cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 185 Documents
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SPRAY EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI REPELLENT TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Setiawan, Muhammad Arif; Tutik, Tutik; Marcelia, Selvi; Widianingsih, Mastuti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.14483

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang sangat pendek. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh yang lebih efektif antara metode refluks dan metode sokletasi mengguakan pelarut metanol ekstrak kulit bawang merah terhadap larva Aedes aegypti. Hasil uji efektivitas repelan diperoleh daya proteksi terbesar terdapat pada formulasi III refluks dan formulasi III sokletasi. Berdasarkan dari hasil uji efektivitas repelan pada Formulasi III refluks pada 30 detik setelah penyemprotan spray diperoleh nilai rata-rata daya proteksinya terhadap nyamuk Aedes aegypti sebesar 94,38% dan pada 6 jam terjadi penurunan nilai rata-rata daya proteksinya sebesar 79,39%, dan pada Formulasi III sokletasi pada 30 detik setelah penyemprotan spray diperoleh nilai rata-rata daya proteksinya sebesar 92,49% dan pada 6 jam terjadi penurunan nilai rata-rata daya proteksinya sebesar 76,84%. Nilai rata-rata daya proteksi sediaan spray ekstrak kulit bawang merah terhadap nyamuk Aedes aegypti dikatakan memiliki efektivitas apabila daya proteksinya terhadap gigitan nyamuk 90% hingga jam ke- 6, pada penelitian sebelumnya mengenai spray kulit bawang merah pada konsentrasi 5% diperoleh daya roteksinya sebesar 97,5% pada 30 detik dan per 6 jam diperoleh rata-rata 71,20%, formulasi sediaan srpay ekstak metanol Bawang Merah (Allium cepa L.) memiliki karakteristik organoleptis yang baik dan formulasi sediaan spray ini tidak ada yang efektif untuk dijadikan sebagai repelan nyamuk Aedes aegypti.
PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP (SYSTEMATIC REVIEW) Suminingtyas, Ifa Aris
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20764

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik yang digunakan secara tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif seperti resistensi, menimbulkan efek samping obat bahkan menyebabkan kematian. Penggunaan antibiotik dalam pengobatan sendiri merupakan suatu perilaku kesehatan yang berbahaya bagi masyarakat, namun faktanya banyak masyarakat yang menggunakan antibiotik sebagai obat pilihan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi lebih jauh mengenai faktor-faktor apa saja yang mungkin menjadi determinan perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep yang mungkin belum tereksplorasi pada penelitian-penelitian sebelumnya.Metode yang digunakan dalam tinjauan sistematik ini adalah metode pelaporan naratif. Pencarian artikel diambil dari database online nasional di web https://garuda.kemdikbud.go.id, terhadap penelitian yang dilakukan di Indonesia pada tahun 2020 hingga 2025. Kata kunci yang digunakan dalam penelitian adalah: penggunaan antibiotik, perilaku penggunaan antibiotik dan antibiotik tanpa resep.Hasil penelitian terhadap artikel yang menyelidiki kata kunci tersebut diperoleh secara keseluruhan 66 artikel dan 16 yang direview berdasarkan kriteria penelitian.Kesimpulan terhadap review artikel menunjukkan bahwa Pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep cukup baik, masyarakat memiliki pengetahuan terhadap penggunaan antibiotik secara benar dan risiko penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Masih banyak masyarakat yang menggunakan antibiotik tanpa resep. Pemerintah dan semua pemangku kepentingan perlu lebih meningkatkan efektifitas pengendalian distribusi antibiotik. Perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik tanpa resep dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu pengetahuan, keyakinan dan pengalaman pasien, kelonggaran hukum dan sanksi, serta kemudahan akses dalam penggunaan antibiotik. Dalam upaya pengendalian penjualan antibiotik tanpa resep, peneliti juga memandang perlu untuk diterapkannya sanksi terhadap tenaga kesehatan yang menjual antibiotik tanpa resep. Perubahan perilaku petugas kesehatan menjadi faktor penting untuk mendukung intervensi yang dapat menutup akses penggunaan antibiotik tanpa resep.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisikokimia Masker Rambut Emulsi O/W kombinasi Aloe vera, Chamomile, dan Hyaluronic acid Handayani, Kiki Yuli; Agustina, Dina Putri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21895

Abstract

Kesadaran konsumen yang semakin tinggi terhadap gaya hidup sehat dan penggunaan bahan alami mendorong pertumbuhan pesat pada sektor kosmetik fungsional, termasuk produk perawatan rambut yang salaah satu jenisnya adalah masker rambut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu formula dan mengevaluasi stabilitas fisikokimia dari produk masker rambut dalam bentuk emulsi Oil in Water (O/W) dengan kombinasi bahan aktif ekstrak Aloe vera, chamomile, dan hyaluronic acid (HA). Ketiga bahan tersebut dipilih untuk dikombinasikan karena berdasarkan studinya masing-masing manfaatnya telah terbukti masing-masing bahan telah terbukti manfaatnya dan memiliki efek sinergis dalam melembapkan, menenangkan kulit kepala, serta meningkatkan elastisitas dan hidrasi rambut. Formulasi dilakukan menggunakan teknik emulsifikasi, dan selanjutnya produk masker diuji secara organoleptik kemudian dilanjutkan pengujian fisikokimia sediaan meliputi uji pH, viskositas, dan stabilitas fase yang diuji dengan metode uji stabilitas dipercepat. Hasil menunjukkan bahwa produk masker rambut memiliki warna putih konsisten, ukuran partikel yang homogen, aroma lembut, pH 5,6, dan nilai viskositas 33.000cps. Pemisahan fase tidak ditemukan selama uji stabilitas, hal ini menunjukkan kestabilan yang baik. Tantangan pendispersi HA berhasil diatasi melalui penerapan teknik pelarutan bertahap dalam medium air hangat sebelum emulsifikasi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kombinasi Aloe vera, chamomile, dan HA dapat diformulasikan menjadi suatu produk masker rambut alami yang stabil dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk perawatan rambut.
Gambaran Pola Penggunaan Obat Anestesi pada Pasien Bedah Urologi di Instalasi Bedah RSU Cut Meutia Aceh Utara Patimah, Seni Nur; Millizia, Anna; Yuziani, Yuziani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.19850

Abstract

Anestesi merupakan suatu tindakan untuk menghilangkan rasa sakit ketika dilakukan pembedahan dan berbagai prosedur lain yang menimbulkan rasa sakit. Urologi merupakan salah satu dari berbagai jenis pembedahan yang memerlukan anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat anestesi pada pasien bedah urologi di RSU Cut Meutia Aceh Utara yang merupakan rumah sakit rujukan di Aceh Utara. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 48 pasien yang menjalani pembedahan urologi pada bulan Mei- Juli 2024, sebanyak 39 pasien bedah urologi (81.25%) berjenis kelamin laki-laki, 22 pasien (45.8%) berusia lanjut dan 36 pasien (75%) menjalani pembedahan minimal invasif. Hasil penelitian juga menunjukan sebanyak 42 pasien (87.5%) menerima jenis anestesi regional dengan teknik spinal dan sebanyak 42 pasien diinjeksi dengan bupivakain sebagai salah satu agen anestesinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis anestesi regional dengan teknik spinal anestesi paling banyak dilakukan di RSU Cut Meutia serta bupivakain merupakan obat yang sering digunakan pada pasien bedah urologi yang mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia lanjut dan menjalani pembedahan minimal invasif.
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum x africanum Lour.) DAN DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) SEBAGAI PENOLAK NYAMUK Aedes aegypti Zahrani, Andieta; Nofita, Nofita; Susanti, Dwi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.14278

Abstract

Tumbuhan kemangi dan pandan wangi mempunyai beberapa senyawa metabolit skunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid yang berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi ekstrak daun kemangi dan daun pandan wangi efektif sebagai penolak nyamuk. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pada penelitian ini menggunakan 3 kali pengulangan dengan kontrol positif spray komersial soffel bunga geranium kontrol negatif aquadest streril dan LU I (0,5%+1,5%), LU II (1%+1%) dan LU III (1,5%+0,5%). Dengan perbandingan ekstrak (1:1). Nyamuk yang diuji adalah nyamuk Aedes aegypti. Hasil dari uji efektivitas kombinasi ekstrak daun kemangi dan pandan wangi yang memiliki efektivitas penolak nyamuk adalah seluruh konsentrasi larutan uji yaitu LU I, LU II dan LU III sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Hasil Uji Analisis Stastistik One Way ANOVA diperoleh nilai signifikan p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kombinasi ekstrak daun kemangi (Ocimum x africanum Lour.) dan pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.) efektif sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti pada konsentrasi LU I, LU II dan LU III.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD X KABUPATEN BEKASI Amalia, Tania Rizki; Siregar, Tahoma; Tamba, Melyana; Fithri, Rodhiyatul
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20965

