cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Smart Furniture: Konsep Interior Kamar Indekos Wulanda, Destri; Asdiana
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i2.16782

Abstract

  Tantangan pada desain interior kamar indekos adalah keterbatasan luasan kamar tetapi tetap memenuhi aktivitas penghuninya. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan melalui penerapan konsep smart furniture pada kamar kost, dimana menekankan pada teknologi dan furnitur multifungsi dengan lahan yang terbatas. Penelitian ini menggunakan strategi kualitatif dengan metode perancangan design thinking. Penelitian ini menghasilkan karakteristik produk funitur pada interior kamar indekos berdasarkan kebutuhan pengguna, dimana style yang digunakan menggunakan konsep minimalist untuk menciptakan suasana yang sederhana, elegan, dan luas. Selanjutnya available space pada kamar kos harus menyediakan beberapa area untuk mewadahi aktivitas penghuninya, seperti area tidur, area makan, area belajar, area bersantai, toilet, hingga sirkulasi. Pada aspek investment, material yang digunakan adalah kayu oak, dimana kayu ini bersifat kuat, keras dan tahan lama. Selanjutnya life style penghuni kost yang mandiri dan praktis sehingga kamar kost harus memiliki fasilitas lengkap dan sejalan dengan gaya hidup penghuni kos. Aspek functionality juga diterapkan pada produk furnitur yang memiliki berbagai fungsi seperti wall bed sebagai area tidur dan juga area bersantai, kemudian meja multifungsi sebagai area kerja dan makan. Selain itu, konsep smart furniture yang diterapkan dalam kamar kost ini menggunakan sistem otomatisasi pencahayaan, penghawaan, serta keamanan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penghuni serta dapat menghemat energi.
Tari Kreasi Aceh sebagai Media Terapi Penurunan Skor Depresi Pasien Gangguan Jiwa di Provinsi Aceh Manalu, Nadra Akbar; Inas Ghina
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i2.16787

Abstract

Depresi merupakan masalah yang muncul karena adanya ketidakseimbangan antara tuntutan dan kemampuan sehingga terjadi gangguan baik Rohani maupun jasmani. Seorang yang mengalami depresi akan mengalami perasaan sedih yang berkepanjangan, sehingga muncul gejala emosional yang tidak stabil, rasa putus asa dan kehilangan minat dalam beraktivitas. Seni merupakan salah satu media terapi yang banyak digunakan dalam menjaga mental seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas tari kreasi Aceh sebagai media terapi yang dapat dilihat dari angka penurunan skor depresi pasien gangguan jiwa di IPWL Yayasan Kayyis Ahsana Aceh pasca terapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian yakni pada pasien rawat jalan yang mengalami depresi. Penilaian masing-masing pasien rawat jalan memiliki Skor depresi yang berbeda, dimulai dari gejala depresi, depresi ringan, depresi sedang dan depresi berat. Populasi pada penelitian ini adalah pasien depresi di IPWL Yayasan Kayyis Ahsana Aceh yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling dengan gerak tari kreasi Aceh sebagai instrumen. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen pendukung seperti observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektifitas tari Kreasi Aceh beserta musik iringan sebagai media terapi terhadap pasien gangguan jiwa mampu melepaskan stress dan menghadirkan kebahagiaan dengan aktivitas gerakan fisik yang dilakukan. Hal-hal yang didapatkan pasien diantaranya relaksasi dan pengurangan stress, ekspresi emosi, penyembuhan diri, keterlibatan sosial pembelajaran dan pertumbuhan pasien.
Variabilitas Ritme Musikal Kesenian Alee Tunjang di Aceh Utara Rozak, Abdul; Denada, Berlian; Rahman, Surya
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i2.16789

Abstract

Kesenian Alee Tunjang merupakan salah satu intrumen perkusi berjenis ritmis yang tergolong pada kelompok idiophone, artinya sumber bunyi yang berasal dari bahan alat musik tersebut. Dalam hal ini Alee Tunjang dipukul menggunakan alu yang dipukulkan ke dalam lesung. Dalam permainan musiknya, Alee Tunjang memiliki warna bunyi yang disusun ke dalam pola ritme yang identik, khas, dan teratur. Permainan pola ritme tersebut dikembangkan dengan pemakaian teknik interlocking. Permainan teknik tersebut dibangun oleh beberapa bentuk ritme yang terdiri dari repertoar tradisi. Sehingga kemudian akan menghasilkan jalinan musik yang teratur. Dengan demikian penelitian ini mencoba melakukan identifikasi dan mendeskripsikan variablitas bentuk permainan pola ritme musik pada kesenian Alee Tunjang di Aceh Utara. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk variabikitas bentuk permainan pola ritme musik pada kesenian Alee Tunjang di Aceh Utara. Metode yang digunakan yaitu kualitatif yang terdiri dari tahapan: studi Pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis berupa mengidentifikasi bentuk-bentuk teknik pengembangan ritme pada kesenian Alee Tunjang. Analisa data dilakukan dengan tahapan reduksi data, display data, dan analisis data. Hasil dari penelitian ini yaitu deskripsi terkait identifikasi variasi pola ritme dalam permainan musik Alee Tunjang. Variasi ritme tersebut kemudian diidentifikasi ke dalam bentuk permainan pola lesung dengan warna bunyi tung yang dimainkan oleh pemimpin yang disebut dengan syeh.
Persepsi Tunarungu Terhadap Pesan Komunikasi Visual Mitigasi Gempa dan Tsunami di SLB Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Asrinaldi; Mustafa
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Vol. 8 No.1 JUNI 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v8i1.16764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa tunarungu terhadap pesan komunikasi visual mitigasi bencana gempa dan tsunami di SLB Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) yang melibatkan analisis kuantitatif melalui kuesioner serta analisis kualitatif melalui observasi dan wawancara. Sebanyak 30 siswa tunarungu menjadi responden dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tunarungu sukar  dalam memahami informasi mitigasi bencana yang disampaikan melalui media visual seperti poster dan banner, dengan 83% responden menyatakan bahwa informasi yang disampaikan cukup mudah dipahami, namun hanya 17% yang merasa benar-benar percaya terhadap efektivitasnya. Ilustrasi atau gambar merupakan elemen visual yang paling membantu dalam pemahaman mereka. Meskipun demikian, simulasi menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) tidak berhasil menstimulasi refleks mitigasi yang sesuai, seperti berlindung atau berlari. Faktor bahasa isyarat yang sulit diterjemahkan ke dalam media visual juga menjadi kendala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media visual mitigasi bencana yang dirancang untuk masyarakat umum belum inklusif bagi siswa tunarungu. Oleh karena itu, perlu ada perancangan media komunikasi visual yang lebih sederhana, jelas, dan mampu menjembatani kebutuhan komunikasi siswa tunarungu agar mereka lebih siap dalam menghadapi potensi bencana gempa dan tsunami.    
BATIK JAMU GENDHONG: Konsep Estetika Sebagai Identitas Lokal Kabupaten Sukoharjo Priyanto, Danang; Septianti
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Vol. 8 No.1 JUNI 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v8i1.16784

Abstract

Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah induk batik dari wilayah Surakarta. Selain dikenal sebagai kabupaten produsen batik, Kabupaten Sukoharjo juga familiar dengan Kabupaten Jamu dengan tagline jamu gendhong. Eksistensi produksi jamu tradisional yang digendong dan dijajakan berkeliling dengan berjalan kaki direspon para seniman batik untuk membuat desain motif yang terinspirasi dari konsep ide tersebut. Urgensi dari penelitian ini adalah upaya untuk mengungkap eksistensi dan estetika dari batik jamu gendhong. Rumusan Masalah dalam adalah 1.Mengapa jamu gendhong menjadi identitas motif batik Kabupaten Sukoharjo. 2.Bagaimana konsep estetika dalam motif batikjamu gendhong Kabupaten Sukoharjo. Tujuan dari penelitian ini akan menjadi menganalisiseksistensi batik jamu gendhong sebagai identitas Kabupaten Sukoharjo dan menganalisis konsep estetika batik jamu gendhong dengan identifikasi struktur komposisi dari pola motif yang terdiri dari motif utama, motif pendukung, dan isen-isen. Pendekatan dalam penelitian  ini memanfaatkan pendekatan histori dan estetika.   Hasil dari penelitian didapat bahwa wilayah Kecamatan Nguter merupakan pusat industri pembuatan jamu di Sukoharjo yang diproduksi baik secara tradisional berbasis home industri dan skala pabrik. Dalam perkembangannya praktek menjajakan jamu dengan cara di-gendhong bergeser menjadi dijual dengan mengendarai sepeda, motor dan dijajakan secara menetap di outlet.  Dalam perkembangannya, jamu gendhong dijadikan sebagai ikon identitas batik di Kabupaten Sukoharjo. Adapun persebaran industri batik ada di daerah Bekonang dan Kedunggudel tawangsari. Visual batik jamu gendhong menampilkan figur mbok jamu gendhong dengan membawa rinjing dan gendul kaca, pola ditambahkan dengan motif pendukung bunga, kupu dan burung dengan isen ceceg, sawut, kemukus, pari sawuli dan lain-lain. Diharapkan penelitian menjadi referensi dalam analisis batik identitas daerah.
Struktur Dramatik pada Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Pratama, Haria Nanda; Abdul Rozak; Manalu, Nadra Akbar
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Vol. 8 No.1 JUNI 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v8i1.16794

Abstract

Penelitian berfokus pada mengungkap struktur dramatik pada alur cerita film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang merupakan film hasil diadaptasi dari novel Buya Hamka. Dalam perspektif naratif, film ini membentuk susunan dari peristiwa yang saling berhubungan satu sama lainnya. Film ini mengisahkan tentang pertentangan kisah cinta Zainuddin disebabkan perbedaan strata sosial dan tekanan dari adat yang sangat kuat membuat hubungannya dengan Hayati mencapai akhir yang tragis. Pertentangan terhadap status sosial dan adat istiadat dalam isi cerita film ini merupakan puncak terjadinya konflik pada alur cerita hingga klimaks dan penyelesaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme meliputi exposition, complication, climax, reversal dan denoument. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif melalui tahapan studi literatur dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa eksposisi memperkenalkan latar budaya Minangkabau dan karakter utama dengan konflik awal peristiwa. Komplikasi terjadi saat Hayati dijodohkan secara paksa dengan Aziz seorang pria kaya yang nantinya memperburuk hubungan antara Hayati dan Zainuddin. Klimaks mencapai puncaknya saat Zainuddin setelah menjadi penulis sukses dan menolak keberadaan Hayati karena dendam atas penolakan yang dia alami. Penutup cerita dengan rasa ikhlas Zainuddin atas takdir yang dialami dan memberikan penghormatan terakhir kepada cinta sejatinya. Struktur dramatik film ini efektif dalam membangun emosi, memperkuat tema universal tentang cinta, pengorbanan, dan kritik terhadap norma sosial dan budaya. Kajian ini juga menegaskan bahwa daya tarik narasi film memberikan informasi terkait pesan makna memalui aspek psikologi, aspek sosial dan aspek budaya.
Desain dan Komodifikasi Spiritualitas: Citra Produk Ruqiyah dalam Pemasaran Digital Aulia, Mochamad Ficky
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Vol. 8 No.1 JUNI 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v8i1.16850

Abstract

Lanskap perniagaan yang diperluas oleh teknologi digital turut membawa inklusivtias di dalamnya. Salah satunya tumbuh melalui platform-platform niaga digital yang dapat diakses dan menjadi peluang bagi para agen dan konsumen dalam bertransaksi secara instan dan bebas. Produk ruqyah ialah salah satu yang menjadi fenomena bagaimana citra spiritualitas berhasil merebut antusiasme pelanggan melalui stimulus tampilan bernuansa religi – di mana desain ialah perangkat kerja yang mampu mengatribusikan nilai-nilai itu secara persuasif. Studi ini bertujuan untuk melihat dari perspektif desain tentang seberapa jauh membentuk framing dan bagaimana citra tersebut mampu membentuk realitas masyarakatnya dalam interaksi simbolik. Melalui metode kualitatif, yang datanya diperoleh melalui  platform niaga digital untuk kemudian dibongkar secara teoretis sebagai pemetaan pola dan kecenderungan potensi masalahnya ke dalam interpretasi teks. Melalui penelusuran latar belakang sebab-muasalnya, kajian menunjukkan bahwa fenomena ini mempunyai dampak kepengaruhan yang kuat, terutama pada cara pemaknaan citra spiritualitas yang profan, agresif dan semakin disruptif. Spiritualitas menjadi sebuah imaji yang setara dengan nilai materialistiknya yang kerap disakralisasi dan menjadikannya sebagai konsumsi budaya harian, di mana hiperealitas menjadi suatu kunci untuk mencerna kesadaran-kesadaran itu. Harapan terbaik adalah agar bagaimana penelitian yang sederhana ini mampu memberikan pengembangan diskursus terkait desain yang terhubung dengan humaniora – terutama kondisi dan perilaku sosial-budaya di tengah arus digital di hari ini.  
Analisis Ideologi Melalui Wacana Dalam Pameran Seni "Mindscape Gravity" Di LAV Gallery Yogyakarta Andi Ryan Kusuma; Bakti Bestin
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Vol. 8 No.1 JUNI 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v8i1.16865

Abstract

Pameran seni sering kali menjadi medan eksplorasi yang kompleks bagi sebuah analisis ideologi, terutama pada era kontemporer ini. Penelitian ini mencoba mengkaji pameran dengan tajuk "MindScape Gravity" yang diadakan di LAV Gallery Yogyakarta, yang dipresentasikan oleh Tiga Sekawan yaitu Adwin, Ryan, dan Indo. Pameran ini menjadi subjek penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana karya-karya seni yang dihadirkan mengkomunikasikan pesan-pesan dan nilai-nilai artistik serta estetka melalui analisis ideologi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mencoba mengabungkan beberapa teori yang relevan untuk mendalami aspek-aspek visual, naratif, dan ideologis yang terkandung dalam setiap karya. Melalui analisis mendalam, penelitian ini mencoba mengungkap hubungan antara konteks pameran, wacana yang dipilih dalam tema, dan interpretasi yang dihasilkan dari karya-karya seni lukis. Temuan dari penelitian ini secara spesifik merujuk pada ideologi yang dilihat dalam karya-karya ini menunjukkan bahwa para seniman memiliki kesadaran dan kegelisahan yang melekat, yang mengkatalisasi keterlibatan mereka dengan praktik sosial seni, Meskipun karya seni itu merupakan ungkapan, namun sebaliknya bahwa setiap ungkapan bukanlah suatu yang sebenarnya. Melalui analisis dengan kerangka ideologis dalam karya seni yang dipamerkan dalam pameran ini menggarisbawahi prevalensi narasi artistik yang diartikulasikan oleh pencipta, yang merefleksikan kehidupan dalam lingkungan sosiokultural.
Penciptaan Karya Tatah Timbul pada Kulit Nabati dengan Konsep Nusantara Rohmad Eko Priyono; Junende Rahmawati
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Vol. 8 No.1 JUNI 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v8i1.16889

