cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
ANALISIS KUALITAS LAYANAN RATRI TOBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN Priagung, Andri; Fatkhiya, Musa Firi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.13614

Abstract

Di instalasi farmasi poli rawat jalan RSUD Bendan memiliki sistem antrian pengambilan obat yang baru diluncurkan pada 17 Juli 2023 yaitu layanan RATRI TOBAT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas layanan RATRI TOBAT terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Bendan. Penilaian kualitas layanan RATRI TOBAT dilihat dari indikator mutu pelayanan kesehatan sedangkan kepuasan pasien dilihat dari indikator dimensi kepuasan.
IDENTIFIKASI INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA PERESEPAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS HAJI PEMANGGILAN Lestari, Yovita Endah; Nurkhalika, Rachmi; Samor, Vania Amanda
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.16610

Abstract

Interaksi obat menjadi salah satu permasalahan dalam peresepan yang memiliki lebih dari lima macam obat didalam satu resep. Hal ini bisa menyebabkan obat yang diresepkan tidak dapat bekerja secara optimal. Pasien dengan penyakit hipertensi mempunyai resiko yang tinggi untuk mengalami interaksi obat. Hal ini berhubungan dengan komplikasi yang sering terjadi pada pasien hipertensi. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif dari data rekam medik dan resep pasien hipertensi pada bulan November 2022 – Januari 2023 di Puskesmas Haji Pemanggilan, Lampung Tengah. Hasil penelitian menunjukkan karateristik pasien terbanyak pada jenis kelamin perempuan sebesar 111 (52,4%)  dan usia lansia (> 50 tahun) sebesar 133 (63,4%). Resep yang memiliki potensi mengalami interaksi obat sebanyak 90 resep (42,8%)  dari 210 resep. Gambaran pada potensi interaksi obat terbanyak masuk kedalam kategori moderate sebanyak 61 kasus (42,8%) dan terdapat 76 kasus (84,5%) interaksi obat berdasarkan mekanisme farmakodinamik.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT SAWI LADANG (Nasturtium Montanum) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-2-pycrilhydrazyl) Jannah, Syauqul; Mulyani, Elly; Maharani, Nathasia Aulia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15550

Abstract

Antioksidan ialah zat penghambat respons yang dilakukan oleh ekstremis bebas. Salah satu contoh antioksidan adalah tanaman sawi. Pemanfaatan daun sawi ladang (Nasturtium montanum) dalam pembuatan fraksi asam etil asetat dan efek antioksidan saat ini belum diketahui secara pasti. Selanjutnya, penting untuk melakukan penelitian mengenai aksi antioksidan dari bagian turunan asam etil asetat daun sawi sawah (Nasturtium Montanum). Uji penelitian dilakukan dengan tujuan agar mengetahui khasiat fraksi etil asetat sebagai antioksidan pada sawi ladang (Nasturtium Montanum) dengan menggunakan teknik DPPH. Pada fraksi etil asetat dilakukan dengan 4 rangkaian konsentrasi yaitu 40, 60, 80, 100 ppm. Tiap konsentrasi yang dibuat, dipepet sebanyak 2ml kemudian di tambahkan 2 ml DPPH 50 ppm. Lalu di inkubasi sekitar 30 menit. Absorbansi diperkirakan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ 517 nm dan disebut sebagai Nilai IC 50 (Inhibitory Focus) untuk menunjukkan konsentrasi antioksidan pada suatu senyawa yang menghasilkan tangkapan setengah atau 50% dari DPPH. Hasil uji coba antioksidan fraksi asam etil asetat sawi ladang (Nasturtium Montanum) menunjukkan adanya efektivitas Antioksidan dengan Nilai IC 50 senilai 98,57 µg/mL, termasuk kuat, 50-100 µg/mL . Berdasarkan penelitian ini, daun sawi putih (Nasturtium Montanum) mempunyai khasiat sebagai antioksidan.
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI TERHADAP CANDIDA ALBICANS EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) Setiya, Kusumaningtiyas Putra; Tutik, Tutik; Marcellia, Selvi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.8702

Abstract

Candida albicans merupakan mikroflora di tubuh manusia yang dapat ditemukan di traktus gastrointestinal, membran mukosa dan kulit. untuk mengetahui ekstrak metanol kulit bawang merah dengan metode ekstraksi refluk memiliki aktivitas antifungi terhadap fungi Candida albicans, tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi ekstrak metanol kulit bawang merah ( Allium cepa L. ) yang berpengaruh terhadap fungi Candida albicans. Teknik ekstraksi yang digunakan yaitu refluks dan uji aktivitas. Hasil ekstrak diperoleh rendemen sebesar 10%. Hasil skrining fitokimia diperoleh senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin.  Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hambatan yang diterima pada fungi Candida albicans pada konsentrasi 5%, 30%, 55%, 80% dan 100%. Ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L) yaitu senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tannin. Tidak positif mengandung aktifitas antifungi terhadap Candida albicans. tidak ada penghambatan pertumbuhan terhadap fungi Candida albicans. Karena pada penelitian ini hanya dapat membuktikan adanya suatu senyawa metabolit sekunder secara kualitatif tidak secara kuantitatif terhadap antifungi.
UJI KUALITATIF KANDUNGAN HIDROKUINON PADA TIGA MEREK KRIM PEMUTIH WAJAH DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Meilyda, Nadira Ayu; Febriani, Alik Kandhita; Balfas, Rifqi Ferry
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15818

Abstract

Hidrokuinon merupakan golongan fenol yang memiliki sifat larut dalam air. Bahaya penggunaan hidrokuinon dalam kosmetik antara lain menyebabkan okronosis (kulit berbintil seperti pasir, berwarna coklat kebiruan, terasa gatal dan terbakar). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan hidrokuinon pada tiga merek krim pemutih wajah yang dijual di media online. Sampel yang diteliti sebanyak 3 krim pemutih wajah yang dijual di media online dengan metode kromatografi lapis tipis. Hasil uji kualitatif hidrokuinon dengan reagen FeCl₃ 1%, memperoleh hasil sampel A, B dan C positif hidrokuinon. FeCl₃ merupakan reagen yang umum digunakan untuk uji kualitatif senyawa siklik, sehingga kurang spesifik karena akan menghasilkan uji positif terhadap senyawa yang mengandung siklik. Hasil uji reaksi warna dengan reagen benedict, O-fenantrolin dan hasil uji Kromatografi lapis tipis dengan menggunakan fase gerak metanol P:kloroform P (50:50), menunjukan sampel krim pemutih yang positif mengandung hidrokuinon yaitu sampel A dan C dengan nilai Rf yang mendekati Rf baku Hidrokuinon. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 2 sampel positif mengandung hidrokuinon.
GAMBARAN KEPATUHAN PENGOBATAN (Medication Adherence) PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA DI KECAMATAN TEGALREJO YOGYAKARTA Cahayani, Dian Ameilia; Nasriyah, Chotijatun; Hartanto, Fajar Agung Dwi; Rahayu, Novi Widyastuti; Anggraini, Cristine
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.14757

Abstract

Latar Belakang: Gangguan jiwa merupakan penyakit yang tejadi gangguan pada kejiwaannya yang dapat berpengaruh dalam cara berpikir, berperilaku dan emosinya dalam kehidupan sehari-hari. Keefekivitasan terapi pasien dengan gangguan jiwa dipengaruhi oleh salah satunya adalah kepatuhan terhadap pengobatan. Psikoedukasi dan farmakoterapi menjadi pengobatan lini pertama untuk pasien dengan gangguan kejiwaan. Ketidakpatuhan menjadi faktor terjadinya kekambuhan. Menghentikan terapi pengobatan dapat meningkatkan risiko kekambuhan hampir lima kali lipat. Oleh karena itu, menjaga kepatuhan pengobatan merupakan hal yang penting.Tujuan: mengetahui gambaran kepatuhan pengobatan (Medication Adherence) pada pasien dengan gangguan jiwa di Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bersifat prospektif dengan pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan teknik total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 31 orang dengan waktu pelaksanaannya sejak bulan Februari sampai bulan Maret di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta. Analisis data dengan statistik SPSS 26 yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dengan versi terjemahan dalam bahasa Indonesia dari penelitian Syahroni (2017).Hasil: Kepatuhan pengobatan pasien gangguan jiwa di Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta menunjukkan hasil kategori rendah sebanyak 22 orang (71%) dan yang memiliki kepatuhan sedang sebanyak 9 orang (29%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kategori tingkat kepatuhan masih tergolong sangat rendah.
DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN DEPRESI DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROF. Dr SOEROJO MAGELANG JAWA TENGAH Pratama, Tiara Dewi Salindri; Maulana, Riza
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.13505

Abstract

Depresi merupakan salah satu dari gangguan mental yang umum terjadi dan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Pemilihan terapi antidepresan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup, serta menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pasien. Akan tetapi hal tersebut sulit diraih apabila terdapat masalah terkait obat atau Drug Related Problems (DRPs) yang pasien peroleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antidepresan, dan kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada pasien depresi di instalasi rawat inap RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, Jawa Tengah periode Januari – Juni 2023. Pada penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional deskriptif secara prospektif dengan jumlah sampel sebanyak 29 kasus. Pengumpulan data meliputi data primer dari tenaga kesehatan dan data sekunder yang diperoleh dari penelusuran rekam medik pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. Antidepresan yang paling banyak digunakan adalah golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) yaitu fluoksetin dengan dosis 20 mg/hari sebanyak 23 kasus (79%). Kasus Drug Related Problems (DRPs) yang ditemukan sebanyak 64 kasus, dengan kategori interaksi obat 58 kasus (91%) dan dosis subterapetik 6 kasus (9%).
LITERATURE REVIEW : SEDIAAN TOPIKAL DARI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP ANTIBAKTERI Propionibacterium acnes Saraswati, Maulita; Purwanjani, Wahyu; Hapsari, Estuningtyas Ayu
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21827

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan salah satu masalah kulit yang paling umum, terutama pada remaja, yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik konvensional untuk mengatasi jerawat dapat menimbulkan resistensi dan efek samping. Pegagan (Centella asiatica) telah dikenal sebagai tanaman obat tradisional dengan aktivitas antibakteri, anti-inflamasi, dan penyembuhan luka. Tujuan dari literature review ini adalah untuk menganalisis berbagai penelitian mengenai efektivitas sediaan topikal ekstrak pegagan dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal nasional terakreditasi dan internasional tahun 2021-2025. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak pegagan dalam berbagai sediaan topikal (gel, krim, sabun, patch) memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap P. acnes dengan zona hambat yang bervariasi tergantung konsentrasi dan bentuk sediaan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL FITOKIMIA DARI EKSTRAK DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) DENGAN VARIASI PELARUT Mahardika, Ida Bagus Putra; nugraha, iwan saka; Yuliana, ni luh Diah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan tiga jenis pelarut, yaitu etanol 96%, n-heksana, dan aquadest. Hasil rendemen menunjukkan pelarut etanol 96% memberikan hasil tertinggi sebesar 17,64%, diikuti aquadest 13,13% dan n-heksana 9,45%. Skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan pada lima konsentrasi (60, 70, 80, 90, dan 100 ppm) menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC₅₀ ekstrak etanol 96% sebesar 4,06 ppm (kategori sangat kuat), aquadest sebesar 6,24 ppm (sangat kuat), dan n-heksana sebesar 10,53 ppm (sangat kuat). Pemberian variasi pelarut berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun pacar air, dan pelarut etanol 96% merupakan pelarut paling efektif dalam mengekstrak senyawa antioksidan. 
UJI AKTIVITAS SALEP EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Ramadhan, Dimas; Tutik, Tutik; Rai Saputri, Gusti Ayu
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.11521

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh kontak atau paparan sumber panas seperti api, air panas, listrik dan radiasi, yang dapat menyebabkan peradangan, perdarahan dan shock serta dapat mempengaruhi sistem tubuh jika tidak ditangani secara langsung, mempengaruhi epidermis, dermis dan jaringan subkutan rusak. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu tanaman tradisional yang berpotensi sebagai penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penyembuhan luka bakar derajat II pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini menggunakan metode maserasi untuk ekstraksi kulit bawang merah dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh diformulasikan sediaan salep untuk penyembuhan luka bakar. Hasil ekstraksi diperoleh rendemen 2,64% dengan hasil skrining fitokimia mengandung senyawa metabolit sekunder yang meliputi senyawa flavonoid, saponin, tanin, alkaloid dan terpenoid. Hasil evaluasi sediaan salep ekstrak kulit bawang merah menunjukkan bahwa telah memenuhi syarat sediaan salep. Hasil observasi penyembuhan penyembuhan luka bakar dengan parameter kemerahan disekitar luka bakar dan luas luka diperoleh hasil yang lebih optimum pada F3 dengan konsentrasi 30% ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) dibandingkan dengan formlasi F1 dengan konsentrasi 5% dan F2 dengan konsentrasi 10% dan tidak bisa dibandingankan dengan kontrol positifnya.