cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,830 Documents
Representasi Nilai Budaya Jawa dalam Buku Cerita Anak Dwibahasa: Kajian Simbolisme dan Aspek Kebahasaan pada Buku Terbitan Balai Bahasa Jawa Timur Tahun 2023 Rokhmawati, Zahro; Aal Inderajati; Patricia Elsa Marchelia Wibiasty; Dwika Muzakky Anan Taturia; Nisa Hanum Mufida
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbol kearifan lokal dan aspek kebahasaan dalam lima buku cerita anak dwibahasa terbitan Balai Bahasa Jawa Timur tahun 2023, yaitu Nonton Festival Musik Lesung, Seni Jaran Kencak, Ladu Pelangi Noni, Festival Bandeng Kawak, dan Cokelat Saka Lempung. Penelitian menggunakan metode analisis isi kualitatif dengan pendekatan teori simbolisme budaya Clifford Geertz, semiotika Roland Barthes, linguistik budaya Palmer, serta literasi dwibahasa Baker. Data berupa kutipan teks naratif, dialog, dan kosakata kultural yang dianalisis untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif simbol, serta fungsi kosakata dalam pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap cerita memuat simbol budaya yang mewakili lima dimensi kearifan lokal Jawa: tradisi agraris (lesung), seni pertunjukan (jaran kencak), kuliner keluarga (ladu), perayaan ekonomi pesisir (bandeng kawak), dan inovasi lokal (lempung & cokelat). Simbol tersebut hadir melalui narasi, tokoh, dan latar yang sarat nilai seperti gotong royong, rukun, persaudaraan, kreativitas, dan keberlanjutan. Aspek kebahasaan memperlihatkan pemakaian kosakata kultural dalam bahasa daerah dan padanannya dalam bahasa Indonesia, sehingga berfungsi ganda sebagai sarana preservasi bahasa daerah dan jembatan pemahaman lintas budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku cerita anak dwibahasa dapat menjadi media efektif dalam internalisasi nilai budaya dan penguatan literasi multibahasa pada anak.
Representasi Budaya Bima dalam Puisi Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Bima Mauluddin, Imam; Dwi Sulistyorini; Azizatuz Zahro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6758

Abstract

Puisi sebagai ekspresi sastra memiliki dalam merepresentasikan identitas budaya, terutama ketika ditulis oleh generasi muda. Namun perhatian terhadap karya puisi siswa tingkat SMP masih tergolong minim, terutama dalam konteks budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menguraikan bentuk-bentuk representasi budaya yang terdapat dalam karya puisi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui analisis isi puisi-puisi yang dikumpulkan, dengan fokus pada penggambaran artefak, tradisi, dan tari lokal Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Bima direpresentasikan secara multidimensional dalam puisi siswa. Representasi artefak meliputi masjid tua, uma lengge, alat musik silu, dan paju ro’o ta’a, yang dimaknai sebagai simbol spiritual, historis, fungsional, dan identitas. Dalam kategori tradisi, ditemukan representasi mbolo weki, compo sampari, dan rimpu, yang menggambarkan nilai-nilai musyawarah, kehormatan, dan identitas perempuan Bima yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, tari tradisional seperti tari buja kandanda dan Tari Kalero direpresentasikan sebagai ekspresi rasa syukur, keberanian, dan hubungan spiritual dengan leluhur yang menyoroti fungsi tari sebagai media komunikasi dan ekspresi kolektif. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mengenali unsur budaya Bima secara superfisial, tetapi juga mampu menafsirkan dan mengolahnya dalam bentuk yang kreatif. Kemampuan ini menegaskan bahwa puisi merupakan media yang efektif dalam menanamkan dan memperkuat kesadaran serta identitas budaya lokal di kalangan generasi muda, sekaligus berkontribusi pada pelestarian budaya Bima.
Pengaruh Penggunaan Media Sway terhadap Minat dan Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas VI di MI Yapit Paranakeng Gowa Sinta, Priti; Haniah, Haniah; Chalik, Sitti Aisyah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) minat belajar bahasa Arab siswa kelas VI sebelum penggunaan media Sway, (2) minat belajar setelah penggunaan media Sway, (3) hasil belajar sebelum penggunaan media Sway, (4) hasil belajar setelah penggunaan media Sway, dan (5) pengaruh media Sway terhadap minat dan hasil belajar siswa di MI Yapit Paranakeng Gowa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) dan melibatkan 18 siswa yang dipilih melalui teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial (uji t, uji F, dan uji hipotesis) dengan bantuan SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sebelum penggunaan media Sway, rata-rata minat belajar siswa sebesar 20,50 (SD = 2,771) dengan 84% siswa pada kategori rendah; (2) setelah penggunaan media Sway, rata-rata minat belajar meningkat menjadi 35,39 (SD = 3,852) dengan 55% siswa pada kategori tinggi; (3) sebelum penggunaan media Sway, rata-rata hasil belajar siswa sebesar 54,72 (SD = 9,467) dengan 61% siswa pada kategori sedang; (4) setelah penggunaan media Sway, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 71,94 (SD = 9,097) dengan 83% siswa pada kategori tinggi. Uji Paired Sample Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Hal ini membuktikan adanya perbedaan signifikan pada minat dan hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan media Sway. Dengan demikian, media Sway terbukti berpengaruh positif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar bahasa Arab siswa kelas VI.
Analisis Kualitas Terjemahan dalam Qaṣīdat Al-Burdah: Studi Komparatif antara Terjemahan Abdullah Azzam bin Azlan dan DeepL Translator Syarifah Nurul Ma’rifah; Syihabuddin, Syihabuddin; Rinaldi Supriadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6775

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas terjemahan Qaṣīdat al-Burdah karya Imam al-Būṣīrī antara penerjemah manusia (Abdullah Azzam bin Azlan) dan mesin (DeepL Translator). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif pada sepuluh bait yang dipilih secara purposif, dinilai berdasarkan keakuratan dan keberterimaan menurut model Nababan dkk. (2012) oleh dua pakar. Hasil menunjukkan bahwa terjemahan Abdullah Azzam lebih unggul dalam keberterimaan karena mampu mempertahankan nuansa budaya, nilai religius, dan estetika bahasa, sedangkan DeepL sedikit lebih konsisten pada keakuratan leksikal namun cenderung literal dan kaku. Kesimpulannya, penerjemahan teks religius dan sastra klasik tetap memerlukan sensitivitas manusia, sementara mesin lebih tepat digunakan sebagai alat bantu.
The Stylistics of Al-Mustawā Ad-Dalālī in the Verses of Monotheism in Surah Al-Mulk Rabi’ah Al-Adawiyah; Asep Sopian; Nalahuddin Saleh
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6780

Abstract

This study aims to reveal how the semantic level in the verses of monotheism in Surah Al-Mulk is employed to reinforce the impression of monotheism. The focus of the study is directed toward the selection of diction, polysemy, synonymy, and antonymy that carry profound meanings related to this monotheistic impression. This research adopts a qualitative method with a content analysis approach applied to the verses of Surah Al-Mulk, using tafsir sources from Tafsīr Al-Miṣbāḥ, Al-Marāghī, Al-Munīr, Al-Kashshāf, Ibn Kathīr, Al-Muyassar, and Tafsīr Al-Qurṭubī. The analysis is conducted by selecting the tafsir that most closely aligns with the meaning of the word under study, ensuring that the explanations remain focused and consistent. The findings indicate that the choice of words in Surah Al-Mulk is not coincidental but intentional and strategic in affirming the power and oneness of Allah, as seen in the use of the words يَد (power), أَفْئِدَةٌ (heart), and the antonym pair الْمَوْت – الْحَيَاة (death–life), which strengthen the monotheistic impression. These findings affirm that the rhetorical power of the Qur’anic language at the semantic level can convey the impression of monotheism in a profound and effective manner, while also contributing to the study of Qur’anic stylistics.
Perbandingan Fonetik Fonem /q/ dalam Empat Dialek Arab melalui Lagu Dreamers FIFA World Cup 2022 Nada, Nada; Mohamad Zaka Al Farisi; Nalahuddin Saleh
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6800

Abstract

Variasi pelafalan fonem /q/ dalam dialek-dialek Arab memunculkan dinamika fonetik yang menarik, terutama dalam konteks media populer seperti lagu. Fenomena ini tercermin dalam pelafalan kata nuḥaqqiqu (نُحَقِّقُ) dalam lagu Dreamers (FIFA World Cup 2022) yang menggunakan dialek Qatar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan komparatif fonetik akustik untuk menganalisis realisasi fonem /q/ oleh empat penutur mewakili dialek Qatar, Mesir, Syam, dan Maghrib, dengan bahasa Arab fuṣḥā sebagai acuan pembanding. Data suara dianalisis menggunakan perangkat lunak Praat untuk mengukur formant, burst, dan durasi fonetik. Hasil menunjukkan variasi artikulasi yang khas: Qatar dan Maghrib cenderung merealisasikan /q/ sebagai /g/, Mesir dan syam mengalami pergeseran ke /ʔ/. Meskipun terdapat perbedaan bentuk artikulasi, makna kata tetap dapat dipahami lintas dialek. Kejelasan akustik dan fleksibilitas persepsi fonetik antarpenutur Arab memungkinkan terjadinya keterpahaman, bahkan dalam konteks fonem yang bervariasi. Temuan ini memperkuat peran musik sebagai medium interkultural yang menyatukan ragam dialek dalam satu wadah komunikatif yang efektif.
The Use of English Central Application to Improve Students’ Speaking Skill Maisyaroh Hasibuan; Benni Ichsanda Rahman Hz
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6803

Abstract

This study aims to investigate the effectiveness of the English Central application in improving junior high school students’ speaking skills, with specific objectives to (1) enhance students’ self-confidence in oral communication, (2) improve pronunciation accuracy and intonation, (3) increase learning motivation and engagement through gamified features, (4) foster learner autonomy and flexibility, and (5) develop fluency and vocabulary acquisition through authentic video-based content. Conducted over four weeks with 15 ninth-grade students, this research employed a mixed-method approach using observations, interviews, and questionnaires. Findings indicate notable improvements across multiple aspects: 86.6% of students reported greater self-confidence in speaking, while average pronunciation scores rose from 62 to 80. Fluency was enhanced as students extended their monologues from 40 seconds to 1 minute and 25 seconds, often incorporating idiomatic expressions such as by the way and in my opinion. Gamification elements fostered motivation, with most students completing 4–5 videos weekly, while flexibility encouraged independent practice outside the classroom. Additionally, 66.6% of students demonstrated learning autonomy by reviewing materials without teacher prompts. Despite these gains, challenges such as limited device access (26.6%), unstable internet connectivity, and decreased motivation in the fifth week were recorded, highlighting the need for varied materials and adaptive strategies. Overall, the results confirm that English Central is an effective supplementary tool for enhancing students’ speaking proficiency, aligning with communicative and learner-centered teaching principles.
Indonesian EFL Students' Perspective on Free4Talk: A Novice vs. Expert User Study Sitanggang, Cansa Namira; Maslathif Dwi Purnomo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6844

Abstract

This study investigates the perceptions of final-year English major students toward the Free4Talk platform by comparing novice and expert users. A total of 15 participants were purposively selected from a public university in North Sumatra, Indonesia, comprising 12 novice users (with less than three months of experience) and 3 expert users (with more than one year of experience). Adopting a qualitative descriptive-comparative design, data were collected through questionnaires from all participants and interviews with eight volunteers. Thematic analysis was applied to interpret the data. Findings reveal that both groups perceived Free4Talk positively, particularly for its accessibility, discussion rooms, and opportunities for authentic speaking practice. Novice users frequently encountered initial anxiety, challenges in comprehending various accents, and inconsistent motivation, whereas expert users exhibited greater confidence, consistent engagement, and long-term motivation. Both groups shared common challenges related to technical issues and limited content moderation. The study highlights that user experience, affective readiness, and prior familiarity with the platform significantly impact engagement, confidence, and speaking development, offering practical insights for online speaking platforms and English language instruction.
Keefektifan Media Komik Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Drama pada Siswa Kelas XI SMA Vhiena Nurfarida Soehaillah; Dewi Herlina Sugiarti; Winieke Dinar Pratiwi; Siti Masitoh
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6609

Abstract

Pembelajaran menulis teks drama kerap kali menemui kendala, terutama ketika peserta didik mengalami kesulitan dalam menuangkan ide secara kreatif dan sistematis. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan media komik digital sebagai sarana pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan media komik digital dari situs Pendidikan.id dalam meningkatkan kemampuan menulis teks drama pada siswa kelas XI di SMAN 1 Majalaya. Pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Desain penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design yang melibatkan dua kelas, yakni kelas XI.A sebagai kelompok eksperimen dan XI.D sebagai kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan angket, kemudian dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, N-Gain, serta uji hipotesis (paired sample t-test dan independent sample t-test). Hasil penelitian dengan uji normalitas Shapiro-Wilk kedua kelas menggunakan SPSS v29 berdistribusi normal dengan nilai pretest kelas eksperimen menunjukkan (0,072), hasil posttest kelas eksperimen (0,148), pretest kelas kontrol (0,066), dan hasil dari posttest kelas kontrol (0,116). Kemudian, ditemukan bahwa data pretest dan posttest kelas eksperimen serta kontrol bersifat homogen dengan nilai signifikansi pretest sebesar 0,112 dan posttest sebesar 0,051. Skor rata-rata N-Gain kelas XI.A mencapai 65,04 dan termasuk kategori cukup efektif, sementara kelas XI.D hanya memperoleh 31,19 (tidak efektif). Ditemukan perbedaan signifikan dengan pengujian paired sample t-test antara nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen, diperoleh signifikansi < 0,001. Uji independent sample t-test juga mengindikasikan adanya perbedaan nyata antara kelas eksperimen dan kontrol. Selain itu, hasil angket memperlihatkan bahwa mayoritas siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan media, dengan 97,51% siswa memilih kategori setuju dan sangat setuju. Temuan ini mengonfirmasi bahwa media komik digital mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa secara signifikan dan diterima dengan baik dalam proses pembelajaran.
Peran Tahapan Naratif dalam Membangun Strategi dan Respons Ketidaksantunan Serial Omar: Kajian Sosiopragmatik Haris Khoironi; Riyadi Santosa; Arifuddin, Arifuddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis komprehensif terkait strategi dan respons ketidaksantunan yang digunakan oleh para tokoh dalam serial berbahasa Arab Omar, serta keterkaitannya dengan tahapan naratif. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana tahapan dalam serial tersebut memengaruhi penggunaan dan distribusi strategi serta respons ketidaksantunan di antara para tokoh. Dengan menggunakan pendekatan sosiopragmatik, penelitian ini mengidentifikasi dan memetakan berbagai jenis strategi serta respons ketidaksantunan dalam dialog. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh empat tahap analisis sesuai model Santosa (2021), yang mencakup analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema budaya. Data penelitian berupa dialog yang memuat strategi dan respons ketidaksantunan yang dilakukan oleh para tokoh pada berbagai tahap naratif. Sumber data adalah serial Omar, yang dianalisis mulai dari tahap orientasi, komplikasi, evaluasi, hingga resolusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ketidaksantunan negatif dan positif paling dominan digunakan dalam interaksi, diikuti oleh strategi ketidaksantunan langsung, sarkasme, dan menahan kesantunan. Respons yang paling sering muncul adalah strategi bertahan dan menyerang balik, sementara respons tidak merespons dan menerima muncul dalam jumlah yang lebih kecil. Pola hubungan antara strategi dan respons memperlihatkan variasi sesuai jenis ketidaksantunan, misalnya ketidaksantunan negatif lebih banyak direspons dengan bertahan atau tidak merespons, sedangkan ketidaksantunan positif cenderung memicu respons bertahan atau menyerang balik. Selain itu, distribusi strategi dan respons ini berubah-ubah mengikuti tahapan naratif. Ketidaksantunan mulai muncul pada orientasi, meningkat pada komplikasi, menurun pada evaluasi, dan relatif sedikit pada resolusi.