cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA EKSTRAK METANOL KULIT BUAH MARKISA UNGU (Passiflora edulis f. edulis Sims) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Sundu, Reksi; Jubaidah, Siti; Milasari, Novi; Adhila, Ghina
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21642

Abstract

Tabir surya dapat membantu mencegah efek buruk radiasi ultraviolet. Efektivitas tabir surya didasarkan pada penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF) yang menunjukkan kemampuan produk tabir surya dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV. Nilai SPF besar atau kecil dipengaruhi oleh kandungan antioksidan dan bahan aktif yang digunkan dalam membuat sediaan tabir surya. Antioksidan alamiah tubuh berfungsi sebagai sistem pertahanan untuk melindungi sel-selnya dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Ekstrak kulit buah markisa ungu mengandung senyawa karotenoid, polifenol, dan vitamin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya ekstrak methanol kulit buah markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims). Metode penelitian menggunakan metode DPPH secara Spektrofotometri UV-Vis. Metode Penelitianmenggunakan metode DPPHsecara Spektrofotometri UV-Visc Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol kulit markisa ungu flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit markisa ungu didapatkan nilai IC50 sebesar 125,13 ±13,22 termasuk dalam kategori sedang dan pembanding vitamin C sebesar 7,17 ± 0,60 termasuk dalam ketegori sangat kuat. Nilai tertinggi SPF terdapat pada konsentrasi 2.000 ppm yaitu 30,03 ± 0,24 dan termasuk dalam kategori tinggi
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM KOMBINASI MINYAK ALPUKAT DAN EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Suciati, Anugerah; Marfu'ah, Nurul; Sawitri, Satwika Budi; Widyaratna, Indriyanti; Mahmudah, Amalia Nurul
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20971

Abstract

Lip balm is one of the cosmetic products applied to the lips to maintain healthy lips so that they remain moist and add aesthetic value. Avocado oil contains palmitic acid, linoleic acid, and sterolin which can be used as a moisturizer in lip balm preparations. Avocado oil can be combined with beetroot extract which has betacyanin compounds to reduce black color on the lips so that the lips become brighter. This study aims to make a lip balm combination of avocado oil and red beetroot extract and conduct a physical evaluation test of the preparation. The research method used is experimental. The results of the study showed that the results of the organoleptic test of the lip balm preparation combination of avocado oil and red beetroot extract showed a red to dark red color, a distinctive sweet smell and a soft texture. The pH test is 4.5-8.0, the spreadability test is 5-7cm, the power test is >4 seconds, the melting point test is 50-51℃, all formulations are homogeneous and do not cause irritation. The formulation of a lip balm preparation combining avocado oil and red beetroot extract that produces a preparation with the best characteristics is F1 with a concentration of 15% avocado oil and 10% red beetroot extract with stable pH values, adhesive power, and spreadability after stability testing.
ANALISIS KADAR ALKALOID EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Jannah, Syauqul; Retno, Grapina Aruma; Herlina, Herlina
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21116

Abstract

Kulit buah pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan yang sama dengan buah nya dengan kadar yang berbeda. Kulit buah yang muda memiliki tingkat enzim yang lebih tinggi, yaitu vitamin A, B1 dan C, mineral, protein, lemak dan karbohidrat serta flavonoid, alkaloid, dan fenol. Alkaloid adalah salah satu senyawa tersebut bahan kimia biasanya berbentuk garam organik, padat, kristal dan tidak berwarna. Tumbuhan dengan rasa umumnya pahit mengandung alkaloid. Alkaloid punya kemampuan tubuh untuk menembak sistem saraf, hipotensi, analgesik, antimikroba, obat penenang dan obat penyakit jantung.Dari penelitian sebelumnya hasil skrining fitokimia diketahui kulit buah pepaya memiliki kandungan alkaloid, tanin, steroid, saponin dan flavonoid dimana senyawa-senyawa ini merupakan senyawa antibakteri. Berdasarkan uraian diatas, pada penelitian ini akan dilakukan analisis kadar alkaloid ekstrak kulit buah pepaya california (Carica papaya L.) dengan metode spektrofotometri Uv-Vis.Penelitian ini dilakukan di Laboraturium Kimia dan Laboraturium Fitokimia Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu. Simplisia kulit buah pepaya california (Carica papaya L.) diekstraksi dengan metode maserasi, lalu dilakukan identifikasi alkaloid dan uji penegasan kromatografi lapis tipis. Kemudian penetapan kadar alkaloid dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.Hasil identifikasi alkaloid dari ekstrak kulit buah papaya California (Carica papaya L.) positif mengandung alkaloid. Hasil uji penegasan kromatografi lapis tipis didapatkan nilai Rf dengan rata-rata 0,75. Dan hasil penetapan kadar alkaloid dari ekstrak kulit buah pepaya california (Carica papaya L.) yang dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan nilai rata-rata 0,872%.
BEBAN BIAYA RAWAT INAP DEMAM BERDARAH DI ASIA 2017-2022: TINJAUAN SISTEMATIK Alia, Dina Fatma; Prastowo, Muhammad Yogie; Pawallangi, Andi Nur’ainun Reskia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21617

