cover
Contact Name
Fadhilaturrahmi
Contact Email
arkhan88fadhila@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arkhan88fadhila@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 25803735     EISSN : 25801147     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Basicedu merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendididkan dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Basicedu sudah memiliki p-ISSN 2580-3735 dan versi online e-ISSN 2580-1147.
Arjuna Subject : -
Articles 5,428 Documents
Penggunaan Scratch pada Media Pembelajaran Algoritma dan Pemograman di Sekolah Menengah Pertama Husni, Radhiatul; Pratiwi, Erwita; Noviarni, Noviarni
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.8860

Abstract

Scratch adalah platform pemrograman visual yang memudahkan siswa membuat animasi, game, dan cerita interaktif dengan blok-blok kode yang mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penggunaan Scratch sebagai media pembelajaran algoritma dan pemrograman bagi siswa kelas VII SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ASSURE, yang meliputi tahapan Analyze learner characteristics, State performance objectives, Select methods, media and materials, Utilize technology, media and materials, Require learner participation, serta Evaluation and revision. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII di SMP Baabussalam Bukittinggi, dengan teknik pengumpulan data utama berupa uji validitas isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Scratch dalam pembelajaran algoritma dan pemrograman meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar pemrograman. Selain itu, penggunaan Scratch sebagai media pembelajaran mendapatkan persetujuan dan validasi dari dosen serta guru TIK, yang menegaskan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. Dengan fitur visual dan interaktif yang dimiliki Scratch, siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil ini, penggunaan Scratch sebagai alat pembelajaran algoritma dan pemrograman di kelas VII SMP Baabussalam Bukittinggi terbukti sah dan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi
Analisis Miskonsepsi Cermin Cekung pada Buku BSE IPAS Kelas 5 Kurikulum Merdeka Arif, Moh Badrus Sholeh; Dewi, Naomi Dias Laksita; Darmayanti, Vivi; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8861

Abstract

Miskonsepsi dapat berasal dari peserta didik, pengajar, buku ajar, materi, serta metode pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi terkait permantulan cahaya pada cermin cekung dalam buku BSE IPAS kelas 5 SD Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lembar pengamatan dan prosedur dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Sumber data berasal dari buku ajar IPAS Kelas V yang diterbitkan oleh Kemendikbud pada tahun 2021. Analisis data dalam penelitian ini mengidentifikasi beberapa bentuk miskonsepsi yang mungkin terjadi, seperti misidentifiction, overgeneralization, oversimpelfications, obselete concept and term dan under generalizations. Misidentifikasi terjadi ketika penjelasan dalam buku tidak sesuai dengan referensi yang tepat. Overgeneralisasi terjadi ketika konsep yang disajikan hanya mencakup sebagian kecil dari topik yang lebih luas. Overgeneralisasi terjadi ketika analogi yang digunakan untuk menjelaskan konsep tidak tepat, sehingga menyebabkan penjelasan yang tidak lengkap atau salah. Obselete concept and term muncul ketika istilah yang digunakan sudah tidak relevan atau ketinggalan zaman. Under generalizations terjadi ketika konsep yang diberikan terlalu luas dan tidak mempertimbangkan pengecualian yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, materi cermin cekung dalam Buku IPAS Kurikulum Merdeka dikategorikan Misidentifikasi. Oleh karena itu, disarankan agar pembaca menggunakan bahan belajar tambahan saat mengacu pada buku ini
Pengaruh Peran Orang Tua terhadap Perilaku Prokratisnasi Akademik Siswa Linda, Nur; Ummah BK, Muh. Khaerul; Rudini, Moh
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran orang tua dan dampaknya terhadap perilaku prokrastinasi akademik siswa. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh signifikan dari peran orang tua terhadap prokrastinasi akademik di SDN 7 Tolitoli. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan total populasi sebanyak 105 siswa dari kelas II, III, IV, dan V, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, foto, dan analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan antara peran orang tua dan perilaku prokrastinasi akademik sebesar 0,002 < 0,05, yang berarti Ho (tidak ada pengaruh) ditolak dan Ha (ada pengaruh) diterima. Ini menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Mengenali gejala prokrastinasi akademik yang sering dialami siswa di SDN 7 Tolitoli penting untuk mendorong partisipasi guru dan melibatkan orang tua siswa dalam mencari solusi terbaik, agar gejala prokrastinasi yang mengganggu aktivitas sehari-hari siswa dapat diatasi dan tidak menghambat perkembangan akademik mereka
Perbandingan Sistem Pendidikan Indonesia dengan Beberapa Negara: Perbandingan Kurikulum dan Infratruktur Ariyanti, Lisa; Astuti, Mutiara; Izzatika, Amrina; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8866

Abstract

Pendidikan memiliki posisi yang strategi dan sangat penting dalam meningkatkan kualitas semua warga negaranya menjadi warga negara yang memiliki harkat dan martabat. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan sistem pendidikan Indonesia dengan sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, serta Singapura, dengan fokus pada aspek kurikulum dan infrastruktur. Metode yang digunakan ialah analisis kualitatif terhadap sejumlah data yang diperoleh dari beberapa sumber, baik dari buku, artikel ataupun laporan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia cenderung lebih kaku dan berorientasi pada ujian. Jepang memiliki kurikulum yang mewajibkan peserta didiknya memiliki etika dan pendidikan karakter yang baik. Singapura menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis kompetensi. Sedangkan Korea Selatan kurikulumnya menekankan lebih kepada pemberian bekal kompetensi untuk mereka terjun langsung ke lapangan dengan pengalama. Selain itu infratruktur pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan, seperti kekurangan fasilitas dan akses yang tidak merata, dibandingkan dengan negara yang memiliki sistem pendidikan maju serta memiliki infrastruktur modern dan akses yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan perlu adanya reformasi dalam kurikulum dan pengembangan infrastruktur pendidikan di Indonesia untuk meningkatkan pendidikan dan menjawab tuntutan global. Diharapkan penelitian ini bisa dijadikan acuan dalam pembuatan kebijakan dan merumuskan strategi peningkatan sistem pendidikan di Indonesia.
Implementasi Model Project Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik di Sekolah Dasar Kause, Migdes Christianto; Paut, Livia Eunike
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8873

Abstract

Pembelajran IPA merupakan salah satu mata pekajaran yang memberikan berbagai pengetahuan tentang alam sekitar dan isinya, diantaranya semua benda di alam, peristiwa dan gejala yag muncul disana. Penggunaan metode project based learning dalam lingkungan penelitian membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Pendekatan ini melibatkan siswa dalam pendidikan siswa dengan membiarkan mereka menyelidiki masalah dan menemukan jawaban mereka sendiri. Penelitian ini mengkaji pengaruh project based learning (PBL) pada kapasitas siswa untuk berpikir kritis siswa menggunakan Nonequivalent Control Group Design dan menggunakan pengumpulan non probability sampling dengan metode quasi Experimental Design. Dengan nilai 0,20 dan tingkat signifikansi 0,05, hasil pre-test menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal. Penelitian ini menunjukkan bahwa model PBL secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, karena nilai t hitung sebesar 6,866 jauh lebih tinggi daripada nilai t tabel sebesar 0,308. Metode project based learning (PBL) membuat pengajaran interaktif di mana siswa berpartisipasi secara aktif dengan menyelesaikan proyek dalam kelompok. Siswa tidak hanya tumbuh secara intelektual, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis melalui kegiatan pembelajaran ini. project based learning (PBL) mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang lingkungan mereka dengan menempatkan mereka dalam situasi di mana mereka harus menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi data. Dengan nilai N-Gain sebesar 0,62, project based learning efektif dalam membantu siswa meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Hal ini berarti bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan pengetahuan akademis dan keterampilan siswa seperti kerja sama tim dan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil penelitian ini, project based learning merupakan metode yang berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
Strategi Guru PAI dalam Menerapkan Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas Mulyadi, Ilham
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8877

Abstract

Perubahan kurikulum yang terjadi ditujukan untuk menyempurnakan dari kurikulum sebelumnya yang dianggap sudah tidak mampu untuk memenuhi tuntutan zaman. Akan tetapi, perubahan kurikulum tersebut tidak dengan instannya menjadi solusi, melainkan juga menghadirkan tantangan baru bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sistem pendidikan. Untuk itu, guru harus memiliki strategi tersendiri untuk menyelesaikan tantangan tersebut, sehingga penerapan kurikulum merdeka belajar dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi guru PAI di SMAN 02 Ponorogo dalam menerapkan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan wawancara dan observasi langsung ke lapangan sebagai metode pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan mereduksi data yang yang kemudian display data dengan cara mendeskripsikannya secara sistematis. Hasil yang didapat yaitu Sebagai seorang profesional, guru PAI di SMAN 02 Ponorogo sudah memiliki dan menerapkan strategi yang baik dan inovatif dalam menerapkan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka. Hadirnya inovasi pembelajaran PAI dengan program Intensif Quran Reading Activity menjadi bukti bahwa peran guru sebagai fasilitator dan penekanan pada media pembelajaran diterapkan dengan baik. Begitu juga dengan evaluasi pembelajaran, strategi yang diterapkan dinilai sudah mampu untuk menjawab tantangan yang ada karena perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi.
Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Pemilahan Sampah untuk Mendidik Anak dengan Metode Analisis Faktor Nurhayati, Ai; Saepudin, Saepudin; Rivai, Ahmad
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8880

Abstract

Jenis sampah bisa dibedakan menjadi organik dan anorganik. Sampah organik masih bisa dimanfaatkan dengan cara mengubahnya menjadi pupuk kompos menggunakan komposter. Permasalahan yang dihadapi oleh petugas sampah adalah kesulitan memisahkan sampah kotor campuran yang basah untuk dipisahkan menjadi dua jenis kategori sampah organik dan anorganik. Tujuan penelitian ini untuk mempermudah tugas memilah sampah bagi petugas sampah keliling. Dalam rangka memudahkan petugas pemungut sampah, sebaiknya setiap kepala keluarga sudah memisahkan karung sampah organik dan anorganik. Untuk mempermudah kepala keluarga dalam memilah sampah, sebaiknya anak-anak mendapatkan pendidikan tentang memilah sampah dengan benar agar dapat tepat membuang sampahnya ke dalam tempat sampah organik dan anorganik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rekognisi dan filterisasi jenis sampah melalui metode analisis faktor. Pengenalan sampah organik dan anorganik pada anak-anak Sekolah Dasar serta pemisahan tempat sampah organik dan anorganik mutlak diperlukan agar lingkungan lebih tertata rapi. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi anak dalam memilah sampah yaitu faktor kepribadian dan faktor kesempatan. Penerapan dari hasil penelitian ini adalah anak-anak jadi lebih paham cara mengenali sampah jenis organik dan anorganik. Pemisahan tempat sampah organik dan anorganik dapat mempermudah dan mempercepat kinerja petugas sampah dalam mengumpulkan sampah organik dan anorganik.
Komparasi Tingkat Hambatan Pembelajaran Akibat Kebutuhan Pribadi Siswa yang Kurang Dipahami Guru di Tiga Negara Asean Karimah, Via Haiyun; Suleman, Asharif; Hulkin, M.; Idayanti, Zulfi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8881

Abstract

Tingkat hambatan pembelajaran akibat kebutuhan pribadi siswa yang kurang dipahami oleh guru merupakan salah satu masalah signifikan di negara-negara ASEAN, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat hambatan pembelajaran yang terjadi di ketiga negara tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis ANOVA non-parametrik uji Kruskal-Wallis, penelitian ini memanfaatkan data PISA 2018 dengan kode SC061Q06TA dan sampel sebanyak 815 data. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam tingkat hambatan pembelajaran antara ketiga negara, dengan hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai H = 38.952, p < .001. Uji Dunn's Post-hoc mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan antara Indonesia dan Malaysia (z = -5.358, p < .001), serta Malaysia dan Thailand (z = 5.831, p < .001), namun tidak ada perbedaan signifikan antara Indonesia dan Thailand (z = 0.714, p = 0.238). Kesimpulannya, perbedaan hambatan pembelajaran di ketiga negara ini memberikan wawasan penting bagi pemangku kebijakan pendidikan di ASEAN dalam mengatasi tantangan pembelajaran siswa yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman guru terhadap kebutuhan pribadi siswa.
Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Kurikulum di Sekolah Dasar Septianto Saleh, Yusuf Yusian; Arifiani, Bilqis Fathimatus
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8883

Abstract

Peran kepala sekolah merupakan kunci untuk menjalankan manajemen dengan baik dan terarah terutama manajemen kurikulum. Tujuan penelitian ini guna menjelaskan dan menganalisis implikasi peran kepala sekolah dalam manajemen kurikulum. Pendekatan studi kasus menjadi dasar penelitian ini, observasi dan dokumentasi menjadi teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan, peran kepala sekolah dalam proses manajemen kurikulum, diantaranya sebagai perencana kurikulum dan program sekolah, pengawas implementasi kurikulum, serta penanggung jawab kurikulum. Terdapat beberapa hambatan yang mengganggu proses berjalannya kurikulum di lokasi penelitian yaitu SDIT As Syafi’iyah Jambon antara lain; kurangnya pengalaman guru, sedikitinya referensi dan informasi tentang kurikulum merdeka, serta minimnya akses digital dan internet. Namun, kepala sekolah meminimalisir dengan bimtek kurikulum, pelatihan pembelajaran, serta peningkatan fasilitas yang menunjang pembelajaran. Peran kepala sekolah bisa menjadi contoh yang bisa diterapkan di lembaga pendidikan dengan menganalisa sumber daya yang tersedia kemudian memberikan solusi dari permasalahan yang ditemukan
Penerapan Model Pembelajaran Index Card Match terhadap Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen di Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Sitanggang, Nelly; Butarbutar, Imelda; Bangun, Bangun
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8887

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pendekatan pembelajaran Index Card Match digunakan di Sekolah Yabes dan bagaimana pengaruhnya terhadap prestasi akademik siswa kelas VIII Kristen. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 28 anak kelas VIII dan dikategorikan sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Terdapat 25 soal pilihan ganda pada alat evaluasi. Setelah siklus awal, hanya 6 siswa (21,42%) yang lulus pre-test, sedangkan 13 siswa (46,42%) yang lulus post-test menunjukkan adanya peningkatan. Siklus kedua dimulai karena meskipun pada siklus pertama hasil belajar siswa mengalami peningkatan, namun hasil yang diperoleh masih jauh dari yang diharapkan sekolah. Pada siklus II, pre-test berjumlah 16 siswa (57,14%) dan post-test berjumlah 25 siswa (89,28%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Index Card Match di Sekolah Yabes Medan memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan hasil belajar siswa

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress Vol. 9 No. 4 (2025): August Vol. 9 No. 3 (2025): Juni Vol. 9 No. 2 (2025): April Vol. 9 No. 1 (2025): February Vol. 8 No. 6 (2024) Vol. 8 No. 5 (2024) Vol. 8 No. 4 (2024) Vol. 8 No. 3 (2024) Vol. 8 No. 2 (2024) Vol. 8 No. 1 (2024) Vol. 7 No. 6 (2023) Vol. 7 No. 5 (2023) Vol. 7 No. 4 (2023) Vol. 7 No. 3 (2023) Vol 7, No 3 (2023): June Vol 7, No 2 (2023): April Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 1 (2023): February Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236 Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663 Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500 Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199 Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500 Vol 6, No 6 (2022): December 2022 Vol. 6 No. 6 (2022) Vol. 6 No. 5 (2022) Vol. 6 No. 4 (2022) Vol. 6 No. 3 (2022) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500 Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000 Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000 Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682 Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445 Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111 Vol. 5 No. 6 (2021) Vol. 5 No. 5 (2021) Vol. 5 No. 4 (2021) Vol. 5 No. 3 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467 Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774 Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521 Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227 Vol. 4 No. 4 (2020) Vol. 4 No. 3 (2020) Vol. 4 No. 2 (2020) Vol. 4 No. 1 (2020) Vol 4, No 1 (2020): January In Press Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165 Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993 Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849 Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837 Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-263 Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262 Vol. 3 No. 4 (2019) Vol. 3 No. 3 (2019) Vol 3, No 2 (2019): In Press Vol. 3 No. 2 (2019) Vol. 3 No. 1 (2019) Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165 Vol 2, No 2 (2018): October Pages 1-74 Vol. 2 No. 2 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84 Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95 Vol. 1 No. 2 (2017) Vol. 1 No. 1 (2017) More Issue