Abstract

Penelitian karya seni kriya kulit yang mengutamakan keterampilan tangan (handicraft) dengan memperhatikan nilai estetika dan fungsionalitas.Seni kriya memiliki akar dalam tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun, dan biasanya mencerminkan identitas budaya suatu masyarakat. Sebagai perpaduan antara seni dan keterampilan, seni kriya tidak hanya memiliki nilai seni tetapi juga bisa mengangkat nilai budaya yang ada di Indonesia, karena banyak produk seni kriya yang dipasarkan sebagai barang konsumsi atau suvenir. Kulit menghadirkan sesuatu yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan berkesenian, keunggulan dari tatah timbul adalah adanya verifikasi ornamen yang bisa dikembangkan sedemikian rupa, kulit juga menawarkan susunan kepadatan yang unik. Selain itu, kulit memiliki kemampuan bahan yang berada ditengah kayu dan kain. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penciptaan kriya adalah metode penelitian kualitatif meliputi studi observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Pada penelitian ini pengetahuan sebagai keterampilan yang dapat kita sebut sebagai teknik tentang-mengetahui membuat, bagaimana bertindak, bagaimana melaksanakan. Karya seni kriya dengan teknik tatah timbul memakai kulit nabati ketebalan 2,3 mm dengan mengangkat konsep nusantara seperti motif kawung, motif parang, dan tokoh pewayangan, dan beberapa motif tradisional Indonesia lainnya. Karya tatah timbul yang dijadikan sebuah teknik penciptaan mengambil konsep Nusantara sebagai ide utama dalam pembuatan sebuah karya. Penciptaan karya ini menunjukan kreativitas dan inovasi produk kulit dengan teknik tatah timbul, konsep Nusantara sendiri diambil oleh peneliti dengan tujuan selain upaya pelestarian, tetapi juga menjadi upaya respon dari kebutuhan Masyarakat terhadap produk fungsional tas kulit tatah timbul yang terus berubah. Dengan adanya karya ini penulis berharap bisa ikut dalam melestarikan budaya di Indonesia lewat karya yang sudah diciptakan dan bisa mengenalkan budaya Indonesia kekancah Internasional, penulis juga berharap Kerajinan kulit di Indonesia semakin maju dan berkembang dan melahirkan karya-karya inovasi sesuai dengan perkembangan zaman.
Eksplorasi Makna Simbolis Ornamen pada Rumoh Aceh Raja Husein di Pidie. Rachmadani, Nisa Putri; Wijaya, Reza Sastra; Kafri, Saniman Andi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Vol. 8 No.1 JUNI 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v8i1.16913

Abstract

Ornamen Rumoh Aceh merupakan peninggalan budaya dari nenek moyang suku Aceh yang masih dapat dinikmati hingga kini. Bentuk ornamen yang diterapkan, seperti motif tumbuhan, hewan, dan kaligrafi, merupakan representasi dari elemen alam yang ditemukan di daerah Pidie, serta berfungsi sebagai penanda identitas kultural masyarakat. Salah satu objek penting yang dikaji adalah Rumoh Aceh Raja Husein, rumah tradisional yang dibangun pada masa kolonial Belanda dan memiliki keunikan dalam desain ruang serta kekayaan ornamen. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami makna simbolis ornamen-ornamen tersebut guna memperkaya pemahaman tentang sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Aceh Pidie. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dokumentasi visual, dan wawancara. Teori bentuk dari Dharsono digunakan sebagai landasan teoretis, yang memaknai seni sebagai tontonan dan tuntunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tiap ornamen mengandung makna filosofis dan spiritual. Motif Bungong Mawo melambangkan cinta dan keindahan; Pucuk Reubung sebagai simbol harapan dan pertumbuhan; Sulur menggambarkan keterikatan dengan alam dan prinsip hidup yang berkelanjutan. Kaligrafi lafadz Allah dan Muhammad menegaskan nilai religius dalam rumah ini. Motif Awan Meucanek menyimbolkan perlindungan dan ketenangan; Bungong Seulanga melambangkan keanggunan dan kelembutan; sedangkan Puta Taloe bermakna dua kalimat syahadat sebagai dasar iman. Temuan juga memperlihatkan bahwa keberagaman dan jumlah ornamen menjadi penanda status sosial, semakin banyak dan kompleks ornamen yang digunakan, semakin tinggi kedudukan pemilik rumah. Ornamen pada rumah ini tidak hanya merefleksikan keindahan estetis, tetapi juga menjadi cerminan nilai-nilai lokal seperti kehormatan, ketahanan, spiritualitas, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa ornamen tradisional Aceh adalah ekspresi dari pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pelestarian warisan budaya visual Aceh.