Abstract

Informasi tentang beban biaya ekonomi pada perawatan penyakit sangat penting untuk menginformasikan kepada pemangku kebijakan untuk menetapkan prioritas kebijakan kesehatan dan teknologi pengendalian penyakit. Untuk dapat mengkarakterisasi tren biaya rawat inap DBD di Asia, dilakukan tinjauan sistematis periode 2017-2022. Data base Scopus dan PubMed digunakan untuk pencarian artikel beban biaya rawat inap demam berdarah di Asia untuk periode 2017-2022. Studi yang dilakukan termasuk biaya rawat inap (biaya medis langsung, biaya non-medis langsung dan biaya tidak langsung). Data diringkas secara deskriptif dan dilaporkan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Sebanyak 715 artikel ditemukan (316 Pubmed dan 399 Scopus). Negara-negara yang termasuk dalam studi ini adalah Indonesia, India, Vietnam dan Sri Lanka. Analisis biaya rawat inap Demam Berdarah di Asia memiliki dua perspektif yakni dari provider dan societal. Biaya medis langsung terendah ditunjukkan oleh Sri Lanka dengan 16,2 USD dan tertinggi ditunjukkan di Indonesia pada rumah sakit tipe A/B dengan 372 USD. Data biaya rawat inap menunjukkan bahwa biaya rawat inap akibat demam berdarah masih tinggi dan berbahaya bagi masyarakat terutama masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.
DAMPAK KONSELING FARMASIS TERHADAP LUARAN TERAPI PASIEN DIABETES MELITUS : TINJAUAN LITERATUR Oktamauri, Ariesa; Dharmayanti, Luky; Sulita, Herlin; Afriyani, Neti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21390

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat secara signifikan. Komorbiditas pada pasien DM meningkatkan risiko polifarmasi dan Masalah Terkait Obat (MTO). Intervensi farmasis berperan penting untuk mengoptimalkan luaran terapi. Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis intervensi farmasis terkini pada pasien DM serta mengevaluasi dampaknya terhadap berbagai luaran terapi. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Sciencedirect, SAGE, dan Cochrane menggunakan pendekatan PICO. Artikel yang disertakan adalah riset original berbahasa inggris yang dipublikasikan antara tahun 2021–2025, dengan desain uji klinis acak atau kuantitatif prospektif. Sebanyak 10 artikel diikutsertakan dalam tinjauan ini. Jenis intervensi farmasis yang ditemukan meliputi konseling tatap muka, booklet, video edukatif, maupun pendekatan multifaktorial dan pendekatan kelompok, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepatuhan pengobatan pasien, penurunan kadar HbA1c, glukosa darah puasa, serta perbaikan parameter lipid. Aspek psikososial seperti persepsi pasien dan kepuasan terhadap layanan juga menunjukkan peningkatan. Intervensi farmasis memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan DM secara klinis dan holistik. Penyesuaian intervensi berdasarkan kebutuhan individu serta integrasi media edukasi yang adaptif perlu dipertimbangkan dalam pengembangan strategi manajemen diabetes yang lebih efektif dan berbasis bukti.
A REVIEW : ANALYSIS OF BIOACTIVE COMPOUNDS IN ROBUSTA COFFEE LEAVES (Coffea canephora Pierre ex A.Froehner) Widianingsih, Mastuti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21197

Abstract

Robusta coffee leaves (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) contain various bioactive compounds with significant therapeutic potential. The primary compound, chlorogenic acid (CGA), exhibits antioxidant, anti-inflammatory, and metabolic homeostasis-regulating properties, contributing to the management of chronic metabolic diseases such as diabetes, obesity, and cardiovascular disorders. Additionally, CGA demonstrates neuroprotective and anticancer effects. Alkaloids, including caffeine and trigonelline, possess stimulant activity that enhance alertness and physical performance, while flavonoids and xanthones act as potent antioxidants, protecting against cellular damage. Terpenoids are involved in the inhibition of angiogenesis and cancer cell metastasis, alongside exhibiting anti-inflammatory effects. Furthermore, saponins present in Robusta coffee leaves enhance immune responses and help lower blood glucose levels. Overall, the bioactive compounds in robusta coffee leaves present considerable potential for the treatment of metabolic diseases, infections, degenerative disorders, and cancer. However, further research is needed to optimize the extraction methods and practical applications of these compounds in complementary therapeutic products, as well as in the health and cosmetic industries, to fully exploit the therapeutic potential of Robusta coffee leaves.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica Less.) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIPHENYL-2-PICRYLHYDRAZYL) Tasiam, Ezrani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20143

Abstract

Beluntas (Pluchea Indica Less.) secara tradisional digunakan untuk menghilangkan  bau badan, penurun demam, dan obat diare oleh masyarakat Sulawesi Utara. Tanaman ini memuliki potensi antioksidan yang telah diuji dari eksrak etanol dan fraksinasinya dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.  Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil uji antioksidan ekstrak kental etanol daun beluntas dan fraksi-fraksinya menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan tertinggi (IC50 = 2,89 ppm), kemudian etanol (IC50 = 3,63 ppm), butanol (IC50 = 7,68 ppm) dan n-Heksan (IC50 =  88,24 ppm) sebagai pembanding dalampenelitian ini vitamin C (IC50 = 17,66 ppm) dan vitamin E (IC50 = 37,54 ppm).  Berdasarkan nilai AAI (Antioxidant Activity Index) dari hasil pengujian menunjukan ekstrak etanol, etil asetat, butanol dan vitamin C termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat, sedangkan esktrak n-Heksan termasuk dalam kategori antioksidan sedang dan vitamin E termasuk dalam kategori antioksidan kuat
Evaluasi Rasionalitas Terapi Antihipertiroid Pada Pasien Hipertiroid Di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Rahmayani, Apriyanti; Angin, Martianus Perangin; Meithia, Artha
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.16993

Abstract

Gangguan pada kelenjar tiroid merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat, dan salah satunya adalah hipertiroid. Pasien hipertiroid yang tidak mendapatkan pengobatan beresiko mengalami penurunan kualitas hidup dan menghadapi komplikasi seperti penurunan berat badan, patah tulang karena kerapuhan tulang, fibrilasi atrium, emboli, disfungsi kardiovaskular, dan osteoporosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertiroid pada pasien hipertiroid di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bulan Januari-Maret 2024. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metode retrospektif dengan pengumpulan data dari sumber data sekunder. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien hipertiroid yang menggunakan terapi antihipertiroid di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel. Obat antihipertiroid yang digunakan pasien hipertiroid adalah PTU (22,22%) dan methimazole (77,78%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan diagnosa, ketidaktepatan pasien, ketidaktepatan indikasi, ketidaktepatan obat, dan ketidaktepatan cara pemberian tidak ditemukan, sedangkan terdapat 4 pasien (8,89%) tidak tepat dosis dan 10 pasien (22,22%) tidak tepat waktu pemberian. Kata kunci: Hipertiroid, pasien rawat jalan, evaluasi penggunaan obat.
FORMULASI DAN UJI HEDONIK (SENSORI DAN DESKRIPTIF) SEDIAAN MINUMAN HERBAL SERBUK SARI DAUN PUDING HITAM (Graptophyllum pictum L.) Griff Yanuarto, Tri; Novia, Devi; Melina, Melina; Haque, Aina Fatkhil
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21817

Abstract

Nyeri dismenore dapat berdampak negatif bagi penderitanya karena dapat mengganggu atau bahkan menghentikan aktivitas sehari-hari, terutama saat menstruasi. Terdapat dua pendekatan untuk menangani nyeri dismenore: terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis umumnya melibatkan penggunaan obat pereda nyeri, tetapi dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi lambung. Terapi nonfarmakologis juga dapat digunakan, salah satunya melalui pengobatan herbal berupa minuman berbahan serbuk sari daun ungu (Graptophyllum pictum L.) Griff yang dimaniskan dengan gula aren. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun ungu menjadi serbuk instan sebagai minuman herbal untuk meredakan nyeri dismenore. Formulasi dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi serbuk sari daun ungu untuk mengamati pengaruhnya terhadap uji organoleptik, uji pH, uji sensoris, dan uji deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perbedaan konsentrasi serbuk sari daun ungu memengaruhi uji organoleptik dan uji hedonik dengan panelis menunjukkan bahwa formula 3 paling banyak disukai.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Nurhidayah, Nurhidayah; Fadillah, Aris; Hasniah, Hasniah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.19567

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi tertinggi di Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin, tercatat 18.942 kasus baru pada 2023. Kepatuhan pasien dalam pengobatan jangka panjang masih menjadi tantangan, meskipun berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasien hipertensi dan kepatuhan minum obat di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 185 responden yang dipilih secara purposive non-random. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HFQ dan MMAS-8, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan faktor sosio-demografi seperti pekerjaan (p=0,002) dan pendidikan (p=0,000), namun tidak dengan umur (p=0,060) atau jenis kelamin (p=0,241). Kepatuhan berhubungan dengan jenis kelamin (p=0,026), pekerjaan (p=0,000), dan pendidikan (p=0,000), tetapi tidak dengan umur (p=0,430). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan (p=0,000). Dapat disimpulkan pengetahuan pasien hipertensi berhubungan dengan pekerjaan dan pendidikan serta berperan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan