cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Penerapan Pola Hidup Sehat Agar Terhindar Dari Diabetes di RW 08 Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Witdiawati, Witdiawati; Shalahuddin, Iwan; Purnama, Dadang; M Noor, Rohmahalia; Luthfiyani, Nida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12981

Abstract

ABSTRAK Diabetes seringkali dikaitkan dengan faktor genetik serta  gaya hidup dan kebiasaan makan yang tidak sehat. Perubahan gaya hidup, seperti berolahraga secara teratur dan menjaga pola makan yang sehat, sangat penting untuk mengobati diabetes. Berbagai upaya pencegahan telah dipublikasikan, dipromosikan, dan direkomendasikan oleh berbagai ahli kesehatan, termasuk kampanye kesadaran masyarakat tentang tes gula darah dan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat. Mengikuti kebiasaan hidup yang sehat dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena diabetes.Kegiatan ini bertujuan  untuk melakukan edukasi pada masyarakat rw 08 tentang  penerapan pola hidup sehat untuk mencegah diabetes . Elemen dasar penatalaksanaan diabetes adalah transformasi gaya hidup, seperti mengikuti diet sehat dan berolahraga secara teratur, termasuk kampanye kesadaran masyarakat tentang tes gula darah dan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode praktek pemeriksaan gula darah dan edukasi. Hasil Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini adalah sebanyak 39 orang. Sebelum dilakukan edukasi dilakukan pre- test dengan skor rata rata nilai 65,3. Setelah dilakukan pemeriksaan gula darah dan edukasi maka dilakukan lagi post-test dimana hasil skor rata rata adalah 90,6. KesimpulanTerdapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikan edukasi sebesar (35,3 poin). Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi tentang penerapan pola hidup sehat agar terhindar dari diabetes. Kata Kunci: Diabetes, Penerapan, Pola Hidup Sehat  ABSTRACT Diabetes is often associated with genetic factors as well as unhealthy lifestyle and eating habits. The basic elements of diabetes management are lifestyle changes, such as eating right and exercising regularly. Various prevention efforts have been published, promoted and recommended by various health experts, including public awareness campaigns about blood sugar testing and education about the importance of a healthy lifestyle, a healthy lifestyle can help reduce the risk of developing diabetes. Objective to increase the knowledge of the RW 08 community about implementing a healthy lifestyle to avoid diabetes. The basic elements of diabetes management are lifestyle changes, such as eating right and exercising regularly, including public awareness campaigns about blood sugar testing and education about the importance of a healthy lifestyle can help reduce the risk of developing diabetes. The method used in this community service activity is the practical method of checking blood sugar and education. Results The number of participants who took part in this service activity was 39 people. Before the education was carried out, a pre-test was carried out with an average score of 65.3. After checking blood sugar and education, another post-test was carried out where the average score was 90.6. There is an increase in knowledge after being given education by (35.3 points). There is an increase in knowledge after education about diseases, implementing a healthy lifestyle to avoid diabetes. Keywords: Diabetes, Application, Healthy Lifestyle
Edukasi PHBS Rumah Tangga, Pengukuran Status Gizi dan Tekanan Darah di Kampung Pemulung Pondok Kelapa Jakarta Timur Fatmawati, Iin; Marjan, Avliya Quratul; Wahyudi, Chandra Tri; Jadmiko, Arief Wahyudi; Arini, Firlia Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12841

Abstract

ABSTRAK Kesadaran untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu ditingkatkan karena adanya kendala di masyarakat akibat kurangnya akses dan fasilitas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat di Kampung Pemulung dalam menerapkan PHBS dan memantau status gizi dan kesehatan untuk menghindari risiko penyakit di tingkat rumah tangga. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan asesmen gizi dan tekanan darah yang merupakan bagian dari PHBS serta sosialisasi PHBS kepada 45 orang ibu di RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil asesmen, lebih dari separuh peserta mengalami obesitas dan hipertensi. Berdasarkan observasi selama pengabdian masyarakat, sebagian besar peserta mempunyai pola makan yang tidak seimbang. Saat kami menggalakkan PHBS, diketahui bahwa sebagian besar peserta belum pernah mendengar tentang PHBS dan tidak mengetahui cara penerapannya di tingkat rumah tangga. Pengabdian masyarakat ini berhasil dengan antusiasme peserta dan aktif bertanya seputar PHBS. Dari pengabdian masyarakat ini, kami berharap peserta dapat menambah pengetahuannya tentang PHBS dan memperbaiki pola hidup agar terhindar dari risiko penyakit baik menular maupun tidak menular. Kata Kunci: Tekanan Darah, Kampung Pemulung, Asesmen Gizi, Promosi PHBS.  ABSTRACT Awareness of implementing Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS/ Healthy Living) needs increments because there was obstacles in community due to lack of access and facilities. The purpose of this community service was to educate community at Kampung Pemulung to implementing PHBS and monitoring nutritional and health status to avoid disease risk at household level. Method of this community service were obtaining nutritional and blood pressure assessment which are part of PHBS and promote PHBS to 45 mothers from RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, East Jakarta. According to assessment result, more than half of participants were obese and hypertension. Due to observation during the community service, most of participants had unbalance diet pattern. As we promote PHBS, it was known that most of participants had never been heard about PHBS and they did not know how to implementing at household level. This community service were succeeded by participants enthusiasm and they were active to ask about PHBS. From this community service, we hope that participants could increase their knowledge about PHBS and improve their life pattern to avoid disease risk whether communicable nor non communicable. Keywords: Blood Pressure, Kampung Pemulung, Nutrtitional Assessment, PHBS Promotion.
Edukasi Pemberian Makanan Tambahan Pada Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Rumoh Gizi Gampong Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Susanti Susanti; Sri Gustini; Khairunnisak Khairuninnisak
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13990

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang kesehatan. Usia yang rawan terjadinya berbagi penyakit infeksi dan masalah gizi yang dapat berakibat pada terjadinya kondisi stunting adalah usia balita terutama usia 24 – 59 tahun. Kurangnya pemahaman tentang stunting merupakan faktor yang memicu kesadaran masyarakat akan bahaya stunting pada anak usia  dini. Pendidikan masyarakat memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting. Salah satu upaya pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk mewujudkan amanat pemerintah adalah dengan membentuk Rumoh Gizi Gampong yang terletak di Gampong Lapang wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan yang dilakukan di Rumoh Gizi Gampong salah satunya adalah sosialisasi pemberian makanan tambahan pada ibu yang memiliki balita dengan kondisi kurang gizi dan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan status gizi pada balita maka akan dilakukan edukasi melalui penyuluhan dan demonstrasi langsung tentang pemberian makanan tambahan pada balita yang ditujukan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga terutama ibu dalam mengolah bahan makanan yang tersedia di keluarga untuk diolah menjadi makanan tambahan untuk balita. Terdapat adanya perbedaan mean rata-rata pengetahuan ibu yang memiliki balita di Rumoh Gizi gampong Lapang sebelum dan sesudah dilakukana penyuluhan tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam upaya pencegahan stunting sebesar 2,80 dengan p value 0,000 (α 0,05). Penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berhasil meningkatkan pemahaman ibu tentang pemberian makanan tambahan pada balita dalam upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: Rumoh Gizi Gampong, Edukasi Pemberian Makanan Tambahan, Balita   ABSTRACT Stunting is a disorder of growth and development of children due to chronic malnutrition and recurrent infections, which is characterized by their length or height being below the standards set by the Minister who organizes government affairs in the health sector. The age that is prone to sharing infectious diseases and nutritional problems that can result in stunting conditions is the age of toddlers, especially aged 24-59 years. Lack of understanding about stunting is a factor that triggers public awareness of the dangers of stunting in early childhood. Community education plays a very important role in increasing public awareness about stunting. One of the efforts of the West Aceh Regency government to realize the government's mandate is to establish the Gampong Nutrition Rumoh located in Gampong Lapang, the working area of the Johan Pahlawan Health Center, West Aceh Regency. One of the activities carried out at Rumoh Gizi Gampong is socialization of supplementary feeding to mothers who have toddlers with malnutrition and stunting conditions. The purpose of this community service activity is to improve the nutritional status of toddlers, education will be carried out through counseling and direct demonstrations about supplementary feeding for toddlers aimed at increasing family knowledge and skills, especially mothers in processing food ingredients available in the family to be processed into additional food for toddlers. There is a difference in the average mean knowledge of mothers who have toddlers in Rumoh Gizi Gampong Lapang before and after counseling on Supplementary Feeding (PMT) in stunting prevention efforts is 2.80 with a p value of 0.000 (α 0.05). Health counseling carried out in community service activities has succeeded in increasing mothers' understanding of supplementary feeding for toddlers in an effort to prevent stunting. Keywords: Rumoh Gizi Gampong, Supplementary Feeding Education, Toddler
Pemetaan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) Bestari, Astuti Dyah; Didah, Didah; Mandiri, Ariyati; Martini, Neneng
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12272

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian di suatu wilayah. Data menyebutkan bahwa angka kematian ibu, bayi dan balita di Indonesia masih tinggi. Hal tersebut membutuhkan perhatian khusus agar dapat ditangani dengan baik dan berdampak pada turunnya angka kematian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat (kader kesehatan) agar dapat melakukan pemetaan kesehatan ibu dan anak dalam rangka pemantauan serta deteksi dini masalah kesehatan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah Partcipatory Rural Appraisal (PRA) dimana keikutsertaan masyarakat dalam hal ini yaitu kader menjadi peran utama. Kegiatan ini menghasilkan pemetaan kesehatan ibu dan anak di empat dusun Desa Cikoneng Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Hasil pemetaan kesehatan ibu memuat data dan sebaran ibu hamil, nifas, menyusui, pasangan usia subur pengguna kontrasepsi dan bukan pengguna kontrasepsi serta pasangan pernikahan dini. Hasil pemetaan kesehatan anak memuat data dan sebaran bayi dan balita dengan kondisi sehatan normal maupun beresiko. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah kader dibantu oleh fasilitator dapat membuat pemetaan kesehatan ibu dan anak baik dengan kondisi normal maupun beresiko tinggi. Pembuatan pemetaan kesehatan ibu dan anak ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala agar pemantauan dapat dilakukan berkelanjutan oleh berbagai pihak yang terkait seperti bidan desa, puskesmas, dinas kesehatan maupun perangkat desa itu sendiri. Kata Kunci: Pemetaan, Kesehatan Ibu, Kesehatan Anak, Participatory Rural Appraisal  ABSTRACT One indicator of the level of public health is the death rate in an area. Data shows that the maternal, infant and toddler mortality rates in Indonesia are still high. This requires special attention so that it can be handled well and have an impact on reducing the death rate. The aim of this service activity is to increase community participation (health cadres) so that they can carry out maternal and child health mapping in the context of monitoring and early detection of health problems. The method used in this service activity is Participatory Rural Appraisal (PRA) where community participation in this case, namely cadres, plays the main role. This activity resulted in mapping of maternal and child health in four hamlets of Cikoneng Village, Ciparay District, Bandung Regency. The results of the maternal health mapping contain data and distribution of pregnant, postpartum, breastfeeding mothers, couples of childbearing age who use contraception and those who do not use contraception as well as couples in early marriage. The results of child health mapping contain data and distribution of babies and toddlers with normal and at-risk health conditions. The conclusion of this service activity is that cadres, assisted by facilitators, can map the health of mothers and children in both normal and high-risk conditions. Mapping the health of mothers and children should be carried out routinely and periodically so that monitoring can be carried out continuously by various related parties such as village midwives, community health centers, health services and village officials themselves. Keywords: Mapping, Maternal Health, Child Health, Participatory Rural Appraisal
Cemilan Sehat Ibu Hamil Bisikoik Lekok Kelorok sebagai Pencegahan Stunting di Kelurahan Bontonompo Selatan Kab. Gowa Muaningsih, Muaningsih; Lusiana, Evi; Suriyani, Suriyani; Ryadinency, Resty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12763

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Bontonompo selatan merupakan salah satu wilayah kerja dari Puskesmas Bontonompo 1. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi di puskesmas Bontonompo 1, selain itu Ibu hamil juga perlu untuk diberikan gizi maksimal karena salah satu pencetus stunting adalah karena gizi pada saat hamil yang kurang diperhatikan. Terdapat 14 anak stunting dan 6 Ibu hamil KEK. Data ini diperoleh dari 20 kader posyandu yang tersebar di masing-masing dusun. Puskesmas Bontonompo telah memiliki program untuk penanganan gizi anak stunting yaitu program dapur gizi. Namun kader kesulitan dalam pemanfaat bahan pangan yang tersedia di sekitar serta beberapa program yang belum menyentuh Ibu hamil. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader terkait stunting, Ibu hamil KEK serta pemanfaatan daun kelor salah satunya dengan pembuatan BISIKOIK LEKOK KELOROK. Terdapat beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini diantaranya observasi berupa pengukuran BB dan TB anak serta Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk Ibu hamil, pendidikan kesehatan serta demonstrasi. Observasi awal pengukuran stus gizi anak, diperoleh sebanyak 14 anak yang teridentifikasi stunting serta 6 Ibu hamil KEK, observasi dilaksanakan selama 2 hari. Kemudian dilakukan pendidikan kesehatan kepada seluruh kader dan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan biskuit yang berbahan dasar daun kelor. Pendampingan dan distribusi bikcuit dilaksanakan oleh kader. Kegiatan pengabdian memberi dampak pada pengetahuan kader serta berdampak pula pada peningkatan status gizi balita stunting dan Ibu hamil KEK. Biskuit daun kelor ini menjadi salah satu menu yang diberikan pada kegiatan posyandu balita dan Ibu hamil, serta menu selingan pada program Pemberian Makanan Tambahan yang telah berjalan di Desa Tanrara yang terlaksana setiap 1 (satu) kali dalam seminggu Kata Kunci: Biskuit Daun Kelor, Ibu Hamil KEK, Stunting, Kader Pelatihan  ABSTRACT South Bontonompo Village is one of the working areas of the Bontonompo Health Center. Stunting is one of the nutritional problems faced at the Bontonompo Health Center, besides that pregnant women also need to be given maximum nutrition because one of the triggers of stunting is due to nutrition during pregnancy that is not considered. There were 14 stunted children and 6 pregnant women with SEZ. This data was obtained from 20 posyandu cadres spread across each hamlet. Puskesmas Bontonompo has a program for handling the nutrition of stunted children, namely the nutrition kitchen program. However, cadres have difficulty in utilizing the food available around them and some programs have not touched pregnant women. The implementation of this Community Service aims to provide education to cadres related to stunting, pregnant women with SEVERITY and the utilization of moringa leaves, one of which is by making BISIKOIK LEKOK KELOROK. There are several methods used in the implementation of this service including observation in the form of measuring children's weight and TB and Upper Arm Circumference (LILA) for pregnant women, health education and demonstrations. Initial observations of measuring the nutritional status of children, obtained as many as 14 children who were identified as stunted and 6 pregnant women with SEZ, observations were carried out for 2 days. Health education was then provided to all cadres and continued with a demonstration of making biscuits made from moringa leaves. Assistance and distribution of biscuits were carried out by cadres. Moringa leaf biscuits are one of the menus that can be given at posyandu activities for toddlers and pregnant women, as well as a side menu in the Supplementary Feeding program that has been running in Tanrara Village which is carried out once a week. Keywords: Moringa Leaf Biscuits, Pregnant Women With SEZ, Stunting, Cadres Training
Upaya Peningkatan Pengetahuan Persiapan Persalinan dan Keterampilan Mengurangi Nyeri Persalinan pada Pasangan Hamil Arlym, Lisa Trina; Fauziah, Nuraini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12737

Abstract

ABSTRAK Ibu hamil yang mengikuti kelas edukasi persalinan dilaporkan dapat mengontrol diri selama persalinan. Hal ini dianggap penting karena dapat mewujudkan proses kehamilan dan persalinan yang aman, nyaman dan minim trauma. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kehamilan dan persiapan persalinan. Meningkatkan kesadaran suami dalam memberikan dukungan pada ibu bersalin. Memberikan keterampilan teknik mengurangi rasa nyeri pada ibu bersalin yang dapat dilakukan oleh ibu hamil dan suami. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada tentang persiapan persalinan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik teknik mengurangi rasa nyeri pada saat bersalin. Kegiatan ini efektif dilihat dari antusias peserta dalam mengajukan pertanyaan dan hasil kuesioner pre dan post kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh peserta kegiatan sebanyak empat pasangan hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada tentang persiapan persalinan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik teknik mengurangi rasa nyeri pada saat bersalin. Peserta merasa senang dan siap menyambut persalinan aman dan nyaman Kata Kunci: Edukasi Persalinan, Nyeri Persalinan  ABSTRACT Pregnant women who take childbirth education classes are reported to be able to control themselves during labor. This is important because of creating a safe, comfortable, and minimally traumatic pregnancy and birth process. Increase understanding and knowledge about pregnancy and childbirth preparation. Increase husbands' awareness in providing support to mothers giving birth. Providing technical skills to reduce pain in labor that can be used by pregnant women and their husbands. Community service is carried out by providing education to people about childbirth preparation, followed by demonstrations and practice of techniques to reduce pain during childbirth. This activity was effective looks from enthusiasm of the participants in asking questions. Results of the pre and post activity questionnaires showed an increase of participants' knowledge. Community service activity was attended by four pregnant couples. Community service activities run smoothly. Community service is carried out by providing education about childbirth preparation, followed by demonstrations and practice of techniques to reduce pain during childbirth. Participants feel happy and ready to welcome a safe and comfortable birth. Keywords: Childbirth Education, Labor Pain
Pengaruh Edukasi Buku KIA terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader Puskesmas Bengkayang demi Menurunkan Angka Stunting Astuti, Puji; Novianry, Virhan; Andriani, Andriani; Hadi, Didiek Pangestu; Sastriawan, Helmi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13880

Abstract

ABSTRAK Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) digunakan untuk memantau anak, salah satunya demi mencegah kejadian stunting. Pemahaman ibu tentang penggunaan buku KIA turut mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kader kesehatan merupakan penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan puskesmas turut berperan dalam mendampingi ibu dalam memahami isi buku KIA. Pengetahuan kader yang baik tentang buku KIA akan mempengaruhi pemahaman para ibu. Pada kegiatan pengabdian ini, dilakukan pemberian edukasi kesehatan terkait buku KIA yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kader. edukasi dilakukan oleh dokter ahli melalui kegiatan penyuluhan, diskusi, dan praktik langsung. Untuk mengukur adanya peningkatan pengetahuan, dilakukan pengambilan data dengan menggunakan kuasi-eksperimental dengan model kuisioner one group pre-post test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader mengenai buku KIA setelah kegiatan edukasi di Puskesmas Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan kader puskesmas mengenai buku KIA. Kata Kunci: Buku KIA, Kader, Stunting, Puskesmas ABSTRACT The Maternal and Child Health (KIA) book is used to monitor children’s health in order prevent stunting. Mothers' understanding of the use of KIA books are pivotal in children's growth and development. Health cadres are actor who help implement health programs and education of puskesmas. They also play a role in assisting mothers in understanding the contents of the KIA book. Good knowledge of cadres about KIA books will influence mothers' understanding. In this community service, health education about the KIA book was conducted to increase the knowledge of the cadres. The educational activity was carried out by expert through counseling activities, discussion and direct practice. Data was collected using a quasi-experimental model with a one group pre-post test questionnaire. The evaluation results showed that there was an increase in cadres' knowledge regarding KIA books after educational activities at the Bengkayang Community Health Center, Bengkayang Regency, West Kalimantan. We conclude that there has been an increase in the knowledge of community health center cadres regarding KIA books. Keywords: Cadre, KIA Book, Puskesmas, Stunting
Edukasi tentang Pemeriksaan IVA Test Pada Wanita Usia Subur di Kecamatan Pahae Jae Emilia Silvana; Samsidar Sitorus; Maida Pardosi; Evi Desfauza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12597

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua yang di derita perempuan setelah kanker payudara. Salah satu upaya penanganan dan pencegahan kanker serviks yang dilakukan oleh Pemerintah adalah dengan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. IVA test merupakan pemeriksaan yang mudah, murah, namun cakupan deteksi dini tersebut masih tergolong rendah dan masih banyak wanita usia subur yang belum memanfaatkan program tersebut sehingga angka cakupan deteksi dini belum mencapai target yang telah ditetapkan. Kecamatan Pahae Jae adalah salah satu Kecamatan yang menyediakan pemeriksaan IVA Tes gratis kepada pasangan wanita usia subur. Kecamatan Pahae Jae juga terpilih sebagai kecamatan yang diperlombakan ke tingkat propinsi Sumatera Utara kategori IVA Test. Rendahnya cakupan skrining IVA test dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan tentang IVA test. Pengetahuan rendah yang dimiliki wanita akan mempengaruhi partisipasinya dalam melakukan skrining. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi wanita usia subur dengan memberikan pendidikan kesehatan/penyuluhan tentang IVA Test untuk mendeteksi dini kanker serviks di Kecamatan Pahae Jae dengan cara memberikan penyuluhan mengenai deteksi kanker serviks melalui pemeriksaan IVA Test yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2022 di Kecamatan Pahae Jae. Dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur dalam melakukan pencegahan terhadap kanker serviks. Hasil : Pengetahuan ibu sebelum pelatihan pengetahuan Ibu dengan tingkat pengetahuan kurang 2 orang (4%), tingkat pengetahuan cukup 47 orang (94 %) sedangkan yang ber pengetahuan baik hanya 1 orang (2%). Setelah dilaksanakan edukasi tingkat pengetahuan wanita usia subur meningkat menjadi tingkat pengetahuan baik 50 orang (100 %). Kesimpulan: Hasil yang didapatkan setelah dilaksanakan pengabdian kepada Masyarakat terdapat peningkatan pengetahuan Wanita usia subur tentang pencegahan kanker serviks. Kata Kunci: Edukasi, IVA Test, Wanita Usia Subur   ABSTRACT Cervical cancer is the second most common type of cancer suffered by women after breast cancer. One of the efforts to treat and prevent cervical cancer carried out by the Government is the cervical cancer early detection program using the IVA method. The IVA test is an easy, inexpensive examination, but the coverage of early detection is still relatively low and there are still many women of childbearing age who have not taken advantage of the program so that the early detection coverage rate has not reached the target that has been set. Pahae Jae sub-district is one of the sub-districts that provides free IVA tests to women of childbearing age. Pahae Jae sub-district was also selected as a sub-district to compete at the North Sumatra provincial level in the IVA Test category. The low coverage of IVA test screening is influenced by low knowledge about the IVA test. Women's low knowledge will affect their participation in screening. The purpose of this community service is to educate women of childbearing age by providing health education / counseling about the IVA Test for early detection of cervical cancer in Pahae Jae District by providing counseling on cervical cancer detection through IVA Test examination which was carried out from May to July 2022 in Pahae Jae District. With the hope of increasing the knowledge and awareness of women of childbearing age in preventing cervical cancer. Results: Knowledge of mothers before training knowledge of mothers with a level of knowledge less 2 people (4%), the level of knowledge enough 47 people (94%) while the knowledge is good only 1 person (2%). After education, the level of knowledge of women of childbearing age increased to a good level of knowledge 50 people (100%). Conclusion: The results obtained after the implementation of community service there is an increase in the knowledge of women of childbearing age about the prevention of cervical cancer. Keywords: Education, IVA Test, Women of Fertile Age
Program Pengabdian Masyarakat untuk Pencegahan dan Penanganan Kekutuan Pada Siswa Sekolah Dasar Kartika X-3 Parongpong Kabupaten Bandung Barat Triwahyuni, Palupi; Widiyanti, Resa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13427

Abstract

ABSTRAK Seorang dosen sebagai insan pendidik di Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan Tri Darma. Salah satu bentuk perwujudan dari tanggung jawab tersebut adalah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Melibatkan peran serta mahasiswa yang terbimbing merupakan perwujudan yang nyata dari kewajiban dan tanggungjawab dosen  dalam melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi. Bentuk pelaksanaan tersebut diaplikasikan  dalam  memberikan promosi kesehatan kepada kelompok masyarakat dalam hal ini adalah anak usia sekolah di Sekolah Dasar Kartika X-3 Parongpong kabupaten Bandung Barat. Pengetahuan yang  masih kurang menyebabkan siswa kurang mampu melindungi dirinya dari penularan Pediculosis capitis atau kekutuan. Jumlah penderita  akibat kutu rambut semakin meningkat terutama pada anak-anak usia sekolah. Hal ini tentu dapat menyebabkan rasa tidak nyaman karena rasa gatal, penderita akan menggaruk kulit kepalanya sehingga dapat berakibat infeksi pada kulit kepala. Akibatnya dapat mengganggu performa belajar khususnya pada siswa yang sedang menjalani pendidikan di sekolah. Wujud pelaksanaan pengabdian tersebut adalah memberikan pendidikan kesehatan melalui kegiatan promosi kesehatan tentang pencegahan dan penanganan kekutuan pada anak. Promosi dilakukan bagi siswa yang  merupakan kelompok usia  anak-anak dimana semua siswa bersekolah di sekolah yang sama.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa promosi kesehatan melalui penyuluhan kesehatan berisi tentang pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab, sedangkan media promosi kesehatan berupa spanduk, poster dan juga leaflet untuk memudahkan sasaran  memahami informasi terkait materi yang dipaparkan. Sebelum pelaksanaan, maka didahului dengan observasi. Melakukan pengamatan secara langsung untuk melihat kebutuhan dari sasaran  dalam hal siswa SD. Pada sesi tersebut dilakukan tanya jawab dan memberikan pre & post test sebagai evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman sasaran. Hasil perhitungan  nilai rata-rata pre-test adalah 69.3 sedangkan hasil perhitungan nilai rata-rata post-test sebesar 75.4. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sasaran tentang pencegahan dan penanganan kekutuan pada anak. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Siswa, Pencegahan dan Penanganan Kekutuan Pada Anak   ABSTRACT A lecturer as an educator in higher education has a responsibility to implement the Tri Darma. One form of manifestation of this responsibility is carrying out community service. The role of supervised students is a real embodiment of the obligations and responsibilities of lecturers in carrying out the Tri Darma of Higher Education. This form of implementation was applied incorrectly in the service of providing health promotion to community groups, in this case school-age children at Kartika X-3 Parongpong Elementary School, West Bandung district. Insufficient knowledge means students are less able to protect themselves from transmission of Pediculosis capitis or lice. The number of sufferers from head lice is increasing, especially in school-aged children. This can certainly cause discomfort due to itching, sufferers will scratch their scalp which can result in infection of the scalp. As a result, sufferers can disrupt learning performance, especially for students who are currently studying at school. Objective: The manifestation of this service is to provide health education through health promotion activities regarding the prevention and treatment of lice in children. Promotions are carried out for students who are in the children's age group where all students attend the same school. Research Method: Community service activities in the form of health promotion through health education containing health education. The method used is lectures and questions and answers, while health promotion media takes the form of banners, posters and leaflets to make it easier for targets to understand the information related to the material presented. Before implementation, it is preceded by observation. Conduct direct observations to see the needs of the target in terms of elementary school students. In this session, questions and answers were conducted and pre & post tests were given as an evaluation to determine the target's level of understanding. Results: The calculation result of the average pre-test score was 69.3, while the calculation result of the average post-test score was 75.4. Conclusion: So it can be concluded that there is an increase in target knowledge about preventing and treating lice in children.  Keywords: Health Promotion, Students, Prevention and Treatment of Lice in Children
Pengembangan VCO Rempah Serta Pelatihan Pemasaran Secara Digital Pada Kelompok Tani di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru Sayakti, Putri Indah; Pambudi, Didik Rio; Ismail, Hasan; Ayanti, Bio Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13152

Abstract

ABSTRAK Tanaman kelapa (Cocos nucifera) memiliki banyak manfaat sebagai alternatif pengobatan di masyarakat, salah satunya di Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru. Ibu-ibu daerah Kelurahan Cempaka di RT 30 mayoritas Bertani serai dan kunyit walaupun daerahnya meliliki perkebunan terbanyak kedua di Kelurahan Cempaka, Banjarbaru. Permasalahan yang ada di daerah mitra adalah belum dimanfaatkannya secara optimal hasil panen kelapa yang dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam mengolah potensi tanaman ini. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menstimulasi pemanfaatan kelapa menjadi produk VCO dengan kombinasi kunyit atau sereh yang ditanam sendiri. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pembinaan langsung pada masyarakat melalui penyuluhan dan praktik pembuatan produk. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 27 November 2023 pada pukul 10.00-12.30 WITA di Rumah Ketua KWT yang dihadiri 20 peserta yang merupakan ibu kelompok wanita tani, ibu ketua KWT dan mahasiswa. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi dan aktif terutama pada sesi pelatihan pemasaran secara digital. Pengetahuan dari peserta pun menunjukkan hasil yang meningkat karena materi dapat diterima dengan baik. Kata Kunci: Kelapa, VCO, Kelurahan Cempaka, Pemasaran Digital  ABSTRACT The coconut plant (Cocos nucifera) has many benefits as an alternative treatment in the community, one of which is in Cempaka Village, Banjarbaru City. The majority of women from the Cempaka Village area in RT 30 farm lemongrass and turmeric even though the area has the second largest number of plantations in Cempaka Village, Banjarbaru. The problem in partner areas is that the coconut harvest has not been utilized optimally due to a lack of knowledge in processing the potential of this plant. This activity was carried out to stimulate the use of coconut into VCO products with a combination of self-grown turmeric or lemongrass. This community service is carried out using direct guidance to the community through counseling and product manufacturing practices. This community service was carried out on November 27 2023 at 10.00-12.30 WITA at the KWT Chair's House which was attended by 20 participants who were women from the women's farmer group, the KWT chair and students. This activity ran smoothly with participants' enthusiasm being quite high and active, especially in the digital marketing training session. The participants' knowledge also showed increased results because the material was well received. Keywords: Kelapa, VCO, Cempaka Village, Digital Marketing

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue