cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Model Pakleg (Bapak Melek Gizi) sebagai Upaya dalam Mencegah Stunting di Desa Mekar Agung Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Rasyidah, Nur; Nuraineu, Yaneu; Halimatussa'adiah, Melly
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17632

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang menyebabkan postur tubuh tidak maksimal dan kemampuan kognitif berkurang. Salah satu faktor multidimensi penyebab stunting yaitu pengasuhan yang tidak baik yaitu aspek perilaku pola asuh dalam praktik pemberian makan bagi bayi dan  balita. Penyiapan nutrisi bayi-balita dapat dilakukan dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sesuai rekomendasi gizi. Pelatihan pola asuh yang baik mengenai nutrisi pada anak serta pengetahuan  tentang  nutrisi  ibu  hamil  penting  dilakukan dengan  melibatkan  ayah. Peran ayah sebagai pencari nafkah berhubungan dengan status gizi balita. Adapun permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan upaya pencegahan stunting adalah keberadaan kader melakukan edukasi kepada para ayah tentang gizi dalam mencegah stunting baik pada anak 6-24 bulan maupun isteri yang sedang hamil belum ada. Keterampilan dan kemampuan kader dalam membuat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bagi ayah belum pernah dilakukan.  Meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pelatihan kader yang melibatkan Ka.RW/RT Desa Mekar Agung Kec. Cibadak Kab. Lebak untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang peran ayah dalam pemenuhan gizi anak usia 6-24 bulan dan isteri yang sedang hamil untuk mencegah terjadinya stunting. Sasaran kegiatan pengabmas ini adalah seluruh Ka.RW/RT Desa Mekar Agung Kec. Cibadak Kab. Lebak berjumlah 18 orang. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini meliputi; edukasi tentang peran ayah dalam pengasuhan, gizi pada ibu hamil dan anak 6-24 bulan, demonstrasi pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Sebelum Ka.RW/RT diberikan pelatihan, 8 dari 18 orang (44%) menunjukkan pengetahuan cukup dan 3 dari 18 orang (17%) berpengetahuan kurang. Namun, setelah diberikan pelatihan 10 dari 18 orang (56%) berpengetahuan cukup dan 1 dari 18 orang (6%) berpengetahuan kurang. Kegiatan pelatihan kader PAKLEG yang diikuti oleh Ka.RW/RT dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka tentang peran ayah dalam pengasuhan dalam keluarga khususnya dalam pemenuhan gizi pada anak 6-24 bulan maupun isteri yang sedang hamil untuk mencegah terjadinya stunting. Kader perlu mensosialisasikan hasil pelatihan kepada masyarakat agar lebih banyak orang memahami peran ayah dalam pengasuhan, yang dapat membantu menurunkan angka stunting. Kata Kunci: Gizi, Kader, PAKLEG, Stunting.  ABSTRACT Stunting is a condition of chronic malnutrition that results in suboptimal body posture and decreased cognitive abilities. One of the multidimensional factors causing stunting is inadequate parenting, particularly in feeding practices for infants and toddlers. Nutritional preparation for infants and toddlers can be done by providing Complementary Foods for Breastfeeding (MP-ASI) and Additional Food (PMT) by dietary recommendations. Training in good parenting related to child nutrition and knowledge about maternal nutrition during pregnancy is essential and should involve fathers. The father's role as the breadwinner is associated with the nutritional status of toddlers. However, the issue faced in preventing stunting is the lack of educational efforts by cadres to inform fathers about nutrition for preventing stunting in children aged 6-24 months and their pregnant wives. The skills and capabilities of cadres in making Complementary Foods for Breastfeeding (MP-ASI) for fathers have not been implemented. To enhance community independence through training for cadres involving heads of neighborhood units (Ka. RW/RT) in Mekar Agung Village, Cibadak District, Lebak Regency, to improve their knowledge and skills regarding the father's role in fulfilling the nutritional needs of children aged 6-24 months and pregnant wives to prevent stunting. The target of this community service activity is all heads of neighborhood units (Ka. RW/RT) in Mekar Agung Village, totaling 18 individuals. This community service activity includes education on the father's role in parenting, nutrition for pregnant women and children aged 6-24 months, and demonstrations on preparing Complementary Foods for Breastfeeding (MP-ASI). Before the training, 8 out of 18 individuals (44%) had sufficient knowledge, while 3 out of 18 (17%) had insufficient knowledge. However, after the training, 10 out of 18 (56%) had sufficient knowledge, and only 1 out of 18 (6%) had insufficient knowledge. The cadre training for PAKLEG attended by heads of neighborhood units (Ka. RW/RT) can enhance their knowledge and skills regarding the father's role in family parenting, particularly in fulfilling the nutritional needs of children aged 6-24 months and pregnant wives to prevent stunting. PAKLEG cadres should socialize the training results to the community so that more people understood the role of fathers in parenting who can help reduce the stunting rate.   Keywords: Nutrition, Cadre, PAKLEG, Stunting.
Edukasi Kelompok PKK dalam Penerapan Kombinasi Terapi Musik dengan Slow Deep Breathing terhadap Penurunan Tekanan Darah Moonti, Mutia Agustiani; Nugraha, Moch. Didik; Heryanto, Merissa Laora
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17767

Abstract

ABSTRAK Semua orang yang berumur panjang mengalami penuaan, tetapi cepat atau lambatnya bergantung pada individu, dan hampir setengah orang tua mengalami masalah kesehatan karena berbagai penyakit, seperti hipertensi. Salah satu cara non-farmakologi untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan menggabungkan musik dengan napas dalam yang lambat yang termasuk jenis terapi komplementer yang efektif dan mudah dilakukan. Ada 24 ibu PKK yang mengikuti pelatihan, Pengabdian dilakukan di Desa Selajambe Kabupaten Kuningan. Sebelum dilakukan pelatihan ditemukan pengetahuan cukup sebelum sebagian besar dari jumlah ibu PKK yang dapat memahami 54% atau 13 orang. Setelah dilakukan pelatihan didapatkan hampir seluruhnya mengalami peningkatan pengetahuan menjadi baik 58,3% atau 14 orang yang berarti ada peningkatan pemahaman tentang kombinasi terapi musik dengan Slow Deep Breathing pada lansia.                     Kata Kunci: Kelompok PKK, Kombinasi Terapi Musik, Slow Deep Breathing, Hipertensi   ABSTRACT All long-lived people experience aging, but the speed or slowness depends on the individual, and almost half of older people experience health problems due to various diseases, such as hypertension. One of the non-pharmacological ways to lower blood pressure is by combining music with slow deep breathing, which is an effective and easy-to-do type of complementary therapy. There were 24 PKK mothers who participated in the training, the service was carried out in Selajambe Village, Kuningan Regency. Before the training, it was found that the knowledge was sufficient before most of the PKK mothers could understand 54% or 13 people. After the training, it was found that almost all of them experienced an increase in knowledge to good 58.3% or 14 people, which means that there is an increase in understanding about the combination of music therapy with Slow Deep Breathing in the elderly Keywords: PKK Group, Combination of Music Therapy, Slow Deep Breathing, Hypertension
Pelatihan Akuntansi Sederhana “AkuKongregasi” untuk Kongregasi SVD Timor Sonbay, Yolinda Yanti; Manafe, Henny Angri; Sooai, Adri Gabriel
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18414

Abstract

ABSTRAK Lembaga nirlaba sering kali menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dasar dalam akuntansi menyebabkan banyak yayasan mengalami kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang jelas dan sesuai standar. Dalam mengatasi permasalahan ini maka dilakukan pelatihan keuangan sederhana menggunakan aplikasi Akukongregasi. AkuKongregasi melakukan proses input dengan Sistem single entry dan menghasilkan double entry secara otomatis. Tujuan untuk kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pengelola lembaga mengenai laporan keuangan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dengan pelatihan dan penerapan sistem AkuKongregasi di Societas Verbi Divini (SVD) Timor. SVD Timor memiliki 17 Unit yang terletak di Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Kabupaten Belu.  Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman akuntansi dasar dan penerapannya dalam penyusunan laporan keuangan sederhana dengan menggunakan aplikasi AkuKongregasi. Kata Kunci: Pelatihan Akuntansi, Laporan Keuangan, Akuntabilitas, Transparansi, Akukongregasi  ABSTRACT Non-profit organizations often face challenges in managing finances in a transparent and accountable manner. The lack of basic knowledge and skills in accounting has led many foundations to struggle in preparing clear and standardized financial reports. To address this issue, a simple financial training was conducted using the Akukongregasi application. Akukongregasi employs a single entry system for input and automatically generates a double entry. The aim of this activity is to enhance the understanding of organizational managers regarding financial reports, as well as to improve transparency and accountability in fund management. The implementation method involved training and the application of the Akukongregasi system at Societas Verbi Divini (SVD) Timor. SVD Timor operates 17 units located in the city of Kupang, South Central Timor Regency, North Central Timor Regency, and Belu Regency. The results of the training demonstrated a significant improvement in understanding basic accounting and its application in preparing simple financial reports using the Akukongregasi application. Keywords: Accounting training, Financial statements, Accountability, Transparency, AkuKongregasi
Edukasi Stunting dan Pengolahan Makanan Anti Stunting Pada Ibu Balita dan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Berampu Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Silaban, Jojor; Naibaho, Risdiana Melinda; Silalahi, Roberh Harnat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17813

Abstract

ABSTRAK Masalah kekurangan gizi telah menunjukkan perbaikan yang menggembirakan tetapi secara khusus masalah kurang gizi kronis dalam bentuk anak Stunting  belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dan keterampilan ibu balita dan kader posyandu tentang Stunting dan Makanan Anti Stunting. Khalayak sasaran dalam kegiatan penyuluhan ini adalah Ibu Balita  dan kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Beruh Sidikalang berjumlah 119 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ada 3 tahapan : pertama melaksanakan  pre test; kedua memberikan edukasi melalui ceramah dan demonstrasi dan ketiga melakukan evaluasi atau post test test. Hasil yang didapatkan Pengetahuan ibu balita dan kader posyandu sebelum edukasi mayoritas kurang sebanyak 71,43% tetapi setelah diberikan edukasi menjadi mayoritas baik sebanyak 68,91%. Ibu balita dan kader posyandu yang mempunyai sikap negative ada 60,50% tetapi setelah diberikan edukasi  menurun signifikan yang bersikap negative menjadi 22,69%. Keterampilan sasaran baik ibu balita maupun kader posyandu balita tentang pengolahan makanan anti Stunting sebelum dilakukan edukasi adalah mayoritas kurang 62,19% dan setelah  diberikan edukasi menjadi mayoritas baik sebanyak 66,38%. Pada saaat dilakukan evaluasi kegiatan satu bulan setelah pelaksanaan kegiatan didapati hasil pengetahuan ibu balita dan kader posyandu tentang Stunting dan makanan anti Stunting mayoritas pada kategori baik sebanyak 66,39%, cukup 23,53% dan kurang 10,08%, gambaran sikap mayoritas adalah positif sebanyak 78,99% dan masih ada juga yang bersikap negatif sebanyak 21,01% Kata Kunci: Edukasi Stunting, Pengolahan Makanan Anting, Ibu Balita dan Kader Posyandu  ABSTRACT The problem of malnutrition has shown encouraging improvements, but in particular the problem of chronic malnutrition in the form of stunted children has not shown encouraging progress. The purpose of this activity is to improve the knowledge and attitudes and skills of mothers of toddlers and posyandu cadres about Stunting and Anti-Stunting Foods. The target audience in this extension activity are mothers of toddlers and posyandu cadres in the Batang Beruh Sidikalang Health Centre Working Area totalling 119 people. The method of implementing service activities has 3 stages: first carrying out a pre-test; second providing education through lectures and demonstrations and third conducting an evaluation or post-test test. The results obtained Knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres before education is mostly lacking as much as 71.43% but after education is given to the majority of good as much as 68.91%. Mothers of toddlers and posyandu cadres who have negative attitudes are 60.50% but after education is given a significant decrease in negative attitudes to 22.69%. The target skills of both mothers of toddlers and posyandu cadres of toddlers about anti-Stunting food processing before education is the majority of less than 62.19% and after education is given to the majority of good as much as 66.38%. When evaluating the activity one month after the implementation of the activity, it was found that the knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres about Stunting and anti-Stunting food was mostly in the good category as much as 66.39%, 23.53% enough and 10.08% less, the attitude picture was mostly positive as much as 78.99% and there were still those who were negative as much as 21.01%. Keywords: Stunting Education, Anting Food Processing, Mothers Of Toddlers and Posyandu Cadres
Pelatihan Kader Kesehatan Pendamping Gizi bagi Ibu Hamil Kekurangan Energi Kalori (KEK) Wayanti, Sri; Anisak, Siti; Irawati, Deasy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17822

Abstract

ABSTRAK Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil adalah kondisi kekurangan zat gizi kalori dan protein yang berlangsung menahun dan menimbulkan berbagai masalah bagi ibu dan janin. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bangkalan pada Mei 2023, angka kejadian KEK di Puskesmas Tongguh menempati urutan yang tertinggi dan jumlah ibu hamil KEK terbanyak berada pada desa Pandan Lanjang dan Karang Duwak dengan angka prevalensi 15,22%. Peran kader dalam mengenali dan skrening ibu hamil dengan KEK sangatlah penting. Namun selama ini kegiatan penanggulangan ibu hamil KEK hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan dan belum memberdayakan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader kesehatan dalam skrening dan pendampingan ibu hamil KEK. Metode Pengabmas 1. Pelatihan kader kesehatan tentang KEK, 2. Skrening ibu hamil KEK oleh kader kesehatan, 3. Pendampingan kader kesehatan dalam pemberian edukasi kesehatan pada ibu hamil dengan KEK.  dan 4. Pendampingan serta kunjungan rumah ibu hamil KEK oleh kader kesehatan. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang KEK (kategori pengetahuan baik menjadi 90%), peningkatan ketrampilan skrening KEK (keterampilan kategori baik sebesar 96,7%), cakupan ibu hamil KEK yang ditemukan oleh kader kesehatan dan dilaporkan ke bidan desa sebesar 100% serta 75% ibu hamil KEK didampingi oleh kader kesehatan. Pelatihan kader kesehatan tentang KEK dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan skening KEK, serta peningkatan cakupan ibu hamil KEK yang ditemukan oleh kader dan juga peningkatan angka pendampingan KEK oleh kader kesehatan. Kata Kunci: Ibu Hamil, KEK, Kader Kesehatan, Gizi  ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition of chronic calorie and protein nutrient deficiency that causes various problems for the mother and fetus. Based on data from the Bangkalan Health Office in May 2023, the incidence of CED at the Tongguh Health Center was the highest and the number of pregnant women with CED was the highest in the villages of Pandan Lanjang and Karang Duwak with a prevalence rate of 15.22%. The role of cadres in recognizing and screening pregnant women with CED is very important. However, so far, activities to overcome CED pregnant women have only been carried out by health workers and have not empowered the community. This community service aims to increase the role of health cadres in screening and assisting pregnant women with CED in Community Service. 1. Training of health cadres on CED, 2. Screening of pregnant women with CED by health cadres, 3. The assistance of health cadres in educating pregnant women with CED and 4. Assistance and home visits to pregnant women with CED by health cadres. This activity can improve health cadres' knowledge about CED (good knowledge category becomes 90%), increase CED screening skills (good category skills are 96.7%), coverage of CED pregnant women found by health cadres and reported to village midwives is 100% and health cadres accompany 75% of CED pregnant women. Health cadre training on CED can improve CED screening knowledge and skills, increase the coverage of CED pregnant women found by cadres, and increase the number of CED assistants by health cadres.   Keywords: Pregnant Women, CED, Health Cadres, Nutrition
Pemberdayaan Kelompok PKK Banjar Binoh Kaja melalui Pelatihan dan Bimbingan Berkelanjutan Mengenai Tata Laksana Awal Keadaan Gawat Darurat Anak Pre-Hospital Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Sanjana, I Wayan Edi; Putra, Ida Bagus Ardhi; Sagita, Ni Wayan Riska; Putra, I Nyoman Trisna Oka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17705

Abstract

ABSTRAK Kegawatdaruratan pre-hospital pada anak dapat terjadi dimanapun dan kapanpun. Tindakan segera dan akurat ditempat kejadian, 61% terbukti memiliki peluang lebih baik dalam menyelamatkan nyawa, mengurangi kecacatan permanen dan mempertahankan kualitas hidup anak. Orang tua termasuk kelompok PKK dapat disebut sebagai penyelamat awam “lay person rescuer” merupakan kelompok yang paling sering bertemu dengan korban pertama kali di luar rumah sakit. Pemberian edukasi melalui penyuluhan tentang tata laksana awal keadaan gawat darurat anak pre-hospital, pelatihan dengan metode simulasi dan demonstrasi langsung tata laksana awal keadaan gawat darurat anak pre-hospital, pemberian vidio animasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu meretensi kognitif mitra dan meningkatkan literasi kesehatan tentang tata laksana awal keadaan gawat darurat anak pre-hospital, endampingan dan evaluasi, keberlanjutan program merupakan terobosan baru yang kreatif dan inovatif dalam meningkatkan derajat kesehatan anak dan kemandirian mitra. Hasil dari pelaksanaan PKM ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan Ibu-Ibu PKK Dusun Binoh Kaja mengenai tatalaksana kondisi gawat darurat prehospital. Untuk meningkatkan kemandirian kesehatan di masyarakat. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui pemberdayaan kelompok PKK “Mawar” Banjar Binoh Kaja melalui pelatihan dan bimbinggan berkelanjutan tentang tata laksana awal keadaan gawat darurat pada anak terutama dalam konteks pre-hospital. Terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dan sikap responden dari sebelum dan setelah pelaksanaan PKM. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0.001 yang berarti terdapat perbedaan nilai rata. Media audio-visual berupa Video Animasis berbasis AI terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Ibu PKK Dusun Binoh Kaja. Kata Kunci: Kegawatdaruratan Anak, Pelatihan, Prehospital  ABSTRACT Pre-hospital pediatric emergencies can occur anywhere and anytime. Immediate and accurate action at the scene has been shown to have a 61% better chance of saving lives, reducing permanent disability and maintaining the quality of life of children. Parents, including the PKK group, can be referred to as lay person rescuers, the group that most often meets victims for the first time outside the hospital. Providing education through counseling on the initial management of pre-hospital pediatric emergencies, training with simulation methods and direct demonstration of the initial management of pre-hospital pediatric emergencies, providing animated videos based on Artificial Intelligence (AI) technology that can retain partner cognition and improve health literacy about the initial management of pre-hospital pediatric emergencies, assistance and evaluation, program sustainability is a new creative and innovative breakthrough in improving children's health status and partner independence. The results of the implementation of this PKM show an increase in knowledge, attitudes and skills of PKK mothers in Binoh Kaja Hamlet regarding the management of prehospital emergencies. To increase health independence in the community. The method of implementing community service is carried out through empowering the PKK group “Mawar” Banjar Binoh Kaja through training and continuous guidance on the initial management of emergencies in children, especially in the pre-hospital context. There is an increase in the average score of knowledge and attitudes of respondents from before and after the implementation of community service. The Wilcoxon test results show a p value <0.001 which means there is a difference in the average score. Audio-visual media in the form of an animated video based on AI is proven to be able to improve the knowledge, attitudes and skills of PKK mothers in Binoh Kaja Hamlet. Keywords: Pediatric Emergency, Training, Prehospital
Pembentukan dan Pelatihan Kader Pantas (Pengolahan Air Sungai menggunakan Larutan Tawas) Noraida, Noraida; Khair, Abdul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.16898

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Sungai Rangas Hambuku menggunakan sumber air dari sungai yang melintasi di desa tersebut untuk kehidupan sehari-hari. Kualitas air secara fisik memperlihatkan tingkat kekeruhan berada diatas standar yang dipersyaratkan untuk keperluan sehari-hari. Tujuan kegiatan adalah membentuk dan melatih Kader Pantas (Pengolahan air sungai menggunakan larutan tawas). Metode kegiatan dilakukan melalui pembentukan dan pelatihan pengolahan air sungai menggunakan tawas dengan sasaran sebanyak 10 (sepuluh) orang remaja. Hasil pembentukan kader berupa terbentuknya Struktur Organisasi Kader Pantas Desa Sungai Rangas Hambuku, sedangkan perbandingan nilai pretest dan postest menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti ada perbedaan pengetahuan dan pemahaman para kader dalam pengolahan air sungai sebelum dan sesudah pelatihan. Pasca pelatihan, Kader Pantas mampu menyampaikan pengetahuannya kepada masyarakat. Disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah mampu mencapai tujuan yang diinginkan.   Kata Kunci: Pembentukan, Pelatihan, Kader, Pantas  ABSTRACT The Sungai Rangas Hambuku Village community uses water sources from the river that runs through the village for daily life. The physical water quality shows that the turbidity level is above the standard required for daily use. The objective of the activity is to form and train the Pantas Cadre (river water treatment using alum solution). The activity method was carried out through the formation and training of river water treatment using alum with a target of 10 (ten) teenagers. The results of the formation of cadres are in the form of the formation of the Pantas Cadre Organization Structure in Sungai Rangas Hambuku Village, while the comparison of pretest and posttest scores shows a p-value <    0.05, which means there is a difference in the knowledge and understanding of the cadres in river water treatment before and after training. After the training, Pantas cadres were able to convey their knowledge to the community. It is concluded that this community service activity has been able to achieve the desired goals.     Keywords: Formation, Training, Cadre, Pantas
Peningkatan Pengetahuan Siswa Melalui Penyuluhan Mengenai Narkotika di MTS Al-Washliyah Lima Laras Arrazy, Syafran; Sintia, Ayunda; Ulfa, Syahla Shatira; Hasibuan, Seri Rahmadani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17929

Abstract

ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO), narkotika adalah zat yang masuk ke dalam tubuh dan dapat memengaruhi fungsi fisik dan/atau mental (kecuali makanan, air, atau oksigen). Kurangnya kegiatan penyuluhan di sekolah membuat para siswa kurang memiliki pengetahuan sehingga berisiko untuk menggunakan narkotika. Hal ini tentu menjadi perhatian dan harus dilaksanakan penyuluhan untuk menurunkan angka pengguna narkoba tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu menggunakan metode penyuluhan. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes, dokumentasi, dan observasi. Metode pengujian yang dilakukan adalah dengan tes formatif yang disajikan dalam bentuk essay (pretest dan posttest). Berdasarkan hasil penelitian, siswa MTs Al-Washliyah mengalami peningkatan pemahaman materi dan hasil diskusi tanya jawab mengenai narkotika. Penyuluhan menjadi hal yang penting untuk dilakukan guna menurunkan angka pengguna narkoba, khususnya di Desa Lima laras. Masih banyaknya siswa yang belum mendapatkan penyuluhan sehingga butuhnya peran penyuluh narkoba untuk turun ke instansi pendidikan. Kata kunci: Penyuluhan, Narkoba, Pengetahuan  ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO), drugs are substances that enter the body and can affect physical and/or mental functions (except food, water, or oxygen). The lack of counseling activities in schools makes students lack knowledge so that they are at risk of using drugs. This is certainly a concern and counseling must be carried out to reduce the number of drug users. The method used in this service is using the counseling method. The data collection methods used in this research are tests, documentation, and observation. The testing method used is a formative test presented in the form of an essay (pretest and posttest). Based on the results of the study, MTs Al-Washliyah students experienced an increase in understanding of the material and the results of question and answer discussions about narcotics. Counseling is an important thing to do to reduce the number of drug users, especially in Lima Laras Village. There are still many students who have not received counseling so that the role of drug instructors is needed to go down to educational institutions. Keywords: Counseling, Drug, Knowledge
Pemberdayaan KWT Cahaya Tani Lappo Ase melalui Diversifikasi Produk Olahan Pisang di Desa Lappo Ase Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone Azisah, Azisah; Asriyani, Asriyani; Hajar, Hajar; Arifin, Arifin; Sadat, Mohammad Anwar; Pata, Abd. Asis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17671

Abstract

ABSTRAK Pengembangan hilirisasi pisang merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi pisang. Aktivitas usahatani tanaman pisang oleh petani sebagai usaha tani produktif belum terlalu memberikan dampak yang signifikan secara ekonomi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu peningkatan pemanfaatan sumberdaya lokal, meningkatakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Hilirisasi tanaman pisang dengan diversifikasi produk yaitu keripik stik pisang dan keripik Gedebog/Batang Pisang (Bongpis) untuk Meningkatkan nilai tambah komoditi pisang, peningkatan kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan sumberdaya daya lokal. Tahapan metode kegiatan pengabdian yaitu: 1) Sosialisasi; 2) Pelatihan; 3) Penerapan Teknologi; 4) Pendampingan dan evaluasi; 5) Keberlanjutan program. Terdapat 2 pelatihan yang dilaksanakan dalam kegiatan PKM ini yaitu pelatihan pengolahan produk kerik stik pisang dan keripik gedebog/batang pisang (bongpis) dan pelatihan kemasan dan label produk.  Hasil Pre dan post test kepada peserta menunjukkan bahwa peserta meningkat pengetahuan serta keterampilannya terkait dengan cara pengolahan keripik stik pisang dan keripik gedebog/batang pisang dan mengenai pengemasan serta label produk setelah mengikuti pelatihan.  Anggota KWT Cahaya Tani Lappo Ase memahami dan menguasai cara mengolah keripik stik pisang dan keripik gedebog/batang pisang (bongpis), memahami dan menguasai tentang kemasan dan pelabelan dan puas terhadap materi yang diberikan. Kata Kunci: Diversifikasi, Produk, Pisang  ABSTRACT The development of banana downstreaming is a strategic step to increase added value and optimize the utilization of banana potential. Banana farming activities by farmers as a productive farming business have not yet had a significant economic impact.  The purpose of this service activity is to increase the utilization of local resources, increase public awareness about the importance of downstreaming banana plants with product diversification, namely banana stick chips and Gedebog / Banana Stem chips (Bongpis) to increase the added value of banana commodities, increase public awareness about the utilization of local resources. The stages of the service activity method are: 1) Socialization; 2) Training; 3) Application of Technology; 4) Assistance and evaluation; 5) Program sustainability. There are 2 trainings carried out in this PKM activity, namely training on processing banana stick chips and gedebog/banana stem chips (bongpis) and training on product packaging and labeling.  Pre and post test results to participants showed that participants increased their knowledge and skills related to the processing of banana stick chips and gedebog/banana stem chips and regarding product packaging and labeling after attending the training.  Members of KWT Cahaya Tani Lappo Ase understand and know how to process banana stick chips and gedebog/banana stem chips (bongpis), understand and know how to package and label their products. Keywords: Diversification, Products, Banana
Peningkatan Nilai Guna Limbah Kulit Jeruk Nipis melalui Produk Sederhana Guna Mendukung SDGs bagi Petani Jeruk di Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik Sari, Retno; Hendradi, Esti; Rijal, Agus Syamsur; Retnowati, Dini; Suzana, Suzana; Ramadhani, Firmansyah Ardian; Miatmoko, Andang; Sulistyowati, Melanny Ika; Sukardiman, Sukardiman; Ekowati, Juni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18244

Abstract

ABSTRAK Permasalahan di Desa Bolo Ujung Pangkah Gresik produksi jeruk nipis yang tinggi/melimpah. Sehingga harga jual menjadi rendah dan banyak produk panen tidak dapat terserap oleh pasar. Selain itu limbah kulit jeruk nipis yang terbuang juga akan meningkat. Hal ini akan mengakibatkan kerugian bagi petani. Permasalahan tersebut akan dibantu dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat dengan meningkatkan nilai guna limbah jeruk nipis di kecamatan Ujung Pangkah, Gresik, khususnya di desa Bolo melalui pengolahan produk berbahan ekstrak kulit jeruk nipis. Hal ini sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 12 yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang efisien. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan pre-test yang dilanjutkan dengan pemaparan materi dan demo pembuatan produk micellar water dan hand sanitizer dari ekstrak kulit jeruk. Selanjutnya dilakukan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta setelah pelatihan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terdapat peningkatan kemampuan dan pengetahuan peserta tentang khasiat bahan yang terkandung dari kulit jeruk. Peserta dapat meningkatkan nilai guna dari limbah kulit jeruk nipis dalam bentuk produk sederhana kaya manfaat seperti micellar water dan hand sanitizer dari kulit jeruk nipis. Kata Kunci: Kulit Jeruk Nipis, Micellar Water, Hand Sanitizer, SDGs 12  ABSTRACT The problem in Bolo Ujung Pangkah Gresik Village is the high/abundant production of limes. So that the selling price is low and many harvested products cannot be absorbed by the market. In addition, the waste of lime peels that are thrown away will also increase. This will result in losses for farmers. The problem will be helped by community service activities with the aim of increasing public knowledge by increasing the utility value of lime waste in Ujung Pangkah sub-district, Gresik, especially in Bolo village through processing products made from lime peel extract. This is in accordance with the objectives of Sustainable Development Goals (SDGs) 12, namely efficient utilization of natural resources. Community service activities began with a pre-test followed by a presentation of materials and a demonstration of making micellar water and hand sanitizer products from orange peel extract. A post-test was then conducted to measure changes in participants' knowledge after the training. Based on the results of the pre-test and post-test, there was an increase in participants' abilities and knowledge about the properties of the ingredients contained in lime peel. Participants can increase the utility value of lime peel waste in the form of simple, beneficial products such as micellar water and hand sanitizer from lime peel. Keywords: Lime Peel, Micellar Water, Hand Sanitizer, SDGs 12

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue