematika, dan kemampuan komunikasi. Data dikumpulkan melalui tugas pemecahan masalah dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok menggunakan tahapan pemecahan masalah Polya. Siswa FI mampu menyajikan informasi secara verbal dan simbolik, membuat rencana secara visual dengan menggambar grafik dari persamaan yang telah dibuat, menyajikan rencana pemecahan masalah dalam bentuk verbal, visual, dan simbolik yakni membuat model matematika, melaksanakan rencana secara verbal dengan substitusi nilai yang diperoleh ke persamaan matematika, dan memeriksa kembali dengan melakukan perhitungan ulang secara verbal. Sementara itu, siswa FD mampu menyajikan informasi secara verbal dan simbolik, belum mampu membuat rencana penyelesaian, melaksanakan rencana dengan memanipulasi model matematika yang telah dibuat dan memeriksa kembali dengan melakukan perhitungan ulang sesuai dengan indikator representasi matematis. Dengan demikian, gaya kognitif memengaruhi karakteristik representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah SPLDV.
Pengaruh Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Matematika Adelia Syahrina; Sukriadi Sukriadi; Makmun Makmun; Iksam Iksam
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5310

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Matematika di sekolah dasar. Namun, perbedaan kemampuan belajar siswa sering kali menyebabkan pembelajaran belum mampu mengakomodasi kebutuhan belajar setiap peserta didik secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada materi penjumlahan pecahan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain pretest–posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 55 siswa kelas V SD Muhammadiyah 5 Samarinda yang terdiri atas 28 siswa pada kelas eksperimen dan 27 siswa pada kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji Mann–Whitney U karena data tidak memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,039 (<0,05). Hasil analisis effect size sebesar 0,28 menunjukkan bahwa pengaruh pendekatan TaRL berada pada kategori rendah. Disimpulkan bahwa pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan belajar, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Matematika di sekolah dasar.
Analisis Pergerakan Harga Emas di Indonesia Menggunakan Metode Decomposition Multiplicative Hayik Lana Nurul Khafidoh; Ade Irma Afifa Himayati; Findasari Findasari
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5377

Abstract

Harga emas merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia karena mampu berfungsi sebagai penyimpan nilai (store of value) dan aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi. Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti nilai tukar, inflasi, kebijakan moneter, dan kondisi ekonomi global sehingga diperlukan metode analisis yang mampu mengidentifikasi pola pergerakannya secara akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergerakan harga emas di Indonesia menggunakan metode Decomposition Multiplicative berdasarkan data harian periode Januari–Desember 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deret waktu (time series). Data diperoleh dari situs resmi harga-emas.org dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga emas mengalami tren meningkat sepanjang tahun 2025 dengan pola musiman yang relatif kecil. Model menghasilkan nilai akurasi MAPE sebesar 3%, MAD sebesar 67.393, dan MSD sebesar 8.561.380.443, yang menunjukkan bahwa metode Decomposition Multiplicative mampu memberikan hasil peramalan dengan tingkat kesalahan yang rendah. Oleh karena itu, metode ini layak digunakan sebagai alternatif dalam analisis maupun peramalan harga emas di Indonesia.
Berpikir Matematis Siswa SMA Dalam Menyelesaikan Masalah Sosio-Ekologis Ditinjau dari Self-Efficacy Iqbal Farrel Bramasta; Ali Shodikin
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5380

Abstract

Perkembangan paradigma matematika menekankan pentingnya berpikir matematis siswa dalam menghadapi kompleksitas persoalan kehidupan nyata, salah satunya masalah sosio-ekologis. Namun, kajian yang memadukan berpikir matematis, konteks sosio-ekologis, dan self-efficacy melalui pendekatan kualitatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana berpikir matematis siswa SMA dalam menyelesaikan masalah berbasis isu sosio-ekologis ditinjau dari tingkat self-efficacy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa kelas XI SMA Negeri 14 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terbagi ke dalam tiga kelompok tingkat self-efficacy (tinggi, sedang, dan rendah), masing-masing sebanyak 2 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket self-efficacy, tes berpikir matematis sosio-ekologis, dan wawancara berbasis tugas. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy berbanding lurus dengan kualitas dan ketahanan berpikir matematis siswa pada tahapan entry, attack, dan review. Siswa dengan self-efficacy tinggi mampu bernalar secara mandiri, fleksibel, serta reflektif saat menghadapi ketidakpastian data lingkungan. Sebaliknya, siswa dengan self-efficacy sedang dan rendah cenderung mengalami hambatan kognitif, bergantung pada interaksi sosial, serta kurang melakukan verifikasi solusi terhadap konteks sosio-ekologis. Self-efficacy terbukti berfungsi sebagai regulator afektif yang menentukan sejauh mana siswa dapat menghubungkan model matematis dengan solusi persoalan lingkungan yang nyata.
Penalaran Analogi Siswa SMA dalam Mengonstruksi Konsep Invers Matriks 2×2: Apakah Pemahaman Kesamaan Struktur Menjamin Keberhasilan Konstruksi Konsep? Candra Sancoko; Abdul Haris Rosyidi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa SMA yang berhasil dan yang gagal dalam mengonstruksi konsep invers matriks 2×2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa SMA yang dipilih berdasarkan hasil tes prasyarat dan Tugas Penalaran Analogi (TPA), yaitu dua siswa yang berhasil dan dua siswa yang gagal mengonstruksi konsep invers matriks. Data dikumpulkan melalui TPA, di mana siswa menggunakan pengetahuannya tentang invers perkalian bilangan real (soal sumber) untuk mengonstruksi konsep invers matriks 2×2 (soal target), dilanjutkan dengan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan tahapan Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, triangulasi sumber, dan penarikan kesimpulan), berpedoman pada delapan indikator penalaran analogi kerangka Analogical Reasoning in Mathematics (ARM) Hicks (2024): recalling, associating, distinguishing, exporting, importing, adapting, extending, dan elaborating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berhasil melalui seluruh tahapan, sedangkan siswa yang gagal hanya melakukan lima tahapan awal (recalling, associating, distinguishing, exporting, importing) namun mengalami hambatan pada tahap adapting, sehingga tahap extending dan elaborating tidak tercapai. Kegagalan tersebut bukan disebabkan oleh ketidakmampuan mengingat pengetahuan awal atau mengenali kesamaan struktur, melainkan oleh kesulitan mengubah struktur relasional yang telah dipetakan menjadi prosedur matematis yang operasional, terutama dalam merepresentasikan bentuk umum matriks invers dan membentuk sistem persamaan linear yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan bahwa tahap adapting merupakan titik kritis yang membedakan keberhasilan dan kegagalan siswa dalam mengonstruksi konsep invers matriks 2×2 melalui penalaran analogi.
Systematic Literature Review: Efektivitas Model Pembelajaran SAVI dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Fatih Trimutia; Abdul Aziz; Eko Andy Purnomo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5385

Abstract

Capaian numerasi siswa Indonesia dalam PISA 2022 mencerminkan problem mendasar pada pembelajaran sekolah dasar yang masih terkait pola konvensional. Sebagai solusi pembaharu, diterapkanlah model SAVI (Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual) yang hadir bagai pendekatan inovatif yang memadukan gerak fisik, stimulasi auditori, pengolahan informasi secara visual, serta aktivitas intelektual guna mendorong keterlibatan peserta didik secara lebih aktif dalam pembelajaran. Kajian ini diarahkan untuk menelaah sejauh mana model SAVI memengaruhi capaian belajar matematika peserta didik SD dengan mempergunakan metodeSystematic Literature Review (SLR) yang berlandaskan tahapan PRISMA. Penelusuran sumber artikel bersumber dari Google Scholar mempergunakan bantuan aplikasi Publish or Perish, dengan batas publikasi yang ditetapkan pada kurun 2021–2025. Sebanyak 26 publikasi yang berhasil dihimpun kemudian melalui tahapan penyaringan berdasarkan kriteria kelayakan, menyisakan 10 naskah yang memenuhi syarat untuk ditelaah mendalam; hasil sintesis memperlihatkan bahwasannya sembilan penelitian melaporkan pengaruh positif model SAVI terhadap peningkatan hasil belajar matematika, sementara satu penelitian lainnya menyatakan hasil yang tidak signifikan. Pembahasan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas model. Kesimpulannya, model SAVI efektif meningkatkan hasil belajar matematika, meskipun keberhasilannya bersifat kondisional. Temuan ini dapat menjadi acuan pengembangan pembelajaran matematika di SD.
Analisis Proses Berpikir Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Ruang Berdasarkan Taksonomi Solo Irma Ayuwanti; Nina Ikhwati Wahidah; Astri Setyawati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5433

Abstract

Geometri ruang merupakan salah satu materi penting dalam pendidikan matematika, namun banyak calon guru matematika masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep-konsep geometri ketika menyelesaikan masalah geometri ruang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geometri ruang berdasarkan Taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nahdlatul Ulama Lampung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lima soal uraian geometri ruang yang telah divalidasi oleh ahli dan diuji coba sebelum digunakan. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima mahasiswa (62,5%) berada pada level Multistructural dan tiga mahasiswa (37,5%) berada pada level Relational. Mahasiswa pada level Multistructural mampu menggunakan beberapa konsep, tetapi belum mampu menghubungkannya secara logis, sedangkan mahasiswa pada level Relational telah mampu mengintegrasikan berbagai konsep, namun belum dapat melakukan generalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses berpikir mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah geometri ruang masih didominasi oleh level Multistructural. Oleh karena itu, pembelajaran geometri ruang perlu dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa dalam menghubungkan dan mengintegrasikan berbagai konsep matematika sehingga mampu mencapai tingkat berpikir yang lebih tinggi sesuai dengan Taksonomi SOLO.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Menurut Teori Krulik Dan Rudnick Ditinjau dari Self-Esteem Siswa Siti Fadilla; Nani Ratnaningsih; Mega Nur Prabawati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5436

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika. Kemampuan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek, salah satunya aspek afektif berupa self-esteem. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick ditinjau dari self-esteem siswa yaitu self-esteem tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran angket self-esteem, pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematika, serta wawancara. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas lima siswa kelas VIII-A SMPN 1 Sukahening. Data dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan self-esteem tinggi mampu dalam seluruh tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick, siswa dengan self-esteem sedang mampu dalam empat tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick, tetapi tidak mampu dalam tahap merefleksi dan mengembangkan. Sementara itu siswa dengan self-esteem rendah hanya mampu pada satu tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika menurut teori Krulik dan Rudnick yaitu membaca dan berpikir serta mengalami kesulitan dalam melanjutkan penyelesaian pada tahapan berikutnya. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika menunjukkan karakteristik yang berbeda pada setiap tingkat self-esteem. Oleh karena itu aspek afektif, khususnya self-esteem perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika.
Analisis Literasi Numerasi Siswa SMA dalam Pembelajaran Matematika Kontekstual pada Digital Finance dengan Gaya Belajar Visual Dewi Badriyah Attamamatuz Zahroh; Luluk Faridah; Khafidhoh Nurul Aini
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5438

Abstract

Literasi numerasi merupakan kemampuan penting bagi siswa untuk menggunakan informasi kuantitatif dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari. Perkembangan transaksi digital melalui e-wallet dan QRIS menghadirkan konteks autentik yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika kontekstual sekaligus menuntut kemampuan siswa dalam memahami dan mengolah informasi numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa dengan gaya belajar visual dalam menyelesaikan permasalahan matematika kontekstual berbasis digital finance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa kelas XI.2 MA Matholi'ul Anwar Simo, Kabupaten Lamongan, yang teridentifikasi memiliki gaya belajar visual berdasarkan hasil angket gaya belajar dan pertimbangan guru matematika. Data dikumpulkan melalui angket gaya belajar, tes literasi numerasi yang terdiri atas dua soal kontekstual berbasis e-wallet dan QRIS, serta wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mampu memenuhi seluruh indikator literasi numerasi berdasarkan OECD, yaitu formulating, employing, reasoning, dan interpreting. Kedua subjek mampu mengidentifikasi informasi yang relevan, menerapkan konsep matematika yang sesuai, memberikan alasan logis terhadap strategi penyelesaian, serta menginterpretasikan hasil perhitungan berdasarkan konteks transaksi digital finance. Dengan demikian, siswa bergaya belajar visual menunjukkan kemampuan literasi numerasi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan matematika kontekstual berbasis digital finance. Temuan ini memberikan gambaran empiris mengenai kemampuan literasi numerasi siswa bergaya belajar visual yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan pembelajaran matematika kontekstual.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026 Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024 Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 1 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023 Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022 Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika More Issue