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular utama penyebab morbiditas dan mortalitas diseluruh dunia. Jumlah individu dengan hipertensi dalam skala global meningkat dari 650 juta pada tahun 1990 menjadi 1,3 miliar jiwa pada tahun 2019. Di Indonesia, rata-rata prevalensi hipertensi pada orang dewasa mencapai 30,6 % pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karateristik pasien hipertensi, pola terapi dan rasionalitas penggunaan obat hipertensi dengan variable ketepatan pasien, obat, dosis, lama pemberian dan potensi interaksi obat. Data penelitian terdiri dari 91 rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien berusia 46-55 tahun (37,36%) dengan jenis kelamin perempuan, sebagian besar kasus merupakan hipertensi derajat 2 (60,44%). Peresepan obat kombinasi lebih banyak dibandingkan pemakaian tunggal (51,65%) dengan kombinasi terbanyak yaitu amlodipin dan candesartan (26,37%). Rasionalitas penggunaan obat meliputi ketepatan pasien (100%), ketepatan pemilihan obat (98,9%), ketepatan dosis (100%), ketepatan lama pemberian (100%). Potensi interaksi obat yang teridentifikasi sebagian besar bersifat minor (74,08%), diikuti interaksi moderat (18,52%) dan mayor (7,40%). Kesimpulan penelitian menunjukkan pemilihan dan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di RSUD X Kabupaten Bekasi telah sesuai dengan standar terapi dan sebagian besar rasional. Monitoring terhadap potensi interaksi obat tetap dilakukan meskipun sebagian besar interaksi obat bersifat minor. 
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA TERHADAP OBAT HERBAL DI JAKARTA GLOBAL UNIVERSITY Yuwanda, Alhara; Adina, Anugerah Budipratama; Herli, Amelia; Zulkiefli, Arizal Rachmat; Hermawati, Shakira Putri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18771

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan obat-obatan herbal semakin meningkat di kalangan masyarakat, termasuk di antara mahasiswa, karena dianggap lebih alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan obat sintetis. Penelitian ini menganalisis pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) mahasiswa mengenai penggunaan obat herbal. Metode: Studi dilakukan menggunakan kuesioner daring yang ditujukan kepada mahasiswa di Jakarta Global University (JGU). Total 22 pertanyaan digunakan untuk menyelidiki pengetahuan (8), sikap (7), dan praktik (7) mahasiswa. Hasil: Dari 89 responden, mayoritas mahasiswa berusia 18-22 tahun (70,8%) dengan latar belakang pendidikan terbanyak dari jurusan farmasi (57,3%). Pengetahuan mahasiswa mengenai obat herbal cukup baik, namun masih terdapat persepsi yang dapat diedukasi lebih lanjut terkait efek samping obat herbal dibandingkan dengan obat sintetis. Sikap mahasiswa menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap keamanan dan efektivitas obat herbal, dengan 75,3% responden percaya bahwa obat herbal merupakan pilihan pengobatan yang aman. Selain itu, praktik penggunaan obat herbal juga cukup tinggi, dengan 61,8% mahasiswa rutin menggunakannya untuk masalah kesehatan ringan. Hal ini didukung oleh kesadaran yang kuat terkait pentingnya regulasi yang lebih ketat dan pemahaman yang baik mengenai produk yang digunakan. Kesimpulan: Evaluasi KAP mahasiswa JGU terhadap obat herbal sudah cukup baik dan positif, namun masih ada ruang untuk pengembangan, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai efek samping dan memastikan penggunaan yang aman dan efektif. Edukasi lebih lanjut dan evaluasi kritis terhadap informasi obat herbal sangat disarankan untuk ke depannya.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ATORVASTATIN DAN SIMVASTATIN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER YANG DIRAWAT INAP DI RUMAH SAKIT "X" KOTA BATU Putri, Rebeca Fransisca Prahesti; Wibowo, Wibowo; Sawu, Sirilus Deodatus
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17214

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa PJK menyebabkan kematian sebanyak 17,7 juta di dunia, hal ini diduga akan terus berkembang setiap tahunnya. Salah satu faktor risiko PJK adalah dislipidemia, pengobatan dislipidemia yang paling banyak digunakan adalah obat golongan statin yaitu, atorvastatin dan simvastatin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas terapi dislipidemia obat atorvastatin dan simvastatin pada pasien PJK yang dirawat inap di Rumah Sakit “X” Kota Batu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan cross-sectional study. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling melalui data rekam medis pasien secara retrospektif.Hasil: Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 60 pasien. Tidak ada perbedaan antara kelompok simvastatin 20 mg dengan atorvastatin moderate intensity dilihat dari nilai kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida (P-Value = 0,756; 0,914; 0,691; 0,745 berturut-turut), simvastatin 20 mg secara signifikan lebih efektif dalam mengontrol nilai LDL dibandingkan dengan atorvastatin high intensity (P-Value: 0,019), serta tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai kolesterol total, HDL, dan trigliserida (P-Value = 0,091; 0,871; 0,168 berturut-turut), tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok simvastatin 20 mg dengan atorvastatin moderate intensity dan atorvastatin high intensity (P-Value = 1,000 dan 0,758 berturut-turut) terhadap lama rawat inap.Kesimpulan: Pasien yang menggunakan simvastatin 20 mg memiliki profil LDL yang lebih baik dibandingkan atorvastatin high intensity (P-Value = 0,019).
STRATEGI PENDAMPINGAN KELUARGA RISIKO STUNTING MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA DI WILAYAH KALURAHAN WEDOMARTANI KAPANEWON NGEMPLAK Casnuri, Casnuri; Indrayani, Novi; Yantina, Yuli
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18862

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan masalah malnutrisi tertinggi dan juga menempati urutan ketiga dengan angka stunting tertinggi yakni 36,4% atau sekitar 9 juta kasus. Faktor tingginya masalah stunting di Indonesia salah satunya adalah buruknya asupan gizi sejak janin masih dalam kandungan (masa hamil), baru lahir, sampai anak berusia dua tahun. Upaya penting yang dilakukan untuk menekan angka stunting yaitu dengan pengenalan, pendampingan terhadap keluarga. Keluarga memiliki peran krusial untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting atau anak kerdil. Karena itu, upaya pemberdayaan keluarga sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi dalam pendampingan keluarga risiko stunting yang dilakukan Tim Pendamping Keluarga di wilayah Kalurahan Wedomartani Kapanewon Ngemplak dalam pencegahan stunting. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode dekskriptif yaitu penelitian yang bersifat empiris dapat diamati sesuai kenyataan yang ada di lapangan selain itu juga menggunakan teknik wawancara, data-data dan dokumentasi yang langsung didapatkan dari sumber terpercaya. Data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara dengan beberapa informan yang mengetahui seputar pencegahan stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan keluarga risiko stunting melalui peningkatan pengetahuan efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting.
REVIEW ARTIKEL: PERBANDINGAN ANTARA FEBUXOSTAT DAN ALLOPURINOL SEBAGAI PENGOBATAN HIPERURISEMIA PADA PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK Choliq, Ramadhan Idam; Brigita, Rizka; Zahro, Syarifah Nabillah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.16161

Abstract

Kasus penyakit gagal ginjal di Indonesia masih banyak terjadi dan tentunya memerlukan perhatian khusus, karena penyakit gagal ginjal kronik dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya merupakan hiperurisemia atau yang biasa dikenal dikalangan masyarakat adalah tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Pengobatan asam urat atau hiperurisemia pada pasien gagal ginjal kronik secara farmakologi dilakukan dengan pemberian obat – obatan, dan telah dilaporkan sebanyak 80,4% menggunakan obat allopurinol ataupun febuxostat. Metode yang digunakan merupakan metode non eksperimental yang diperoleh dari beberapa artikel mengenai perbandingan allopurinol dan febuxostat. 10 Artikel yang digunakan, diperoleh dari kumpulan jurnal – jurnal internasional dengan full text bahasa inggris yang didapatkan dari researchgate, googlescholar, semanticscholar, elsevier, dan lainnya, dengan tahun publikasi 2015 – 2024. Dari hasil review perbandingan antara febuxostat dan allopurinol sebagai pengobatan hiperurisemia pada Chronic Kidney Disease (CKD), dapat disimpulkan bahwa febuxostat lebih baik dalam mengobati hiperurisemia dibandingkan allopurinol, dan penggunaan pada CKD III-V perlu penyesuaian dosis.